Sunday, July 04, 2010

EKKLESIA – DEWAN (Bagian II)

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 4 Juli 2010
Oleh Pdt. Frans Z. Assa


Yakobus 3 : 4 - Dan lihat saja kapal-kapal, walaupun amat besar dan digerakkan oleh angin keras, namun dapat dikendalikan oleh kemudi yang amat kecil menurut kehendak jurumudi.
Pengertian asli/awal ekklēsia berbicara tentang komunitas militer, tentara Tuhan yang tugasnya menjaga areal/lokasi di mana Tuhan percayakan dia ada di sana.
Pengertian asli ekklēsia berbicara tentang komunitas militer, tentara, kemudian berkembang menjadi dewan (bahasa Persia) = beberapa orang; hubungkan dengan Matius 5 : 16 - Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga. Lewat kelakuan/perbuatan baik kita, Tuhan akan dimuliakan, kelakuan/perbuatan kita merupakan khotbah yang nyaring. Dewan Makedonia adalah perkumpulan beberapa orang pintar untuk memberi pengaruh ke daerah yang akan dikuasai, tugasnya mentransformasikan, membawa perubahan, pesan di bidang hukum, budaya, pendidikan, pajak, tatacara, aturan dalam seluruh aspek kehidupan manusia. Sebagai contoh Iskandar Agung (Iskandar Zulkarnaen) anak dari raja Phillips II—raja Makedonia, Iskandar Agung merupakan anak didik Aristoteles—seorang filosof, seorang pemikir, ia dididik oleh Aristoteles 7 tahun, ketika berumur 20 tahun Iskandar Agung bisa mengumpulkan 30.000 tentara Yunani dengan 5.000 pasukan kuda sehingga ia mulai bergerak maju ke Timur, dia taklukkan Timur Tengah, Mesir, sepanjang pesisir Utara Afrika, Maroko, sampai selat Gibraltar, Spanyol, Perancis, Italia, sampai umur 30 tahun seluruh daerah-daerah Laut Tengah sampai ke Afganistan, India ia kuasai. Ia diajarkan kalau mau menaklukkan bangsa-bangsa taklukkan bahasa, budaya dan semuanya, kemudian dikirimlah ekklēsia—team, dewan Makedonia lalu mereka transformasikan budaya, pengetahuan, perpajakan, tatacara, hukum menurut Yunani, mereka membawa order untuk mempengaruhi sehingga pada tahun 333 SM seluruh daerah ini bisa berbicara bahasa Yunani sampai Yesus lahir mereka masih ingat bahasa Yunani, itu sebabnya Injil bisa dikabarkan sampai ke Eropa oleh Paulus dalam tempo 2 tahun.
Ekklēsia adalah orang-orang yang diutus pergi untuk membawa perubahan, adat budaya, bahasa dari dewan ini sendiri. I Petrus 2 : 12 -Milikilah cara hidup yang baik di tengah-tengah bangsa-bangsa bukan Yahudi, supaya apabila mereka memfitnah kamu sebagai orang durjana, mereka dapat melihatnya dari perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Allah pada hari Ia melawat mereka. Kita—ekklēsia adalah dewan sorga yang membawa bahasa, tatacara sorga, kita yang sedang dipersiapkan untuk menyongsong kedatangan Tuhan bisa/tidak bisa kita harus lakukan firman Tuhan. Perhatikan dewan ekklēsia di zaman gereja awal: Kisah Para Rasul 2 : 37 - 40. Baru saja Petrus dan kawan-kawan dimusuhi, dibenci setelah Yesus mati disalib tapi 3 bulan kemudian waktu Petrus berkhotbah, mereka yang dulunya membenci memusuhi Petrus dan kawan-kawannya, hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?" (ayat 37). Petrus dan murid-murid adalah ekklēsia—dewan sorga, mereka tidak kalahkan kebencian orang dengan kekerasan tapi mereka berdoa, karena tugas mereka harus mengadakan perubahan orang-orang jahat supaya bertobat sehingga reaksi masyarakat —karena mereka menjadi dewan dari sorga untuk mengadakan perubahan— mereka disukai semua orang (ayat 47). Ketika Petrus berkhotbah orang-orang yang membencinya masih ada tapi Petrus tahu bahwa dia punya tugas untuk membawa perubahan. Bahasa Yunani dibawa ke mana-mana, bahasa dunia bisa memperuncing keadaan tapi bahasa sorga harus dibawa ke mana-mana untuk memberi kelegaan sekalipun berada di tengah badai.
Kita adalah dewan dari sorga, ekklēsia ini disukai oleh banyak orang, apakah kita menjadi ekklēsia—dewan sorga yang disukai banyak orang? Kita mentransformasikan, membawa pembaharuan. Kalau kita menjadi ekklēsia yang benar untuk membawa perubahan di dunia ini, kita akan disukai banyak orang. Amsal 16 : 32 - Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota. Seorang yang mau menjadi ekklēsia—dewan sorga, membawa perubahan bahkan pembaharuan, menjadi terang, orang itu adalah orang yang bisa menguasai dirinya (perkataan, lidahnya).
Amin.

Sunday, June 27, 2010

EKKLESIA (KOMUNITAS MILITER) – Bagian I

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 27 Juni 2010
Oleh Pdt. Frans Z. Assa

