Sunday, September 12, 2010

KUALITAS ORANG PERCAYA

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 12 September 2010
Oleh Pdt. Frans Z. Assa


Yakobus 3:12 - Saudara-saudaraku, adakah pohon ara dapat menghasilkan buah zaitun dan adakah pokok anggur dapat menghasilkan buah ara? Demikian juga mata air asin tidak dapat mengeluarkan air tawar.
Ada tiga jenis kualitas orang percaya yang Yakobus gambarkan dalam ayat ini yaitu: pohon ara yang menghasilkan buah ara; pohon anggur yang mengeluarkan buah anggur; dan pohon zaitun yang mengeluarkan buah zaitun. Ketika Tuhan ciptakan tumbuh-tumbuhan, Tuhan sudah sertakan karakter/tabiat dan Tuhan sudah muati target untuk dicapai; masalahnya adakah pohon ara dapat menghasilkan buah zaitun dan adakah pokok anggur dapat menghasilkan buah ara? Mengeluarkan buah tetapi tidak sesuai dengan karakter dan target yang Tuhan sudah beri, ini mendukacitakan Tuhan. Jenis-jenis pohon ini adalah jenis-jenis pohon yang sangat populer di Perjanjian Lama bahkan sejak awal zaman sehingga pada zaman gereja awal Yakobus mengutip di dalam suratan-suratannya. Profil pohon-pohon ini:
1. Pohon ara. I Raja-raja 4:21-25.
Pohon ara merupakan simbol dari makmur, nyaman, tenang. Orang Kristen digambarkan seperti pohon ara, dia bertumbuh di halaman Allah supaya dia berbuah dan membuat orang yang makan sehat, tenang. Ada tiga jenis buah ara dalam satu tahun yaitu: buah ara pada musim panas; buah ara pada musim dingin (buah ara hijau, yang khasiatnya luar biasa); dan buah ara bungaran (buah ara yang matang sebelum musim panas dan merupakan buah yang paling digemari lebih segar dan paling enak). Tidak ada musim yang terlewatkan tanpa buah ara mengeluarkan target/buah. Pohon ara tidak pernah terkondisi dengan musim.
Tentang buah bungaran dicatat dalam Keluaran 23:16, pada waktu mengakhiri musim dingin masuk ke musim semi itulah proses --semua sedang gundul hanya karena kodrat ilahi semua bertunas-- pohon ara gundul tidak punya daun, kembang tidak kelihatan tiba-tiba menjadi buah dan matang sebelum tiba musim panas, sampai Tuhan berkata kepada Musa untuk mengadakan hari raya untuk menyambut buah bungaran. Orang percaya digambarkan sebagai pohon ara, tidak mengenal musim, pohon ara tidak dikondisi dan terkondisi oleh musim, orang percaya sudah diberi target untuk mengeluarkan buah.
2. Pohon anggur. Kejadian 9:20.
Anggur telah dikenal sejak zaman kuno, zaman Nuh. Anggur melambangkan sejahtera (peace), berkat yang melimpah. Buah anggur selain digiling/dipres, dikeringkan, dijemur menjadi kismis, buah yang sangat berharga dan memberi tenaga. I Samuel 30:12, seorang pemuda Mesir --budak orang Amalek yang terpisah dari kelompoknya yang memusuhi dan mengejar Daud-- ditemukan oleh tentara Daud memberitahu tempat persembunyian orang Amalek; ia diberi sepotong kue ara dan dua buah kue kismis dan setelah dimakannya, ia segar kembali sebab ia tidak makan dan minum selama tiga hari tiga malam. Buah ara bisa memulihkan, memberi tenaga baru. Kita adalah buah anggur yang diberi target memulihkan, membangkitkan semangat.
Pohon anggur adalah lambang sebagai pilihan Allah. Mazmur 80:9-10, orang Israel digambarkan seperti pohon anggur dari Mesir di tanam oleh Tuhan, kemudian bangsa-bangsa yang memusuhi dihalau oleh Tuhan. Tuhan sediakan fasilitas tanah gembur supaya ia bisa menyemarakkan tempat ini. Kita dari Mesir, berdosa namun kita ditebus dan dipilih oleh Tuhan supaya kita menyemarakkan negeri ini dengan sukacita dari Tuhan bahkan pohon anggur satu ketika diberi dispensasi untuk menerima pohon ara. Peraturannya kalau ladang anggur tidak bisa menerima pohon lain dan sebaliknya, tapi Tuhan berikan satu dispensasi dalam Lukas 13:6. Orang percaya digambarkan pohon ara, pohon anggur harus rukun tinggal bersama-sama supaya mereka saling menopang, memberkati, tidak boleh sendiri-sendiri (Galatia 6:2).
3. Pohon zaitun. Kejadian 8:11.
Pohon zaitun juga sudah dikenal sejak zaman Nuh. Pohon zaitun melambangkan tegar, kokoh terhadap pengajaran (Mazmur 52:10, Efesus 4:14-15); tegar menghadapi aniaya (I Petrus 4:14,16); melambangkan persahabatan, senang dengan damai.
Pohon ara, pohon anggur dan pohon zaitun harus menjadi karakter orang percaya. Apa keinginan/cita-cita Tuhan terhadap ketiga jenis tanaman ini setelah Tuhan beri karakter dan Tuhan muati dengan target?
Hakim-hakim 9:8-13, ketiga jenis pohon ini menjadi sasaran target dari Iblis, Iblis datang dan berkata ia ingin menjadikan mereka raja tapi mereka cepat sadar. Kita adalah pohon-pohon itu, Tuhan ingin kita tetap pegang kodrat ilahi untuk tetap menyukakan hati Tuhan dan memberkati manusia. Lukas 10:35, gereja berisi orang-orang percaya tapi dalam gereja banyak orang tersesat, kita perlu memberi arah pada mereka; banyak orang berdosa, orang sakit, kita menjadi pohon ara, pohon anggur, pohon zaitun untuk memberi pertolongan, merawat mereka. Rawatlah, kita akan petik dan akan terima dari Tuhan, Tuhan akan ganti dengan pelipatgandaan di bumi.
Amin.

Sunday, August 29, 2010

PERGUNAKAN MULUT UNTUK MEMBERKATI ORANG LAIN

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 29 Agustus 2010
Oleh Pdt. Frans Z. Assa


Yakobus 3:10 - dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi.
Yakobus 3:9 mengatakan dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah; Tuhan menegaskan hal ini tidak boleh terjadi; padanan maknanya yaitu ketika Tuhan berkata: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati” (Kejadian 2:16-17). Seringkali manusia beralasan kenapa Tuhan sengaja mengadakan pohon itu kalau manusia punya kelemahan. Waktu Tuhan menciptakan manusia, Tuhan memberi hak/otoritas untuk melaksanakan, memberi kemampuan untuk menerima atau menolak; jadi kita tidak boleh ‘abu-abu’, jika ya di atas ya, jika tidak di atas tidak. Yakobus kemudian menekankan dalam Yakobus 3:10. Rasul Paulus menulis dalam suratan Efesus 2:10, kita ini buatan Allah--bukan robot, ketika Tuhan ciptakan kita, Tuhan persiapkan kita untuk melakukan pekerjaan baik. Kenapa sampai kita dituntut untuk melakukan pekerjaan baik? Karena Tuhan sudah tetapkan dan Tuhan punya perhatian spesial buat kita.
Yakobus 3:10 juga mempunyai padanan makna seperti ilustrasi yang Yesus sampaikan dalam Matius 13:24-30, lalang yang ditaburkan musuh di ladang gandum bertumbuh dan pertumbuhannya begitu cepat, hamba-hamba pemilik ladang itu meminta agar diijinkan untuk mencabut lalang yang mengusik, tapi pemilik ladang berkata: “Jangan, karena saya mampu memelihara dia, saya sudah berikan otoritas dan kapasitas supaya gandum tetap punya identitas.” Ketika Tuhan ciptakan manusia, Tuhan sudah lengkapi dengan otoritas (hak untuk bertindak, untuk melakukan) dan Tuhan juga berikan kesanggupan untuk memilih. Segala sesuatu di dunia ini pasti akan berakhir, manusia boleh berencana tapi Tuhan yang menentukan. Kesempatan untuk beraktivitas, berbuat baik, menggunakan hak untuk menikmati, untuk menggunakan kesempatan, akan berakhir. Ketika semua berakhir, Tuhan berkata kepada para pegawai ladang itu supaya lalang dikumpulkan berberkas-berkas, menurut ukuran masing-masing untuk dibakar, karena mereka telah diberikan kesempatan untuk mengeluarkan yang baik, tetapi kapasitas tidak digunakan dengan baik. Berbahagialah mereka yang mengalami goncangan, tekanan tetapi dia tetap menggunakan kesempatan, wewenangnya untuk berbuat baik, mereka akan dibawa ke gudang Allah.
Gambaran tentang dua orang yang sama-sama menerima otoritas, mereka mendapat hak untuk bertindak, sama-sama menerima kapasitas untuk memilih, menolak atau menerima tapi Alkitab menunjukkan dua orang ini menunjukkan hasil yang berbeda:
1. Ester 3:1.
Siapa yang tidak bangga kalau berhasil dalam bisnis, usaha, karir? Tentu semua bangga. Haman --orang Agag, keturunan Amalek, keturunan Esau-- siapapun dia, keturunan siapapun dia, Allah berikan kesempatan untuk menikmati berkat yang Tuhan siapkan yaitu raja mengaruniakan kebesaran, kenaikan pangkat, jabatan di atas semua pembesar kerajaan, menjadi orang kedua di kerajaan. Haman memperoleh otoritas dan kapasitas, bahkan Haman pernah menceritakan hal itu (Ester 5:11). Namun Haman memakai otoritas dan kapasitas untuk kepentingan diri sendiri, setelah ia punya kedudukan yang tinggi ia mau membunuh semua orang Yahudi (Ester 3:8-9).
2. Ester 2:17-18.
Selain Haman, orang kedua di kerajaan itu yaitu Ester, dia memperoleh otoritas (punya hak dan wewenang untuk bertindak), juga kepadanya diberikan kapasitas (untuk menerima, menolak, melakukan). Ester menggunakan otoritas dan kapasitas yang ia terima dari raja untuk mengangkat dan menyelamatkan bangsanya, melayani Tuhan, dan memberkati orang lain (Ester 7:1-3).
Allah memberi hak untuk hidup dan Allah memberi fasilitas kepada kita, kita gunakan untuk apa? Mazmur 53:3; 14:2; 33:13. Hati Tuhan penuh dengan kasih, Ia melihat ke bawah, ke tempat pergumulan umatNya, apakah otoritas dan kapasitas yang Tuhan beri kita gunakan untuk memberkati orang lain ataukah kita gunakan untuk menghancurkan orang lain (dengan kata-kata kita membunuh orang lain) ? Pilihan ada di tangan kita masing-masing.
Amin.

Sunday, August 22, 2010

HIDUP ADALAH SEBUAH PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 22 Agustus 2010
Oleh ............. - Jakarta


