Sunday, June 05, 2011

ROH KUDUS MENDANDANI ORANG PERCAYA

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 05 Juni 2011
Oleh Pdt. Frans Z. Assa

Yakobus 4:17 - Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.
Yakobus mengakhiri pasal 4 dengan kesimpulan di ayat 17 yang diawali dengan kata jadi; firman Allah memberikan garis tegas orang ini berdosa jika ia tahu bagaimana harus berbuat baik tapi tidak melakukannya, karena sejak awal Tuhan sudah meletakkan kemampuan untuk mendengar dan kemampuan untuk menimbang apa yang telah ia dengar lalu menindaklanjuti mau melakukan atau tidak.
Kejadian 2:15-17, setelah Tuhan ciptakan langit dan bumi dan segala isinya, Tuhan membuat taman dan dilengkapi dengan apa yang dibutuhkan manusia. Tuhan ciptakan manusia dan menempatkan di sana dan memberi perintah: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati." Kejadian 3:1-3, kemampuan untuk mendengar, untuk menimbang dan mengambil keputusan Tuhan beri pada manusia, ular binatang yang paling pintar dan licik datang menggoda Hawa. Kemampuan/potensi untuk mendengar lalu menimbang Allah beri sejak awal buktinya sekalipun pada awalnya perintah ini diberi pada Adam dan diteruskan pada Hawa, Hawa tahu persis apa dan mana yang baik dan dia tahu persis untuk melakukan yang baik; hubungkan dengan Yakobus 4:17; Kejadian 3:6-7, Hawa tahu yang baik, ia mendengar perintah tapi ketika ia tidak melakukan yang baik malahan ia memanggil Adam, Hawa sadar sudah melanggar peraturan Tuhan; saat Hawa tidak melakukan yang baik, Adam pun tidak melakukan yang baik, keduanya tahu tidak melakukan yang baik, Paulus katakan dalam Roma 5:19 - Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa....
Potret yang ada di akhir zaman: Yakobus 1:22-24, melalui firman Allah kita tahu peraturan-peraturan Tuhan harus ditaati tapi ketika tidak melakukannya itu berdosa; ketika tidak melakukannya ia lupa wajahnya, dalam dunia psikologi nantinya orang itu akan lupa segalanya. Proses dari dosa: tahu berbuat baik tapi kalau tidak melakukannya ia berdosa. Yakobus tambahkan kalau ia tetap tidak melakukannya jiwanya terganggu dan potret mereka yang terganggu rohaninya Paulus tuliskan dalam II Timotius 2:14.
Yakobus 4:17 merupakan kesimpulan dari kasus-kasus sebelumnya seperti ayat 16, orang Kristen digambarkan seperti Betel dan Yerikho. Yerikho, mereka masih muda rohaninya tapi mereka menghormati nabi, tidak ada silat kata, mereka sepakat; beda dengan Betel, kota yang tua sejak zaman Yakub urapan ada di sana, orang Betel tahu yang baik tapi mereka tidak melakukannya, di dalamnya banyak orang bersilat lidah, waktu Elisa datang di Betel karena orang-orang di sana berhati busuk, tidak berisi urapan mereka berkata: “Naiklah botak!” Ketika ‘omongan’ sudah tidak beres mereka mengacaukan/mencemari banyak orang seperti yang dikatakan Paulus dalam Efesus 4:19. Jangan sampai kita disebut mendengarkan firman Allah, tahu berbuat baik tapi tidak melakukannya maka ketika ia melihat wajahnya di cermin, ia lupa keadaannya; dalam perkembangan rohani, rohaninya terganggu.
II Korintus 4:4 jadi Paulus menyatakan mereka tahu yang baik tetapi tidak melakukannya Paulus katakan perasaan mereka sudah tumpul/buta rohani. Melihat situasi akhir zaman yang menyedihkan Tuhan masih punya sikap dalam Maleakhi 3:17, ada yang sudah berdosa tahu berbuat baik tapi tidak melakukannya, yang tahu bahwa ‘omongan’ mereka itu menyusahkan banyak orang/meleter, Tuhan masih memberi waktu; nanti ada waktunya lalang akan dibuang ke dalam api, pohon yang tidak mengeluarkan buah akan ditebang, dibuang ke dalam api. Tuhan masih berkepentingan dengan orang ini, Tuhan mengasihi orang ini.
Yesaya 41:18, Tuhan memberi kesempatan kalau seseorang telah menjadi tumpul, buta digambarkan seperti bukit gundul, namun Tuhan akan membuka pancaran-pancaran air, sumbatan-sumbatan Tuhan akan buka dan Roh Kudus akan dicurahkan dengan limpah karena Tuhan berkepentingan untuk membersihkan umatNya. Tuhan mengirimkan Roh Kudus, mengirimkan air, menyuburkan bukit gundul, untuk membersihkan kita. Tuhan akan membuat kolam/telaga penuh dengan ikan yang hidup. Tuhan ingin mencurahkan Roh Kudus, Yesaya 41:20, supaya orang-orang melihat tangan Tuhan terulur menjamah, membersihkan dan mendadani kita agar kita siap menjadi pengantin Tuhan.
Amin.

Sunday, May 29, 2011

MILIKI KUALITAS ROHANI ‘PENDUDUK YERIKHO’

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 29 Mei 2011
Oleh Pdt. Frans Z. Assa

Yakobus 4:16 - Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah salah. Ada satu peringatan yang begitu keras bagi kita, kita harus siap menerima pembersihan supaya makin berbuah lebat dan Tuhan akan bersukacita karena kita. Yakobus 4:16 diawali dengan kata tetapi; terjemahan bahasa Inggris mengatakan kamu membual dalam kecongkakanmu, semua itu adalah kejahatanmu. Menyedihkan kalau kita disebut jahat oleh Tuhan. Tetapi = kata sambung intra kalimat yang menyatakan pertentangan. Dalam ayat 15 sebenarnya sebagai orang percaya harus bersyukur kepada Tuhan karena bagaimanapun situasi dan apapun yang terjadi dalam hidup kita, Tuhan bertanggung jawab penuh atas hidup kita sehingga kita tidak perlu takut; seharusnya bersyukur tetapi dalam ayat 16 malahan dengan arogan orang yang tiap hari mengalami pembelaan Tuhan dengan angkuh membual.
Siapa mereka yang suka membual, yang angkuh/arogan dan Tuhan katakan itu bentuk kejahatan? Jangan sampai kita tinggal dalam keadaan ini sehingga Tuhan berkata: “Aku tidak pernah mengenalmu.” Membual, membuat kegaduhan, membuat orang sakit hati merupakan kejahatan. Paulus mengatakan dalam II Timotius 3:5, secara lahiriah mereka aktif, beribadah, terlibat pelayanan namun mereka selalu menolak pekerjaan Roh ketika Roh menuntun, membimbing, mereka berkata: “Nantilah.” Roh Tuhan mau membimbing tapi mereka beralasan ‘nantilah’kalau diterjemahkan, artinya: “memberontak”. II Timotius 3:1-4, sebenarnya sudah sejak 2000 tahun lalu melalui Paulus, Tuhan beri daftar sekian banyak roh jahat, ada 18 jenis roh jahat; hubungkan dengan Matius 12:43-45, Yesus mengatakan akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula padahal hanya ada delapan roh jahat. Mereka sudah ditata rapih oleh Tuhan dosa diampuni, hidup ditata rapih tapi kelanjutannya ketika Roh Allah menuntun, membimbing, orang ini menolak; sama saja rumah ini kosong, tidak mengijinkan Roh Allah mengatur sehingga Iblis mengajak tujuh roh jahat lagi sehingga keadaannya menjadi lebih buruk. Ketika salah satu roh jahat mengusik hati kita, tolak dan lawan dia.
Dua jenis orang Kristen di dalam Alkitab:
1. Orang Kristen Yerikho. II Raja-raja 2:19-22.
Kota Yerikho kira-kira 555 tahun sebelum peristiwa ini pernah dikutuk oleh Yosua (Yosua 6:26). Pada zaman raja Ahab, datanglah seorang Betel namanya Hiel (I Raja-raja 16:34); 521 tahun sesudah dikutuk Hiel berusaha membangun kembali kota Yerikho, 34 tahun kemudian setelah kota ini dibangun kembali datanglah penduduk kota ini kepada Elisa karena sering ada keguguran bayi. Rohaninya masih muda tapi rohani penduduk Yerikho luar biasa. II Raja-raja 2:15 menunjukkan kualitas penduduk Yerikho, mereka jiwa-jiwa baru tapi hormatnya pada seorang nabi luar biasa, tidak membual, tidak ada yang saling menghina/menghancurkan, pikiran mereka terarah supaya air berubah, mereka sepakat datang pada Tuhan.
2. Orang Kristen Betel. II Raja-raja 2:23-24.
Elisa setelah menyehatkan air di Yerikho kemudian naik ke Betel. Peristiwa di Betel dalam Kejadian 28:10-12, 864 tahun sebelum II Raja-raja 2:23-24 Yakub berada di Betel dan dia melihat tangga, sorga terbuka dan malaikat Tuhan turun naik, pekerjaan Roh Kudus sangat nyata. Kejadian 28:16-17 Yakub berkata: “Ini rumah Allah, ini pinut gerbang sorga.” Kembali ke II Raja-raja 2:23-24, 864 tahun kemudian Betelorang Kristen lama, waktu Elisa sedang naik dan waktu ia melihat ke belakang, orang-orang yang di bawah (anak-anak muda) mencemooh dan berkata: “Hai botak, naiklah.” Seringkali di jemaat lama berisi cemoohan, hanya mencemooh satu dengan yang lain.
Jangan sampai Elisa berkata Betel berbeda dengan Yerikho karena di Betel saling memfitnah, membual. Siap atau tidak untuk dibersihkan? Kita ‘jemaat tua’ jangan sampai penuh dengan cemooh, membual dan menghina. Mohon pada Tuhan berikan roh belas kasihan kalau kita hanya berisi cemoohan dan berkatalah Tuhan ampuni kami.
Yudas 1:17-19, di Betel pernah terjadi kebangunan rohani, Roh Allah nyata tapi berisi cemoohan, berbeda dengan penduduk Yerikho, mereka masih muda tetapi mereka tidak mencemooh satu dengan yang lain, mereka bergandengan tangan, Tuhan mengirim Elisa datang pada mereka menyehatkan air di Yerikho. Jadilah jemaat Yerikho.
Amin.

Sunday, May 15, 2011

ARTI HIDUP MANUSIA

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 15 Mei 2011
Oleh Pdt. Frans Z. Assa


Yakobus 4:14 - sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Jangan melupakan Tuhan dalam perencanaan adalah tema perikop dari Yakobus 4:13-17; soal membuat rancangan itu sah-sah saja siapapun dia. Seorang yang tidak punya rancangan sulit untuk melangkah ke depan. Seorang yang punya program akan mantap untuk melangkah ke depan, namun kalau ia punya rancangan jangan lupakan Tuhan, kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi di depan. Kalau semua orang diberi kesempatan untuk menjawab apa arti hidup, tentu jawabannya beragam.
Arti hidup manusia:
 Ayub 7:7, hidup itu sama seperti uap, artinya penuh misteri, penuh ketidakpastian bahkan Ayub mengatakan hidup itu hanya seperti hembusan nafas yang bisa hilang secara tiba-tiba.
 I Petrus 1:24, hidup itu disamakan seperti rumput yang satu kali kelak akan kering dan seperti bunga--berhasil, sukses, bisa mencapai tujuan-- tapi itupun segera gugur.
 Ayub 7:1, hidup itu bergumul, manusia dipaksa untuk menghadapi apapun juga; hubungkan dengan Ayub 10:17, pasal 10 adalah pengakuan/penjelasan dari Ayub tentang hidup, tiap hari kita berhadapan dengan pasukan musuh --sakit, kekecewaan-- dan kita harus kalahkan.
Hidup seperti uap, rumput, bunga, dan peperangan, namun Alkitab memberi penjelasan apa dan bagaimana mereka yang hidupnya digambarkan seperti uap, rumput, bunga, peperangan kalau mereka sudah ditebus oleh darah Anak Domba Allah, menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat: Yesaya 43:4 - Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu. Kita harus mengerti bahwa dosa kita sudah diampuni, jangan suntuk dan tertipu oleh Iblis, kita menjadi anak-anak Allah Yang Maha Tinggi, berharga (precious) di mata Tuhan, Tuhan angkat kita sehingga kita menjadi orang yang disukai; hubungkan dengan Kisah Para Rasul 2:47, mereka yang ditulis dalam ayat ini adalah mereka yang baru saja menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, mereka lahir baru dan bertobat, sifat dan karakter Yesus menjadi milik mereka sehingga terjadi transformasi/perubahan dalam sikap, perkataan dan perbuatan dan mereka disukai oleh banyak orang. Kita--uap, rumput, bunga, setiap waktu bergumul dengan musuh tapi kelahiran baru telah mengubah status kita sehingga kita dikasihi Allah. Yeremia 31:3, kita bukan hanya menjadi indah, agung dan menjadi orang yang disukai, disegani, tapi kita dikasihi oleh Tuhan dengan kasih yang kekal; buktinya saat tubuh kita menjadi jasad, Tuhan sudah sediakan tempat yang kekal, saat kita menghembuskan nafas kita akan mendengar Yesus mengatakan: “Masuklah dalam kebahagiaan Tuanmu.”
Bagaimana kita berperilaku, kita tidak lepas sebagai uap, rumput, bunga dan setiap waktu kita bergumul dengan musuh; bagaimana sikap kita menghadapi kenyataan hidup? Apa yang harus kita perbuat dan lakukan? Matius 20:1-7, hidup manusia dari umur berapapun dicantumkan dalam perumpamaan ini. Ketika semua berakhir akan berhadapan dengan satu dari dua kemungkinan upah kemuliaan atau upah penderitaan yang kekal selama-lamanya. Dibukalah kesempatan bekerja/lowongan, Yesus ingin mendapatkan pekerja-pekerja yang baik. Ada yang dijumpai pagi-pagi benar dan diadakan kesepakatan bekerja di kebun anggur dengan gaji satu hari satu dinar dan orang ini setuju. Lalu ditemui lagi orang lain pada jam sembilan, dua belas, jam tiga petang dan jam lima petang. Jam lima petang menggambarkan tentang akhir zaman, kita berada di akhir zaman dan sampai pada akhir zaman Tuhan membuka lowongan keselamatan dan orang yang diselamatkan Tuhan ingin mereka berkarya di pekerjaan Tuhan; jam lima petang juga menggambarkan usia senja manusia, semua orang akan mencapai usia senja, senja setiap orang tidak sama.
Hidup kita harus diisi dengan apa? Matius 20:6-7, ketika usia senja, orang menganggap tidak berguna, merasa tidak punya arti. Ketika Tuhan berjumpa dengan mereka yang sudah usia senja (jam lima petang), Tuhan bertanya: “Mengapa kamu menganggur saja di sini sepanjang hari? Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku.” Terjemahan bahasa asing: “Pergi jugalah kamu ke kebun anggurKu dan apa saja yang menjadi hakmu akan diberi kepadamu.” Usia berapa pun Tuhan hargai. Hagai 2:5 - ...bekerjalah, sebab Aku ini menyertai kamu, demikianlah firman TUHAN semesta alam. Mereka yang berusia produktif, bisa mencapai top eksekutif, mereka punya hak satu dinar, mereka yang berusia senja punya hak yang sama, namun tetaplah bekerja dan berterima kasihlah pada Tuhan.
Amin.

