Thursday, May 13, 2010
DAHSYATNYA KUASA DOA
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 13 Mei 2010
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 4:3 - Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu. Manusia dibentuk dari debu, debu bila tidak dinafasi oleh Allah, tidak berisi minyak urapan Roh Kudus, tidak dipenuhi Roh Kudus doanya justru doa yang membuat ia berantakan. Ada orang Kristen selalu melengkapi pengiringannya dengan berdoa tetapi tidak menerima apa-apa karena mereka meminta hanya untuk menyenangkan daging.
Matius 6:10 - datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga adalah pengajaran Yesus tentang doa yang benar, doa pasti memberi buah yang membahagiakan kita. Bila kita berdoa dengan benar maka tatanan kerapihan, kelimpahan sorga dituangkan, dialihkan ke atas mereka yang berdoa dengan benar. Tuhan akan benahi hidup kita saat kita berdoa. Paulus terangkan tentang doa yang benar dalam Filipi 4:6-7, doa adalah sesuatu yang luar biasa, di sana berisi perkara-perkara dahsyat; ketika kita berdoa dengan benar, hati yang kecut dan pikiran yang kalut akan ditunggui oleh damai sejahtera Tuhan. Yakobus terangkan dalam Yakobus 5:16, doa sangat besar kuasanya. Baik Yesus, Paulus, Yakobus menerangkan doa itu besar kuasanya.
Sedahsyat apa doa itu?
Yeremia 33:3, doa akan membongkar bongkah batu-batu kemustahilan sehingga muncul batu-batu permata yang indah, jawaban dari Tuhan, doa akan menaklukkan lumpur-lumpur ketidakberdayaan yang menenggelamkan menjadi taman buah-buah sukacita dan kemenangan. Sebenarnya doa itu pasti berdampak baik. Hati-hati! Ada doa justru doa itu membuat pendoa hancur berantakan:
1. Bila doa yang dipanjatkan berisi kesombongan. Mazmur 55:6-9.
Pada waktu hati Daud gelisah, dipenuhi kengerian, dikendalikan takut dan gentar, tidak bisa tidur lalu Daud mulai berimajinasi ia utarakan dalam bentuk doa, namun imajinasi yang tidak dikontrol oleh Roh Kudus. Merpati berbicara tentang hal-hal yang rohani. Yunus artinya merpati, tulus, namun ketulusan hati tercemar, integritasnya mulai goncang ketika Tuhan mengutusnya pergi ke Niniwe semula ia responi tapi kemudian ia teringat nenek moyangnya, sebenarnya dulu mereka kaya tapi harta benda mereka telah dirampas oleh bangsa Syria untuk membangun kota Niniwe. Hati harus dikontrol dan dikendalikan firman Allah. Ingat! manusia debu, program dan rencana kita harus diurapi dengan Roh Kudus.
Nampaknya sederhana harapan, doa Daud--ingin memiliki sayap merpati. Daud menyuruh panglima Yoab pergi untuk menjelajahi Israel, menghitung bulu-bulu merpati yang tidak berarti menjadi sayap yang cukup tebal; kelihatannya rohani tapi ada keinginan-keinginan dari debu. Tuhan menyuruh Gad untuk menyampaikan berita kepada Daud, Daud punya doa tapi doa yang memuat kesombongan, membuat hidup berantakan. Ketika Daud sadar, integritasnya hancur karena kesombongan, Roh Kudus memulihkannya (Mazmur 55:17). Miliki doa yang diurapi Roh Kudus sehingga menyenangkan Tuhan, bukan membuat masa depan hancur.
2. Bila doa dipanjatkan dengan kepahitan. Kejadian 30:1.
Permohonan Rahel merupakan doa nampaknya benar/rohani tapi di dalamnya penuh kebusukan. Rahel ingin keluar dari aib sebab ia mandul. Pakaiannya nampaknya rohani ingin berbuah-buah tapi di dalamnya ada kepahitan-kepahitan, seperti Yefta dipersingkat masa kerjanya oleh Tuhan. Rahel punya kepahitan yang sudah tumbuh bertahun-tahun, Laban--ayahnya mempermainkannya ketika Lea--kakaknya menggantikan posisinya mendapatkan Yakub sebagai suaminya setelah Yakub bekerja pada Laban selama tujuh tahun, dan Yakub harus bekerja lagi tujuh tahun untuk mendapatkan Rahel. Kebencian pada ayahnya bertumbuh subur, buktinya: Kejadian 31:19, ia mencuri terafim andalan ayahnya. Ketika Yakub dan rombongannya lari pulang ke Hebron, Laban mengejar mencari terafimnya. Yakub tidak tahu kalau Rahel telah mencuri terafim ayahnya. Yakub sesumbar mengatakan silakan cari, orang yang mencurinya pasti tidak akan hidup. Ketika Rahel melahirkan anak keduanya, Rahel mati. Jangan simpan kepahitan, buang kepahitan!
Ada doa yang memberi sukacita dan masa depan yaitu doa yang berisi permohonan, pengampunan untuk merebut janji yang sempat hilang. Yunus 2:1-10. Ketika Tuhan memanggil Yunus untuk ke Niniwe --sebelum Yunus tercemar-- Yunus bertanya untuk apa ia datang ke Niniwe yang punya roh Nimrod (kekerasan, memberontak, selalu menentang), apakah mereka bisa berubah? Kalau Tuhan yang mengutus pasti sesuatu terjadi. Yunus tercemar, setelah dibuang ke laut dan ditelan ikan besar, integritas yang sempat tercemar itu utuh kembali, ia akui semua kejahatan, ia punya doa mohon pengampunan dan ia minta janji dari Tuhan (merebut janji Allah). Setelah ikan itu memuntahkan dia, dan dia pergi ke Niniwe, Tuhan tidak membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk raja dan seluruh penduduk Niniwe bertobat.
Allah janji sebagai apapun kita akan berhasil kalau kita punya doa mohon pengampunan dan rebutlah janji Allah, Tuhan akan buktikan.
Amin.
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 4:3 - Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu. Manusia dibentuk dari debu, debu bila tidak dinafasi oleh Allah, tidak berisi minyak urapan Roh Kudus, tidak dipenuhi Roh Kudus doanya justru doa yang membuat ia berantakan. Ada orang Kristen selalu melengkapi pengiringannya dengan berdoa tetapi tidak menerima apa-apa karena mereka meminta hanya untuk menyenangkan daging.
Matius 6:10 - datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga adalah pengajaran Yesus tentang doa yang benar, doa pasti memberi buah yang membahagiakan kita. Bila kita berdoa dengan benar maka tatanan kerapihan, kelimpahan sorga dituangkan, dialihkan ke atas mereka yang berdoa dengan benar. Tuhan akan benahi hidup kita saat kita berdoa. Paulus terangkan tentang doa yang benar dalam Filipi 4:6-7, doa adalah sesuatu yang luar biasa, di sana berisi perkara-perkara dahsyat; ketika kita berdoa dengan benar, hati yang kecut dan pikiran yang kalut akan ditunggui oleh damai sejahtera Tuhan. Yakobus terangkan dalam Yakobus 5:16, doa sangat besar kuasanya. Baik Yesus, Paulus, Yakobus menerangkan doa itu besar kuasanya.
Sedahsyat apa doa itu?
Yeremia 33:3, doa akan membongkar bongkah batu-batu kemustahilan sehingga muncul batu-batu permata yang indah, jawaban dari Tuhan, doa akan menaklukkan lumpur-lumpur ketidakberdayaan yang menenggelamkan menjadi taman buah-buah sukacita dan kemenangan. Sebenarnya doa itu pasti berdampak baik. Hati-hati! Ada doa justru doa itu membuat pendoa hancur berantakan:
1. Bila doa yang dipanjatkan berisi kesombongan. Mazmur 55:6-9.
Pada waktu hati Daud gelisah, dipenuhi kengerian, dikendalikan takut dan gentar, tidak bisa tidur lalu Daud mulai berimajinasi ia utarakan dalam bentuk doa, namun imajinasi yang tidak dikontrol oleh Roh Kudus. Merpati berbicara tentang hal-hal yang rohani. Yunus artinya merpati, tulus, namun ketulusan hati tercemar, integritasnya mulai goncang ketika Tuhan mengutusnya pergi ke Niniwe semula ia responi tapi kemudian ia teringat nenek moyangnya, sebenarnya dulu mereka kaya tapi harta benda mereka telah dirampas oleh bangsa Syria untuk membangun kota Niniwe. Hati harus dikontrol dan dikendalikan firman Allah. Ingat! manusia debu, program dan rencana kita harus diurapi dengan Roh Kudus.
Nampaknya sederhana harapan, doa Daud--ingin memiliki sayap merpati. Daud menyuruh panglima Yoab pergi untuk menjelajahi Israel, menghitung bulu-bulu merpati yang tidak berarti menjadi sayap yang cukup tebal; kelihatannya rohani tapi ada keinginan-keinginan dari debu. Tuhan menyuruh Gad untuk menyampaikan berita kepada Daud, Daud punya doa tapi doa yang memuat kesombongan, membuat hidup berantakan. Ketika Daud sadar, integritasnya hancur karena kesombongan, Roh Kudus memulihkannya (Mazmur 55:17). Miliki doa yang diurapi Roh Kudus sehingga menyenangkan Tuhan, bukan membuat masa depan hancur.
2. Bila doa dipanjatkan dengan kepahitan. Kejadian 30:1.
Permohonan Rahel merupakan doa nampaknya benar/rohani tapi di dalamnya penuh kebusukan. Rahel ingin keluar dari aib sebab ia mandul. Pakaiannya nampaknya rohani ingin berbuah-buah tapi di dalamnya ada kepahitan-kepahitan, seperti Yefta dipersingkat masa kerjanya oleh Tuhan. Rahel punya kepahitan yang sudah tumbuh bertahun-tahun, Laban--ayahnya mempermainkannya ketika Lea--kakaknya menggantikan posisinya mendapatkan Yakub sebagai suaminya setelah Yakub bekerja pada Laban selama tujuh tahun, dan Yakub harus bekerja lagi tujuh tahun untuk mendapatkan Rahel. Kebencian pada ayahnya bertumbuh subur, buktinya: Kejadian 31:19, ia mencuri terafim andalan ayahnya. Ketika Yakub dan rombongannya lari pulang ke Hebron, Laban mengejar mencari terafimnya. Yakub tidak tahu kalau Rahel telah mencuri terafim ayahnya. Yakub sesumbar mengatakan silakan cari, orang yang mencurinya pasti tidak akan hidup. Ketika Rahel melahirkan anak keduanya, Rahel mati. Jangan simpan kepahitan, buang kepahitan!
Ada doa yang memberi sukacita dan masa depan yaitu doa yang berisi permohonan, pengampunan untuk merebut janji yang sempat hilang. Yunus 2:1-10. Ketika Tuhan memanggil Yunus untuk ke Niniwe --sebelum Yunus tercemar-- Yunus bertanya untuk apa ia datang ke Niniwe yang punya roh Nimrod (kekerasan, memberontak, selalu menentang), apakah mereka bisa berubah? Kalau Tuhan yang mengutus pasti sesuatu terjadi. Yunus tercemar, setelah dibuang ke laut dan ditelan ikan besar, integritas yang sempat tercemar itu utuh kembali, ia akui semua kejahatan, ia punya doa mohon pengampunan dan ia minta janji dari Tuhan (merebut janji Allah). Setelah ikan itu memuntahkan dia, dan dia pergi ke Niniwe, Tuhan tidak membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk raja dan seluruh penduduk Niniwe bertobat.
Allah janji sebagai apapun kita akan berhasil kalau kita punya doa mohon pengampunan dan rebutlah janji Allah, Tuhan akan buktikan.
Amin.
Sunday, May 09, 2010
DAMPAK KEPAHITAN, DENDAM DAN KEBENCIAN
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 9 Mei 2010
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Manusia yang dibentuk dari debu sebelum dihembusi dengan nafas Allah, ia mudah sekali dihamburkan oleh angin kesana-kemari dan debu ini berpotensi mengotori bahkan mencelakakan. Sama halnya dengan orang percaya, ketika dia menamakan diri orang percaya tetapi tidak dihembusi nafas Allah, debu ini tidak hidup. Mereka yang tidak punya kerinduan untuk dinafasi nafas Allah, Yakobus 4:1-2 mengatakan: Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu? Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa. Orang-orang ini punya keinginan/mimpi, soal keinginan wajar, bedanya kalau keinginan tidak dinafasi firman Allah dan dihidupi oleh Roh Kudus, kalau tidak mencapai tujuannya akhirnya membunuh, kalaupun tercapai tujuannya tapi tidak seperti yang diinginkan berubah menjadi kekecewaan.
Saat kita punya keinginan berkembang sebagai apapun, harus punya semangat, impian tapi biarlah dihidupi oleh Roh Kudus, dikontrol oleh firman Allah; karena Roh Kudus akan membersihkan, mencuci = hagiazō - bahasa Yunani. Ke mana saja kita pergi berpotensi untuk kotor --karena melihat, mendengar, berbicara-- jika ada debu dosa yang masuk mengotori, Roh Kudus akan mencuci, Roh Kudus Tuhan beri untuk mengingatkan.
Dampak/akibat bila seseorang enggan/tidak mau menghiraukan tawaran Tuhan untuk dihembusi oleh nafas Tuhan/Roh Kudus:
Hakim-hakim 11:1, Yefta, salah satu hakim yang dipilih oleh Tuhan sebelum terjun ke pelayanan sudah diberi gelar oleh Tuhan pahlawan. Tuhan menghiraukan latar belakangnya--ayahnya bernama Gilead, ibunya seorang perempuan sundal. Hakim-hakim 12:7, Yefta memerintah sebagai hakim hanya 6 tahun, sedangkan pada zaman hakim-hakim umumnya mereka memerintah 20 tahun, contohnya Otniel memerintah 40 tahun, Ehud memerintah 80 tahun, Simson terlepas dari segala kekurangannya ia memerintah 20 tahun, Gideon memerintah 40 tahun. Kenapa sampai Allah menghentikan, memperpendek masa baktinya padahal Yefta seorang pahlawan? Kembali ke Hakim-hakim 11:1-2, sekalipun pada awalnya Yefta adalah anak seorang perempuan sundal, Tuhan ingin buktikan Tuhan sanggup memulihkan siapapun tapi Yefta tidak menghargai tawaran Tuhan. Kekeliruan Yefta adalah sebagai seorang pemimpin ia tidak dapat tinggalkan kepahitan, dendam, kebencian dalam hatinya. Kita yang sementara menuju pada kesempurnaan kalau masih ada kepahitan, buka hati, sambut Roh Kudus, Roh Kudus akan membersihkan kita. Hakim-hakim 11:3, lebih parah lagi Yefta tidak mau membuka hati untuk Roh Kudus, bersikap skeptis, dia setia dipakai oleh Tuhan tapi karena ada dendam, dia tidak membuangnya dan tidak mengijinkan Roh Kudus membersihkannya, perampok mendekati dia, dia bergabung dan ikut merampok. Jangan memiliki roh semacam ini!
Beda dengan Daud, I Samuel 22:1-2, 23, ada sekitar 400 orang, mereka punya potensi untuk menjadi perampok karena kecewa, sakit hati, mereka datang pada Daud dan mereka menumpahkan kemarahannya namun Daud menenangkan hati mereka. Daud menghiburkan mereka karena Daud penuh dengan Roh Kudus. Daud lakukan dengan penuh integritas walaupun Daud masih dikejar-kejar Saul untuk dibunuh tapi setiap hari hatinya dicuci oleh Roh Kudus.
Yefta tidak penuh dengan Roh Kudus, tragedi yang menyedihkan pun terjadi (Hakim-hakim 12:6). Yefta tidak mau membuang dendam, kepahitan, kebencian tapi menyimpan dalam hati dan tidak mau dicuci oleh Roh Kudus, hanya soal sepele bisa menjadi perkara besar sehingga ia membunuh 42.000 orang dari suku Efraim bangsanya sendiri.
Menyadari manusia gampang terjebak, Daud tahu betapa berbahayanya bila ia tetap menyimpan kepahitan, dendam, kebencian pada Saul sehingga Daud berkata dalam Mazmur 63:2-3 - Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair. Demikianlah aku memandang kepada-Mu di tempat kudus, sambil melihat kekuatan-Mu dan kemuliaan-Mu. Roh Kudus akan mencuci, menguduskan kita.
Amin.
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Manusia yang dibentuk dari debu sebelum dihembusi dengan nafas Allah, ia mudah sekali dihamburkan oleh angin kesana-kemari dan debu ini berpotensi mengotori bahkan mencelakakan. Sama halnya dengan orang percaya, ketika dia menamakan diri orang percaya tetapi tidak dihembusi nafas Allah, debu ini tidak hidup. Mereka yang tidak punya kerinduan untuk dinafasi nafas Allah, Yakobus 4:1-2 mengatakan: Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu? Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa. Orang-orang ini punya keinginan/mimpi, soal keinginan wajar, bedanya kalau keinginan tidak dinafasi firman Allah dan dihidupi oleh Roh Kudus, kalau tidak mencapai tujuannya akhirnya membunuh, kalaupun tercapai tujuannya tapi tidak seperti yang diinginkan berubah menjadi kekecewaan.
Saat kita punya keinginan berkembang sebagai apapun, harus punya semangat, impian tapi biarlah dihidupi oleh Roh Kudus, dikontrol oleh firman Allah; karena Roh Kudus akan membersihkan, mencuci = hagiazō - bahasa Yunani. Ke mana saja kita pergi berpotensi untuk kotor --karena melihat, mendengar, berbicara-- jika ada debu dosa yang masuk mengotori, Roh Kudus akan mencuci, Roh Kudus Tuhan beri untuk mengingatkan.
Dampak/akibat bila seseorang enggan/tidak mau menghiraukan tawaran Tuhan untuk dihembusi oleh nafas Tuhan/Roh Kudus:
Hakim-hakim 11:1, Yefta, salah satu hakim yang dipilih oleh Tuhan sebelum terjun ke pelayanan sudah diberi gelar oleh Tuhan pahlawan. Tuhan menghiraukan latar belakangnya--ayahnya bernama Gilead, ibunya seorang perempuan sundal. Hakim-hakim 12:7, Yefta memerintah sebagai hakim hanya 6 tahun, sedangkan pada zaman hakim-hakim umumnya mereka memerintah 20 tahun, contohnya Otniel memerintah 40 tahun, Ehud memerintah 80 tahun, Simson terlepas dari segala kekurangannya ia memerintah 20 tahun, Gideon memerintah 40 tahun. Kenapa sampai Allah menghentikan, memperpendek masa baktinya padahal Yefta seorang pahlawan? Kembali ke Hakim-hakim 11:1-2, sekalipun pada awalnya Yefta adalah anak seorang perempuan sundal, Tuhan ingin buktikan Tuhan sanggup memulihkan siapapun tapi Yefta tidak menghargai tawaran Tuhan. Kekeliruan Yefta adalah sebagai seorang pemimpin ia tidak dapat tinggalkan kepahitan, dendam, kebencian dalam hatinya. Kita yang sementara menuju pada kesempurnaan kalau masih ada kepahitan, buka hati, sambut Roh Kudus, Roh Kudus akan membersihkan kita. Hakim-hakim 11:3, lebih parah lagi Yefta tidak mau membuka hati untuk Roh Kudus, bersikap skeptis, dia setia dipakai oleh Tuhan tapi karena ada dendam, dia tidak membuangnya dan tidak mengijinkan Roh Kudus membersihkannya, perampok mendekati dia, dia bergabung dan ikut merampok. Jangan memiliki roh semacam ini!
Beda dengan Daud, I Samuel 22:1-2, 23, ada sekitar 400 orang, mereka punya potensi untuk menjadi perampok karena kecewa, sakit hati, mereka datang pada Daud dan mereka menumpahkan kemarahannya namun Daud menenangkan hati mereka. Daud menghiburkan mereka karena Daud penuh dengan Roh Kudus. Daud lakukan dengan penuh integritas walaupun Daud masih dikejar-kejar Saul untuk dibunuh tapi setiap hari hatinya dicuci oleh Roh Kudus.
Yefta tidak penuh dengan Roh Kudus, tragedi yang menyedihkan pun terjadi (Hakim-hakim 12:6). Yefta tidak mau membuang dendam, kepahitan, kebencian tapi menyimpan dalam hati dan tidak mau dicuci oleh Roh Kudus, hanya soal sepele bisa menjadi perkara besar sehingga ia membunuh 42.000 orang dari suku Efraim bangsanya sendiri.
Menyadari manusia gampang terjebak, Daud tahu betapa berbahayanya bila ia tetap menyimpan kepahitan, dendam, kebencian pada Saul sehingga Daud berkata dalam Mazmur 63:2-3 - Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair. Demikianlah aku memandang kepada-Mu di tempat kudus, sambil melihat kekuatan-Mu dan kemuliaan-Mu. Roh Kudus akan mencuci, menguduskan kita.
Amin.
Sunday, May 02, 2010
PERJAMUAN KUDUS ADALAH SAAT MENERIMA KARAKTER YESUS
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 2 Mei 2010
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 2:26 - Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.
Sebelum manusia jatuh dalam dosa, manusia diciptakan memang dari debu dan Tuhan memasukkan nafasNya, ketika debu dicengkeram oleh nafas Allah, debu menjadi manusia yang hampir sama, hanya beda sedikit dari Allah (a little lower than God - Mazmur 8:6); jubah penuh kemuliaan bertahtakan sembilan batu permata (sembilan berbicara tentang kekayaan anugerah, lengkapnya perhatian Tuhan); jalannya di tengah batu-batu yang bercahaya. Ketika manusia jatuh dalam dosa mereka menjadi seperti jerami di depan angin, seperti sekam yang diterbangkan badai (Ayub 21:18). Tuhan tidak pernah bermaksud manusia menjadi seperti ini.
Virus yang sangat berbahaya yang menyerang manusia: Mazmur 14:1 - Orang bebal berkata dalam hatinya: "Tidak ada Allah." Busuk dan jijik perbuatan mereka, tidak ada yang berbuat baik. Orang bebal = orang gila (TL); orang dungu (TBIS); the fool. Siapa yang disebut bodoh, dungu yang berkata dalam hatinya (belum keluar dalam bentuk kata-kata) tidak ada Allah?
Efesus 4:17-18, saat manusia gagal menaati firman Allah, manusia jatuh dalam dosa, sejak saat itu hati dan pikiran jauh dari Allah, sehingga manusia merasa tidak membutuhkan Tuhan. Dosa telah merusak nilai hidup sehingga dosa memberikan benih, benih bertumbuh sehingga orang ini berpikir saya tidak perlu Tuhan, hatinya tidak butuh Tuhan. Itu sebabnya Paulus katakan jangan hidup lagi seperti orang yang tidak mengenal Allah dengan pikiran yang sia-sia, mereka disebut jauh dari Allah, akibatnya manusia menjadi seperti jerami, sekam.
Yesaya memberi pengajaran dalam Yesaya 34:4 - Segenap tentara langit akan hancur, dan langit akan digulung seperti gulungan kitab, segala tentara mereka akan gugur seperti daun yang gugur dari pohon anggur, dan seperti gugurnya daun pohon ara. Tentara langit berbicara tentang benda-benda langit/angkasa, penggenapannya pada waktu menjelang berakhirnya sejarah dunia, saat meterai ke-6 dibuka bintang-bintang di langit berjatuhan seperti pohon ara yang menggugurkan buahnya yang mentah (Wahyu 6:12,13), sebelum hal ini terjadi Tuhan singkirkan gerejaNya ke padang belantara. Tentara langit juga berbicara tentang manusia yang dipayungi anugerah Allah tetapi manusia tidak mengindahkan kemurahan/belas kasihan Tuhan.
Ketika dosa masuk dalam tubuh manusia, manusia seperti tepung, sekam, bubuk yang mudah diterbangkan angin. Daniel 4:24-25, karena kesombongan Nebukadnezar, ia direndahkan oleh Tuhan sama seperti binatang (dia manusia tapi pikiran, hatinya seperti binatang). Selama 64 tahun Yeremia sampaikan firman Allah, semua suka mendengar firman Allah, responi firman Allah tapi kelakuan berbeda dengan apa yang mereka dengar dari firman Allah sehingga Tuhan geram dan berkata Aku akan samakan mereka seperti hewan, seperti tumbuh-tumbuhan (Yeremia 7:20). Manusia sudah tidak punya rasa saling peduli, kehilangan rasa terbeban, kehilangan rasa bertanggung jawab. Jangan sampai roh ini masuk ke dalam gereja! Hati, pikiran tidak butuh Tuhan, bangga, senang kalau bisa merusak (Yeremia 7:18,14).