Banyak orang Kristen tidak tahu tujuan panggilan Allah, kalau kita tahu tujuan panggilan Allah kita tidak akan berputar-putar pada pertanyaan untuk apa saya hidup, karena kita tahu ini proses.
Yakobus 3:4 - Dan lihat saja kapal-kapal, walaupun amat besar dan digerakkan oleh angin keras, namun dapat dikendalikan oleh kemudi yang amat kecil menurut kehendak jurumudi.
Penulisan surat Yakobus ditulis pada zaman 2000-an tahun yang lalu ketika kapal-kapal belum digerakkan dengan mesin tapi digerakkan oleh dayung dan oleh layar. Yakobus gambarkan orang percaya sebagai kapal yang bisa memuat, membawa apa saja dapat dikendalikan oleh kemudi yang amat kecil. Apa kata Yesus dan kata Alkitab tentang orang percaya? Matius 16:13, 16-18 - ... Aku akan mendirikan jemaat-Ku ... ini pertama kalinya dalam Alkitab Yesus mengatakan dan menyebut orang percaya adalah jemaat/gereja--himpunan bukan bangunan. Jemaat = ekklēsia (bahasa Yunani) dari kata ek = keluar dan kaleō = dipanggil, jadi bermakna sebagai; orang-orang yang dipanggil keluar dari padang gurun gersang ke padang rumput hijau, dari gelap ke terang surgawi. Pengertian asli dari ekklēsia bukan untuk kelompok sipil tapi kelompok tentara (kental dengan militeristik), mereka dipanggil keluar lalu dipanggil masuk menjadi tentara.
Contohnya dalam Hakim-hakim 6:34, Gideon meniup nafiri sebagai tanda “mengumpulkan mereka yang mau menjadi laskar”, karena selama tujuh tahun orang Israel ditekan, dihimpit oleh orang-orang Midian. Gideon adalah salah satu anak muda yang terbeban untuk bangsanya; jadilah jemaat yang peduli satu dengan yang lainnya, berhenti untuk menjadi ‘hakim’, kita dipanggil untuk menjadi imam yang punya peduli terhadap orang lain, bisa mengambil hati Bapa. Hakim-hakim 7:3, setelah terkumpul jumlah yang dipanggil keluar 32.000 orang, kita dipanggil keluar ketika mendengar terompet Injil Tuhan. Setelah dipanggil keluar maka mereka inilah yang disebut ekklēsia (arti awal adalah tentara, pasukan).
Kenapa kita dipanggil keluar lalu kita berada di dalam terang? Orang percaya bukanlah hanya kelompok yang diberkati Tuhan, dipanggil keluar dari padang gurun ke padang rumput memetik janji Allah tapi tentara yang harus berperang. Mengacu dari perkataan Yesus, Aku akan mendirikan gereja, dalam Filipi 2:25 Paulus berkata waktu memanggil Epafroditus --saudaraku dan teman sekerja serta teman seperjuanganku-- ikutlah menderita sebagai tentara yang baik (as a good soldier) saat bertempur berjuang untuk mempertahankan zona yang dipercaya pada kita (II Timotius 2:3).
Dalam Perjanjian Lama orang percaya inipun sudah mendapat sebutan tentara. Keluaran 12:17 - Aku membawa pasukan-pasukanmu keluar dari tanah Mesir. Keluaran 12:41 - Sesudah lewat empat ratus tiga puluh tahun, tepat pada hari itu juga, keluarlah segala pasukan TUHAN dari tanah Mesir. Selama 430 tahun orang Israel menjadi budak, buruh kasar di Mesir, tidak pernah dilatih untuk menjadi tentara, memegang senjata dan bagaimana cara melawan musuh tapi waktu dipanggil keluar dari Mesir, Tuhan tidak malu menyebut mereka adalah tentara-Nya.
Kenapa orang percaya disebut ekklēsia, dipanggil keluar dan pengertian asli/awal kita adalah tentaranya Tuhan dan Yesus adalah panglima kita?
Keluaran 12:42 - Malam itulah malam berjaga-jaga bagi TUHAN... Ketika orang Israel disebut pasukannya Tuhan sebelum keluar dari Mesir pada waktu itu mereka berjaga-jaga untuk Tuhan. Kita--ekklēsia dipanggil keluar dari dosa, berjaga-jaga untuk Tuhan. Apakah kita berjaga-jaga atau tidak saat ini? Yehezkiel 33:7, Tuhan memanggil kita--ekklēsia untuk menjadi tentara, kita harus siap dengan selengkap senjata Allah (Efesus 6). Jadilah tentara yang baik, jaga areal/lokasi di mana Tuhan percayakan kita ada di sana.
Mazmur 76:4, ketika kita menjadi tentara yang baik untuk siapa saja, kita tidak lepas dari pengalaman anak panah yang berkilat di depan kita, perisai dan pedang dan alat perang diarahkan pada kita (pemainan palsu dengan kelicikan-kelicikan dalam bisnis, karir, pendidikan, kata-kata yang melukai), tentara Tuhan akan alami ini tapi tetaplah setia berjaga-jaga untuk Tuhan. Sebagai tentara Tuhan, Tuhan akan perlakukan sebagai apa kalau kita--ekklēsia setia merawat anggota keluarga, gereja lokal, masyarakat? Lukas 12:37 - Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka. Berbahagialah jemaat yang menjadi pasukan Tuhan yang tetap setia menjaga apa yang Tuhan percayakan untuk dia rawat, Tuhan sudah sediakan meja perjamuan (semua yang kita butuhkan), kita diangkat menjadi raja, akan dilayani oleh para malaikat Tuhan. Setialah dalam tanggung jawab menjadi tentara Tuhan.
Amin.

Sunday, June 20, 2010

MENGENAKAN KEKANG

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 20 Juni 2010 – Oleh Pdt. Frans Z. Assa

Tuhan mendorong kepada Yakobus untuk mengatur tata cara berbicara dengan berbagai ilustrasi di antaranya kuda bisa dikendalikan dengan kekang dan kapal dikendalikan dengan kemudi. Pasal 3 dari suratan Yakobus diakhiri dengan gereja sedang menuju kesempurnaan, Yakobus berbicara orang percaya harus memiliki kendali untuk lidah supaya mencapai kesempurnaan.
Yakobus 3:3 - Kita mengenakan kekang pada mulut kuda, sehingga ia menuruti kehendak kita, dengan jalan demikian kita dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.
Kuda --dalam dunia sekuler dan Alkitab-- melambangkan kekuatan; keperkasaan. Dalam dunia perang zaman dulu sebelum ada mesin penggerak sudah dikenal pasukan kuda/kavaleri. Setelah mesin penggerak ditemukan pasukan kavaleri disebut pasukan tank/kendaraan berlapis baja dan di zaman modern kekuatan ukuran mesin menggunakan kekuatan kuda. Yakobus berbicara tentang orang percaya yang akan menerima dan mengendalikan sebuah kekuatan, seluruh tubuh bisa dikendalikan kalau ia mempunyai kekang.
Yeremia 12:5 - "Jika engkau telah berlari dengan orang berjalan kaki, dan engkau telah dilelahkan, bagaimanakah engkau hendak berpacu melawan kuda? Dan jika di negeri yang damai engkau tidak merasa tenteram, apakah yang akan engkau perbuat di hutan belukar sungai Yordan? Kuda berbicara tentang kekuatan, suka atau tidak suka kita sedang berpacu dengan kekuatan di sekitar kita --badai, ancaman-ancaman-- siapa bisa mengendalikannya? Yakobus memberikan satu solusi yaitu dengan kekang/kendali.
Yeremia 6:19, firman Tuhan mendorong kepada Yeremia dan setiap kita untuk menceritakan selain kebaikan Tuhan juga tentang pekerjaan Allah yang luar biasa. Pada zaman Nuh, Nuh menceritakan tentang program Allah untuk menyelamatkan penduduk dunia dan akan datang malapetaka yang besar dan malapetaka ini tidak akan berhenti membinasakan penduduk dunia kalau mereka tidak bertobat. Kenapa sampai malapetaka dahsyat akan terjadi? Karena mereka tidak memperhatikan perkataan-perkataan Tuhan/firman Allah. Mala (bahasa Sansekerta) = lumpur, kemalangan; kotoran; kehinaan. Malapetaka datang bagaikan kuda yang tidak terkendali. Matius 16:2-3 - ... Rupa langit kamu tahu membedakannya tetapi tanda-tanda zaman tidak. Kita bisa menemukan dua jenis waktu yaitu waktunya manusia = kronos dan waktunya Tuhan = kairos.
Yesaya 47:11, malapetaka bagaikan kuda kalau dia sudah bergerak siapa yang bisa mengendalikannya? Manusia tidak sanggup lagi menggunakan jampi (= teknologi modern) untuk mengendalikannya. Yeremia 29:17, apa yang manusia bisa harapkan di dunia ini? Kalau malapetaka digambarkan seperti kuda yang lari, siapa yang bisa mengendalikannya? Pedang (= permasalahan, peperangan), kelaparan dan bala sampar (= penyakit) mewarnai dunia dewasa ini. Manusia bisa bangga dengan penemuan-penemuan teknologi, tapi hati-hati, ingat firman Allah, jangan menjadi pongah karena pengetahuan. Semua teknologi untuk memanjakan manusia, namun semua teknologi satu kali kelak akan menjadi busuk dan malapetaka demi malapetaka akan muncul bagaikan kuda dan siapa yang bisa mengendalikannya? Karena itu dengar dan taati firman Allah. Kita memang tidak bisa mengelak dari fakta ini berpacu dengan kekuatan, namun orang percaya Allah berikan kendali.
Ketika orang Israel merayakan pesta Pondok Daun-daunan imam Ezra melayani dengan khotbahnya, di antaranya Ezra berkata: “Engkau tidak meninggalkan mereka di padang gurun karena kasih sayang-Mu yang besar. Tiang awan tidak berpindah dari atas mereka pada siang hari untuk memimpin mereka pada perjalanan, begitu juga tiang api pada malam hari untuk menerangi jalan yang mereka lalui.” (Nehemia 9:19). Malapetaka akan datang bagaikan kuda tidak bisa dibendung tapi orang percaya --yang sungguh-sungguh mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan apa yang benar di mata-Nya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintah-Nya dan tetap mengikuti segala ketetapan-Nya, maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit mana pun, yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir; sebab Aku TUHANlah yang menyembuhkan engkau (Keluaran 15:26)-- diberikan kendali oleh Tuhan dalam bentuk tiang awan dan tiang api.
Maleakhi 3:18 - Maka kamu akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya. Miliki kendali dari Tuhan, zaman boleh berbeda tapi mujizat yang sama Tuhan akan lakukan seperti saat Tuhan membelah laut Kolsom, kita pun akan alami.
Amin.