Sunday, May 08, 2011

LIBATKAN TUHAN DALAM SETIAP PERENCANAAN

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 8 Mei 2011
Oleh Pdt. Frans Z. Assa


Yakobus 4:13 - Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: "Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung".

Yakobus 4:13-17 diberikan tema: Jangan melupakan Tuhan dalam perencanaan; rupanya manusia bisa membuat program/rancangan tanpa melibatkan Tuhan, tetapi sebagai orang percaya kita diberi nasihat jangan melupakan Tuhan saat kita merancangkan segala sesuatu. Ketika kita melibatkan Tuhan dalam perencanaan masa depan, Tuhan mampu promosikan kita, masa depan kita sudah dikemas oleh Tuhan. Matius 20, mereka yang bekerja jam lima petang, Tuhan memberi porsi sama kepada mereka yang bekerja sejak jam 9 pagi. Ketika kita menghormati Dia sebagai pembuat peraturan/hukum dan mau menaati peraturanNya, apa yang belum pernah kita pikirkan Tuhan sediakan semua yang kita butuhkan.

Hubungan antara Tuhan sebagai pembuat rancangan atau peraturan dengan kita yang punya hak juga untuk membuat rancangan.

Amsal 19:21 - Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan TUHANlah yang terlaksana. Rancangan boleh banyak tapi Tuhan punya otoritas untuk berkata ya atau tidak. Ketika Tuhan menjawab ya mungkin kita berseri-seri, tapi ketika Tuhan berkata tidak atas rancangan kita apakah sukacita kita masih sama seperti ketika Tuhan menjawab ya?

Paulus--seorang yang sampai ke langit ketiga, ke Firdaus-- orang ini begitu cocok di hati Tuhan, lalu Tuhan ijinkan ia untuk mendengar bahasa yang indah tapi ketika ia membuat rancangan Tuhan tegas berkata tidak namun ia tetap punya mutu yang sama kalau Tuhan berkata ya. Kalau sampai Tuhan berkata tidak apakah kita masih punya kualitas yang sama waktu Tuhan berkata ya? Kisah Para Rasul 16:6-7, mengawali rencana perjalanan kedua Rasul Paulus ke daerah Bitinia (Turki di bagian Asia), ia sudah berdoa tapi Roh Yesus melarang untuk pergi ke sana. Tampaknya tidak masuk akal, kalau Tuhan melarang Tuhan pasti punya sesuatu, kalau Tuhan ijinkan Tuhan juga sudah mengemas sesuatu. Kita harus punya kualitas ucapan syukur yang sama pada waktu Tuhan mengijinkan atau melarang rancangan kita. Kisah Para Rasul 16:8-9; 14-15, di Filipi pada waktu Paulus punya rancangan ke Bitinia, Tuhan menaruh perhatian pada Lidia--penjual kain ungu-- karena ia punya potensi yang luar biasa bahkan ia membiayai penginjilan di sana. Tuhan melarang Paulus untuk pergi ke Bitinia tapi Tuhan justru menyuruh untuk ke Filipi karena di sana Tuhan buka jalan untuk Injil dan Injil bekerja luar biasa.

Yeremia 25:9, Nebukadnezar --seorang raja kafir, penyembah berhala, pada satu kesempatan Tuhan beri celah kepadanya, Tuhan menyebutnya hambaKu-- waktu membuat perencanaan dia mengabaikan Tuhan sehingga ada akibat yang menyedihkan. Kalau Tuhan beri kita potensi tapi kita tidak pakai potensi itu, Tuhan bisa pakai orang kafir untuk menjadi hambaNya. Nebukadnezar punya rancangan dan ia berusaha untuk mewujudkannya, ia memanggil para ahli untuk membuat taman gantung dan dalam tempo dua belas bulan rancangannya itu jadi. Daniel 4:28-30, setelah jadi dengan sombong ia berkata: "Bukankah itu Babel yang besar itu, yang dengan kekuatan kuasaku dan untuk kemuliaan kebesaranku telah kubangun menjadi kota kerajaan?" Daniel 4:31-32. Hati-hati! Karena banyak anak Tuhan berkata tanpa Tuhan saya bisa capai semuanya. Belum selesai Nebukadnezar berkata demikian Tuhan menghukum dia menjadi seperti binatang dan di akhir zaman ini bisa terjadi. Kapan bisa terjadi?

Matius 25:41-43, di sebelah kiri atau kanan berarti diberi kesempatan untuk duduk dekat tahta, mereka yang di sebelah kiri diusir karena ketika mereka diberi kepercayaan di lima bidang pelayanan, mereka diberi kesempatan menggelar program tapi mereka tidak mau memiliki hati seorang hamba. Seorang yang mau taat pada rencana Allah adalah seorang yang mau punya hati hamba. Mereka yang di sebelah kanan bidang pelayanan dipisah, di penjara dan sakit, namun mereka tanggalkan keinginan mereka dan mengambil hati seorang hamba dan berkata: “Biar kehendakMu yang jadi bukan kehendakku yang jadi.”

Kejadian 13:14-15, kalau kita memiliki hati hamba dan kita tidak menuntut apa-apa, mau melakukan kehendak Tuhan, orang ini sangat berkenan di hati Tuhan dan kepada orang-orang semacam ini Tuhan punya janji: "Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ke timur dan barat, utara dan selatan, sebab seluruh negeri yang kaulihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu untuk selama-lamanya.”

Amin.

Sunday, April 24, 2011

MAKNA PERISTIWA KEBANGKITAN YESUS KRISTUS

Ringkasan Khotbah Kebaktian Paskah, 24 April 2011
Oleh Pdt. Frans Z. Assa

I Petrus 2:21 - Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya. Sebagai orang percaya, gereja yang berada di ujung zaman yang menantikan kedatanganNya yang makin dekat maka kita diajak oleh firman Allah untuk mencermati ajaranNya, belajar dari peristiwa-peristiwa yang terjadi pada Yesus terutama waktu Ia menderita, mati, dikubur dan bangkit pada hari yang ketiga, pahami dan ikutilah pola/teladanNya. Peristiwa-peristiwa yang dahsyat yang terjadi di akhir zaman yang tidak pernah diharapkan oleh siapapun juga:
1. Wahyu 18:11-16.
Alkitab menulis tentang kekayaan mulai dari awal zaman muncul tokoh-tokoh Alkitab yang diberkati oleh Allah dengan luar biasa, dimulai dari Abraham lalu datang kepada Ishak; mereka bertambah kaya sehingga orang di sekitarnya menjadi iri. Ayub, sekalipun dia diijinkan masuk dalam ruang ujian, dalam satu hari kekayaannya lenyap namun ia tetap taat pada Tuhan, kekayaan Ayub diganti berlipat-lipat. Allah tidak memusuhi kekayaan, kekayaan Allah siapkan untuk kita, namun ini yang harus kita pahami di akhir zaman semua kekayaan, kemegahan dunia akan hilang lenyap dalam satu jam, kebanggaan hidup hilang lenyap.
Wahyu 18:17-19, dalam ayat ini diulang lagi ...dalam satu jam saja ia sudah binasa. Di sana memuat semua yang dimiliki oleh manusia dalam bentuk apa saja, tapi tiba-tiba mereka menghamburkan debu (= satu kekecewaan, kesedihan yang dalam) lalu mereka berteriak, “Celaka!” sebab dalam satu jam semua kemewahan dunia binasa (= erēmoō - bahasa Yunani artinya semua tiba-tiba nol, kosong, habis).
2. Wahyu 6:15-16.
Tujuh strata/tingkat sosial manusia --raja-raja di bumi dan pembesar-pembesar serta perwira-perwira, dan orang-orang kaya serta orang-orang berkuasa, dan semua budak serta orang merdeka-- mereka berteriak dalam kepahitan, penderitaan dan ini proses untuk masuk dalam Wahyu pasal 18 saat semua yang kita daftar dalam kekayaan menjadi nol. Wahyu 6:16 - Dan mereka berkata kepada gunung-gunung dan kepada batu-batu karang itu: "Runtuhlah menimpa kami dan sembunyikanlah kami terhadap Dia, yang duduk di atas takhta dan terhadap murka Anak Domba itu." Gunung-gunung = bangunan, gedung-gedung bertingkat; batu-batu karang = patung-patung, monumen-monumen kebanggaan.
3. Wahyu 1:7.
Amin = sesungguhnya demikian pasti terjadi. Apa yang mesti terjadi? Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia. I Tesalonika 4:16-17. Ada tujuh sangkakala yang akan ditiup oleh malaikat. Ketika sangkakala ketujuh ditiup cahaya kemuliaan Allah bersinar di muka bumi ini; keliling bumi  50.000 km, kecepatan cahaya  300.000 km/detik, kira-kira hanya diperlukan waktu 1/6 detik. Saat Yesus datang kali yang kedua semua mata akan melihat, menurut jarak/perbedaan waktu di belahan bumi sepertinya tidak masuk akal tapi dengan kecepatan cahaya tidak sampai satu detik seluruh bumi telah dibungkus oleh cahaya kemuliaan Allah sehingga setiap mata akan melihat, mereka yang mati dalam Tuhan bangkit, menerima tubuh kemuliaan dan kita yang disingkirkan ke padang belantara diubah dalam sekejap, diangkat bertemu Tuhan di udara, pada waktu itulah mereka yang telah menikam Dia. Dan semua bangsa di bumi akan meratapi Dia (Wahyu 1:7). Mereka meratapi dalam penyesalan tapi tidak ada gunanya, mereka ingin mengelak dari penghukuman tapi mereka akan menerima penghukuman dari Allah.
Filipi 2:6-8, inilah kunci kenapa Yesus sampai mengalami kemenangan dan kemuliaan luar biasa sementara penduduk dunia meratap dalam kepahitan karena dalam satu jam semua kekayaan lenyap. Yesus tidak mempertahankan kemuliaan waktu turun ke dunia, Ia rela tinggalkan zona nyamanNya mati disalib dan Ia tahu pula akan datang waktunya Ia akan dipermuliakan. Ini yang Petrus katakan mari belajar dari Dia. Filipi 2:9-11, ada yang mengaku/berseru tepat pada waktunya, mereka yang akan berjumpa dengan Yesus dalam kemuliaan, tapi ada yang berseru dan sudah terlambat. Pelajari makna yang tercantum dalam kebangkitan Yesus, Ia rela tinggalkan zona nyaman; mari tinggalkan zona nyaman, serius mengikut Tuhan dan Allah akan mengangkat kita. Kejadian 13:14-15, dua kali Abraham rela melepaskan zona nyaman, ketika berumur 75 tahun Tuhan menyuruh untuk meninggalkan negerinya dan ketika di Kanaan, Abraham dan Lot keponakannya sama-sama diberkati, terjadilah pertengkaran antara pegawai mereka soal lahan penggembalaan domba; Abraham menawarkan pada Lot untuk memilih daerah. Abraham punya hak untuk memilih yang baik tapi ia melepaskan haknya. Setelah itu Tuhan tampil dan berkata, “Sekarang pandang sekelilingmu, lihat dari tempat engkau berdiri, Utara, Selatan, Timur dan Barat, Aku serahkan kepadamu.” Ketika kita rela meninggalkan zona nyaman dan belajar rendah hati, Utara, Selatan, Timur, Barat, Tuhan sudah amankan bagi kita.
Amin.