Akibatnya: Yakobus 2:26 hubungkan dengan Yakobus 4:1 - Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu? Sengketa dan pertengkaran (TB) = peperangan dan perkelahian (TL) = perkelahian dan pertengkaran (TBIS), inilah gambaran manusia sekarang, saling merusak, saling menghancurkan dunia pada umumnya dan gereja. Melihat situasi ini gereja harus menginsyafi, gereja membutuhkan tubuh dan darah Yesus (I Korintus 11:23-26). Kapan Paulus duduk dalam perjamuan kudus bersama Yesus, kenapa sampai Paulus katakan: “Sebab apa yang telah kuteruskan kepadamu, telah aku terima dari Tuhan...” Pada perjamuan malam Paulus belum menjadi rasul, ketika Paulus bertobat Roh Allah membawanya ke padang Arab, Tuhan turun dan mendidik dia, Tuhan memberi pengajaran tentang perjamuan kudus. Ketika Tuhan mengajar kepada Paulus tentang perjamuan kudus, tubuh Yesus memuat selengkap, seluruhnya hati, pikiran Yesus, sehingga saat kita menerima perjamuan kudus kita menerima hati, pikiran, perasaan Yesus. Kita menerima darah = nyawa berarti kita menerima pengampunan dosa dan Roh Kudus untuk menghidupi kita.
Amin.
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 2:26 - Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.
Sebelum manusia jatuh dalam dosa, manusia diciptakan memang dari debu dan Tuhan memasukkan nafasNya, ketika debu dicengkeram oleh nafas Allah, debu menjadi manusia yang hampir sama, hanya beda sedikit dari Allah (a little lower than God - Mazmur 8:6); jubah penuh kemuliaan bertahtakan sembilan batu permata (sembilan berbicara tentang kekayaan anugerah, lengkapnya perhatian Tuhan); jalannya di tengah batu-batu yang bercahaya. Ketika manusia jatuh dalam dosa mereka menjadi seperti jerami di depan angin, seperti sekam yang diterbangkan badai (Ayub 21:18). Tuhan tidak pernah bermaksud manusia menjadi seperti ini.
Virus yang sangat berbahaya yang menyerang manusia: Mazmur 14:1 - Orang bebal berkata dalam hatinya: "Tidak ada Allah." Busuk dan jijik perbuatan mereka, tidak ada yang berbuat baik. Orang bebal = orang gila (TL); orang dungu (TBIS); the fool. Siapa yang disebut bodoh, dungu yang berkata dalam hatinya (belum keluar dalam bentuk kata-kata) tidak ada Allah?
Efesus 4:17-18, saat manusia gagal menaati firman Allah, manusia jatuh dalam dosa, sejak saat itu hati dan pikiran jauh dari Allah, sehingga manusia merasa tidak membutuhkan Tuhan. Dosa telah merusak nilai hidup sehingga dosa memberikan benih, benih bertumbuh sehingga orang ini berpikir saya tidak perlu Tuhan, hatinya tidak butuh Tuhan. Itu sebabnya Paulus katakan jangan hidup lagi seperti orang yang tidak mengenal Allah dengan pikiran yang sia-sia, mereka disebut jauh dari Allah, akibatnya manusia menjadi seperti jerami, sekam.
Yesaya memberi pengajaran dalam Yesaya 34:4 - Segenap tentara langit akan hancur, dan langit akan digulung seperti gulungan kitab, segala tentara mereka akan gugur seperti daun yang gugur dari pohon anggur, dan seperti gugurnya daun pohon ara. Tentara langit berbicara tentang benda-benda langit/angkasa, penggenapannya pada waktu menjelang berakhirnya sejarah dunia, saat meterai ke-6 dibuka bintang-bintang di langit berjatuhan seperti pohon ara yang menggugurkan buahnya yang mentah (Wahyu 6:12,13), sebelum hal ini terjadi Tuhan singkirkan gerejaNya ke padang belantara. Tentara langit juga berbicara tentang manusia yang dipayungi anugerah Allah tetapi manusia tidak mengindahkan kemurahan/belas kasihan Tuhan.
Ketika dosa masuk dalam tubuh manusia, manusia seperti tepung, sekam, bubuk yang mudah diterbangkan angin. Daniel 4:24-25, karena kesombongan Nebukadnezar, ia direndahkan oleh Tuhan sama seperti binatang (dia manusia tapi pikiran, hatinya seperti binatang). Selama 64 tahun Yeremia sampaikan firman Allah, semua suka mendengar firman Allah, responi firman Allah tapi kelakuan berbeda dengan apa yang mereka dengar dari firman Allah sehingga Tuhan geram dan berkata Aku akan samakan mereka seperti hewan, seperti tumbuh-tumbuhan (Yeremia 7:20). Manusia sudah tidak punya rasa saling peduli, kehilangan rasa terbeban, kehilangan rasa bertanggung jawab. Jangan sampai roh ini masuk ke dalam gereja! Hati, pikiran tidak butuh Tuhan, bangga, senang kalau bisa merusak (Yeremia 7:18,14).
Akibatnya: Yakobus 2:26 hubungkan dengan Yakobus 4:1 - Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu? Sengketa dan pertengkaran (TB) = peperangan dan perkelahian (TL) = perkelahian dan pertengkaran (TBIS), inilah gambaran manusia sekarang, saling merusak, saling menghancurkan dunia pada umumnya dan gereja. Melihat situasi ini gereja harus menginsyafi, gereja membutuhkan tubuh dan darah Yesus (I Korintus 11:23-26). Kapan Paulus duduk dalam perjamuan kudus bersama Yesus, kenapa sampai Paulus katakan: “Sebab apa yang telah kuteruskan kepadamu, telah aku terima dari Tuhan...” Pada perjamuan malam Paulus belum menjadi rasul, ketika Paulus bertobat Roh Allah membawanya ke padang Arab, Tuhan turun dan mendidik dia, Tuhan memberi pengajaran tentang perjamuan kudus. Ketika Tuhan mengajar kepada Paulus tentang perjamuan kudus, tubuh Yesus memuat selengkap, seluruhnya hati, pikiran Yesus, sehingga saat kita menerima perjamuan kudus kita menerima hati, pikiran, perasaan Yesus. Kita menerima darah = nyawa berarti kita menerima pengampunan dosa dan Roh Kudus untuk menghidupi kita.
Amin.
Sunday, April 25, 2010
??? (IMAN TANPA PERBUATAN ADALAH MATI)
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 25 April 2010 – Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 2:26 - Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.
Yakobus mengakhiri pasal 2 dengan kata sebab. Yakobus menemukakan dengan kata-kata yang sangat menyedihkan, diakhiri sebuah tragedi. Sebab-bahasa Arab artinya ada sesuatu yang menjadi penyebab sehingga terjadi tragedi dihubungkan dengan ayat sebelumnya pohon yang bertumbuh subur/lebat tetapi tidak berbuah dan Tuhan katakan kapak sudah ada di bawah pohon ini, pohon akan ditebang dan dibakar (ayat 24). Ayat 26, kesimpulan Yakobus mereka disebut tubuh tetapi kalau tidak mempunyai roh (nyawa) disebut mayat bukan hidup. Penyebab terjadinya tragedi adalah munculnya banyak orang berpredikat beriman tapi tidak punya perbuatan, Yakobus samakan dengan mayat penuh bibit penyakit, berbau busuk; orang percaya yang sakit rohani seperti tubuh yang tidak punya nyawa, iman tanpa perbuatan, ada bermacam-macam dosa.
Apa dan bagaimana penjelasan tentang manusia itu? Apa kata Alkitab tentang manusia?
Kejadian 2:7 - ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. Manusia dari debu (naskah asli berbicara ada unsur tanah tapi bentuk debu; debu diterjemahkan bubuk/tepung) kemudian dijamah oleh Tuhan, lalu Tuhan hembuskan hayat/hidupNya maka terbentuklah manusia.
Setelah menjadi manusia melalui perjanjian Eden Tuhan memberi berkat (Kejadian 1:28 - Allah memberkati mereka...), Tuhan memberkati mereka dengan otoritas, hak, kemampuan untuk mengelola, bisa mengambil keputusan dan sebagainya. Manusia diberkati, Tuhan berikan tempat istimewa, nyaman bagi manusia (Kejadian 2:8), Tuhan membuat taman Eden, di taman itu manusia tinggal, situasi yang luar biasa keadaannya yang ditulis dalam Yehezkiel 28:14, di taman ini jalannya dari batu-batu yang bercahaya, taman tertata rapih, tidak gaduh, berhias kemuliaan Allah. Yehezkiel 28:13, Mazmur 21:4, manusia begitu mulia karena sudah dihembusi nafas Allah, jubahnya bertahtakan sembilan batu permata yang mahal, di kepalanya dikenakan mahkota emas. Waktu mendapat nafas (naphach - bahasa Ibrani) Allah debu tidak kelihatan lagi, manusia menjadi mulia, namun sayang manusia gagal dengan melanggar firman Allah. Roma 3:23, karena manusia sudah berbuat dosa, manusia kehilangan kemuliaan Allah, masih ada sedikit tapi sebagian besar hilang.
Ketika debu tadi kehilangan kemuliaan Allah akibatnya Ayub 21:18 mengatakan manusia kembali seperti jerami, seperti sekam, seperti debu ketika angin datang debu beterbangan, debu yang kelihatan dominan. Yesaya 17:12-13, akibat yang lebih menyedihkan adalah manusia kembali kepada asalnya--debu yang menakutkan dan berbahaya, hanya dengan masalah sepele dapat berlanjut pada pertumpahan darah. Kondisi ini menuntut supaya Roh Allah bertiup memenuhi kita, memang ada hukum tapi hukum sudah dimanipulasi, hanya ketika Tuhan menghembuskan nafasNya ‘hidup’ akan kembali.
Kejadian 1:2 - Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Inilah bentuk manusia tapi ketika Roh Allah turun bergerak, kembali ke Yakobus 2:26 maka tubuh kita akan hidup kembali. Kalau Roh Allah turun/masuk Yehezkiel 11:19 mengatakan Aku akan memberikan mereka hati yang lain dan roh yang baru di dalam batin mereka; juga Aku akan menjauhkan dari tubuh mereka hati yang keras dan memberikan mereka hati yang taat; Tuhan akan memberikan pada gereja sebuah hati (one heart), hati yang lain, hati yang bagaimana? Basar - bahasa Ibrani artinya hati yang segar (fresh), hati yang bisa menerima kenyataan, hati yang bisa mengakui kelebihan orang lain, penuh dengan sinar kasih Allah, hati yang mengucap syukur, hati yang bisa membuat situasi nyaman. Ini hanya bisa terjadi selama Roh Allah ada/Roh Allah masuk di dalam kita.
Amin.
Yakobus 2:26 - Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.
Yakobus mengakhiri pasal 2 dengan kata sebab. Yakobus menemukakan dengan kata-kata yang sangat menyedihkan, diakhiri sebuah tragedi. Sebab-bahasa Arab artinya ada sesuatu yang menjadi penyebab sehingga terjadi tragedi dihubungkan dengan ayat sebelumnya pohon yang bertumbuh subur/lebat tetapi tidak berbuah dan Tuhan katakan kapak sudah ada di bawah pohon ini, pohon akan ditebang dan dibakar (ayat 24). Ayat 26, kesimpulan Yakobus mereka disebut tubuh tetapi kalau tidak mempunyai roh (nyawa) disebut mayat bukan hidup. Penyebab terjadinya tragedi adalah munculnya banyak orang berpredikat beriman tapi tidak punya perbuatan, Yakobus samakan dengan mayat penuh bibit penyakit, berbau busuk; orang percaya yang sakit rohani seperti tubuh yang tidak punya nyawa, iman tanpa perbuatan, ada bermacam-macam dosa.
Apa dan bagaimana penjelasan tentang manusia itu? Apa kata Alkitab tentang manusia?
Kejadian 2:7 - ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. Manusia dari debu (naskah asli berbicara ada unsur tanah tapi bentuk debu; debu diterjemahkan bubuk/tepung) kemudian dijamah oleh Tuhan, lalu Tuhan hembuskan hayat/hidupNya maka terbentuklah manusia.
Setelah menjadi manusia melalui perjanjian Eden Tuhan memberi berkat (Kejadian 1:28 - Allah memberkati mereka...), Tuhan memberkati mereka dengan otoritas, hak, kemampuan untuk mengelola, bisa mengambil keputusan dan sebagainya. Manusia diberkati, Tuhan berikan tempat istimewa, nyaman bagi manusia (Kejadian 2:8), Tuhan membuat taman Eden, di taman itu manusia tinggal, situasi yang luar biasa keadaannya yang ditulis dalam Yehezkiel 28:14, di taman ini jalannya dari batu-batu yang bercahaya, taman tertata rapih, tidak gaduh, berhias kemuliaan Allah. Yehezkiel 28:13, Mazmur 21:4, manusia begitu mulia karena sudah dihembusi nafas Allah, jubahnya bertahtakan sembilan batu permata yang mahal, di kepalanya dikenakan mahkota emas. Waktu mendapat nafas (naphach - bahasa Ibrani) Allah debu tidak kelihatan lagi, manusia menjadi mulia, namun sayang manusia gagal dengan melanggar firman Allah. Roma 3:23, karena manusia sudah berbuat dosa, manusia kehilangan kemuliaan Allah, masih ada sedikit tapi sebagian besar hilang.
Ketika debu tadi kehilangan kemuliaan Allah akibatnya Ayub 21:18 mengatakan manusia kembali seperti jerami, seperti sekam, seperti debu ketika angin datang debu beterbangan, debu yang kelihatan dominan. Yesaya 17:12-13, akibat yang lebih menyedihkan adalah manusia kembali kepada asalnya--debu yang menakutkan dan berbahaya, hanya dengan masalah sepele dapat berlanjut pada pertumpahan darah. Kondisi ini menuntut supaya Roh Allah bertiup memenuhi kita, memang ada hukum tapi hukum sudah dimanipulasi, hanya ketika Tuhan menghembuskan nafasNya ‘hidup’ akan kembali.
Kejadian 1:2 - Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Inilah bentuk manusia tapi ketika Roh Allah turun bergerak, kembali ke Yakobus 2:26 maka tubuh kita akan hidup kembali. Kalau Roh Allah turun/masuk Yehezkiel 11:19 mengatakan Aku akan memberikan mereka hati yang lain dan roh yang baru di dalam batin mereka; juga Aku akan menjauhkan dari tubuh mereka hati yang keras dan memberikan mereka hati yang taat; Tuhan akan memberikan pada gereja sebuah hati (one heart), hati yang lain, hati yang bagaimana? Basar - bahasa Ibrani artinya hati yang segar (fresh), hati yang bisa menerima kenyataan, hati yang bisa mengakui kelebihan orang lain, penuh dengan sinar kasih Allah, hati yang mengucap syukur, hati yang bisa membuat situasi nyaman. Ini hanya bisa terjadi selama Roh Allah ada/Roh Allah masuk di dalam kita.
Amin.
Sunday, April 18, 2010
IMAN DAN PERBUATAN YANG DIMILIKI RAHAB
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 18 April 2010
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 2:25 - Dan bukankah demikian juga Rahab, pelacur itu, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia menyembunyikan orang-orang yang disuruh itu di dalam rumahnya, lalu menolong mereka lolos melalui jalan yang lain?
Yakobus menyandingkan antara perbuatan dengan iman seperti pohon harus ada buahnya. Untuk memberikan penegasan tentang betapa pentingnya iman harus disertai perbuatan, Yakobus mengangkat satu peristiwa yang terjadi 1.500 tahun sebelum Yakobus menulis ayat ini. Jadilah orang Kristen yang tidak gampang hanyut oleh pengajaran, tentang peristiwa dulu rasul Paulus tuliskan dalam suratan Roma 15:4 - Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci.
Berangkat dari Yakobus 2:25, Rahab --memang faktanya seorang pelacur-- dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya. Ketika manusia jatuh dalam dosa maka jembatan hubungan antara Allah dengan manusia putus, namun bukanlah Tuhan kalau sampai Tuhan tidak berusaha membangun jembatan keselamatan walaupun manusia sudah jatuh dalam dosa karena manusia membawa gambar dan rupa Allah, manusia diciptakan just a little lower than God. Jembatan Tuhan bangun, jembatan keselamatan yang diujung sana lahirlah Yesus. Matius 1:5, jembatan Tuhan bangun melalui Abraham, Ishak, Yakub, potongan besi mulai dikumpulkan oleh Tuhan untuk membangun, salah satu potongan adalah Rut orang Moab seorang kafir, Rut mempunyai komponen taat, penuh kasih, setia, mempunyai iman yang kuat; ia dihargai oleh Tuhan, itu sebabnya Rut diambil sebagai material untuk membangun jembatan sehingga Rut melahirkan Obed (kakek Daud) melalui Boas, dari Daud kemudian nanti sampai kepada Yesus. Rahab yang Yakobus tulis seorang pelacur pun Tuhan angkat menjadi material untuk membangun jembatan tadi. Rahab karena ia punya iman, Tuhan pakai dia untuk melahirkan Boas (kakek buyut Daud). Iman dan perbuatan yang bagaimana yang ada pada Rahab?
1. Iman yang dimiliki Rahab (Yosua 2:8-13):
Rahab mendengar bahwa TUHAN telah mengeringkan air Laut Teberau di depan kamu, ketika kamu berjalan keluar dari Mesir, dan apa yang kamu lakukan kepada kedua raja orang Amori yang di seberang sungai Yordan itu, yakni kepada Sihon dan Og, yang telah kamu tumpas (Yosua 2:10). Pada waktu orang Israel menyeberang Laut Teberau, Musa menyanyi nyanyian nubuatan (Keluaran 15:14-16), Laut Teberau terbelah dua, berita ini terdengar sampai kemana-mana. Ketika raja Sihon (Bilangan 21:21-23) dan raja Og (Bilangan 21:33-34) tidak mengijinkan orang Israel untuk lewat daerah mereka, Tuhan menumpas mereka, orang Israel tidak perlu berperang, Tuhan yang tampil berperang. Tuhan akan membela orang benar tapi jaga status kita sebagai orang benar. Yosua 2:13, iman yang miliki Rahab adalah iman yang tidak dapat digoyahkan, iman yang mau dan juga terbeban untuk menyelamatkan banyak orang ketika kota Yerikho akan dibinasakan.
2. Perbuatan Rahab karena iman kepada Tuhan (Yosua 2:1-6):
Ketika orang-orang Yerikho menyelidiki rumah Rahab, Rahab menyembunyikan di atas sotoh rumahnya dua orang pengintai yang diutus oleh Yosua. Perbuatan Rahab, ketika ia punya iman yang benar, ia punya roh untuk merawat, menjaga dan memelihara. Buku yang ditulis oleh rabi orang Ibrani menuliskan hampir sebagian besar imam dan nabi, mereka adalah keturunan melalui Rahab. Imam tugasnya merawat dan memelihara, kalau kita berkata kita mempunyai iman, kita harus punya roh untuk merawat dan memelihara.
Maleakhi 3:16 - "TUHAN memperhatikan dan mendengarnya; sebuah kitab peringatan ditulis di hadapan-Nya bagi orang-orang yang takut akan TUHAN dan bagi orang-orang yang menghormati nama-Nya.” Tuhan punya buku peringatan yang menulis tentang orang-orang yang punya kepedulian terhadap pekerjaan Tuhan seperti Rahab menyelamatkan dua orang pengintai tadi.
Kita harus mempunyai roh untuk menjaga, merawat, menunggui rumah tangga, jemaat, gereja lokal. Banyak orang perlu ditolong, maukah kita menolong mereka?
Amin.
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 2:25 - Dan bukankah demikian juga Rahab, pelacur itu, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia menyembunyikan orang-orang yang disuruh itu di dalam rumahnya, lalu menolong mereka lolos melalui jalan yang lain?
Yakobus menyandingkan antara perbuatan dengan iman seperti pohon harus ada buahnya. Untuk memberikan penegasan tentang betapa pentingnya iman harus disertai perbuatan, Yakobus mengangkat satu peristiwa yang terjadi 1.500 tahun sebelum Yakobus menulis ayat ini. Jadilah orang Kristen yang tidak gampang hanyut oleh pengajaran, tentang peristiwa dulu rasul Paulus tuliskan dalam suratan Roma 15:4 - Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci.
Berangkat dari Yakobus 2:25, Rahab --memang faktanya seorang pelacur-- dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya. Ketika manusia jatuh dalam dosa maka jembatan hubungan antara Allah dengan manusia putus, namun bukanlah Tuhan kalau sampai Tuhan tidak berusaha membangun jembatan keselamatan walaupun manusia sudah jatuh dalam dosa karena manusia membawa gambar dan rupa Allah, manusia diciptakan just a little lower than God. Jembatan Tuhan bangun, jembatan keselamatan yang diujung sana lahirlah Yesus. Matius 1:5, jembatan Tuhan bangun melalui Abraham, Ishak, Yakub, potongan besi mulai dikumpulkan oleh Tuhan untuk membangun, salah satu potongan adalah Rut orang Moab seorang kafir, Rut mempunyai komponen taat, penuh kasih, setia, mempunyai iman yang kuat; ia dihargai oleh Tuhan, itu sebabnya Rut diambil sebagai material untuk membangun jembatan sehingga Rut melahirkan Obed (kakek Daud) melalui Boas, dari Daud kemudian nanti sampai kepada Yesus. Rahab yang Yakobus tulis seorang pelacur pun Tuhan angkat menjadi material untuk membangun jembatan tadi. Rahab karena ia punya iman, Tuhan pakai dia untuk melahirkan Boas (kakek buyut Daud). Iman dan perbuatan yang bagaimana yang ada pada Rahab?
1. Iman yang dimiliki Rahab (Yosua 2:8-13):
Rahab mendengar bahwa TUHAN telah mengeringkan air Laut Teberau di depan kamu, ketika kamu berjalan keluar dari Mesir, dan apa yang kamu lakukan kepada kedua raja orang Amori yang di seberang sungai Yordan itu, yakni kepada Sihon dan Og, yang telah kamu tumpas (Yosua 2:10). Pada waktu orang Israel menyeberang Laut Teberau, Musa menyanyi nyanyian nubuatan (Keluaran 15:14-16), Laut Teberau terbelah dua, berita ini terdengar sampai kemana-mana. Ketika raja Sihon (Bilangan 21:21-23) dan raja Og (Bilangan 21:33-34) tidak mengijinkan orang Israel untuk lewat daerah mereka, Tuhan menumpas mereka, orang Israel tidak perlu berperang, Tuhan yang tampil berperang. Tuhan akan membela orang benar tapi jaga status kita sebagai orang benar. Yosua 2:13, iman yang miliki Rahab adalah iman yang tidak dapat digoyahkan, iman yang mau dan juga terbeban untuk menyelamatkan banyak orang ketika kota Yerikho akan dibinasakan.
2. Perbuatan Rahab karena iman kepada Tuhan (Yosua 2:1-6):
Ketika orang-orang Yerikho menyelidiki rumah Rahab, Rahab menyembunyikan di atas sotoh rumahnya dua orang pengintai yang diutus oleh Yosua. Perbuatan Rahab, ketika ia punya iman yang benar, ia punya roh untuk merawat, menjaga dan memelihara. Buku yang ditulis oleh rabi orang Ibrani menuliskan hampir sebagian besar imam dan nabi, mereka adalah keturunan melalui Rahab. Imam tugasnya merawat dan memelihara, kalau kita berkata kita mempunyai iman, kita harus punya roh untuk merawat dan memelihara.
Maleakhi 3:16 - "TUHAN memperhatikan dan mendengarnya; sebuah kitab peringatan ditulis di hadapan-Nya bagi orang-orang yang takut akan TUHAN dan bagi orang-orang yang menghormati nama-Nya.” Tuhan punya buku peringatan yang menulis tentang orang-orang yang punya kepedulian terhadap pekerjaan Tuhan seperti Rahab menyelamatkan dua orang pengintai tadi.
Kita harus mempunyai roh untuk menjaga, merawat, menunggui rumah tangga, jemaat, gereja lokal. Banyak orang perlu ditolong, maukah kita menolong mereka?
Amin.