Sunday, June 13, 2010

MEMAKSIMALKAN ‘KEUNIKAN’ DARI TUHAN

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 13 Juni 2010
Oleh Pdt. Frans Z. Assa


Yakobus 3:2 - Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.
Yakobus tidak pernah bermaksud mencegah orang percaya untuk punya kualitas rohani seperti guru, Yakobus ingin agar kita melihat setiap kita mempunyai keunikan yang berbeda-beda yang belum tentu dimiliki oleh orang lain yang harus kita gunakan dan kembangkan dan ia mengajar agar kita menghargai, menghormati kelebihan orang lain.
Kita masing-masing punya anggota tubuh, setiap anggota tubuh menjadi tidak berarti kalau ia tidak bergerak bersama-sama dengan anggota tubuh yang lain. Kesalahan-kesalahan fatal terjadi apabila seseorang tidak memaksimalkan keunikan/karunia/talentanya. Orang yang sempurna adalah orang yang bisa memaksimalkan potensi yang ia terima dari Tuhan.
Roma 12:3 - Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing. Paulus menggunakan satu takaran, setiap kita sudah diberikan takaran/ukuran iman jadi kita harus memaksimalkan, mengembangkan keunikan/talenta/karunia/ketrampilan yang Allah sudah percayakan pada kita, gunakan untuk kebaikan-kebaikan, jangan menggunakannya untuk merugikan orang lain.
Roma 12:6-8, ada tujuh ‘kebolehan’/karunia pelayanan yang dimiliki oleh setiap orang yang Tuhan siapkan. Setiap kita mempunyai keunikan yang berbeda satu dengan yang lain, ketika kita menyadari kita punya keunikan kembangkan menurut ukuran iman, dan saat kita mengembangkannya kita harus siap untuk mengalami perubahan sesuai waktu, jangan statis.
Dampak kalau kita mau memaksimalkan karunia/talenta yang kita terima dari Tuhan: Hakim-hakim 4:1-3. Yabin--raja Kanaan mempunyai seorang panglima bernama Sisera yang mempunyai 900 kereta besi disebarkan di daerah Israel untuk menekan, menindas orang Israel selama 20 tahun. Sebenarnya ada banyak di antara orang Israel yang mempunyai keunikan tapi mereka tidak mau menghargai keunikan yang Allah beri, salah satu di antaranya adalah Barak bin Abinoam. Barak punya keunikan tapi bantut karena tidak mau mengembangkannya. Debora, seorang wanita rentan, lemah, biasa berlindung di bawah pokok kurma, pekerjaannya memerah susu, miskin tapi Debora peka, dapat menangkap isi hati Tuhan; itu sebabnya Tuhan tetapkan dia menjadi hakim. Ia begitu peduli dengan bangsanya, Tuhan menyuruh Debora datang kepada Barak untuk memberitahunya supaya maju berperang tapi Barak malah berkata: "Jika engkau turut maju aku pun maju, tetapi jika engkau tidak turut maju aku pun tidak maju." (Hakim-hakim 4:8).
Barak tidak pernah mengembangkan keunikan/kelebihan yang ia miliki, ia terikat dengan konsep masa lalu, ia pernah gagal dan itu ia jadikan formula saya tidak akan bisa. Kegagalan masa lampau seringkali Tuhan ijinkan supaya kita siap, dan merupakan kemenangan yang ditunda oleh Tuhan. Hakim-hakim 4:9, karena Barak tidak menghargai kelebihannya maka Tuhan mengangkat Debora, Debora tidak berdalih dan tidak menyanggah tapi Barak menolak untuk maju, Barak tidak pernah percaya karunia yang Tuhan berikan padanya. Ketika Debora mulai mengembangkan karunia yang ia terima dari Tuhan, ia mengalami mujizat. Gunakan talenta yang Tuhan berikan di rumah tangga, gereja, di mana pun kita ada, tinggalkan kegagalan masa lampau, percayalah Tuhan beserta dan kita akan alami mujizat.
Yunus 1:1-2, kalau Tuhan memanggil, memilih lalu Tuhan menyuruh kepada seseorang untuk pergi ke satu tempat perjuangan/pelayanan, Tuhan tidak pernah keliru/salah, Tuhan pasti membuka jalan, mujizat Tuhan siapkan tapi kembangkan dan gunakan talenta yang Tuhan sudah berikan, jangan berkata tidak bisa, bagi Tuhan tidak ada perkara yang mustahil. Tuhan tahu Yunus bisa tapi Yunus berdalih, dia tidak percaya bahwa Allah yang memberi karunia tidak bisa melakukannya, ia meremehkan Tuhan. Yunus 1:15. Mulai kembangkan karunia yang Tuhan berikan pada kita, maksimalkan. Ketika kita maksimalkan, Tuhan beri anak kunci kerajaan sehingga kita akan membuka dan bisa menutup, dan mujizat Tuhan kerjakan.
Amin.

