Friday, February 08, 2008
PERBANDINGAN UNSUR DUNIAWI DAN UNSUR ROHANI
Ringkasan Khotbah Minggu 3 Februari 2008
Oleh Pdt Frans.S.Assa
II Petrus 2 : 5 - dan jikalau Allah tidak menyayang-kan dunia purba, tetapi hanya menyelamatkan Nuh, pemberita kebenaran itu, dengan tujuh orang lain, ketika Ia mendatangkan air bah atas dunia orang-orang yang fasik;Pembangunan di zaman Nuh gambarannya kira-kira seperti pembangunan dunia saat ini. Salomo berkata yang sekarang ada dulu sudah ada… (Pengkhotbah 3 : 15). Tuhan tidak menyayangkan semua kekayaan, semua kemewahan dan semua yang sudah dicapai manusia tapi Tuhan lebih memperhatikan keselamatan jiwa, hidup kita. Karena itu jangan lekatkan hati kita pada kemewahan.Petrus ingin perlihatkan perbandingan nilai unsur-unsur duniawi dengan yang mengandung unsur-unsur ilahi/rohani. Matius 24 : 35. Perbedaannya sangat mencolok, unsur duniawi (fisikal) satu kali kelak akan lenyap, unsur rohani (Firman Allah) kekal sampai selama-lamanya. Orang-orang yang punya unsur-unsur rohani tetap dalam jaminan Tuhan. Tuhan tidak sayangkan harta kemewahan tapi Tuhan sangat mengasihi kepada Nuh, itu sebabnya Nuh menikmati keselamatan. Di mana letak kelebihan Nuh dibandingkan dengan unsur-unsur duniawi ?1. Unsur-unsur duniawi. Kekayaan di langit, setiap lapisan gas di langit (Mazmur 147 : 4); kekayaan di bumi (Kejadian 2 : 8 - 12), emas (= logam-logam mulia), damar bedolah (= bahan bakar), batu krisopras (batu-batu permata) satu kali kelak akan lenyap.2. Unsur-unsur rohani. Firman Allah (perkataanKu) tidak akan berlalu. Manusia adalah makhluk yang diciptakan Tuhan yang sangat istimewa karena membawa unsur surga (Kejadian 2 : 7), itu sebabnya hargai sesama manusia. Mazmur 8 : 6, manusia itu hanya beda sedikit dengan Allah, siapapun dia. Kenapa ketika langit dan bumi dimusnahkan Tuhan mengasihi Nuh ? Karena Nuh punya nilai rohani. Penerapan di zaman sekarang untuk apa saya hidup, untuk apa saya berada di sebuah keluarga ? Tuhan berikan kita nilai tinggi karena kita membawa gambar dan citra Allah. Untuk apa kita memiliki citra Allah ? I Korintus 3 : 9. Karena kita adalah teman kerjanya Allah. Allah itu Raja, gunakanlah jubah kesukaan Raja. Matius 22 : 9 - 13. Hidup kita digambarkan seperti orang di jalan, orang jahat, orang baik, tapi Tuhan panggil kita. Kita perlu pertajam pendengaran iman, Ia memanggil dan memilih kita untuk menjadi kawan di kerajaanNya. Jadilah sahabat yang menyenangkan hati Tuhan. Pada waktu menggunakan jubah kesukaan Raja, Tuhan masuk ke pesta itu, ke ruang hidup dan seluruh jajaran kegiatan kita dan berkata: “Baik sekali pekerjaanmu, engkau adalah sahabatKu”. Kalau Tuhan beri sanjungan kepada kita, rumah tangga, ruang kerja kita menjadi surga.Seiring dengan sanjungan Tuhan mengalir apa yang kita perlukan karena menggunakan jubah kesukaanNya. Pada waktu memperoleh sanjungan dari Tuhan (diberkati rohani dan jasmani) biasanya bersamaan dengan itu akan datang perkataan-perkataan karena iri hati pada kita yang akan mematahkan semangat. Abaikan kata-kata yang mematahkan semangat dan sukacita kita, tetap cari wajah Tuhan, datang pada Tuhan dan katakan tidak sanggup. Raja kita dikelilingi oleh malaikat dan malaikat pun tahu bagaimana hati Allah terhadap kita. Ketika malaikat masuk ke rumah Maria (= ruang kegiatan kita), dia berkata: “Salam, hai engkau yang sangat disukai Tuhan” (terjemahan lain) Lukas 1 : 28.Saat kita disukai oleh Tuhan, Mazmur 34 : 20 - Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu; bencana-bencana, kemalangan datang pada zaman Nuh, hujan turun dan banjir menggenangi bumi tapi Tuhan ingat Nuh karena Nuh menggunakan jubah kesukaan Raja. Kita mungkin berada di gua-gua, lorong-lorong kemalangan tapi Tuhan lepaskan kita karena kita adalah orang yang disukai Tuhan. Tuhan abaikan kekayaan-kekayaan duniawi, Tuhan ingat kita dan Ia ada di sana, Ia kirimkan malaikat untuk membebaskan kita. Kita adalah orang yang paling istimewa di hadapan Tuhan, Tuhan ingin kita menjadi sahabatNya. Amin
BERJUANGLAH MELALUI PINTU YANG SESAK
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi Oleh Pdt Andrew.M.Assa
Lukas 13 : 24 - Jawab Yesus kepada orang-orang di situ: “Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat.Ketika kita masuk peperangan rohani, Tuhan mengajarkan berjuanglah melalui pintu yang sesak, kita harus berjuang untuk mengalami Gosyen (perlindungan, pembelaan Allah). Tuhan punya tujuan supaya kita menanggalkan beban dan dosa yang merintangi kita (Ibrani 12:1). Waktu kita terima keselamatan jangan hanya cukup kita diselamatkan tapi kita harus berjuang, membangun hubungan baik dengan Tuhan, menggunakan jubah kesenangan Tuhan yang berarti kita harus menyalibkan diri karena seringkali tidak sesuai dengan alamiah kita, sepertinya Tuhan memaksa kita menggunakan jubahNya.Hubungkan dengan Kejadian 6 : 3 - Berfirmanlah TUHAN: “Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja.” Terjemahan lain …Roh-Ku tidak akan selalu berjuang dengan manusia karena dia juga adalah daging… Jadi ketika manusia berada di alam alamiahnya manusia cenderung untuk berbuat dosa. Tuhan sebetulnya sudah mengirim Roh Kudus untuk menasihati, mengajar, mentobatkan dari dosa dan kejahatan, itu rencana Allah tetapi ketika manusia terus-menerus dalam dosa, Tuhan katakan Roh-Ku tidak akan selalu berjuang dengan manusia. Ada saatnya Tuhan itu panjang sabar, ada saatnya Tuhan akan pilih orang yang mau dekat, diam di dalam Tuhan. Hidup kita adalah hidup perjuangan, peperangan rohani setiap saat.Kejadian 6 : 8 - Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN. Tuhan temukan ada satu pribadi - Nuh yang mau setuju dengan Tuhan. Apa yang terjadi dengan hidupnya sehingga Nuh berkenan kepada Tuhan?1. Jangan lupakan bahtera. Ibrani 10 : 25.Nuh tidak akan mungkin diselamatkan kalau ia tinggalkan bahtera. Nuh dan mereka yang tinggal di dalam bahtera mengalami kelimpahan, ada sesuatu yang luar biasa yang Tuhan sediakan. Kisah Para Rasul 2 : 42,46. Kondisi jemaat mula-mula ketika mereka diselamatkan tidak mencari kesempurnaan sendiri-sendiri, selalu bertekun dalam pengajaran, berkumpul dan memecahkan roti. Jangan tinggalkan bahtera/gereja lokal di mana kita berada. Kita tidak mungkin sempurna sendirian, kita butuh orang lain -mungkin sesama kita di bahtera- untuk menyempurnakan hidup kita (Amsal 27:17).2. Dengan taat mempersiapkan bahtera. Ibrani 11 : 7.Waktu Nuh membuat bahtera, ia membutuhkan perencanaan tapi ia mau lakukan dengan taat dan setia sekalipun itu di luar kemampuannya dan ketika ia mau lakukan itu, Tuhan turut bekerja di dalamnya. Yakobus 5 : 7, kita harus sabar, punya ketekunan seperti seorang petani menantikan apa yang akan ia tuai walaupun ia belum melihat hasil yang ia tabur. Pengkhotbah 11 : 4. Hati-hati! Kadang kita terjebak pada setengah kebenarannya Iblis, kalau selama ini kita hanya memperhatikan situasi dan tidak taat Firman Allah, kita tidak akan melakukan apa-apa, tidak akan menabur.Pengkhotbah 3 : 15 - Yang sekarang terjadi sudah terjadi sebelumnya, yang akan ada sudah lama ada, Allah menentukan supaya yang sudah terjadi, terjadi lagi. (TBS). Waktu dikuasai Tuhan, kadang kita berpikir kesempatan tidak datang dua kali tapi kalau kita ada di tangan Tuhan apa yang sudah terjadi Tuhan sanggup buat terjadi lagi. Permasalahannya ketika Tuhan mau berjuang untuk kita apakah kita mau berserah kepadaNya ?3. Letakkan dasar ketaatan pada standar yang tinggi. Ibrani 12 : 28.Firman Allah adalah kerajaan yang tidak tergoncangkan. Terapkan apa yang berkenan kepada Tuhan, jangan ikut cara-cara dunia. Segala yang ada di dunia ini, nilai dan norma masyarakat makin lama makin surut (dianggap lumrah). Efesus 5 : 10 - 11. Kalau kita mengimpor cara-cara dunia, ketika dunia terkena murka Allah kita juga sedang mengimpor murka Allah ke dalam hidup kita.Ada peperangan rohani yang Tuhan sedang kerjakan dan kita melihat sekeliling kita, kita masih mengalami murka Allah bertambah-tambah tapi Tuhan akan benar-benar memelihara umatNya di Gosyen, memelihara umat Allah yang benar-benar mau menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan. Amin
MEMBANGUN HUBUNGAN BAIK DENGAN ALLAH
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi 20 Januari 2008
Oleh Pdt.Frans.Z.Assa
II Petrus 2 : 4 - Sebab jikalau Allah tidak me-nyayangkan malaikat-malaikat yang berbuat dosa tetapi melemparkan mereka ke dalam neraka dan dengan demikian menyerahkannya ke dalam gua-gua yang gelap untuk menyimpan mereka sampai hari penghakiman.Ayat di atas menuliskan akibat yang sangat menyedihkan/berbahaya bila persekutuan/ hubungan seseorang dengan Tuhan memburuk. Ayat ini dilatarbelakangi oleh sebuah kisah yang dimuat di kitab Yehezkiel dan Yesaya bahwa ada malaikat yang berbuat dosa.Penyebab malaikat berbuat dosa: Yehezkiel 28: 13 - 16.Malaikat yang bernama Lucifer, jubahnya berhiaskan sembilan batu permata yang menyebabkan ia begitu agung dan cemerlang, kemuliaannya hampir menyerupai Allah. Sembilan batu permata berbicara tentang sembilan bidang pelayanan (aplikasinya: karunia-karunia di dalam gereja) yang apabila ia masuk dan sentuh selalu berhasil. Ia selalu menikmati hadirat Tuhan, ia kudus, suci, murni dan kemudian sampai pada satu ketika tiba-tiba didapati penyelewengan, perampasan, kejahatan di dalam dirinya (…till iniquity was found in you - terjemahan bahasa Inggris).Apa yang membuat ia cacat? Yesaya 14 : 13 - 14. Cacatnya adalah ia ingin memiliki lima tempat yang seharusnya tempat itu khusus hanya untuk kekudusan dan kemuliaan Allah. Ini adalah peristiwa awal yang telah merusak masa depan dari Lucifer. Kalau kita berhasil dan mendapatkan pujian baik dalam pelayanan, pekerjaan ataupun profesi kita masing-masing, jangan mencuri kemuliaan Tuhan (merasa diri hebat), kita harus langsung kembalikan kemuliaan bagi Tuhan jangan diendapkan di hati kita. Kita berhasil itu semata-mata Tuhan mengangkat kita.Kembali ke II Petrus 2 : 4, karena Lucifer ingin merampas kemuliaan Allah (lima tempat berbicara juga lima luka Yesus) maka akibatnya hubungan dengan Tuhan memburuk, ia jatuh lalu dilempar dan dibuang ke penghukuman kekal untuk selama-lamanya.Bagaimana agar hubungan/persekutuan kita dengan Tuhan tidak memburuk?Yohanes 15 : 1 adalah contoh teladan keter-ikatan/ketergantungan. Yesus mengatakan Akulah pokok anggur yang benar tapi kalau bukan Bapa yang mengusahakan sia-sialah Saya. Kemudian ayat ini juga berbicara tentang keterikatan dan apresiasi/penghargaan Yesus kepada gereja (Yohanes 15 : 5a). Yesus berkata Aku pokok anggur dan Aku bangga tapi gereja/ ranting-rantingnya yang akan mengeluarkan buah.Dalam dunia bisnis, dunia komunikasi sekarang, taraf kebaikan dan pertolongan yang kita peroleh itu biasanya tergantung dari tingkat hubungan yang kita bina. Banyak orang seringkali beranggapan karena sudah terbiasa tiap hari, tidak membina hubungan baik, main serobot dan ini mempengaruhi kehidupan rohani. Siapa saja boleh berseru kepada Tuhan, tapi binalah hubungan baik dengan Tuhan, mengerti kesukaan Tuhan sehingga kita punya pembela = GEORGOS - bahasa Yunani, artinya perawat yang merawat, mengatur, mengusahakan sarana supaya anggur ini bisa merambat dan kalau sudah berbuah, buahnya banyak. Kita punya GEORGOS yang menyanggah hidup kita, Ia menyediakan fasilitas dalam kehidupan kita tapi binalah, bangun hubungan baik dengan Tuhan, kenalilah kesukaan Tuhan kita. Kesukaan Tuhan:1. Efesus 6 : 11 - 15. Jubah kebenaran, bukan berarti jubah kebenaran yang harus diperbaiki supaya pas untuk kita tapi kita akan diperbaiki oleh Firman Allah sehingga jubah kebenaran itu pas kita pakai.2. I Tesalonika 5 : 18. Jubah ucapan syukur dan puji-pujian kepada Tuhan di segala keadaan dan situasi apapun juga.Ketika kita punya hubungan yang baik dengan Tuhan, mengenakan jubah kebenaran, ucapan syukur dan pujian kepada Tuhan, Tuhan adalah GEORGOS, Ia sediakan fasilitas yang kita butuhkan. Jangan melihat kesukaran yang terjadi sekarang, masa depan yang suram Tuhan akan ubah menjadi cemerlang, penuh suasana surga.Ester 2 : 15. Ester memakai jubah kesukaan raja yang menimbulkan kasih sayang kepadanya dan bangkitlah raja dengan satu tekad apa saja yang Ester butuhkan ia akan siapkan. Kalau kita memakai jubah kebenaran, pujian dan ucapan syukur, tetap punya hubungan yang baik dengan Tuhan dan tidak memburuk, waktu Tuhan melihat kita menggunakan jubah itu, Tuhan bangkit tekadnya apa saja yang anakKu butuhkan Aku siapkan bagi dia. Luar biasa Tuhan kita ! Tapi itu sangat tergantung apakah kita mau mengenal kesukaan Tuhan, mengenakan jubah kesukaanNya dan merawat persekutuan/ hubungan dengan Tuhan agar tetap baik dan indah.