Sunday, April 11, 2010
PERBUATAN DAN IMAN HARUS BERJALAN SEIRING
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 11 April 2010
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 2:24 - Jadi kamu lihat, bahwa manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman. Berulang-ulang kita telah melihat dahsyatnya iman karena anugerah (pemberian Allah) dan ketika kita imani pemberian Allah, kita diselamatkan; bahkan Paulus katakan dalam surat Roma cukup kita imani, kita dibenarkan dan setelah disebut orang benar, 1.000 tahun sebelum Yesus lahir Salomo katakan dalam Amsal 4:18 - Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari.
Kata “jadi” dalam Yakobus 2:24 berarti kesimpulan dari sebuah perbincangan, Yakobus sedang berbicara tentang gereja yang bertumbuh, berbuah, mau mengalami kebangunan rohani, gereja yang punya perbuatan dan iman, dua komponen ini harus bersanding. Kita diselamatkan bukan hanya karena iman tapi juga perbuatan, gambarannya seperti pohon. Lukas 13:6-9, Tuhan bangga karena pohon ini bertumbuh tapi Tuhan juga geram karena pohon ini tidak ada buahnya, pohon yang tidak berbuah akan ditebang. Matius 7:20 - Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Banyak orang tahu tentang pohon dari buahnya. Sudahkah pohon hidup kita mengeluarkan buah?
Itu sebabnya Yakobus sandingkan antara iman dan perbuatan bagaikan pohon yang berbuah, perbuatan meneguhkan iman. Apa yang dimaksud dengan perbuatan? Perbuatan menunjuk apa yang diperbuat/dilakukan, menunjukkan tata hidup sehari-hari/kelakuannya. Apa yang dilakukan? Yang kelihatan/tampak (seperti menolong orang lain) dan yang tidak tampak (ayah dan ibu dari Musa punya perbuatan yang tidak kelihatan membungkus bayi Musa dengan doa, pujian dan penyerahan kepada Tuhan sehingga bisa dimaknai oleh putri Firaun).
Orang-orang yang ditulis dalam Alkitab yang memaknai lingkungannya:
1. Abraham (Kejadian 23:1-6).
Ketika Abraham berada di Kiryat-Arba (Hebron) ia adalah orang asing, orang pendatang; sewaktu Sara istrinya mati dan ia memerlukan tanah untuk menguburkan istrinya bani Het memberikan kebebasan untuk memilih dan gratis, tapi ia tidak mau tanah ‘gratisan’, ia membayar dengan 400 syikal perak. Bani Het menerima Abraham sebagai tokoh, raja agung, panutan bagi mereka, kenapa sampai orang-orang Kanaan menyebut demikian? Abraham orang beriman dan orang Kanaan banyak menikmati buah dari Abraham. Sementara bercocok tanam Abraham juga menggembalakan domba, demikian juga dengan Ishak, Ishak menabur dan menuai 100 kali lipat (Kejadian 26:12). Orang-orang Kanaan menabur tapi tidak pernah mengeluarkan buah. Ketika orang Kanaan melihat Abraham berhasil, Abraham bercerita tentang ketaatannya dan imannya. Ibrani 11:8, 17, ada dua komponen ilahi yang selalu ada dalam hidupnya. Perbuatan Abraham telah dimaknai oleh lingkungannya, ia diberkati karena buah yang dihasilkan/dikeluarkan.
2. Paulus (Kisah Para Rasul 28:1-6).
Paulus beserta dengan tahanan-tahanan dan para prajurit sedang dalam perjalanan dengan kapal menuju ke Roma, Paulus harus diadili karena suatu dakwaan. Di hari yang keempat belas kapal mereka karam dan ketika tiba di pulau Malta mereka menghangatkan badan di api unggun, Paulus memungut seberkas ranting-ranting dan meletakkannya di api itu keluarlah seekor ular beludak dan memagut tangannya. Penduduk Malta berkata orang ini pasti orang pembunuh dan mereka menyangka Paulus akan mati, tetapi setelah lama menunggu tidak terjadi apa-apa dengan Paulus dan mereka menyebutnya dewa. Kenapa Paulus sampai mendapat sebutan/predikat dewa? Paulus bukan hanya pohon imannya yang kelihatan tapi buahnya bisa memaknai lingkungan. Galatia 6:17, hidup Paulus sudah dibaharui, ketika ia terima perangai baru ia menerima melalui penderitaan selar besi yang memberi tanda bahwa ia milik Yesus.
Perbuatan dan iman harus berjalan seiring, ketika perbuatan dan iman berjalan seiring, pohon disertai dengan buah, kekristenan kita disertai perbuatan baik, Matius 5:16 - Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga; setiap hari kita membawa sajian yang dinikmati orang lain. Berita di dunia setiap hari sangat menakutkan tapi ketika orang Kristen, mereka bukan hanya pohon yang subur tapi punya buah, mereka akan memashyur Tuhan, sudah waktunya dunia memashyurkan Tuhan.
Amin.
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 2:24 - Jadi kamu lihat, bahwa manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman. Berulang-ulang kita telah melihat dahsyatnya iman karena anugerah (pemberian Allah) dan ketika kita imani pemberian Allah, kita diselamatkan; bahkan Paulus katakan dalam surat Roma cukup kita imani, kita dibenarkan dan setelah disebut orang benar, 1.000 tahun sebelum Yesus lahir Salomo katakan dalam Amsal 4:18 - Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari.
Kata “jadi” dalam Yakobus 2:24 berarti kesimpulan dari sebuah perbincangan, Yakobus sedang berbicara tentang gereja yang bertumbuh, berbuah, mau mengalami kebangunan rohani, gereja yang punya perbuatan dan iman, dua komponen ini harus bersanding. Kita diselamatkan bukan hanya karena iman tapi juga perbuatan, gambarannya seperti pohon. Lukas 13:6-9, Tuhan bangga karena pohon ini bertumbuh tapi Tuhan juga geram karena pohon ini tidak ada buahnya, pohon yang tidak berbuah akan ditebang. Matius 7:20 - Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Banyak orang tahu tentang pohon dari buahnya. Sudahkah pohon hidup kita mengeluarkan buah?
Itu sebabnya Yakobus sandingkan antara iman dan perbuatan bagaikan pohon yang berbuah, perbuatan meneguhkan iman. Apa yang dimaksud dengan perbuatan? Perbuatan menunjuk apa yang diperbuat/dilakukan, menunjukkan tata hidup sehari-hari/kelakuannya. Apa yang dilakukan? Yang kelihatan/tampak (seperti menolong orang lain) dan yang tidak tampak (ayah dan ibu dari Musa punya perbuatan yang tidak kelihatan membungkus bayi Musa dengan doa, pujian dan penyerahan kepada Tuhan sehingga bisa dimaknai oleh putri Firaun).
Orang-orang yang ditulis dalam Alkitab yang memaknai lingkungannya:
1. Abraham (Kejadian 23:1-6).
Ketika Abraham berada di Kiryat-Arba (Hebron) ia adalah orang asing, orang pendatang; sewaktu Sara istrinya mati dan ia memerlukan tanah untuk menguburkan istrinya bani Het memberikan kebebasan untuk memilih dan gratis, tapi ia tidak mau tanah ‘gratisan’, ia membayar dengan 400 syikal perak. Bani Het menerima Abraham sebagai tokoh, raja agung, panutan bagi mereka, kenapa sampai orang-orang Kanaan menyebut demikian? Abraham orang beriman dan orang Kanaan banyak menikmati buah dari Abraham. Sementara bercocok tanam Abraham juga menggembalakan domba, demikian juga dengan Ishak, Ishak menabur dan menuai 100 kali lipat (Kejadian 26:12). Orang-orang Kanaan menabur tapi tidak pernah mengeluarkan buah. Ketika orang Kanaan melihat Abraham berhasil, Abraham bercerita tentang ketaatannya dan imannya. Ibrani 11:8, 17, ada dua komponen ilahi yang selalu ada dalam hidupnya. Perbuatan Abraham telah dimaknai oleh lingkungannya, ia diberkati karena buah yang dihasilkan/dikeluarkan.
2. Paulus (Kisah Para Rasul 28:1-6).
Paulus beserta dengan tahanan-tahanan dan para prajurit sedang dalam perjalanan dengan kapal menuju ke Roma, Paulus harus diadili karena suatu dakwaan. Di hari yang keempat belas kapal mereka karam dan ketika tiba di pulau Malta mereka menghangatkan badan di api unggun, Paulus memungut seberkas ranting-ranting dan meletakkannya di api itu keluarlah seekor ular beludak dan memagut tangannya. Penduduk Malta berkata orang ini pasti orang pembunuh dan mereka menyangka Paulus akan mati, tetapi setelah lama menunggu tidak terjadi apa-apa dengan Paulus dan mereka menyebutnya dewa. Kenapa Paulus sampai mendapat sebutan/predikat dewa? Paulus bukan hanya pohon imannya yang kelihatan tapi buahnya bisa memaknai lingkungan. Galatia 6:17, hidup Paulus sudah dibaharui, ketika ia terima perangai baru ia menerima melalui penderitaan selar besi yang memberi tanda bahwa ia milik Yesus.
Perbuatan dan iman harus berjalan seiring, ketika perbuatan dan iman berjalan seiring, pohon disertai dengan buah, kekristenan kita disertai perbuatan baik, Matius 5:16 - Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga; setiap hari kita membawa sajian yang dinikmati orang lain. Berita di dunia setiap hari sangat menakutkan tapi ketika orang Kristen, mereka bukan hanya pohon yang subur tapi punya buah, mereka akan memashyur Tuhan, sudah waktunya dunia memashyurkan Tuhan.
Amin.
Sunday, April 04, 2010
YESUS TELAH BANGKIT
Ringkasan Khotbah Kebaktian Paskah, 4 April 2010
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Lukas 24:5, 6 - Mereka sangat ketakutan dan menundukkan kepala, tetapi kedua orang itu berkata kepada mereka: "Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati? Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit. Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kamu, ketika Ia masih di Galilea.
Siapa yang dimaksud dengan kedua orang itu? Yohanes 20:12 menyebutnya sebagai dua orang malaikat, sedangkan dalam Lukas 24 kedua orang itu disebut dua pribadi yang selalu hadir saat Yesus lahir, saat Yesus dalam pelayanan, saat Yesus mati, dikubur dan bangkit, saat Yesus naik ke sorga juga muncul dua orang itu. Mereka adalah Musa dan Elia, kubur mereka tidak ada, dua orang ini diangkat hidup-hidup oleh Tuhan. Pada waktu antikris akan muncul, Tuhan tetap punya waktu agar orang Israel diselamatkan, mereka akan turun di Yerusalem dan bersaksi. Mereka bersaksi Yesus telah bangkit, artinya Yesus telah taklukkan penderitaan, menang atas penyakit, Ia telah membungkam lubang-lubang kegagalan, lubang-lubang kehancuran dan kita alami kemenangan karena kebangkitanNya. Ia hadirkan kemenangan.
Ketika Yesus mati kemudian dikubur murid-muridNya sangat panik dan ketakutan mencari tempat perlindungan, yang 1000 tahun sebelumnya Mazmur 55:5-9 gambarkan Daud panik dan takut. Realita Mazmur 55 ada dalam I Samuel 17:48-51, raja Saul suntuk dan diliputi kegentaran karena raksasa Goliat yang tingginya hampir 3 meter, selama 40 hari pagi dan sore ia menantang tentara Israel yang dipimpin raja Saul. Kemudian majulah Daud yang masih remaja menghadapi Goliat dan berkata: "Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu” (I Samuel 17:45). Batu yang dilempar oleh Daud mengenai dahi Goliat dan Goliat pun roboh. Seluruh orang Israel bertempik sorak, namun muncul kebencian Saul pada Daud dan ia membuat program untuk menghabisi Daud.
Daud sudah berbuat baik tapi ia menjadi buronan raja Saul. I Samuel 18-26, enam kali Saul berusaha membunuh Daud. I Samuel 21:1, menurut logika Daud tidak bisa lolos tapi Daud seorang yang diurapi Tuhan, Tuhan menjaga, menyimpan dia. Bagaimana ia menang sehingga ketika dalam kegentaran karena berhadapan dengan kematian ia seperti yang Mazmur 55 gambarkan. Daud lari ke Gad, ketika dia tahu orang-orang Gad tidak bersahabat dengan dia, ia pura-pura tidak waras dan raja Gad mengusirnya larilah Daud ke padang gurun, di sana ia tetap dihantui suara Saul yang akan membunuhnya dan kemudian ia lari ke gua Adulam dan di sana Tuhan memulihkan. Tuhan ingatkan kembali saat ia diurapi oleh Samuel, akhirnya ia berpikir mau lari ke mana lagi.
Daud teringat ada kota kecil dekat Yerusalem yang dihuni oleh imam-imam yaitu Nob, ia disambut imam Ahimelekh. Daud, bukan soal hilang pengharapan tapi sisa-sisa semangat habis, masa depan hancur, ia mencoba menyelamatkan diri tapi tidak menerima ketenangan. Ketika Daud meminta roti kepada Ahimelekh, ia hanya punya roti sajian yang tidak boleh diberikan kepada sembarang orang (I Samuel 21:6). Roti sajian (= Lechem Paniym - bahasa Ibrani) berarti roti peraturan Tuhan; orang yang makan roti ini sekalipun hidupnya hancur berantakan Tuhan akan atur kembali, akan dirapihkan oleh Tuhan jasmani dan rohani. Lalu makanlah Daud, Daud masih takut tapi Daud yakin Tuhan sudah atur masa depannya, lorong-lorong yang akan ia lalui. Sekali lagi Daud bertanya pada Ahimelekh apakah punya tombak atau pedang (I Samuel 21:8-9). Lalu Ahimelekh memberikan kepada Daud pedang Goliat yang dia simpan, pulanglah Daud dengan damai.
1.062 tahun kemudian Yohanes 20:19, setelah peristiwa di Nob, Daud makan roti sajian dan menerima pedang yang telah mengalahkan Goliat, buyut Daud secara jasmani yaitu Yesus, Dia melihat murid-muridNya sedang panik, mereka lari ingin mencari tempat aman, kemudian Dia berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!” (“Peace be with you”). Peace diangkat dari bahasa Latin pax artinya ditata, dirapihkan. Yesus mau tata, benahi, rapihkan. Kebangkitan Yesus adalah berita Ia mau merapihkan hidup, keluarga, masa depan kita. Setelah Tuhan rapihkan, roti sajian Yesus beri kepada murid-muridNya, Ia berikan peraturan-peraturan. Yohanes 20:21-22, Yesus tahu murid-muridNya tidak punya senjata, gampang lemah, sebelum Ia mengutus mereka ia memberikan pedang kemenangan yaitu kuasa Roh Kudus. Hari kebangkitan adalah hari Tuhan merapihkan hidup kita, komponen yang harus kita miliki adalah taat, jangan mengandalkan tombak atau pedang tapi mintalah kuasa Roh Kudus.
Amin.
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Lukas 24:5, 6 - Mereka sangat ketakutan dan menundukkan kepala, tetapi kedua orang itu berkata kepada mereka: "Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati? Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit. Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kamu, ketika Ia masih di Galilea.
Siapa yang dimaksud dengan kedua orang itu? Yohanes 20:12 menyebutnya sebagai dua orang malaikat, sedangkan dalam Lukas 24 kedua orang itu disebut dua pribadi yang selalu hadir saat Yesus lahir, saat Yesus dalam pelayanan, saat Yesus mati, dikubur dan bangkit, saat Yesus naik ke sorga juga muncul dua orang itu. Mereka adalah Musa dan Elia, kubur mereka tidak ada, dua orang ini diangkat hidup-hidup oleh Tuhan. Pada waktu antikris akan muncul, Tuhan tetap punya waktu agar orang Israel diselamatkan, mereka akan turun di Yerusalem dan bersaksi. Mereka bersaksi Yesus telah bangkit, artinya Yesus telah taklukkan penderitaan, menang atas penyakit, Ia telah membungkam lubang-lubang kegagalan, lubang-lubang kehancuran dan kita alami kemenangan karena kebangkitanNya. Ia hadirkan kemenangan.
Ketika Yesus mati kemudian dikubur murid-muridNya sangat panik dan ketakutan mencari tempat perlindungan, yang 1000 tahun sebelumnya Mazmur 55:5-9 gambarkan Daud panik dan takut. Realita Mazmur 55 ada dalam I Samuel 17:48-51, raja Saul suntuk dan diliputi kegentaran karena raksasa Goliat yang tingginya hampir 3 meter, selama 40 hari pagi dan sore ia menantang tentara Israel yang dipimpin raja Saul. Kemudian majulah Daud yang masih remaja menghadapi Goliat dan berkata: "Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu” (I Samuel 17:45). Batu yang dilempar oleh Daud mengenai dahi Goliat dan Goliat pun roboh. Seluruh orang Israel bertempik sorak, namun muncul kebencian Saul pada Daud dan ia membuat program untuk menghabisi Daud.
Daud sudah berbuat baik tapi ia menjadi buronan raja Saul. I Samuel 18-26, enam kali Saul berusaha membunuh Daud. I Samuel 21:1, menurut logika Daud tidak bisa lolos tapi Daud seorang yang diurapi Tuhan, Tuhan menjaga, menyimpan dia. Bagaimana ia menang sehingga ketika dalam kegentaran karena berhadapan dengan kematian ia seperti yang Mazmur 55 gambarkan. Daud lari ke Gad, ketika dia tahu orang-orang Gad tidak bersahabat dengan dia, ia pura-pura tidak waras dan raja Gad mengusirnya larilah Daud ke padang gurun, di sana ia tetap dihantui suara Saul yang akan membunuhnya dan kemudian ia lari ke gua Adulam dan di sana Tuhan memulihkan. Tuhan ingatkan kembali saat ia diurapi oleh Samuel, akhirnya ia berpikir mau lari ke mana lagi.
Daud teringat ada kota kecil dekat Yerusalem yang dihuni oleh imam-imam yaitu Nob, ia disambut imam Ahimelekh. Daud, bukan soal hilang pengharapan tapi sisa-sisa semangat habis, masa depan hancur, ia mencoba menyelamatkan diri tapi tidak menerima ketenangan. Ketika Daud meminta roti kepada Ahimelekh, ia hanya punya roti sajian yang tidak boleh diberikan kepada sembarang orang (I Samuel 21:6). Roti sajian (= Lechem Paniym - bahasa Ibrani) berarti roti peraturan Tuhan; orang yang makan roti ini sekalipun hidupnya hancur berantakan Tuhan akan atur kembali, akan dirapihkan oleh Tuhan jasmani dan rohani. Lalu makanlah Daud, Daud masih takut tapi Daud yakin Tuhan sudah atur masa depannya, lorong-lorong yang akan ia lalui. Sekali lagi Daud bertanya pada Ahimelekh apakah punya tombak atau pedang (I Samuel 21:8-9). Lalu Ahimelekh memberikan kepada Daud pedang Goliat yang dia simpan, pulanglah Daud dengan damai.
1.062 tahun kemudian Yohanes 20:19, setelah peristiwa di Nob, Daud makan roti sajian dan menerima pedang yang telah mengalahkan Goliat, buyut Daud secara jasmani yaitu Yesus, Dia melihat murid-muridNya sedang panik, mereka lari ingin mencari tempat aman, kemudian Dia berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!” (“Peace be with you”). Peace diangkat dari bahasa Latin pax artinya ditata, dirapihkan. Yesus mau tata, benahi, rapihkan. Kebangkitan Yesus adalah berita Ia mau merapihkan hidup, keluarga, masa depan kita. Setelah Tuhan rapihkan, roti sajian Yesus beri kepada murid-muridNya, Ia berikan peraturan-peraturan. Yohanes 20:21-22, Yesus tahu murid-muridNya tidak punya senjata, gampang lemah, sebelum Ia mengutus mereka ia memberikan pedang kemenangan yaitu kuasa Roh Kudus. Hari kebangkitan adalah hari Tuhan merapihkan hidup kita, komponen yang harus kita miliki adalah taat, jangan mengandalkan tombak atau pedang tapi mintalah kuasa Roh Kudus.
Amin.
Sunday, March 28, 2010
SAHABAT ALLAH
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 28 Maret 2010 – Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 2:23 - Dengan jalan demikian genaplah nas yang mengatakan: "Lalu percayalah Abraham kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran." Karena itu Abraham disebut: "Sahabat Allah." Dalam istilah perbankan ada nomor rekening dan nama pemilik rekening, Tuhan punya nomor rekening, nama rekening itu kebenaran; mereka yang memenuhi syarat sesuai firman Allah akan dimasukkan/dijumlahkan dalam rekening kebenaran, karena itu Abraham disebut sahabat Allah. Abraham mempunyai latar belakang penyembah berhala, tapi Allah melihat ke dalam hati, Abraham punya mutu patuh lalu Tuhan memanggil Abraham untuk keluar dari Urkasdim.
Kejadian 15:1-6 merupakan proses kenapa Abraham sampai disebut sahabat Allah. Umur 75 tahun Tuhan memanggil Abraham keluar dari Urkasdim (Kejadian 12), awalnya dia bernama Abram kemudian huruf ‘h’ (unsur Allah, simbol Yehova) dimasukkan ke dalam nama dan dirinya. Tuhan berjanji Abraham akan menjadi bangsa yang besar, memiliki keturunan yang diberkati, dan keturunannya akan menjadi berkat buat bangsa-bangsa lain. Sampai umur 90 tahun Abraham belum mempunyai anak, Abraham mulai ragu pada dirinya apakah ia bisa memiliki janji Allah itu. Tetapi datanglah firman TUHAN kepadanya, demikian: "Orang ini tidak akan menjadi ahli warismu, melainkan anak kandungmu, dialah yang akan menjadi ahli warismu." ... "Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya." Maka firman-Nya kepadanya: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu. Lalu percayalah Abram kepada TUHAN (ayat 4-6), sejak itu Abraham diperhitungkan ke dalam rekening kebenaran-- disebut benar.
Yesaya 41:8, 1.141 tahun setelah Abraham mati, Tuhan berkata melalui Yesaya, Tuhan ingat betul apa yang telah Ia katakan pada Abraham 1.141 tahun yang lalu, Abraham adalah seorang sahabat dan seorang yang paling dicinta oleh Tuhan yang kemudian 1.899 tahun sesudah Abraham mati Yakobus menulis (Yakobus 2:23) Abraham sudah dimasukkan ke dalam rekening kebenaran dan ia disebut sahabat Allah. Kita adalah keturunan Abraham secara rohani, Yohanes 15 mengatakan kalau kita menaati firman maka kita akan disebut sahabat, kekasih Tuhan. Kenapa Tuhan sampai memberi Abraham gelar sahabat dan dipercaya oleh Tuhan?
1. Kisah Para Rasul 7:1-5.
Allah mengajar Abraham dan Abraham lulus dalam ajaran itu, ketaatannya bukan soal untuk mendapat imbalan, tujuan Abraham menaati firman Tuhan karena mencintai Tuhan (ayat 5). Abraham dipanggil untuk menjadi berkat dan ia disebut sahabat Allah. Matius 25:34, kenapa sampai yang di sebelah kanan disebut keluarga/bangsa yang diberkati oleh Bapa? Karena mereka ikut Tuhan, melayani, setia karena cinta kepada Tuhan, mereka punya 5 andalan (berpotensi), semuanya diserahkan dan menjadi berkat. Berbeda dengan yang di sebelah kiri, mereka hanya tutup mata, tutup tangan dan tidak mau saling memperhatikan.
2. Kejadian 13:6-7.
Abraham mempunyai kualitas betul-betul bukan mementingkan diri sendiri tapi ia betul-betul memperhatikan orang lain, saat pegawai-pegawai Lot--keponakannya dan pegawai-pegawainya bertengkar memperebutkan padang penggembalaan, Abraham seharusnya yang berhak untuk memilih lebih dahulu tapi ia menghargai Lot yang lebih muda. Firman Tuhan menasihati supaya orang muda menghormati orang yang tua (I Petrus 5:5) dan mengendalikan diri dalam segala hal (Titus 2:6). Abraham berkata pada Lot: “Baiklah pisahkan dirimu dari padaku; jika engkau ke kiri, maka aku ke kanan, jika engkau ke kanan, maka aku ke kiri” (Kejadian 13:9). Ternyata Lot memilih yang paling baik, Abraham tidak protes. Setelah Abraham lepaskan yang paling baik untuk orang lain, Tuhan berkata, Tuhan berjanji: "Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ke timur dan barat, utara dan selatan, sebab seluruh negeri yang kaulihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu untuk selama-lamanya” (Kejadian 13:14-15).