Sunday, June 06, 2010

MENGHORMATI/MENGHARGAI KELEBIHAN ORANG LAIN

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 6 Juni 2010
Oleh Pdt. Frans Z. Assa


Yakobus 3:1 - Saudara-saudaraku, janganlah banyak orang di antara kamu mau menjadi guru; sebab kita tahu, bahwa sebagai guru kita akan dihakimi menurut ukuran yang lebih berat.
Yakobus tidak pernah bermaksud mencegah kita untuk meningkat ke jenjang yang lebih tinggi di kehidupan rohani sebagai guru --dalam Ibrani 5, Ibrani 6, ditinjau dari usia pengenalan pada Tuhan, Paulus katakan seharusnya kamu sudah punya tingkat seperti guru tapi karena kamu masih suka makanan yang lembek kamu harus kembali ke pengajaran awal pertobatan-- tetapi Yakobus ingin agar kita bisa mengerti keistimewaan/keunikan kita masing-masing sebab kita punya keunikan yang tidak dimiliki oleh orang lain. Setiap kita mempunyai titik-titik yang paling efektif, kenali titik paling efektif dalam hidup kita, kalau kita memahami dan kita padukan dengan yang lain maka hasilnya luar biasa dan Tuhan akan bersorak-sorai, Tuhan bangga (Zefanya 3:17).
Kapan seseorang menerima keunikan yang ternyata tidak pernah sama satu dengan yang lainnya?
Kejadian 2:7, Tuhan mengumpulkan debu --setinggi apapun kalau terkena angin debu akan beterbangan dan menyusahkan banyak orang-- Tuhan hembuskan nafas lalu berdirilah satu sosok manusia dengan keunikan yang luar biasa. Saat Tuhan hembuskan nafas, saat itu Tuhan memasukkan gambar dan teladanNya (Kejadian 1:26). Gambar dan rupa Allah berbicara tentang kemampuan/kesanggupan Allah dan perangai-perangai Allah, daya cipta/kemampuan untuk mencipta Tuhan masukkan ke manusia, sifat/karakter Allah dimasukkan ke dalam debu sehingga punya sifat/karakter seperti Allah.
Betapa dahsyat manusia yang diciptakan Allah. Mazmur 8:6, manusia hampir sama seperti Allah, ilustrasinya kunci, Allah aslinya dan kita adalah duplikat; dalam Lukas 15 dikatakan segala kepunyaan Bapa, kekayaan Bapa adalah kepunyaan kita, kekayaan kita. Kejadian 4:17, itu sebabnya, pada waktu manusia jatuh dalam dosa, akibat dosa Kain pun menjadi pembunuh yang pertama, sekalipun Kain pembunuh tapi otoritas/daya cipta Tuhan tidak tarik, karena itu Alkitab memberikan kesaksian Kain mendirikan kota. Keturunan Kain: Yabal menjadi ahli membuat kemah (Kejadian 4:20); Yubal ahli bermain musik (Kejadian 4:21); Tubal Kain ahli besi, tembaga (Kejadian 4:22); karena ketika Tuhan menciptakan manusia, daya cipta Tuhan bagi.
Setiap kita diberikan keunikan. Untuk apa kita dilengkapi dengan keunikan (gambar dan rupa Allah)? I Korintus 3:10, bukan untuk pamer lalu menghina satu dengan yang lain. Siapa yang tidak mengakui Paulus? Paulus mempunyai 5 jawatan, sebagian besar Perjanjian Baru Paulus yang menulis tetapi Paulus berkata saya memang diberi kemampuan/ahli untuk meletakkan dasar kemudian orang lain yang membangun selanjutnya. Jadi walaupun dia ahli tapi dia menaruh hormat untuk orang-orang lain yang akan membangun di atasnya. Roma 12:4-5. Paulus memberikan ilustrasi tentang tubuh manusia sebelum berkembang ke rumah tangga, ke satu organisasi, ke satu gereja yang di dalamnya disebut ada jemaat, jadi Paulus mulai dulu dari setiap pribadi, setiap kita. Setiap organ tubuh harus dapat menerima anggota tubuh lainnya.
Amsal 16:4, kita diberi ketrampilan berbeda satu dengan lainnya, setiap kita mempunyai keunikan yang berbeda-beda yang belum tentu orang lain memilikinya, namun kita dituntut untuk menerima satu dengan yang lain karena Tuhan membuat untuk tujuan masing-masing, segala sesuatu Tuhan ciptakan ada tujuannya. Apa yang Tuhan harapkan dari tiap anggota tubuh, keluarga, jemaat Tuhan mempunyai peran/fungsi yang berbeda-beda? I Petrus 1:22, Tuhan mengharapkan kita mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus, tidak dibuat-buat, sungguh-sungguh saling mengasihi, menghargai kelebihan satu dengan yang lain, lepas dari segala kekurangannya. I Petrus 2:17, Petrus pernah ditangkap Herodes Agripa ke dalam penjara, rencana sesudah Paskah Petrus akan dibunuh, nyata-nyata Petrus disakiti tapi Petrus berkata hormatilah raja. Paulus pernah ditangkap dan dihadapkan kepada Gubernur Felix, dimasukkan ke dalam penjara selama dua tahun, sepertinya Felix kejam tapi rupanya Tuhan bekerja luar biasa, ada maksud Tuhan supaya selama dua tahun itu ia dipelihara Tuhan dari kejaran orang-orang Yahudi.
Hargai/hormati kelebihan orang lain, jangan selalu melihat kekurangannya. Apa yang Tuhan lakukan bila kita saling menghargai/menghormati kelebihan satu dengan yang lain? Mazmur 133:3 katakan sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya. Ke sana = kepada orang-orang yang menghargai kelebihan orang lain lepas dari segala kekurangannya. Kehidupan diangkat dari bahasa Ibrani - chay = maintenance artinya dirawat; fresh - Tuhan akan berikan penyegaran; strong - Tuhan akan berikan kekuatan; years - hari-hari di mana hari itu berisi banyak hal, tapi sekalipun hari-hari kita berisi banyak hal di antara banyak yang mengecewakan Tuhan memberikan kita kemenangan. Amin.

Sunday, May 30, 2010

KEHEBATAN KUASA YESUS

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 30 Mei 2010
Oleh Pdt. Dr. Hendrik Masengi - Semarang