Filipi 1:9-11 - Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian, sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus, penuh dengan buah kebenaran yang dikerjakan oleh Yesus Kristus untuk memuliakan dan memuji Allah. Hidup ini adalah sebuah proses pengambilan keputusan yang isinya memilih--dari begitu banyak pilihan. Hal ini berlaku sepanjang kehidupan manusia. Pengambilan keputusan dan memilih adalah proses kehidupan, maka sebetulnya siapa kita hari ini adalah hasil pilihan-pilihan masa lalu dan bila kita ingin tahu siapa kita ke depan tergantung dari pilihan, keputusan kita hari ini. Kita memiliki kapasitas untuk menentukan pilihan-pilihan kita dalam hidup ini dan kita diberi karunia oleh Tuhan meskipun manusia sudah jatuh ke dalam dosa. Kita dibuat Allah segambar dengan diriNya artinya banyak kapasitas-kapasitas yang dimiliki Allah yang diberikan kepada kita termasuk kapasitas Allah untuk memilih.
Allah kita adalah Allah yang memilih. Firman Tuhan menyatakan ketika Allah menciptakan langit dan bumi, itu keputusan dan pilihan. Allah bisa saja tidak menciptakan langit dan bumi tetapi Allah menciptakan langit dan bumi sebagai pilihan. Setelah itu Allah menentukan satu planet yaitu bumi yang dipersiapkan untuk tempat manusia hidup; kemudian Allah memilih satu daratan kecil di mana Dia nanti menempatkan bangsa pilihanNya yaitu di tanah Kanaan di Israel, dari tanah Israel lalu Allah memilih tempat di Yerusalem lalu Tuhan berfirman di situ akan Kuletakkan mataKu, hatiKu, kemuliaanKu. Di Yerusalem Allah pilih satu tanah yaitu bukit Zion di situlah ditentukan Allah sebagai pilihan akan dibangun Bait Allah.
Kejadian 18:19, Allah memilih Abraham, Daud, dan umatNya, Yesus menyeleksi murid-muridNya. Galatia 1:15, Efesus 1:3-4, kita dipilih sebelum dunia dijadikan, kita pilihan Allah, biji mata Allah, kekasih Allah. Ketika Tuhan ciptakan manusia dan kemudian menempatkan manusia di taman Eden dengan semua kapasitas yang mulia yang Tuhan karuniakan kepada manusia tetapi manusia akhirnya memilih untuk tidak taat, manusia memilih memakan buah yang ada di tengah-tengah taman itu. Ketika manusia jatuh dalam dosa, hidup manusia menjadi begitu susah karena bumi ini sudah terkutuk. Walaupun manusia jatuh dalam dosa, kapasitas yang diberikan Allah untuk memilih itu masih melekat pada dirinya. Karena kita punya kapasitas untuk memilih, banyak kali kita jatuh dalam dosa karena pilihan-pilihan yang salah tetapi Tuhan memang tidak menghendaki manusia ciptaanNya mengasihi Dia datang sebagai robot, tapi Tuhan menghendaki manusia mengasihi Dia oleh karena datang dari nuraninya sendiri. Kita mempunyai kapasitas memilih, tidak semua hal mampu kita pilih, kita mampu memilih sesuai status kita masing-masing (status yang dibawa sejak lahir--laki-laki atau perempuan; status dari pergumulan hidup--pekerjaan, pendidikan dll.).
Apa dampak dari pilihan kepada diri sendiri, orang lain dan lingkungan?
Memilih Yesus menjadi Tuhan dan Juruselamat itu dampaknya luar biasa, pilihan iman yang benar karena hanya Yesus Kristus yang bisa membawa kita ke sorga. Itu yang membuat kita bersukacita karena kita mendapat janji keselamatan yang jelas. Kalaupun kita telah salah pilih, datang dan mohon ampun padaNya maka Ia akan merapihkan semua karena Ia mengasihi kita. Apakah karena kita memiliki kemampuan memilih lalu kita selamat begitu saja? Tidak, ada syarat yang Tuhan minta yaitu mengasihi Dia supaya berkat itu menjadi milik kita. Ulangan 30:19-20, Allah membentangkan alternatif pilihan: kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk; tapi Allah kita Allah yang baik, Dia tidak hanya menempatkan dan melepaskan pilihan, Dia menentukan pilihan yaitu pilihlah kehidupan supaya engkau maupun keturunanmu hidup. Allah juga menentukan supaya memperoleh kehidupan dengan mengasihi Tuhan, mendengar suara Tuhan, berpaut kepadaNya maka semua janji Allah menjadi bagian kita. Galatia 3:29, kita adalah keturunan Abraham dan mempunyai hak mewarisi janji Allah. Tetapi ini semua tergantung pilihan kita. Roma 8:32, bertahan, bersabar di dalam Tuhan, percaya karena firmanNya ya dan amin, Allah kita adalah Allah yang ‘habis-habisan’ memberi pada kita, minta hal-hal yang roh bukan yang daging.
Setan tahu kita memiliki kapasitas memilih, setan menawarkan begitu banyak pilihan dalam hidup kita, dia tidak menginginkan sesuatu yang baik. Markus 1:23, di zaman Yesus ada orang kerasukan setan di rumah ibadah. Waspadalah dalam kehidupan! Kewaspadaan itu ditentukan oleh kapasitas yang Tuhan karuniakan dengan belas kasihanNya untuk memilih.
Mulai hari ini pilih yang benar. Biarlah segala kasih yang melimpah, hikmat --pengertian dan pengetahuan-- membuat sebuah kapasitas yang mampu memilih yang baik, karena pilihan itu yang menentukan kehidupan dan berkat-berkat yang kita terima di masa mendatang. Pilih berkomitmen untuk memuliakan Allah, mendengar suaraNya, berpaut kepadaNya, mengasihi Dia dalam hidup kita, percaya saja semua yang Tuhan janjikan ya dan amin dan Allah ingin biji mataNya merespon kasih yang diberikanNya.
Amin.

Sunday, August 15, 2010

PERAN LIDAH DALAM MEMBANGUN HUBUNGAN DENGAN TUHAN DAN DENGAN SESAMA MANUSIA

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 15 Agustus 2010
Oleh Pdt. Frans Z. Assa


Yakobus 3:9 - Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah.
Ada dua sisi yang bisa kita temukan di ayat ini yaitu: dengan lidah kita bisa memuji Tuhan tetapi dengan lidah yang sama bisa meracuni, merusak, mengutuk. Lidah mempunyai peran dalam:
1. Membangun hubungan dengan Allah.
Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita. Memuji = eulogeō - bahasa Yunani yang artinya kapan saja, di mana saja, dalam kondisi apa saja orang ini akan bercerita Tuhan itu baik; bukan hanya pada waktu senang, berhasil, tetapi juga pada waktu sedang kecewa, luka batin. Contoh ketika lidah digunakan kemudian membangun hubungan dengan Allah:
Mazmur 103:1, ada dua hal yang Daud katakan:
- Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Jiwa berbicara tentang pikiran (= kardia - bahasa Yunani); pikiran untuk mengambil keputusan berkaitan dengan logika; logis atau tidak logis, masuk akal atau tidak masuk akal pujilah Tuhan.
- Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! Batin berbicara tentang hati, manusia batiniah, rohaniah kita (= suneidesis - bahasa Yunani); pikiran untuk mengambil keputusan yang bersifat etis/moral.
Mazmur 103:2 - Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya. Secara kardia (IQ) kita memang bisa mengambil pilihan keputusan tidak masuk akal tapi pujilah Tuhan, menurut sunaedesis tidak bisa, tetapi dalam rangka etika/moral tetap bangun hubungan dengan sesama, tetap pujilah Tuhan karena Dia baik.
Bagaimana kondisi/keadaan hidup Daud sampai Dia berkata kepada kardia-nya (pikiran), dia perintahkan kepada suneidesis-nya (manusia batiniah) pujilah Tuhan? Kapan Daud perintahkan pikiran dan batin untuk memuji Tuhan? Ketika kondisi jiwa Daud sedang tertekan dan gelisah. Mazmur 42:7, 12; Mazmur 43:5. Beberapa kali ini diulang berarti Daud memang dalam keadaan tertekan karena memang ada fakta/realita. Daud datang dan memainkan kecapi saat raja Saul dihinggapi roh jahat namun beberapa kali raja Saul berikhtiar hendak membunuh Daud dengan tombak. Ketika Daud sekalipun disusahkan kardia-nya, suneidesis-nya Daud tetap mengambil pilihan keputusan tetap memuji Tuhan. Tuhan kemudian memberikan gelar kepada Daud (Kisah Para Rasul 13:22): ... Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku. Hati = kardia/pikiran; jadi pertimbangan Allah menurut logika bukan menurut emosi. Bukti logisnya Tuhan ketika Tuhan ciptakan jagad raya, bintang-bintang beredar pada garis lintangnya dan tidak bertabrakan. Maukah kita berkenan di hati Tuhan?
2. Membangun hubungan dengan sesama.
...dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah (Yakobus 3:9). Ayub 1:20 - Maka berdirilah Ayub, lalu mengoyak jubahnya, dan mencukur kepalanya, kemudian sujudlah ia dan menyembah. Latar belakang ayat ini, pada hari yang sama semua kekayaan Ayub habis (ada yang dijarah, ada yang terbakar karena tiba-tiba turun api yang menghanguskan), pada hari yang sama pula rumahnya roboh oleh topan badai, ketujuh anak laki-laki dan ketiga anak perempuannya mati. Ayub, dia mengoyakkan jubahnya, mencukur rambutnya sebagai tanda dia sedih lalu ia sujud dan menyembah Tuhan. Ayub 1:21, secara kardia tidak masuk akal, manusia batiniahnya luka, kecewa tapi ia sujud dan menyembah Tuhan tapi ayat 22 memberi catatan dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut.
Lalu datang keempat sahabat Ayub, ketiga sahabatnya yaitu Zofar, Elifas, Bildad memberikan nasihat yang tidak baik --membelokkan kebesaran Tuhan-- (Ayub 42:7), hanya Elihu sahabat Ayub yang masih muda yang memberikan nasihat yang benar kepada Ayub. Karena perkataan ketiga sahabat Ayub, Ayub sempat terjebak mengutuki hari kelahirannya tapi dengan cepat ia sadar, datang dan mohon ampun kepada Tuhan. Apa kata Tuhan dan apa yang Tuhan percayakan kepada Ayub ketika Ayub bisa mengendalikan kardia (pikiran yang logis) dan suneidesis-nya (suara hati, batiniahnya)? Karena lidah Ayub, ia tetap pakai untuk eulogeō --waktu senang dan waktu menderita ia tetap bercerita Tuhan itu baik-- maka Tuhan berkata tentang Ayub: “...dan baiklah hamba-Ku Ayub meminta doa untuk kamu, karena hanya permintaannyalah yang akan Kuterima, supaya Aku tidak melakukan aniaya terhadap kamu, sebab kamu tidak berkata benar tentang Aku seperti hamba-Ku Ayub." (Ayub 42:8). Ayub tetap bisa membangun hubungan dengan Tuhan dan dengan sesama.
Pakailah lidah pada waktu senang untuk memuji Tuhan dan untuk menghormati sesama, ketika susah pun pakai lidah untuk menghormati Tuhan dan tetap baik terhadap orang lain sekalipun hati kita terluka. Matius 5:8, jaga baik-baik kardia dan suneidesis terhadap sesama maupun terhadap Tuhan, maka kita akan melihat Tuhan. Kejadian 28:12-15, Tuhan akan berdiri di samping kita, Ia akan beserta kita kalau kita tetap menggunakan lidah untuk membangun hubungan baik dengan Tuhan maupun dengan sesama.
Amin.

Sunday, August 01, 2010

PERAN LIDAH DALAM MEMBANGUN JATI DIRI SESEORANG

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 1 Agustus 2010
Oleh Pdt. Frans Z. Assa

Yakobus 3:6 - Lidah pun adalah api; ia merupakan suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh kita sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka.
Lidah adalah api, di mana pun api sangat dibutuhkan. Hutan itu akan menjadi sebuah neraka atau menjadi tempat harapan tergantung api, apakah api bisa dikontrol atau tidak. Kalau api dalam kendali hutan itu menjadi sebuah harapan, tapi kalau tidak bisa dikontrol akan menjadi neraka. Ketika Tuhan ciptakan manusia, manusia membawa gambar dan rupa Allah, dan Tuhan melengkapi kita dengan tiga macam kecerdasan/kemampuan yaitu: kemampuan spiritual (Spiritual Quotient – SQ), kecakapan berpikir logis (Intelligence Quotient – IQ), dan kecakapan emosi (Emotional Quotient – EQ) supaya lidah kita terkontrol. Ketika lidah terkontrol lidah bisa membangun, berfaedah bagi sesama maupun bagi Tuhan.
Peran dari lidah dalam membangun, membentuk jati diri/identitas seseorang:
1. Yohanes 4:16-18.
Orang Farisi dan ahli Taurat merasa terancam ketika banyak orang menyatakan diri untuk percaya dan mengikut Yesus, banyak orang percaya dan dibaptis oleh murid-murid Yesus, lalu Yesus pergi dari Yudea kembali ke Galilea dan melewati Samaria (Yohanes 4:1-3). Ada sebuah proses ketika Yesus pergi dari Yudea ke Samaria (Yohanes 4:4-8), di pukul dua belas tengah hari saat Yesus sedang sendirian di kota Sikhar --di sumur Yakub-- datanglah seorang perempuan, hal ini bukan kebetulan tapi Tuhan sediakan waktu untuk satu jiwa. Separah, sebejat apapun keadaan seseorang, Tuhan punya waktu spesial untuk orang ini. Yohanes 5:4, sewaktu-waktu = kairos (waktunya Tuhan); pada waktu yang tidak diduga, yang tidak terpikirkan, ketika waktunya Tuhan tiba; demikian juga dalam Yohanes 4 itulah waktunya Tuhan untuk seseorang.
Yohanes 4:16-18, perempuan ini adalah orang yang paling bejat, untuk menimba air ia tidak berani muncul di jam-jam orang bekerja, ia muncul pada jam dua belas siang. Apakah Tuhan menyediakan waktu untuk orang semacam ini? Di mana letak peran lidah yang membangun, kemudian membentuk jati diri, mengubah dari seorang yang bejat menjadi seorang yang berarti yang dua jam sebelumnya ia ditakuti oleh masyarakat tapi dua jam kemudian ia dipulihkan reputasinya. Kalau Tuhan memulihkan, Tuhan memulihkan sampai orang-orang yang bersentuhan dengannya. Yohanes 4:19, ketika lidahnya mengaku bahwa Yesus adalah Nabi, peran dari IQ dan EQ-nya bekerja (perasaannya saya seorang wanita yang dibuang oleh masyarakat tapi sekarang emosinya terkontrol). Yohanes 4:25, ketika perempuan ini mengucapkan, “Engkau adalah Mesias yang memberitahukan aku tetang masa lalu dan masa depanku yang mampu memulihkanku,” lidahnya membangun reputasi/jati dirinya.
Yohanes 4:28-30, setelah perempuan ini mengaku Yesus adalah Nabi kemudian meningkat Yesus adalah Mesias lalu Yesus teguhkan imannya, tempayannya ia tinggalkan lalu ia masuk kota, lidahnya sudah memulihkan jati dirinya, image-nya (orang tidak lagi mempersoalkan dulu ia adalah perempuan yang bejat) lalu orang-orang datang kepada Yesus, terjadi kebangunan rohani. Yohanes 4:39.
2. I Korintus 15:9.
Paulus mengaku aku tidak layak disebut rasul, sebab aku telah menganiaya jemaat Allah, telah merusak hidup banyak anak Tuhan. Galatia 1:13. Kapan dan bagaimana sampai lidah Paulus bisa membangun jati diri, memulihkan reputasinya dan ketika lidahnya dipulihkan Tuhan pulihkan image orang kepadanya? Kisah Para Rasul 9:3-5. Ketika Paulus --dahulunya bernama Saulus-- dengan mandat penuh dari mahkamah agama menganiaya orang-orang yang mengikut Tuhan --salah satunya adalah Stefanus yang dianiaya hingga mati-- dengan mandat ini saat dalam perjalanan ke Damsyik di tengah jalan tiba-tiba cahaya memancar dari langit dan ia rebah dan mendengar suara Aku, Yesus yang kau aniaya, IQ Saulus jalan dan kemudian SQ-nya bekerja menopang (ia tahu bahwa itu suara Tuhan dari kitab Taurat ada Seorang yang akan melepaskan umatNya) dan ia berkata ampuni aku. Setelah dicelikkan ia sujud dan berkata memang benar Engkau adalah Tuhan.
Galatia 1:11-16, kesaksiannya sejak perjumpaan pertama dengan Yesus, itulah saat Yesus menyatakan diri, logika Paulus jalan, SQ-nya menopang lalu ia mengambil keputusan Yesus, Engkau adalah Anak Allah yang hidup; Paulus begitu peka dan Tuhan berkata Aku akan menjadikan engkau menjadi suaraKu, menjadi pemberita Injil bagi orang-orang non-Yahudi. Ketika Paulus menyatakan dengan lidahnya Engkau adalah Mesias dan semua akan aku serahkan padaMu, Tuhan pulihkan jati dirinya, image orang pada dirinya juga dipulihkan.
Kalau kita ijinkan lidah kita terkontrol, Tuhan berjanji (Efesus 3:20), Tuhan bukan hanya pulihkan semua sisi (nama, reputasi, hubungan dengan sesama--menyangkut karir, pergaulan dan masa depan) tapi Tuhan mampu berikan semua yang tidak pernah kita pikirkan, ketika Tuhan bekerja, Tuhan akan memulihkan lebih dari apa yang kita sangkakan.
Amin.