Kalau kita menaati firman Allah karena cinta kepada Tuhan, melepaskan yang terbaik (zona nyaman) untuk sesama, Tuhan tidak tutup tangan dan tutup mata, Tuhan berkata sekalipun timur, barat, utara, dan selatan adalah fakta-fakta yang menakutkan tapi itu akan ditaklukkan oleh kebenaran, Tuhan akan ubah menjadi warisan damai sejahtera.
Amin.
Yakobus 2:23 - Dengan jalan demikian genaplah nas yang mengatakan: "Lalu percayalah Abraham kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran." Karena itu Abraham disebut: "Sahabat Allah." Dalam istilah perbankan ada nomor rekening dan nama pemilik rekening, Tuhan punya nomor rekening, nama rekening itu kebenaran; mereka yang memenuhi syarat sesuai firman Allah akan dimasukkan/dijumlahkan dalam rekening kebenaran, karena itu Abraham disebut sahabat Allah. Abraham mempunyai latar belakang penyembah berhala, tapi Allah melihat ke dalam hati, Abraham punya mutu patuh lalu Tuhan memanggil Abraham untuk keluar dari Urkasdim.
Kejadian 15:1-6 merupakan proses kenapa Abraham sampai disebut sahabat Allah. Umur 75 tahun Tuhan memanggil Abraham keluar dari Urkasdim (Kejadian 12), awalnya dia bernama Abram kemudian huruf ‘h’ (unsur Allah, simbol Yehova) dimasukkan ke dalam nama dan dirinya. Tuhan berjanji Abraham akan menjadi bangsa yang besar, memiliki keturunan yang diberkati, dan keturunannya akan menjadi berkat buat bangsa-bangsa lain. Sampai umur 90 tahun Abraham belum mempunyai anak, Abraham mulai ragu pada dirinya apakah ia bisa memiliki janji Allah itu. Tetapi datanglah firman TUHAN kepadanya, demikian: "Orang ini tidak akan menjadi ahli warismu, melainkan anak kandungmu, dialah yang akan menjadi ahli warismu." ... "Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya." Maka firman-Nya kepadanya: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu. Lalu percayalah Abram kepada TUHAN (ayat 4-6), sejak itu Abraham diperhitungkan ke dalam rekening kebenaran-- disebut benar.
Yesaya 41:8, 1.141 tahun setelah Abraham mati, Tuhan berkata melalui Yesaya, Tuhan ingat betul apa yang telah Ia katakan pada Abraham 1.141 tahun yang lalu, Abraham adalah seorang sahabat dan seorang yang paling dicinta oleh Tuhan yang kemudian 1.899 tahun sesudah Abraham mati Yakobus menulis (Yakobus 2:23) Abraham sudah dimasukkan ke dalam rekening kebenaran dan ia disebut sahabat Allah. Kita adalah keturunan Abraham secara rohani, Yohanes 15 mengatakan kalau kita menaati firman maka kita akan disebut sahabat, kekasih Tuhan. Kenapa Tuhan sampai memberi Abraham gelar sahabat dan dipercaya oleh Tuhan?
1. Kisah Para Rasul 7:1-5.
Allah mengajar Abraham dan Abraham lulus dalam ajaran itu, ketaatannya bukan soal untuk mendapat imbalan, tujuan Abraham menaati firman Tuhan karena mencintai Tuhan (ayat 5). Abraham dipanggil untuk menjadi berkat dan ia disebut sahabat Allah. Matius 25:34, kenapa sampai yang di sebelah kanan disebut keluarga/bangsa yang diberkati oleh Bapa? Karena mereka ikut Tuhan, melayani, setia karena cinta kepada Tuhan, mereka punya 5 andalan (berpotensi), semuanya diserahkan dan menjadi berkat. Berbeda dengan yang di sebelah kiri, mereka hanya tutup mata, tutup tangan dan tidak mau saling memperhatikan.
2. Kejadian 13:6-7.
Abraham mempunyai kualitas betul-betul bukan mementingkan diri sendiri tapi ia betul-betul memperhatikan orang lain, saat pegawai-pegawai Lot--keponakannya dan pegawai-pegawainya bertengkar memperebutkan padang penggembalaan, Abraham seharusnya yang berhak untuk memilih lebih dahulu tapi ia menghargai Lot yang lebih muda. Firman Tuhan menasihati supaya orang muda menghormati orang yang tua (I Petrus 5:5) dan mengendalikan diri dalam segala hal (Titus 2:6). Abraham berkata pada Lot: “Baiklah pisahkan dirimu dari padaku; jika engkau ke kiri, maka aku ke kanan, jika engkau ke kanan, maka aku ke kiri” (Kejadian 13:9). Ternyata Lot memilih yang paling baik, Abraham tidak protes. Setelah Abraham lepaskan yang paling baik untuk orang lain, Tuhan berkata, Tuhan berjanji: "Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ke timur dan barat, utara dan selatan, sebab seluruh negeri yang kaulihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu untuk selama-lamanya” (Kejadian 13:14-15).
Kalau kita menaati firman Allah karena cinta kepada Tuhan, melepaskan yang terbaik (zona nyaman) untuk sesama, Tuhan tidak tutup tangan dan tutup mata, Tuhan berkata sekalipun timur, barat, utara, dan selatan adalah fakta-fakta yang menakutkan tapi itu akan ditaklukkan oleh kebenaran, Tuhan akan ubah menjadi warisan damai sejahtera.
Amin.
Sunday, March 14, 2010
HATI YANG TAAT DAN MENGASIHI TUHAN
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 14 Maret 2010 – Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 2:21 - Bukankah Abraham, bapa kita, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia mempersembahkan Ishak, anaknya, di atas mezbah?
Latar belakang hidup Abraham adalah nenek moyangnya penyembah berhala. Abraham disebut orang yang benar dan dibenarkan oleh iman dan perbuatannya. Yosua 24:2-3. Kenapa Abraham sampai dipilih menjadi bapa dari segala orang percaya? Tuhan melihat ke dalam hati setiap orang, kita bukan ditimbang karena kaya atau miskin tapi Tuhan menimbang hati. Bagaimana mutu hati Abraham?
Ibrani 11:8 - Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui. Karena iman Abraham taat, kualitas yang ada di dalam hati Abraham, Tuhan melihat dari kehidupan sehari-hari Abraham bertumbuh sebagai seorang anggota masyarakat yang punya ketaatan, sangat menghargai norma-norma/hukum apapun juga. Abraham punya ketaatan saat ia dipanggil untuk keluar dari negeri dan keluarganya. Ketika ia keluar dari Urkasdim Abraham berumur 75 tahun, ia seorang yang sudah mapan, kaum ningrat, ke mana saja ia pergi ia mendapatkan prioritas, orang-orang sangat menghargai dia karena dia taat pada hukum umum (hukum manusia). Tuhan melihat dalam hukum manusia saja ia taat apalagi untuk hukum sorga, lalu Abraham tinggalkan negeri dan kaum keluarganya dan pergi ke negeri yang tidak diketahuinya sebelumnya.
Waktu Abraham berada di zona nyaman Tuhan panggil dia untuk berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui. Sering kali ketika kita mendengar firman Allah, firman Allah menuntut untuk patuh tapi dalam kepatuhan kita menuntut imbalan. Ibrani 11:9, waktu Abraham tiba di tanah itu pun ia dianggap pendatang, orang asing, tidak ada penghargaan. Seorang yang taat dan mengasihi pada Tuhan tidak berharap akan mendapatkan apa-apa, tidak menuntut pada Tuhan, ia patuh karena ia mengasihi Tuhan.
Tuhan melihat Abraham punya kualitas patuh, kepatuhannya nyata sekali. Ibrani 11:17, karena iman ia taat dan mengasihi--seperti dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan nominal dan hukum yang menguatkan nominalnya; banyak orang menuntut pengakuan patuh tapi tidak mengasihi dan sebaliknya. Kalau kita mau dibenarkan Tuhan, kepatuhan bukan temporer tapi patuh selalu beriringan dengan kasih (cinta), banyak orang berjalan patuh tapi temporer. Karena Abraham taat dan mengasihi Tuhan waktu berumur 125 tahun, Ishak anak satu-satunya ia persembahkan pada Tuhan, Tuhan ingin tahu mutu kasihnya. Ishak berumur 25 tahun --umur produktif-- bagaimana kalau Abraham tidak mempunyai kasih?
Ketika Abraham mempunyai kepatuhan yang berjalan seiring dengan kasih, Tuhan sangat menghargai dan menghormati, kalau kita punya taat dan cinta kita pasti dihargai oleh Tuhan. Tuhan abaikan simfoni sorga, Tuhan mau mendengarkan kita karena kita patuh dan mengasihi Tuhan. Bagaimana Tuhan mau mendengar karena orang itu patuh dan mengasihi Tuhan? Hakim-hakim 6:1-6. Orang Israel menjadi sangat melarat dan menderita 7 tahun karena mereka dipermainkan oleh bangsa Midian yang jumlahnya sangat banyak tidak imbang dengan kekuatan mereka. Saat mereka menderita Tuhan menyuruh Gideon untuk mengumpulkan tentara, pertama kali berkumpullah 32.000 orang, melewati tahap seleksi tinggal 10.000 orang, dari 10.000 orang yang punya kualitas taat pada firman Allah dan mengasihi Tuhan yang berfirman hanya 300 orang. 300 orang yang taat dan mengasihi masih dites untuk berhadapan dengan puluhan ribu tentara Midian, orang Israel hanya bersenjatakan kendi, obor dan terompet. Kalau kita mendapatkan perintah ini kita mau taat atau tidak?
Tuhan sangat menghargai ketika kita taat dan cinta pada Tuhan, dengan senjata itu puluhan ribu orang Midian dikalahkan. Ketika kita menyatakan mau taat dan mengasihi Tuhan, Tuhan berkata dalam Ibrani 11:16 - ...Sebab itu Allah tidak malu disebut Allah mereka,... Gideon sangat dipermalukan ketika menyiapkan 300 kendi, obor dan terompet sebagai senjata, dan pengolok-olok ribuan orang tapi ketika kita taat kepada Roh Allah dan mau mengasihi apapun kata orang, Tuhan datang dan tampil berkata Aku tidak malu mengakui bahwa engkau anakKu, dombaKu, sebutlah Aku Bapa, Abba, dan Aku akan menolongmu. Maukah kita taat, seiring dengan taat mau cinta Yesus?
Amin.
Yakobus 2:21 - Bukankah Abraham, bapa kita, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia mempersembahkan Ishak, anaknya, di atas mezbah?
Latar belakang hidup Abraham adalah nenek moyangnya penyembah berhala. Abraham disebut orang yang benar dan dibenarkan oleh iman dan perbuatannya. Yosua 24:2-3. Kenapa Abraham sampai dipilih menjadi bapa dari segala orang percaya? Tuhan melihat ke dalam hati setiap orang, kita bukan ditimbang karena kaya atau miskin tapi Tuhan menimbang hati. Bagaimana mutu hati Abraham?
Ibrani 11:8 - Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui. Karena iman Abraham taat, kualitas yang ada di dalam hati Abraham, Tuhan melihat dari kehidupan sehari-hari Abraham bertumbuh sebagai seorang anggota masyarakat yang punya ketaatan, sangat menghargai norma-norma/hukum apapun juga. Abraham punya ketaatan saat ia dipanggil untuk keluar dari negeri dan keluarganya. Ketika ia keluar dari Urkasdim Abraham berumur 75 tahun, ia seorang yang sudah mapan, kaum ningrat, ke mana saja ia pergi ia mendapatkan prioritas, orang-orang sangat menghargai dia karena dia taat pada hukum umum (hukum manusia). Tuhan melihat dalam hukum manusia saja ia taat apalagi untuk hukum sorga, lalu Abraham tinggalkan negeri dan kaum keluarganya dan pergi ke negeri yang tidak diketahuinya sebelumnya.
Waktu Abraham berada di zona nyaman Tuhan panggil dia untuk berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui. Sering kali ketika kita mendengar firman Allah, firman Allah menuntut untuk patuh tapi dalam kepatuhan kita menuntut imbalan. Ibrani 11:9, waktu Abraham tiba di tanah itu pun ia dianggap pendatang, orang asing, tidak ada penghargaan. Seorang yang taat dan mengasihi pada Tuhan tidak berharap akan mendapatkan apa-apa, tidak menuntut pada Tuhan, ia patuh karena ia mengasihi Tuhan.
Tuhan melihat Abraham punya kualitas patuh, kepatuhannya nyata sekali. Ibrani 11:17, karena iman ia taat dan mengasihi--seperti dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan nominal dan hukum yang menguatkan nominalnya; banyak orang menuntut pengakuan patuh tapi tidak mengasihi dan sebaliknya. Kalau kita mau dibenarkan Tuhan, kepatuhan bukan temporer tapi patuh selalu beriringan dengan kasih (cinta), banyak orang berjalan patuh tapi temporer. Karena Abraham taat dan mengasihi Tuhan waktu berumur 125 tahun, Ishak anak satu-satunya ia persembahkan pada Tuhan, Tuhan ingin tahu mutu kasihnya. Ishak berumur 25 tahun --umur produktif-- bagaimana kalau Abraham tidak mempunyai kasih?
Ketika Abraham mempunyai kepatuhan yang berjalan seiring dengan kasih, Tuhan sangat menghargai dan menghormati, kalau kita punya taat dan cinta kita pasti dihargai oleh Tuhan. Tuhan abaikan simfoni sorga, Tuhan mau mendengarkan kita karena kita patuh dan mengasihi Tuhan. Bagaimana Tuhan mau mendengar karena orang itu patuh dan mengasihi Tuhan? Hakim-hakim 6:1-6. Orang Israel menjadi sangat melarat dan menderita 7 tahun karena mereka dipermainkan oleh bangsa Midian yang jumlahnya sangat banyak tidak imbang dengan kekuatan mereka. Saat mereka menderita Tuhan menyuruh Gideon untuk mengumpulkan tentara, pertama kali berkumpullah 32.000 orang, melewati tahap seleksi tinggal 10.000 orang, dari 10.000 orang yang punya kualitas taat pada firman Allah dan mengasihi Tuhan yang berfirman hanya 300 orang. 300 orang yang taat dan mengasihi masih dites untuk berhadapan dengan puluhan ribu tentara Midian, orang Israel hanya bersenjatakan kendi, obor dan terompet. Kalau kita mendapatkan perintah ini kita mau taat atau tidak?
Tuhan sangat menghargai ketika kita taat dan cinta pada Tuhan, dengan senjata itu puluhan ribu orang Midian dikalahkan. Ketika kita menyatakan mau taat dan mengasihi Tuhan, Tuhan berkata dalam Ibrani 11:16 - ...Sebab itu Allah tidak malu disebut Allah mereka,... Gideon sangat dipermalukan ketika menyiapkan 300 kendi, obor dan terompet sebagai senjata, dan pengolok-olok ribuan orang tapi ketika kita taat kepada Roh Allah dan mau mengasihi apapun kata orang, Tuhan datang dan tampil berkata Aku tidak malu mengakui bahwa engkau anakKu, dombaKu, sebutlah Aku Bapa, Abba, dan Aku akan menolongmu. Maukah kita taat, seiring dengan taat mau cinta Yesus?
Amin.
Sunday, March 07, 2010
JANGAN MENJADI MANUSIA YANG BEBAL !
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 7 Maret 2010
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 2:20 - Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang, bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong? (Hendaklah engkau mengetahui, hai orang yang sia-sia, bahwa iman dengan tiada perbuatan itu kosong! - Terjemahan Lama)
Yakobus didorong oleh Roh Allah untuk berbicara tentang orang yang tahu firman, tahu menyembah Tuhan tapi bodoh di hadapan Allah sehingga disematkan predikat bebal (= bodoh, totol, sia-sia). Mengetahui = belajar, mengerti, bercermin pada firman Allah untuk mengoreksi. Iman yang mati = agamawan, rohaniwan, orang percaya tapi penuh dengan virus penyakit. Ketika Yakobus berbicara tentang hal ini berangkat dari Ibrani 11:1-40, di sana terdapat parade iman yang melibatkan tokoh-tokoh Alkitab yang hidup dalam rentang waktu 4.000 tahun dari sejak awal zaman (dari Habel mengalami mati syahid) sampai nabi Maleakhi yang diancam akan dibunuh karena ia membawa suara Tuhan (kitab Maleakhi digambarkan seperti bapa memperhatikan anak-anaknya tapi anak-anaknya tidak tahu mengucap syukur).
Kenapa sampai Yokobus menggunakan kata-kata ada orang-orang yang menyebut dirinya beriman tapi sebenarnya mereka bebal/bodoh?
Metoda/cara Yesus menyampaikan firman Allah supaya orang percaya bisa mengerti pengajaran Tuhan, tidak bebal/bodoh melalui perumpamaan. Matius 13:13 - Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti. Tuhan mau supaya kita mengerti pengajaran-pengajaran dan untuk menunjukkan kualitas orang percaya Tuhan sampaikan melalui perumpamaan. Matius 13:47-51, waktu Yesus menggunakan perumpamaan akhirnya Yesus mengakhiri dengan pertanyaan: “Mengertikah kamu semuanya itu?” Kerajaan Sorga seumpama pukat yang mengumpulkan bermacam-macam ikan, ada ikan yang baik dan yang tidak baik.
Ketika Yesus mengajar tentang dua jenis pertumbuhan rohani yaitu gandum dan lalang, Yesus mengajar di antara cendekiawan dan para petani (Matius 13:24-26), sewaktu benih ditabur di ladang, benih yang ditabur adalah gandum tetapi waktu tidur Iblis datang menabur benih lalang. Di dalam satu kelompok orang percaya suka atau tidak suka ada gandum dan lalang. Gandum waktu dituai akan dibawa ke gudang, gandum-gandum ini mempunyai kesaksian yang baik karena gandum punya iman, iman mengerjakan kesaksian yang baik; sedangkan lalang mempunyai karakter akar imperata cylindrica (kelenjarnya mengandung racun, merusak, meracuni tanaman di sekitarnya).
Ketika Yesus mau menerangkan soal anugerah Allah (belas kasihan, waktu yang Tuhan beri kepada manusia), Yesus memberi perumpamaan kepada rohaniwan, agamawan dalam Lukas 13:6-7. Ada kebun anggur tapi di dalamnya ada pohon ara, hal ini bertentangan dengan peraturan Taurat (Imamat 19:19) tidak boleh ada dua jenis tanaman di satu ladang. Pada waktu Yesus datang pohon ara ini berdaun lebat tapi tidak berbuah, tidak menghargai anugerah Allah. Yohanes 8:43, Yesus sudah mengajar dengan perumpamaan tetapi mereka belum mengerti juga.
Siapa mereka yang Yakobus katakan orang Kristen tapi bebal?
Nehemia 9:21, kira-kira 1.046 tahun sejak orang Israel keluar dari Mesir, ketika Yesua (keturunan Lewi) membacakan kitab Taurat, mereka berdoa memohon pengampunan dan ia mengingatkan sepanjang perjalanan 40 tahun di padang belantara nenek moyang mereka dipelihara oleh Tuhan, namun sekali pun 40 tahun Tuhan tampil melayani kebutuhan mereka tapi mereka disebut bebal. Siapa yang disebut bebal? Ulangan 2:14, sebanyak 603.550 orang prajurit binasa karena Tuhan sendiri turun melawan mereka karena orang-orang ini bebal (bersungut-sungut, tidak mau taat kepada aturan firman Tuhan).
Nahkoda akan mendapat penghargaan kalau berada di laut lepas dengan gelombang dan badai karena ketika badai mengguncang, Tuhan sedang mendidik kita supaya kita tegar. Doa bukan saat kita memaksa Tuhan menyetujui semua keinginan kita tapi doa adalah saat kita menangkap isi hati Tuhan dan menyetujui rencanaNya. Iman tanpa perbuatan = bertahun-tahun mengikut Tuhan tapi tidak pernah lahir baru (hati penuh dengan kebusukan). Ketika di dalam gereja ada orang-orang bebal --menamakan orang beriman tapi tidak ada bukti iman, tidak lahir baru-- Tuhan meratap, menangis (Yeremia 8:18-22 - Tidak tersembuhkan kedukaan yang menimpa diriku, hatiku sakit pedih.... Tidak adakah balsam di Gilead? Tidak adakah tabib di sana? Mengapakah belum datang juga kesembuhan luka puteri bangsaku). Gilead = bukit kesaksian, kita adalah Gilead, maukah kita menjadi balsam untuk membebat luka hati Tuhan?
Amin.
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 2:20 - Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang, bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong? (Hendaklah engkau mengetahui, hai orang yang sia-sia, bahwa iman dengan tiada perbuatan itu kosong! - Terjemahan Lama)
Yakobus didorong oleh Roh Allah untuk berbicara tentang orang yang tahu firman, tahu menyembah Tuhan tapi bodoh di hadapan Allah sehingga disematkan predikat bebal (= bodoh, totol, sia-sia). Mengetahui = belajar, mengerti, bercermin pada firman Allah untuk mengoreksi. Iman yang mati = agamawan, rohaniwan, orang percaya tapi penuh dengan virus penyakit. Ketika Yakobus berbicara tentang hal ini berangkat dari Ibrani 11:1-40, di sana terdapat parade iman yang melibatkan tokoh-tokoh Alkitab yang hidup dalam rentang waktu 4.000 tahun dari sejak awal zaman (dari Habel mengalami mati syahid) sampai nabi Maleakhi yang diancam akan dibunuh karena ia membawa suara Tuhan (kitab Maleakhi digambarkan seperti bapa memperhatikan anak-anaknya tapi anak-anaknya tidak tahu mengucap syukur).
Kenapa sampai Yokobus menggunakan kata-kata ada orang-orang yang menyebut dirinya beriman tapi sebenarnya mereka bebal/bodoh?
Metoda/cara Yesus menyampaikan firman Allah supaya orang percaya bisa mengerti pengajaran Tuhan, tidak bebal/bodoh melalui perumpamaan. Matius 13:13 - Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti. Tuhan mau supaya kita mengerti pengajaran-pengajaran dan untuk menunjukkan kualitas orang percaya Tuhan sampaikan melalui perumpamaan. Matius 13:47-51, waktu Yesus menggunakan perumpamaan akhirnya Yesus mengakhiri dengan pertanyaan: “Mengertikah kamu semuanya itu?” Kerajaan Sorga seumpama pukat yang mengumpulkan bermacam-macam ikan, ada ikan yang baik dan yang tidak baik.
Ketika Yesus mengajar tentang dua jenis pertumbuhan rohani yaitu gandum dan lalang, Yesus mengajar di antara cendekiawan dan para petani (Matius 13:24-26), sewaktu benih ditabur di ladang, benih yang ditabur adalah gandum tetapi waktu tidur Iblis datang menabur benih lalang. Di dalam satu kelompok orang percaya suka atau tidak suka ada gandum dan lalang. Gandum waktu dituai akan dibawa ke gudang, gandum-gandum ini mempunyai kesaksian yang baik karena gandum punya iman, iman mengerjakan kesaksian yang baik; sedangkan lalang mempunyai karakter akar imperata cylindrica (kelenjarnya mengandung racun, merusak, meracuni tanaman di sekitarnya).
Ketika Yesus mau menerangkan soal anugerah Allah (belas kasihan, waktu yang Tuhan beri kepada manusia), Yesus memberi perumpamaan kepada rohaniwan, agamawan dalam Lukas 13:6-7. Ada kebun anggur tapi di dalamnya ada pohon ara, hal ini bertentangan dengan peraturan Taurat (Imamat 19:19) tidak boleh ada dua jenis tanaman di satu ladang. Pada waktu Yesus datang pohon ara ini berdaun lebat tapi tidak berbuah, tidak menghargai anugerah Allah. Yohanes 8:43, Yesus sudah mengajar dengan perumpamaan tetapi mereka belum mengerti juga.
Siapa mereka yang Yakobus katakan orang Kristen tapi bebal?
Nehemia 9:21, kira-kira 1.046 tahun sejak orang Israel keluar dari Mesir, ketika Yesua (keturunan Lewi) membacakan kitab Taurat, mereka berdoa memohon pengampunan dan ia mengingatkan sepanjang perjalanan 40 tahun di padang belantara nenek moyang mereka dipelihara oleh Tuhan, namun sekali pun 40 tahun Tuhan tampil melayani kebutuhan mereka tapi mereka disebut bebal. Siapa yang disebut bebal? Ulangan 2:14, sebanyak 603.550 orang prajurit binasa karena Tuhan sendiri turun melawan mereka karena orang-orang ini bebal (bersungut-sungut, tidak mau taat kepada aturan firman Tuhan).