Amin
Amin
BANGUNAN YANG DI BANGGAKAN ALLAH
Ringkasan Khotbah Minggu 13 Januari 2008
Oleh Pdt.Frans.Z .Assa
II Petrus 2 : 2 - 3 - Banyak orang akan mengikuti cara hidup mereka yang dikuasai hawa nafsu, dan karena mereka Jalan Kebenaran akan dihujat. Dan karena serakahnya guru-guru palsu itu akan berusaha mencari untung dari kamu dengan cerita-cerita isapan jempol mereka. Tetapi untuk perbuatan mereka itu hukuman telah lama tersedia dan kebinasaan tidak akan tertunda.Di akhir zaman akan muncul bangunan (gunung Tuhan dan kota Tuhan) yang megah dan sangat menarik tetapi tidak sesuai dengan konstruksi dan material Alkitab yang dibangun oleh 'insinyur-insinyur rohani' yang ahli untuk membangun tubuh Kristus; ayat 2 dan 3 mengatakan mereka membangun bangunan dengan konstruksi susunan ruang-ruang bangunan dan material berselubung/berlabel Alkitab, baik Paulus maupun Petrus mengatakan ini adalah pekerjaan keserakahan guru-guru palsu yang berusaha untuk mencari keuntungan.Kuat atau tidaknya sebuah bangunan itu tergantung konstruksi dan material yang digunakan. Gereja, orang percaya, hidup kita akan sangat tergantung konstruksi susunan bangunan rumah tersebut. Di tingkat gereja lokal ada hamba-hamba Tuhan, majelis jemaat, aktivis, wadah-wadah, jemaat Tuhan, ini merupakan susunan/bagian dari rumah tersebut kuat atau tidaknya tergantung dari material yang akan digunakan.Ada dua bentuk bangunan :1. Bangunan (gunung Allah dan kota Allah) yang Allah banggakan.Ada bangunan yang Allah banggakan sehingga Ia tidak dapat menahan diri - Tuhan punya emosi kudus karena kita membawa peta dan teladanNya - untuk memperlihatkan ('pamer') kepada dunia. Pada waktu Ia menebus manusia, dosa dihapuskan oleh darah Anak Domba Allah dan kita diangkat menjadi anak-anakNya, menjadi gunung, kota, bangunan Allah, Ia ingin perlihatkan pada dunia. Ibrani 11 : 16. Mereka yang tetap tegar dalam menghadapi ujian iman seberat apapun karena mereka punya tujuan ke negeri yang kekal, Tuhan tidak malu disebut Bapa/Allahnya mereka.Kalau kita menjadi bangunan, kota, gunung Allah yang dibanggakan Allah, bisa dipercaya dalam soal jasmani dan rohani (I Korintus 15 : 46) dunia punya reaksi (Yesaya 2 : 2 - 3), karena di sana ada pengajaran/ Firman Allah bukan dongeng-dongeng. Mereka punya konstruksi, susunan bangunan sesuai dengan 'insinyur ilahi' yaitu Tuhan sendiri, yang susunannya tidak ada retaknya (Mazmur 122 : 3). Di dalam gereja/jemaat lokal temperamen boleh berbeda tapi mereka dapat duduk bersama karena sudah bertobat, lahir baru (Yesaya 11 : 6 - 9).2. Bangunan yang menyesakkan hati Tuhan.Kembali ke II Petrus 2 : 2 - 3. Akan muncul bangunan yang megah berlabel/ berselubung rohani tapi konstruksi dan material walaupun berasal dari Firman Allah tapi terjadi pemalsuan (nabi palsu = sumber berita dipalsukan, identitas dipalsukan).Ada dua oknum yang memiliki lima jawatan (rasul, nabi, pemberita Injil, gembala, guru) di dalam Perjanjian Baru yaitu Yesus dan Paulus. Roh Kudus sendiri, bukan manusia yang mentahbiskan Paulus memiliki lima jawatan tersebut. Bagaimana kita tahu bahwa Roh Kudus sudah memberikan pernyataan? Orang akan melihat dari buah pelayanannya. Jadi ada bangunan yang berdiri/muncul dan orang-orang akan sangat tertarik sebab dalam bangunan itu ada suara rasul, nabi, pemberita Injil, gembala, guru yang diakui oleh manusia sendiri. Sebagai bangunan yang dibanggakan Allah jangan gampang hanyut oleh pengajaran apapun juga, Roh Kudus yang akan memberikan kepastian dan pada waktu Tuhan beri kepastian, Tuhan akan bertempik sorak peperangan (Yeremia 49 : 2) untuk menguji/melihat bangunan yang benar dan yang tidak benar (Raba Philadhelphia yang berisi pemalsuan). Hubungkan dengan Matius 7, nanti akan nyata mana bangunan yang kokoh berdiri dan mana yang akan hanyut. Jadilah bangunan yang kokoh berdiri yang dibanggakan oleh Tuhan. Amin
Wednesday, January 23, 2008
ROH PEMALSUAN IMAN
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 6 Januari 2008
Oleh : Pdt. Frans Z. Assa
II Petrus 2 : 1 - Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas mereka.Untuk mengembalikan tahun-tahun pengalaman Eden, Tuhan memberitahu kepada Yeremia karena ketika Tuhan berbicara akan memulihkan tahun-tahun kelimpahan manusia tidak percaya (khususnya bangsa Israel). Tuhan mengingatkan karena Tuhan begitu bergairah untuk mengembalikan tahun-tahun kelimpahan dalam soal iman, sukacita, kasih. Berbicara tentang iman, punya predikat Kristen tapi mereka selalu melihat pekerjaan Allah dari sudut pandang manusia kalau tidak masuk akal, tidak logis mereka tidak mau menerima. Ketika pesta perkawinan di Kana kekurangan anggur, Yesus menyuruh mengumpulkan tempayan dan mengisinya dengan air, hal ini membuat orang menggelengkan kepala, berpikir tidak logis, tidak nalar. Landasan iman bukan karena kita melihat realita tetapi percaya walaupun itu tidak masuk akal.Tuhan akan hadirkan kembali tahun-tahun kelimpahan tapi seringkali kita berpikir dunia makin susah apakah mungkin tahun kelimpahan itu terjadi? Seorang nabi pernah bernubuat besok akan terjadi kelimpahan sementara begitu parah penderitaan kelaparan, mereka hanya mencibirkan bibir dan berkata tidak mungkin terjadi kelimpahan. Tahun kelimpahan Tuhan janjikan (Yoel 2 : 24) dan Tuhan mulai curahkan, masalahnya kita bisa tangkap atau tidak hati/harapan Tuhan. Tuhan teringat ketika kita berkasih-kasihan dengan Tuhan - ketika kita tidak bersungut-sungut, tidak bertengkar, bergandengan tangan satu dengan yang lain, tidak menyimpan dendam - Tuhan akan kembalikan tahun-tahun kelimpahan. Yoel 2 : 26.Paulus pernah berkata dalam I Korintus 15, rohani dan jasmani harus berjalan seiring, seimbang, ini adalah konsep Tuhan sehingga kita dapat tangkap berkat yang Tuhan siapkan. Jadi kalau Tuhan mau pulihkan jasmani Tuhan tidak mau tutup tangan, Dia perhatikan, orang ini mau dipulihkan rohaninya atau tidak. Banyak orang mengharapkan jasmani dipulihkan tapi rohaninya bantut (tidak bertumbuh, tidak dewasa). Seringkali kita seperti Lazarus mengabaikan rohani sehingga Tuhan gunakan tragedi untuk menggosok, mempertajam kembali sehingga kita menjadi dewasa rohani. Ketika Lazarus bangkit baru ia mengutamakan rohaninya.Alasan harapan Tuhan atas setiap pribadi, setiap keluarga Yoel 2 : 25 - Aku akan memulihkan kepadamu tahun-tahun yang hasilnya dimakan habis oleh belalang pindahan, belalang pelompat, belalang pelahap dan belalang pengerip,… Tahun-tahun kelimpahan Yesaya gambarkan dalam Yesaya 11 : 6 - 9. Ketika Tuhan mau kembalikan tahun pemulihan; temperamen, karakter kita boleh saja berbeda tapi kita akan dapat berjalan bersama-sama karena Tuhan adakan transformasi, perubahan luar biasa sebab Roh Kudus mempersatukan. Firman Allah dan Roh Kudus sementara membentuk kita, mengimpartasikan karakter Kristus untuk masuk pada diri kita. Kalau kita bersedia dipulihkan rohaninya maka jasmani juga akan dipulihkan Tuhan.Apa yang menjadi kendala sehingga kita tidak bisa menangkap rohani dan jasmani dipulihkan? Kembali ke II Petrus 2 : 1. Banyak orang jatuh terpuruk karena pemalsuan, karena rohaninya bobrok. Nabi palsu (PSEUDOPROPHETS - bahasa Yunani) artinya suka memalsukan jati diri, identitas diri dipalsukan, berita dipalsukan. Jadi berita yang sesungguhnya masuk kemudian mulai bekerja untuk dipalsukan. Saat kita mendengar Firman Allah akan menghasilkan iman tetapi muncullah pemalsuan-pemalsuan tadi, mendengar tahun pemulihan tapi tidak nalar, kesempatan-kesempatan ini masuklah roh nabi palsu memasukkan berita pemalsuan. Inilah penyakit yang masuk dalam gereja sebab pemalsuan masuk melalui roh bimbang, ragu, kuatir, ini pemalsuan yang paling berbahaya pemalsuan iman. Roh Kudus ingin ciptakan iman yang kuat di dalam kita, namun apakah kita bisa tangkap atau tidak ? Jangan roh bimbang, ragu, dan kuatir justru menjadi racun yang meracuni hidup kita. Amin
KESEPAKATAN UNTUK MENYETUJUI ILHAM ROH KUDUS
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 30 Desember 2007
Oleh : Pdt. Frans Z. Assa
II Petrus 1 : 20 - 21 -- Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.Manusia pernah mempunyai pengalaman yang begitu indah bersama Tuhan ketika manusia masih berada di Taman Eden. Manusia tidak pernah merasa takut, curiga, manusia tidak pernah mengenal ancaman, penyakit karena mereka -baik antara manusia dengan manusia maupun manusia terhadap Tuhan- terikat dengan bahasa Eden yang tidak tercemar. Apakah Tuhan punya keinginan untuk manusia kembali mengalami itu ? Sekalipun manusia sudah jatuh dalam dosa bukan berarti rencana Allah sudah gagal tapi Allah tetap punya cita-cita apa yang pernah diberikan di Taman Eden kembali dinikmati manusia. Untuk kembali menikmati pengalaman Eden, Alkitab mengatakan: Yohanes 14 : 6 - Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa,kalau tidak melalui Aku.Itu sebabnya Allah sebagai Allah Yang Maha Tinggi rela turun ke dunia mengambil bentuk manusia. Allah menggunakan rahim Maria untuk melahirkan Yesus. Yesus inilah yang Allah sediakan untuk menjembatani, membangun hubungan supaya manusia yang sudah tercemar bisa kembali mengalami pengalaman seperti di Taman Eden. Ketika seseorang melewati jembatan ini akan dibenarkan oleh Firman Allah, dosa diampuni dan disucikan oleh darah Anak Domba Allah, setelah itu ia berjalan menapak di dalam kehidupan dari Tuhan. Mereka yang dibenarkan memiliki ZOE (bahasa Ibrani) = hidup kualitas/karakternya Allah.Pada waktu kita sudah berjalan di jembatan ini kita disebut orang benar, kita dituntut setiap ayat-ayat/nubuatan dalam Firman Allah tidak boleh ditafsir menurut pikiran manusia karena semua ayat/nubuatan terjadi menurut ilham Roh Kudus. Semua kisah yang dimuat di Alkitab selalu mengandung bahasa profetik yang menjadi penuntun bagi kita.1. I Raja-Raja 17 : 1 - 16, ada dua peristiwa yang mengandung bahasa profetik yang pertama ayat 1 - 6; yang kedua ayat 7 - 16. Dua kisah ini menceritakan secara detail kesetiaan dan kesanggupan Allah untuk memelihara umatNya. Kalau Tuhan setia akan janjiNya Ia sanggup untuk mewujudkannya, di dalam janjiNya terhimpun kebutuhan setiap kita. Tuhan bekerja melalui kondisi dan situasi, kalau kita mau mentaati Firman Allah, mengimani pribadi Allah yang setia dan sanggup menggunakan semua situasi untuk memunculkan jawaban bagi kita di sana berisi mujizat dari Allah. Ketika Tuhan berfirman kepada Elia untuk turun ke Sungai Kerit (= berubah menjadi yang lain; digunting dari hal-hal yang tidak sesuai; diputuskan; ngarai yang curam) Elia tidak mau menafsir menurut pikirannya. Ketika kita bersedia memutuskan untuk tidak berjalan dengan pola pikiran kita, memiliki kerendahan hati untuk turun ke Sungai Kerit, Sungai Kerit bisa berubah menjadi mujizat. Pengalaman ini akan membentuk kedewasaan kita. Pengkhotbah 10 : 10. Seringkali kita digam- barkan seperti besi yang tumpul dan untuk menajamkannya Tuhan menggunakan peristiwa/tragedi yang mengusik hidup kita.2. Segala nubuatan berbicara tentang ide, saran/nasihat. Ketika nasihat, saran, ilham Tuhan akan taruh dalam hidup kita : Ibrani 3 : 7 - 8 hubungkan dengan Ibrani 4 : 7, keduanya menekankan hari ini ketika kita mendengar Firman Allah jangan keraskan hati dan berbantah-bantah dengan Roh Kudus. Setiap nubuatan itu bersumber dari pikiran, otoritas, kedahsyatan Allah, jangan ragu terhadap Firman Allah. Ada satu saran yang bertolak belakang dengan akal manusia tapi itu semua ilham Roh Kudus jangan melawan/mengeraskan hati. I Samuel 17 : 16. Goliat tampil selama 40 hari mengejek bangsa Israel. Daud mendengar nubuat Roh Kudus, ia bersedia turun ke sungai untuk mengambil batu. Baru satu batu dilepaskan dan Daud datang dengan nama Tuhan, Roh yang memberi ilham dan mengendalikan batu ini, lalu Goliat roboh. Ketika kita bersedia mengimani Firman Allah, Tuhan akan bongkar tembok yang selama ini tidak bisa roboh, Tuhan akan ratakan tebing yang curam. Kalau kita tidak ragu pada Firman Allah, Tuhan akan pegang dan kita akan menggoncangkan lingkungan, dunia kita karena Tuhan bawa kita dari kemenangan kepada segala kemenangan, dari kemuliaan kepada segala kemuliaan, dari mujizat kepada segala mujizat. Amin
KRISTUS SEBAGAI PUSAT HIDUP
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi 17 Desember 2006
Oleh Pdt Andrew M Assa
Tuhan sangat baik, Ia menerima kita apa adanya, tidak menuntut kita harus melakukan sesuatu untuk kita bisa diterima Tuhan. Ia terlalu baik untuk tidak membiarkan kita tetap tidak berubah. Karena pada mulanya Ia menciptakan manusia serupa dengan gambarNya, menurut pola dan teladanNya. Kuasa, kebaikan, kasih, kemampuan Tuhan menjadi kuasa, kebaikan, kasih dan kemampuan yang dimiliki manusia.