Sunday, April 17, 2011

JANGANLAH SALING MEMFITNAH !

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 17 April 2011
Oleh Pdt. Frans Z. Assa


Yakobus baru saja berbicara dalam surat Yakobus 4:10, kita boleh ditenggelamkan dalam lumpur tapi Tuhan janji kalau kita lahir baru --rendah hati-- Tuhan akan mengangkat kita. Seorang yang lahir baru akan punya gaya hidup yang lain sekali.
Yakobus 4:11 - Saudara-saudaraku, janganlah kamu saling memfitnah! Barangsiapa memfitnah saudaranya atau menghakiminya, ia mencela hukum dan menghakiminya; dan jika engkau menghakimi hukum, maka engkau bukanlah penurut hukum, tetapi hakimnya (TB).
Memfitnah (TB) = mencela (TL), mencela atau menyalahkan (TBIS) adalah satu kata dengan pelaksanaan yang keji. Jangan memfitnah karena itu serumpun dengan menjadi hakim--merampas haknya Allah, di dalamnya memuat roh Lucifer. Lucifer menuduh dan menyalahkan Tuhan, ia merasa sepanjang waktu telah membuat semarak sorga, ia menuntut penghargaan; ia menjadi iri hati karena ia tidak memperoleh apa yang ia harapkan.
Yakobus 4:2, iri hati adalah ekspresi/pengungkapan perasaan/pernyataan lalu tercetus melalui kata-kata karena tidak memperoleh apa yang diingininya/diharapkannya. Kita harus punya mimpi tapi jangan mimpi di luar firman Allah, kepala kita harus diganti dengan kepala Yesus--kerinduan, iman, angan-angan, cita-cita Yesus; seringkali serigala kita beri tempat di kepala kita tapi kepala Yesus tidak (Matius 8:20).
Yakobus 3:16, banyak orang dipanggil tapi sedikit yang dipilih karena ketika orang ini dipromosikan --jasmani baru kemudian yang rohani-- lalu tiba-tiba orang ini merasa punya segalanya dan seenaknya mencela, menyalahkan orang. Orang yang iri hati kata-katanya mengandung racun yang akan membuat kecut hati orang lalu timbul kekacauan dan lahir segala macam perbuatan jahat. Karena itu Yakobus memberi batasan jangan memiliki dan memelihara iri hati. Milikilah komitmen saya tidak mau merampas palu hakim dari Tuhan, biarlah kita memiliki roh pertobatan.
Yesaya 1:15, bahaya sekali kalau seseorang memiliki roh iri hati dan memeliharanya karena meskipun orang itu berkali-kali berdoa Tuhan akan memalingkan mukaNya. Perikop Yesaya 1:10-20 temanya “bertobat lebih baik dari mempersembahkan korban”.
Kenapa Tuhan begitu keras mengingatkan kita melalui Yakobus jangan memfitnah? Karena Tuhan punya gairah, getaran cinta; getaran cinta ini susut ketika berjumpa dengan domba yang penuh iri hati. Tuhan punya janji, Tuhan ingin buktikan dan Tuhan ingin terlibat berkasih-kasihan. Roma 9:12-15, hati Tuhan bergetar ketika mendengar dan berjumpa dengan Yakub tapi tidak demikian dengan Esau. Apakah Tuhan tidak adil? Dalam Kejadian 36:31-43 fakta sejarah di sana disusun ada 8 raja keturunan Esau sementara dalam Kejadian 37:1-36 anak-anak Yakub (saudara kembar Esau) masih menjadi gembala domba, tapi Yakub tidak mencela, tidak menyalahkan Tuhan karena itu Tuhan bergairah kepada Yakub dan Ia berjanji selalu beserta dengannya (Kejadian 28:12-15).
Kapan dan bagaimana caranya supaya Tuhan bergairah pada kita?
Kidung Agung 7:10 - Kepunyaan kekasihku aku, kepadaku gairahnya tertuju; ini adalah perkataan Sulamit kekasih Salomo; Sulamit gambaran dari gereja, Salomo gambaran dari Yesus. Apakah Yesus masih bergairah waktu mendengar kita? Mari bertobat supaya Yesus bergairah pada kita, pada waktu kita berdoa hati Yesus bergetar mendengar suara kita. Matius 8:23-24, Yesus naik ke perahu dan murid-muridNya ikut (aktif, terlibat) tapi Yesus tidak bergairah, tidur dalam perahu itu. Kenapa? Matius 8:18-22, penyebabnya adalah ide-ide dari Yesus, firmanNya dilawan. Kepala, keinginan, firman, kerinduan Yesus tidak ada di kepala orang ini; untuk serigala disiapkan fasilitas tapi untuk Yesus tidak. Waktu Sulamit berjumpa dengan Salomo segala kata-kata yang diucapkan indah. Adakah kita bergairah ketika berjumpa dengan Yesus dan berkata segala yang diucapkan Yesus indah karena kata-kataNya, keinginan, kepala Yesus ada di dalam kita.
Yesaya 62:5 - Sebab seperti seorang muda belia menjadi suami seorang anak dara, demikianlah Dia yang membangun engkau akan menjadi suamimu, dan seperti girang hatinya seorang mempelai melihat pengantin perempuan, demikianlah Allahmu akan girang hati atasmu. Kalau Yesus bergairah dengan kita karena kepalaNya kita beri tempat yang terbaik dalam kita dan kita beraktifitas menurut kepala Yesus, maka Ia bergairah ingin berjumpa dengan kita dan mendengar kita dan di dalamnya terhimpun semua yang kita butuhkan.
Amin.

Sunday, April 10, 2011

JANJI TUHAN BAGI MEREKA YANG LAHIR BARU

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 10 April 2011
Oleh Pdt. Frans Z. Assa

Yakobus 4:10 - Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu. Ayat ini merupakan ayat nubuatan dengan menggabungkan ciri-ciri dari orang percaya yang telah lahir kembali/lahir baru --lahir baru = hidup lama/karakter lama ditinggalkan dan menerima karakter baru dari Yesus, bukan berarti langsung sesaat berubah tapi tiap hari ada proses perubahan, dari hari ke hari berubah dengan tujuan menjadi seperti Yesus; orang yang telah lahir baru rendah hati, tidak sombong-- dan janji/nubuatan yang pasti dialami oleh orang yang lahir baru.
Mungkin kemarin sengaja dibenamkan di lumpur, ditimbun dengan sampah/dibusukkan tapi kalau kita lahir baru, Tuhan akan meninggikan dan mempromosikan kita. Siapa saja mereka yang Tuhan tinggikan? Ulangan 28:14 - dan apabila engkau tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri dari segala perintah yang kuberikan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain dan beribadah kepadanya. Dari ayat 13 mundur sampai ayat 1 ada 29 pintu/kunci berkat yang Tuhan siapkan untuk menjamin kita setiap hari apabila kita tidak menyimpang dari firman Allah. Ulangan 28:1 - Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi. Ambillah komitmen lakukan firman Allah hari ini, setiap hari dengan setia apapun situasinya! Paulus meneguhkan apa yang ditulis oleh Musa dalam II Timotius 4:2, lakukan firman Allah dengan setia baik atau tidak baik waktunya.
Orang yang ditinggikan Tuhan, orang itu suka mendengar dan melakukan firman Allah, orang itu pasti mempunyai api yang berkobar-kobar, kasih, dan semangat dari Tuhan; orang ini punya roh yang dimiliki Tuhan. Wahyu 2:4-5, mereka yang suka mendengar dan melakukan firman Allah, kasih mula-mula ada di dalam dia, di kesibukan apapun biarlah kita mengingat Yesus, mengidolakan Yesus. Gereja harus bangun, bangkit dan semangat; iman kita perlu ditegakkan.
Kalau kita mengidolakan seseorang, kita pasti mencari dia, ada dampak. Kalau kita sedang mengidolakan Yesus, kita akan mencari Dia, pasti ada dampak. Kisah Para Rasul 12:4, Herodes Agripa I --ayah Agripa-- membunuh Yakobus dan ia menangkap Petrus untuk kemudian akan dibunuh, Tuhan geram dan membunuhnya; Herodes Agripa I tiba-tiba mati dan sudah penuh dengan cacing-cacing. Anaknya, Herodes Agripa II bertemu dengan Paulus yang penuh dengan cinta mula-mula, punya api dari Tuhan, bahasa Paulus dibalut dengan kasih Yesus dan ia berkata: "Hampir-hampir saja kauyakinkan aku menjadi orang Kristen!" (Kisah Para Rasul 26:28).
Ada satu peringatan dalam Wahyu 3:15-17 - ...Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku... Kalau tidak mempunyai cinta mula-mula, roh mengejar Yesus, roh untuk memiliki api dari Yesus maka Yesus akan muntahkan orang Kristen semacam ini. Mintalah Tuhan untuk membangkitkan kita untuk mendengar firman Allah sehingga kita menerima api dari Tuhan sehingga Tuhan akan meninggikan kita.
Tuhan punya banyak cara untuk mengangkat kita. Yesaya 2:2-3, akan terjadi pada hari-hari terakhir akan muncul gunung kudusnya Allah. Siapa gunung kudusnya Allah? Ketika kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, kita diselamatkan, dosa diampuni dan kita menjadi rumah kediaman Roh Kudus, rumah Tuhan; kita menjadi gunung kudus yang dibanggakan Tuhan ketika di dalam hidup kita ada pengajaran. Jangan menjadi orang Kristen hanya berpredikat Kristen tapi harus mempunyai pengajaran lalu bangsa-bangsa akan berduyun-duyun ke rumah Allah. Secara jasmani bangsa-bangsa akan datang kepada kita, kita akan ditinggikan oleh Tuhan; secara rohani jiwa-jiwa akan datang kepada Tuhan. Kapan itu terjadi? Akan terjadi pada hari-hari terakhir, di hari-hari terakhir akan terjadi keretakan-keretakan zaman; dalam hal apa? Gempa, tsunami membuat pulau-pulau bergeser, volume permusuhan antar kelompok makin menghebat, itulah saatnya ada ‘celah yang terbuka’; tergantung pada kita bagaimana kita menyikapi ‘celah yang terbuka’. Celah yang terbuka dapat menjadi kesempatan Tuhan untuk melakukan mujizat bagi kita.

Amin.

Sunday, March 27, 2011

BERTOBAT SELAGI MASIH ADA KESEMPATAN (Bagian II)

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 27 Maret 2011
Oleh Pdt. Frans Z. Assa