Nahkoda akan mendapat penghargaan kalau berada di laut lepas dengan gelombang dan badai karena ketika badai mengguncang, Tuhan sedang mendidik kita supaya kita tegar. Doa bukan saat kita memaksa Tuhan menyetujui semua keinginan kita tapi doa adalah saat kita menangkap isi hati Tuhan dan menyetujui rencanaNya. Iman tanpa perbuatan = bertahun-tahun mengikut Tuhan tapi tidak pernah lahir baru (hati penuh dengan kebusukan). Ketika di dalam gereja ada orang-orang bebal --menamakan orang beriman tapi tidak ada bukti iman, tidak lahir baru-- Tuhan meratap, menangis (Yeremia 8:18-22 - Tidak tersembuhkan kedukaan yang menimpa diriku, hatiku sakit pedih.... Tidak adakah balsam di Gilead? Tidak adakah tabib di sana? Mengapakah belum datang juga kesembuhan luka puteri bangsaku). Gilead = bukit kesaksian, kita adalah Gilead, maukah kita menjadi balsam untuk membebat luka hati Tuhan?
Amin.
Sunday, February 28, 2010
IMAN AKAN MENGERJAKAN KESAKSIAN YANG BAIK
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 28 Februari 2010 – Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 2:19 - Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setan pun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar.
Roh Allah mendorong Yakobus untuk membetulkan, memurnikan, memperbaiki pemahaman orang percaya tentang iman karena sering kali melalui pengalaman sehari-hari orang percaya keliru memahami tentang iman. Iman yang bagaimana? ...setan-setan pun juga percaya... percaya = phrissō - bahasa Yunani (percaya yang gemetar, mengakui tapi tidak berselang lama dia melawan, menolak, menyanggah).
Perbandingan antara daya cipta dengan iman. Otoritas yang Allah pernah beri kepada manusia sehingga manusia punya daya cipta dengan kuasa karena iman atas firman Allah, kalau kita tidak memahami kita akan berkata sama saja, untuk apa kita punya iman. Allah memberi kuasa/ kemampuan kepada manusia sehingga manusia punya daya cipta. Mazmur 8:5-7, mengindahkan = mengunjungi. Manusia diciptakan berbeda sedikit dengan Allah (a little lower than God), hampir sama seperti Allah. Manusia yang selalu dikunjungi oleh Tuhan diberi kuasa untuk mengolah apa yang telah diciptakan. Kenapa Tuhan membuat kita hampir sama seperti Allah? Kejadian 1:26, kita adalah duplikat Allah supaya kita berkuasa terhadap seluruh bumi dan ciptaanNya sehingga kita bisa mengatur.
Ketika manusia mempunyai daya cipta, manusia melihat ikan kemudian mereka mengolah daya cipta menciptakan kapal, melihat capung manusia ingin terbang dan kemudian menciptakan helikopter; kalau manusia bisa menciptakan sesuatu itu bukan iman. Penemuan-penemuan yang beragam --telephone, mobil, pesawat terbang, dll-- ini bukan iman tapi daya cipta, jangan sampai kemudian kita samakan daya cipta dengan iman.
Daya cipta Tuhan beri pada Nuh, karena iman Nuh menaati untuk membuat bahtera. Dari mana datangnya iman? Roma 10:17, jangan mengabaikan mendengar firman Allah, jangan meremehkan firman Allah karena firman Allah melahirkan iman. Ibrani 11:1-40, ada barisan orang percaya yang disebutkan iman telah tampil serta menghadirkan mujizat sesuai dengan kebutuhan orang ini ketika orang ini diperhadapkan dengan sesuatu yang sulit. Ada 19 ayat yang berbicara tentang karena iman tokoh-tokoh iman memberi kesaksian yang baik karena iman yang ada dalam mereka (Ibrani 11:2). Antara lain: Ibrani 11:33-34, Daniel 6:20-24 karena Daniel punya iman bukan daya cipta, iman telah menutup mulut-mulut singa; Daniel 3:20-26 Sadrakh, Mesakh dan Abednego punya iman saat dibuang ke dapur api, iman telah melunturkan api sehingga nyala api tidak bisa menjilat mereka.
Kapan kesaksian yang baik keluar dari hidup kita karena kita punya iman? Apa yang iman ceritakan? Kita punya kesaksian yang baik karena kita punya iman, bukan karena kita terampil/punya daya cipta. Kapan seseorang punya iman? Tuhan sering kali punya zona di mana iman tampil berkata-kata. Mazmur 107:23-30, iman yang sedang berlayar di cuaca cerah sama sekali bukan iman, Tuhan sudah menyiapkan bumi untuk kita, Tuhan ingin membawa iman kita berada pada satu titik tertinggi. Kapan? Ketika kita berhadapan dengan krisis-krisis, tekanan bahkan airmata. Ketika orang-orang ini mengarungi lautan, satu ketika Tuhan siapkan areal ada gelombang yang tinggi sehingga kalau orang ini punya ketrampilan, daya cipta akan nol di situ, segala daya cipta tidak berarti apa-apa. Tapi ketika orang percaya berseru kepada Tuhan di gelombang yang tinggi, dalam kesesakan, ancaman, dikeluarkan mereka dari kecemasan. Badai Tuhan buat diam saat iman berseru, iman akan mengerjakan kesaksian. Ketika mereka berseru kepada Tuhan saat itulah iman keluar dan mujizat terjadi.
Yakobus 2:19, jangan memiliki percaya seperti yang dimiliki setan, tidak mau punya iman untuk dibawa ke tempat yang tinggi, goncangan. Justru saat kita digoncangkan Tuhan ingin membawa kita ke titik tertinggi, Tuhan ingin kesaksian iman keluar dari hidup kita. Kita digambarkan seperti korban di atas mezbah, ketika api semakin besar akan keluar bau harum yang menyenangkan Tuhan. Miliki iman bersaksi ketika badai berkata terima kasih Tuhan saat dalam goncangan iman bersaksi dan kita akan mengalami mujizat.
Amin.
Yakobus 2:19 - Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setan pun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar.
Roh Allah mendorong Yakobus untuk membetulkan, memurnikan, memperbaiki pemahaman orang percaya tentang iman karena sering kali melalui pengalaman sehari-hari orang percaya keliru memahami tentang iman. Iman yang bagaimana? ...setan-setan pun juga percaya... percaya = phrissō - bahasa Yunani (percaya yang gemetar, mengakui tapi tidak berselang lama dia melawan, menolak, menyanggah).
Perbandingan antara daya cipta dengan iman. Otoritas yang Allah pernah beri kepada manusia sehingga manusia punya daya cipta dengan kuasa karena iman atas firman Allah, kalau kita tidak memahami kita akan berkata sama saja, untuk apa kita punya iman. Allah memberi kuasa/ kemampuan kepada manusia sehingga manusia punya daya cipta. Mazmur 8:5-7, mengindahkan = mengunjungi. Manusia diciptakan berbeda sedikit dengan Allah (a little lower than God), hampir sama seperti Allah. Manusia yang selalu dikunjungi oleh Tuhan diberi kuasa untuk mengolah apa yang telah diciptakan. Kenapa Tuhan membuat kita hampir sama seperti Allah? Kejadian 1:26, kita adalah duplikat Allah supaya kita berkuasa terhadap seluruh bumi dan ciptaanNya sehingga kita bisa mengatur.
Ketika manusia mempunyai daya cipta, manusia melihat ikan kemudian mereka mengolah daya cipta menciptakan kapal, melihat capung manusia ingin terbang dan kemudian menciptakan helikopter; kalau manusia bisa menciptakan sesuatu itu bukan iman. Penemuan-penemuan yang beragam --telephone, mobil, pesawat terbang, dll-- ini bukan iman tapi daya cipta, jangan sampai kemudian kita samakan daya cipta dengan iman.
Daya cipta Tuhan beri pada Nuh, karena iman Nuh menaati untuk membuat bahtera. Dari mana datangnya iman? Roma 10:17, jangan mengabaikan mendengar firman Allah, jangan meremehkan firman Allah karena firman Allah melahirkan iman. Ibrani 11:1-40, ada barisan orang percaya yang disebutkan iman telah tampil serta menghadirkan mujizat sesuai dengan kebutuhan orang ini ketika orang ini diperhadapkan dengan sesuatu yang sulit. Ada 19 ayat yang berbicara tentang karena iman tokoh-tokoh iman memberi kesaksian yang baik karena iman yang ada dalam mereka (Ibrani 11:2). Antara lain: Ibrani 11:33-34, Daniel 6:20-24 karena Daniel punya iman bukan daya cipta, iman telah menutup mulut-mulut singa; Daniel 3:20-26 Sadrakh, Mesakh dan Abednego punya iman saat dibuang ke dapur api, iman telah melunturkan api sehingga nyala api tidak bisa menjilat mereka.
Kapan kesaksian yang baik keluar dari hidup kita karena kita punya iman? Apa yang iman ceritakan? Kita punya kesaksian yang baik karena kita punya iman, bukan karena kita terampil/punya daya cipta. Kapan seseorang punya iman? Tuhan sering kali punya zona di mana iman tampil berkata-kata. Mazmur 107:23-30, iman yang sedang berlayar di cuaca cerah sama sekali bukan iman, Tuhan sudah menyiapkan bumi untuk kita, Tuhan ingin membawa iman kita berada pada satu titik tertinggi. Kapan? Ketika kita berhadapan dengan krisis-krisis, tekanan bahkan airmata. Ketika orang-orang ini mengarungi lautan, satu ketika Tuhan siapkan areal ada gelombang yang tinggi sehingga kalau orang ini punya ketrampilan, daya cipta akan nol di situ, segala daya cipta tidak berarti apa-apa. Tapi ketika orang percaya berseru kepada Tuhan di gelombang yang tinggi, dalam kesesakan, ancaman, dikeluarkan mereka dari kecemasan. Badai Tuhan buat diam saat iman berseru, iman akan mengerjakan kesaksian. Ketika mereka berseru kepada Tuhan saat itulah iman keluar dan mujizat terjadi.
Yakobus 2:19, jangan memiliki percaya seperti yang dimiliki setan, tidak mau punya iman untuk dibawa ke tempat yang tinggi, goncangan. Justru saat kita digoncangkan Tuhan ingin membawa kita ke titik tertinggi, Tuhan ingin kesaksian iman keluar dari hidup kita. Kita digambarkan seperti korban di atas mezbah, ketika api semakin besar akan keluar bau harum yang menyenangkan Tuhan. Miliki iman bersaksi ketika badai berkata terima kasih Tuhan saat dalam goncangan iman bersaksi dan kita akan mengalami mujizat.
Amin.
Sunday, February 21, 2010
ANUGERAH MENGUBAH YANG FANA MENJADI MULIA
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 21 Februari 2010 – Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 2:18 - Tetapi mungkin ada orang berkata: "Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan", aku akan menjawab dia: "Tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku."
Yakobus sedang memperlihatkan tiga pribadi yang sedang berdialog dalam ayat ini, ketiganya sama-sama orang Kristen; orang pertama mempunyai iman yang luar biasa; orang kedua berkata perbuatan (wujud nyata iman) lebih penting dari iman; orang ketiga berkata aku akan menunjukkan bukan hanya punya iman tapi juga perbuatan (seperti dua sisi mata uang). Ada dua kelompok orang Kristen yaitu kelompok yang mempunyai kualitas rumput, jerami, kayu dan kelompok yang mempunyai kualitas logam mulia (yang mengijinkan firman Allah waktu firman membujuk dia bukan sekedar punya iman pistis tapi pistos–percaya dan setuju). Dua kelompok ini Yesus ilustrasikan dalam:
1. Matius 7:26-27.
Orang pertama dan kedua mereka mempunyai nilai terpuji, senang mendengar firman Allah hanya sebatas suka mendengar tetapi ketika mereka membangun rumah asal-asalan saja menurut maunya sendiri; Paulus menyebutkan dalam I Korintus 3 mereka adalah orang Kristen yang mempunyai kualitas rumput, jerami, kayu, orang-orang dengan sebutan orang Kristen tapi mutunya bagaikan tanaman subur tapi tidak berbuah, kerdil, tidak bertumbuh menurut keinginan Tuhan.
2. Matius 7:24-25.
Orang Kristen yang mempunyai iman dan perbuatan, berkualitas logam mulia, suka mendengar firman Allah dan ketika Roh Allah membujuk dia, dia taat dan mengambil keputusan mau melakukan apa yang Tuhan dorong untuk dia lakukan.
Kejadian 6:22 - Lalu Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya. Ketika Tuhan akan menghukum dunia dan Tuhan memerintahkan Nuh untuk membuat bahtera, tidak masuk akal tapi Nuh melakukannya. Keluaran 40:16 - Dan Musa melakukan semuanya itu tepat seperti yang diperintahkan TUHAN kepadanya, demikianlah dilakukannya. Waktu Musa diperintahkan Tuhan untuk membuat Tabernakel dan perabotan-perabotannya --terbuat dari tembaga, perak, dan emas yang beratnya ratusan kilogram-- Musa pun melakukannya.
Bagaimana hasil akhir dari dua model orang Kristen tadi?
1. Matius 7:27, mempunyai perbuatan tapi berjalan menurut keinginan sendiri, tidak disiplin digambarkan rumah yang bagus tapi sayang rubuh dan hebat kerusakannya pada waktu hujan, banjir dan angin datang yang Yakobus samakan dalam Yakobus 1:9-10 apapun yang sudah dicapai tapi karena mutunya tidak sesuai firman Allah, sisi fisikal diberkati tapi hasil akhir akan lenyap seperti bunga rumput. Wahyu 16:20, ada orang-orang yang bisa membangun pulau keberhasilan, pulau sukses, gunung-gunung pengaruh tapi akhirnya lenyap semua.
2. Matius 7:25, kelompok ini diuji dengan hujan, banjir, dan angin yang sama rumahnya tetap kokoh berdiri, mereka mempunyai mutu seperti Nuh dan Musa mau melakukan firman Allah.
Tuhan memberi nilai untuk orang yang mau melakukan firman Allah - I Korintus 15:58 - ...semua yang kalian kerjakan untuk Tuhan, tidak akan percuma (TBIS). Yesus memberi nilai lebih hebat lagi dalam Matius 25:21, setia = pistos (dipercaya), kita menjadi orang yang dipercaya oleh Tuhan.
Tuhan masih tetap punya rancangan untuk mereka yang mempunyai kualitas rumput, jerami dan kayu, Tuhan tetap menyediakan jalan untuk mereka. Efesus 2:8 - Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah. Tuhan punya paket anugerah, Tuhan berikan kesempatan kepada mereka untuk berubah (I Korintus 15:54). Oleh anugerah mereka yang berada dalam kualitas kayu, rumput, jerami diberi kesempatan untuk berubah menjadi tidak binasa, anugerah yang Tuhan siapkan menggunakan sarana api (Zakharia 13:9). Oleh anugerah orang-orang ini tetap diberi kesempatan dan sarana api yang Tuhan siapkan untuk membakar, menguji, memurnikan. Ketika orang ini bersedia dimurnikan dengan api, anugerah Tuhan mengubah orang ini menjadi mempunyai mutu seperti Yesus dari duniawi menjadi surgawi. Tuhan mungkin menggunakan gergaji, godam tapi ia bersedia dan berkata Tuhan bentuk aku sesuai kehendakMu menjadi sama dengan kualitas Yesus.
Amin.
Yakobus 2:18 - Tetapi mungkin ada orang berkata: "Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan", aku akan menjawab dia: "Tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku."
Yakobus sedang memperlihatkan tiga pribadi yang sedang berdialog dalam ayat ini, ketiganya sama-sama orang Kristen; orang pertama mempunyai iman yang luar biasa; orang kedua berkata perbuatan (wujud nyata iman) lebih penting dari iman; orang ketiga berkata aku akan menunjukkan bukan hanya punya iman tapi juga perbuatan (seperti dua sisi mata uang). Ada dua kelompok orang Kristen yaitu kelompok yang mempunyai kualitas rumput, jerami, kayu dan kelompok yang mempunyai kualitas logam mulia (yang mengijinkan firman Allah waktu firman membujuk dia bukan sekedar punya iman pistis tapi pistos–percaya dan setuju). Dua kelompok ini Yesus ilustrasikan dalam:
1. Matius 7:26-27.
Orang pertama dan kedua mereka mempunyai nilai terpuji, senang mendengar firman Allah hanya sebatas suka mendengar tetapi ketika mereka membangun rumah asal-asalan saja menurut maunya sendiri; Paulus menyebutkan dalam I Korintus 3 mereka adalah orang Kristen yang mempunyai kualitas rumput, jerami, kayu, orang-orang dengan sebutan orang Kristen tapi mutunya bagaikan tanaman subur tapi tidak berbuah, kerdil, tidak bertumbuh menurut keinginan Tuhan.
2. Matius 7:24-25.
Orang Kristen yang mempunyai iman dan perbuatan, berkualitas logam mulia, suka mendengar firman Allah dan ketika Roh Allah membujuk dia, dia taat dan mengambil keputusan mau melakukan apa yang Tuhan dorong untuk dia lakukan.
Kejadian 6:22 - Lalu Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya. Ketika Tuhan akan menghukum dunia dan Tuhan memerintahkan Nuh untuk membuat bahtera, tidak masuk akal tapi Nuh melakukannya. Keluaran 40:16 - Dan Musa melakukan semuanya itu tepat seperti yang diperintahkan TUHAN kepadanya, demikianlah dilakukannya. Waktu Musa diperintahkan Tuhan untuk membuat Tabernakel dan perabotan-perabotannya --terbuat dari tembaga, perak, dan emas yang beratnya ratusan kilogram-- Musa pun melakukannya.
Bagaimana hasil akhir dari dua model orang Kristen tadi?
1. Matius 7:27, mempunyai perbuatan tapi berjalan menurut keinginan sendiri, tidak disiplin digambarkan rumah yang bagus tapi sayang rubuh dan hebat kerusakannya pada waktu hujan, banjir dan angin datang yang Yakobus samakan dalam Yakobus 1:9-10 apapun yang sudah dicapai tapi karena mutunya tidak sesuai firman Allah, sisi fisikal diberkati tapi hasil akhir akan lenyap seperti bunga rumput. Wahyu 16:20, ada orang-orang yang bisa membangun pulau keberhasilan, pulau sukses, gunung-gunung pengaruh tapi akhirnya lenyap semua.
2. Matius 7:25, kelompok ini diuji dengan hujan, banjir, dan angin yang sama rumahnya tetap kokoh berdiri, mereka mempunyai mutu seperti Nuh dan Musa mau melakukan firman Allah.
Tuhan memberi nilai untuk orang yang mau melakukan firman Allah - I Korintus 15:58 - ...semua yang kalian kerjakan untuk Tuhan, tidak akan percuma (TBIS). Yesus memberi nilai lebih hebat lagi dalam Matius 25:21, setia = pistos (dipercaya), kita menjadi orang yang dipercaya oleh Tuhan.
Tuhan masih tetap punya rancangan untuk mereka yang mempunyai kualitas rumput, jerami dan kayu, Tuhan tetap menyediakan jalan untuk mereka. Efesus 2:8 - Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah. Tuhan punya paket anugerah, Tuhan berikan kesempatan kepada mereka untuk berubah (I Korintus 15:54). Oleh anugerah mereka yang berada dalam kualitas kayu, rumput, jerami diberi kesempatan untuk berubah menjadi tidak binasa, anugerah yang Tuhan siapkan menggunakan sarana api (Zakharia 13:9). Oleh anugerah orang-orang ini tetap diberi kesempatan dan sarana api yang Tuhan siapkan untuk membakar, menguji, memurnikan. Ketika orang ini bersedia dimurnikan dengan api, anugerah Tuhan mengubah orang ini menjadi mempunyai mutu seperti Yesus dari duniawi menjadi surgawi. Tuhan mungkin menggunakan gergaji, godam tapi ia bersedia dan berkata Tuhan bentuk aku sesuai kehendakMu menjadi sama dengan kualitas Yesus.
Amin.
Sunday, February 14, 2010
IMAN HARUS BERTUMBUH
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 14 Februari 2010
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 2:17 - Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati. Ayat ini diawali dengan demikian juga halnya dengan iman berarti ayat ini punya hubungan dengan ayat 15-16, Tuhan menyapa manusia dengan bermacam-macam cara, Ayub menulis Tuhan menjumpai manusia dengan satu dua cara melalui ciptaanNya tapi manusia tidak memperhatikannya. Allah menyampaikan firman Allah, di mana firman Allah pergi, firman Allah membawa kekuatan demikian juga dengan iman, iman muncul tapi iman tidak dihiraukan manusia.
Apa yang dimaksud dengan iman tanpa disertai perbuatan? Disamakan halnya dengan sapaan Tuhan kepada manusia tapi manusia tidak menghiraukannya. Tidak disertai perbuatan = iman yang tidak mempunyai pertumbuhan seperti pohon yang tidak mengeluarkan buah. Ia menamakan diri orang beriman tapi tidak ada buah. Tuhan sedih, kenapa Tuhan begitu sedih? Markus 4:26-29, dalam pasal 4 diawali ayat 1-20, Yesus memberi perumpamaan tentang penabur, ada empat kualitas/karakter/jenis tanah yaitu: tanah di tepi jalan; tanah penuh batu-batu, tanah penuh duri; dan tanah subur; dari keempat jenis ini hanya satu yang mengeluarkan buah dan baru kemudian Yesus menyambung dengan perumpamaan tentang benih (misteri benih) – ayat 28. Bumi Tuhan siapkan dan Tuhan beri kesempatan agar benih bisa berkembang sesuai karakter/tabiat masing-masing. Ayat 27, ketika benih bertumbuh, kejadiannya tidak diketahui oleh orang. Bagaimana benih itu bertumbuh kita sama sekali tidak tahu, tidak bisa mengerti. Bertumbuhlah semaksimalnya dan Tuhan beri kesempatan sampai bumi ditutupi kemuliaan Allah. Tuhan rindu mempunyai satu tempat sehingga melalui tempat ini Tuhan tuangkan perhatian, kasih, semua belas kasihanNya pada manusia.
Kejadian 2:8, setelah Tuhan menciptakan jagad raya maka Tuhan tetapkan bumi supaya bumi ada benih kemudian benih bertumbuh untuk memenuhi bumi. Tuhan tetapkan di pusat bumi, Tuhan membuat taman Eden, Tuhan siapkan untuk berkomunikasi dengan manusia sehingga Tuhan bebas untuk turun menyatakan kasihNya sehingga manusia bisa bebas menikmati kemuliaanNya. Paulus terangkan dalam II Korintus 6:16, ketika Tuhan sudah membuat taman Eden, Tuhan menempatkan manusia di sana dan Tuhan berkata: Aku akan diam bersama-sama manusia; Aku akan hidup (= semua yang Aku miliki Aku akan perlihatkan kepada manusia) bersama manusia; mereka yang ada di taman ini akan menjadi umatKu, bangsaKu.
Yesaya memberi penjelasan tentang tempat itu dalam Yesaya 51:3 - Sebab TUHAN menghibur Sion, menghibur segala reruntuhannya; Ia membuat padang gurunnya seperti taman Eden dan padang belantaranya seperti taman TUHAN. Di situ terdapat kegirangan dan sukacita, nyanyian syukur dan lagu yang nyaring. Di mana tempat itu sekarang? Taman Eden sudah hilang, kalau Yesaya mengatakan sekarang ini masih ada tempat seperti dalam Yesaya 51:3, di mana tempat itu sekarang? Tempat ini namanya Sion, Tuhan menghibur Sion (= orang percaya). Di mana wadah tempat orang percaya? Gereja yaitu kita – bukan gedungnya tapi perhimpunan orang percaya, reruntuhan = di dalam gereja berisi pribadi-pribadi yang ayat ini gambarkan seperti kota yang telah runtuh–karena penyakit, studi, karir, gagal dalam banyak hal, tetapi di tempat reruntuhan itu Tuhan turun kemudian Tuhan bergerak untuk memulihkan sehingga reruntuhan ini menjadi taman Eden. Tuhan akan turun untuk menghibur reruntuhannya dan membuat menjadi taman Eden/taman Tuhan. Tuhan akan memulihkan, membangkitkan kembali sehingga mereka menjadi taman Tuhan.