Sekalipun menurut pemikiran kita, Kain jahat (orang yang paling berdosa) karena sudah membunuh Habel, tetapi keturunannya adalah keturunan yang luar biasa, Tuhan tetap lengkapi dengan karunia yang luar biasa. Yubal menjadi bapa pemain musik, Tubal-Kain menjadi ahli tembaga dan besi.
Secara genetis Allah ciptakan kita untuk sukses secara luar biasa ketika kita mau meresponi Tuhan.
Mazmur 102 : 14 - Engkau sendiri akan bangun, akan menyayangi Sion, sebab sudah waktunya untuk mengasihaninya, sudah tiba saatnya.
Kita adalah Sion-nya Tuhan sebab sudah saatnya Tuhan bangkit melakukan sesuatu yang luar biasa, imani Firman Allah. Tuhan tidak pernah terlambat dan terkendala oleh apapun.
II Korintus 6 : 2 - ...Sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenaan itu; sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan itu.
Inilah waktunya/kairosnya Tuhan, saatnya Tuhan melawat umatNya, gereja yang dalam perjalanan. Tuhan memulihkan gerejaNya lewat orang-orang di sekitar kita bahkan lewat orang-orang yang tidak kita senangi, Tuhan akan membawa kita dalam pemulihan.
Lukas 1 : 28 - 33. Permasalahannya adalah manusia selalu gagal untuk lakukan Firman Allah, manusia tidak mungkin lakukan sesuatu untuk bisa berkenan kepada Allah sehingga Tuhan melawat umatNya lewat Maria. Allah menjelma menjadi manusia supaya Allah bisa mati sebagai manusia sehingga orang yang percaya apapun kondisi atau keadaannya yang percaya pada Yesus diselamatkan.
Mazmur 84 : 6 - 8. Ketika Allah melawat umat- Nya yang mau bergantung pada Tuhan, Tuhan akan ubah lembah air mata/lembah baka menjadi mata air, dukacita menjadi sukacita.
Siapa yang akan menikmati lawatan Tuhan ?
Mazmur 84 : 2 -3. Orang yang selalu merindukan untuk tetap tinggal dalam hadirat Tuhan. Apapun yang terjadi dalam hidupnya Kristus menjadi pusat hidupnya. Ketika pondok Daud/pujian/penyembahan kita dipulihkan, Tuhan akan kerjakan percepatan yang luar biasa.
Maria ketika dilawat/dikunjungi Tuhan, ini merupakan kunjungan yang tidak enak, disalahpahami oleh banyak orang tapi ia tetap menjadikan Kristus pusat hidupnya.
Lukas 1 : 39 - 41. Pikiran kita bisa salah paham dengan orang lain. Elisabet tidak mau menghakimi Maria, Allah melawat Elisabet dan ia penuh dengan Roh Kudus; mendapat pewahyuan dari Tuhan bahwa Maria sedang mengandung dari Roh Kudus.
Roh kita diciptakan bukan hanya untuk berhubungan dengan Tuhan.
I Korintus 2 : 15. Seringkali hubungan kita dengan sesama rusak karena kita lebih menggunakan pikiran dan perasaan. Jadikan Kristus pusat dalam hidup kita sehingga roh kita bisa tahu kira-kira orang itu benar atau tidak karena Roh yang akan menyelidiki segala sesuatu.
Ketika Tuhan melawat umatNya ada dua kelompok yang akan mengalami pemisahan:
1. Orang yang meresponi Tuhan dan menjadikan Kristus pusat hidup.
Matius 1:20. Tuhan melawat Yusuf juga gembala dan orang Majus.
Bagaimana Tuhan melawat umatNya itu tergantung bagaimana kita meresponi Tuhan.
2. Orang yang tahu Firman Allah tetapi tidak meresponinya.
Ibrani 4:6 ; I Petrus 4:7 ; Matius 2:3. Orang Farisi, ahli Taurat dan raja Herodes sebenarnya sudah tahu kelahiran Yesus tetapi tidak meresponi.
Bagaimana sikap kita, apakah Kristus menjadi pusat hidup kita ?
II Timotius 1 : 9 -10. Kedatangan Juru Selamat harus menjadi pusat, ketika Yesus menjadi pusat, kemuliaan dan kasih karunia menjadi milik kita.
Yohanes 1:16, II Korintus 3:18. Tuhan akan bawa kita dari kemuliaan sampai pada kemuliaan asal kita menjadikan Kristus pusat perhatian kita.
Amin
Oleh Pdt Andrew M Assa
Tuhan sangat baik, Ia menerima kita apa adanya, tidak menuntut kita harus melakukan sesuatu untuk kita bisa diterima Tuhan. Ia terlalu baik untuk tidak membiarkan kita tetap tidak berubah. Karena pada mulanya Ia menciptakan manusia serupa dengan gambarNya, menurut pola dan teladanNya. Kuasa, kebaikan, kasih, kemampuan Tuhan menjadi kuasa, kebaikan, kasih dan kemampuan yang dimiliki manusia.
Sekalipun menurut pemikiran kita, Kain jahat (orang yang paling berdosa) karena sudah membunuh Habel, tetapi keturunannya adalah keturunan yang luar biasa, Tuhan tetap lengkapi dengan karunia yang luar biasa. Yubal menjadi bapa pemain musik, Tubal-Kain menjadi ahli tembaga dan besi.
Secara genetis Allah ciptakan kita untuk sukses secara luar biasa ketika kita mau meresponi Tuhan.
Mazmur 102 : 14 - Engkau sendiri akan bangun, akan menyayangi Sion, sebab sudah waktunya untuk mengasihaninya, sudah tiba saatnya.
Kita adalah Sion-nya Tuhan sebab sudah saatnya Tuhan bangkit melakukan sesuatu yang luar biasa, imani Firman Allah. Tuhan tidak pernah terlambat dan terkendala oleh apapun.
II Korintus 6 : 2 - ...Sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenaan itu; sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan itu.
Inilah waktunya/kairosnya Tuhan, saatnya Tuhan melawat umatNya, gereja yang dalam perjalanan. Tuhan memulihkan gerejaNya lewat orang-orang di sekitar kita bahkan lewat orang-orang yang tidak kita senangi, Tuhan akan membawa kita dalam pemulihan.
Lukas 1 : 28 - 33. Permasalahannya adalah manusia selalu gagal untuk lakukan Firman Allah, manusia tidak mungkin lakukan sesuatu untuk bisa berkenan kepada Allah sehingga Tuhan melawat umatNya lewat Maria. Allah menjelma menjadi manusia supaya Allah bisa mati sebagai manusia sehingga orang yang percaya apapun kondisi atau keadaannya yang percaya pada Yesus diselamatkan.
Mazmur 84 : 6 - 8. Ketika Allah melawat umat- Nya yang mau bergantung pada Tuhan, Tuhan akan ubah lembah air mata/lembah baka menjadi mata air, dukacita menjadi sukacita.
Siapa yang akan menikmati lawatan Tuhan ?
Mazmur 84 : 2 -3. Orang yang selalu merindukan untuk tetap tinggal dalam hadirat Tuhan. Apapun yang terjadi dalam hidupnya Kristus menjadi pusat hidupnya. Ketika pondok Daud/pujian/penyembahan kita dipulihkan, Tuhan akan kerjakan percepatan yang luar biasa.
Maria ketika dilawat/dikunjungi Tuhan, ini merupakan kunjungan yang tidak enak, disalahpahami oleh banyak orang tapi ia tetap menjadikan Kristus pusat hidupnya.
Lukas 1 : 39 - 41. Pikiran kita bisa salah paham dengan orang lain. Elisabet tidak mau menghakimi Maria, Allah melawat Elisabet dan ia penuh dengan Roh Kudus; mendapat pewahyuan dari Tuhan bahwa Maria sedang mengandung dari Roh Kudus.
Roh kita diciptakan bukan hanya untuk berhubungan dengan Tuhan.
I Korintus 2 : 15. Seringkali hubungan kita dengan sesama rusak karena kita lebih menggunakan pikiran dan perasaan. Jadikan Kristus pusat dalam hidup kita sehingga roh kita bisa tahu kira-kira orang itu benar atau tidak karena Roh yang akan menyelidiki segala sesuatu.
Ketika Tuhan melawat umatNya ada dua kelompok yang akan mengalami pemisahan:
1. Orang yang meresponi Tuhan dan menjadikan Kristus pusat hidup.
Matius 1:20. Tuhan melawat Yusuf juga gembala dan orang Majus.
Bagaimana Tuhan melawat umatNya itu tergantung bagaimana kita meresponi Tuhan.
2. Orang yang tahu Firman Allah tetapi tidak meresponinya.
Ibrani 4:6 ; I Petrus 4:7 ; Matius 2:3. Orang Farisi, ahli Taurat dan raja Herodes sebenarnya sudah tahu kelahiran Yesus tetapi tidak meresponi.
Bagaimana sikap kita, apakah Kristus menjadi pusat hidup kita ?
II Timotius 1 : 9 -10. Kedatangan Juru Selamat harus menjadi pusat, ketika Yesus menjadi pusat, kemuliaan dan kasih karunia menjadi milik kita.
Yohanes 1:16, II Korintus 3:18. Tuhan akan bawa kita dari kemuliaan sampai pada kemuliaan asal kita menjadikan Kristus pusat perhatian kita.
Amin
Friday, December 28, 2007
KEMULIAAN ALLAH YANG MEMBEBASKAN
Ringkasan Khotbah Kebaktian Minggu Pagi 16 Desember 2007
Oleh Pdt. Frans .Z.Assa
II Petrus 1 : 16 - 21 diberikan tema kemuliaan Allah yang dinyatakan melalui kesaksian para rasul juga melalui pengalaman kekristenan kita.
II Petrus 1:17-18 -- Kami menyaksikan, bagaimana Ia menerima kehormatan dan kemuliaan dari Allah Bapa, ketika datang kepadaNya suara dari Yang Mahamulia, yang mengatakan: “Inilah Anak yang Kukasihi, kepadaNyalah Aku berkenan.” Suara itu kami dengar datang dari sorga, ketika kami bersama-sama dengan Dia di atas gunung yang kudus.
Petrus bersaksi tentang kemuliaan Allah. Pada waktu suntuk (ada sesuatu yang memenjarakan diri Petrus dan sulit untuk melepaskan dirinya dari penjara itu), Yesus mengajak naik ke bukit lalu Petrus melihat Yesus dipermuliakan di atas bukit. Peristiwa itu terjadi dimana beberapa hari sebelumnya Petrus telah bersaksi bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup ketika Yesus bertanya: “Menurutmu, siapakah Aku ini?” Petrus menjawab tidak berdasarkan pengalamannya tetapi rohnya kontak dengan Roh Bapa sehingga ia bisa menangkap apa yang ada di hati Bapa. Ketika ia punya kerinduan sungguh-sungguh maka Roh Allah turun kepadanya.
Yesus adalah kemuliaan Allah. Yohanes 1 : 14, Firman yaitu Allah telah mengambil bentuk manusia. Yohanes 1 : 1 mengatakan Firman adalah Allah. Firman itu telah mengambil bentuk manusia (Yesus lahir) karena selama Firman menggunakan utusan-utusan, manusia sulit untuk percaya sungguh-sungguh.
Bagaimana reaksi lingkungan ketika Yesus sebagai kemuliaan Allah ada di antara manusia? Yesus adalah kemuliaan Allah yang seringkali digambarkan awan yang penuh kemuliaan ada di antara kita lebih jauh lagi Ia ada di dalam kita, berarti kemuliaan Allah ada di dalam kita.
Markus 1 : 22, 27. Pada waktu Yesus menyam- paikan pengajaranNya banyak orang takjub. Kekaguman mereka karena waktu Yesus berkata-kata terasa lalu kelihatan kuasa. Dalam kata-katanya ada kuasa yang sangat menyentuh hati karena secara misteri ilahi mereka yang mendengar yang tadinya takut dan susah, ketakutan dan kesusahan mereka hilang karena kemuliaan Allah. Ada dua sisi terasa menyentuh batin dan ada mujizat. Firman mempunyai kuasa dan Firman diiringi dengan mujizat, masalah apapun juga Firman akan selesaikan kalau kita mendengar dengan iman.
Kalau kemuliaan Allah ada di zaman Yesus, apakah masih ada di zaman sekarang ?
Lukas 4 : 18 - 20. Ketika Firman Allah Yesus tempatkan pada posisi utama maka mata semua orang tertuju kepada Yesus. Seiring kita sibuk menurut kodrat/pekerjaan masing-masing prioritaskanlah Firman Allah, mulut kita harus penuh dengan Firman Allah bukan menguliti orang lain maka Yesus yang diagungkan.
Kalau Yesus yang dipermuliakan, kemuliaan Allah akan turun dan semua orang takjub tapi semua orang menjadi takut. Hubungkan dengan Kisah Para Rasul 2 : 43, 47, tiap-tiap hari Tuhan menambahkan jumlah orang yang diselamatkan, jemaat tidak merasa berjasa karena Tuhan yang menambahkan karena mereka selalu membicarakan Firman Allah dan mengadakan perjamuan kudus (ayat 46). Mereka sibuk dengan kodrat masing-masing tapi mereka memprioritaskan Firman Allah sehingga mereka disukai orang tapi orang takut (hormat dan kagum) karena mereka tulus, jujur. Ini kemuliaan Allah yang disaksikan oleh Petrus. Sudah waktunya hidup kita mengalami kemuliaan Allah bukan hanya di gereja tapi dalam hidup kita masing-masing.
Apa rahasia untuk mengalami pengalaman yang ajaib sehingga orang takjub pada kita?
Lukas 4 : 19. Ada satu proklamasi/pernyataan Yesus datang untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan. Ada penjara bukan penjara fisik tapi penjara-penjara hidup. Untuk mengalami mujizat, kemuliaan Allah, orang-orang harus mengalami pembebasan dari penjara-penjara hidup (ketakutan, kekecewaan, kekuatiran dll. yang begitu gampang melumpuhkan kehidupan kita). Kita terpenjara karena apa ? Ketika kita memiliki Firman Allah dan mau lepas dari penjara yang membelenggu, Yesus datang untuk membebaskan kita dari tawanan, dari penjara apapun juga dan kita akan melihat kemuliaan Allah turun dan melihat mujizat. Ada kebebasan karena kemuliaan Allah dinyatakan melalui kekristenan kita.