Yakobus 4:9 - Sadarilah kemalanganmu, berdukacita dan merataplah; hendaklah tertawamu kamu ganti dengan ratap dan sukacitamu dengan dukacita.
Bertobat selagi masih ada kesempatan itu berarti ada orang yang bertobat saat sudah tidak ada kesempatan. Ayat ini merupakan peringatan keras, misalkan sebuah alarm tanda keberangkatan kapal maka alarm ini adalah alarm terakhir kepada mereka yang meremehkan nasihat-nasihat, ajaran-ajaran firman Allah; juga merupakan warna pertobatan bagi mereka yang mau menggunakan kesempatan karena kesempatan akan segera berakhir. Tuhan tidak pernah menjatuhkan hukuman tanpa memberikan kesempatan untuk bertobat, Tuhan selalu memberikan peringatan. Tuhan punya kualitas panjang sabar tapi ada batasannya (II Petrus 3:9).
Mazmur 32:6 - Sebab itu hendaklah setiap orang saleh berdoa kepada-Mu, selagi Engkau dapat ditemui; sesungguhnya pada waktu banjir besar terjadi, itu tidak melandanya.
Saleh - bahasa Arab artinya dijahatkan sekalipun tidak membalas dengan kejahatan tapi kebaikan. Berdoa artinya memelihara hubungan dengan Tuhan, hati (lebab, kardia, suneidēsis, nous--pusat perasaan, intelektual, ingatan, kemauan) harus dirawat; setia beribadah bukan hanya ke gereja, tapi saat mendengar firman Allah mau berkomitmen, mau menaati dan melakukan firman Allah. Yakobus katakan sia-sia jika kita menyebut diri beribadah tapi salah satunya tidak dilakukan, beribadah seperti satu mata rantai yang tidak terputus.
Kapan semua itu harus kita lakukan? Selagi Tuhan dapat ditemui; selagi Tuhan masih memberikan waktu (kronos - bahasa Yunani), kita masih diberikan ijin untuk bernafas, bergerak; selagi masih ada dispensasi--waktu yang diijinkan oleh Tuhan. Ada apa dengan masa dispensasi? Ketika Tuhan memberikan masa dispensasi itulah kesempatan karena ada banjir yang besar akan datang di depan kita. Banjir yang besar = meningkatnya soal bermasyarakat--kejahatan, permusuhan, ketidaksenangan satu dengan yang lain, kecemburuan, kasih makin tawar dan menjadi dingin; makin meningkatnya bencana-bencana, hama-hama yang menyerang tanaman pangan, penyakit yang bermacam-macam.
Karena itu Paulus menasihatkan dalam II Korintus 6:1 - ... supaya kamu jangan membuat menjadi sia-sia kasih karunia Allah, yang telah kamu terima. Kita berada di ujung zaman anugerah, hargai anugerah yang Allah berikan pada kita. II Korintus 6:2 - ...Sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenanan itu;... sesungguhnya = amin, tidak bisa ditawar-tawar lagi, waktu perkenanan = waktu yang diberikan pada kita, gunakan dengan baik kesempatan yang Tuhan berikan. Kejadian 6:3, ketika Tuhan melihat kejahatan manusia sudah memuncak pada zaman Nuh, Tuhan datang dan berkata pada Nuh untuk membuat bahtera dan Tuhan akan menghukum dunia. Tuhan memberi waktu 120 tahun (bahasa nubuatan tentang kesempatan yang Tuhan beri). 120 tahun x tahun Yobel = 120 x 50 tahun = 6.000 tahun = 6 hari waktu Tuhan. Zaman Bapa - 2.000 tahun pertama; Zaman Anak - 2.000 tahun kedua; Zaman Roh Kudus/Anugerah - 2.000 tahun ketiga. Ketika Nuh diberi waktu 120 tahun kemudian Tuhan berkata, “Nuh masuklah ke dalam bahtera,” ternyata yang masuk hanya Nuh, istri dan ketiga anak dan menantunya. Tuhan masih memberikan waktu 7 hari lagi. Tujuh hari berbicara kesempurnaan perhatian Tuhan kepada manusia; sekarang tahun 2011, hargailah kemurahan Tuhan.
Sejak zaman kuno Tuhan telah memberi dispensasi. Catatan Alkitab tentang orang-orang yang meremehkan firman Allah dan orang yang bertobat sebelum terlambat.
- Zaman Bapa. Kejadian 4:12-16.
Kain hidup pada zaman Bapa, dia adalah putra mahkota dunia, putra sulung dari bangsa-bangsa. Kain membunuh Habel, waktu Kain membunuh Habel, Tuhan masih memberi kemurahan atas dia, Tuhan beri tanda supaya orang tidak akan membunuh dia. Kain bersalah tapi Tuhan beri kesempatan untuk bertobat, namun yang dilakukan Kain bukannya ia bertobat tapi ia lari dari hadapan Tuhan, Kain meremehkan anugerah. Yudas 1:11.
- Zaman Anak. Yunus 2:1-2, 7.
Yunus mendapat kepercayaan untuk pergi ke Niniwe memberitakan firman Allah tapi ia sia-siakan kepercayaan ini dan pergi ke Tarsis dengan menggunakan kapal. Ketika terjadi angin puting beliung dan diadakan undian, Yunus mendapatkan undi dan ia dibuang ke laut. Yunus ditelan ikan besar dan ketika Yunus di perut ikan, ia sadar. Yunus 2:10, Yunus hargai dispensasi yang Allah berikan kepadanya, Yunus bertobat dan Tuhan pulihkan.
- Zaman anugerah. Wahyu 6:12-14.
Ayat ini terjadi di ujung akhir zaman sebelum Yesus datang kali yang kedua, gereja sudah disingkirkan tapi pra dari peristiwa di Wahyu 6:12-14 sudah terjadi di muka bumi dan akan memuncak sampai di ujung akhir zaman anugerah (zaman antikris). Tuhan sudah memberi peringatan apa yang dinubuatkan mulai terjadi. Wahyu 6:15-16 - ...raja-raja di bumi dan pembesar-pembesar serta perwira-perwira, dan orang-orang kaya serta orang-orang berkuasa, dan semua budak serta orang merdeka... Pertobatan yang sudah terlambat, ada tujuh tingkat sosial/strata manusia, mereka tahu Yesus, mereka bertobat tapi sudah terlambat.
Selama masih ada masa dispensasi, ‘ratapi’, seriuslah mengikut Tuhan, berdoa dengan sungguh-sungguh.
Amin.

Sunday, March 20, 2011

BERTOBAT SELAGI MASIH ADA KESEMPATAN

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 20 Maret 2011
Oleh Pdt. Frans Z. Assa

Yakobus 4:9 - Sadarilah kemalanganmu, berdukacita dan merataplah; hendaklah tertawamu kamu ganti dengan ratap dan sukacitamu dengan dukacita. Ayat ini merupakan peringatan keras kepada mereka yang meremehkan merawat hubungan dengan Tuhan dan sesama. Sadarilah merupakan warna pertobatan; kemalangan = orang yang hubungannya dengan Tuhan tidak baik; meratap = tangisilah; sukacitamu = kesenangan daging; dukacita = airmata pertobatan.
Ibrani 12:16, Esau, seorang yang kemudian sadar tapi sudah terlambat, dia menjual hak kesulungannya untuk sepiring kacang merah; dia meremehkan ajaran, karunia --menjadi anak sulung-- yang Tuhan sudah percayakan pada dirinya, dia disamakan dengan orang yang suka bercabul. Mereka yang meremehkan adalah mereka yang tidak menghargai status sebagai anak Tuhan dan sebagai orang percaya yang kemudian Tuhan beri kepercayaan untuk melayani Tuhan. Ibrani 12:17, Esau meratap, menangis tapi sudah terlambat. Kita berada di ujung dari akhir zaman, untuk itu kita diminta ‘ratapilah’; hubungan dengan Tuhan tidak boleh dicampur, hubungan dengan sesama harus diperbaiki.
Apa yang ada di akhir zaman sehingga kita dituntut untuk meratap, menghargai karunia, kepercayaan yang Tuhan sudah berikan?
Peristiwa-peristiwa yang paling dahsyat yang terjadi di akhir zaman sudah dinubuatkan. Dalam Wahyu 6:1-17 ditulis tentang 6 meterai yang akan dibuka di akhir zaman. Wahyu 8:1-5 merupakan meterai yang ketujuh. Wahyu 6:7-8, meterai keempat dibuka di akhir zaman akan berlanjut terus sampai masa 3½ tahun antikris dengan kata lain sebelum gereja disingkirkan ke padang belantara, gereja masih ada di dunia. Ketika meterai keempat dibuka --digambarkan dengan kuda hijau kuning (= kelabu – TL) penunggangnya bernama Maut dan kerajaan kematian (kuburan massal) mengikutinya-- seperempat penduduk dunia akan tewas. Mereka mati karena pedang, dan dengan kelaparan dan sampar, dan dengan binatang-binatang buas yang di bumi.
Wahyu 6:5-6, mereka mati karena kelaparan ada hubungan dengan meterai ketiga secupak gandum (= satu takar gandum) sedinar (upah satu hari), dan tiga cupak jelai sedinar tapi ada pengharapan bagi orang yang memiliki minyak --mempunyai firman Allah dan penuh dengan Roh Kudus-- dan anggur --dosa sudah diampuni, ditebus oleh darah Anak Domba Allah-- dipelihara oleh Tuhan. Amos 4:10, sampar = penyakit, macam-macam penyakit muncul di akhir zaman. Matius 24:7, pedang = bangsa akan bangkit melawan bangsa; bangsa = ethnos - bahasa Yunani mempunyai pengertian suku-suku, kelompok-kelompok; antar kelompok dengan kelompok saling membunuh. Wahyu 6:8, binatang-binatang buas (= binatang buas-buas - TL) = thērion - bahasa Yunani mempunyai pengertian sesuatu yang mendatangkan kematian (bus, kereta api, pesawat terbang, kapal laut dengan kasus musibahnya; gempa bumi dengan prosesnya). Bencana-bencana ini akan terjadi.
Yesaya 51:6 - Arahkanlah matamu ke langit dan lihatlah ke bumi di bawah; sebab langit lenyap seperti asap, bumi memburuk seperti pakaian yang sudah usang dan penduduknya akan mati seperti nyamuk; tetapi kelepasan yang Kuberikan akan tetap untuk selama-lamanya, dan keselamatan yang dari pada-Ku tidak akan berakhir.
Ada satu berita yang sangat menakutkan tapi ada satu berita yang melegakan, pengharapan bagi orang-orang percaya yang hubungan dengan Tuhan dan sesama baik, yang hatinya (kardia, suneidēsis, nous) tetap dirawat; hati = seluruh aspek hidup harus dibersihkan (dalam dan luar sama). Wahyu 6:14, pulau-pulau akan tergeser, ini yang sedang terjadi. Itu sebabnya Yakobus berkata ‘ratapilah’, Yesus segera datang kali kedua, seriuslah mengikut Tuhan.
Matius 24:13 - Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat (But he that shall endure unto the end, the same shall be saved - KJV). Jadilah anak Tuhan yang tetap setia, sekalipun digoncangkan tetap tegak berdiri, merekalah yang akan selamat.
Amin.

Sunday, March 13, 2011

SUCIKANLAH HATIMU

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 13 Maret 2011
Oleh Pdt. Frans Z. Assa


Yakobus 4:8 - ...dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati!
Dalam rangka merawat kedekatan orang percaya dengan Tuhan tangan harus tahir/dibersihkan dan hati harus disucikan.
Yakobus 1:7-8, sucikanlah hatimu; kalau tidak mau menyucikan hati, orang ini dikatakan mendua hati dan tidak akan menerima sesuatu dari Tuhan, mereka yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya. Hati harus dirawat, dicermati. Hati dalam dua bahasa yang digunakan oleh Alkitab yaitu:
Perjanjian Lama, hati = lebab - bahasa Ibrani artinya pusat dari perasaan berhubungan dengan pikiran (pusat intelektual seseorang), pusat ingatan, pusat refleksi; misalnya Mazmur 25:17, Kejadian 42:28.
Perjanjian Baru, hati menggunakan tiga kata:
1. Kardia = hati yang diartikan sebagai pusat kepribadian, perasaan, intelektual, keinginan/kemauan.
2. Suneidēsis = hati nurani.
3. Nous pengertiannya pengendalian keinginan.
Kesimpulannya kalau Yakobus 4:8 mengatakan sucikanlah hatimu berarti perasaan, emosi, ingatan, kemauan kita diperbaiki. Manusia mempunyai potensi mengingat-ingat yang jelek. Lebab, kardia, suneidēsis, nous harus dibenahi supaya kita punya ingatan, perasaan, emosi, kemauan, kepribadian menyenangkan Tuhan. Kita punya banyak kekurangan tapi setiap hari hati harus dirawat jangan dibiarkan kotor. Kondisi hati seseorang bisa terbaca dari bagaimana ia menempatkan diri di hadapan Tuhan.
Yesaya 26:1-8, dari ayat-ayat ini kita akan temukan 6 profil, pernyataan Yesus dalam setiap orang percaya, Yesus sebagai:
1. Gembala. Mazmur 23:1-6.
2. Bapa. Lukas 15:20.
3. Juru Selamat. Matius 9:1-2.
4. Sahabat yang baik. Yohanes 15:14.
5. Kekasih. Kidung Agung 4:1.
Dari profil Yesus sebagai Gembala, Bapa, Juru Selamat, Sahabat yang baik, Kekasih, tidak ada protokolernya, pergaulan terasa akrab, namun kalau Yesus tampil sebagai:
6. Raja, semua harus hormat.
Ketika Yesus tampil sebagai Raja, dalam kesibukan apapun kita harus hormat, kita harus bisa memberi prioritas utama dalam hidup kita, harus tahu hati Bapa. Itu sebabnya hati harus dibersihkan, perasaan, emosi, kemauan harus dirawat, sehingga saat Yesus tampil dalam hidup kita sebagai Raja kita menaruh rasa hormat.
Matius 19:28-29, siapa saja yang telah menerima Yesus --sebagai Gemabala, Bapa, Juru Selamat, Sahabat yang baik, Kekasih-- menjadi milik Yesus, mereka akan diberkati seratus kali lipat; namun jangan kemudian kita menjadi lupa diri sehingga hati tidak dirawat. Jangan lupa, Ia akan datang dan bersemayam di tahta kemuliaan sebagai Raja untuk menghakimi.
Yohanes adalah murid yang tahu persis bahwa Yesus adalah Raja, sehingga Yohanes memprioritaskan dan ia melakukan apa yang Yesus sukai. Dari keempat penulis Injil, hanya Yohanes yang mempunyai api yang dari Tuhan, mempunyai hati yang begitu cinta kepada Tuhan, Yohanes menulis detail sejak awal pelayanan Yesus. Yohanes 2:13-17, Yesus membuat cambuk (Raja mau menertibkan hati anak-anak Raja); meja dijungkirbalikkan, uang dihamburkan lalu terdengar cemeti. Yohanes punya hati seperti hati Raja, punya keinginan seperti keinginan Raja. Apakah kita punya hati seperti hati Raja, punya api seperti api Raja yang membersihkan? Semata-mata untuk kemuliaan Tuhan, sehingga sementara kita sibuk kita tetap mengutamakan Dia.
Kisah Para Rasul 15:16, dalam Alkitab ada tiga kaabah yaitu: kaabah Musa/tabernakel Musa (Musa membangun karena perintah Tuhan); kaabah Salomo (Salomo membangun kaabah karena ide Daud); pondok Daud (Daud punya hati dan api dari Raja). Kaabah Musa dan kaabah Salomo dihancurkan tapi tidak pernah dipulihkan, beda dengan Daud, karena cinta kepada Tuhan pondok Daud dipulihkan di akhir zaman. Miliki hati, pikiran dan api dari Raja, sekalipun kita hanya punya ‘pondok’, pondok apapun akan dipulihkan oleh Tuhan.
Amin.