Sunday, July 25, 2010

PERAN LIDAH TERHADAP MASA DEPAN SETIAP ORANG

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 25 Juli 2010
Oleh Pdt. Frans Z. Assa


Yakobus 3:5 - Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapa pun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar.
Lidah punya peran terhadap masa depan setiap orang, lidah mempunyai kekuatan yang luar biasa seperti api, hutan dapat hangus terbakar oleh api yang kecil. Masa depan kita diatur oleh Tuhan tapi lidah kita berperan menyentuh jasmaniah maupun rohani.
1. Firaun.
Keluaran 5:1-2, Tuhan meneguhkan panggilanNya kepada Musa dengan berbagai kepastian, Tuhan menyuruh Musa untuk memberitahu dan memohon kepada Firaun agar bangsanya diijinkan keluar dari Mesir untuk menyembah Tuhan tapi Musa enggan dan banyak berdalih karena Musa tahu persis karakter Firaun sebab mereka dibesarkan bersama di istana, lalu Tuhan teguhkan panggilanNya melalui api yang keluar di semak duri saat ia menggembalakan kambing domba Yitro--mertuanya (Keluaran 3:1-2). Tuhan meyakinkan kembali kepada Musa bahwa Tuhan berkuasa untuk mengubah Firaun saat tongkat berubah menjadi ular yang mematikan dan ketika Musa memegang ekornya ular berubah kembali menjadi tongkat (Keluaran 4:2-4). Mungkin kita selalu dihantui oleh keadaan, lingkungan, pribadi yang ada di sekitar kita, beralasan memang untuk takut tapi Tuhan ingin buktikan yang mustahil bagi kita tidak mustahil bagi Allah, Tuhan tidak akan pindahkan kita dari lokasi/areal itu tapi Tuhan akan ubahkan lokasi itu kalau kita imani kebenaran firman Tuhan.
Keluaran 5:2, pada waktu Musa berjumpa dengan Firaun, dengan pongahnya Firaun menjawab: "Siapakah TUHAN itu yang harus kudengarkan firman-Nya untuk membiarkan orang Israel pergi? Tidak kenal aku TUHAN itu dan tidak juga aku akan membiarkan orang Israel pergi.” Firaun sangat melecehkan dan menghina Tuhan dan firmanNya. Amsal 13:13 - Siapa meremehkan firman, ia akan menanggung akibatnya... Jangan coba-coba meremehkan firman! Siapapun yang menyampaikan firman Tuhan, di kesempatan apapun ia sedang dipakai Tuhan. Akibat karena Firaun meremehkan firman: Keluaran 14:23, 26-28, pada waktu orang Israel akhirnya keluar dari Mesir, Firaun baru sadar ia kehilangan orang-orang Israel yang selama ini adalah tenaga-tenaga andalan di Mesir dan waktu Firaun mengejar dari jauh ia melihat laut terbelah, bangsa Israel sedang berjalan di tengahnya. Lidah punya pengaruh untuk masa depan, Firaun sebelumnya berkata: “Siapa Tuhan?” itu sebabnya waktu Firaun masuk ke laut mujizat Tuhan, mujizat menjadi lautan kematian baginya. Mujizat disediakan bagi orang yang percaya bukan bagi orang yang meremehkan firman.
2. Goliat.
I Samuel 17:40-44. Bangsa Israel telah berada di medan peperangan selama 40 hari, tidak ada seorang pun yang berani berhadapan dengan raksasa Goliat, tapi ketika Daud mendengar bahwa Goliat menghujat Tuhan, Daud geram. Sebelum Daud berhadapan dengan Goliat, Daud berdoa, Roh Allah berbicara pada Daud untuk pergi ke sungai dan mengambil lima batu (Daud taat sekalipun itu tidak masuk akal). Lalu Daud berangkat ke medan peperangan setelah mendapat ijin dari Saul. Waktu Goliat melihat Daud, ia berkata: "Anjingkah aku, maka engkau mendatangi aku dengan tongkat?" Lalu demi para allahnya orang Filistin itu mengutuki Daud. Tetapi Daud berkata: "Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu” (I Samuel 17:45). Daud datang dengan nama Tuhan, hubungkan dengan Mazmur 27:1, II Tawarikh 36:15-16. Ketika Daud berhadapan dengan Goliat, Daud bersama Tuhan, Tuhan --terang, keselamatan dan benteng-- ada di dalam dirinya, Daud adalah utusan Tuhan. Setiap kita adalah utusan Tuhan.
I Samuel 17:48-50. Masa depan sangat dipengaruhi oleh lidah. Goliat menghina utusan Tuhan, batu yang tidak mungkin bisa menewaskan orang, Tuhan pakai untuk menewaskan Goliat. Jangan bertanya bagaimana cara Tuhan menolong, jangan berjalan menurut keinginan daging tapi berjalanlah dengan iman (Matius 21:21). Daud secara manusia gentar melawan Goliat tapi saat ia datang dengan nama Tuhan, akibat Goliat menghina Tuhan, Goliat tewas tanpa pedang tapi dengan batu.
Kalau kita sempat menggunakan lidah untuk menghina utusan Tuhan, meremehkan firman, minta ampun pada Tuhan. Ketika kita mohon ampun pada Tuhan, Tuhan berjanji dalam Yeremia 15:19: "Jika engkau mau kembali, Aku akan mengembalikan engkau menjadi pelayan di hadapan-Ku, dan jika engkau mengucapkan apa yang berharga dan tidak hina, maka engkau akan menjadi penyambung lidah bagi-Ku. Biarpun mereka akan kembali kepadamu, namun engkau tidak perlu kembali kepada mereka.” Amin.

Sunday, July 18, 2010

PROSES MENJADI DEWAN

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 18 Juli 2010
Oleh Pdt. Frans Z. Assa


Pengertian asli ekklēsia adalah dipanggil keluar dari satu kelompok untuk menjadi laskar/tentaranya Tuhan; mereka yang menjadi tentara Tuhan akan menjadi dewan di dunia untuk membawa tata cara sorga ke dunia. Ketika Tuhan ciptakan manusia, manusia membawa gambar dan rupa Allah, dan Tuhan letakkan kemampuan itu dalam diri manusia. Manusia diberi beberapa kemampuan oleh Tuhan antara lain:
1. Kemampuan spiritual (Spiritual Quotient - SQ) sehingga ia bisa berpikir secara adil, holistik.
2. Kecakapan untuk berpikir yang logis ( Intelligence Quotient - IQ) = kecerdasan matematika.
3. Kecerdasan emosi (Emotional Quotient - EQ) = kecerdasan dalam mengambil keputusan dalam keadaan goncang sekalipun, kecerdasan dalam mengelola emosi.
Orang-orang yang dipakai Tuhan untuk menjadi dewan, Tuhan lengkapi dengan kemampuan ini, tiap orang pasti memilikinya dan ada beberapa orang yang mempunyai perpaduan yang menonjol.
Beberapa tahapan ketika seseorang menjadi dewan:
1. Abraham. Kejadian 12:1-4.
Dalam dunia pendidikan psikologi misalnya kalau seseorang sudah berumur 70 tahun sulit untuk mengalami perubahan apalagi kalau 20 sampai 30 tahun terakhir hidupnya mapan, namun Alkitab memberikan contoh ketika Abraham berumur 75 tahun, Tuhan memperkenalkan diri kepada Abraham --karena sampai umur 75 tahun Abraham hanya menyembah berhala-- Tuhan tahu Abraham memiliki Spiritual Quotient waktu Tuhan berfirman kepadanya untuk keluar dari Haran, Abraham taat. Kejadian 13:1-2, 6, ternyata ketika Abraham bersedia menaati firman Allah keluar dari zona nyamannya, Allah memberi lebih dari apa yang ia tinggalkan. Tuhan mau supaya setiap mereka yang memiliki Spiritual Quotient, Intelligence Quotient, dan Emotional Quotient dikembangkan. Kejadian 13:9, Abraham sudah menjadi tua --umur boleh bertambah, semua boleh meningkat tapi harus tetap punya pengendalian diri-- dan ia diikuti oleh keponakannya yaitu Lot, Abraham punya Spiritual Quotient dan Emotional Quotient yang luar biasa, ia peka untuk memberkati orang lain. Abraham tidak pernah takut untuk memberi kesempatan kepada orang lain dan Tuhan buka jalan untuknya, sehingga Abraham menjadi dewan.
2. Ester. Ester 2:2-4.
Ratu Wasti dipecat karena tidak menghargai pesta yang diadakan oleh raja Ahasyweros. Orang-orang yang dekat dengan raja mengusulkan untuk mencari pengganti Wasti. Ester 2:15-18, sebagai hasil dari kepatuhan Ester ketika ia mau dirawat (= dibentuk menjadi pengantin Tuhan) selama satu tahun di benteng Susan, hanya Ester --dari sekian banyak gadis-gadis yang ada di benteng Susan-- yang bisa menimbulkan kasih sayang semua orang, lalu raja membuat pesta dan mengenakan mahkota di kepalanya, mengangkatnya menjadi ratu menggantikan Wasti. Waktu Ester menjadi permaisuri dengan permainan busuk Haman, semua orang Yahudi harus dibunuh dan ketika Mordekhai--paman Ester-- mengetahui bangsanya akan dibunuh, ia datang pada Ester memberitahukan hal itu dan memintanya untuk menghadap raja. Ester tahu resiko bila ia menghadap kepada raja tanpa diperintah oleh raja maka ia akan dibunuh, tapi Ester punya kemampuan spiritual yang tinggi. Ester 4:15-17, Ester sekalipun ia telah diberkati, ia tetap ingat sanak saudaranya dan ia mengajak agar orang-orang sebangsanya berpuasa selama tiga hari. Ketika Ester maju tanpa diperintah raja, raja mengunjukkan tongkat tanda ia setuju Ester menghadap.
3. Yusuf. Kejadian 42:1-4.
Yusuf menjadi raja di Mesir setelah 22 tahun Yakub--ayahnya-- berpisah dengan Yusuf dan semua saudara Yusuf pun sudah lupa pada Yusuf. Kejadian 42:7-9, 11-13, 21 saat terjadi kelaparan saudara-saudara Yusuf datang ke Mesir, ketika Yusuf menyebut saudara-saudaranya sebagai pengintai Yusuf teringat tentang mimpi-mimpinya dulu juga sewaktu mereka membuang Yusuf ke dalam sumur dengan sesak hati ia memohon belas kasihan dari kakak-kakaknya untuk melepaskannya. Yusuf punya memori luka batin dan luka hati kepada kakak-kakaknya. Yusuf bukan hanya punya Intelligence Quotient tapi Tuhan beri kecakapan emosi supaya ia bisa mengendalikan emosi.
Jangan menyimpan dendam dan memelihara kepahitan, Yesus segera datang kali yang kedua, lepaskan pengampunan, tinggalkan semua kepahitan karena orang-orang semacam inilah yang punya kualitas 3 hal tadi --Spiritual Quotient, Intelligence Quotient, dan Emotional Quotient-- seperti Abraham, Ester dan Yusuf, Tuhan berikan kemampuan pada mereka dan mereka kembangkan, akhirnya mereka berhasil untuk mengendalikan apapun yang terjadi dalam hidup mereka.
Amin.