Amin
II Petrus 1:17-18 -- Kami menyaksikan, bagaimana Ia menerima kehormatan dan kemuliaan dari Allah Bapa, ketika datang kepadaNya suara dari Yang Mahamulia, yang mengatakan: “Inilah Anak yang Kukasihi, kepadaNyalah Aku berkenan.” Suara itu kami dengar datang dari sorga, ketika kami bersama-sama dengan Dia di atas gunung yang kudus.
Petrus bersaksi tentang kemuliaan Allah. Pada waktu suntuk (ada sesuatu yang memenjarakan diri Petrus dan sulit untuk melepaskan dirinya dari penjara itu), Yesus mengajak naik ke bukit lalu Petrus melihat Yesus dipermuliakan di atas bukit. Peristiwa itu terjadi dimana beberapa hari sebelumnya Petrus telah bersaksi bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup ketika Yesus bertanya: “Menurutmu, siapakah Aku ini?” Petrus menjawab tidak berdasarkan pengalamannya tetapi rohnya kontak dengan Roh Bapa sehingga ia bisa menangkap apa yang ada di hati Bapa. Ketika ia punya kerinduan sungguh-sungguh maka Roh Allah turun kepadanya.
Yesus adalah kemuliaan Allah. Yohanes 1 : 14, Firman yaitu Allah telah mengambil bentuk manusia. Yohanes 1 : 1 mengatakan Firman adalah Allah. Firman itu telah mengambil bentuk manusia (Yesus lahir) karena selama Firman menggunakan utusan-utusan, manusia sulit untuk percaya sungguh-sungguh.
Bagaimana reaksi lingkungan ketika Yesus sebagai kemuliaan Allah ada di antara manusia? Yesus adalah kemuliaan Allah yang seringkali digambarkan awan yang penuh kemuliaan ada di antara kita lebih jauh lagi Ia ada di dalam kita, berarti kemuliaan Allah ada di dalam kita.
Markus 1 : 22, 27. Pada waktu Yesus menyam- paikan pengajaranNya banyak orang takjub. Kekaguman mereka karena waktu Yesus berkata-kata terasa lalu kelihatan kuasa. Dalam kata-katanya ada kuasa yang sangat menyentuh hati karena secara misteri ilahi mereka yang mendengar yang tadinya takut dan susah, ketakutan dan kesusahan mereka hilang karena kemuliaan Allah. Ada dua sisi terasa menyentuh batin dan ada mujizat. Firman mempunyai kuasa dan Firman diiringi dengan mujizat, masalah apapun juga Firman akan selesaikan kalau kita mendengar dengan iman.
Kalau kemuliaan Allah ada di zaman Yesus, apakah masih ada di zaman sekarang ?
Lukas 4 : 18 - 20. Ketika Firman Allah Yesus tempatkan pada posisi utama maka mata semua orang tertuju kepada Yesus. Seiring kita sibuk menurut kodrat/pekerjaan masing-masing prioritaskanlah Firman Allah, mulut kita harus penuh dengan Firman Allah bukan menguliti orang lain maka Yesus yang diagungkan.
Kalau Yesus yang dipermuliakan, kemuliaan Allah akan turun dan semua orang takjub tapi semua orang menjadi takut. Hubungkan dengan Kisah Para Rasul 2 : 43, 47, tiap-tiap hari Tuhan menambahkan jumlah orang yang diselamatkan, jemaat tidak merasa berjasa karena Tuhan yang menambahkan karena mereka selalu membicarakan Firman Allah dan mengadakan perjamuan kudus (ayat 46). Mereka sibuk dengan kodrat masing-masing tapi mereka memprioritaskan Firman Allah sehingga mereka disukai orang tapi orang takut (hormat dan kagum) karena mereka tulus, jujur. Ini kemuliaan Allah yang disaksikan oleh Petrus. Sudah waktunya hidup kita mengalami kemuliaan Allah bukan hanya di gereja tapi dalam hidup kita masing-masing.
Apa rahasia untuk mengalami pengalaman yang ajaib sehingga orang takjub pada kita?
Lukas 4 : 19. Ada satu proklamasi/pernyataan Yesus datang untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan. Ada penjara bukan penjara fisik tapi penjara-penjara hidup. Untuk mengalami mujizat, kemuliaan Allah, orang-orang harus mengalami pembebasan dari penjara-penjara hidup (ketakutan, kekecewaan, kekuatiran dll. yang begitu gampang melumpuhkan kehidupan kita). Kita terpenjara karena apa ? Ketika kita memiliki Firman Allah dan mau lepas dari penjara yang membelenggu, Yesus datang untuk membebaskan kita dari tawanan, dari penjara apapun juga dan kita akan melihat kemuliaan Allah turun dan melihat mujizat. Ada kebebasan karena kemuliaan Allah dinyatakan melalui kekristenan kita.
Amin
Tuesday, December 04, 2007
MILIKILAH IMAN YANG MULIA
Ringkasan Khotbah Minggu Sore 25 November 2007.
Oleh Pdt. Frans.Z.Assa
Kisah Para Rasul 5 : 40 - 42 -- Mereka memanggil rasul-rasul itu, lalu menyesah mereka dan melarang mereka mengajar dalam nama Yesus. Sesudah itu mereka dilepaskan. Rasul-rasul itu meninggalkan sidang Mahkamah Agama dengan gembira, karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus. Dan setiap hari mereka melanjutkan pengajaran mereka di Bait Allah dan di rumah-rumah orang dan memberitakan Injil tentang Yesus yang adalah Mesias.Satu pengalaman yang sangat bertentangan/ paradoks dengan peri beradanya Petrus sebagai seorang yang diurapi oleh Roh Kudus, paradoksnya Roh Kudus mendemonstrasikan kuasaNya melalui hidup Petrus. Ananias dan Safira mati karena mereka mencoba membohongi Petrus dan Roh Kudus - tapi justru Petrus ditangkap lalu dipenjarakan sepertinya tidak ada pembelaan dari Tuhan. Ia tidak suntuk dan menyesal sekalipun disesah dan berada dalam ancaman ketika dilepaskan dari penjara. Rahasia iman yang dimiliki Petrus dan alasan mereka bergembira karena mereka dianggap layak menderita penghinaan karena Nama Yesus. Berangkat dari pengalaman itu Petrus kemudian jelaskan dalam II Petrus 1 : 1. Petrus menempatkan dirinya sejajar dengan orang percaya lainnya yang tersebar di berbagai tempat dan akan memperoleh iman yang mulia (precious faith). Keyakinan Petrus, kita pun akan memperoleh iman yang mulia bukan hanya memperoleh iman yang besar. Iman yang mulia tidak sama dengan iman yang besar (mereka akan mengalami pengalaman-pengalaman supranatural, mujizat akan terjadi, gunung bisa pindah). Tetapi iman yang mulia, sekalipun nyata-nyata mengalami penyertaan Tuhan tapi ketika Petrus ditangkap dan dibuang ke penjara ia tidak menyesal, tetap punya komitmen saya mau tetap dekat, taat dan setia kepada Yesus.I Tesalonika 1 : 2 - 8. Jemaat Tesalonika adalah jiwa-jiwa baru tapi mereka mengalami aniaya. Sekalipun dalam aniaya mereka tetap bertekun di dalam iman, kasih dan pengharapan kepada Tuhan sehingga mereka disebut jemaat teladan. Mereka yakin porsi mereka boleh dirampas oleh dunia tetapi Tuhan sediakan porsi mujizat dan Firman Allah yang mereka terima terus terdengar sampai ke seluruh dunia dan orang Kristen di seluruh dunia mendengar bagaimana hebatnya iman orang Tesalonika.Apa dan bagaimana iman yang mulia itu? Matius 17 : 20 hubungkan dengan Lukas 17 : 5 - 6. Iman yang mulia bukan iman yang besar. Iman yang besar akan Tuhan berikan kepada semua orang percaya. Dengan iman yang besar sekalipun kita mempunyai iman sekecil biji sesawi bisa mengerjakan pohon pindah ke laut. Seorang yang mau Tuhan didik agar ia memiliki iman yang mulia, ketika ia minta pohon untuk tercabut dan tenggelam di laut karena pohon itu selalu mengusik dan menyusahkan dia, pohon itu bukannya tercabut dan tenggelam di laut tapi pohon itu semakin besar. Tuhan ingin membentuk kita bukan hanya memiliki iman yang besar tapi Tuhan ingin temukan di akhir zaman kita memiliki iman yang mulia, sekalipun pohon tidak tercabut dan kita terusik olehnya tapi kita memiliki komitmen saya tetap mau mengasihi serta melayani Tuhan. Ada satu ketika anak Tuhan tidak dimanja, ketika ia minta agar gunung dipindahkan tapi justru gunung itu masih di sana, Tuhan ingin kita menjadi orang Kristen yang berkualitas/bermutu.Tuhan ingin membentuk kita sama halnya dengan Sadrakh, Mesakh dan Abednego, Tuhan latih mereka untuk memiliki iman yang mulia bukan hanya punya iman yang besar ketika berhadapan dengan dapur api mereka punya komitmen seandainya Tuhan tidak menolong, sekali-kali kami tidak meninggalkan Tuhan, kami mau tetap setia.Jadilah orang Kristen yang mempunyai iman yang mulia sekalipun Tuhan tidak menolong, sekalipun gunung tidak dipindahkan, sekalipun pohon tidak dicabut dari hadapan saya, saya mau tetap setia mengiring dan melayani Tuhan. Amin
Monday, December 03, 2007
INJIL ITU KEKUATAN ALLAH
Ringkasan Khotbah Kebaktian Minggu Pagi 18 November 2007.
Oleh Pdt Jeffry . R. Papua.
Roma 1 : 16 - 17 -- Sebab aku mempunyai keyakin- an yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.”Kenapa Rasul Paulus ingin menegaskan kepada jemaat di Roma bahwa Injil itu sumber kekuatan Allah ?1. Setiap orang yang percaya Yesus akan mengalami kuasa Allah di dalam hidupnya, jadi tidak perlu mengarahkan kekuatan kita pada kekuatan lain.2. Latar belakang jemaat di Roma adalah jemaat partikularis, sebagian percaya kepada Yesus dan sebagian percaya mereka dibenarkan karena melakukan Taurat. Manusia dibenarkan bukan karena melakukan hukum Taurat tetapi karena kasih karunia Allah.Apa yang menjadi sumber kekuatan Allah ?1. Keselamatan (= SOTERIA bahasa Yunani). Pengertian keselamatan : Yesus Kristus mengantar kita dengan aman di tempat tujuan, Dia menjaga kita sampai tiba di tempat tujuan dengan selamat. Tujuan kita ke kesempurnaan akan dipimpin oleh Tuhan. Pada saat menjadi orang percaya di mana pun kita pergi dan berada Kristus menjadi identitas kita dalam tingkah laku mencerminkan Kristus. Allah sendirilah yang menyatakan diri, berinisiatif untuk menyelamatkan manusia, kita sebagai manusia berdosa hanya menerima dengan iman. Kenapa orang Kristen kurang mendapat jamahan Tuhan ? Karena sudah mengalami distorsi iman, kadang bersikap sombong dan egois seperti orang Farisi melihat orang yang belum percaya Yesus langsung menghakimi bahwa ia orang berdosa. Ibrani 10 : 20. Kalau kita percaya dengan benar bahwa Yesus adalah jalan keselamatan dan kehidupan maka kita akan alami kemenangan. Kisah Para Rasul 16 : 17. Konsep berpikir tentang keselamatan yang diterapkan Rasul Paulus pada jemaat Roma adalah suatu keselamatan yang riil bukan yang apatis, yang mengalami pembaharuan dan pemulihan setiap saat yang dikerjakan oleh Yesus.2. Kebenaran (= DIKAIOSUNE bahasa Yunani). Roma 1 : 17. Injil harus dilandasi dengan kebenaran yang mempunyai pengertian : - Roma 3 : 10 - 18. Sifat Allah yang harus menjadi ukuran tertinggi, standar. Keadaan manusia jahat dan sudah jatuh dalam dosa, manusia sudah kehilangan sifat Allah dan perlu direstorasi supaya kemuliaan Kristus tetap bercahaya dalam kehidupan kita. Yesus mau supaya kita menguduskan tubuh kita dari segala kenajisan sehingga tubuh kita menjadi kediaman Roh Kudus. - Yesaya 51 : 5 - 6. Allah di dalam mem- benarkan kita, Dia juga sendiri yang memelihara hubungan kita dengan Dia. Seringkali kita sulit untuk mengakui dosa, Iblis seringkali menipu, pada waktu kita berbuat dosa ia membisikkan ke pikiran kita telah gagal, berdosa dan tidak dapat diampuni. Jika kita mengakui dosa, Allah setia dan mengampuni dosa kita (I Yo- hanes 1 : 7) dan kita menyatakan kuasa Iblis sudah dikalahkan (Mazmur 8 : 7). - Roma 8 : 2 - 4. Orang Kristen harus punya mutu/kualitas hidup bersekutu dengan Roh Kudus secara pribadi supaya kualitas hidup Kristus nampak sehingga kita menjadi berkat bagi orang lain. Segala sesuatu yang Allah berikan bagi kita adalah sesuatu yang mendatangkan kemenangan.3. Iman. Orang benar akan hidup oleh iman, kita terus hidup dari mujizat yang satu ke mujizat yang lain, tanpa itu kita tidak akan melihat kemuliaan Allah.Keselamatan, kebenaran dan iman adalah inti kehidupan orang percaya supaya kita punya kehidupan nyata Kristus dalam segala hal. Amin
Wednesday, November 21, 2007
MASUK DALAM KERAJAAN SERIBU TAHUN DAMAI
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi 11 November 2007
Oleh Pdt Frans.Z.Assa