Kapan puing-puing ini bisa kembali menjadi taman Tuhan? Kejadian 1:12. Allah melihat semuanya itu baik, apa dan kapan semua Tuhan lihat sehingga Tuhan memberi pujian semua itu baik? Ketika tanah, Sion, gereja yang berisi orang-orang yang gagal dalam banyak hal, mereka bagaikan benih mulai bertumbuh, ketika benih-benih mulai bertumbuh, mengeluarkan tunas, pertumbuhan mereka akan menghasilkan kemuliaan Allah. Kita punya benih firman Allah, iman harus bertumbuh menurut karakter masing-masing, kapasitas yang berbeda satu dengan yang lain maka kita akan menjadi taman Tuhan. Tidak ada satu reruntuhan yang tidak akan menjadi taman Tuhan kalau iman kita mau bertumbuh di dalam Tuhan menurut potensi masing-masing.
Amin.
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 2:17 - Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati. Ayat ini diawali dengan demikian juga halnya dengan iman berarti ayat ini punya hubungan dengan ayat 15-16, Tuhan menyapa manusia dengan bermacam-macam cara, Ayub menulis Tuhan menjumpai manusia dengan satu dua cara melalui ciptaanNya tapi manusia tidak memperhatikannya. Allah menyampaikan firman Allah, di mana firman Allah pergi, firman Allah membawa kekuatan demikian juga dengan iman, iman muncul tapi iman tidak dihiraukan manusia.
Apa yang dimaksud dengan iman tanpa disertai perbuatan? Disamakan halnya dengan sapaan Tuhan kepada manusia tapi manusia tidak menghiraukannya. Tidak disertai perbuatan = iman yang tidak mempunyai pertumbuhan seperti pohon yang tidak mengeluarkan buah. Ia menamakan diri orang beriman tapi tidak ada buah. Tuhan sedih, kenapa Tuhan begitu sedih? Markus 4:26-29, dalam pasal 4 diawali ayat 1-20, Yesus memberi perumpamaan tentang penabur, ada empat kualitas/karakter/jenis tanah yaitu: tanah di tepi jalan; tanah penuh batu-batu, tanah penuh duri; dan tanah subur; dari keempat jenis ini hanya satu yang mengeluarkan buah dan baru kemudian Yesus menyambung dengan perumpamaan tentang benih (misteri benih) – ayat 28. Bumi Tuhan siapkan dan Tuhan beri kesempatan agar benih bisa berkembang sesuai karakter/tabiat masing-masing. Ayat 27, ketika benih bertumbuh, kejadiannya tidak diketahui oleh orang. Bagaimana benih itu bertumbuh kita sama sekali tidak tahu, tidak bisa mengerti. Bertumbuhlah semaksimalnya dan Tuhan beri kesempatan sampai bumi ditutupi kemuliaan Allah. Tuhan rindu mempunyai satu tempat sehingga melalui tempat ini Tuhan tuangkan perhatian, kasih, semua belas kasihanNya pada manusia.
Kejadian 2:8, setelah Tuhan menciptakan jagad raya maka Tuhan tetapkan bumi supaya bumi ada benih kemudian benih bertumbuh untuk memenuhi bumi. Tuhan tetapkan di pusat bumi, Tuhan membuat taman Eden, Tuhan siapkan untuk berkomunikasi dengan manusia sehingga Tuhan bebas untuk turun menyatakan kasihNya sehingga manusia bisa bebas menikmati kemuliaanNya. Paulus terangkan dalam II Korintus 6:16, ketika Tuhan sudah membuat taman Eden, Tuhan menempatkan manusia di sana dan Tuhan berkata: Aku akan diam bersama-sama manusia; Aku akan hidup (= semua yang Aku miliki Aku akan perlihatkan kepada manusia) bersama manusia; mereka yang ada di taman ini akan menjadi umatKu, bangsaKu.
Yesaya memberi penjelasan tentang tempat itu dalam Yesaya 51:3 - Sebab TUHAN menghibur Sion, menghibur segala reruntuhannya; Ia membuat padang gurunnya seperti taman Eden dan padang belantaranya seperti taman TUHAN. Di situ terdapat kegirangan dan sukacita, nyanyian syukur dan lagu yang nyaring. Di mana tempat itu sekarang? Taman Eden sudah hilang, kalau Yesaya mengatakan sekarang ini masih ada tempat seperti dalam Yesaya 51:3, di mana tempat itu sekarang? Tempat ini namanya Sion, Tuhan menghibur Sion (= orang percaya). Di mana wadah tempat orang percaya? Gereja yaitu kita – bukan gedungnya tapi perhimpunan orang percaya, reruntuhan = di dalam gereja berisi pribadi-pribadi yang ayat ini gambarkan seperti kota yang telah runtuh–karena penyakit, studi, karir, gagal dalam banyak hal, tetapi di tempat reruntuhan itu Tuhan turun kemudian Tuhan bergerak untuk memulihkan sehingga reruntuhan ini menjadi taman Eden. Tuhan akan turun untuk menghibur reruntuhannya dan membuat menjadi taman Eden/taman Tuhan. Tuhan akan memulihkan, membangkitkan kembali sehingga mereka menjadi taman Tuhan.
Kapan puing-puing ini bisa kembali menjadi taman Tuhan? Kejadian 1:12. Allah melihat semuanya itu baik, apa dan kapan semua Tuhan lihat sehingga Tuhan memberi pujian semua itu baik? Ketika tanah, Sion, gereja yang berisi orang-orang yang gagal dalam banyak hal, mereka bagaikan benih mulai bertumbuh, ketika benih-benih mulai bertumbuh, mengeluarkan tunas, pertumbuhan mereka akan menghasilkan kemuliaan Allah. Kita punya benih firman Allah, iman harus bertumbuh menurut karakter masing-masing, kapasitas yang berbeda satu dengan yang lain maka kita akan menjadi taman Tuhan. Tidak ada satu reruntuhan yang tidak akan menjadi taman Tuhan kalau iman kita mau bertumbuh di dalam Tuhan menurut potensi masing-masing.
Amin.
Sunday, February 07, 2010
RESPONI SAPAAN TUHAN !
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 7 Februari 2010 – Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 2:15-16 - Jika seorang saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian dan kekurangan makanan sehari-hari, dan seorang dari antara kamu berkata: "Selamat jalan, kenakanlah kain panas dan makanlah sampai kenyang!", tetapi ia tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya, apakah gunanya itu?
Tulisan Yakobus melalui dua ayat ini menyatakan bahwa semua yang terjadi setiap hari sangat berfaedah bagi hidup kita. Ada seorang yang tampak di depan kita dan kita menyapanya tanpa kita melakukan sesuatu, Yakobus katakan apakah gunanya ia menjadi seorang yang menamakan diri sebagai pengikut Kristus? Sebagai orang yang dikasihi Tuhan, nyatakan kasih Tuhan untuk orang lain.
Tuhan sering kali menyatakan firman di dalam bermacam cara, Tuhan ingin bercakap-cakap dengan seseorang melalui peristiwa yang tidak pernah kita duga. Ayub 33:14 - Karena Allah berfirman dengan satu dua cara, tetapi orang tidak memperhatikannya. Allah berfirman, Tuhan ingin menyapa manusia dalam satu dua cara tapi orang tidak memperhatikannya. Yesus ingin menemui manusia, menyatakan perhatianNya tapi manusia tidak pernah peduli dan menyambutnya. Kalau Tuhan menyapa, Tuhan ingin buktikan Aku berjanji Aku akan tepati janjiKu tapi sering kali manusia tidak mengerti dan berpikir bahwa yang terjadi itu hanya kebetulan.
Tuhan begitu teliti, Tuhan menyapa:
1. melalui ciptaanNya. Mazmur 19:1-7.
Tiap waktu Tuhan kunjungi manusia, Tuhan tersenyum dan menyapa melalui makhluk-makhluk di sekitar kita seperti tanamanyang mengeluarkan tunas, daun, bunga, buah tidak ada suara tapi gemanya terdengar sampai ke seluruh dunia; ternak. Tuhan menyapa melalui cara yang misteri tapi sering kali kita tidak mengerti.
2. manusia. Mazmur 53:3.
Tuhan di surga penuh kemuliaan, disanjung, dipuja oleh malaikat tapi sering kali Tuhan abaikan paduan suara malaikat karena mendengar jeritan anakNya dan Ia melihat anakNya, Dia kunjungi dan lawati kita. Sebenarnya apa perlunya Ia mesti melihat ke bawah, kadang suara di hati yang tidak sempat keluar itu sampai di surga dan secepat kilat Tuhan menyapa kita.
Tuhan selalu menyapa, mengunjungi kita, bisakah kita meresponi sapaan Tuhan?
Mazmur 107:20 - disampaikan-Nya firman-Nya dan disembuhkan-Nya mereka, diluputkan-Nya mereka dari liang kubur. DiutuskanNya, diperdengarkanNya firmanNya. Tuhan selalu ingin menyapa kita, satu ketika melalui ciptaanNya kadang melalui firman lewat pembacaan Alkitab dan sebagainya.
Yeremia 20:7-9, ketika kita mendengar suaraNya melalui satu dua cara, berbagai cara, firman dan Roh Allah selalu bersama bekerja, tidak bisa terpisah. Roh Allah membujuk orang yang mendengar suaraNya. Yeremia berkata fakta hidup tidak sama dengan firman Allah yang disampaikan tapi Roh Allah membujuk dan merayu saat firman itu disampaikan. Apa akibatnya (buahnya) ketika firman merayu kita kalau kita meresponi?
1. Matius 25:21.
Saat mendengar firman Allah lahirlah, muncullah iman pistis, ketika Roh membujuk dan menanggapi firman atau dorongan Roh, pistis (kata benda) berkembang menjadi pistos (kata sifat) = percaya dan menyetujui, menjadi orang yang dipercaya oleh Tuhan.
2. Mazmur 107:20.
Ketika kita tanggapi, percaya dan setuju kita lakukan firman, disembuhkan = rapha yang berarti: to repair = direparasi; to cure = Tuhan rawat, Tuhan obati, Tuhan sediakan apa yang kita perlu; be make whole = Tuhan akan mengadakan semua bagi kita.
Responi sapaan Tuhan.
Amin.
Yakobus 2:15-16 - Jika seorang saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian dan kekurangan makanan sehari-hari, dan seorang dari antara kamu berkata: "Selamat jalan, kenakanlah kain panas dan makanlah sampai kenyang!", tetapi ia tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya, apakah gunanya itu?
Tulisan Yakobus melalui dua ayat ini menyatakan bahwa semua yang terjadi setiap hari sangat berfaedah bagi hidup kita. Ada seorang yang tampak di depan kita dan kita menyapanya tanpa kita melakukan sesuatu, Yakobus katakan apakah gunanya ia menjadi seorang yang menamakan diri sebagai pengikut Kristus? Sebagai orang yang dikasihi Tuhan, nyatakan kasih Tuhan untuk orang lain.
Tuhan sering kali menyatakan firman di dalam bermacam cara, Tuhan ingin bercakap-cakap dengan seseorang melalui peristiwa yang tidak pernah kita duga. Ayub 33:14 - Karena Allah berfirman dengan satu dua cara, tetapi orang tidak memperhatikannya. Allah berfirman, Tuhan ingin menyapa manusia dalam satu dua cara tapi orang tidak memperhatikannya. Yesus ingin menemui manusia, menyatakan perhatianNya tapi manusia tidak pernah peduli dan menyambutnya. Kalau Tuhan menyapa, Tuhan ingin buktikan Aku berjanji Aku akan tepati janjiKu tapi sering kali manusia tidak mengerti dan berpikir bahwa yang terjadi itu hanya kebetulan.
Tuhan begitu teliti, Tuhan menyapa:
1. melalui ciptaanNya. Mazmur 19:1-7.
Tiap waktu Tuhan kunjungi manusia, Tuhan tersenyum dan menyapa melalui makhluk-makhluk di sekitar kita seperti tanamanyang mengeluarkan tunas, daun, bunga, buah tidak ada suara tapi gemanya terdengar sampai ke seluruh dunia; ternak. Tuhan menyapa melalui cara yang misteri tapi sering kali kita tidak mengerti.
2. manusia. Mazmur 53:3.
Tuhan di surga penuh kemuliaan, disanjung, dipuja oleh malaikat tapi sering kali Tuhan abaikan paduan suara malaikat karena mendengar jeritan anakNya dan Ia melihat anakNya, Dia kunjungi dan lawati kita. Sebenarnya apa perlunya Ia mesti melihat ke bawah, kadang suara di hati yang tidak sempat keluar itu sampai di surga dan secepat kilat Tuhan menyapa kita.
Tuhan selalu menyapa, mengunjungi kita, bisakah kita meresponi sapaan Tuhan?
Mazmur 107:20 - disampaikan-Nya firman-Nya dan disembuhkan-Nya mereka, diluputkan-Nya mereka dari liang kubur. DiutuskanNya, diperdengarkanNya firmanNya. Tuhan selalu ingin menyapa kita, satu ketika melalui ciptaanNya kadang melalui firman lewat pembacaan Alkitab dan sebagainya.
Yeremia 20:7-9, ketika kita mendengar suaraNya melalui satu dua cara, berbagai cara, firman dan Roh Allah selalu bersama bekerja, tidak bisa terpisah. Roh Allah membujuk orang yang mendengar suaraNya. Yeremia berkata fakta hidup tidak sama dengan firman Allah yang disampaikan tapi Roh Allah membujuk dan merayu saat firman itu disampaikan. Apa akibatnya (buahnya) ketika firman merayu kita kalau kita meresponi?
1. Matius 25:21.
Saat mendengar firman Allah lahirlah, muncullah iman pistis, ketika Roh membujuk dan menanggapi firman atau dorongan Roh, pistis (kata benda) berkembang menjadi pistos (kata sifat) = percaya dan menyetujui, menjadi orang yang dipercaya oleh Tuhan.
2. Mazmur 107:20.
Ketika kita tanggapi, percaya dan setuju kita lakukan firman, disembuhkan = rapha yang berarti: to repair = direparasi; to cure = Tuhan rawat, Tuhan obati, Tuhan sediakan apa yang kita perlu; be make whole = Tuhan akan mengadakan semua bagi kita.
Responi sapaan Tuhan.
Amin.
Sunday, January 31, 2010
IMAN YANG MENYELAMATKAN
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 31 Januari 2010 – Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 2:14 - Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia.
Bahwa iman memindahkan seseorang dari kehidupan yang menuju kebinasaan kepada kehidupan yang kekal. Abraham punya iman yang menyelamatkan, karena Abraham mempunyai iman yang menyelamatkan, sampai saat ini berkat masih dinikmati oleh keturunannya. Menyelamatkan bukan hanya berbicara tentang rohani saja tapi jasmani juga. Bagaimana bentuk/karakter iman yang dimiliki oleh Abraham sehingga iman yang dia miliki memelihara dia?
Asal mula iman: Roma 10:17 - Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. Perbanyak mendengar firman Allah, bukan berarti kita meninggalkan pergaulan, tapi tetap berada di sana dan menjadi terang karena iman datang saat mendengar firman Allah. Iman = pistis – bahasa Yunani, kapan dan bagaimana seseorang saat mendengar firman Allah lahirlah iman? Roh Kuduslah yang bekerja sampai ia mempunyai iman. Kisah Para Rasul 26:1-2, 12-23, 24-25, pada waktu Paulus ditangkap dan diadili, saat diadili ia bersaksi tentang pertobatannya, Roh Kudus bekerja secara luar biasa sampai Festus--jaksa penuntut berkata engkau gila. Kisah Para Rasul 26:26-28 - ...Jawab Agripa: "Hampir-hampir saja kauyakinkan aku menjadi orang Kristen!" Kauyakinkan menggunakan kata iman (= pistos – bahasa Yunani). Ketika seseorang mendengar firman Allah, Roh Allah menyertai firman Allah yang disampaikan seiring dengan itu Roh Allah turun membujuk (pistos) orang ini.
Tuhan kita luar biasa, kalau Ia membujuk kita, Ia rindu supaya kita selamat, mereka yang sudah selamat itu akan diberkati. Saat Roh Allah bekerja, Roh Allah membujuk/merayu (pistos) kita, menarik kita untuk melakukan firman Allah. Setiap kali firman disampaikan Roh Allah ada di dalamnya untuk membujuk dan merayu kita (Ibrani 4:1-2). Saat kita berada di ibadah, membaca, mendengar firman Allah di kesempatan apapun juga firman disampaikan, Roh Allah membujuk kita, iman inilah yang dimiliki oleh Abraham (pistis), ia menerima bujukan (pistos) Roh.
Ketika kita mau bertumbuh dalam iman dan waktu Roh Allah membujuk kita: Markus 4:24 - "Camkanlah apa yang kamu dengar! Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan di samping itu akan ditambah lagi kepadamu. Sekuat berapa yang kita lepaskan untuk Tuhan, sekuat itu pula kedahsyatan Allah Tuhan lepaskan untuk kita. Responi firman Allah, seberat apa respon kita, seberat itu pula Tuhan ganti bahkan Tuhan kembalikan lebih dari itu karena Tuhan punya karakter pelipat kali gandaan. Responi bujukan Roh Kudus. Kalau mau mengalami mujizat Tuhan itu tergantung respon kita. Roh Allah selalu membujuk kita.
Roma 12:3 - ... Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing. Inilah gol/target yang Tuhan siapkan untuk kita. Dalam Kejadian 1 waktu Tuhan menciptakan tumbuh-tumbuhan Tuhan berkata hendaklah tanah mengeluarkan tumbuh-tumbuhan sesuai tabiatnya (punya target yang akan dicapai). Kita boleh gagal dalam hal apapun tapi kita harus punya pengendalian diri karena Tuhan sudah siapkan porsi/ukuran iman untuk kita. Efesus 1:19 - dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya. Inilah gol/target zona kemenangan, kelimpahan, Allah sudah siapkan bagi kita. Yang menjadi tujuan pisteuo – bahasa Yunani, waktu Roh Allah membujuk, kita menanggapi dan melaksanakan, betapa hebat kuasaNya.
Laut yang dalam, masalah yang sukar tapi kalau kita meresponi firman Allah, Tuhan punya target, Tuhan sudah siapkan lapangan kemenangan buat kita. Pintu tembaga sekalipun, Tuhan bisa goncangkan dan hancurkan. Apa yang menjadi beban kita hari ini? Ketika kita meresponi (pistis) firman Allah kemudian bertumbuh menjadi pistos dan bertumbuh menjadi pisteuo, Tuhan mampu ubahkan musuh menjadi sahabat. Tuhan bisa lucuti semuanya lalu Tuhan hamparkan kemenangan buat kita, tapi pisteuo, waktu Tuhan membujuk, responi dan lakukan firman Allah.
Amin.
Yakobus 2:14 - Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia.
Bahwa iman memindahkan seseorang dari kehidupan yang menuju kebinasaan kepada kehidupan yang kekal. Abraham punya iman yang menyelamatkan, karena Abraham mempunyai iman yang menyelamatkan, sampai saat ini berkat masih dinikmati oleh keturunannya. Menyelamatkan bukan hanya berbicara tentang rohani saja tapi jasmani juga. Bagaimana bentuk/karakter iman yang dimiliki oleh Abraham sehingga iman yang dia miliki memelihara dia?
Asal mula iman: Roma 10:17 - Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. Perbanyak mendengar firman Allah, bukan berarti kita meninggalkan pergaulan, tapi tetap berada di sana dan menjadi terang karena iman datang saat mendengar firman Allah. Iman = pistis – bahasa Yunani, kapan dan bagaimana seseorang saat mendengar firman Allah lahirlah iman? Roh Kuduslah yang bekerja sampai ia mempunyai iman. Kisah Para Rasul 26:1-2, 12-23, 24-25, pada waktu Paulus ditangkap dan diadili, saat diadili ia bersaksi tentang pertobatannya, Roh Kudus bekerja secara luar biasa sampai Festus--jaksa penuntut berkata engkau gila. Kisah Para Rasul 26:26-28 - ...Jawab Agripa: "Hampir-hampir saja kauyakinkan aku menjadi orang Kristen!" Kauyakinkan menggunakan kata iman (= pistos – bahasa Yunani). Ketika seseorang mendengar firman Allah, Roh Allah menyertai firman Allah yang disampaikan seiring dengan itu Roh Allah turun membujuk (pistos) orang ini.
Tuhan kita luar biasa, kalau Ia membujuk kita, Ia rindu supaya kita selamat, mereka yang sudah selamat itu akan diberkati. Saat Roh Allah bekerja, Roh Allah membujuk/merayu (pistos) kita, menarik kita untuk melakukan firman Allah. Setiap kali firman disampaikan Roh Allah ada di dalamnya untuk membujuk dan merayu kita (Ibrani 4:1-2). Saat kita berada di ibadah, membaca, mendengar firman Allah di kesempatan apapun juga firman disampaikan, Roh Allah membujuk kita, iman inilah yang dimiliki oleh Abraham (pistis), ia menerima bujukan (pistos) Roh.
Ketika kita mau bertumbuh dalam iman dan waktu Roh Allah membujuk kita: Markus 4:24 - "Camkanlah apa yang kamu dengar! Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan di samping itu akan ditambah lagi kepadamu. Sekuat berapa yang kita lepaskan untuk Tuhan, sekuat itu pula kedahsyatan Allah Tuhan lepaskan untuk kita. Responi firman Allah, seberat apa respon kita, seberat itu pula Tuhan ganti bahkan Tuhan kembalikan lebih dari itu karena Tuhan punya karakter pelipat kali gandaan. Responi bujukan Roh Kudus. Kalau mau mengalami mujizat Tuhan itu tergantung respon kita. Roh Allah selalu membujuk kita.
Roma 12:3 - ... Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing. Inilah gol/target yang Tuhan siapkan untuk kita. Dalam Kejadian 1 waktu Tuhan menciptakan tumbuh-tumbuhan Tuhan berkata hendaklah tanah mengeluarkan tumbuh-tumbuhan sesuai tabiatnya (punya target yang akan dicapai). Kita boleh gagal dalam hal apapun tapi kita harus punya pengendalian diri karena Tuhan sudah siapkan porsi/ukuran iman untuk kita. Efesus 1:19 - dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya. Inilah gol/target zona kemenangan, kelimpahan, Allah sudah siapkan bagi kita. Yang menjadi tujuan pisteuo – bahasa Yunani, waktu Roh Allah membujuk, kita menanggapi dan melaksanakan, betapa hebat kuasaNya.
Laut yang dalam, masalah yang sukar tapi kalau kita meresponi firman Allah, Tuhan punya target, Tuhan sudah siapkan lapangan kemenangan buat kita. Pintu tembaga sekalipun, Tuhan bisa goncangkan dan hancurkan. Apa yang menjadi beban kita hari ini? Ketika kita meresponi (pistis) firman Allah kemudian bertumbuh menjadi pistos dan bertumbuh menjadi pisteuo, Tuhan mampu ubahkan musuh menjadi sahabat. Tuhan bisa lucuti semuanya lalu Tuhan hamparkan kemenangan buat kita, tapi pisteuo, waktu Tuhan membujuk, responi dan lakukan firman Allah.
Amin.
Sunday, January 24, 2010
WUJUD NYATA IMAN
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 24 Januari 2010 – Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 2:14 - Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia.
Yakobus sering kali mendapat julukan sebagai rasul iman, Yakobus adalah hamba Allah yang semula ia adalah seorang pengejek, mempunyai latar belakang paling menyakiti hati Yesus, tapi ia bertobat waktu Yesus bangkit dari kematian. Melalui pertobatannya, Yakobus bertumbuh dalam iman, Yakobus mengajar tentang iman jika seseorang mengatakan ia mempunyai segudang pengalaman iman tapi wujud dari iman ia tidak pernah ungkapkan, apakah gunanya? Iman mendorong seseorang untuk memberkati orang lain tapi ia tidak lakukan, memberkati orang lain tidak hanya berbicara lengan kita terulur memberkati orang miskin. Dalam Roma 12 di dalam panggilan diakonia kita harus menjadi berkat dengan pelayanan kita, dengan perbuatan kita mengacu peraturan Taurat, di tingkat sosial mana pun orang percaya itu dia dituntut membuktikan imannya dengan persembahannya (orang kaya raya mempersembahkan lembu, tingkat di bawahnya mempersembahkan kambing/domba, burung tekukur dan di tingkat paling rendah mempersembahkan apam). Banyak orang Kristen munafik, ‘status lembu’ tapi ia persembahannya ‘apam’. Berikan persembahan menurut iman kita, yang terbaik yang kita berikan, memberi dengan penuh integritas (utuh roh, jiwa dan tubuh).