Sunday, July 11, 2010

EKKLESIA – DEWAN (Bagian III)

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 11 Juli 2010
Oleh Pdt. Frans Z. Assa


Yakobus 3:4 - Dan lihat saja kapal-kapal, walaupun amat besar dan digerakkan oleh angin keras, namun dapat dikendalikan oleh kemudi yang amat kecil menurut kehendak jurumudi.
Orang percaya yang Yakobus 3:4 memberikan ilustrasi sebagai kapal yang bisa memuat apa saja; orang yang dimuati dengan berkat-berkat Allah dan bukan hanya dia yang menikmatinya melainkan berkat itu dibagi-bagikan pada orang lain. Pengertian asli ekklēsia adalah dipanggil keluar dari satu kelompok untuk menjadi laskar/tentaranya Tuhan; kemudian berkembang menjadi dewan. Kita adalah tentara Tuhan, dewan sorga. Ekklēsia--dewan sorga punya misi untuk membawa tata cara sorga ke dunia, itu adalah program Allah sejak dari awal zaman.
- Zaman Nuh. Kejadian 6:14-15.
Pada zaman itu kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata (Kejadian 6:5), Tuhan menyesal karena hidup manusia telah hancur oleh dosa. Tuhan tidak rela manusia itu hidup dalam kejahatan maka dipilihlah Nuh sebagai dewan untuk membawa perubahan dalam seluruh aspek kehidupan supaya manusia bertobat.
- Zaman Abraham. Kejadian 12:1-13.
Pada zaman Abraham sudah terjadi peningkatan pemahaman tentang tujuan hidup tapi tidak cocok dengan hati Tuhan, lalu Tuhan memanggil Abraham menjadi dewan untuk mengadakan transformasi mental, akhlak (Ibrani 11:16). Kemuliaan dan kesuksesan di dunia bukan tujuan hidup tapi itu merupakan ‘bonus’ bagi mereka yang setia dan sungguh-sungguh mencari Tuhan, Tuhan berikan appresiasi. Abraham punya alasan untuk berbangga --sebagai bangsawan dalam pergaulan ia disegani, dalam pendidikan ia berhasil, seorang yang kaya raya-- tapi Tuhan kemudian panggil Abraham (di usia 75 tahun) lalu keluarlah Abraham menjadi ekklēsia--dewan dari Tuhan untuk mengadakan transformasi.
- Zaman Musa. Keluaran 18:21.
Tuhan memakai Yitro, seorang imam di Midian untuk menyampaikan isi hati Allah kepada Musa. Tuhan bisa memakai orang yang kita anggap belum mengenal Tuhan untuk menyampaikan isi hatiNya. Yitro dipakai Tuhan untuk berkata pada Musa: “Kaucarilah dari seluruh bangsa itu orang-orang yang cakap dan takut akan Allah, orang-orang yang dapat dipercaya, dan yang benci kepada pengejaran suap; tempatkanlah mereka di antara bangsa itu menjadi pemimpin seribu orang, pemimpin seratus orang, pemimpin lima puluh orang dan pemimpin sepuluh orang,” di mana kelompok ini akan menjadi dewan supaya muncul bangsa yang diberkati oleh Tuhan.
- Zaman Yesus. Yohanes 15:16.
Tuhan memanggil dan memilih kita untuk tugas yang paling mulia supaya kita menghasilkan buah. Kita disebut gereja, dipanggil untuk menerima berkat dan menjadi berkat buat orang lain; kita diselamatkan tapi setelah selamat kita tidak menikmati keselamatan itu sendiri tetapi menyelamatkan orang lain. Kita memang selalu dikelilingi oleh orang-orang di sekitar kita yang membenci, tapi kita dipilih untuk menjadi ekklēsia, taburlah kebaikan. Tugas kita untuk mengadakan perubahan/ transformasi paradigma (cara pandang dalam bersikap, berpikir). Ekklēsia pada zaman Yesus, mereka akan dibekali untuk menjadi dewan Tuhan di dunia (Kisah Para Rasul 2:4). Kita harus dibekali penuh dengan Roh Kudus, mengerti firman Allah. Ketika dewan tadi sudah dibekali sehingga mereka menjadi ekklēsia--dewan Tuhan, sekalipun mereka dicemooh (Kisah Para Rasul 2:13), saat Petrus berkhotbah orang-orang yang mencemooh mereka berubah dan bertanya, "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?" (Kisah Para Rasul 2:37). Ketika mereka menjadi ekklēsia--dewan yang baik waktu Petrus berkhotbah 3.000 jiwa bertobat, kemudian Tuhan tambahkan menjadi 5.000 orang.
Mungkin ada orang yang sengaja menghancurkan masa depan, membuat jebakan untuk kita tapi kalau kita menjadi dewan yang baik Yesus berkata: “...supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada” (Yohanes 14:3). Yesus pernah berada di kepungan orang-orang yang mau mendorong dan menjatuhkan ke jurang tapi Allah meraibkanNya dari orang-orang yang mengepungNya, Yesus pernah berada di dalam badai tapi Ia berhasil menaklukkan badai, Yesus pernah berada di dalam kubur tapi kubur pun ditaklukkanNya. Kalau kita menjadi dewan yang baik, apa yang dialami Yesus akan kita alami tapi Yesus akan memberikan kuasa untuk menaklukkan semuanya.
Amin.

Sunday, July 04, 2010

EKKLESIA – DEWAN (Bagian II)

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 4 Juli 2010
Oleh Pdt. Frans Z. Assa


Yakobus 3 : 4 - Dan lihat saja kapal-kapal, walaupun amat besar dan digerakkan oleh angin keras, namun dapat dikendalikan oleh kemudi yang amat kecil menurut kehendak jurumudi.
Pengertian asli/awal ekklēsia berbicara tentang komunitas militer, tentara Tuhan yang tugasnya menjaga areal/lokasi di mana Tuhan percayakan dia ada di sana.
Pengertian asli ekklēsia berbicara tentang komunitas militer, tentara, kemudian berkembang menjadi dewan (bahasa Persia) = beberapa orang; hubungkan dengan Matius 5 : 16 - Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga. Lewat kelakuan/perbuatan baik kita, Tuhan akan dimuliakan, kelakuan/perbuatan kita merupakan khotbah yang nyaring. Dewan Makedonia adalah perkumpulan beberapa orang pintar untuk memberi pengaruh ke daerah yang akan dikuasai, tugasnya mentransformasikan, membawa perubahan, pesan di bidang hukum, budaya, pendidikan, pajak, tatacara, aturan dalam seluruh aspek kehidupan manusia. Sebagai contoh Iskandar Agung (Iskandar Zulkarnaen) anak dari raja Phillips II—raja Makedonia, Iskandar Agung merupakan anak didik Aristoteles—seorang filosof, seorang pemikir, ia dididik oleh Aristoteles 7 tahun, ketika berumur 20 tahun Iskandar Agung bisa mengumpulkan 30.000 tentara Yunani dengan 5.000 pasukan kuda sehingga ia mulai bergerak maju ke Timur, dia taklukkan Timur Tengah, Mesir, sepanjang pesisir Utara Afrika, Maroko, sampai selat Gibraltar, Spanyol, Perancis, Italia, sampai umur 30 tahun seluruh daerah-daerah Laut Tengah sampai ke Afganistan, India ia kuasai. Ia diajarkan kalau mau menaklukkan bangsa-bangsa taklukkan bahasa, budaya dan semuanya, kemudian dikirimlah ekklēsia—team, dewan Makedonia lalu mereka transformasikan budaya, pengetahuan, perpajakan, tatacara, hukum menurut Yunani, mereka membawa order untuk mempengaruhi sehingga pada tahun 333 SM seluruh daerah ini bisa berbicara bahasa Yunani sampai Yesus lahir mereka masih ingat bahasa Yunani, itu sebabnya Injil bisa dikabarkan sampai ke Eropa oleh Paulus dalam tempo 2 tahun.
Ekklēsia adalah orang-orang yang diutus pergi untuk membawa perubahan, adat budaya, bahasa dari dewan ini sendiri. I Petrus 2 : 12 -Milikilah cara hidup yang baik di tengah-tengah bangsa-bangsa bukan Yahudi, supaya apabila mereka memfitnah kamu sebagai orang durjana, mereka dapat melihatnya dari perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Allah pada hari Ia melawat mereka. Kita—ekklēsia adalah dewan sorga yang membawa bahasa, tatacara sorga, kita yang sedang dipersiapkan untuk menyongsong kedatangan Tuhan bisa/tidak bisa kita harus lakukan firman Tuhan. Perhatikan dewan ekklēsia di zaman gereja awal: Kisah Para Rasul 2 : 37 - 40. Baru saja Petrus dan kawan-kawan dimusuhi, dibenci setelah Yesus mati disalib tapi 3 bulan kemudian waktu Petrus berkhotbah, mereka yang dulunya membenci memusuhi Petrus dan kawan-kawannya, hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?" (ayat 37). Petrus dan murid-murid adalah ekklēsia—dewan sorga, mereka tidak kalahkan kebencian orang dengan kekerasan tapi mereka berdoa, karena tugas mereka harus mengadakan perubahan orang-orang jahat supaya bertobat sehingga reaksi masyarakat —karena mereka menjadi dewan dari sorga untuk mengadakan perubahan— mereka disukai semua orang (ayat 47). Ketika Petrus berkhotbah orang-orang yang membencinya masih ada tapi Petrus tahu bahwa dia punya tugas untuk membawa perubahan. Bahasa Yunani dibawa ke mana-mana, bahasa dunia bisa memperuncing keadaan tapi bahasa sorga harus dibawa ke mana-mana untuk memberi kelegaan sekalipun berada di tengah badai.
Kita adalah dewan dari sorga, ekklēsia ini disukai oleh banyak orang, apakah kita menjadi ekklēsia—dewan sorga yang disukai banyak orang? Kita mentransformasikan, membawa pembaharuan. Kalau kita menjadi ekklēsia yang benar untuk membawa perubahan di dunia ini, kita akan disukai banyak orang. Amsal 16 : 32 - Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota. Seorang yang mau menjadi ekklēsia—dewan sorga, membawa perubahan bahkan pembaharuan, menjadi terang, orang itu adalah orang yang bisa menguasai dirinya (perkataan, lidahnya).
Amin.

Sunday, June 27, 2010

EKKLESIA (KOMUNITAS MILITER) – Bagian I

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 27 Juni 2010
Oleh Pdt. Frans Z. Assa

Banyak orang Kristen tidak tahu tujuan panggilan Allah, kalau kita tahu tujuan panggilan Allah kita tidak akan berputar-putar pada pertanyaan untuk apa saya hidup, karena kita tahu ini proses.
Yakobus 3:4 - Dan lihat saja kapal-kapal, walaupun amat besar dan digerakkan oleh angin keras, namun dapat dikendalikan oleh kemudi yang amat kecil menurut kehendak jurumudi.
Penulisan surat Yakobus ditulis pada zaman 2000-an tahun yang lalu ketika kapal-kapal belum digerakkan dengan mesin tapi digerakkan oleh dayung dan oleh layar. Yakobus gambarkan orang percaya sebagai kapal yang bisa memuat, membawa apa saja dapat dikendalikan oleh kemudi yang amat kecil. Apa kata Yesus dan kata Alkitab tentang orang percaya? Matius 16:13, 16-18 - ... Aku akan mendirikan jemaat-Ku ... ini pertama kalinya dalam Alkitab Yesus mengatakan dan menyebut orang percaya adalah jemaat/gereja--himpunan bukan bangunan. Jemaat = ekklēsia (bahasa Yunani) dari kata ek = keluar dan kaleō = dipanggil, jadi bermakna sebagai; orang-orang yang dipanggil keluar dari padang gurun gersang ke padang rumput hijau, dari gelap ke terang surgawi. Pengertian asli dari ekklēsia bukan untuk kelompok sipil tapi kelompok tentara (kental dengan militeristik), mereka dipanggil keluar lalu dipanggil masuk menjadi tentara.
Contohnya dalam Hakim-hakim 6:34, Gideon meniup nafiri sebagai tanda “mengumpulkan mereka yang mau menjadi laskar”, karena selama tujuh tahun orang Israel ditekan, dihimpit oleh orang-orang Midian. Gideon adalah salah satu anak muda yang terbeban untuk bangsanya; jadilah jemaat yang peduli satu dengan yang lainnya, berhenti untuk menjadi ‘hakim’, kita dipanggil untuk menjadi imam yang punya peduli terhadap orang lain, bisa mengambil hati Bapa. Hakim-hakim 7:3, setelah terkumpul jumlah yang dipanggil keluar 32.000 orang, kita dipanggil keluar ketika mendengar terompet Injil Tuhan. Setelah dipanggil keluar maka mereka inilah yang disebut ekklēsia (arti awal adalah tentara, pasukan).
Kenapa kita dipanggil keluar lalu kita berada di dalam terang? Orang percaya bukanlah hanya kelompok yang diberkati Tuhan, dipanggil keluar dari padang gurun ke padang rumput memetik janji Allah tapi tentara yang harus berperang. Mengacu dari perkataan Yesus, Aku akan mendirikan gereja, dalam Filipi 2:25 Paulus berkata waktu memanggil Epafroditus --saudaraku dan teman sekerja serta teman seperjuanganku-- ikutlah menderita sebagai tentara yang baik (as a good soldier) saat bertempur berjuang untuk mempertahankan zona yang dipercaya pada kita (II Timotius 2:3).
Dalam Perjanjian Lama orang percaya inipun sudah mendapat sebutan tentara. Keluaran 12:17 - Aku membawa pasukan-pasukanmu keluar dari tanah Mesir. Keluaran 12:41 - Sesudah lewat empat ratus tiga puluh tahun, tepat pada hari itu juga, keluarlah segala pasukan TUHAN dari tanah Mesir. Selama 430 tahun orang Israel menjadi budak, buruh kasar di Mesir, tidak pernah dilatih untuk menjadi tentara, memegang senjata dan bagaimana cara melawan musuh tapi waktu dipanggil keluar dari Mesir, Tuhan tidak malu menyebut mereka adalah tentara-Nya.
Kenapa orang percaya disebut ekklēsia, dipanggil keluar dan pengertian asli/awal kita adalah tentaranya Tuhan dan Yesus adalah panglima kita?
Keluaran 12:42 - Malam itulah malam berjaga-jaga bagi TUHAN... Ketika orang Israel disebut pasukannya Tuhan sebelum keluar dari Mesir pada waktu itu mereka berjaga-jaga untuk Tuhan. Kita--ekklēsia dipanggil keluar dari dosa, berjaga-jaga untuk Tuhan. Apakah kita berjaga-jaga atau tidak saat ini? Yehezkiel 33:7, Tuhan memanggil kita--ekklēsia untuk menjadi tentara, kita harus siap dengan selengkap senjata Allah (Efesus 6). Jadilah tentara yang baik, jaga areal/lokasi di mana Tuhan percayakan kita ada di sana.
Mazmur 76:4, ketika kita menjadi tentara yang baik untuk siapa saja, kita tidak lepas dari pengalaman anak panah yang berkilat di depan kita, perisai dan pedang dan alat perang diarahkan pada kita (pemainan palsu dengan kelicikan-kelicikan dalam bisnis, karir, pendidikan, kata-kata yang melukai), tentara Tuhan akan alami ini tapi tetaplah setia berjaga-jaga untuk Tuhan. Sebagai tentara Tuhan, Tuhan akan perlakukan sebagai apa kalau kita--ekklēsia setia merawat anggota keluarga, gereja lokal, masyarakat? Lukas 12:37 - Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka. Berbahagialah jemaat yang menjadi pasukan Tuhan yang tetap setia menjaga apa yang Tuhan percayakan untuk dia rawat, Tuhan sudah sediakan meja perjamuan (semua yang kita butuhkan), kita diangkat menjadi raja, akan dilayani oleh para malaikat Tuhan. Setialah dalam tanggung jawab menjadi tentara Tuhan.
Amin.