II Petrus 1 : 11 - 15 -- “Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan juruselamat kita, Yesus Kristus…Dalam ayat 12 - 15 tiga kali Petrus menulis aku mengingatkan kamu. Apa yang Petrus maksud untuk selalu kita ingat ? Ayat 11 ini adalah nubuatan pertama dalam Perjanjian Baru tentang Kerajaan seribu tahun damai.Tuhan telah ciptakan kita sebagai makhluk moral artinya kita punya tanggung jawab untuk mengambil pilihan dan Tuhan punya logos/harapan agar kita mempunyai perilaku seperti Yesus.Yohanes 1 : 1. Firman = LOGOS (bahasa Yunani) artinya sebelum menjadi perkataan itu diawali dengan impian, cita-cita, harapan. Dari awalnya Tuhan punya cita-cita, supaya kita bisa mencapai cita-cita Allah logos kemudian diterjemahkan menjadi perkataan. Cita-cita Allah adalah setelah kita bisa menanggapi kasih Allah dan kasih sesama lalu tujuan akhir kita akan memasuki Kerajaan seribu tahun damai. Mengenai kerajaan ini Tuhan memakai raja yang tidak mengenal Tuhan (orang kafir) untuk menunjukkan cita-citaNya. Daniel 2 : 31 - 35. 600 tahun sebelum Yesus lahir, raja Nebukadnezar bermimpi dan ia ingin tahu arti mimpi itu tapi ia lupa mimpinya. Tuhan selalu menjadi jawaban. Tuhan memberi jawaban melalui orang percaya yaitu Daniel. Kehadiran kita di tengah keluarga dan masyarakat seharusnya menjadi jawaban atas kebutuhan, tantangan dan masalah di keluarga dan masyarakat. Allah punya tujuan dalam hidup kita dan untuk menyelesaikan kerajaan-kerajaan di dunia ini tidak terlalu sulit bagi Tuhan (contoh: sekali gempa yang hanya sesaat bisa menghancurkan kota). Dihitung mulai dari penglihatan Nebukadnezar (kerajaan Babel) sampai nanti Yesus datang sekitar 3000 tahun manusia membangun dan terus membangun. Hasil karya selama 3000 tahun menjadi luluh lantak. Sekarang manusia dimanjakan oleh penemuan-penemuan manusia, alat-alat teknologi dengan tujuan supaya manusia lengah lalu enggan untuk mengingat-ingat Firman Allah, masa bodoh untuk berbicara soal kekekalan tapi ingat dalam satu saat semua itu akan lenyap. Sekarang Tuhan mulai berikan peringatan kepada dunia melalui petaka-petaka yang terjadi bahwa kekuatan tenaga manusia tidak mampu menyelesaikan semua.Alkitab memberikan informasi tentang Kerajaan seribu tahun damai dalam Wahyu 20 : 1 - 3. Selama Kerajaan seribu tahun damai tidak ada gangguan dari Iblis sebab Iblis (= pen- dakwa/penuduh) dan satan (= suka memberontak/melawan) dirantai dan dimasukkan di satu tempat sehingga mereka yang ada di Kerajaan itu akan damai, aman, tenang.Siapa saja yang akan masuk dalam Kerajaan itu?1. I Tesalonika 4 : 16. Mereka yang mati dalam Tuhan (sampai akhir hidupnya percaya kepada Yesus) akan dibangkitkan, diangkat dan bertemu Tuhan di udara.2. I Tesalonika 4 : 17. Orang percaya yang sungguh-sungguh, setia melayani, taat Firman Allah dan penuh Roh Kudus akan disingkirkan ke padang belantara selama masa aniaya Antikris 3½ tahun, dengan cahaya kemuliaan mereka akan menerima tubuh baru, diangkat dan bertemu Tuhan di awan-awan.Mereka akan tinggal di sana selama 75 hari menurut kitab Daniel karena bumi akan dibersihkan, setelah itu barulah turun Yesus bersama mereka yang diangkat ke awan-awan di bumi yang baru dan mereka akan berkerajaan selama seribu tahun.Wahyu 20 : 4. Mereka yang mati waktu aniaya Antikris karena mau tetap mengikut Yesus, keselamatannya ditanggung oleh penderitaan sendiri, mereka akan duduk memerintah sebagai raja bersama Yesus. Kita akan duduk memerintah sebagai satu keluarga Raja.Kenapa sampai Petrus tiga kali memberi peringatan ? Karena untuk mencapai tujuan akhir banyak hambatannya. I Timotius 4 : 1, banyak orang Kristen menjadi lemah imannya dan tawar hati karena perkataan dari neraka, dongeng dan silsilah (I Timotius 1 : 4). Inilah cara Iblis supaya orang Kristen gagal untuk masuk dalam kesempurnaan. Siapa yang menjadi sasaran Iblis supaya mereka gagal masuk dalam Kerjaan seribu tahun damai? Matius 12 : 43 - 45. Kita harus punya sikap untuk mengisi hidup kita dengan Firman Allah bukan dengan dongeng. Tuhan rindu agar tidak seorang pun di antara kita gagal untul mencapai tujuan akhir.Zakaria 2 : 5. Tuhan menunggui kita dan Tuhan seperti api akan menjilat dongeng-dongeng tapi dengan api yang sama akan menghidupkan iman kita sehingga kita keluar sebagai emas yang murni. Ini adalah tujuan, cita-cita Allah agar kita tidak binasa bersama dunia ini tapi masuk ke kemuliaan kekal selama-lamanya. Amin
K E M A T I A N
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi 4 November 2007 Oleh Pdt Frans.Z.Assa
II Petrus 1 : 13 - 15 -- Aku menganggap sebagai kewajibanku untuk tetap mengingatkan kamu akan semuanya itu selama aku belum menanggalkan kemah tubuhku ini. Sebab aku tahu, bahwa aku akan segera menanggalkan kemah tubuhku ini, sebagaimana yang telah diberitahukan kepadaku oleh Yesus Kristus Tuhan kita. Tetapi aku akan berusaha, supaya juga sesudah kepergianku itu kamu selalu mengingat semuanya itu.Dalam tiga ayat berturut-turut tiga kali Petrus menulis tentang kematian. Setiap kali Petrus mengajar ia selalu menggunakan metoda Alkitab, artinya pengajarannya selalu berangkat dari Alkitab karena Petrus tahu bahwa keseluruhan Firman Allah adalah kebenaran. (Mazmur 119 : 160 - Keseluruhan firmanMu adalah kebenaran… terjemahan bahasa Inggris).Alkitab menunjuk tentang beberapa pribadi menjelang kematiannya menyampaikan pengajaran sebagai berikut:I Raja-raja 2 : 1 - 3. Daud mendekati ajal ia berpesan kepada Salomo anaknya, tujuan pesannya supaya Salomo beruntung dalam segala yang ia lakukan dan segala yang ia tuju. Yesus pun menjelang naik ke Golgota Ia berpesan pada Petrus dan pesan ini berisi peringatan (Lukas 22 : 31 - 33), peringatannya Iblis akan datangkan tampi lalu bagaikan gandum akan ditampi diangkat dijatuhkan berulang-ulang.Apa kata Alkitab tentang kematian ?1. Allah tidak menjadikan manusia itu untuk mati karena manusia membawa gambar Allah dan Allah tidak sia-siakan gambarnya, tapi karena dosa, manusia menghadapi kematian. Itu sebabnya manusia disebut makhluk moral artinya Allah menciptakan manusia dengan memberikan kehendak bebas mempunyai kemampuan memilih (taat atau tidak taat), di dalam makhluk moral ada tanggung jawab.2. Allah menjadikan neraka bukan untuk manusia, tapi untuk siapa? Neraka sebenarnya untuk iblis dan pengikut-pengikutnya, sehingga ketika manusia jatuh dalam dosa, tidak menyesal dan tidak bertobat ia akan masuk ke penghukuman kekal selama-lamanya. Manusia adalah makhluk kasih artinya dapat menanggapi dan meresponi, hanya manusia yang dapat meresponi dan menanggapi kasih dan kebesaran Allah.Beberapa pernyataan tokoh Alkitab tentang kematian :1. Mazmur 116 : 15. Kematian orang percaya yang disebut kekasih Tuhan amat berharga, ini adalah pernyataan dari Daud. Di dalam Alkitab ada beberapa orang yang disebut sebagai kekasih dari Tuhan : - Yesaya 41 : 8. Abraham, ia disebut kekasih Tuhan karena pada saat Tuhan meminta Abraham untuk meminta Ishak (berumur 25 tahun - usia produktif) anaknya, ia tidak pertahankan satupun semua ia lepaskan untuk Tuhan (Yakobus 2 : 23). - Kisah Para Rasul 13 : 22. Daud, dari sudut manapun rasanya sulit untuk mengatakan bahwa Daud seorang yang berkenan di hati Tuhan karena hidupnya jatuh bangun-jatuh bangun, tapi Tuhan menilik kerinduan Daud. Ia tahu menempatkan Tuhan menjadi prioritas pertama dalam hidupnya (Mazmur 27: 4).2. Filipi 1 : 21. Paulus katakan kematian adalah satu keuntungan. Berbicara keuntungan biasanya digunakan dalam dunia perdagangan, juga biasanya mengacu pada laba atau hasil. Kenapa Paulus menyebut bahwa kematiannya merupakan satu laba ? Filipi 1 : 22. Paulus mengatakan karena pada waktu Allah memberikan dia hidup, kesempatan untuk belajar, berbisnis, berkarir, menjadi apapun juga ia ingin supaya ia menghasilkan buah.Ada satu keluhan yang Yesus utarakan dalam Lukas 13 : 6 - 9, pemilik kebun anggur tidak mendapati buah pada pohon ara. Sebelum Yesus naik ke surga tiga kali Ia bertanya pada Petrus: “Apakah engkau mengasihi Aku?” Buah berbicara tentang kasih, kita mungkin sudah melayani, menopang banyak orang (anggur yang merambat) tetapi apakah kita sudah menopang dengan kasih atau sekedar kelihatan kita sudah melakukan sesuatu padahal tanpa kasih? Manusia adalah makhluk kasih yang bisa memberi respon, buah adalah kasih yang dapat kita nyatakan, tunjukkan dan perlihatkan. Apakah kita mengasihi Yesus ? Paulus mengatakan bila saya mati adalah keuntungan kalau telah melayani Tuhan dengan kasih. Amin
BERKAT PILIHAN YANG ALLAH SEDIAKAN UNTUK KITA
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi 28 Oktober 2007
Oleh Pdt.Frans.Z.Assa
Oleh Pdt.Frans.Z.Assa
Akhir-akhir ini dunia didera oleh petaka, bila semua ini terjadi menjelang Yesus datang kali kedua, apa yang kita prioritaskan dalam hidup kita ? Jadikan Yesus menjadi prioritas dalam hidup kita.II Petrus 1 : 12 - Karena itu aku senantiasa ber- maksud mengingatkan kamu akan semuanya itu, sekalipun kamu telah mengetahuinya dan telah teguh dalam kebenaran yang telah kamu terima.Surat I Petrus dan II Petrus adalah materi untuk mengajar, dalam Efesus 4 dikatakan orang Kristen yang tidak punya pengajaran gampang sekali hanyut. Petrus ingin selalu mengingatkan, itu sebabnya Petrus menulis dalam I Petrus 1 : 1 - Dari Petrus, rasul Yesus Kristus, kepada orang-orang pendatang… Bukti bahwa Petrus punya metode untuk mengajar supaya pengajaran itu diulang-ulang, ia tujukan tulisan ini untuk orang-orang pendatang (orang-orang yang sedang dalam perjalanan) perlu selalu diingatkan. Soal mereka mau dingatkan atau tidak itu pilihan dan keputusan mereka yang ia jelaskan lebih jauh dalam I Petrus 1 : 17. Ada satu keistimewaan sekalipun kita orang perjalanan yang hanya 'numpang' di dunia, kita punya Bapa. Lukas 15 : 31, pengakuan dari Bapa kepunyaanKu adalah kepunyaanmu. Langit, bumi dan segala isinya adalah milik Bapa, masakan ia menahankan tanganNya terhadap anak-anakNya?Inilah kerinduan yang memenuhi hati Bapa: Ulangan 6 : 4 - 9, Ia ingin waktu apa saja supaya kita selalu membicarakan namaNya, bukan berarti kita mengabaikan tugas kewajiban kita tapi sementara kita sibuk harus mengajarkan Firman Tuhan berulang-ulang, metoda ini yang digunakan Petrus dalam mengajar.Kenapa sampai Tuhan begitu serius dan menghendaki supaya pengajaranNya disampaikan berulang-ulang ? Karena Tuhan punya tujuan pasti untuk janji setiaNya.Wahyu 22 : 3 - 4. Tiga berkat pilihan yang Allah sediakan untuk menjadi milik kita :1. Hamba-hambaNya akan beribadah kepadaNya. Hamba = DOULOS (bahasa Yunani) artinya budak belian yang tidak punya nama lagi, nasib hidupnya tergantung dari tuannya. Doulos juga punya pengertian penghuni istana, pegawai raja dan hidupnya sangat tergantung kepada raja. Kalau kita menjadi doulos yang tinggal di istana raja, kita pasti prioritaskan tuan kita dan beribadah kepadanya. Gagasannya : Ester 8 : 1 - 7. Ester adalah seorang doulos, ia kehilangan identitasnya, ia bagaikan benih yang setelah ditanam ke dalam tanah bijinya terkelupas dan pecah tidak ada lagi bentuk lama (Yohanes 12 : 24), selalu mengutamakan tuannya. Beda dengan Wasti, Wasti lebih memprioritaskan pengagum/pengikutnya (tuan yang bukan tuan yang sebenarnya). Ester banyak godaan tapi lebih memprioritaskan tuannya daripada semua godaan, pada akhirnya Ester diberkati luar biasa, semua kekayaan Haman diserahkan kepadanya. Amsal 13 : 22.2. Mereka akan melihat wajahNya. Kerinduan Daud supaya bisa berjumpa secara langsung dengan Tuhan, melalui pujian, doa dan penyembahan Tuhan pancarkan sinar kemuliaan wajahNya kepada Daud (Mazmur 31 : 17), sehingga Daud bersaksi saat ia berhadapan dengan singa dan beruang, mereka hanya seperti sehelai kertas yang bisa dirobek-robek atau terbakar (I Samuel 17 : 34 - 37). Dalam hidup kita sering berhadapan dengan beruang dan singa dalam bentuk apa saja, tapi kalau kita tahu menyembah, memuji dan berdoa, kita akan lihat itu bagaikan kertas yang bisa dirobek-robek dan terbakar karena kita dipanggil menjadi seorang yang lebih dari pemenang.3. Nama Yesus tertulis di dahi mereka. Ini anak kunci kenapa kita tidak alami dua paket berkat pilihan di atas? Karena seringkali di dahi hanya ada konsep iblis bukan konsep Yesus (Kolose 3 : 1 - 2). Kalau di dahi kita ada nama Yesus sekalipun sering tergoda tapi kita menjadi hamba yang beribadah kepadaNya, orang berdosa mengumpulkan harta untuk diberikan bagi kita. Kolose 3 : 5 - 9 kalau ini yang ada di dahi (pikiran) kita, jangan harap dua berkat pilihan tadi turun ke atas kita, ini yang membuat penghambat. Biarlah nama Yesus ada di dahi kita sehingga dua berkat itu Tuhan curahkan mengalir sehingga kita tidak bisa menampung lagi. Amin
KARUNIA HAK PENUH UNTUK MEMASUKI KERAJAAN KEKAL
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi 21 Oktober 2007
Oleh Pdt. Frans.Z.Assa