Soal wujud dari iman, ketika kita mempunyai iman Yakobus bertanya apakah imanmu disertai perbuatan? Dalam kitab Ulangan dikatakan jangan menghadap Tuhan dengan tangan yang kosong, iman harus dibuktikan, iman lahir dan bertumbuh oleh firman Allah. Iman adalah sikap seseorang di mana ia melepaskan semua yang menjadi andalannya, mulailah ia mengandalkan, bersandar pada Tuhan. Ketika ia mengandalkan Tuhan, iman dapat memindahkan gunung setinggi apapun, memindahkan seseorang dari kehidupan yang sia-sia ke kehidupan yang berpengharapan.
Ibrani 11:8, iman telah memindahkan, membawa Abraham meninggalkan tanah kemapanannya di Urkasdim ke tanah yang Tuhan siapkan baginya. Tanah yang Tuhan siapkan adalah tanah perjanjian, ini menjadi waris keturunan Abraham. Tanah Urkasdim mempunyai makna kefanaan. Tanah yang Tuhan siapkan mempunyai makna; a. tanah kefanaan (secara fisikal diwariskan ke keturunan), b. tanah kekekalan (secara rohani, dicapai oleh Abraham karena iman).
Potret, wajah dan isi tanah perjanjian yang dijanjikan pada Abraham maupun anak keturunannya. Ulangan 31:20 - Sebab Aku akan membawa mereka ke tanah yang Kujanjikan dengan sumpah kepada nenek moyang mereka, yakni tanah yang berlimpah-limpah susu dan madunya; mereka akan makan dan kenyang dan menjadi gemuk, tetapi mereka akan berpaling kepada allah lain dan beribadah kepadanya... Tanah yang dijanjikan Tuhan bukan hanya dihuni Abraham tapi beribu-ribu keturunan/generasi, keturunan Abraham secara jasmani (melalui Sarah, Hagar , dan Ketura) dan secara rohani (keturunan melalui dan oleh iman di dalam Yesus Kristus), beda dengan Hagai 1:6. Ketika kita imani kita adalah keturunan Abraham maka berkat Abraham akan mewarnai hidup kita.
Dari sisi sosial, Tuhan angkat kelompok ini, orang-orang yang tinggal di tanah perjanjian akan mendiami kota-kota yang tidak mereka dirikan, mereka punya program, dana Tuhan yang siapkan, Allah membuat berhasil (Nehemia 2:20), Koresh (raja Persia) ditugaskan Tuhan untuk membangun Bait Allah dan Yerusalem. Kalau kita tinggal di tanah perjanjian secara iman, baik secara fisik maupun kekekalan Tuhan pasti siapkan dana, Tuhan akan bekerja secara ajaib.
Dari sisi rasa nyaman/sejahtera (Imamat 26:6) Tuhan akan memberikan damai sejahtera sehingga kita tidak akan dikejutkan oleh apapun juga. Damai = pax - bahasa Latin, Tuhan menjadi penjamin dalam masalah sosial dan ketenangan (hati, pikiran, rumah tangga ditata, masa depan dikemas oleh Tuhan). Imamat 26:8 ini yang Paulus maksudkan dalam Roma 8:37, kita lebih dari seorang pemenang. Ketika Tuhan lihat kita lebih dari seorang pemenang, Tuhan tahu tentang diri kita, Tuhan mau kita setuju dengan ini, sering kali kita yang ragu-ragu. Imani firman Allah
Ketika kita tinggal di tanah perjanjian, Tuhan mampu mempromosikan kita, tujuan kita tinggal di tanah perjanjian bukan semata masalah sosial dipromosikan dan damai sejahtera ditata, tapi tujuannya ... dan engkau akan menjadi berkat (Kejadian 12:1-2). Kita dipanggil bukan semata untuk menikmati berkat tapi menjadi berkat dalam hal membawa jiwa bagi Tuhan (Lukas 16:19-26).
Amin.
Yakobus 2:14 - Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia.
Yakobus sering kali mendapat julukan sebagai rasul iman, Yakobus adalah hamba Allah yang semula ia adalah seorang pengejek, mempunyai latar belakang paling menyakiti hati Yesus, tapi ia bertobat waktu Yesus bangkit dari kematian. Melalui pertobatannya, Yakobus bertumbuh dalam iman, Yakobus mengajar tentang iman jika seseorang mengatakan ia mempunyai segudang pengalaman iman tapi wujud dari iman ia tidak pernah ungkapkan, apakah gunanya? Iman mendorong seseorang untuk memberkati orang lain tapi ia tidak lakukan, memberkati orang lain tidak hanya berbicara lengan kita terulur memberkati orang miskin. Dalam Roma 12 di dalam panggilan diakonia kita harus menjadi berkat dengan pelayanan kita, dengan perbuatan kita mengacu peraturan Taurat, di tingkat sosial mana pun orang percaya itu dia dituntut membuktikan imannya dengan persembahannya (orang kaya raya mempersembahkan lembu, tingkat di bawahnya mempersembahkan kambing/domba, burung tekukur dan di tingkat paling rendah mempersembahkan apam). Banyak orang Kristen munafik, ‘status lembu’ tapi ia persembahannya ‘apam’. Berikan persembahan menurut iman kita, yang terbaik yang kita berikan, memberi dengan penuh integritas (utuh roh, jiwa dan tubuh).
Soal wujud dari iman, ketika kita mempunyai iman Yakobus bertanya apakah imanmu disertai perbuatan? Dalam kitab Ulangan dikatakan jangan menghadap Tuhan dengan tangan yang kosong, iman harus dibuktikan, iman lahir dan bertumbuh oleh firman Allah. Iman adalah sikap seseorang di mana ia melepaskan semua yang menjadi andalannya, mulailah ia mengandalkan, bersandar pada Tuhan. Ketika ia mengandalkan Tuhan, iman dapat memindahkan gunung setinggi apapun, memindahkan seseorang dari kehidupan yang sia-sia ke kehidupan yang berpengharapan.
Ibrani 11:8, iman telah memindahkan, membawa Abraham meninggalkan tanah kemapanannya di Urkasdim ke tanah yang Tuhan siapkan baginya. Tanah yang Tuhan siapkan adalah tanah perjanjian, ini menjadi waris keturunan Abraham. Tanah Urkasdim mempunyai makna kefanaan. Tanah yang Tuhan siapkan mempunyai makna; a. tanah kefanaan (secara fisikal diwariskan ke keturunan), b. tanah kekekalan (secara rohani, dicapai oleh Abraham karena iman).
Potret, wajah dan isi tanah perjanjian yang dijanjikan pada Abraham maupun anak keturunannya. Ulangan 31:20 - Sebab Aku akan membawa mereka ke tanah yang Kujanjikan dengan sumpah kepada nenek moyang mereka, yakni tanah yang berlimpah-limpah susu dan madunya; mereka akan makan dan kenyang dan menjadi gemuk, tetapi mereka akan berpaling kepada allah lain dan beribadah kepadanya... Tanah yang dijanjikan Tuhan bukan hanya dihuni Abraham tapi beribu-ribu keturunan/generasi, keturunan Abraham secara jasmani (melalui Sarah, Hagar , dan Ketura) dan secara rohani (keturunan melalui dan oleh iman di dalam Yesus Kristus), beda dengan Hagai 1:6. Ketika kita imani kita adalah keturunan Abraham maka berkat Abraham akan mewarnai hidup kita.
Dari sisi sosial, Tuhan angkat kelompok ini, orang-orang yang tinggal di tanah perjanjian akan mendiami kota-kota yang tidak mereka dirikan, mereka punya program, dana Tuhan yang siapkan, Allah membuat berhasil (Nehemia 2:20), Koresh (raja Persia) ditugaskan Tuhan untuk membangun Bait Allah dan Yerusalem. Kalau kita tinggal di tanah perjanjian secara iman, baik secara fisik maupun kekekalan Tuhan pasti siapkan dana, Tuhan akan bekerja secara ajaib.
Dari sisi rasa nyaman/sejahtera (Imamat 26:6) Tuhan akan memberikan damai sejahtera sehingga kita tidak akan dikejutkan oleh apapun juga. Damai = pax - bahasa Latin, Tuhan menjadi penjamin dalam masalah sosial dan ketenangan (hati, pikiran, rumah tangga ditata, masa depan dikemas oleh Tuhan). Imamat 26:8 ini yang Paulus maksudkan dalam Roma 8:37, kita lebih dari seorang pemenang. Ketika Tuhan lihat kita lebih dari seorang pemenang, Tuhan tahu tentang diri kita, Tuhan mau kita setuju dengan ini, sering kali kita yang ragu-ragu. Imani firman Allah
Ketika kita tinggal di tanah perjanjian, Tuhan mampu mempromosikan kita, tujuan kita tinggal di tanah perjanjian bukan semata masalah sosial dipromosikan dan damai sejahtera ditata, tapi tujuannya ... dan engkau akan menjadi berkat (Kejadian 12:1-2). Kita dipanggil bukan semata untuk menikmati berkat tapi menjadi berkat dalam hal membawa jiwa bagi Tuhan (Lukas 16:19-26).
Amin.
Sunday, January 17, 2010
TINGGALKAN ZONA NYAMAN
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 17 Januari 2010
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 2:13 - Sebab penghakiman yang tak berbelas kasihan akan berlaku atas orang yang tidak berbelas kasihan. Tetapi belas kasihan akan menang atas penghakiman.
Ketika berada di zona yang tidak nyaman jangan berbalik ke zona nyaman (= kayu yang tidak mau dipahat, tidak mau dibentuk). Kalau kita mau menjadi dewasa, mencapai kemuliaan masuk ke zona tidak nyaman (pembentukan). Penghakiman = penilaian, penjurian, pewasitan. Kita tidak mungkin lepas dari fakta, potret dewasa ini banyak keputusan-keputusan yang diambil oleh para juri, wasit, pengambilan keputusan yang membuat kita kecewa. Mikha memberikan gambaran dalam Mikha 7:1-4, pengambil-pengambil keputusan telah hilang, lenyap, semua mengincar darah, pemberi nilai yang benar sudah bisa disuap sehingga terjadi ketidakadilan.
Dari sini kita bisa melihat betapa celaka dunia kita ini, masih adakah hakim, pemberi nilai di dunia ini? Paulus menulis dalam II Timotius 4:8 - Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya. Inilah jaminan yang tidak pernah usang, tidak bisa terkondisi oleh dunia ini. Yesus menilai dan tidak pernah berbuat salah.
Bagaimana caranya untuk kita memperoleh tanda bukti sehingga pada waktu kita berada di loket ilahi kita hanya menunjukkan tanda bukti?
Kejadian 12:1 - Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu ... ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu. Pergilah = tinggalkanlah, putuslah dengan tempat itu; tinggalkan kemapananmu. Untuk memperoleh tanda bukti bahwa kita seorang pekerja yang baik, layak untuk menerima kemuliaan, suka atau tidak suka berangkat ke zona yang belum bisa kita gambarkan.
Ada apa dan bagaimana bentuk zona yang tidak nyaman?
Zona yang tidak nyaman berisi: I Korintus 5:7 - Buanglah ragi yang lama itu, ... Suka atau tidak suka, cocok atau tidak cocok kalau diajar mau taat. Acapkali perkara mustahil berada di depan kita, tragedi yang tidak pernah kita sukai terjadi di zona tidak nyaman, karena melalui zona tidak nyaman Tuhan ingin celikkan mata kita untuk melihat mujizat, kemuliaanNya. Yohanes 15, anggur yang tetap mau tinggal di zona nyaman tidak akan berbuah lebat tapi pada waktu ia dikerat ia akan berbuah lebat.
Seorang ahli pahat hanya bisa memahat bentuk yang dikagumi, kalau Tuhan memahat kita, Tuhan bisa bentuk untuk sampai pada kekekalan, kemuliaan. Tuhan bukan hanya sibuk memikirkan kemuliaan yang akan datang tapi Ia juga sibuk memikirkan apa yang kita butuhkan hari-hari ini. Zona yang tidak nyaman = zona pembentukan = zona pemurnian. Tuhan berkata pada Abraham tinggalkan zona nyaman, keluar, buang ragi lama. Kejadian 13:1-9, jangan kuatir kalau kita masuk di zona yang tidak nyaman, Tuhan akan berkati, anggur yang digunduli berbuah lebat.
Waktu berada di zona tidak nyaman ada harga yang harus dibayar, sekalipun kita kena palu, gergaji, kita harus tetap taat. Di zona yang tidak nyaman kita diuji, dituntut banyak perubahan, kita akan temukan janji bukan hanya tertunda tapi tidak ditepati, masalah-masalah mustahil dan tidak terjawab, mengalami kritik, perkelahian antara pegawai Lot dan pegawai Abraham. Di zona ini kita dituntut untuk menjadi dewasa, itu tujuan Tuhan bawa kita di zona tidak nyaman supaya dari hari ke hari kita menjadi dewasa. Jadilah perangkat yang berguna untuk surga. Tuhan bentuk kita dan pembentukan itu supaya kita menjadi perabot cocok bukan hanya di dunia tapi di kekekalan.
Ada satu kepastian sekalipun zona itu tidak nyaman selalu mengusik kita: Kejadian 13:14-15 -Setelah Lot berpisah dari pada Abram, berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ke timur dan barat, utara dan selatan, sebab seluruh negeri yang kaulihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu untuk selama-lamanya. Kita sedang berdiri di atas batu pijakan kita hari ini, lihat sekeliling kita, daerah mana yang menggoncangkan kita? Tuhan berkata: “Aku sudah taklukkan semua ketakutanmu, traumamu dan Aku selalu menyediakan yang terbaik bagimu.”
Amin.
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 2:13 - Sebab penghakiman yang tak berbelas kasihan akan berlaku atas orang yang tidak berbelas kasihan. Tetapi belas kasihan akan menang atas penghakiman.
Ketika berada di zona yang tidak nyaman jangan berbalik ke zona nyaman (= kayu yang tidak mau dipahat, tidak mau dibentuk). Kalau kita mau menjadi dewasa, mencapai kemuliaan masuk ke zona tidak nyaman (pembentukan). Penghakiman = penilaian, penjurian, pewasitan. Kita tidak mungkin lepas dari fakta, potret dewasa ini banyak keputusan-keputusan yang diambil oleh para juri, wasit, pengambilan keputusan yang membuat kita kecewa. Mikha memberikan gambaran dalam Mikha 7:1-4, pengambil-pengambil keputusan telah hilang, lenyap, semua mengincar darah, pemberi nilai yang benar sudah bisa disuap sehingga terjadi ketidakadilan.
Dari sini kita bisa melihat betapa celaka dunia kita ini, masih adakah hakim, pemberi nilai di dunia ini? Paulus menulis dalam II Timotius 4:8 - Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya. Inilah jaminan yang tidak pernah usang, tidak bisa terkondisi oleh dunia ini. Yesus menilai dan tidak pernah berbuat salah.
Bagaimana caranya untuk kita memperoleh tanda bukti sehingga pada waktu kita berada di loket ilahi kita hanya menunjukkan tanda bukti?
Kejadian 12:1 - Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu ... ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu. Pergilah = tinggalkanlah, putuslah dengan tempat itu; tinggalkan kemapananmu. Untuk memperoleh tanda bukti bahwa kita seorang pekerja yang baik, layak untuk menerima kemuliaan, suka atau tidak suka berangkat ke zona yang belum bisa kita gambarkan.
Ada apa dan bagaimana bentuk zona yang tidak nyaman?
Zona yang tidak nyaman berisi: I Korintus 5:7 - Buanglah ragi yang lama itu, ... Suka atau tidak suka, cocok atau tidak cocok kalau diajar mau taat. Acapkali perkara mustahil berada di depan kita, tragedi yang tidak pernah kita sukai terjadi di zona tidak nyaman, karena melalui zona tidak nyaman Tuhan ingin celikkan mata kita untuk melihat mujizat, kemuliaanNya. Yohanes 15, anggur yang tetap mau tinggal di zona nyaman tidak akan berbuah lebat tapi pada waktu ia dikerat ia akan berbuah lebat.
Seorang ahli pahat hanya bisa memahat bentuk yang dikagumi, kalau Tuhan memahat kita, Tuhan bisa bentuk untuk sampai pada kekekalan, kemuliaan. Tuhan bukan hanya sibuk memikirkan kemuliaan yang akan datang tapi Ia juga sibuk memikirkan apa yang kita butuhkan hari-hari ini. Zona yang tidak nyaman = zona pembentukan = zona pemurnian. Tuhan berkata pada Abraham tinggalkan zona nyaman, keluar, buang ragi lama. Kejadian 13:1-9, jangan kuatir kalau kita masuk di zona yang tidak nyaman, Tuhan akan berkati, anggur yang digunduli berbuah lebat.
Waktu berada di zona tidak nyaman ada harga yang harus dibayar, sekalipun kita kena palu, gergaji, kita harus tetap taat. Di zona yang tidak nyaman kita diuji, dituntut banyak perubahan, kita akan temukan janji bukan hanya tertunda tapi tidak ditepati, masalah-masalah mustahil dan tidak terjawab, mengalami kritik, perkelahian antara pegawai Lot dan pegawai Abraham. Di zona ini kita dituntut untuk menjadi dewasa, itu tujuan Tuhan bawa kita di zona tidak nyaman supaya dari hari ke hari kita menjadi dewasa. Jadilah perangkat yang berguna untuk surga. Tuhan bentuk kita dan pembentukan itu supaya kita menjadi perabot cocok bukan hanya di dunia tapi di kekekalan.
Ada satu kepastian sekalipun zona itu tidak nyaman selalu mengusik kita: Kejadian 13:14-15 -Setelah Lot berpisah dari pada Abram, berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ke timur dan barat, utara dan selatan, sebab seluruh negeri yang kaulihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu untuk selama-lamanya. Kita sedang berdiri di atas batu pijakan kita hari ini, lihat sekeliling kita, daerah mana yang menggoncangkan kita? Tuhan berkata: “Aku sudah taklukkan semua ketakutanmu, traumamu dan Aku selalu menyediakan yang terbaik bagimu.”
Amin.
Sunday, January 10, 2010
DICIPTAKAN DALAM KRISTUS YESUS UNTUK MELAKUKAN PEKERJAAN BAIK
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 10 Januari 2010
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 2:12 - Berkatalah dan berlakulah seperti orang-orang yang akan dihakimi oleh hukum yang memerdekakan orang.
Ayat 1-13 Lembaga Alkitab Indonesia memberikan tema jangan memandang muka, Yakobus berbicara tentang sikap dan komunikasi orang percaya atas setiap tingkat sosial dalam jemaat. Terhadap siapa pun dia, baik atau tidak baik orang itu, bagaimana sikap dan komunikasi kita? Yakobus dididik sebagai seorang yang cukup kasar tapi waktu bertobat, Tuhan ubahkan dia, ia punya tata krama yang luar biasa, ia bisa mengatur sikap dan komunikasinya. Pada waktu kita berkata-kata, bersikap kita harus berhati-hati berlakulah seperti akan dihakimi/dinilai. Raja Belsyazar, sebenarnya Tuhan sudah memberi kemurahan tapi setelah ditimbang didapati banyak kesalahan, yang menjadi dasar timbangan adalah hukum yang memerdekakan (= firman Allah), sebenarnya kita akan dihukum dalam kebinasaan tapi firman Allah membebaskan kita.
Apa tujuan Allah menciptakan kita di dalam Kristus, karena Yakobus 2:12 ini ditujukan bagi kita yang sudah dilahirkan baru? Yakobus memberikan jawaban dalam Efesus 2:10 - Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya. Tuhan punya tujuan dalam hidup kita, Tuhan menciptakan kita untuk melakukan pekerjaan baik. Ketika melakukan pekerjaan baik apapun dengan serius, orang-orang semacam ini akan dicari, dikejar, diharap-harap orang.
Itu sebabnya ketika Tuhan memanggil Abraham (Kejadian 12:1-2) yang saat itu berumur 75 tahun --dari sisi ilmu jiwa sudah tidak bisa berubah-- tapi kenapa sampai Tuhan berjanji akan membuatnya menjadi bangsa yang besar, dan memberkatinya serta membuat nama Abraham masyhur; di mana pun Abraham berada Abraham diburu orang dan akan menjadi berkat? Karena Abraham punya roh mau dibentuk. Banyak orang hanya memohon, mencari tangan Tuhan yang memberkati tapi tidak mau mencari hati (prinsip dan kehendak) Tuhan. Sering kali kita hanya merindukan tangan Tuhan.
Abraham merindukan hati Tuhan, apapun kehendak Tuhan, cocok atau tidak cocok, setuju atau tidak setuju Abraham ingin melakukan apa yang Tuhan mau, itu dibuktikan dalam Kejadian 26:26-31 namanya menjadi masyhur dan anak keturunannya diberkati, Ishak--anak Abraham diberkati Tuhan. Ayat 28 ketika kita melakukan pekerjaan baik, kita bukan hanya mencari tangan Tuhan tapi mencari hati Tuhan (ketika kita menyembah, berdoa, mendengar firman Allah) maka kita akan diburu orang, dikejar, diharap-harap orang, kita membawa berita dari Tuhan bahwa Tuhan sanggup dan tidak pernah gagal.
Kejadian 30:27 adalah pengakuan keponakan Abraham--Laban kepada Yakub. Kejadian 23:1-4, 9; orang-orang Kanaan mereka mengakui Abraham itu seorang yang diberkati oleh Tuhan luar biasa. Kejadian 26:26-31, raja Filistin dan timnya mengakui bahwa Ishak--anak Abraham dikejar orang. Inilah tujuan Allah memanggil kita supaya kita menjadi berkat. Allah punya tujuan yang pasti ketika kita dipanggil menjadi anak Tuhan.
Yakobus 2:12, berkata-katalah dan bersikaplah dengan baik karena setiap kita akan diukur oleh firman Allah, ketika kita didapati cocok, sesuai dengan ukuran/timbangan firman Allah Kejadian 39:20-23 - ...Dan kepala penjara tidak mencampuri segala yang dipercayakannya kepada Yusuf, TUHAN menyertai dia dan apa yang dikerjakannya dibuat TUHAN berhasil. Hasil akibat karena Abraham bukan hanya mencari tangan Tuhan tapi hati Tuhan, anak cucunya diberkati, sekalipun Yusuf disia-siakan dan difitnah dan dibuang ke penjara, tapi tangan Tuhan menyertai dia dan apa yang dikerjakannya dibuat Tuhan berhasil.
Penjara dalam bentuk apa yang sedang memenjarakan hidup kita? Kalau kita tahu kita dipanggil untuk mengerjakan yang baik, orang akan memburu kita, apapun yang kita kerjakan akan dibuat Tuhan berhasil. Inilah tujuan panggilan Allah dalam Yesus Kristus, karena itu hiduplah dalam kekudusan, dalam pendamaian dengan semua orang, carilah hati Tuhan maka anak keturunan kita akan diberkati, dibuat berhasil.
Amin.
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 2:12 - Berkatalah dan berlakulah seperti orang-orang yang akan dihakimi oleh hukum yang memerdekakan orang.
Ayat 1-13 Lembaga Alkitab Indonesia memberikan tema jangan memandang muka, Yakobus berbicara tentang sikap dan komunikasi orang percaya atas setiap tingkat sosial dalam jemaat. Terhadap siapa pun dia, baik atau tidak baik orang itu, bagaimana sikap dan komunikasi kita? Yakobus dididik sebagai seorang yang cukup kasar tapi waktu bertobat, Tuhan ubahkan dia, ia punya tata krama yang luar biasa, ia bisa mengatur sikap dan komunikasinya. Pada waktu kita berkata-kata, bersikap kita harus berhati-hati berlakulah seperti akan dihakimi/dinilai. Raja Belsyazar, sebenarnya Tuhan sudah memberi kemurahan tapi setelah ditimbang didapati banyak kesalahan, yang menjadi dasar timbangan adalah hukum yang memerdekakan (= firman Allah), sebenarnya kita akan dihukum dalam kebinasaan tapi firman Allah membebaskan kita.