Sunday, June 20, 2010

MENGENAKAN KEKANG

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 20 Juni 2010 – Oleh Pdt. Frans Z. Assa

Tuhan mendorong kepada Yakobus untuk mengatur tata cara berbicara dengan berbagai ilustrasi di antaranya kuda bisa dikendalikan dengan kekang dan kapal dikendalikan dengan kemudi. Pasal 3 dari suratan Yakobus diakhiri dengan gereja sedang menuju kesempurnaan, Yakobus berbicara orang percaya harus memiliki kendali untuk lidah supaya mencapai kesempurnaan.
Yakobus 3:3 - Kita mengenakan kekang pada mulut kuda, sehingga ia menuruti kehendak kita, dengan jalan demikian kita dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.
Kuda --dalam dunia sekuler dan Alkitab-- melambangkan kekuatan; keperkasaan. Dalam dunia perang zaman dulu sebelum ada mesin penggerak sudah dikenal pasukan kuda/kavaleri. Setelah mesin penggerak ditemukan pasukan kavaleri disebut pasukan tank/kendaraan berlapis baja dan di zaman modern kekuatan ukuran mesin menggunakan kekuatan kuda. Yakobus berbicara tentang orang percaya yang akan menerima dan mengendalikan sebuah kekuatan, seluruh tubuh bisa dikendalikan kalau ia mempunyai kekang.
Yeremia 12:5 - "Jika engkau telah berlari dengan orang berjalan kaki, dan engkau telah dilelahkan, bagaimanakah engkau hendak berpacu melawan kuda? Dan jika di negeri yang damai engkau tidak merasa tenteram, apakah yang akan engkau perbuat di hutan belukar sungai Yordan? Kuda berbicara tentang kekuatan, suka atau tidak suka kita sedang berpacu dengan kekuatan di sekitar kita --badai, ancaman-ancaman-- siapa bisa mengendalikannya? Yakobus memberikan satu solusi yaitu dengan kekang/kendali.
Yeremia 6:19, firman Tuhan mendorong kepada Yeremia dan setiap kita untuk menceritakan selain kebaikan Tuhan juga tentang pekerjaan Allah yang luar biasa. Pada zaman Nuh, Nuh menceritakan tentang program Allah untuk menyelamatkan penduduk dunia dan akan datang malapetaka yang besar dan malapetaka ini tidak akan berhenti membinasakan penduduk dunia kalau mereka tidak bertobat. Kenapa sampai malapetaka dahsyat akan terjadi? Karena mereka tidak memperhatikan perkataan-perkataan Tuhan/firman Allah. Mala (bahasa Sansekerta) = lumpur, kemalangan; kotoran; kehinaan. Malapetaka datang bagaikan kuda yang tidak terkendali. Matius 16:2-3 - ... Rupa langit kamu tahu membedakannya tetapi tanda-tanda zaman tidak. Kita bisa menemukan dua jenis waktu yaitu waktunya manusia = kronos dan waktunya Tuhan = kairos.
Yesaya 47:11, malapetaka bagaikan kuda kalau dia sudah bergerak siapa yang bisa mengendalikannya? Manusia tidak sanggup lagi menggunakan jampi (= teknologi modern) untuk mengendalikannya. Yeremia 29:17, apa yang manusia bisa harapkan di dunia ini? Kalau malapetaka digambarkan seperti kuda yang lari, siapa yang bisa mengendalikannya? Pedang (= permasalahan, peperangan), kelaparan dan bala sampar (= penyakit) mewarnai dunia dewasa ini. Manusia bisa bangga dengan penemuan-penemuan teknologi, tapi hati-hati, ingat firman Allah, jangan menjadi pongah karena pengetahuan. Semua teknologi untuk memanjakan manusia, namun semua teknologi satu kali kelak akan menjadi busuk dan malapetaka demi malapetaka akan muncul bagaikan kuda dan siapa yang bisa mengendalikannya? Karena itu dengar dan taati firman Allah. Kita memang tidak bisa mengelak dari fakta ini berpacu dengan kekuatan, namun orang percaya Allah berikan kendali.
Ketika orang Israel merayakan pesta Pondok Daun-daunan imam Ezra melayani dengan khotbahnya, di antaranya Ezra berkata: “Engkau tidak meninggalkan mereka di padang gurun karena kasih sayang-Mu yang besar. Tiang awan tidak berpindah dari atas mereka pada siang hari untuk memimpin mereka pada perjalanan, begitu juga tiang api pada malam hari untuk menerangi jalan yang mereka lalui.” (Nehemia 9:19). Malapetaka akan datang bagaikan kuda tidak bisa dibendung tapi orang percaya --yang sungguh-sungguh mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan apa yang benar di mata-Nya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintah-Nya dan tetap mengikuti segala ketetapan-Nya, maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit mana pun, yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir; sebab Aku TUHANlah yang menyembuhkan engkau (Keluaran 15:26)-- diberikan kendali oleh Tuhan dalam bentuk tiang awan dan tiang api.
Maleakhi 3:18 - Maka kamu akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya. Miliki kendali dari Tuhan, zaman boleh berbeda tapi mujizat yang sama Tuhan akan lakukan seperti saat Tuhan membelah laut Kolsom, kita pun akan alami.
Amin.

Sunday, June 13, 2010

MEMAKSIMALKAN ‘KEUNIKAN’ DARI TUHAN

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 13 Juni 2010
Oleh Pdt. Frans Z. Assa


Yakobus 3:2 - Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.
Yakobus tidak pernah bermaksud mencegah orang percaya untuk punya kualitas rohani seperti guru, Yakobus ingin agar kita melihat setiap kita mempunyai keunikan yang berbeda-beda yang belum tentu dimiliki oleh orang lain yang harus kita gunakan dan kembangkan dan ia mengajar agar kita menghargai, menghormati kelebihan orang lain.
Kita masing-masing punya anggota tubuh, setiap anggota tubuh menjadi tidak berarti kalau ia tidak bergerak bersama-sama dengan anggota tubuh yang lain. Kesalahan-kesalahan fatal terjadi apabila seseorang tidak memaksimalkan keunikan/karunia/talentanya. Orang yang sempurna adalah orang yang bisa memaksimalkan potensi yang ia terima dari Tuhan.
Roma 12:3 - Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing. Paulus menggunakan satu takaran, setiap kita sudah diberikan takaran/ukuran iman jadi kita harus memaksimalkan, mengembangkan keunikan/talenta/karunia/ketrampilan yang Allah sudah percayakan pada kita, gunakan untuk kebaikan-kebaikan, jangan menggunakannya untuk merugikan orang lain.
Roma 12:6-8, ada tujuh ‘kebolehan’/karunia pelayanan yang dimiliki oleh setiap orang yang Tuhan siapkan. Setiap kita mempunyai keunikan yang berbeda satu dengan yang lain, ketika kita menyadari kita punya keunikan kembangkan menurut ukuran iman, dan saat kita mengembangkannya kita harus siap untuk mengalami perubahan sesuai waktu, jangan statis.
Dampak kalau kita mau memaksimalkan karunia/talenta yang kita terima dari Tuhan: Hakim-hakim 4:1-3. Yabin--raja Kanaan mempunyai seorang panglima bernama Sisera yang mempunyai 900 kereta besi disebarkan di daerah Israel untuk menekan, menindas orang Israel selama 20 tahun. Sebenarnya ada banyak di antara orang Israel yang mempunyai keunikan tapi mereka tidak mau menghargai keunikan yang Allah beri, salah satu di antaranya adalah Barak bin Abinoam. Barak punya keunikan tapi bantut karena tidak mau mengembangkannya. Debora, seorang wanita rentan, lemah, biasa berlindung di bawah pokok kurma, pekerjaannya memerah susu, miskin tapi Debora peka, dapat menangkap isi hati Tuhan; itu sebabnya Tuhan tetapkan dia menjadi hakim. Ia begitu peduli dengan bangsanya, Tuhan menyuruh Debora datang kepada Barak untuk memberitahunya supaya maju berperang tapi Barak malah berkata: "Jika engkau turut maju aku pun maju, tetapi jika engkau tidak turut maju aku pun tidak maju." (Hakim-hakim 4:8).
Barak tidak pernah mengembangkan keunikan/kelebihan yang ia miliki, ia terikat dengan konsep masa lalu, ia pernah gagal dan itu ia jadikan formula saya tidak akan bisa. Kegagalan masa lampau seringkali Tuhan ijinkan supaya kita siap, dan merupakan kemenangan yang ditunda oleh Tuhan. Hakim-hakim 4:9, karena Barak tidak menghargai kelebihannya maka Tuhan mengangkat Debora, Debora tidak berdalih dan tidak menyanggah tapi Barak menolak untuk maju, Barak tidak pernah percaya karunia yang Tuhan berikan padanya. Ketika Debora mulai mengembangkan karunia yang ia terima dari Tuhan, ia mengalami mujizat. Gunakan talenta yang Tuhan berikan di rumah tangga, gereja, di mana pun kita ada, tinggalkan kegagalan masa lampau, percayalah Tuhan beserta dan kita akan alami mujizat.
Yunus 1:1-2, kalau Tuhan memanggil, memilih lalu Tuhan menyuruh kepada seseorang untuk pergi ke satu tempat perjuangan/pelayanan, Tuhan tidak pernah keliru/salah, Tuhan pasti membuka jalan, mujizat Tuhan siapkan tapi kembangkan dan gunakan talenta yang Tuhan sudah berikan, jangan berkata tidak bisa, bagi Tuhan tidak ada perkara yang mustahil. Tuhan tahu Yunus bisa tapi Yunus berdalih, dia tidak percaya bahwa Allah yang memberi karunia tidak bisa melakukannya, ia meremehkan Tuhan. Yunus 1:15. Mulai kembangkan karunia yang Tuhan berikan pada kita, maksimalkan. Ketika kita maksimalkan, Tuhan beri anak kunci kerajaan sehingga kita akan membuka dan bisa menutup, dan mujizat Tuhan kerjakan.
Amin.