II Petrus 1 : 11 - Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.Jika kita mau bertambah-tambah menurut warna iman, kapanpun, dalam situasi apapun kita menjadi tujuan/alamat janji setia Allah, kepada kita akan dikaruniakan hak penuh (dikirimkan secara berlimpah-limpah). Terjemahan bahasa asing dikaruniakan mempunyai pengertian seperti dealer yang mempunyai hubungan baik dengan pabrik sumbernya, produk dikirim setiap saat walaupun dealer belum meminta.Ayat ini memiliki makna ganda tentang Kerajaan kekal:1. Ketika Yesus datang kali yang kedua. Orang percaya yang penuh dengan Firman dan Roh Kudus, sungguh-sungguh dan berbuah-buah - yang sebelumnya mereka sudah disingkirkan ke padang belantara selama 3½ tahun masa aniaya Antikris - mereka diubahkan, diangkat dan bertemu Tuhan di udara. Sementara itu bumi terbakar, setelah bumi dibersihkan Yesus bersama gerejaNya turun ke bumi yang baru dan berkerajaan selama 1000 tahun.2. Lukas 17 : 21 - juga orang tidak dapat mengatakan : Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana ! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu.” Terjemahan bahasa Inggris …the Kingdom of God is within you (= Kerajaan Allah ada di dalam kamu). Setiap pribadi yang telah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat kepada mereka bukan hanya menerima peng- ampunan dosa, diselamatkan, ditahbiskan menjadi putra Allah tapi mereka terima hak penuh 100%. Setiap kali kita melakukan dan mentaati Firman Allah setuju, tidak setuju, cocok atau tidak cocok mengembalikan perpuluhan milik Allah, kita akan menerima hak penuh dan saat itulah (bukan nanti) Yesus mengatakan Kerajaan Allah ada di dalam dirimu. Ketika kita mengambil keputusan untuk tinggalkan manusia lama kemudian Yesus bertahta dalam diri kita, Kerajaan Allah itu ada dalam diri kita dan kita akan terima secara penuh semua janji-janji Allah. Di sinilah timbul masalah, Mazmur 73 : 2 - 10, 16 - 19. Para imam pemuji di zaman Daud mereka hampir terpeleset melihat realita yang tidak imbang. Mereka yang tidak setia, tidak beribadah kelihatannya hidup mujur berbeda dengan mereka yang setia dan sungguh-sungguh nampaknya biasa-biasa saja. Pada akhirnya Tuhan perlihatkan mereka yang tidak setia dan tidak sungguh-sungguh akan habis oleh kedahsyatan.Alkitab menunjuk tentang dua kelompok nampaknya berpacu dalam ketidak- imbangan. Kejadian 36 : 31 - 39 mencerita- kan 8 raja yang silih berganti memerintah daerah kekuasaan mereka, mereka adalah anak-cucu Esau. Esau sudah berhasil dan anak-cucunya menjadi raja, sedangkan Yakub saudara kembar Esau, keluarga Yakub hidup dalam ketidakharmonisan (Kejadian 37) padahal Tuhan berkata Esau Aku buang dan Yakub Aku kasihi, Aku berkenan kepadanya. Esau dan Yakub menerima porsi makanan rohani yang sama. Esau bicara tentang daging kita, Yakub bicara tentang rohani kita. Daging dan rohani berpacu, daging tidak pernah puas, berbeda dengan roh, namun roh punya masalah yang Yesus katakan roh berkehendak tapi daging lemah. Sesudah peristiwa Kejadian 36, 430 tahun kemudian terjadi lagi dalam Bilangan 13 : 31 - 33, keturunan Esau menjadi duri bagi orang Israel yang sedang dalam perjalanan dari Mesir ke Tanah Perjanjian.Mengapa Tuhan ijinkan ada Esau/duri yang menghambat ketika kita keturunan Yakub sedang menadahkan tangan untuk menerima hak penuh kelimpahan yang Allah sudah siapkan ?I Petrus 1 : 7. Selama ini kita memuji Tuhan, tapi satu kali kelak bukan hanya kita yang memuji Tuhan tapi kita akan dipuji, dielu-elukan oleh Tuhan setelah keluar dari api (Esau seperti api yang kita lihat tidak imbang). Tuhan sengaja siapkan untuk membakar kita supaya kita keluar sebagai emas murni yang dipakai pada hari perjamuan Tuhan, yang siap berjumpa dengan Yesus. Tuhan ijinkan api melebur hidup kita untuk dibersihkan dari semua yang tidak berkenan. Ketika kita seperti bongkahan emas dibakar di tanur, bentuk boleh berubah tetapi kadar tetap sama dan 'Pandai emas' ini masih menunggu dekat tanur. Apakah kita siap menjadi emas yang murni ketika berhadapan dengan pacuan yang tidak seimbang, jangan ijinkan pikiran, emosi dan roh kita tercemar karena melihat pacuan yang tidak seimbang. Amin
Thursday, October 11, 2007
SETIA, TEKUN MELAYANI SAMPAI YESUS DATANG KEMBALI
Ringkasan Khotbah Minggu Sore 30 September 2007
Oleh Pdt.Frans.Z.Assa
II Tesalonika 2 : 8 - pada waktu itulah si pendurhaka baru akan menyatakan dirinya, tetapi Tuhan Yesus akan membunuhnya dengan nafas mulutNya dan akan memusnahkannya, kalau Ia datang kembali.Surat Tesalonika yang ditulis oleh Rasul Paulus terdiri dari dua surat yaitu I Tesalonika berisi pengharapan yaitu Yesus yang telah menyelamatkan kita satu kali kelak pasti akan datang kali yang kedua. II Tesalonika berisi nasihat supaya mereka yang menamakan diri pengikut Kristus tetaplah tekun dan setia melayani sampai Ia datang kali yang kedua.Kedatangan Tuhan yang kedua kali mempunyai pengertian jamak, pertama secara universal untuk seluruh penduduk bumi. Yesus datang pada saat sangkakala terakhir dibunyikan, orang percaya yang penuh Firman dan Roh Kudus sudah disingkirkan dari aniaya Antikris, mereka diubahkan oleh kemuliaan Allah, diangkat dan berjumpa Yesus di udara. Sementara itu dunia digoncangkan, bintang-bintang akan berguguran dan bumi terbakar. Pengertian lain, secara pribadi Tuhan datang untuk kita, Dia angkat kita, disebut dengan menghembuskan nafas terakhir.Setiap kita akan mengalami kedatangan Tuhan secara pribadi atau secara universal.Paulus tekankan dalam II Tesalonika 2 : 8, si pendurhaka yaitu Antikris akan diberi waktu 3 ½ tahun, ada satu aniaya yang besar. Selama 3 ½ tahun ia menganiaya, ia menguasai dunia ini tidak seorang pun bisa bepergian, berbelanja kecuali mereka yang tertinggal yang mempunyai tanda dari Antikris di dahi atau lengannya. Orang percaya yang serius, sungguh-sungguh, tekun dan setia mengiring dan melayani Tuhan, mereka tidak akan mengalami masa aniaya karena mereka akan di angkat dan disingkirkan oleh Tuhan. Yesus akan memusnahkan Antikris selesai masa dispensasi yang diberikan untuk dirinya (terjemahan bahasa. Inggris …destroy with the brightness of His coming…). Ketika cahaya kemuliaan Yesus memancar atas bumi ini, gereja yang sudah disingkirkan, dengan cahaya itu mereka akan diubahkan, memiliki tubuh baru kemudian diangkat bertemu Yesus di angkasa. Menurut kitab Daniel ada pesta 75 hari di angkasa sementara itu bumi dihanguskan, dibersihkan, setelah selesai mereka akan turun lagi ke bumi yang sudah dibersihkan.Pada saat Yesus datang kembali, orang yang tekun Wahyu 22 : 20 memberikan informasi ada dua pribadi yang terlibat dalam dialog :1. Yesus sendiri. Apakah kita penat hati, menderita dengan berita yang membuat kita suntuk ? Semua akan berakhir, Yesus segera datang.2. Orang percaya yang meresponi. Amin. 72 kali dicatat dalam 4 Injil, Perjanjian Baru menulis 318 kali. AMIN (bahasa Yunani) = sesungguh-sungguhnya demikian. Pengertiannya kata-kata yang diucapkan bisa dipercaya karena sangat terbukti, sebab yang mengucapkan adalah setia. Banyak orang kecewa dengan kata-kata 'amin'nya dunia, banyak orang mati karena janji-janji dunia berdampak pada satu kekecewaan yang mendalam, berbau harum tapi di dalam racun yang mematikan. Karena itu Yesus menggunakan atribut amin. Wahyu 3 :1 4. Atribut/gelar ini disandang oleh Yesus dan kita tidak akan kecewa. Itu sebabnya dalam menantikan kedatangan- Nya, Yesus berkata semua janji Tuhan pasti digenapi (Matius 24 : 35).Surat II Tesalonika mengajar sebelum langit dan bumi lenyap, tekun dan setia bekerja dalam menantikan kedatanganNya, tekun dan setia dalam hal apa ? II Petrus 3 : 12. Allah sudah atur waktunya tapi Allah punya pertimbangan, Allah berikan hak/ kepercayaan pada kita untuk mempercepat kedatanganNya. Caranya bagaimana ? Matius 24 : 14. Kalau kita mau bergerak untuk memberitakan Injil ke seluruh dunia dengan fasilitas yang kita miliki, contoh dengan HP gunakan SMS untuk hal yang tidak akan lalu. Apa hal yang tidak akan lalu ? Matius 10 : 42. Ketika kita ambil pilihan dan komitmen setia menanti kedatangan Tuhan, mengasihi dan melayani Dia sesuai bidang kita, Tuhan akan catat dan akan berikan upah. Mazmur 8 : 6, upah tidak hanya bicara mahkota yang kita terima saat Yesus datang. Memahkotai = berhasil di bidang mana saja, bukan hanya kita secara pribadi tapi orang dibalik bayang kita juga.Kalau mau mengambil keputusan melayani Tuhan bukan berarti kita bebas dari masalah, Petrus memberitahu dalam I Petrus 4 : 14, Iblis tidak tinggal diam, Iblis bisa pakai sahabat, orang yang selama ini kita bantu menjadi alatnya, mengejek, mengusik perasaan kita. Tapi jangan takut, Firman Tuhan berkata berbahagia (MAKARIOS = engkau memiliki gudang yang di dalamnya berisi apa saja yang engkau butuhkan). Amin
MILIKI PANDANGAN ALLAH
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi 7 Oktober 2007
Oleh Pdt.Frans.Z.Assa
II Petrus 1 : 9 - Tetapi barangsiapa tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi buta dan picik, karena ia lupa, bahwa dosa-dosanya yang dahulu telah dihapuskan.Satu peringatan yang paling berbahaya kalau sampai seseorang lupa bahwa Yesus sudah tebus dosa-dosanya. Ditebus = hidup kita sudah berada di hati Tuhan, di tapak tangan Tuhan, kitab Yesaya mengatakan hidup kita terukir di tangan Tuhan. Ada bahaya besar pada waktu semua itu (tujuh warna iman ayat 5 - 7) tidak bertambah-tambah/tidak diaktifkan (ayat 8), ia akan menjadi buta dan picik. Terjemahan bahasa asing ia akan memiliki pandangan yang pendek bukan hanya rabun, orang yang berpandangan pendek berpikiran pendek. Kalau kita punya pandangan pendek, sebetulnya ada kesembuhan, peluang untuk berhasil tapi tidak terlihat. Ketika kita memiliki pandangan jauh, kita memang bisa melihat di sana ada jurang, binatang buas, jurang tapi kita bisa melihat celah-celah/kesempatan untuk kita lolos/keluar. Kita harus punya pandangan jauh yang Alkitab gambarkan pandangan seperti burung rajawali, ini dibuktikan dalam kitab Ulangan, Musa yang berumur 120 tahun harus naik ke Gunung Nebo, di atas bukit itu sejauh ia memandang ia bisa melihat semua. Gunung Karmel, Sungai Yordan, Kota Samaria, Yerusalem, Tuhan perlihatkan kepadanya. Kalau ketujuh warna iman itu ada di dalam kita, rawatlah dan aktifkan, kita akan lihat semua panorama persediaan yang Allah sudah siapkan dan kita juga bisa raih dan alami.Kenapa Paulus menjerit seperti orang yang tidak punya harapan? Roma 7 : 24. Ia menjerit karena punya pan- dangan pendek, tidak mengerti bahwa ada Seorang Pembebas dari apapun juga (dosa dan semua permasalahan) yang siap membantu dan menolongnya padahal latar belakang Paulus sebelum ia bertobat adalah ahli kitab. Seorang yang tahu banyak dan ahli kitab tidak menjamin hidup tenang karena ketujuh serat iman tidak bertambah-tambah, pandangannya jadi picik, pendek dan buta. Jadilah orang Kristen yang sama seperti Elia, bukan hanya melihat awan setapak tangan tapi ia sudah mendengar deru hujan lebat. Kalau ketujuh warna iman itu kita aktifkan, orang lain belum mendengar, belum melihat berkat itu, kita sudah melihat itu disiapkan oleh Tuhan.Seorang yang tidak bertambah-tambah dalam tujuh warna iman adalah seorang yang tidak berada di dalam pengalaman penebusan/ pembebasan Tuhan.Peran Yesus di dalam memberikan pengampunan, pengampunan bicara tentang pembebasan dari dosa, penyakit, ketakutan, rasa tidak aman, risau. Tuhan sudah bebaskan dari semua. Di dalam pembebasan itu Tuhan adalah kasih, di dalam kasih Tuhan punya cita-cita untuk membebaskan kita dari apapun juga, ini sifat dari Tuhan. Sifat Tuhan yang kedua Ia kudus, kekudusanNya menuntut Tuhan untuk memurkai dan menghukum orang berdosa. Kedua sisi kasih dan kudus sama-sama tidak boleh dikorbankan. Ibrani 13 : 20. Dalam perjanjian kekal, manusia harus dibebaskan dari dosa dan di dalam kekudusan manusia harus dihukum karena dosa. Perjanjian kekal menetapkan Putra (Yesus) harus datang ke dunia, karena kasih Putra harus lahir di Betlehem mengambil bentuk manusia tujuannya supaya manusia bisa dibebaskan dari dosa dan cengkraman apa saja. Yohanes 3 : 16, ini adalah bukti perjanjian kekal.Bagaimana dengan kekudusan ? Perjanjian kekal kembali terjadi, Putra harus menerima murka Allah dengan cara Ia naik ke Golgota lalu mati di kayu salib, seharusnya kitalah yang dimurkai.Dua sisi ini ditanggung oleh Yesus, ketika murka Allah ditanggungkan atas PutraNya, Yesus mati disalib, dikuburkan dan bangkit dari kematian, Paulus katakan dalam Roma 7 : 25. Yesus bukan hanya membebaskan kita karena kasih tapi Yesus mengambil hukuman Allah itu dikenakan pada DiriNya karena mengasihi kita. Namun untuk terus mengalami janji kekal tujuh warna iman harus terus bertambah/aktif. Hidupkan karunia yang Tuhan sudah beri, karena kalau tidak diaktifkan kita tidak berada di dalam areal pembebasan.Ketika kita aktifkan mezbah pelayanan, karunia, cinta kita kepada Tuhan, kita berada di areal penebusan/bebas dari apapun juga. Kita akan nikmati tiap waktu Tuhan bebaskan kita dari apapun yang membuat kita suntuk. Ketika didapati semua itu ada di dalam kita, kita tidak punya pandangan picik tapi punya pandangan seperti Allah melihat. Dunia melihat bahaya, tapi kita melihat terang kemuliaan, pembelaan dan berkat Allah ada dalam kehidupan kita.