Efesus 1:19-20 - dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya, yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga. Ayat ini disampaikan Rasul Paulus kepada sidang jemaat Tuhan di Efesus. Betapa hebat kuasaNya, berbicara tentang kuasa, di dunia ini ada banyak kuasa, tapi hanya satu kuasa yang terbesar, terhebat, kehebatan kuasa itu terdapat di dalam Tuhan Yesus Kristus.
Bukti kehebatannya:
Kejadian 1-3, dunia ini dijadikan oleh Dia. Sesuai dengan Kejadian 1:1, dari ayat ini hanya ada satu kata bara (bahasa Ibrani) = menciptakan tidak bisa ditemukan di pasal-pasal lain dalam Perjanjian Lama, karena kata ini milik Allah dari satu ungkapan apa yang dikehendakiNya dan terjadi seketika itu. Manusia menciptakan sesuatu tentunya disertai bahan baku, komponen yang ada, namun Kejadian 1:1 bara tidak ada komponen atau hal-hal yang lain disiapkan untuk menjadikan dunia ini tetapi hanya lewat satu kata ungkapan Allah maka terjadilah dunia ini dan semua ciptaan yang ada.
Kekuatan kuasa di dalam Yesus tidak ada yang dapat disamakan dan sampai sekarang ini kekuatan kuasaNya tidak berubah, tapi mengapa banyak umat Tuhan yang tidak mengalami kuasa itu? Ibrani 13:8 - Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya. Yesus berkuasa dan kuasaNya tidak berubah sampai sekarang. Jangan hanya mengenal tapi hiduplah di dalam Dia. Kalau kita ingin mengalami kehebatan kuasa di dalam Yesus, lepaskan semua ikatan kuasa kegelapan yang ada di dalam diri kita, kalau tidak kita tidak akan mendapat mujizat.
Kuasa Yesus tidak bisa disamakan dengan kuasa-kuasa lain di luar dan di dalam dunia ini karena Dialah satu-satunya Allah yang bisa menjadikan dunia ini. Mengapa banyak umat Tuhan yang tidak bisa mengalami janji itu? Penyebabnya karena semakin cerdas manusia, maka manusia bukan lagi mengandalkan nama Yesus Kristus di dalam hidup mereka tetapi rasio, logika mulai dikembangkan sehingga banyak yang awalnya bergerak dalam pelayanan, penginjilan, di dalam urapan dan kuasa Allah, menjadi cerdas di bidang theologia namun kuasa Tuhan sudah tidak lagi nyata dalam dirinya bahkan anak Tuhan turut serta di dalamnya, mereka berbalik arah dan tidak mengakui lagi apa peranan Roh Kudus bahkan ada yang menjadi pengolok.
Renungkan kondisi dan situasi dunia ini, kita berada di akhir zaman dan tanda-tanda itu mulai tergenapi, micro-chips sedang diterapkan oleh antikris bahkan ketika anak lahir, nama anak itu sudah ada nomor induk kependudukan (NIK). Anak-anak Tuhan tidak perlu takut karena ketika peristiwa ini sepenuhnya diterapkan di dunia, anak-anak Tuhan sudah dibawa ke satu tempat yang sudah disiapkan. Untuk mempersiapkan diri supaya kita jangan sampai masuk dalam aniaya antikris kita harus memberi diri kita untuk dikuasai oleh kekuatan kuasa dari Allah di dalam Yesus Kristus yang memampukan kita mempertahankan iman kita kepadaNya.
Mengenal kuasa Yesus, ternyata kuasa Yesus lebih besar dari semua yang ada di dunia ini. Sehingga kalau kita berada di dalam Yesus, apa yang perlu kita takutkan? Kita memiliki kekuatan kuasa yang tidak bisa disamakan dengan kekuatan kuasa lain. Adakah kita hidup beriman kepada Tuhan Yesus yang berkuasa itu? Adakah karakter-karakter kita sesuai dengan ajaran Yesus Kristus ataukah sudah ada penyimpangan-penyimpangan dalam diri kita?
I Timotius 2:5 - Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus. Hanya Dialah satu-satunya perantara setiap manusia untuk mencapai tujuan hidup dari seluruh pengharapan, terlebih keselamatan jiwa manusia karena tidak ada manusia yang bisa menyelamatkan diri dengan kekuatan kebenaran diri sendiri. I Yohanes 4:15, jadilah Kristen sejati datang pada Dia dan akui Dia secara pribadi, berjalanlah sesuai apa kata firman Allah. Bilangan 23:19, Tuhan tidak pernah ingkar janji kepada mereka yang beriman, menaati firman Allah, menerima Yesus dan mengalami Dia secara pribadi. Allah berkuasa, kalau kita benar-benar hidup di dalam Dia, kita tidak akan gagal. Tidak ada yang perlu ditakutkan di dunia ini, Markus 16:16-20. Bilangan 23:19, Dia menepati janjiNya, percaya pada kekuatan Yesus. Apa yang menjadi kebutuhan kita? Ketika kita kembalikan peranan Allah dalam hidup kita, kuasa Yesus tidak pernah berubah dan kuasaNya tetap ada di dalam kita.
Amin.

Sunday, May 23, 2010

ROH KUDUS ADALAH JAMINAN SUPAYA KITA TIDAK HANYUT OLEH ARUS YANG MENYESATKAN

Ringkasan Khotbah Ibadah Keluarga, 23 Mei 2010
Oleh Pdt. Frans Z. Assa


Lukas 24:49 - Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi." Ada perkara yang besar dan mengandung misteri ilahi setelah Yesus naik ke surga. Ketika Yesus naik ke surga Yesus berkata, “Aku akan mengirimkan kepadamu apa yang dijanjikan BapaKu.” Janji = epanggelia (bahasa Yunani) mempunyai pengertian jaminan. Kalau seseorang tahu bahwa ia menerima jaminan, maka ia tidak akan kuatir.
Kenapa sampai Yesus pada waktu naik ke surga Ia berjanji Ia akan memberi jaminan?
II Petrus 3:17 - Tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, kamu telah mengetahui hal ini sebelumnya. Karena itu waspadalah, supaya kamu jangan terseret ke dalam kesesatan orang-orang yang tak mengenal hukum, dan jangan kehilangan peganganmu yang teguh.
Karena di akhir zaman akan datang satu arus yang begitu kuat untuk menghanyutkan. Dari mana arus/banjir itu?
Wahyu 12:15 - Lalu ular itu menyemburkan dari mulutnya air, sebesar sungai, ke arah perempuan itu, supaya ia dihanyutkan sungai itu.
Ular berbicara tentang Iblis, Satan; air sebesar sungai = banjir yang besar (terjemahan bahasa Inggris) sehingga menghanyutkan banyak orang, tidak peduli baik anak-anak, orang-orang dewasa, aktivis maupun hamba-hamba Tuhan banyak yang hanyut.
Dalam bentuk yang bagaimana air/banjir akan menghanyutkan?
Efesus 6:11 - Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis.
Paulus mengajar, menasihati pakailah seluruh senjata Allah supaya waktu banjir besar --dalam bentuk tipu muslihat Iblis-- datang kita tidak hanyut. Ketika Iblis datang dengan tipu muslihatnya --dengan cara memunculkan pengalaman-pengalaman masa lampau atau masa sekarang ketika sakit hati, bimbang, luka batin, kecewa, dituduh dalam hal yang tidak pernah ia lakukan, tidak memperoleh apa yang diinginkan-- Iblis ingatkan tentang semua ini, tidak sedikit orang dewasa dan anak-anak yang akan hanyut. Kalau bisa Iblis akan menyeret sebanyak-banyaknya umat pilihan Tuhan supaya hanyut sebelum Iblis dibuang ke tempat penghukuman kekal.
Matius 24:24 - Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.
Mesias berbicara tentang Yesus, pembaptis dengan Roh Kudus. Mesias palsu muncul di akhir zaman, seperti di zaman sekarang, ketika terjadi goncangan ekonomi di Eropa para wartawan menyatakan mereka menunggu seorang ‘mesias’ ahli ekonomi yang akan menyelamatkan perekonomian mereka. Di bidang pendidikan, mereka para ahli di bidang syaraf, komunikasi, tingkah laku manusia dirangkum dalam satu paket terapi otak tengah, tujuannya supaya ada keseimbangan antara otak kiri dan otak kanan sehingga dengan mata ditutup/tanpa melihat, anak-anak bisa berjalan, bersepeda tanpa menabrak benda-benda di sekitarnya, muncul gelombang alfa membantu mereka bisa mengerti tentang warna-warna, sebagian sekolah setuju terapi otak tengah mulai dimasukkan sebagai kurikulum.
Menghadapi banjir yang begitu besar yang akan menghanyutkan orang-orang dewasa, hanyut karena kecewa, luka batin, dan sebagainya; anak-anak pun demikian dengan berbagai cara, karena itu Yesus naik ke surga dan berkata, “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." (Kisah Para Rasul 1:8). Banjir itu sedang melanda dunia ini untuk menghanyutkan dan menyesatkan, tapi Tuhan mau memberikan Roh Kudus sebagai jaminan supaya kita tidak dihanyutkan oleh banjir.
Amin.