Sunday, June 06, 2010

MENGHORMATI/MENGHARGAI KELEBIHAN ORANG LAIN

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 6 Juni 2010
Oleh Pdt. Frans Z. Assa


Yakobus 3:1 - Saudara-saudaraku, janganlah banyak orang di antara kamu mau menjadi guru; sebab kita tahu, bahwa sebagai guru kita akan dihakimi menurut ukuran yang lebih berat.
Yakobus tidak pernah bermaksud mencegah kita untuk meningkat ke jenjang yang lebih tinggi di kehidupan rohani sebagai guru --dalam Ibrani 5, Ibrani 6, ditinjau dari usia pengenalan pada Tuhan, Paulus katakan seharusnya kamu sudah punya tingkat seperti guru tapi karena kamu masih suka makanan yang lembek kamu harus kembali ke pengajaran awal pertobatan-- tetapi Yakobus ingin agar kita bisa mengerti keistimewaan/keunikan kita masing-masing sebab kita punya keunikan yang tidak dimiliki oleh orang lain. Setiap kita mempunyai titik-titik yang paling efektif, kenali titik paling efektif dalam hidup kita, kalau kita memahami dan kita padukan dengan yang lain maka hasilnya luar biasa dan Tuhan akan bersorak-sorai, Tuhan bangga (Zefanya 3:17).
Kapan seseorang menerima keunikan yang ternyata tidak pernah sama satu dengan yang lainnya?
Kejadian 2:7, Tuhan mengumpulkan debu --setinggi apapun kalau terkena angin debu akan beterbangan dan menyusahkan banyak orang-- Tuhan hembuskan nafas lalu berdirilah satu sosok manusia dengan keunikan yang luar biasa. Saat Tuhan hembuskan nafas, saat itu Tuhan memasukkan gambar dan teladanNya (Kejadian 1:26). Gambar dan rupa Allah berbicara tentang kemampuan/kesanggupan Allah dan perangai-perangai Allah, daya cipta/kemampuan untuk mencipta Tuhan masukkan ke manusia, sifat/karakter Allah dimasukkan ke dalam debu sehingga punya sifat/karakter seperti Allah.
Betapa dahsyat manusia yang diciptakan Allah. Mazmur 8:6, manusia hampir sama seperti Allah, ilustrasinya kunci, Allah aslinya dan kita adalah duplikat; dalam Lukas 15 dikatakan segala kepunyaan Bapa, kekayaan Bapa adalah kepunyaan kita, kekayaan kita. Kejadian 4:17, itu sebabnya, pada waktu manusia jatuh dalam dosa, akibat dosa Kain pun menjadi pembunuh yang pertama, sekalipun Kain pembunuh tapi otoritas/daya cipta Tuhan tidak tarik, karena itu Alkitab memberikan kesaksian Kain mendirikan kota. Keturunan Kain: Yabal menjadi ahli membuat kemah (Kejadian 4:20); Yubal ahli bermain musik (Kejadian 4:21); Tubal Kain ahli besi, tembaga (Kejadian 4:22); karena ketika Tuhan menciptakan manusia, daya cipta Tuhan bagi.
Setiap kita diberikan keunikan. Untuk apa kita dilengkapi dengan keunikan (gambar dan rupa Allah)? I Korintus 3:10, bukan untuk pamer lalu menghina satu dengan yang lain. Siapa yang tidak mengakui Paulus? Paulus mempunyai 5 jawatan, sebagian besar Perjanjian Baru Paulus yang menulis tetapi Paulus berkata saya memang diberi kemampuan/ahli untuk meletakkan dasar kemudian orang lain yang membangun selanjutnya. Jadi walaupun dia ahli tapi dia menaruh hormat untuk orang-orang lain yang akan membangun di atasnya. Roma 12:4-5. Paulus memberikan ilustrasi tentang tubuh manusia sebelum berkembang ke rumah tangga, ke satu organisasi, ke satu gereja yang di dalamnya disebut ada jemaat, jadi Paulus mulai dulu dari setiap pribadi, setiap kita. Setiap organ tubuh harus dapat menerima anggota tubuh lainnya.
Amsal 16:4, kita diberi ketrampilan berbeda satu dengan lainnya, setiap kita mempunyai keunikan yang berbeda-beda yang belum tentu orang lain memilikinya, namun kita dituntut untuk menerima satu dengan yang lain karena Tuhan membuat untuk tujuan masing-masing, segala sesuatu Tuhan ciptakan ada tujuannya. Apa yang Tuhan harapkan dari tiap anggota tubuh, keluarga, jemaat Tuhan mempunyai peran/fungsi yang berbeda-beda? I Petrus 1:22, Tuhan mengharapkan kita mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus, tidak dibuat-buat, sungguh-sungguh saling mengasihi, menghargai kelebihan satu dengan yang lain, lepas dari segala kekurangannya. I Petrus 2:17, Petrus pernah ditangkap Herodes Agripa ke dalam penjara, rencana sesudah Paskah Petrus akan dibunuh, nyata-nyata Petrus disakiti tapi Petrus berkata hormatilah raja. Paulus pernah ditangkap dan dihadapkan kepada Gubernur Felix, dimasukkan ke dalam penjara selama dua tahun, sepertinya Felix kejam tapi rupanya Tuhan bekerja luar biasa, ada maksud Tuhan supaya selama dua tahun itu ia dipelihara Tuhan dari kejaran orang-orang Yahudi.
Hargai/hormati kelebihan orang lain, jangan selalu melihat kekurangannya. Apa yang Tuhan lakukan bila kita saling menghargai/menghormati kelebihan satu dengan yang lain? Mazmur 133:3 katakan sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya. Ke sana = kepada orang-orang yang menghargai kelebihan orang lain lepas dari segala kekurangannya. Kehidupan diangkat dari bahasa Ibrani - chay = maintenance artinya dirawat; fresh - Tuhan akan berikan penyegaran; strong - Tuhan akan berikan kekuatan; years - hari-hari di mana hari itu berisi banyak hal, tapi sekalipun hari-hari kita berisi banyak hal di antara banyak yang mengecewakan Tuhan memberikan kita kemenangan. Amin.

Sunday, May 30, 2010

KEHEBATAN KUASA YESUS

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 30 Mei 2010
Oleh Pdt. Dr. Hendrik Masengi - Semarang

Efesus 1:19-20 - dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya, yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga. Ayat ini disampaikan Rasul Paulus kepada sidang jemaat Tuhan di Efesus. Betapa hebat kuasaNya, berbicara tentang kuasa, di dunia ini ada banyak kuasa, tapi hanya satu kuasa yang terbesar, terhebat, kehebatan kuasa itu terdapat di dalam Tuhan Yesus Kristus.
Bukti kehebatannya:
Kejadian 1-3, dunia ini dijadikan oleh Dia. Sesuai dengan Kejadian 1:1, dari ayat ini hanya ada satu kata bara (bahasa Ibrani) = menciptakan tidak bisa ditemukan di pasal-pasal lain dalam Perjanjian Lama, karena kata ini milik Allah dari satu ungkapan apa yang dikehendakiNya dan terjadi seketika itu. Manusia menciptakan sesuatu tentunya disertai bahan baku, komponen yang ada, namun Kejadian 1:1 bara tidak ada komponen atau hal-hal yang lain disiapkan untuk menjadikan dunia ini tetapi hanya lewat satu kata ungkapan Allah maka terjadilah dunia ini dan semua ciptaan yang ada.
Kekuatan kuasa di dalam Yesus tidak ada yang dapat disamakan dan sampai sekarang ini kekuatan kuasaNya tidak berubah, tapi mengapa banyak umat Tuhan yang tidak mengalami kuasa itu? Ibrani 13:8 - Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya. Yesus berkuasa dan kuasaNya tidak berubah sampai sekarang. Jangan hanya mengenal tapi hiduplah di dalam Dia. Kalau kita ingin mengalami kehebatan kuasa di dalam Yesus, lepaskan semua ikatan kuasa kegelapan yang ada di dalam diri kita, kalau tidak kita tidak akan mendapat mujizat.
Kuasa Yesus tidak bisa disamakan dengan kuasa-kuasa lain di luar dan di dalam dunia ini karena Dialah satu-satunya Allah yang bisa menjadikan dunia ini. Mengapa banyak umat Tuhan yang tidak bisa mengalami janji itu? Penyebabnya karena semakin cerdas manusia, maka manusia bukan lagi mengandalkan nama Yesus Kristus di dalam hidup mereka tetapi rasio, logika mulai dikembangkan sehingga banyak yang awalnya bergerak dalam pelayanan, penginjilan, di dalam urapan dan kuasa Allah, menjadi cerdas di bidang theologia namun kuasa Tuhan sudah tidak lagi nyata dalam dirinya bahkan anak Tuhan turut serta di dalamnya, mereka berbalik arah dan tidak mengakui lagi apa peranan Roh Kudus bahkan ada yang menjadi pengolok.
Renungkan kondisi dan situasi dunia ini, kita berada di akhir zaman dan tanda-tanda itu mulai tergenapi, micro-chips sedang diterapkan oleh antikris bahkan ketika anak lahir, nama anak itu sudah ada nomor induk kependudukan (NIK). Anak-anak Tuhan tidak perlu takut karena ketika peristiwa ini sepenuhnya diterapkan di dunia, anak-anak Tuhan sudah dibawa ke satu tempat yang sudah disiapkan. Untuk mempersiapkan diri supaya kita jangan sampai masuk dalam aniaya antikris kita harus memberi diri kita untuk dikuasai oleh kekuatan kuasa dari Allah di dalam Yesus Kristus yang memampukan kita mempertahankan iman kita kepadaNya.
Mengenal kuasa Yesus, ternyata kuasa Yesus lebih besar dari semua yang ada di dunia ini. Sehingga kalau kita berada di dalam Yesus, apa yang perlu kita takutkan? Kita memiliki kekuatan kuasa yang tidak bisa disamakan dengan kekuatan kuasa lain. Adakah kita hidup beriman kepada Tuhan Yesus yang berkuasa itu? Adakah karakter-karakter kita sesuai dengan ajaran Yesus Kristus ataukah sudah ada penyimpangan-penyimpangan dalam diri kita?
I Timotius 2:5 - Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus. Hanya Dialah satu-satunya perantara setiap manusia untuk mencapai tujuan hidup dari seluruh pengharapan, terlebih keselamatan jiwa manusia karena tidak ada manusia yang bisa menyelamatkan diri dengan kekuatan kebenaran diri sendiri. I Yohanes 4:15, jadilah Kristen sejati datang pada Dia dan akui Dia secara pribadi, berjalanlah sesuai apa kata firman Allah. Bilangan 23:19, Tuhan tidak pernah ingkar janji kepada mereka yang beriman, menaati firman Allah, menerima Yesus dan mengalami Dia secara pribadi. Allah berkuasa, kalau kita benar-benar hidup di dalam Dia, kita tidak akan gagal. Tidak ada yang perlu ditakutkan di dunia ini, Markus 16:16-20. Bilangan 23:19, Dia menepati janjiNya, percaya pada kekuatan Yesus. Apa yang menjadi kebutuhan kita? Ketika kita kembalikan peranan Allah dalam hidup kita, kuasa Yesus tidak pernah berubah dan kuasaNya tetap ada di dalam kita.
Amin.

Sunday, May 23, 2010

ROH KUDUS ADALAH JAMINAN SUPAYA KITA TIDAK HANYUT OLEH ARUS YANG MENYESATKAN

Ringkasan Khotbah Ibadah Keluarga, 23 Mei 2010
Oleh Pdt. Frans Z. Assa


Lukas 24:49 - Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi." Ada perkara yang besar dan mengandung misteri ilahi setelah Yesus naik ke surga. Ketika Yesus naik ke surga Yesus berkata, “Aku akan mengirimkan kepadamu apa yang dijanjikan BapaKu.” Janji = epanggelia (bahasa Yunani) mempunyai pengertian jaminan. Kalau seseorang tahu bahwa ia menerima jaminan, maka ia tidak akan kuatir.
Kenapa sampai Yesus pada waktu naik ke surga Ia berjanji Ia akan memberi jaminan?
II Petrus 3:17 - Tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, kamu telah mengetahui hal ini sebelumnya. Karena itu waspadalah, supaya kamu jangan terseret ke dalam kesesatan orang-orang yang tak mengenal hukum, dan jangan kehilangan peganganmu yang teguh.
Karena di akhir zaman akan datang satu arus yang begitu kuat untuk menghanyutkan. Dari mana arus/banjir itu?
Wahyu 12:15 - Lalu ular itu menyemburkan dari mulutnya air, sebesar sungai, ke arah perempuan itu, supaya ia dihanyutkan sungai itu.
Ular berbicara tentang Iblis, Satan; air sebesar sungai = banjir yang besar (terjemahan bahasa Inggris) sehingga menghanyutkan banyak orang, tidak peduli baik anak-anak, orang-orang dewasa, aktivis maupun hamba-hamba Tuhan banyak yang hanyut.
Dalam bentuk yang bagaimana air/banjir akan menghanyutkan?
Efesus 6:11 - Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis.
Paulus mengajar, menasihati pakailah seluruh senjata Allah supaya waktu banjir besar --dalam bentuk tipu muslihat Iblis-- datang kita tidak hanyut. Ketika Iblis datang dengan tipu muslihatnya --dengan cara memunculkan pengalaman-pengalaman masa lampau atau masa sekarang ketika sakit hati, bimbang, luka batin, kecewa, dituduh dalam hal yang tidak pernah ia lakukan, tidak memperoleh apa yang diinginkan-- Iblis ingatkan tentang semua ini, tidak sedikit orang dewasa dan anak-anak yang akan hanyut. Kalau bisa Iblis akan menyeret sebanyak-banyaknya umat pilihan Tuhan supaya hanyut sebelum Iblis dibuang ke tempat penghukuman kekal.
Matius 24:24 - Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.
Mesias berbicara tentang Yesus, pembaptis dengan Roh Kudus. Mesias palsu muncul di akhir zaman, seperti di zaman sekarang, ketika terjadi goncangan ekonomi di Eropa para wartawan menyatakan mereka menunggu seorang ‘mesias’ ahli ekonomi yang akan menyelamatkan perekonomian mereka. Di bidang pendidikan, mereka para ahli di bidang syaraf, komunikasi, tingkah laku manusia dirangkum dalam satu paket terapi otak tengah, tujuannya supaya ada keseimbangan antara otak kiri dan otak kanan sehingga dengan mata ditutup/tanpa melihat, anak-anak bisa berjalan, bersepeda tanpa menabrak benda-benda di sekitarnya, muncul gelombang alfa membantu mereka bisa mengerti tentang warna-warna, sebagian sekolah setuju terapi otak tengah mulai dimasukkan sebagai kurikulum.
Menghadapi banjir yang begitu besar yang akan menghanyutkan orang-orang dewasa, hanyut karena kecewa, luka batin, dan sebagainya; anak-anak pun demikian dengan berbagai cara, karena itu Yesus naik ke surga dan berkata, “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." (Kisah Para Rasul 1:8). Banjir itu sedang melanda dunia ini untuk menghanyutkan dan menyesatkan, tapi Tuhan mau memberikan Roh Kudus sebagai jaminan supaya kita tidak dihanyutkan oleh banjir.
Amin.