Amin
Oleh Pdt.Frans.Z.Assa
II Petrus 1 : 9 - Tetapi barangsiapa tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi buta dan picik, karena ia lupa, bahwa dosa-dosanya yang dahulu telah dihapuskan.Satu peringatan yang paling berbahaya kalau sampai seseorang lupa bahwa Yesus sudah tebus dosa-dosanya. Ditebus = hidup kita sudah berada di hati Tuhan, di tapak tangan Tuhan, kitab Yesaya mengatakan hidup kita terukir di tangan Tuhan. Ada bahaya besar pada waktu semua itu (tujuh warna iman ayat 5 - 7) tidak bertambah-tambah/tidak diaktifkan (ayat 8), ia akan menjadi buta dan picik. Terjemahan bahasa asing ia akan memiliki pandangan yang pendek bukan hanya rabun, orang yang berpandangan pendek berpikiran pendek. Kalau kita punya pandangan pendek, sebetulnya ada kesembuhan, peluang untuk berhasil tapi tidak terlihat. Ketika kita memiliki pandangan jauh, kita memang bisa melihat di sana ada jurang, binatang buas, jurang tapi kita bisa melihat celah-celah/kesempatan untuk kita lolos/keluar. Kita harus punya pandangan jauh yang Alkitab gambarkan pandangan seperti burung rajawali, ini dibuktikan dalam kitab Ulangan, Musa yang berumur 120 tahun harus naik ke Gunung Nebo, di atas bukit itu sejauh ia memandang ia bisa melihat semua. Gunung Karmel, Sungai Yordan, Kota Samaria, Yerusalem, Tuhan perlihatkan kepadanya. Kalau ketujuh warna iman itu ada di dalam kita, rawatlah dan aktifkan, kita akan lihat semua panorama persediaan yang Allah sudah siapkan dan kita juga bisa raih dan alami.Kenapa Paulus menjerit seperti orang yang tidak punya harapan? Roma 7 : 24. Ia menjerit karena punya pan- dangan pendek, tidak mengerti bahwa ada Seorang Pembebas dari apapun juga (dosa dan semua permasalahan) yang siap membantu dan menolongnya padahal latar belakang Paulus sebelum ia bertobat adalah ahli kitab. Seorang yang tahu banyak dan ahli kitab tidak menjamin hidup tenang karena ketujuh serat iman tidak bertambah-tambah, pandangannya jadi picik, pendek dan buta. Jadilah orang Kristen yang sama seperti Elia, bukan hanya melihat awan setapak tangan tapi ia sudah mendengar deru hujan lebat. Kalau ketujuh warna iman itu kita aktifkan, orang lain belum mendengar, belum melihat berkat itu, kita sudah melihat itu disiapkan oleh Tuhan.Seorang yang tidak bertambah-tambah dalam tujuh warna iman adalah seorang yang tidak berada di dalam pengalaman penebusan/ pembebasan Tuhan.Peran Yesus di dalam memberikan pengampunan, pengampunan bicara tentang pembebasan dari dosa, penyakit, ketakutan, rasa tidak aman, risau. Tuhan sudah bebaskan dari semua. Di dalam pembebasan itu Tuhan adalah kasih, di dalam kasih Tuhan punya cita-cita untuk membebaskan kita dari apapun juga, ini sifat dari Tuhan. Sifat Tuhan yang kedua Ia kudus, kekudusanNya menuntut Tuhan untuk memurkai dan menghukum orang berdosa. Kedua sisi kasih dan kudus sama-sama tidak boleh dikorbankan. Ibrani 13 : 20. Dalam perjanjian kekal, manusia harus dibebaskan dari dosa dan di dalam kekudusan manusia harus dihukum karena dosa. Perjanjian kekal menetapkan Putra (Yesus) harus datang ke dunia, karena kasih Putra harus lahir di Betlehem mengambil bentuk manusia tujuannya supaya manusia bisa dibebaskan dari dosa dan cengkraman apa saja. Yohanes 3 : 16, ini adalah bukti perjanjian kekal.Bagaimana dengan kekudusan ? Perjanjian kekal kembali terjadi, Putra harus menerima murka Allah dengan cara Ia naik ke Golgota lalu mati di kayu salib, seharusnya kitalah yang dimurkai.Dua sisi ini ditanggung oleh Yesus, ketika murka Allah ditanggungkan atas PutraNya, Yesus mati disalib, dikuburkan dan bangkit dari kematian, Paulus katakan dalam Roma 7 : 25. Yesus bukan hanya membebaskan kita karena kasih tapi Yesus mengambil hukuman Allah itu dikenakan pada DiriNya karena mengasihi kita. Namun untuk terus mengalami janji kekal tujuh warna iman harus terus bertambah/aktif. Hidupkan karunia yang Tuhan sudah beri, karena kalau tidak diaktifkan kita tidak berada di dalam areal pembebasan.Ketika kita aktifkan mezbah pelayanan, karunia, cinta kita kepada Tuhan, kita berada di areal penebusan/bebas dari apapun juga. Kita akan nikmati tiap waktu Tuhan bebaskan kita dari apapun yang membuat kita suntuk. Ketika didapati semua itu ada di dalam kita, kita tidak punya pandangan picik tapi punya pandangan seperti Allah melihat. Dunia melihat bahaya, tapi kita melihat terang kemuliaan, pembelaan dan berkat Allah ada dalam kehidupan kita.
Amin
KEUARKAN BUAH PELAYANAN SESUAI POTENSIMU
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi 30 September 2007
Oleh Pdt.Frans.Z.Assa
II Petrus 1 : 8 Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita.TL = Karena jikalau segala perkara itu ada padamu dan bertambah-tambah, maka itulah yang menahan kamu daripada menjadi malas atau daripada hidup tiada berfaedah tentang hal mengenal akan Tuhan kita Yesus Kristus.Ada peringatan kalau tujuh warna iman (kebijaksanaan, pengetahuan, penguasaan diri, ketekunan, kesalehan, kasih akan saudara-saudara, kasih akan semua orang) tidak bertambah-tambah), Yesus katakan : “Engkau malas, hidupmu tidak berguna”. Kalau ada orang merasa hidupnya tidak berguna, itu adalah pilihannya sendiri karena ia tidak mau menjadi sumber yang terus keluar (mengalir). Peringatan Yesus dalam Matius 3 : 8,10. Keluarkan buah pelayanan sesuai dengan kemampuan kita dalam hal apa saja, Tuhan tidak menuntut lebih. Anak kecil yang mempunyai 5 roti karena ia mau fungsikan/ aktifkan/ gunakan apa yang ada padanya, roti itu bisa mengenyangkan 5.000 orang. Ketika kita kembangkan karunia, talenta, kemampuan yang telah kita terima dari Tuhan secara tidak sadar kita akan mendapat 30 kali ganda, 60 kali ganda dan 100 kali ganda. Kalau tidak bertambah-tambah sesuai dengan kemampuan yang Tuhan beri kepada kita, Tuhan siap untuk menebang pohon itu. Kalau Tuhan memotong satu orang ini, akan mempunyai dampak untuk orang yang ada dibalik bayang orang itu.Kalau ketujuh warna iman ini bertambah-tambah dan berkembang dalam hidupnya akan memberi pengaruh dalam diri seseorang dan orang disekitarnya.1. Kisah Para Rasul 9 : 36 - 40. Di Yope ada seorang murid perempuan bernama Tabita (= Dorkas bahasa Yunani). Tabita artinya rusa. Sebutan rusa dalam kitab Mazmur artinya seorang yang merindukan supaya hidupnya mengalir, memancarkan air. Rusa bisa mendengar air mengalir sekalipun air itu keluar melewati celah-celah batu bahkan dari jarak berkilo-kilometer. Berbicara tentang mau seperti karakter air, supaya sekalipun ditumpahkan ke lantai air selalu mengalir ke tempat yang rendah. Ia rindu supaya apa yang ada padanya bisa menyentuh banyak orang, dinikmati banyak orang. Apa yang bisa Tabita lakukan? Ayat 36. Ia banyak berbuat baik dan memberi sedekah. Baik adalah salah satu serat iman dan baik adalah anugerah Allah. Ayat 39. Baju dalam terjemahan bahasa asing menunjuk gaun perempuan. Tabita bukan hanya berbuat baik tapi banyak mengangkat harkat seorang wanita. Satu ketika Dorkas secara fisikal memang mati, kerinduannya untuk bertambah-tambah menghadapi kematian tapi Allah siapkan kehidupan untuk Dorkas. Usaha, dagang atau apa saja boleh mati, di balik pengalaman itu Allah siapkan terobosan mujizat kalau kita mau bertambah-tambah. Dorkas juga memberi pakaian, pakaian berbicara tentang memberi rasa aman, memberi semangat kepada keluarga dan orang lain, memberi pelayanan, sapaan sehingga orang lain merasa hidup berarti. Dia sudah mempunyai fondasi dan mendirikan mezbah pelayanan.2. Yakobus 4 : 8. Kekeliruan terbesar yang sering dilakukan orang Kristen, ia berdoa supaya Tuhan datang menolong dan menyertainya sementara ia sendiri tidak pernah dekat dengan Tuhan, selalu menuntut. Kuncinya Firman Allah katakan sebelum kita berseru/meminta Tuhan beri kalau kita dekat dengan Tuhan. Jangan hanya dekat dan menikmati janji tapi tahirkan/fungsikan tangan kita. Mungkin bukan fisikal tapi rohani yang terganggu tapi aktifkan tangan/pelayanan. Hubungkan dengan Lukas 5 : 12 - 13, menurut Imamat 13 : 44 -46 nasib/perlakuan terhadap orang kusta, ia dibuang, diusir dari tempat perkemahan dan harus tinggal di hutan, kalau ada orang yang lewat, pengidap kusta ini harus berteriak najis! Sekarang banyak orang mengidap kusta rohani, merasa terbuang, takut, luka-luka batin, ada tekanan berat pekerjaan, keuangan, keluarga, kecewa. Tuhan berkata aktifkan tanganmu (Lukas 5 : 13) dengan doa, senyum, sapaan, dengan fasilitas yang ada pada kita (lewat SMS). Kita adalah pribadi yang sudah diselamatkan, Yesus mengasihi kita, Dia mau jadikan tangan kita menjadi lenganNya Yesus. Ketika kita mau menjadi tanganNya Yesus, kita membangun mezbah/rumah pelayanan, menjamah banyak orang karena mau tahirkan/fungsikan tangan, maka seketika itu juga orang kusta ini sembuh. Amin
SEGERA MEMBANGUN RUMAH DI ATAS FONDASI
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi 23 September 2007
Oleh Pdt.Frans.Z.Assa
II Petrus 1 : 8 - Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita.TL = Karena jikalau segala perkara itu ada padamu dan bertambah-tambah, maka itulah yang menahan kamu daripada menjadi malas atau daripada hidup tiada berfaedah tentang hal mengenal akan Tuhan kita Yesus Kristus Semuanya itu = tujuh langkah/serat iman (II Petrus 1 : 5 - 7) yang Tuhan beri agar itu me- warnai/ada dalam hidup kita. Bertambah = bertumbuh, kalau tidak bertumbuh orang ini malas.Makna surat I Petrus adalah surat penghiburan karena Petrus berbicara soal pengikut Kristus mengalami penderitaan, tapi Yesus yang sudah bangkit dari kematian meninggalkan Firman dan Roh Kudus itu yang memberi penghiburan. Surat II Petrus berisi peringatan-peringatan karena di akhir zaman keluarga-keluarga Kristen akan mapan dan diberkati, seiring dengan diberkati muncul bahaya di dalam gereja. Bahaya apa ? Karena mereka tidak memiliki pengalaman untuk bertambah-tambah, untuk bertumbuh.II Petrus 1 : 5 - 7, tujuh jenis batu, ini adalah dasar yang sudah diletakkan, tapi Tuhan tidak bangga hanya karena ada fondasi. Banyak orang Kristen berhasil meletakkan fondasi (sudah selamat) tapi mereka tidak mau segera membangun di atasnya, fondasi yang tidak diteruskan dengan pembangunan di atasnya akan tumbuh semak duri di tempat itu dan menjadi tempat pembuangan sampah. Berbeda kalau sudah dibangun rumah, rumah tidak senang dengan sampah.Tuhan bukan membutuhkan gandum tapi roti yang dibawa dalam pesta perjamuan. Kita harus mempunyai kerelaan untuk digiling sampai halus, pengalaman-pengalaman akan membentuk kita menjadi gandum yang digiling untuk menjadi roti. Kata-kata penghinaan kakak-kakak Daud menjadi gigi penggiling yang menghalusi Daud, tapi Daud tidak menyimpan dalam hati. Daud tahu ia tidak akan menjadi roti kecuali ada pengalaman gigi penggiling diputar untuk menghalusi hidupnya.Mereka yang telah membangun dasar tapi tidak segera mendirikan bangunan di atasnya, Alkitab menyebut mereka bayi (Ibrani 5 : 12 - 13). Saat percaya, menerima Yesus sebagai Juru Selamat, dibaptis dan penuh Roh Kudus (meletakkan dasar), seharusnya telah menjadi rumah. Sebab di dalam rumah ini akan keluar pengajaran, terdengar puji-pujian, doa dan memancarkan terang (Yesaya 2 : 2 - 3).Yesus sangat kecewa saat melihat gereja sibuk meletakkan dasar pengajaran demi pengajaran tapi jemaat tidak bertumbuh. Apakah tanda bahwa orang itu sibuk mendirikan bangunan di atas fondasi ? Secara kasat mata material dikumpulkan, batu disusun dan kerangka berdiri sampai rumah itu bisa menjadi tempat hunian.Amati Yohanes 4 : 1 - 26, dalam terjemahan bahasa Indonesia diberikan tema “Percakapan dengan perempuan Samaria”; terjemahan bahasa Inggris “Perjumpaan perempuan Samaria dengan Mesias” atau “Percakapan perempuan Samaria dengan Yesus” dan dituliskan dalam 20 ayat. Bandingkan dengan Kejadian 1 : 1 - 2, antara ayat 1 dan 2 mem- punyai selang waktu yang panjang kalau dihubungkan dengan penemuan para ahli berjarak ratusan milyar juta tahun. Dalam 20 ayat di Yohanes 4 memuat perbincangan Yesus dengan perempuan Samaria yang memakan waktu paling lama 90 menit telah membongkar semak belukar duri yang ada di dalam hidup perempuan Samaria. Ketika kita bersedia dibongkar oleh Tuhan, bukan hanya kita yang dibongkar tapi orang di sekitar kita pun turut disentuh (Tuhan bongkar pandangan banyak orang) sehingga dalam waktu sekejap pandangan mereka berubah terhadap orang yang sudah Tuhan bongkar.Yohanes 4 : 28 - 30. Fondasi sudah diletakkan oleh perempuan yang paling jahat di kota Samaria dan ia langsung membangun rumah, segera meninggalkan tempayan gaya hidup yang lama dan mengambil keputusan untuk berubah dan memiliki tabiat baru. Ia yang 2 jam sebelumnya menjadi sampah masyarakat tapi 2 jam kemudian menjadi berkat bagi orang Samaria karena ia mau segera membangun rumah (Yohanes 4 : 39).Kapan dan apa yang dimaksud dengan membangun rumah ? I Petrus 4 : 10. Warna membangun = layanilah satu dengan yang lain.Tuhan berkata kepada mereka yang bukan hanya bangga sudah meletakkan fondasi tapi segera membangun rumah dalam Yesaya 56 : 7. Jangan biarkan rumah kosong tidak ada yang menghuni, mulai bangun rumah, layani satu dengan yang lain, menjadi rumah doa dan Tuhan akan ada di sana menjadi pelindung. Amin