Thursday, May 13, 2010

DAHSYATNYA KUASA DOA

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 13 Mei 2010
Oleh Pdt. Frans Z. Assa


Yakobus 4:3 - Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu. Manusia dibentuk dari debu, debu bila tidak dinafasi oleh Allah, tidak berisi minyak urapan Roh Kudus, tidak dipenuhi Roh Kudus doanya justru doa yang membuat ia berantakan. Ada orang Kristen selalu melengkapi pengiringannya dengan berdoa tetapi tidak menerima apa-apa karena mereka meminta hanya untuk menyenangkan daging.
Matius 6:10 - datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga adalah pengajaran Yesus tentang doa yang benar, doa pasti memberi buah yang membahagiakan kita. Bila kita berdoa dengan benar maka tatanan kerapihan, kelimpahan sorga dituangkan, dialihkan ke atas mereka yang berdoa dengan benar. Tuhan akan benahi hidup kita saat kita berdoa. Paulus terangkan tentang doa yang benar dalam Filipi 4:6-7, doa adalah sesuatu yang luar biasa, di sana berisi perkara-perkara dahsyat; ketika kita berdoa dengan benar, hati yang kecut dan pikiran yang kalut akan ditunggui oleh damai sejahtera Tuhan. Yakobus terangkan dalam Yakobus 5:16, doa sangat besar kuasanya. Baik Yesus, Paulus, Yakobus menerangkan doa itu besar kuasanya.
Sedahsyat apa doa itu?
Yeremia 33:3, doa akan membongkar bongkah batu-batu kemustahilan sehingga muncul batu-batu permata yang indah, jawaban dari Tuhan, doa akan menaklukkan lumpur-lumpur ketidakberdayaan yang menenggelamkan menjadi taman buah-buah sukacita dan kemenangan. Sebenarnya doa itu pasti berdampak baik. Hati-hati! Ada doa justru doa itu membuat pendoa hancur berantakan:
1. Bila doa yang dipanjatkan berisi kesombongan. Mazmur 55:6-9.
Pada waktu hati Daud gelisah, dipenuhi kengerian, dikendalikan takut dan gentar, tidak bisa tidur lalu Daud mulai berimajinasi ia utarakan dalam bentuk doa, namun imajinasi yang tidak dikontrol oleh Roh Kudus. Merpati berbicara tentang hal-hal yang rohani. Yunus artinya merpati, tulus, namun ketulusan hati tercemar, integritasnya mulai goncang ketika Tuhan mengutusnya pergi ke Niniwe semula ia responi tapi kemudian ia teringat nenek moyangnya, sebenarnya dulu mereka kaya tapi harta benda mereka telah dirampas oleh bangsa Syria untuk membangun kota Niniwe. Hati harus dikontrol dan dikendalikan firman Allah. Ingat! manusia debu, program dan rencana kita harus diurapi dengan Roh Kudus.
Nampaknya sederhana harapan, doa Daud--ingin memiliki sayap merpati. Daud menyuruh panglima Yoab pergi untuk menjelajahi Israel, menghitung bulu-bulu merpati yang tidak berarti menjadi sayap yang cukup tebal; kelihatannya rohani tapi ada keinginan-keinginan dari debu. Tuhan menyuruh Gad untuk menyampaikan berita kepada Daud, Daud punya doa tapi doa yang memuat kesombongan, membuat hidup berantakan. Ketika Daud sadar, integritasnya hancur karena kesombongan, Roh Kudus memulihkannya (Mazmur 55:17). Miliki doa yang diurapi Roh Kudus sehingga menyenangkan Tuhan, bukan membuat masa depan hancur.
2. Bila doa dipanjatkan dengan kepahitan. Kejadian 30:1.
Permohonan Rahel merupakan doa nampaknya benar/rohani tapi di dalamnya penuh kebusukan. Rahel ingin keluar dari aib sebab ia mandul. Pakaiannya nampaknya rohani ingin berbuah-buah tapi di dalamnya ada kepahitan-kepahitan, seperti Yefta dipersingkat masa kerjanya oleh Tuhan. Rahel punya kepahitan yang sudah tumbuh bertahun-tahun, Laban--ayahnya mempermainkannya ketika Lea--kakaknya menggantikan posisinya mendapatkan Yakub sebagai suaminya setelah Yakub bekerja pada Laban selama tujuh tahun, dan Yakub harus bekerja lagi tujuh tahun untuk mendapatkan Rahel. Kebencian pada ayahnya bertumbuh subur, buktinya: Kejadian 31:19, ia mencuri terafim andalan ayahnya. Ketika Yakub dan rombongannya lari pulang ke Hebron, Laban mengejar mencari terafimnya. Yakub tidak tahu kalau Rahel telah mencuri terafim ayahnya. Yakub sesumbar mengatakan silakan cari, orang yang mencurinya pasti tidak akan hidup. Ketika Rahel melahirkan anak keduanya, Rahel mati. Jangan simpan kepahitan, buang kepahitan!
Ada doa yang memberi sukacita dan masa depan yaitu doa yang berisi permohonan, pengampunan untuk merebut janji yang sempat hilang. Yunus 2:1-10. Ketika Tuhan memanggil Yunus untuk ke Niniwe --sebelum Yunus tercemar-- Yunus bertanya untuk apa ia datang ke Niniwe yang punya roh Nimrod (kekerasan, memberontak, selalu menentang), apakah mereka bisa berubah? Kalau Tuhan yang mengutus pasti sesuatu terjadi. Yunus tercemar, setelah dibuang ke laut dan ditelan ikan besar, integritas yang sempat tercemar itu utuh kembali, ia akui semua kejahatan, ia punya doa mohon pengampunan dan ia minta janji dari Tuhan (merebut janji Allah). Setelah ikan itu memuntahkan dia, dan dia pergi ke Niniwe, Tuhan tidak membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk raja dan seluruh penduduk Niniwe bertobat.
Allah janji sebagai apapun kita akan berhasil kalau kita punya doa mohon pengampunan dan rebutlah janji Allah, Tuhan akan buktikan.
Amin.