Sunday, February 27, 2011

MENDEKAT KEPADA ALLAH

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 27 Februari 2011
Oleh Pdt. Frans Z. Assa


Yakobus 4:8 - Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati!

Yakobus memberikan saran bagaimana caranya agar sekalipun kita dikelilingi, berada di areal Iblis, kita tidak akan gagal tapi kita menjadi pemenang dan bukan pecundang yaitu mendekatlah kepada Tuhan maka Ia akan mendekat kepada kita. Mendekat--ada usaha, kita paksakan diri kita mendekat kepada Tuhan, Allah memiliki Roh, Roh menarik (draw near) kita dan kita diikat oleh kasih Allah. Roh tidak ingin kita gagal. Roh sangat ingin kita sampai kepada tujuan.

Ketika kita mendekat pada Tuhan, Alkitab bicara Tuhan itu siapa dan di mana?

I Petrus 1:23 - Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal; hubungkan dengan Yohanes 1:1 - Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Firman adalah benih dan benih ini kekal. Ketika kita mendekat kepada Allah, kita mendekat kepada firman untuk bersama-sama tinggal dengan benih yang kekal sehingga ketika benih yang kekal tertanam di hati kita, Ia akan menghasilkan perkara-perkara yang kekal; kita tidak hanya memikirkan pada hal-hal yang jasmani saja yang sekali kelak akan lenyap.
Allah adalah pencipta langit dan bumi dan segala isinya bahkan Ia pemiliknya, Ia berada di tempat yang tinggi, saat kita mendekat kepada Allah, Yohanes 14:20 berkata: “Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu”. Di dalam Dia tidak ada perkara yang mustahil dan mujizat Tuhan sudah sediakan.

Yohanes 15:5, mereka yang tinggal di dalam Yesus, mendekat pada Yesus, Yesus akan mendekat juga; digambarkan seperti carang melekat pada batang, apapun yang kita perbuat, Tuhan membuat berhasil. Setelah kita mendekat pada Tuhan bagaikan carang menempel pada batang, ia berbuah banyak. Setuju dan sepakat dengan firman maka akan berbuah banyak dan Tuhan yang membuat berhasil; seperti Yusuf, apa saja yang ia perbuat, Tuhan membuatnya berhasil, ia berbuah banyak, apa yang Tuhan janjikan akan datang pada kita, janji itu akan mengejar kita.

Ketika kita mendekat kepada Tuhan lalu Tuhan membuat kita berhasil, Tuhan ingin temukan sesuatu di dalam kita. Matius 7:20 - Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Orang-orang di sekitar kita akan melihat buahnya, tanpa kita ‘gembar-gemborkan’ diri kita mereka akan berkata: “Kalau dilihat dari buahnya orang ini pasti orang percaya.”

Tentang buah:
Tentang buah:

1. Aroma. II Korintus 2:14.

Yesus yang ada di dalam kita akan menyebarkan bau harum kepada orang-orang di sekitar kita dan ketika bau harum keluar orang akan mencari, dan berkat akan datang.

2. Memberi rasa. Matius 5:13-14.

Garam memberi rasa dan kita menjadi terang.

3. Perkataan memberi semangat. Yesaya 50:4.

Perkataan kita memberi semangat bukan membuat jengkel, mendekatlah pada Tuhan, Tuhan akan ‘menyetel’ hidup kita sehingga perkataan kita memberi semangat. Kidung Agung 5:16 -Kata-katanya manis semata-mata, segala sesuatu padanya menarik. Demikianlah kekasihku, demikianlah temanku, hai puteri-puteri Yerusalem. Ini adalah ungkapan tentang Yesus, kata-kata yang keluar dari Yesus semata-mata segala sesuatunya manis. Dan ini merupakan bahasa nubuatan yang harus mewarnai hidup orang percaya.

Ketika orang melihat buah keluar dari hidup kita, Tuhan tidak tutup mata. Markus 16:18, ular boleh datang dan menakutkan kita tapi Mazmur 91:31 mengatakan singa dan ular tedung akan kaulangkahi, engkau akan menginjak anak singa dan ular naga; kita akan lebih dari pemenang.

Amin.

Sunday, February 20, 2011

MILIKILAH PIKIRAN KRISTUS

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 20 Februari 2011
Oleh Pdt. Frans Z. Assa


Yakobus 4:7 - Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu.

Ayat ini berhubungan dengan ayat 5 dan 6; diawali dengan kata karena itu yang merupakan kata sambung untuk menjelaskan bagaimana supaya kita yang dipimpin Roh Kudus sampai kepada tujuan sekalipun mengalami hambatan anugerah Allah sudah siap untuk memberikan apapun yang kita butuhkan. Bagaimana supaya ini terjadi? Untuk mencapai tujuan Yakobus menerangkan serahkanlah kepada Tuhan, tunduklah pada Allah dan lawanlah Iblis supaya Iblis lari dari padamu.

Siapa Iblis dan di mana Iblis berada?

Wahyu 2:13 - Aku tahu di mana engkau diam, yaitu di sana, di tempat takhta Iblis; ... Yesus memberikan penegasan kepada jemaat di Pergamus, kita berada di area tahta Iblis, dari tahta itulah Iblis memberikan perintah untuk mengadakan serangan, melancarkan tipu muslihat. Paulus katakan di Efesus 6:12 - karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. Dari tahtanya Iblis menyebarkan virus-virus dan dia tidak pernah kehabisan virus untuk merusak perangai, pikiran, karakter manusia.

Iblis sudah ada sejak awal zaman. Kejadian 3:1, Iblis punya pengalaman yang luar biasa sejak di taman Eden. Iblis berasal dari Lucifer yang memberontak pada Allah lalu datang ke taman Eden dalam bentuk ular memperdaya manusia, Adam dan Hawa tertipu. Paulus menulis dalam II Korintus 11:3 - Iblis itu licik lalu Paulus terangkan dalam Efesus 6:11 bahwa Iblis itu penuh dengan tipu muslihat.Yesus tegaskan Iblis itu pembunuh manusia dan pencuri (Yohanes 8:44; 10:10). Inilah profil Iblis.
Karena dia sangat berpengalaman sejak awal zaman, siapa yang bisa melawan padahal kita punya potensi untuk gagal. Namun, ketika manusia jatuh dalam dosa, Tuhan mengutuk ular dan memberi perjanjian (Kejadian 3:15). Setelah ular menipu manusia Tuhan mengutuk dia berjalan dengan perutnya; kepada perempuan karena sudah tertipu dan mau mendengarkan tipuan Iblis, perempuan mengerang waktu melahirkan; kepada Adam karena ia tidak memberitahu istrinya dan mengikuti perkataan Hawa, laki-laki harus berkeringat dengan jerih payah untuk mendapat rejeki. Tuhan berjanji kepada keturunan perempuan akan meremukkan kepala ular yang berisi program-program, rencana, tipu muslihat, racun-racun.

Kolose 2:15, keturunan perempuan adalah Yesus. Ketika Yesus mati di kayu salib dan dikuburkan, Iblis berpesta pora tapi kemudian Iblis terkejut ketika pada hari yang ketiga batu penutup kubur terguling dan Yesus bangkit, saat itulah kepala Iblis diremukkan sehingga kita bukan lagi pecundang tapi kita lebih dari seorang pemenang. Kita memang berpotensi untuk gagal tapi karya kemenangan Yesus, Yesus mau alihkan, impartasikan pada kita. Matius 8:20, kekeliruan, kesalahan dan kegagalan banyak orang percaya adalah karena ‘serigala dan burung’ kita beri tempat dalam hidup kita. Tolak serigala dan burung, biarkan Yesus meletakkan kepalaNya dalam hidup kita. Kepala = pikiran dan cita-cita yang ada di dalam Yesus.

Filipi 2:5-8. Ada apa di kepala Yesus? Yesus tidak pernah memikirkan tentang diri sendiri, keuntungan untuk diri sendiri. Dia Allah tetapi Dia menghambakan, mengosongkan diriNya. Paulus mencoba menjelaskan tentang rendah hati yaitu tidak mencari keuntungan sekalipun ada kesempatan. Semata-mata yang ada di kepada Yesus untuk menyenangkan Bapa, melaksanakanrencana Bapa. Maukah kita mempersilahkan apa yang ada di kepala Yesus ada di dalam hidup kita? Ketika kepala Yesus ada di dalam kita, Roh Kudus akan menuntun kita, pikiran kita berubah, kita tidak mencari keuntungan untuk diri sendiri.

II Tawarikh 20:1,3. Raja Yosafat begitu takut karena bani Moab, bani Amon dan orang-orang Meunim menyerang. II Tawarikh 20:5-13, Yosafat seorang raja, dia punya kuasa, otoritas tapi dia rendahkan hatinya, dalam doanya terdapat pola pikiran Yesus. Saat ia merendahkan dirinya ia tidak memikirkan diri sendiri dan tidak mencari keuntungan semata supaya bangsa Yehuda selamat, ia menyerukan kepada seluruh orang Yehuda supaya berdoa dan berpuasa; salah satu bentuk doa dan kerendahan hatinya ... kami tidak mempunyai kekuatan ... tetapi mata kami tertuju kepada-Mu (ayat 12). Ketika Yosafat memiliki pikiran Kristus, yang dia pikirkan adalah bagaimana supaya Tuhan dipermuliakan. II Tawarikh 20:22, 25, kalau kita mempunyai pikiran Kristus, bani Moab, Amon dan Meunim saling membunuh, waktu mereka menyerang satu sama lain kekayaan mereka, mereka tinggalkan; selama tiga hari Yosafat dan orang Yehuda menjarah kekayaan mereka.

Amin.

Sunday, February 13, 2011

PERAN ROH KUDUS DAN DAHSYATNYA ANUGERAH ALLAH

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 13 Februari 2011
Oleh Pdt. Frans Z. Assa