Oleh Pdt.Frans.Z.Assa
II Petrus 1 : 8 - Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita.TL = Karena jikalau segala perkara itu ada padamu dan bertambah-tambah, maka itulah yang menahan kamu daripada menjadi malas atau daripada hidup tiada berfaedah tentang hal mengenal akan Tuhan kita Yesus Kristus Semuanya itu = tujuh langkah/serat iman (II Petrus 1 : 5 - 7) yang Tuhan beri agar itu me- warnai/ada dalam hidup kita. Bertambah = bertumbuh, kalau tidak bertumbuh orang ini malas.Makna surat I Petrus adalah surat penghiburan karena Petrus berbicara soal pengikut Kristus mengalami penderitaan, tapi Yesus yang sudah bangkit dari kematian meninggalkan Firman dan Roh Kudus itu yang memberi penghiburan. Surat II Petrus berisi peringatan-peringatan karena di akhir zaman keluarga-keluarga Kristen akan mapan dan diberkati, seiring dengan diberkati muncul bahaya di dalam gereja. Bahaya apa ? Karena mereka tidak memiliki pengalaman untuk bertambah-tambah, untuk bertumbuh.II Petrus 1 : 5 - 7, tujuh jenis batu, ini adalah dasar yang sudah diletakkan, tapi Tuhan tidak bangga hanya karena ada fondasi. Banyak orang Kristen berhasil meletakkan fondasi (sudah selamat) tapi mereka tidak mau segera membangun di atasnya, fondasi yang tidak diteruskan dengan pembangunan di atasnya akan tumbuh semak duri di tempat itu dan menjadi tempat pembuangan sampah. Berbeda kalau sudah dibangun rumah, rumah tidak senang dengan sampah.Tuhan bukan membutuhkan gandum tapi roti yang dibawa dalam pesta perjamuan. Kita harus mempunyai kerelaan untuk digiling sampai halus, pengalaman-pengalaman akan membentuk kita menjadi gandum yang digiling untuk menjadi roti. Kata-kata penghinaan kakak-kakak Daud menjadi gigi penggiling yang menghalusi Daud, tapi Daud tidak menyimpan dalam hati. Daud tahu ia tidak akan menjadi roti kecuali ada pengalaman gigi penggiling diputar untuk menghalusi hidupnya.Mereka yang telah membangun dasar tapi tidak segera mendirikan bangunan di atasnya, Alkitab menyebut mereka bayi (Ibrani 5 : 12 - 13). Saat percaya, menerima Yesus sebagai Juru Selamat, dibaptis dan penuh Roh Kudus (meletakkan dasar), seharusnya telah menjadi rumah. Sebab di dalam rumah ini akan keluar pengajaran, terdengar puji-pujian, doa dan memancarkan terang (Yesaya 2 : 2 - 3).Yesus sangat kecewa saat melihat gereja sibuk meletakkan dasar pengajaran demi pengajaran tapi jemaat tidak bertumbuh. Apakah tanda bahwa orang itu sibuk mendirikan bangunan di atas fondasi ? Secara kasat mata material dikumpulkan, batu disusun dan kerangka berdiri sampai rumah itu bisa menjadi tempat hunian.Amati Yohanes 4 : 1 - 26, dalam terjemahan bahasa Indonesia diberikan tema “Percakapan dengan perempuan Samaria”; terjemahan bahasa Inggris “Perjumpaan perempuan Samaria dengan Mesias” atau “Percakapan perempuan Samaria dengan Yesus” dan dituliskan dalam 20 ayat. Bandingkan dengan Kejadian 1 : 1 - 2, antara ayat 1 dan 2 mem- punyai selang waktu yang panjang kalau dihubungkan dengan penemuan para ahli berjarak ratusan milyar juta tahun. Dalam 20 ayat di Yohanes 4 memuat perbincangan Yesus dengan perempuan Samaria yang memakan waktu paling lama 90 menit telah membongkar semak belukar duri yang ada di dalam hidup perempuan Samaria. Ketika kita bersedia dibongkar oleh Tuhan, bukan hanya kita yang dibongkar tapi orang di sekitar kita pun turut disentuh (Tuhan bongkar pandangan banyak orang) sehingga dalam waktu sekejap pandangan mereka berubah terhadap orang yang sudah Tuhan bongkar.Yohanes 4 : 28 - 30. Fondasi sudah diletakkan oleh perempuan yang paling jahat di kota Samaria dan ia langsung membangun rumah, segera meninggalkan tempayan gaya hidup yang lama dan mengambil keputusan untuk berubah dan memiliki tabiat baru. Ia yang 2 jam sebelumnya menjadi sampah masyarakat tapi 2 jam kemudian menjadi berkat bagi orang Samaria karena ia mau segera membangun rumah (Yohanes 4 : 39).Kapan dan apa yang dimaksud dengan membangun rumah ? I Petrus 4 : 10. Warna membangun = layanilah satu dengan yang lain.Tuhan berkata kepada mereka yang bukan hanya bangga sudah meletakkan fondasi tapi segera membangun rumah dalam Yesaya 56 : 7. Jangan biarkan rumah kosong tidak ada yang menghuni, mulai bangun rumah, layani satu dengan yang lain, menjadi rumah doa dan Tuhan akan ada di sana menjadi pelindung. Amin
KASIH AKAN SEMUA ORANG
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi 16 September 2007
Oleh Pdt.Frans.Z.Assa
II Petrus 1 : 7 - dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang.Serat ketujuh (terakhir) dari hidup yang berhasil guna yang disampaikan oleh Petrus adalah kasih akan semua orang. Kasih = pengasihan (TL); AGAPE (bahasa Yunani); kasih terhadap semua orang (TBS); love (bahasa Inggris). Kasih akan semua orang (agape) berbeda dengan kasih akan saudara-saudara (philadelphia). Kasih philadelphia artinya kita menerima lalu memiliki pemberian Allah yang kemudian kita salurkan untuk dinikmati orang lain. Inilah hukum kasih, kita memberi lalu kita menerima. Agape mempunyai arti sumber/pemilik yang terus mengalirkan dengan tidak ada henti-hentinya. Dan sumber/pemilik ini tidak pernah mengharap, berpikir akan menerima kembali apa yang sudah dialirkannya. Segala sesuatu yang sudah diberikan tidak akan kembali lagi pada sumbernya. Contohnya: Mazmur 84 : 12. Tuhan bukan matahari namun Ia digambarkan seperti matahari. Matahari adalah sumber hidup untuk jagad raya. Setiap detik matahari menyalurkan energinya tanpa pernah berhenti. Bila matahari yang diciptakan Tuhan mampu memberikan kehidupan, apalagi Tuhan Sang Pencipta. Dia memberi tanpa ada batasnya. Agape adalah memberi dengan tidak pernah terbatas, pemberian itu tidak pernah terukur, terus-menerus, tidak pernah berkurang, tanpa ingin memperoleh balasan. Kadangkala kita mengaku memiliki kasih agape tetapi kita selalu menghitung apa yang telah kita berikan dan mengharapkan balasan, itu bukan agape.Kemana dan kepada siapa Tuhan curahkan lalu letakkan agape ini ?Kisah Para Rasul 10:44-48. Dari kisah Kornelius (orang Romawi non Yahudi), kita melihat bahwa Roh Kudus juga dicurahkan kepada orang kafir yang belum mengenal Yesus.Roma 5 : 5. Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada Kornelius dan seisi rumahnya memproduksi kasih Allah (= Agape). Agape inilah yang diletakkan Tuhan di hati Kornelius dan keluarganya. Roh Kudus akan memberikan agape di hati setiap orang yang diurapiNya. Tuhan akan memberikan agape kepada semua orang, semua Tuhan jangkau.Agape merupakan kata sifat, sedangkan kata kerjanya adalah AGAPAO. Untuk apa Tuhan beri kasih agape kepada manusia ?1. Matius 22 : 37. Kasihilah (agapao) Tuhan Allahmu. Agapao = saya melakukan kasih/agape. Agape diberikan untuk agapao. Agape diberikan supaya saya lakukan. Takaran/pedoman kita melakukan agape kepada Tuhan adalah dengan segenap hati, jiwa dan akal budimu (all my mind = dengan seluruh pikiran). Pikiran adalah unsur dari jiwa kita. Dalam jiwa terdapat intelektual, kemauan, tekad, semangat kita.2. Matius 22:39. Kasihilah (agapao) sesamamu manusia; saya mengasihi, memberi dengan tidak mengharap menerima kembali. Berbeda dengan philadelphia. Takaran/pedoman kita melakukan agape (hukum ilahi) kepada sesama manusia adalah seperti diri sendiri (as your self). Jika kita mendengar kejelekan orang lain, maka kita tetap mengasihi orang itu seperti diri kita sendiri, tidak ikut menjelek-jelekkan, ini adalah konsep ilahi.Ketika Yesus memberikan agape ia punya harapan (= logos). Jika kita mau melakukan apa yang Yesus perintahkan, maka Tuhan akan beserta/melindungi kita. Matius 28:20.Ada satu peringatan kalau sampai kita tidak memenuhi harapan Tuhan. Lukas 7 : 36 - 38.Seorang perempuan yang terkenal berdosa, ia agapao, ia bukti nyatakan kasih yang sudah ia terima, ia datang kepada Yesus dengan membawa minyak narwastu, memecahkan leher botolnya dan menuangkan seluruh isinya (tanpa tersisa) di kaki Yesus. Ia memberikan seluruh hidupnya tanpa sisa, walaupun mungkin masih banyak caci-maki dan hinaan ditujukan padanya, bahkan orang-orang sekitarnya tidak mau menerimanya.Dalam Lukas 7 : 50 kita dapat melihat bagaimana respon Yesus terhadap wanita itu. Yesus berkata, “Pergilah dengan selamat karena iman/tindakanmu”. Sikap seperti wanita berdosa itulah yang Yesus harapkan dari kita. Meskipun masih banyak masalah yang menggoncangkan hidup kita, biarlah kita tetap melakukan agapao. Pasti kita juga akan mendengar Yesus berkata kepada kita, “Pergilah dengan selamat karena perbuatanmu yang agape”. Jangan takut, Tuhan akan beserta kita karena Tuhanlah yang menjadi jaminan bagi kita. Amin
Friday, September 21, 2007
KASIH AKAN SAUDARA-SAUDARA
Ringkasan Khotbah Kebaktian Minggu Pagi 9 September 2007
Oleh Pdt.Frans.Z.Assa
II Petrus 1 : 7 - dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang.Serat kelima kesalehan menyentuh dua sisi kehidupan perjalanan sebagai orang percaya yaitu hubungan dengan Tuhan dan hubungan dengan sesama, tapi Petrus ingin jelaskan soal hubungan dengan sesama melalui serat ke enam dari iman sebagai dasar agar seseorang berhasil dalam hidupnya menghadapi iklim apapun yaitu kasih akan saudara (TL = segala orang; TBS = kasih sayang kepada saudara-saudara seiman).Kasih sayang kepada saudara-saudara seiman = PHILADELPHIA baca: filadelfia (bhs. Yunani) yang terdiri dari dua kata yaitu PHILOS baca: filos (= persahabatan) dan ADELPHOS baca: adelfos (= konektif antara partikel dengan partikel gambarannya debu yang sulit dipisah). Philadelphia berbicara hubungan yang begitu erat dengan sesama merupakan sisi dari kesalehan, karena sejak awal kita sudah memiliki hakiki esense Allah.Kapan seseorang memiliki komponen yang merupakan esense/hakiki Allah sendiri yaitu kasih dan kemudian kasih itu untuk sesama?Yohanes menjelaskan Allah pencipta itu dalam I Yohanes 4 : 8, Allah itu kasih, kasih adalah hakiki esense Allah, ekspresi Allah yang sesungguhnya. Kejadian 1 : 27, dengan kasih Ia menciptakan manusia. Apapun keadaan kita, kita adalah ciptaan Allah yang Mazmur 8 : 6 katakan …a little lower than God… (hanya beda sedikit), membawa citra Allah. Kita adalah buatan Allah sehingga keahlian Allah nampak melalui hidup kita dan salah satu yang paling hakiki adalah kasih, kasih ada dalam kita karena kita ciptaan Allah, karena dosa hakiki esense Allah ini merosot.Pernyataan Paulus dalam Roma 3 : 23, citra Allah sudah berkurang (TL) karena dosa tapi masih ada. Kita tidak ada alasan untuk berkata kita sudah tidak punya stok kasih untuk bisa dinikmati orang lain. Philadelphia kita miliki, tinggal bagaimana kita mau mewujudnyatakan atau menyimpan sendiri karena kita egois?Komponen ilahi apa saja yang Tuhan sudah taruh di dalam kita (hakiki esense Allah yaitu kasih), warnanya dalam bentuk apa sehingga apa yang ada pada kita ini akan dinikmati orang lain?Hubungkan dengan Galatia 5 : 22, buah Roh yang memiliki 9 rasa :1. Kasih, sukacita, damai sejahtera. Tuhan berikan kepada kita untuk kita nikmati.2. Kesabaran, kemurahan, kebaikan. Tuhan berikan pada kita untuk dinikmati orang lain.3. Kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tuhan berikan pada kita untuk Tuhan nikmati.Komponen hakiki esense Allah, Tuhan taruh kepada kita untuk orang lain nikmati adalah perwujudan Philadelphia yaitu :1. Kesabaran = long suffering. Tahan menderita, ada penderitaan yang 'sengaja' Tuhan hadirkan kepada kita karena melalui penderitaan yang kita alami orang lain akan diberkati. Kisah Para Rasul 16 : 24-31. Melalui penderitaan yang Paulus alami kepala penjara di Filipi diselamatkan.2. Kemurahan = kindness. Senang memberi jasa. Lukas 10:33. Memberi doa, perkataan-perkataan yang membangun.3. Kebaikan = goodness. Karakter yang tidak bisa diubah. Gagasannya: kodrat pisang yang walaupun ditanam di tempat pembuangan sampah sekalipun, tidak akan menghasilkan pisang yang berbau busuk.Apakah kita capai menderita, memberi jasa tapi mendapat balasan air tuba, tetap dengan kodrat sebagai anak Allah, kita berada di batas ketidakmampuan?Kisah Para Rasul 5 : 12 - 16. Kalau kita merasa penat minta kekuatan dari Tuhan dan kita mau tetap 'long suffering', 'kindness' dan 'goodness' maka kita menjadi pribadi bukan hanya diri kita yang dijamah oleh Tuhan tapi orang yang ada dibalik bayang kita diberkati Tuhan. Melalui sikap hati, komitmen kita, Allah hargai sikap hati kita, Tuhan punya jaminan ganda bukan hanya menolong kita tapi juga orang dibalik bayang kita. Amin
Subscribe to:
Posts (Atom)