Sunday, May 09, 2010

DAMPAK KEPAHITAN, DENDAM DAN KEBENCIAN

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 9 Mei 2010
Oleh Pdt. Frans Z. Assa


Manusia yang dibentuk dari debu sebelum dihembusi dengan nafas Allah, ia mudah sekali dihamburkan oleh angin kesana-kemari dan debu ini berpotensi mengotori bahkan mencelakakan. Sama halnya dengan orang percaya, ketika dia menamakan diri orang percaya tetapi tidak dihembusi nafas Allah, debu ini tidak hidup. Mereka yang tidak punya kerinduan untuk dinafasi nafas Allah, Yakobus 4:1-2 mengatakan: Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu? Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa. Orang-orang ini punya keinginan/mimpi, soal keinginan wajar, bedanya kalau keinginan tidak dinafasi firman Allah dan dihidupi oleh Roh Kudus, kalau tidak mencapai tujuannya akhirnya membunuh, kalaupun tercapai tujuannya tapi tidak seperti yang diinginkan berubah menjadi kekecewaan.
Saat kita punya keinginan berkembang sebagai apapun, harus punya semangat, impian tapi biarlah dihidupi oleh Roh Kudus, dikontrol oleh firman Allah; karena Roh Kudus akan membersihkan, mencuci = hagiazō - bahasa Yunani. Ke mana saja kita pergi berpotensi untuk kotor --karena melihat, mendengar, berbicara-- jika ada debu dosa yang masuk mengotori, Roh Kudus akan mencuci, Roh Kudus Tuhan beri untuk mengingatkan.
Dampak/akibat bila seseorang enggan/tidak mau menghiraukan tawaran Tuhan untuk dihembusi oleh nafas Tuhan/Roh Kudus:
Hakim-hakim 11:1, Yefta, salah satu hakim yang dipilih oleh Tuhan sebelum terjun ke pelayanan sudah diberi gelar oleh Tuhan pahlawan. Tuhan menghiraukan latar belakangnya--ayahnya bernama Gilead, ibunya seorang perempuan sundal. Hakim-hakim 12:7, Yefta memerintah sebagai hakim hanya 6 tahun, sedangkan pada zaman hakim-hakim umumnya mereka memerintah 20 tahun, contohnya Otniel memerintah 40 tahun, Ehud memerintah 80 tahun, Simson terlepas dari segala kekurangannya ia memerintah 20 tahun, Gideon memerintah 40 tahun. Kenapa sampai Allah menghentikan, memperpendek masa baktinya padahal Yefta seorang pahlawan? Kembali ke Hakim-hakim 11:1-2, sekalipun pada awalnya Yefta adalah anak seorang perempuan sundal, Tuhan ingin buktikan Tuhan sanggup memulihkan siapapun tapi Yefta tidak menghargai tawaran Tuhan. Kekeliruan Yefta adalah sebagai seorang pemimpin ia tidak dapat tinggalkan kepahitan, dendam, kebencian dalam hatinya. Kita yang sementara menuju pada kesempurnaan kalau masih ada kepahitan, buka hati, sambut Roh Kudus, Roh Kudus akan membersihkan kita. Hakim-hakim 11:3, lebih parah lagi Yefta tidak mau membuka hati untuk Roh Kudus, bersikap skeptis, dia setia dipakai oleh Tuhan tapi karena ada dendam, dia tidak membuangnya dan tidak mengijinkan Roh Kudus membersihkannya, perampok mendekati dia, dia bergabung dan ikut merampok. Jangan memiliki roh semacam ini!
Beda dengan Daud, I Samuel 22:1-2, 23, ada sekitar 400 orang, mereka punya potensi untuk menjadi perampok karena kecewa, sakit hati, mereka datang pada Daud dan mereka menumpahkan kemarahannya namun Daud menenangkan hati mereka. Daud menghiburkan mereka karena Daud penuh dengan Roh Kudus. Daud lakukan dengan penuh integritas walaupun Daud masih dikejar-kejar Saul untuk dibunuh tapi setiap hari hatinya dicuci oleh Roh Kudus.
Yefta tidak penuh dengan Roh Kudus, tragedi yang menyedihkan pun terjadi (Hakim-hakim 12:6). Yefta tidak mau membuang dendam, kepahitan, kebencian tapi menyimpan dalam hati dan tidak mau dicuci oleh Roh Kudus, hanya soal sepele bisa menjadi perkara besar sehingga ia membunuh 42.000 orang dari suku Efraim bangsanya sendiri.
Menyadari manusia gampang terjebak, Daud tahu betapa berbahayanya bila ia tetap menyimpan kepahitan, dendam, kebencian pada Saul sehingga Daud berkata dalam Mazmur 63:2-3 - Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair. Demikianlah aku memandang kepada-Mu di tempat kudus, sambil melihat kekuatan-Mu dan kemuliaan-Mu. Roh Kudus akan mencuci, menguduskan kita.
Amin.

Sunday, May 02, 2010

PERJAMUAN KUDUS ADALAH SAAT MENERIMA KARAKTER YESUS

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 2 Mei 2010
Oleh Pdt. Frans Z. Assa


Yakobus 2:26 - Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.
Sebelum manusia jatuh dalam dosa, manusia diciptakan memang dari debu dan Tuhan memasukkan nafasNya, ketika debu dicengkeram oleh nafas Allah, debu menjadi manusia yang hampir sama, hanya beda sedikit dari Allah (a little lower than God - Mazmur 8:6); jubah penuh kemuliaan bertahtakan sembilan batu permata (sembilan berbicara tentang kekayaan anugerah, lengkapnya perhatian Tuhan); jalannya di tengah batu-batu yang bercahaya. Ketika manusia jatuh dalam dosa mereka menjadi seperti jerami di depan angin, seperti sekam yang diterbangkan badai (Ayub 21:18). Tuhan tidak pernah bermaksud manusia menjadi seperti ini.
Virus yang sangat berbahaya yang menyerang manusia: Mazmur 14:1 - Orang bebal berkata dalam hatinya: "Tidak ada Allah." Busuk dan jijik perbuatan mereka, tidak ada yang berbuat baik. Orang bebal = orang gila (TL); orang dungu (TBIS); the fool. Siapa yang disebut bodoh, dungu yang berkata dalam hatinya (belum keluar dalam bentuk kata-kata) tidak ada Allah?
Efesus 4:17-18, saat manusia gagal menaati firman Allah, manusia jatuh dalam dosa, sejak saat itu hati dan pikiran jauh dari Allah, sehingga manusia merasa tidak membutuhkan Tuhan. Dosa telah merusak nilai hidup sehingga dosa memberikan benih, benih bertumbuh sehingga orang ini berpikir saya tidak perlu Tuhan, hatinya tidak butuh Tuhan. Itu sebabnya Paulus katakan jangan hidup lagi seperti orang yang tidak mengenal Allah dengan pikiran yang sia-sia, mereka disebut jauh dari Allah, akibatnya manusia menjadi seperti jerami, sekam.
Yesaya memberi pengajaran dalam Yesaya 34:4 - Segenap tentara langit akan hancur, dan langit akan digulung seperti gulungan kitab, segala tentara mereka akan gugur seperti daun yang gugur dari pohon anggur, dan seperti gugurnya daun pohon ara. Tentara langit berbicara tentang benda-benda langit/angkasa, penggenapannya pada waktu menjelang berakhirnya sejarah dunia, saat meterai ke-6 dibuka bintang-bintang di langit berjatuhan seperti pohon ara yang menggugurkan buahnya yang mentah (Wahyu 6:12,13), sebelum hal ini terjadi Tuhan singkirkan gerejaNya ke padang belantara. Tentara langit juga berbicara tentang manusia yang dipayungi anugerah Allah tetapi manusia tidak mengindahkan kemurahan/belas kasihan Tuhan.
Ketika dosa masuk dalam tubuh manusia, manusia seperti tepung, sekam, bubuk yang mudah diterbangkan angin. Daniel 4:24-25, karena kesombongan Nebukadnezar, ia direndahkan oleh Tuhan sama seperti binatang (dia manusia tapi pikiran, hatinya seperti binatang). Selama 64 tahun Yeremia sampaikan firman Allah, semua suka mendengar firman Allah, responi firman Allah tapi kelakuan berbeda dengan apa yang mereka dengar dari firman Allah sehingga Tuhan geram dan berkata Aku akan samakan mereka seperti hewan, seperti tumbuh-tumbuhan (Yeremia 7:20). Manusia sudah tidak punya rasa saling peduli, kehilangan rasa terbeban, kehilangan rasa bertanggung jawab. Jangan sampai roh ini masuk ke dalam gereja! Hati, pikiran tidak butuh Tuhan, bangga, senang kalau bisa merusak (Yeremia 7:18,14).
Akibatnya: Yakobus 2:26 hubungkan dengan Yakobus 4:1 - Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu? Sengketa dan pertengkaran (TB) = peperangan dan perkelahian (TL) = perkelahian dan pertengkaran (TBIS), inilah gambaran manusia sekarang, saling merusak, saling menghancurkan dunia pada umumnya dan gereja. Melihat situasi ini gereja harus menginsyafi, gereja membutuhkan tubuh dan darah Yesus (I Korintus 11:23-26). Kapan Paulus duduk dalam perjamuan kudus bersama Yesus, kenapa sampai Paulus katakan: “Sebab apa yang telah kuteruskan kepadamu, telah aku terima dari Tuhan...” Pada perjamuan malam Paulus belum menjadi rasul, ketika Paulus bertobat Roh Allah membawanya ke padang Arab, Tuhan turun dan mendidik dia, Tuhan memberi pengajaran tentang perjamuan kudus. Ketika Tuhan mengajar kepada Paulus tentang perjamuan kudus, tubuh Yesus memuat selengkap, seluruhnya hati, pikiran Yesus, sehingga saat kita menerima perjamuan kudus kita menerima hati, pikiran, perasaan Yesus. Kita menerima darah = nyawa berarti kita menerima pengampunan dosa dan Roh Kudus untuk menghidupi kita.
Amin.