Yakobus 4:6 - Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."
Yakobus ingin menjelaskan dan membandingkan kuatnya Roh Kudus bukan hanya pada saat Roh Kudus memenuhi orang percaya tapi juga pada waktu Roh Kudus menuntun orang percaya kepada tujuan yang Tuhan sudah tetapkan. Yakobus bandingkan dengan kemuliaan yang Tuhan sudah siapkan. Pada waktu Roh Kudus menuntun perjalanan ini begitu kuat meskipun banyak ancaman dan penderitaan, namun pada saat Roh Kudus menuntun ada komponen lain yaitu anugerah Allah yang akan melengkapi orang tadi. Anugerah berbicara tentang pemberian dari Tuhan yaitu pemberian yang kelihatan dan yang tidak kelihatan. Yakobus memberi penjelasan lebih jauh, orang yang congkak = orang yang tidak mau dipimpin Roh Kudus; mengasihi = memberikan anugerah.
Peran Roh Kudus dan dahsyatnya anugerah Allah ketika Roh Kudus menuntun seseorang ke tujuan yang Tuhan sudah sediakan. Contoh:
- Kejadian 37:3.
Roh Kudus mendorong kepada Yakub untuk membuat jubah yang maha indah bukan semata karena Yusuf yang lahir di masa tuanya tapi ini juga merupakan bahasa nubuatan. Jubah maha indah/warna-warni = jubah pemerintahan, jubah seorang pemimpin. Roh Kudus tahu tujuannya. Peran Roh Kudus dalam hidup seorang yang dituntun pada tujuan yang telah ditetapkan. Kejadian 41:37-38, latar belakangnya ketika Firaun dua kali bermimpi dan tidak seorang pun yang bisa mengartikannya, juru minuman raja ingat kepada Yusuf ketika di penjara Yusuf mengartikan mimpi juru minuman dan mimpi itu terjadi. Lalu Yusuf dipanggil menghadap raja, Tuhan memberitahukan arti mimpi itu kepada Yusuf dan Yusuf menyampaikan pada Firaun akan datang kelimpahan 7 tahun dan berganti musim kelaparan 7 tahun. Yusuf mengusulkan pada masa kelimpahan 20% dari panen dikumpulkan untuk persediaan di musim kelaparan. Kemudian raja berkata: "Mungkinkah kita mendapat orang seperti ini, seorang yang penuh dengan Roh Allah?" (Kejadian 41:38).
Kejadian 41:41-43 merupakan penggenapan waktu Yusuf masih muda Yakub membuat jubah indah. Kejadian 37 merupakan nubuatan. Firaun melepaskan cincin (= otoritas raja) dan jubah kebesaran dan mengenakannya pada Yusuf. Roh Kudus menuntun Yusuf--seorang narapidana dan keluar dari penjara tanpa proses kemudian Firaun melantik Yusuf menjadi raja muda. Hambatan boleh banyak tapi Roh Kudus tidak pernah bisa gagal.
Di mana letak anugerah? Mazmur 105:16-22, sebelum Yusuf dilantik menjadi raja, dia harus melewati jalan yang sukar kakinya dihimpit dengan belenggu dan lehernya dimasukkan ke dalam besi. Bentuk anugerah Allah: Kejadian 39:2-6, ketika Roh Kudus menuntun Yusuf pada tujuan melewati hambatan, Yusuf seorang doulos/budak tapi apa yang dikerjakannya selalu berhasil, inilah anugerah. Pada waktu dalam penderitaan anugerah Allah berlaku dalam hidupnya, melimpah atas Yusuf dan pada waktu di penjara sekalipun Yusuf menjadi orang kepercayaan kepala penjara. Inilah pekerjaan anugerah!
- Kisah Para Rasul 13:22.
Peran Roh Kudus yang memimpin Daud kepada tujuan sekalipun ayahnya tidak mengakui dan kakak-kakaknya juga menolak dia tapi Roh Allah sudah tetapkan tujuan untuk Daud. I Samuel 21:10-13. Peran dari Roh Kudus betul-betul merupakan misteri dan ajaib, ketika Saul mengejar Daud, Daud lari; pada waktu sampai di Gat, pegawai-pegawai raja Akhis mengenalnya dan Daud pura-pura menjadi gila. Roh Kudus membela seseorang begitu kuat untuk membawanya kepada tujuan yang sudah ditetapkan. Di mana letak anugerah Allah? Begitu banyak penderitaan dan kerugian yang Daud alami tapi Daud berkata: “Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu” (Mazmur 56:4). Inilah anugerah, pekerjaan anugerah. Ketika kita merasa sepertinya Tuhan tidak membela jangan sekali-kali berkata: “Kenapa Tuhan tidak menolong saya?” Saat penderitaan muliakan Dia dan anugerah Allah akan melimpah dalam hidup kita. Ketika Roh Kudus menuntun pada tujuan sepanjang perjalanan banyak penderitaan, hambatan, namun Roh Kudus akan menudungi dengan anugerah. Anugerah Allah melimpah, melengkapi apapun yang kita butuhkan.
- Yohanes 16:12-13.
Roh Kudus menuntun dan begitu kuat membawa kepada tujuan, banyak permasalahan tapi payung anugerah melimpahkan apa yang kita butuhkan. Bahwa Roh Kudus mempunyai tujuan pasti yaitu keselamatan, Roh Kudus juga sudah pastikan identitas kita dalam masyarakat. Ketika kita melakukan pekerjaan dan saat dalam permasalahan anugerah Allah itu limpah. Di mana letak anugerah yang kita alami sebagai orang percaya? Yehezkiel 48:30-35, di keempat sisi dari kota ini masing-masing ada tiga pintu gerbang, nama kota itu ialah: TUHAN HADIR DI SITU. Yehovah Shammah. Saat Roh Kudus memimpin kita dan kita taat, saat kita berada di manapun ada tiga pintu di situ, kita mau melihat ke mana saja ketika beban datang ada tiga titik anugerah yang siap dan uluran tangan Tuhan untuk menolong, memberkati dan memelihara kita.
Amin.

Sunday, January 23, 2011

TERJADINYA PEMULIHAN

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 23 Januari 2011
Oleh Pdt. Daniel Raharja - Malang


Yehezkiel 37:1-14.
I. Tuhan pakai kita.
1. Yehezkiel adalah hamba Tuhan/anak Tuhan – memulihkan.
Tuhan memakai Yehezkiel, kita adalah Yehezkiel yang dipimpin Roh Kudus untuk memulihkan.
2. Tulang-tulang kering –tentara Israel– yang akan dipulihkan.
Waktu Yehezkiel melihat lembah yang berisi tulang-tulang kering yang berserakan, tulang-tulang ini tidak ada yang utuh. Siapakah tulang-tulang kering ini?
a. Tulang-tulang kering ini adalah orang Israel yang kalah perang. Orang Israel sebenarnya adalah gereja Tuhan dan tidak dapat disangkal hari-hari ini banyak anak Tuhan yang kalah perang. Ayub katakan hidup kita berisi peperangan setiap hari; musuh yang terdekat adalah diri kita sendiri. Jangan sampai tekanan menjajah kita, minta kedewasaan dalam berperang.
b. Jeritan orang-orang Israel yang kalah perang:
- Kami sudah kering = tidak ada kuasa Roh Kudus);
- Pengharapan kami sudah lenyap = sudah ada jarak dengan sumber pengharapan kita yaitu Allah);
- Kami sudah hilang (cut-off) = ditebang, tidak menyatu dengan pokok.
II. Untuk dipakai Tuhan memulihkan tulang-tulang kering:
1. Yehezkiel dipimpin Roh (Yehezkiel 37:1).
Yehezkiel dibawa ke lembah dengan pemandangan yang mengerikan, kadang Tuhan ijinkan kita diperhadapkan dengan masalah-masalah.
2. Memiliki visi; Yehezkiel mempunyai visi tentang beban-beban orang lain, ada kepedulian.
a. Matius 9:36 – Yesus berbelaskasihan.
b. Yeremia 23:2 – yang tak peduli akan dibalas Tuhan.
3. Ada ujian iman (Yehezkiel 37:3); Tuhan seringkali tantang iman kita, bisa tidak yang mustahil menjadi tidak mustahil.
a. Pertanyaan Allah menyatakan hikmat dan kesanggupan Allah.
Lukas 2:46-47.
b. Pertanyaan Allah menguji kita.
Yohanes 6:5-9; Bilangan 11:18-23. Dibalik pertanyaan Yesus sediakan jawaban.
c. Jawaban Yehezkiel – berserah pada otoritas Allah; Yehezkiel menempatkan Allah sebagai sumber segala-galanya dan berserah pada kehendak Tuhan.
III. Solusi dari Allah untuk memulihkan tulang-tulang kering.
1. Ada firman Allah (Yehezkiel 37:4 – bernubuat); ucapkan firman Allah karena dalam ucapan ada kuasa.
Yohanes 5:24-25; Amsal 18:21.
2. Ada persatuan (Yehezkiel 37:7-8).
Yehezkiel mendengar suara berderak-derak menyatu menjadi kerangka utuh; pemulihan dimulai dari tulang-tulang terlebih dahulu; pemulihan terjadi dari dalam, kerangka harus utuh terlebih dahulu. Betapa pentingya kita bersatu (Mazmur 133), ke tempat yang ada persatuan dan kesatuan Tuhan akan perintahkan berkat.
3. Ada pekerjaan Roh Kudus (Yehezkiel 37:10) terjadi kebangkitan yang luar biasa, mereka menjadi tentara yang besar dan aktif.
IV. Janji Tuhan untuk gerejanya (Yehezkiel 37:12-14), Tuhan akan:
1. Membuka kubur-kuburmu.
2. Membangkitkan dan mengeluarkanmu.
Yesaya 26:19.
3. Memberikan Roh Kudus.
4. Membiarkan tinggal di tanahmu – hak dipulihkan.
Ayub 8:6,7.
Kalau Tuhan pulihkan kita, Dia akan membawa kita ke keadaan yang lebih baik.

Amin.

Sunday, January 16, 2011

DOA YANG MEMPUNYAI DAMPAK

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 16 Januari 2011
Oleh Pdt. Frans Z. Assa


Yakobus 4:3 - Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu. Kenapa hal ini sampai terjadi? Yakobus memberikan penjelasan, mereka melakukan doa itu hanya sebagai ritual, untuk memuaskan diri sendiri. Doa pertama-tama harus berdampak pada diri sendiri dulu, hidup kita harus berubah. Saat kita berdoa, kita harus siap untuk diubah; setelah diri sendiri berubah baru kemudian mengubah tujuan yang kita capai. Saat kita sudah alami perubahan, doa akan mengadakan mujizat. Ketika kita berdoa, jawaban doa Tuhan bukan letakkan pada orang lain tapi pada diri kita, Tuhan menjawab menurut waktu Tuhan.
Yohanes 5:1-3, sebagai orang percaya kita harus pahami sebuah doa yang menghasilkan mujizat. Tuhan mendengar doa dan pada waktu Tuhan mendengar, Tuhan bukan sekadar mendengar sepintas lalu (hearing) tapi Tuhan mendengar dan mencermati (listening) dan Tuhan menyiapkan apa yang orang ini butuhkan. Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda (= rumah belas kasihan, pondok kemurahan, rumah penuh rahmat dan kasih sayang) di sana terdapat sejumlah orang yang menderita, di sana menunggu belas kasihan dari Tuhan. Kapan belas kasihan datang? Saat malaikat datang mengocakkan air dan orang yang pertama kena air, orang ini sembuh.
Tuhan, Ia selalu mempunyai waktu untuk menjawab doa setiap orang. Yohanes 5:4, sewaktu-waktu = sekonyong-konyong (TL), waktunya Tuhan = kairos (bahasa Yunani), tidak ada batasan, waktu yang tidak pernah kita duga, bukan kronos (bahasa Yunani) = waktu manusia. Untuk menunggu waktunya Tuhan, bisa saja jawaban atas doa itu langsung kita terima, tapi bisa satu bulan ke depan, atau lima tahun lagi dan sebagainya, tapi Tuhan pasti menjawab doa orang percaya; soal waktu di tangan Tuhan. Tetaplah berharap pada Tuhan karena Tuhan pasti menjawab doa kita, untuk menunggu waktu Tuhan pasti ada proses.
I Raja-raja 18:31-38, doa yang efektif/mempunyai dampak adalah doa yang mempunyai langkah menunggu dan menurut waktunya Tuhan. Tuhan ingin melihat langkah-langkah kita menuju waktunya Tuhan; seringkali kita menuntut dan merajuk seperti anak kecil, ketika Tuhan sudah siapkan waktu, Tuhan sudah siapkan jawaban atas doa, kita harus siap bertemu dengan kairos Tuhan. Saat Elia berhadapan dengan nabi-nabi Baal yang 450 orang itu dan nabi-nabi Asyera yang 400 itu di gunung Karmel, Elia mulai dengan langkah doa:
1. Mengambil 12 batu = memerlukan kesabaran, energi dan keseriusan.
2. Menyusun menjadi mezbah.
3. Menggali parit di sekitar batu.
4. Menyusun kayu api
5. Lembu yang akan dipersembahkan disembelih, dipotong berpenggal-penggal dan diletakkan di atas kayu api. Sementara Elia menyiapkan langkah demi langkah, Tuhan siapkan kairos; kadang kita tidak menerima jawaban karena kita tidak selesaikan langkah-langkah kita.
6. Elia mengambil air dan menuangkan ke atas mezbah ini; mezbah diguyur air 3 kali--saat itu musim kering artinya setuju atau tidak setuju kalau Roh Tuhan berbicara lakukan.
7. Elia berdoa cukup 18 detik lalu turunlah api Tuhan menyambar habis korban bakaran, kayu api, batu dan tanah itu, bahkan air yang dalam parit itu habis dijilatnya. Itulah kairos, Tuhan sudah siapkan jawaban.
Siapkan apa yang perlu kita benahi, kita harus benahi, Tuhan sudah siapkan jawaban, milikilah proses yang layak dan berkenan kepada Tuhan. Soal menunggu waktu memang bosan tapi dalam hal memiliki doa yang efektif kita dituntut untuk menunggu; di sini kita dibentuk kualitas dan kepatuhan kita.
I Samuel 10:1,8; I Samuel 13:8-9, ketika Saul dilantik menjadi raja, kuasa diberikan kepadanya; namun waktu Israel dikepung oleh Filistin, Saul tidak sabar menantikan Samuel. Ketika menunggu waktunya Tuhan, Allah siapkan itu supaya kita mempunyai kualitas iman dan Tuhan ingin melihat kualitas kepatuhan kita. Sabar menantikan jawaban Tuhan, Allah mempunyai waktu untuk membentuk kita, pahami cara Tuhan mendidik kita. Mazmur 23:4, saat menunggu waktu Tuhan, mungkin kita berada di sebuah ‘lembah’ (= kegagalan, kekecewaan), namun Daud memberi kepastian bahwa ‘lembah’ itu hanya sementara. Daud hanya berjalan di lembah kekelaman, tapi Daud tidak pernah berkata aku tinggal di lembah tapi hanya lewat. Mazmur 84:7, kita hanya berjalan melewati ‘lembah’, setelah kita berhasil melewati ‘lembah’ itu, Allah promosikan kita, Allah punya kairos untuk mengangkat kita.
Amin.