Thursday, May 13, 2010

DAHSYATNYA KUASA DOA

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 13 Mei 2010
Oleh Pdt. Frans Z. Assa


Yakobus 4:3 - Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu. Manusia dibentuk dari debu, debu bila tidak dinafasi oleh Allah, tidak berisi minyak urapan Roh Kudus, tidak dipenuhi Roh Kudus doanya justru doa yang membuat ia berantakan. Ada orang Kristen selalu melengkapi pengiringannya dengan berdoa tetapi tidak menerima apa-apa karena mereka meminta hanya untuk menyenangkan daging.
Matius 6:10 - datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga adalah pengajaran Yesus tentang doa yang benar, doa pasti memberi buah yang membahagiakan kita. Bila kita berdoa dengan benar maka tatanan kerapihan, kelimpahan sorga dituangkan, dialihkan ke atas mereka yang berdoa dengan benar. Tuhan akan benahi hidup kita saat kita berdoa. Paulus terangkan tentang doa yang benar dalam Filipi 4:6-7, doa adalah sesuatu yang luar biasa, di sana berisi perkara-perkara dahsyat; ketika kita berdoa dengan benar, hati yang kecut dan pikiran yang kalut akan ditunggui oleh damai sejahtera Tuhan. Yakobus terangkan dalam Yakobus 5:16, doa sangat besar kuasanya. Baik Yesus, Paulus, Yakobus menerangkan doa itu besar kuasanya.
Sedahsyat apa doa itu?
Yeremia 33:3, doa akan membongkar bongkah batu-batu kemustahilan sehingga muncul batu-batu permata yang indah, jawaban dari Tuhan, doa akan menaklukkan lumpur-lumpur ketidakberdayaan yang menenggelamkan menjadi taman buah-buah sukacita dan kemenangan. Sebenarnya doa itu pasti berdampak baik. Hati-hati! Ada doa justru doa itu membuat pendoa hancur berantakan:
1. Bila doa yang dipanjatkan berisi kesombongan. Mazmur 55:6-9.
Pada waktu hati Daud gelisah, dipenuhi kengerian, dikendalikan takut dan gentar, tidak bisa tidur lalu Daud mulai berimajinasi ia utarakan dalam bentuk doa, namun imajinasi yang tidak dikontrol oleh Roh Kudus. Merpati berbicara tentang hal-hal yang rohani. Yunus artinya merpati, tulus, namun ketulusan hati tercemar, integritasnya mulai goncang ketika Tuhan mengutusnya pergi ke Niniwe semula ia responi tapi kemudian ia teringat nenek moyangnya, sebenarnya dulu mereka kaya tapi harta benda mereka telah dirampas oleh bangsa Syria untuk membangun kota Niniwe. Hati harus dikontrol dan dikendalikan firman Allah. Ingat! manusia debu, program dan rencana kita harus diurapi dengan Roh Kudus.
Nampaknya sederhana harapan, doa Daud--ingin memiliki sayap merpati. Daud menyuruh panglima Yoab pergi untuk menjelajahi Israel, menghitung bulu-bulu merpati yang tidak berarti menjadi sayap yang cukup tebal; kelihatannya rohani tapi ada keinginan-keinginan dari debu. Tuhan menyuruh Gad untuk menyampaikan berita kepada Daud, Daud punya doa tapi doa yang memuat kesombongan, membuat hidup berantakan. Ketika Daud sadar, integritasnya hancur karena kesombongan, Roh Kudus memulihkannya (Mazmur 55:17). Miliki doa yang diurapi Roh Kudus sehingga menyenangkan Tuhan, bukan membuat masa depan hancur.
2. Bila doa dipanjatkan dengan kepahitan. Kejadian 30:1.
Permohonan Rahel merupakan doa nampaknya benar/rohani tapi di dalamnya penuh kebusukan. Rahel ingin keluar dari aib sebab ia mandul. Pakaiannya nampaknya rohani ingin berbuah-buah tapi di dalamnya ada kepahitan-kepahitan, seperti Yefta dipersingkat masa kerjanya oleh Tuhan. Rahel punya kepahitan yang sudah tumbuh bertahun-tahun, Laban--ayahnya mempermainkannya ketika Lea--kakaknya menggantikan posisinya mendapatkan Yakub sebagai suaminya setelah Yakub bekerja pada Laban selama tujuh tahun, dan Yakub harus bekerja lagi tujuh tahun untuk mendapatkan Rahel. Kebencian pada ayahnya bertumbuh subur, buktinya: Kejadian 31:19, ia mencuri terafim andalan ayahnya. Ketika Yakub dan rombongannya lari pulang ke Hebron, Laban mengejar mencari terafimnya. Yakub tidak tahu kalau Rahel telah mencuri terafim ayahnya. Yakub sesumbar mengatakan silakan cari, orang yang mencurinya pasti tidak akan hidup. Ketika Rahel melahirkan anak keduanya, Rahel mati. Jangan simpan kepahitan, buang kepahitan!
Ada doa yang memberi sukacita dan masa depan yaitu doa yang berisi permohonan, pengampunan untuk merebut janji yang sempat hilang. Yunus 2:1-10. Ketika Tuhan memanggil Yunus untuk ke Niniwe --sebelum Yunus tercemar-- Yunus bertanya untuk apa ia datang ke Niniwe yang punya roh Nimrod (kekerasan, memberontak, selalu menentang), apakah mereka bisa berubah? Kalau Tuhan yang mengutus pasti sesuatu terjadi. Yunus tercemar, setelah dibuang ke laut dan ditelan ikan besar, integritas yang sempat tercemar itu utuh kembali, ia akui semua kejahatan, ia punya doa mohon pengampunan dan ia minta janji dari Tuhan (merebut janji Allah). Setelah ikan itu memuntahkan dia, dan dia pergi ke Niniwe, Tuhan tidak membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk raja dan seluruh penduduk Niniwe bertobat.
Allah janji sebagai apapun kita akan berhasil kalau kita punya doa mohon pengampunan dan rebutlah janji Allah, Tuhan akan buktikan.
Amin.

Sunday, May 09, 2010

DAMPAK KEPAHITAN, DENDAM DAN KEBENCIAN

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 9 Mei 2010
Oleh Pdt. Frans Z. Assa


Manusia yang dibentuk dari debu sebelum dihembusi dengan nafas Allah, ia mudah sekali dihamburkan oleh angin kesana-kemari dan debu ini berpotensi mengotori bahkan mencelakakan. Sama halnya dengan orang percaya, ketika dia menamakan diri orang percaya tetapi tidak dihembusi nafas Allah, debu ini tidak hidup. Mereka yang tidak punya kerinduan untuk dinafasi nafas Allah, Yakobus 4:1-2 mengatakan: Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu? Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa. Orang-orang ini punya keinginan/mimpi, soal keinginan wajar, bedanya kalau keinginan tidak dinafasi firman Allah dan dihidupi oleh Roh Kudus, kalau tidak mencapai tujuannya akhirnya membunuh, kalaupun tercapai tujuannya tapi tidak seperti yang diinginkan berubah menjadi kekecewaan.
Saat kita punya keinginan berkembang sebagai apapun, harus punya semangat, impian tapi biarlah dihidupi oleh Roh Kudus, dikontrol oleh firman Allah; karena Roh Kudus akan membersihkan, mencuci = hagiazō - bahasa Yunani. Ke mana saja kita pergi berpotensi untuk kotor --karena melihat, mendengar, berbicara-- jika ada debu dosa yang masuk mengotori, Roh Kudus akan mencuci, Roh Kudus Tuhan beri untuk mengingatkan.
Dampak/akibat bila seseorang enggan/tidak mau menghiraukan tawaran Tuhan untuk dihembusi oleh nafas Tuhan/Roh Kudus:
Hakim-hakim 11:1, Yefta, salah satu hakim yang dipilih oleh Tuhan sebelum terjun ke pelayanan sudah diberi gelar oleh Tuhan pahlawan. Tuhan menghiraukan latar belakangnya--ayahnya bernama Gilead, ibunya seorang perempuan sundal. Hakim-hakim 12:7, Yefta memerintah sebagai hakim hanya 6 tahun, sedangkan pada zaman hakim-hakim umumnya mereka memerintah 20 tahun, contohnya Otniel memerintah 40 tahun, Ehud memerintah 80 tahun, Simson terlepas dari segala kekurangannya ia memerintah 20 tahun, Gideon memerintah 40 tahun. Kenapa sampai Allah menghentikan, memperpendek masa baktinya padahal Yefta seorang pahlawan? Kembali ke Hakim-hakim 11:1-2, sekalipun pada awalnya Yefta adalah anak seorang perempuan sundal, Tuhan ingin buktikan Tuhan sanggup memulihkan siapapun tapi Yefta tidak menghargai tawaran Tuhan. Kekeliruan Yefta adalah sebagai seorang pemimpin ia tidak dapat tinggalkan kepahitan, dendam, kebencian dalam hatinya. Kita yang sementara menuju pada kesempurnaan kalau masih ada kepahitan, buka hati, sambut Roh Kudus, Roh Kudus akan membersihkan kita. Hakim-hakim 11:3, lebih parah lagi Yefta tidak mau membuka hati untuk Roh Kudus, bersikap skeptis, dia setia dipakai oleh Tuhan tapi karena ada dendam, dia tidak membuangnya dan tidak mengijinkan Roh Kudus membersihkannya, perampok mendekati dia, dia bergabung dan ikut merampok. Jangan memiliki roh semacam ini!
Beda dengan Daud, I Samuel 22:1-2, 23, ada sekitar 400 orang, mereka punya potensi untuk menjadi perampok karena kecewa, sakit hati, mereka datang pada Daud dan mereka menumpahkan kemarahannya namun Daud menenangkan hati mereka. Daud menghiburkan mereka karena Daud penuh dengan Roh Kudus. Daud lakukan dengan penuh integritas walaupun Daud masih dikejar-kejar Saul untuk dibunuh tapi setiap hari hatinya dicuci oleh Roh Kudus.
Yefta tidak penuh dengan Roh Kudus, tragedi yang menyedihkan pun terjadi (Hakim-hakim 12:6). Yefta tidak mau membuang dendam, kepahitan, kebencian tapi menyimpan dalam hati dan tidak mau dicuci oleh Roh Kudus, hanya soal sepele bisa menjadi perkara besar sehingga ia membunuh 42.000 orang dari suku Efraim bangsanya sendiri.
Menyadari manusia gampang terjebak, Daud tahu betapa berbahayanya bila ia tetap menyimpan kepahitan, dendam, kebencian pada Saul sehingga Daud berkata dalam Mazmur 63:2-3 - Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair. Demikianlah aku memandang kepada-Mu di tempat kudus, sambil melihat kekuatan-Mu dan kemuliaan-Mu. Roh Kudus akan mencuci, menguduskan kita.
Amin.