Apa tujuan Allah menciptakan kita di dalam Kristus, karena Yakobus 2:12 ini ditujukan bagi kita yang sudah dilahirkan baru? Yakobus memberikan jawaban dalam Efesus 2:10 - Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya. Tuhan punya tujuan dalam hidup kita, Tuhan menciptakan kita untuk melakukan pekerjaan baik. Ketika melakukan pekerjaan baik apapun dengan serius, orang-orang semacam ini akan dicari, dikejar, diharap-harap orang.
Itu sebabnya ketika Tuhan memanggil Abraham (Kejadian 12:1-2) yang saat itu berumur 75 tahun --dari sisi ilmu jiwa sudah tidak bisa berubah-- tapi kenapa sampai Tuhan berjanji akan membuatnya menjadi bangsa yang besar, dan memberkatinya serta membuat nama Abraham masyhur; di mana pun Abraham berada Abraham diburu orang dan akan menjadi berkat? Karena Abraham punya roh mau dibentuk. Banyak orang hanya memohon, mencari tangan Tuhan yang memberkati tapi tidak mau mencari hati (prinsip dan kehendak) Tuhan. Sering kali kita hanya merindukan tangan Tuhan.
Abraham merindukan hati Tuhan, apapun kehendak Tuhan, cocok atau tidak cocok, setuju atau tidak setuju Abraham ingin melakukan apa yang Tuhan mau, itu dibuktikan dalam Kejadian 26:26-31 namanya menjadi masyhur dan anak keturunannya diberkati, Ishak--anak Abraham diberkati Tuhan. Ayat 28 ketika kita melakukan pekerjaan baik, kita bukan hanya mencari tangan Tuhan tapi mencari hati Tuhan (ketika kita menyembah, berdoa, mendengar firman Allah) maka kita akan diburu orang, dikejar, diharap-harap orang, kita membawa berita dari Tuhan bahwa Tuhan sanggup dan tidak pernah gagal.
Kejadian 30:27 adalah pengakuan keponakan Abraham--Laban kepada Yakub. Kejadian 23:1-4, 9; orang-orang Kanaan mereka mengakui Abraham itu seorang yang diberkati oleh Tuhan luar biasa. Kejadian 26:26-31, raja Filistin dan timnya mengakui bahwa Ishak--anak Abraham dikejar orang. Inilah tujuan Allah memanggil kita supaya kita menjadi berkat. Allah punya tujuan yang pasti ketika kita dipanggil menjadi anak Tuhan.
Yakobus 2:12, berkata-katalah dan bersikaplah dengan baik karena setiap kita akan diukur oleh firman Allah, ketika kita didapati cocok, sesuai dengan ukuran/timbangan firman Allah Kejadian 39:20-23 - ...Dan kepala penjara tidak mencampuri segala yang dipercayakannya kepada Yusuf, TUHAN menyertai dia dan apa yang dikerjakannya dibuat TUHAN berhasil. Hasil akibat karena Abraham bukan hanya mencari tangan Tuhan tapi hati Tuhan, anak cucunya diberkati, sekalipun Yusuf disia-siakan dan difitnah dan dibuang ke penjara, tapi tangan Tuhan menyertai dia dan apa yang dikerjakannya dibuat Tuhan berhasil.
Penjara dalam bentuk apa yang sedang memenjarakan hidup kita? Kalau kita tahu kita dipanggil untuk mengerjakan yang baik, orang akan memburu kita, apapun yang kita kerjakan akan dibuat Tuhan berhasil. Inilah tujuan panggilan Allah dalam Yesus Kristus, karena itu hiduplah dalam kekudusan, dalam pendamaian dengan semua orang, carilah hati Tuhan maka anak keturunan kita akan diberkati, dibuat berhasil.
Amin.
Sunday, January 03, 2010
KEKUATAN FOKUS
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 3 Januari 2010 – Oleh Pdt. Boanerges Haposan (Kupang)
II Raja-raja 3:1-27, waktu kita fokus pada Yesus, Iblis selalu mengganggu kita supaya tidak fokus sehingga kita tidak mengalami kemenangan.
Ketika Mesa--raja Moab memberontak pada Yoram--raja Israel, raja Yoram mengalami kesulitan dan mengajak Yosafat raja--Yehuda, untuk bersatu menyerang Moab tapi raja Yosafat tidak mengetahui kalau Edom menyelinap bersekutu dengan raja Yoram. Hati-hati bersekutu dengan Edom (gambaran tentang hal-hal yang tidak baik). Kalau kita sudah dipilih menjadi terang jangan bersekutu dengan gelap.
Kalau kita fokus pasti ada gangguan, Iblis selalu mengambil kesempatan sekecil apapun dan kalau Iblis masuk maka malapetaka akan terjadi. Raja Yoram tidak mengerti firman Tuhan, pengertiannya dangkal. Nabi Elisa marah (ayat 13), ia mengerti kualitas hati Yoram yang sombong. Ketika mereka fokus pada Tuhan, kemenangan mereka raih tapi ayat 27 menjelaskan terjadi bencana, kemenangan yang sudah dijanjikan tidak terjadi. II Raja-raja 3:27 - Kemudian ia mengambil anaknya yang sulung yang akan menjadi raja menggantikan dia, lalu mempersembahkannya sebagai korban bakaran di atas pagar tembok. Tetapi kegusaran besar menimpa orang Israel, sehingga mereka berangkat meninggalkan dia dan pulang ke negeri mereka. Sebuah ritual agama dari orang Moab, mereka memanggil kuasa kegelapan, akhirnya orang Israel yang sebenarnya sudah menerobos mengalami kekalahan.
Iblis menaruh banyak gangguan seperti dalam Matius 8:28, orang yang kerasukan setan, Iblis sengaja menaruh di kuburan, Iblis akan selalu mengganggu kita tapi kalau kita tetap fokus akan selalu ada kekuatan. Yakobus 1:6-8, orang yang mendua hati tidak fokus. Raja Yoram sudah mendengar dari nabi Elisa tapi tidak fokus, pengertiannya pada firman Tuhan sangat dangkal. Beda dengan Yesus, sekalipun sampai di kuburan, Iblis menaruh gangguan tapi kalau Yesus ada Yesus akan selesaikan semua. Orang yang mendua hati tidak akan mendapat apa-apa, contoh dalam kitab Kejadian, istri Lot karena menoleh ke belakang ia menjadi tiang garam. Allah sudah taruh firman tapi Lot berdalih-dalih, Tuhan sudah memberi kemurahan, setiap keluarga mari perhatikan satu dengan yang lain. Lot, istri Lot dan anak-anak tidak fokus ke depan, saat-saat terakhir istri Lot menoleh ke belakang, tidak saling memperhatikan, harus bergandengan tangan. Apakah kita menjadi satu komunitas keluarga saling bergandengan tangan? Tuhan mau membawa kita tetap fokus, saling bergandengan tangan karena ada kekuatan pada fokus. Bandingkan matahari yang mempunyai suhu luar 5500°C dengan sinar laser, dengan sinar laser yang kecil tapi fokus bisa digunakan memotong plat-plat baja, mengebor intan.
Lukas 9:51-53, mengarahkan pandangan -- fokus. Lukas 9:22, 44, Yesus adalah pribadi yang selalu fokus pada pekerjaan BapaNya, tidak satu hari pun teralih perhatiannya dari Bapa. Raja Yoram teralih perhatiannya. Belajar fokus pada Yesus, tubuhNya yang luka menunjukkan hati dan pikiranNya fokus, fokus tidak boleh mendua hati. Kisah Para Rasul 3:1-10, tidak terhitung banyaknya Yesus sering datang ke Yerusalem tapi tidak sekalipun Yesus berhenti utnuk menyembuhkan orang lumpuh di Gerbang Indah, itu bukan tugas Yesus dari Bapa untuk menyembuhkannya karena ini tugas yang didelegasikan pada Petrus dan Yohanes setelah hari Pentakosta. Orang lumpuh ini fokus dan ia mendapat lebih dari apa yang ia minta yaitu ia menerima mujizat.
Jangan bersekutu dengan roh Edom (sombong). Ketika kita mulai fokus akan ada gangguan roh Edom, ritual agama Moab = kuasa kegelapan, raja Yoram tidak mengalami kemenangan. Jadilah orang yang peka, tetap fokus, Yesus mengarahkan pandangan/fokus pikiran dan hatinya.
Filipi 3:13-14 - ...aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus. Kita diciptakan ada tujuannya yaitu untuk memuliakan Allah, jangan seperti istri Lot yang menoleh ke belakang maka kita akan memperoleh kemenangan.
Amin.
II Raja-raja 3:1-27, waktu kita fokus pada Yesus, Iblis selalu mengganggu kita supaya tidak fokus sehingga kita tidak mengalami kemenangan.
Ketika Mesa--raja Moab memberontak pada Yoram--raja Israel, raja Yoram mengalami kesulitan dan mengajak Yosafat raja--Yehuda, untuk bersatu menyerang Moab tapi raja Yosafat tidak mengetahui kalau Edom menyelinap bersekutu dengan raja Yoram. Hati-hati bersekutu dengan Edom (gambaran tentang hal-hal yang tidak baik). Kalau kita sudah dipilih menjadi terang jangan bersekutu dengan gelap.
Kalau kita fokus pasti ada gangguan, Iblis selalu mengambil kesempatan sekecil apapun dan kalau Iblis masuk maka malapetaka akan terjadi. Raja Yoram tidak mengerti firman Tuhan, pengertiannya dangkal. Nabi Elisa marah (ayat 13), ia mengerti kualitas hati Yoram yang sombong. Ketika mereka fokus pada Tuhan, kemenangan mereka raih tapi ayat 27 menjelaskan terjadi bencana, kemenangan yang sudah dijanjikan tidak terjadi. II Raja-raja 3:27 - Kemudian ia mengambil anaknya yang sulung yang akan menjadi raja menggantikan dia, lalu mempersembahkannya sebagai korban bakaran di atas pagar tembok. Tetapi kegusaran besar menimpa orang Israel, sehingga mereka berangkat meninggalkan dia dan pulang ke negeri mereka. Sebuah ritual agama dari orang Moab, mereka memanggil kuasa kegelapan, akhirnya orang Israel yang sebenarnya sudah menerobos mengalami kekalahan.
Iblis menaruh banyak gangguan seperti dalam Matius 8:28, orang yang kerasukan setan, Iblis sengaja menaruh di kuburan, Iblis akan selalu mengganggu kita tapi kalau kita tetap fokus akan selalu ada kekuatan. Yakobus 1:6-8, orang yang mendua hati tidak fokus. Raja Yoram sudah mendengar dari nabi Elisa tapi tidak fokus, pengertiannya pada firman Tuhan sangat dangkal. Beda dengan Yesus, sekalipun sampai di kuburan, Iblis menaruh gangguan tapi kalau Yesus ada Yesus akan selesaikan semua. Orang yang mendua hati tidak akan mendapat apa-apa, contoh dalam kitab Kejadian, istri Lot karena menoleh ke belakang ia menjadi tiang garam. Allah sudah taruh firman tapi Lot berdalih-dalih, Tuhan sudah memberi kemurahan, setiap keluarga mari perhatikan satu dengan yang lain. Lot, istri Lot dan anak-anak tidak fokus ke depan, saat-saat terakhir istri Lot menoleh ke belakang, tidak saling memperhatikan, harus bergandengan tangan. Apakah kita menjadi satu komunitas keluarga saling bergandengan tangan? Tuhan mau membawa kita tetap fokus, saling bergandengan tangan karena ada kekuatan pada fokus. Bandingkan matahari yang mempunyai suhu luar 5500°C dengan sinar laser, dengan sinar laser yang kecil tapi fokus bisa digunakan memotong plat-plat baja, mengebor intan.
Lukas 9:51-53, mengarahkan pandangan -- fokus. Lukas 9:22, 44, Yesus adalah pribadi yang selalu fokus pada pekerjaan BapaNya, tidak satu hari pun teralih perhatiannya dari Bapa. Raja Yoram teralih perhatiannya. Belajar fokus pada Yesus, tubuhNya yang luka menunjukkan hati dan pikiranNya fokus, fokus tidak boleh mendua hati. Kisah Para Rasul 3:1-10, tidak terhitung banyaknya Yesus sering datang ke Yerusalem tapi tidak sekalipun Yesus berhenti utnuk menyembuhkan orang lumpuh di Gerbang Indah, itu bukan tugas Yesus dari Bapa untuk menyembuhkannya karena ini tugas yang didelegasikan pada Petrus dan Yohanes setelah hari Pentakosta. Orang lumpuh ini fokus dan ia mendapat lebih dari apa yang ia minta yaitu ia menerima mujizat.
Jangan bersekutu dengan roh Edom (sombong). Ketika kita mulai fokus akan ada gangguan roh Edom, ritual agama Moab = kuasa kegelapan, raja Yoram tidak mengalami kemenangan. Jadilah orang yang peka, tetap fokus, Yesus mengarahkan pandangan/fokus pikiran dan hatinya.
Filipi 3:13-14 - ...aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus. Kita diciptakan ada tujuannya yaitu untuk memuliakan Allah, jangan seperti istri Lot yang menoleh ke belakang maka kita akan memperoleh kemenangan.
Amin.
Sunday, December 27, 2009
ADAKAN EVALUASI
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 27 Desember 2009
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Roma 15:4 - Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci. Tuhan mempunyai keinginan, harapan, cita-cita (logos – bahasa Yunani = perkataan). Sebelum perkataan itu keluar bersumber dari ide, impian Tuhan adalah supaya kita teguh, kokoh, kuat menghadapi kesulitan, gelombang. Supaya kita kokoh sering kali Tuhan ijinkan untuk kita mengadakan evaluasi, segala sesuatu yang ditulis dahulu dalam Perjanjian Lama menjadi pelajaran bagi kita untuk kita mengadakan peninjauan. Salah satu peristiwa yang ditulis dalam Perjanjian Lama yaitu Ulangan 1:1-3, khotbah Musa ini diucapkan ketika tiba di Moab, Tuhan mendorong Musa untuk mengadakan evaluasi --tariklah pelajaran dari peristiwa-peristiwa yang terjadi sejak keluar dari Mesir sampai tiba di Moab-- ketika rombongan bangsa Israel telah berada di padang gurun Moab. Ulangan 1-11. Waktu Musa mengadakan evaluasi, Musa sedikit emosi karena angkatan sebelumnya yang segenerasi dengan dia telah habis kecuali Yosua dan Kaleb.
Hasil evaluasi:
1. Terhadap semua kebaikan-kebaikan Tuhan.
Ulangan 8:2,4 adalah bentuk pemeliharaan, warna kebaikan Tuhan. Mereka yang telah melihat laut Kolsom terbelah dua, air di Mara yang telah diubahkan dari pahit menjadi air yang sehat dan masih banyak mujizat, peristiwa kebaikan Tuhan yang telah terjadi. Perjalanan selama 40 tahun pakaian mereka tidak buruk, kaki tidak bengkak selama perjalanan, kemah yang dimiliki orang Israel selalau dibaharui oleh Tuhan. Hubungkan dengan Ulangan 29:5. Ketika kita menjadi orang perjalanan selalu menaati firman Allah, Tuhan akan selalu baharui sandang, papan, pangan. Inilah bentuk pemeliharaan, warna kebaikan Tuhan. Ulangan 8:2. Sungguh pun selama 40 tahun kita menemukan banyak peristiwa jatuh, hancur tapi Tuhan angkat kembali, Tuhan berjanji Aku tidak pernah bermaksud engkau jatuh tergeletak tapi Aku ingin melihat kesetiaan, kesungguhanmu, Aku tetap sediakan sandang, papan, pangan.
2. Dari soal kepatuhan.
Ulangan 2:14, tiga bulan setelah mereka keluar dari Mesir, Tuhan berkata kepada Musa hitunglah mereka yang berusia di atas 20 tahun, dari 3.500.000 yang siap menjadi prajurit ada sekitar 650.000 orang, jadi hampir 1/3 dari jumlah bangsa Israel dalam 38 tahun perjalanan dari Mesir sampai ke sungai Zered sekitar 600.000 orang habis bukan karena kalah peperangan tapi secara berangsur mereka ditumpas oleh Tuhan. Kenapa mereka binasa? Tangan Tuhan sendiri melawan mereka, Tuhan hamburkan mereka sampai habis binasa. I Tesalonika 5:18, ada satu sikap kita yang menuntut kepatuhan, diwarnai ketaatan, mengucap syukur dalam segala hal. Waktu dalam keadaan baik juga waktu merasa terusik tetap mengucap syukur. Ucapan syukur mempunyai pengertian mengakui dan menerima dengan tulus kehendak Allah; mengijinkan otoritas Allah terjadi dalam hidup kita. Sekitar 600.000 orang, Tuhan sendiri melawan mereka karena mereka tidak mau mengucap syukur.
Bilangan 32:1-7, dua suku yaitu Ruben dan Gad secara jasmani kekayaan mereka menonjol selama perjalanan, punya peternakan melebihi suku-suku yang lain, ketika telah mengalahkan negeri Atarot, Dibon, Yaezer, Nimra, Hesybon, Eleale, Sebam, Nebo dan Beon mereka datang kepada Musa dan berkata dari 12 suku kami yang menonjol, kami tidak usah ikut menyeberang Yarden, kami tinggal di sini saja. Musa berkata ingat itu kebaikan Tuhan. Mereka tidak mau mengakui dan menerima kehendak Tuhan. Tuhan menghendaki mereka masuk ke Kanaan baru warisan dibagi (Yosua 14). Mereka tidak mengijinkan otoritas Allah, tidak punya sense of belonging, tidak merasa satu tubuh, tidak merasa memiliki. Ketika suku Ruben dan Gad berkata ijinkan kami untuk tinggal di sini, Musa kemudian berkata kenapa kamu enggan untuk patuh, menaati firman Allah, tidak merasa memiliki; mereka mulai kasak-kusuk mempengaruhi dan sebagian dari suku Manasye (cucu Yakub - terhisap keturunan karena anugerah) terpengaruh.
Adakan evaluasi apakah kita sebagai jemaat merasa memiliki? Pertumbuhan, perkembangan adalah milik kita. Musa menangis, suku Ruben dan Gad mempengaruhi orang-orang supaya tidak usah berkorban, tidak usah maju. Yesus pun sangat keras berkata dalam Matius 18:8-9. Tuhan rindu kita menjadi jemaat, kita memiliki sense of belonging, merasa satu tubuh.
I Tesalonika 5:18, mengucap syukur, mengakui, menerima kehendak Tuhan, mengijinkan otoritas Allah terjadi dalam hidup kita karena itu merupakan kehendak Allah. Mazmur 44:4, jangan takut memasuki tahun baru, bukan dengan pedang (pengetahuan) dan lengan (koneksi/jaringan), untuk menghadapi masa depan, tapi dengan tangan Tuhan sendiri akan mempromosikan, kita meraih kemenangan.
Amin.
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Roma 15:4 - Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci. Tuhan mempunyai keinginan, harapan, cita-cita (logos – bahasa Yunani = perkataan). Sebelum perkataan itu keluar bersumber dari ide, impian Tuhan adalah supaya kita teguh, kokoh, kuat menghadapi kesulitan, gelombang. Supaya kita kokoh sering kali Tuhan ijinkan untuk kita mengadakan evaluasi, segala sesuatu yang ditulis dahulu dalam Perjanjian Lama menjadi pelajaran bagi kita untuk kita mengadakan peninjauan. Salah satu peristiwa yang ditulis dalam Perjanjian Lama yaitu Ulangan 1:1-3, khotbah Musa ini diucapkan ketika tiba di Moab, Tuhan mendorong Musa untuk mengadakan evaluasi --tariklah pelajaran dari peristiwa-peristiwa yang terjadi sejak keluar dari Mesir sampai tiba di Moab-- ketika rombongan bangsa Israel telah berada di padang gurun Moab. Ulangan 1-11. Waktu Musa mengadakan evaluasi, Musa sedikit emosi karena angkatan sebelumnya yang segenerasi dengan dia telah habis kecuali Yosua dan Kaleb.
Hasil evaluasi:
1. Terhadap semua kebaikan-kebaikan Tuhan.
Ulangan 8:2,4 adalah bentuk pemeliharaan, warna kebaikan Tuhan. Mereka yang telah melihat laut Kolsom terbelah dua, air di Mara yang telah diubahkan dari pahit menjadi air yang sehat dan masih banyak mujizat, peristiwa kebaikan Tuhan yang telah terjadi. Perjalanan selama 40 tahun pakaian mereka tidak buruk, kaki tidak bengkak selama perjalanan, kemah yang dimiliki orang Israel selalau dibaharui oleh Tuhan. Hubungkan dengan Ulangan 29:5. Ketika kita menjadi orang perjalanan selalu menaati firman Allah, Tuhan akan selalu baharui sandang, papan, pangan. Inilah bentuk pemeliharaan, warna kebaikan Tuhan. Ulangan 8:2. Sungguh pun selama 40 tahun kita menemukan banyak peristiwa jatuh, hancur tapi Tuhan angkat kembali, Tuhan berjanji Aku tidak pernah bermaksud engkau jatuh tergeletak tapi Aku ingin melihat kesetiaan, kesungguhanmu, Aku tetap sediakan sandang, papan, pangan.
2. Dari soal kepatuhan.
Ulangan 2:14, tiga bulan setelah mereka keluar dari Mesir, Tuhan berkata kepada Musa hitunglah mereka yang berusia di atas 20 tahun, dari 3.500.000 yang siap menjadi prajurit ada sekitar 650.000 orang, jadi hampir 1/3 dari jumlah bangsa Israel dalam 38 tahun perjalanan dari Mesir sampai ke sungai Zered sekitar 600.000 orang habis bukan karena kalah peperangan tapi secara berangsur mereka ditumpas oleh Tuhan. Kenapa mereka binasa? Tangan Tuhan sendiri melawan mereka, Tuhan hamburkan mereka sampai habis binasa. I Tesalonika 5:18, ada satu sikap kita yang menuntut kepatuhan, diwarnai ketaatan, mengucap syukur dalam segala hal. Waktu dalam keadaan baik juga waktu merasa terusik tetap mengucap syukur. Ucapan syukur mempunyai pengertian mengakui dan menerima dengan tulus kehendak Allah; mengijinkan otoritas Allah terjadi dalam hidup kita. Sekitar 600.000 orang, Tuhan sendiri melawan mereka karena mereka tidak mau mengucap syukur.
Bilangan 32:1-7, dua suku yaitu Ruben dan Gad secara jasmani kekayaan mereka menonjol selama perjalanan, punya peternakan melebihi suku-suku yang lain, ketika telah mengalahkan negeri Atarot, Dibon, Yaezer, Nimra, Hesybon, Eleale, Sebam, Nebo dan Beon mereka datang kepada Musa dan berkata dari 12 suku kami yang menonjol, kami tidak usah ikut menyeberang Yarden, kami tinggal di sini saja. Musa berkata ingat itu kebaikan Tuhan. Mereka tidak mau mengakui dan menerima kehendak Tuhan. Tuhan menghendaki mereka masuk ke Kanaan baru warisan dibagi (Yosua 14). Mereka tidak mengijinkan otoritas Allah, tidak punya sense of belonging, tidak merasa satu tubuh, tidak merasa memiliki. Ketika suku Ruben dan Gad berkata ijinkan kami untuk tinggal di sini, Musa kemudian berkata kenapa kamu enggan untuk patuh, menaati firman Allah, tidak merasa memiliki; mereka mulai kasak-kusuk mempengaruhi dan sebagian dari suku Manasye (cucu Yakub - terhisap keturunan karena anugerah) terpengaruh.
Adakan evaluasi apakah kita sebagai jemaat merasa memiliki? Pertumbuhan, perkembangan adalah milik kita. Musa menangis, suku Ruben dan Gad mempengaruhi orang-orang supaya tidak usah berkorban, tidak usah maju. Yesus pun sangat keras berkata dalam Matius 18:8-9. Tuhan rindu kita menjadi jemaat, kita memiliki sense of belonging, merasa satu tubuh.
I Tesalonika 5:18, mengucap syukur, mengakui, menerima kehendak Tuhan, mengijinkan otoritas Allah terjadi dalam hidup kita karena itu merupakan kehendak Allah. Mazmur 44:4, jangan takut memasuki tahun baru, bukan dengan pedang (pengetahuan) dan lengan (koneksi/jaringan), untuk menghadapi masa depan, tapi dengan tangan Tuhan sendiri akan mempromosikan, kita meraih kemenangan.
Amin.
Subscribe to:
Posts (Atom)