Sunday, January 09, 2011

POTRET ORANG PERCAYA YANG TAMPAKNYA BERTUMBUH TAPI TIDAK MEMBERI HASIL

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 9 Januari 2011
Oleh Pdt. Frans Z. Assa


Yakobus 4:2 - Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa.
Potret orang Kristen yang seringkali kelihatannya bertumbuh, sepertinya semangat, aktif namun tidak memberi hasil; ini mempunyai persamaan yang kitab-kitab Injil gambarkan. Contoh dalam Injil Matius ada sekelompok orang yang mempunyai pelita --sama-sama kelihatan menyambut pengantin-- yang pertama bijak: selalu berusaha untuk memiliki persediaan minyak sedangkan yang kedua bodoh: kelihatan semangat, aktif tapi masa bodoh dengan minyak. Injil Lukas memberi penjelasan mereka adalah garam tapi tidak ada rasanya. Mereka disebut setia tapi dalam kitab Wahyu, Yohanes menyebut mereka suam (tidak panas, tidak dingin).
Potret orang Kristen yang nampaknya bertumbuh tapi tidak memberi hasil; mereka mengingini sesuatu tapi tidak memperolehnya, mereka berusaha tapi tidak mencapai tujuan, akibatnya karena tidak memperoleh dan mencapai tujuan, mereka membunuh, menjadi racun. Mereka mempengaruhi sehingga mereka membunuh semangat, kerinduan dan iman seseorang, lalu muncul iri hati, ada roh untuk bertengkar, berkelahi; dia merasa lebih dari orang lain, merasa benar, layak menerima penghargaan, elemen-elemen ini adalah racun yang merusak pertumbuhan. Setiap waktu kita menghadapi racun-racun ini.
Yakobus menyimpulkan kalau potret orang percaya semacam ini, kamu tidak memperoleh apa-apa karena kamu tidak berdoa. Inti doa: doa bisa merubah segala sesuatu; ibarat langit sudah menjadi tembaga, sehingga tidak menurunkan hujan pertolongan, berdoa maka langit akan berubah, embun malam akan turun dan langit akan berubah; ibarat tanah menjadi seperti besi, bibit unggul pun kalau di tanam di tanah itu tidak akan bertumbuh, berdoa maka tanah akan menjadi subur. Sebelum doa itu merubah sesuatu, doa itu harus merubah diri sendiri dulu.
Matius 6:9-13. Ketika kita mau berdoa, kita memberi terlebih dahulu, memuliakan Tuhan. Ijinkan supaya kerajaanNya tinggal dalam hidup kita dan kita harus memberi kepastian semuanya kehendak Tuhan yang jadi, lalu kita menadahkan tangan, Tuhan yang tahu porsi, kemampuan kita. Hiduplah dalam kebenaran Allah, lepaskan roh pengampunan. Doa akan merubah hati seseorang tapi sebelumnya ubah diri kita. Segala puji hormat hanya bagi Tuhan.
Doa yang berhasil adalah doa yang punya pijakan yang benar. Ketika kita punya benih, benih akan berhasil kalau ditanam di tanah yang baik. Kalau kita menginginkan sesuatu dan mau memperolehnya, kalau kita berjalan, berusaha dan kemudian memperoleh tujuannya, kita harus bersedia diubah lebih dahulu. Pijakan yang benar supaya doa kita berhasil: Zakharia 1:4, bangsa Yehuda mengingini sesuatu tapi pembangunan Yerusalem tidak selesai-selesai, kenapa? Karena mereka hanya sebatas mendengar firman yang disampaikan tetapi tidak menindaki. Qashab - bahasa Ibrani artinya ketika mendengar memberi telinga dan memperhatikan; qashab berhubungan dengan kata ketika ia mendengar ia dituntut untuk taat, mendengar lalu bertindak.
Kesalahan yang sering kali menyebabkan potret orang Kristen kelihatan bertumbuh tapi tidak memberi hasil, berusaha tetapi tidak mencapai tujuan: Yehezkiel 12:1-2, orang ini punya mata tapi tidak melihat, mata hanya sibuk melihat untuk yang jasmani tapi tidak pernah sibuk untuk rohani, demikian juga dengan telinga, bukan berarti yang jasmani diabaikan. Perhatikan Yunus, dia lari dari kehendak Tuhan.
Matius 21:28-30, ada dua macam potret orang Kristen, orang yang pertama mendengar tapi tidak mempunyai telinga, tidak mau menyikapi; orang yang kedua mendengar, semula dia membantah tapi apa yang dia dengar, dia ijinkan untuk mempengaruhi roh, jiwa dan tubuhnya, sadar mengambil keputusan, taat dan mau bertindak, mau melakukan. Kita akan diberkati Tuhan luar biasa, ancaman bahaya masih tetap ada tapi ketika mendengar firman Allah kita qashab, mau taat dan menyikapi apa yang kita dengar, ada dua janji yang Tuhan siapkan buat kita yaitu: Tuhan akan memberikan hujan--dalam konotasi untuk kebutuhan kita, hujan pertolongan tepat pada saat kita membutuhkannya sehingga kita akan memiliki gandum, air dan minyak, kebutuhan vital Tuhan penuhi (Ulangan 11:14); banjir apapun (ancaman-ancaman, bahaya-bahaya) boleh datang tapi tidak akan melanda kita (Mazmur 32:6).
Amin.

Saturday, December 25, 2010

KUBERI YANG TERBAIK

Ringkasan Khotbah Kebaktian Natal, 25 Desember 2010
Oleh Pdt. Frans Z. Assa


Kenapa kita ditantang untuk memberi yang terbaik untuk Tuhan? Karena Yesus, Dia adalah Allah, pencipta semesta alam. Yohanes 1:3 - Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Ketika manusia jatuh dalam dosa, manusia hidup dalam penderitaan. Allah didorong oleh kesetiaanNya, kasihNya, Ia mau menjelma menjadi manusia. Bagi Allah tidak ada perkara yang terlampau sukar, dari tidak ada menjadi ada, Allah hanya berfirman. Jadi untuk Allah menjelma menjadi manusia, tidak sukar bagi Tuhan. Kenapa Dia rela menjelma menjadi manusia, meninggalkan kemuliaan Allah lalu datang ke tengah manusia yang sedang menderita? Karena Dia mengasihi kita, Dia tidak mau kita binasa, Dia sudah berikan yang terbaik untuk kita.
Wahyu 20:11-15, akan tiba waktunya laut akan menyerahkan orang-orang yang telah mati di laut apakah karena bencana, peperangan; kemudian bumi--gunung-gunung, tubir-tubir, sungai-sungai, danau-danau akan mengeluarkan orang-orang yang telah mati, satu pemandangan yang sangat menyedihkan, semua bagaikan nyamuk ditiup angin, mereka dihembuskan ke dalam lautan api yang bernyala-nyala yang tidak pernah berhenti dan itulah kebinasaan, penghukuman atas manusia. Manusia diciptakan bukan untuk dibinasakan dan dihukum.
Ketika Allah ciptakan manusia, manusia membawa gambar dan rupa Allah, hanya beda sedikit dengan Allah (just a little lower than God - Mazmur 8:6); manusia yang membawa wewenang, otoritas untuk bisa mengendalikan, menguasai, bahkan menikmati semua ciptaan Allah pada saat penghukuman mereka keluar dari laut, dari bumi kemudian awan, angin murka Allah meniup dan mereka semua masuk dalam kebinasaan. Kenapa ini terjadi? Roma 5:17, 19, ketika Allah ciptakan manusia, Allah tidak pernah punya cita-cita untuk menghukum, membinasakan manusia dan itu tetap ada di hati Allah; rencana manusia boleh berubah tapi rencana Allah itu kekal untuk selama-lamanya. Siapa yang akan dihukum masuk dalam penghukuman kekal? Mereka yang namanya tidak tertulis dalam buku kehidupan. Kalau manusia pertama melanggar firman Allah, menyebabkan manusia jatuh ke dalam dosa, tapi manusia yang kedua --Yesus-- yang datang ke dalam dunia adalah penjelmaan Allah sendiri, Ia ingin pulihkan manusia seperti ciptaan awal penuh dengan kemuliaan dan kekudusan; untuk itulah Yesus datang ke dalam dunia ini, Dia lahir di kandang binatang di Betlehem untuk menunjukkan bahwa siapa pun dia --baik yang mempunyai kedudukan tinggi atau mereka yang dianggap sampah masyarakat-- Allah mengasihi mereka. Itu sebabnya Allah datang, menjelma menjadi manusia lahir di Betlehem, dan ketika Ia dewasa sebagai Allah tetapi Dia manusia, Dia Allah yang menciptakan langit dan bumi, Dia Allah yang memiliki surga, Dia datang dan berkata Aku ini jalan, kebenaran dan kehidupan (Yohanes 3:16).
Mazmur 2:1, akibat ketika manusia melanggar firman Allah, manusia jatuh dalam dosa sejak itulah terjadi kerusuhan antara bangsa-bangsa dari zaman Adam sampai sekarang ini. Penyebabnya antara lain: manusia yang jatuh dalam dosa, mereka mulai merencanakan, memikirkan perkara-perkara yang sia-sia, apa saja demi kepentingan diri sendiri; terjadi bencana, inflasi, terjadi berbagai hal yang menyentuh kebutuhan-kebutuhan manusia sehingga muncul kerusuhan-kerusuhan. Melihat hal yang sangat menyedihkan yang mewarnai hidup manusia, Allah didorong oleh sifatNya, Dia adalah setia, didorong oleh namaNya Dia adalah penyelamat, didorong oleh karakternya Dia adalah penyelamat, penolong, pembela; Ia datang ke dalam dunia menjelma menjadi manusia.
Matius 8:17, inilah tujuan Yesus mau menjadi manusia dan ketika ia telah menjadi manusia, Ia punya batas waktu, karena setelah masa berlaku sebagai manusia berakhir, kemanusiaan itu harus mati, bukan Allah yang mati; Dia disalib, dikuburkan dan pada hari ketiga Ia dibangkitkan, itulah saat Ia mengakhiri jasadNya sebagai manusia. Pada hari yang keempat puluh Ia naik ke surga. Untuk apa Ia datang ke dalam dunia? Untuk mengambil semua ketidakmampuan kita. Kita tidak mampu untuk menyelamatkan diri kita, menghadapi semua realita yang terjadi, gelombang dan permasalahan hidup tapi Ia datang sebagai gembala yang baik sehingga berbahagialah mereka yang percaya kepada Yesus, ketika mereka percaya dosa diampuni, ditahbiskan menjadi putra-putra Raja lalu mewarisi hidup yang kekal dan sementara mereka masih ada di dunia Yesus mendampingi.
Apa yang ingin kita persembahkan pada Tuhan? Wahyu 3:20. Ia datang dan tidak perlu melalui siapa pun tapi Ia datang tepat pada diri kita pribadi, mengetuk pintu hati kita, dan ketika kita membuka pintu dan mempersilahkan Yesus masuk, Yesus sudah mempersiapkan meja, kita akan duduk makan sehidangan artinya persoalan-persoalan kita hadapi tapi Yesus mau mendampingi, menolong dan menyelesaikan bagi kita. Amin.

Sunday, December 19, 2010

TUHAN SEDIAKAN MASA DEPAN BAGI ORANG YANG SUKA DAMAI

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 19 Desember 2010
Oleh Pdt. Frans Z. Assa