Sunday, May 02, 2010

PERJAMUAN KUDUS ADALAH SAAT MENERIMA KARAKTER YESUS

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 2 Mei 2010
Oleh Pdt. Frans Z. Assa


Yakobus 2:26 - Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.
Sebelum manusia jatuh dalam dosa, manusia diciptakan memang dari debu dan Tuhan memasukkan nafasNya, ketika debu dicengkeram oleh nafas Allah, debu menjadi manusia yang hampir sama, hanya beda sedikit dari Allah (a little lower than God - Mazmur 8:6); jubah penuh kemuliaan bertahtakan sembilan batu permata (sembilan berbicara tentang kekayaan anugerah, lengkapnya perhatian Tuhan); jalannya di tengah batu-batu yang bercahaya. Ketika manusia jatuh dalam dosa mereka menjadi seperti jerami di depan angin, seperti sekam yang diterbangkan badai (Ayub 21:18). Tuhan tidak pernah bermaksud manusia menjadi seperti ini.
Virus yang sangat berbahaya yang menyerang manusia: Mazmur 14:1 - Orang bebal berkata dalam hatinya: "Tidak ada Allah." Busuk dan jijik perbuatan mereka, tidak ada yang berbuat baik. Orang bebal = orang gila (TL); orang dungu (TBIS); the fool. Siapa yang disebut bodoh, dungu yang berkata dalam hatinya (belum keluar dalam bentuk kata-kata) tidak ada Allah?
Efesus 4:17-18, saat manusia gagal menaati firman Allah, manusia jatuh dalam dosa, sejak saat itu hati dan pikiran jauh dari Allah, sehingga manusia merasa tidak membutuhkan Tuhan. Dosa telah merusak nilai hidup sehingga dosa memberikan benih, benih bertumbuh sehingga orang ini berpikir saya tidak perlu Tuhan, hatinya tidak butuh Tuhan. Itu sebabnya Paulus katakan jangan hidup lagi seperti orang yang tidak mengenal Allah dengan pikiran yang sia-sia, mereka disebut jauh dari Allah, akibatnya manusia menjadi seperti jerami, sekam.
Yesaya memberi pengajaran dalam Yesaya 34:4 - Segenap tentara langit akan hancur, dan langit akan digulung seperti gulungan kitab, segala tentara mereka akan gugur seperti daun yang gugur dari pohon anggur, dan seperti gugurnya daun pohon ara. Tentara langit berbicara tentang benda-benda langit/angkasa, penggenapannya pada waktu menjelang berakhirnya sejarah dunia, saat meterai ke-6 dibuka bintang-bintang di langit berjatuhan seperti pohon ara yang menggugurkan buahnya yang mentah (Wahyu 6:12,13), sebelum hal ini terjadi Tuhan singkirkan gerejaNya ke padang belantara. Tentara langit juga berbicara tentang manusia yang dipayungi anugerah Allah tetapi manusia tidak mengindahkan kemurahan/belas kasihan Tuhan.
Ketika dosa masuk dalam tubuh manusia, manusia seperti tepung, sekam, bubuk yang mudah diterbangkan angin. Daniel 4:24-25, karena kesombongan Nebukadnezar, ia direndahkan oleh Tuhan sama seperti binatang (dia manusia tapi pikiran, hatinya seperti binatang). Selama 64 tahun Yeremia sampaikan firman Allah, semua suka mendengar firman Allah, responi firman Allah tapi kelakuan berbeda dengan apa yang mereka dengar dari firman Allah sehingga Tuhan geram dan berkata Aku akan samakan mereka seperti hewan, seperti tumbuh-tumbuhan (Yeremia 7:20). Manusia sudah tidak punya rasa saling peduli, kehilangan rasa terbeban, kehilangan rasa bertanggung jawab. Jangan sampai roh ini masuk ke dalam gereja! Hati, pikiran tidak butuh Tuhan, bangga, senang kalau bisa merusak (Yeremia 7:18,14).
Akibatnya: Yakobus 2:26 hubungkan dengan Yakobus 4:1 - Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu? Sengketa dan pertengkaran (TB) = peperangan dan perkelahian (TL) = perkelahian dan pertengkaran (TBIS), inilah gambaran manusia sekarang, saling merusak, saling menghancurkan dunia pada umumnya dan gereja. Melihat situasi ini gereja harus menginsyafi, gereja membutuhkan tubuh dan darah Yesus (I Korintus 11:23-26). Kapan Paulus duduk dalam perjamuan kudus bersama Yesus, kenapa sampai Paulus katakan: “Sebab apa yang telah kuteruskan kepadamu, telah aku terima dari Tuhan...” Pada perjamuan malam Paulus belum menjadi rasul, ketika Paulus bertobat Roh Allah membawanya ke padang Arab, Tuhan turun dan mendidik dia, Tuhan memberi pengajaran tentang perjamuan kudus. Ketika Tuhan mengajar kepada Paulus tentang perjamuan kudus, tubuh Yesus memuat selengkap, seluruhnya hati, pikiran Yesus, sehingga saat kita menerima perjamuan kudus kita menerima hati, pikiran, perasaan Yesus. Kita menerima darah = nyawa berarti kita menerima pengampunan dosa dan Roh Kudus untuk menghidupi kita.
Amin.

Sunday, April 25, 2010

??? (IMAN TANPA PERBUATAN ADALAH MATI)

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 25 April 2010 – Oleh Pdt. Frans Z. Assa

Yakobus 2:26 - Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.
Yakobus mengakhiri pasal 2 dengan kata sebab. Yakobus menemukakan dengan kata-kata yang sangat menyedihkan, diakhiri sebuah tragedi. Sebab-bahasa Arab artinya ada sesuatu yang menjadi penyebab sehingga terjadi tragedi dihubungkan dengan ayat sebelumnya pohon yang bertumbuh subur/lebat tetapi tidak berbuah dan Tuhan katakan kapak sudah ada di bawah pohon ini, pohon akan ditebang dan dibakar (ayat 24). Ayat 26, kesimpulan Yakobus mereka disebut tubuh tetapi kalau tidak mempunyai roh (nyawa) disebut mayat bukan hidup. Penyebab terjadinya tragedi adalah munculnya banyak orang berpredikat beriman tapi tidak punya perbuatan, Yakobus samakan dengan mayat penuh bibit penyakit, berbau busuk; orang percaya yang sakit rohani seperti tubuh yang tidak punya nyawa, iman tanpa perbuatan, ada bermacam-macam dosa.
Apa dan bagaimana penjelasan tentang manusia itu? Apa kata Alkitab tentang manusia?
Kejadian 2:7 - ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. Manusia dari debu (naskah asli berbicara ada unsur tanah tapi bentuk debu; debu diterjemahkan bubuk/tepung) kemudian dijamah oleh Tuhan, lalu Tuhan hembuskan hayat/hidupNya maka terbentuklah manusia.
Setelah menjadi manusia melalui perjanjian Eden Tuhan memberi berkat (Kejadian 1:28 - Allah memberkati mereka...), Tuhan memberkati mereka dengan otoritas, hak, kemampuan untuk mengelola, bisa mengambil keputusan dan sebagainya. Manusia diberkati, Tuhan berikan tempat istimewa, nyaman bagi manusia (Kejadian 2:8), Tuhan membuat taman Eden, di taman itu manusia tinggal, situasi yang luar biasa keadaannya yang ditulis dalam Yehezkiel 28:14, di taman ini jalannya dari batu-batu yang bercahaya, taman tertata rapih, tidak gaduh, berhias kemuliaan Allah. Yehezkiel 28:13, Mazmur 21:4, manusia begitu mulia karena sudah dihembusi nafas Allah, jubahnya bertahtakan sembilan batu permata yang mahal, di kepalanya dikenakan mahkota emas. Waktu mendapat nafas (naphach - bahasa Ibrani) Allah debu tidak kelihatan lagi, manusia menjadi mulia, namun sayang manusia gagal dengan melanggar firman Allah. Roma 3:23, karena manusia sudah berbuat dosa, manusia kehilangan kemuliaan Allah, masih ada sedikit tapi sebagian besar hilang.
Ketika debu tadi kehilangan kemuliaan Allah akibatnya Ayub 21:18 mengatakan manusia kembali seperti jerami, seperti sekam, seperti debu ketika angin datang debu beterbangan, debu yang kelihatan dominan. Yesaya 17:12-13, akibat yang lebih menyedihkan adalah manusia kembali kepada asalnya--debu yang menakutkan dan berbahaya, hanya dengan masalah sepele dapat berlanjut pada pertumpahan darah. Kondisi ini menuntut supaya Roh Allah bertiup memenuhi kita, memang ada hukum tapi hukum sudah dimanipulasi, hanya ketika Tuhan menghembuskan nafasNya ‘hidup’ akan kembali.
Kejadian 1:2 - Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Inilah bentuk manusia tapi ketika Roh Allah turun bergerak, kembali ke Yakobus 2:26 maka tubuh kita akan hidup kembali. Kalau Roh Allah turun/masuk Yehezkiel 11:19 mengatakan Aku akan memberikan mereka hati yang lain dan roh yang baru di dalam batin mereka; juga Aku akan menjauhkan dari tubuh mereka hati yang keras dan memberikan mereka hati yang taat; Tuhan akan memberikan pada gereja sebuah hati (one heart), hati yang lain, hati yang bagaimana? Basar - bahasa Ibrani artinya hati yang segar (fresh), hati yang bisa menerima kenyataan, hati yang bisa mengakui kelebihan orang lain, penuh dengan sinar kasih Allah, hati yang mengucap syukur, hati yang bisa membuat situasi nyaman. Ini hanya bisa terjadi selama Roh Allah ada/Roh Allah masuk di dalam kita.
Amin.

Sunday, April 18, 2010

IMAN DAN PERBUATAN YANG DIMILIKI RAHAB

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 18 April 2010
Oleh Pdt. Frans Z. Assa


Yakobus 2:25 - Dan bukankah demikian juga Rahab, pelacur itu, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia menyembunyikan orang-orang yang disuruh itu di dalam rumahnya, lalu menolong mereka lolos melalui jalan yang lain?
Yakobus menyandingkan antara perbuatan dengan iman seperti pohon harus ada buahnya. Untuk memberikan penegasan tentang betapa pentingnya iman harus disertai perbuatan, Yakobus mengangkat satu peristiwa yang terjadi 1.500 tahun sebelum Yakobus menulis ayat ini. Jadilah orang Kristen yang tidak gampang hanyut oleh pengajaran, tentang peristiwa dulu rasul Paulus tuliskan dalam suratan Roma 15:4 - Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci.
Berangkat dari Yakobus 2:25, Rahab --memang faktanya seorang pelacur-- dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya. Ketika manusia jatuh dalam dosa maka jembatan hubungan antara Allah dengan manusia putus, namun bukanlah Tuhan kalau sampai Tuhan tidak berusaha membangun jembatan keselamatan walaupun manusia sudah jatuh dalam dosa karena manusia membawa gambar dan rupa Allah, manusia diciptakan just a little lower than God. Jembatan Tuhan bangun, jembatan keselamatan yang diujung sana lahirlah Yesus. Matius 1:5, jembatan Tuhan bangun melalui Abraham, Ishak, Yakub, potongan besi mulai dikumpulkan oleh Tuhan untuk membangun, salah satu potongan adalah Rut orang Moab seorang kafir, Rut mempunyai komponen taat, penuh kasih, setia, mempunyai iman yang kuat; ia dihargai oleh Tuhan, itu sebabnya Rut diambil sebagai material untuk membangun jembatan sehingga Rut melahirkan Obed (kakek Daud) melalui Boas, dari Daud kemudian nanti sampai kepada Yesus. Rahab yang Yakobus tulis seorang pelacur pun Tuhan angkat menjadi material untuk membangun jembatan tadi. Rahab karena ia punya iman, Tuhan pakai dia untuk melahirkan Boas (kakek buyut Daud). Iman dan perbuatan yang bagaimana yang ada pada Rahab?
1. Iman yang dimiliki Rahab (Yosua 2:8-13):
Rahab mendengar bahwa TUHAN telah mengeringkan air Laut Teberau di depan kamu, ketika kamu berjalan keluar dari Mesir, dan apa yang kamu lakukan kepada kedua raja orang Amori yang di seberang sungai Yordan itu, yakni kepada Sihon dan Og, yang telah kamu tumpas (Yosua 2:10). Pada waktu orang Israel menyeberang Laut Teberau, Musa menyanyi nyanyian nubuatan (Keluaran 15:14-16), Laut Teberau terbelah dua, berita ini terdengar sampai kemana-mana. Ketika raja Sihon (Bilangan 21:21-23) dan raja Og (Bilangan 21:33-34) tidak mengijinkan orang Israel untuk lewat daerah mereka, Tuhan menumpas mereka, orang Israel tidak perlu berperang, Tuhan yang tampil berperang. Tuhan akan membela orang benar tapi jaga status kita sebagai orang benar. Yosua 2:13, iman yang miliki Rahab adalah iman yang tidak dapat digoyahkan, iman yang mau dan juga terbeban untuk menyelamatkan banyak orang ketika kota Yerikho akan dibinasakan.
2. Perbuatan Rahab karena iman kepada Tuhan (Yosua 2:1-6):
Ketika orang-orang Yerikho menyelidiki rumah Rahab, Rahab menyembunyikan di atas sotoh rumahnya dua orang pengintai yang diutus oleh Yosua. Perbuatan Rahab, ketika ia punya iman yang benar, ia punya roh untuk merawat, menjaga dan memelihara. Buku yang ditulis oleh rabi orang Ibrani menuliskan hampir sebagian besar imam dan nabi, mereka adalah keturunan melalui Rahab. Imam tugasnya merawat dan memelihara, kalau kita berkata kita mempunyai iman, kita harus punya roh untuk merawat dan memelihara.
Maleakhi 3:16 - "TUHAN memperhatikan dan mendengarnya; sebuah kitab peringatan ditulis di hadapan-Nya bagi orang-orang yang takut akan TUHAN dan bagi orang-orang yang menghormati nama-Nya.” Tuhan punya buku peringatan yang menulis tentang orang-orang yang punya kepedulian terhadap pekerjaan Tuhan seperti Rahab menyelamatkan dua orang pengintai tadi.
Kita harus mempunyai roh untuk menjaga, merawat, menunggui rumah tangga, jemaat, gereja lokal. Banyak orang perlu ditolong, maukah kita menolong mereka?
Amin.