Yakobus 3:18 - Dan buah yang terdiri dari kebenaran ditaburkan dalam damai untuk mereka yang mengadakan damai.
Pasal 3 diakhiri dengan ayat yang memuat bahasa nubuatan untuk orang percaya, di dalamnya berisi pemulihan, kedahsyatan Allah sekalipun di hari-hari sebelumnya pada tahun ini berisi air mata/kekecewaan. Tuhan berkuasa membalikkan segala sesuatu. Tuhan akan membalikkan begitu rupa. Tuhan punya buah = panen; ketika panen akan bersukacita. Buah yang datang dari kebenaran adalah Yesus sendiri, janji-janji setia Allah.
Kita akan panen janji setia Allah, Tuhan sediakan musim panen. Kalau Tuhan yang berjanji Dia akan melaksanakan, memenuhi janjiNya. Damai adalah Yesus--Raja Damai yang akan mengerjakan adalah Yesus sendiri; kalau Yesus yang melakukannya pasti bisa sekalipun di dalam badai. Buah kebenaran, damai, semuanya itu untuk siapa? Panen adalah janji setia Allah, Yesus yang mengerjakannya untuk mereka yang mengadakan damai; untuk siapapun dia yang senang/suka dengan damai yang risih kalau ada pertengkaran, perdebatan yang negatif; untuk mereka yang senang dengan ketenangan, senang dengan yang rapih--tidak berantakan. Mereka yang senang mengadakan damai, Tuhan siapkan panen janji setia Allah.
Apakah ayat ini bisa dibuktikan?
Matius 5:9 - Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagia = makarios - bahasa Yunani; pengertiannya orang ini adalah orang yang lolos, bisa berhasil keluar dari masalah apapun juga. Kita akan berhadapan dengan singa yang tidak bisa dijinakkan tapi Tuhan bisa membalikkan singa menjadi sahabat. Siapa saja yang disebut makarios? Orang menunjukkan segala usia, tingkat sosial, semua orang yang membawa damai/peace maker; mereka yang suka membangun damai, menyiram air sejuk dari surga sehingga ada damai.
Mazmur 37:37 - Perhatikanlah orang yang tulus dan lihatlah kepada orang yang jujur, sebab pada orang yang suka damai akan ada masa depan. Mereka yang gemar/suka damai --komponen yang tidak tampak tapi suaranya nyaring-- Tuhan menyediakan masa depan, ladang panenan.
Yesaya 26:12 - Ya TUHAN, Engkau akan menyediakan damai sejahtera bagi kami, sebab segala sesuatu yang kami kerjakan, Engkaulah yang melakukannya bagi kami. Kita tidak usah kuatir, yang akan menyediakan panen untuk kita adalah Tuhan sendiri; panen ini sepanjang masa, tidak musiman. Kenapa sampai bisa terjadi panen sepanjang waktu? Kalau Tuhan yang menanam, sepanjang waktu bisa panen dan yang mengerjakan adalah Tuhan sendiri, Tuhan meratakan jalan kita.
Amsal 3:5-6 Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. Percayalah, berharaplah pada Tuhan harus berjalan seiring; meluruskan = meratakan, mungkin menghadapi titik-titik kemustahilan, hambatan, rintangan tapi Tuhan akan melaksanakannya, Tuhan yang akan menyingkirkan hambatannya tapi syaratnya kita harus gemar damai. Tuhan bukan hanya menyingkirkan rintangan-rintangan, menimbun jurang-jurang yang dalam, Tuhan kita adalah Tuhan yang sangat kreatif, apa yang nampaknya tidak bisa menjadi bisa; Tuhan penuh warna, penuh rasa, Tuhan tidak pernah kehabisan warna. Tuhan bisa membalikkan yang sudah tidak mungkin menjadi mungkin.
Yoël 2:25 - Aku akan memulihkan kepadamu tahun-tahun yang hasilnya dimakan habis oleh belalang pindahan, belalang pelompat, belalang pelahap dan belalang pengerip, tentara-Ku yang besar yang Kukirim ke antara kamu. Tuhan mampu memulihkan, membalikkan dan ketika Tuhan pulihkan kita akan tercengang melihat kedahsyatan perbuatan Allah, lengan-lengan akan Tuhan kirim untuk membuka jalan. Tuhan sanggup promosikan, tetap berserah, setuju dengan apa yang Tuhan katakan, sepakat dengan apa yang Tuhan janjikan.
Yesaya 51:3 - Sebab TUHAN menghibur Sion, menghibur segala reruntuhannya; Ia membuat padang gurunnya seperti taman Eden dan padang belantaranya seperti taman TUHAN. Di situ terdapat kegirangan dan sukacita, nyanyian syukur dan lagu yang nyaring. Mungkin kita telah melalui tahun-tahun kekeringan, kekecewaan tapi Tuhan mampu membalikkan arah sekarang, ketika kita mau sepakat/setuju dengan Tuhan, kalau Tuhan yang mempromosikan tidak ada perkara yang mustahil.
Amin.

Sunday, December 12, 2010

PEMBERIAN YANG TUHAN SIAPKAN UNTUK ORANG PERCAYA

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 12 Desember 2010
Oleh Pdt. Frans Z. Assa


Mazmur 84:12 - Sebab TUHAN Allah adalah matahari dan perisai; kasih dan kemuliaan Ia berikan; Ia tidak menahan kebaikan dari orang yang hidup tidak bercela.
For the LORD God is a sun... (terjemahan bahasa Inggris).
Kenapa Tuhan disamakan matahari? Karena matahari tidak sesaat pun tidak memberi bagi kita; matahari tidak pernah berhenti memberi energinya yang besarnya 4 x 1033 per detik. Tuhan sudah siapkan setiap hari pemberianNya untuk setiap orang. Jangan pernah berpikir Tuhan sudah mengabaikan saya, jangan pernah ungkapkan ini karena Tuhan akan kecewa. Tuhan tidak pernah keliru untuk melayani sekian, milyar penduduk dunia, kita memiliki porsi anugerah Allah.
Mazmur 145:1-3, Daud menyatakan manusia tidak akan mampu menuliskan kebaikan-kebaikan yang Tuhan sudah siapkan bagi kita. Mazmur 119:164, Daud tujuh kali sehari mengambil waktu khusus memuji Tuhan; salah satu alasannya adalah Mazmur 19:3-4 - hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam. Tidak ada berita dan tidak ada kata, suara mereka tidak terdengar. Inilah karakter Allah kita, Ia menyediakan berita untuk semua makhluk setiap hari dalam bentuk sesuai karakter atau tabiat Tuhan, Tuhan kita adalah Tuhan perkembangan, pertumbuhan. Semesta alam ini menceritakan Allah kita adalah Allah pertumbuhan, Allah perkembangan; semua tanaman ada pertumbuhan, perkembangan, Tuhan tidak pernah ribut dengan apa yang Ia selalu berikan; manusia yang seringkali ribut.
Porsi yang Tuhan sediakan setiap hari bisa kita lihat lewat ciptaanNya. Yesaya 42:5, saat Tuhan membentangkan langit, Tuhan tidak butuh tim, ketika Ia menghamparkan bumi begitu mudah Tuhan menghamparkannya, Tuhan sudah program. Hari pertama: terang (Kejadian 1:3); hari kedua: cakrawala (Kejadian 1:7); hari ketiga: tumbuh-tumbuhan dengan segala karakter/tabiatnya (Kejadian 1:11); hari keempat: benda-benda penerang (Kejadian 1:14); hari kelima: laut, sungai, danau, burung dan ikan (Kejadian 1:21-22); hari keenam: ternak, manusia (Kejadian 1:24-26). Setiap hari Tuhan siapkan, kenapa seringkali kita mengeluh? Jadilah domba yang baik, setiap hari Allah sudah sediakan, mulai dari penciptaan, Tuhan begitu teratur, terbukti dari struktur anatomi kita. Mazmur 19:4-5, yang diciptakan itu diam, makhluk membawa karakter pencipta; pohon pisang misalnya--baik pemberi maupun yang kita ambil diam, tapi ada bukti.
Porsi yang Tuhan siapkan untuk orang percaya apakah bisa dibuktikan?
Ratapan 3:22-23 - Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu! hubungkan dengan Keluaran 16:4 - ...Sesungguhnya Aku akan menurunkan dari langit hujan roti bagimu; maka bangsa itu akan keluar dan memungut tiap-tiap hari sebanyak yang perlu untuk sehari, supaya mereka Kucoba, apakah mereka hidup menurut hukum-Ku atau tidak. Setiap hari Tuhan sediakan sebanyak yang kita perlu, masalahnya tiap kamar ada kunci, pemilik kamar tinggal datang mengambil kunci karena setiap hari sudah disediakan seberapa yang kita perlu. Berapa banyak kali kita ribut saya tidak mendapat apa-apa, padahal kita tidak mengambil kunci untuk membuka, Tuhan mengganti dengan yang baru setiap hari.
Apa yang harus kita miliki supaya tiap hari kita bisa mengambil persediaan yang Tuhan sudah siapkan? Yakobus 3:17 - Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik. Salah satu warna/muatan adalah penurut (willing to yield) = punya kemauan untuk berhasil/bersungguh-sungguh. Yesus memberi kunci kerajaan, tapi kita harus datang mengambil kunci itu, menyerahkan tubuh, jiwa, roh kepada Tuhan--syarat kita harus lahir baru; kita harus punya komitmen untuk datang pada Tuhan.
Lukas 18:1-5, seorang janda datang pada hakim yang lalim tetapi janda ini pagi, siang, sore, malam datang; sekalipun hakim ini lalim tapi kemudian permintaannya dikabulkan. Dunia ini kejam tapi kalau kita punya ‘penurut’, komitmen, Tuhan tetap bertahta, Tuhan menyiapkan porsi untuk hari itu, orang lain mungkin menggunting tapi kalau kita tidak mau menyerah datang kepada Tuhan maka kita akan memperoleh apa yang Tuhan siapkan untuk kita hari ini.
Amin.

Sunday, December 05, 2010

RUMAH HIKMAT HARUS MEMPUNYAI ISI / WARNA

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 5 Desember 2010
Oleh Pdt. Frans Z. Assa

Rumah yang dibangun oleh hikmat harus mempunyai isi/warna. Yakobus 3:17 - Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik. Inilah tujuh warna/serat ilahi yang harus mewarnai rumah yang dibangun oleh hikmat. Saat kita percaya Yesus, kita dilahirkan kembali, karakter manusia lama sudah disteril, dilumpuhkan, kita menjadi ciptaan baru.
Kenapa rumah yang dibangun oleh hikmat/orang percaya harus jelas warna/muatannya?
Tuhan ingin agar hidup kita punya warna.
Daniel 6:1-6. Pada masa pemerintahan raja Darius, raja Darius mengangkat 120 wakil-wakil raja dan ia mengangkat pula 3 petinggi raja yang membawahi mereka. Salah satu dari ketiga petinggi itu adalah Daniel yang telah lanjut usia; walaupun Daniel berusia 86 tahun tapi hati, perhatian, dan pandangannya selalu tertuju kepada Tuhan, Daniel memiliki keserupaan dengan Yesus. Kalau kita rindu menjadi seperti Yesus, Allah selalu menyiapkan kesempatan bagi setiap orang yang menaruh harap kepadaNya karena bagi Allah tidak ada kata terlambat, Allah tetap melaksanakan setiap rencanaNya.
Apa yang Daniel alami ketika ia menunjukkan sebagai rumah yang dibangun oleh Tuhan ia mempunyai warna/muatan?
Saat Daniel diangkat menjadi yang paling tertinggi, di antara ketiga pejabat tinggi ini raja Darius mendapati Daniel paling bersih, berpengalaman, Daniel tidak pernah menggunakan fasilitas istana dengan sembarangan; itu sebabnya Darius menempatkannya menjadi yang tertinggi di antara mereka. Hal ini menyebabkan kecemburuan, para pejabat tinggi dan 120 wakil-wakil raja; mereka mencari alasan dakwaan terhadap Daniel dalam hal pemerintahan, tetapi mereka tidak mendapat alasan apa pun atau sesuatu kesalahan, sebab ia setia dan tidak ada didapati sesuatu kelalaian atau sesuatu kesalahan padanya. Maka berkatalah orang-orang itu: "Kita tidak akan mendapat suatu alasan dakwaan terhadap Daniel ini, kecuali dalam hal ibadahnya kepada Allahnya!" (Daniel 6:5-6). Mereka membuat peraturan dalam waktu sekian lama mereka harus menyembah kepada raja, kalau tidak mereka akan dihukum dan dimasukkan ke gua singa, sejak itu mereka mulai memasang jerat pada Daniel.
Roh ini masuk sampai ke gereja di akhir zaman. Paulus menjelaskan kepada Timotius yang masih muda yang menjadi rekan pelayanannya dalam I Timotius 6:3-6. Rupanya di akhir zaman akan muncul rasa puas terhadap harta, karir, bisnis, pendidikan, keberhasilan yang dicapai, hal ini sah-sah saja, tapi yang paling berbahaya adalah kalau puas dalam mencari-cari kesalahan dalam soal ibadah, mengira ibadah itu adalah suatu sumber keuntungan bukan hanya keuntungan materi tapi juga keuntungan emosi--kelihatannya sungguh-sungguh beribadah tapi tidak menyentuh roh; di sini akan muncul virus-virus penyakit antara lain bersilat kata, tidak berpikir dewasa (tidak bertumbuh dewasa) lalu timbul percideraan, percekcokan, curiga lalu mereka kehilangan rasa persaudaraan.
Kalau gereja/orang percaya diliputi mega semacam ini, inilah saatnya gereja/orang percaya warna/muatannya (Yakobus 3:17) harus jelas dan tegas; salah satunya penuh dengan belas kasihan dan buah-buah yang baik--ibarat kaki kiri dan kanan harus seimbang. Kapan kita bisa lihat penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik? Kejadian 37:8, 28, umur 17 tahun Yusuf dijual oleh saudara-saudaranya, diawali kakak-kakaknya benci dengan Yusuf--tidak ramah dan Yusuf dibuang ke sumur, mereka bermaksud untuk membunuh; karena Allah tetap punya rencana dalam hidup seseorang, lewat pedagang Midian, Yusuf dijual 20 syikal perak. Yusuf dituntut penuh dengan belas kasihan dan buah-buah yang baik dalam penderitaannya. Sekalipun dalam fakta semacam itu, kita dituntut untuk menunjukkan kita harus punya warna yang tegas.
Kejadian 47:11-12, dua puluh dua tahun yang lalu Yusuf menjadi tumpuan kebencian kakak-kakaknya karena mereka selalu mencari-cari kesalahan, Alkitab mencatat Yusuf dikasihi oleh Yakub ayahnya karena ia lahir di masa tua Yakub dan Yusuf punya jubah yang indah-indah. Untuk mencari kesalahan mudah, Yusuf adalah korban karena orang mencari kesalahan. Dua puluh dua tahun kemudian ia sudah sembilan tahun menjadi raja muda di Mesir dan ketika kelaparan besar Yusuf menyatakan diri kepada ayahnya dan kakak-kakaknya pada waktu mereka membeli gandum di Mesir, Yusuf memberi dan membangun tempat hunian bagi mereka di tanah yang terbaik. Kalau belas kasihan dan buah-buah yang baik --bukan roh mencari kesalahan-- nampak, Yesus siapkan apa yang kita butuhkan.
Amin.