Sunday, April 25, 2010

??? (IMAN TANPA PERBUATAN ADALAH MATI)

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 25 April 2010 – Oleh Pdt. Frans Z. Assa

Yakobus 2:26 - Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.
Yakobus mengakhiri pasal 2 dengan kata sebab. Yakobus menemukakan dengan kata-kata yang sangat menyedihkan, diakhiri sebuah tragedi. Sebab-bahasa Arab artinya ada sesuatu yang menjadi penyebab sehingga terjadi tragedi dihubungkan dengan ayat sebelumnya pohon yang bertumbuh subur/lebat tetapi tidak berbuah dan Tuhan katakan kapak sudah ada di bawah pohon ini, pohon akan ditebang dan dibakar (ayat 24). Ayat 26, kesimpulan Yakobus mereka disebut tubuh tetapi kalau tidak mempunyai roh (nyawa) disebut mayat bukan hidup. Penyebab terjadinya tragedi adalah munculnya banyak orang berpredikat beriman tapi tidak punya perbuatan, Yakobus samakan dengan mayat penuh bibit penyakit, berbau busuk; orang percaya yang sakit rohani seperti tubuh yang tidak punya nyawa, iman tanpa perbuatan, ada bermacam-macam dosa.
Apa dan bagaimana penjelasan tentang manusia itu? Apa kata Alkitab tentang manusia?
Kejadian 2:7 - ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. Manusia dari debu (naskah asli berbicara ada unsur tanah tapi bentuk debu; debu diterjemahkan bubuk/tepung) kemudian dijamah oleh Tuhan, lalu Tuhan hembuskan hayat/hidupNya maka terbentuklah manusia.
Setelah menjadi manusia melalui perjanjian Eden Tuhan memberi berkat (Kejadian 1:28 - Allah memberkati mereka...), Tuhan memberkati mereka dengan otoritas, hak, kemampuan untuk mengelola, bisa mengambil keputusan dan sebagainya. Manusia diberkati, Tuhan berikan tempat istimewa, nyaman bagi manusia (Kejadian 2:8), Tuhan membuat taman Eden, di taman itu manusia tinggal, situasi yang luar biasa keadaannya yang ditulis dalam Yehezkiel 28:14, di taman ini jalannya dari batu-batu yang bercahaya, taman tertata rapih, tidak gaduh, berhias kemuliaan Allah. Yehezkiel 28:13, Mazmur 21:4, manusia begitu mulia karena sudah dihembusi nafas Allah, jubahnya bertahtakan sembilan batu permata yang mahal, di kepalanya dikenakan mahkota emas. Waktu mendapat nafas (naphach - bahasa Ibrani) Allah debu tidak kelihatan lagi, manusia menjadi mulia, namun sayang manusia gagal dengan melanggar firman Allah. Roma 3:23, karena manusia sudah berbuat dosa, manusia kehilangan kemuliaan Allah, masih ada sedikit tapi sebagian besar hilang.
Ketika debu tadi kehilangan kemuliaan Allah akibatnya Ayub 21:18 mengatakan manusia kembali seperti jerami, seperti sekam, seperti debu ketika angin datang debu beterbangan, debu yang kelihatan dominan. Yesaya 17:12-13, akibat yang lebih menyedihkan adalah manusia kembali kepada asalnya--debu yang menakutkan dan berbahaya, hanya dengan masalah sepele dapat berlanjut pada pertumpahan darah. Kondisi ini menuntut supaya Roh Allah bertiup memenuhi kita, memang ada hukum tapi hukum sudah dimanipulasi, hanya ketika Tuhan menghembuskan nafasNya ‘hidup’ akan kembali.
Kejadian 1:2 - Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Inilah bentuk manusia tapi ketika Roh Allah turun bergerak, kembali ke Yakobus 2:26 maka tubuh kita akan hidup kembali. Kalau Roh Allah turun/masuk Yehezkiel 11:19 mengatakan Aku akan memberikan mereka hati yang lain dan roh yang baru di dalam batin mereka; juga Aku akan menjauhkan dari tubuh mereka hati yang keras dan memberikan mereka hati yang taat; Tuhan akan memberikan pada gereja sebuah hati (one heart), hati yang lain, hati yang bagaimana? Basar - bahasa Ibrani artinya hati yang segar (fresh), hati yang bisa menerima kenyataan, hati yang bisa mengakui kelebihan orang lain, penuh dengan sinar kasih Allah, hati yang mengucap syukur, hati yang bisa membuat situasi nyaman. Ini hanya bisa terjadi selama Roh Allah ada/Roh Allah masuk di dalam kita.
Amin.

Sunday, April 18, 2010

IMAN DAN PERBUATAN YANG DIMILIKI RAHAB

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 18 April 2010
Oleh Pdt. Frans Z. Assa


Yakobus 2:25 - Dan bukankah demikian juga Rahab, pelacur itu, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia menyembunyikan orang-orang yang disuruh itu di dalam rumahnya, lalu menolong mereka lolos melalui jalan yang lain?
Yakobus menyandingkan antara perbuatan dengan iman seperti pohon harus ada buahnya. Untuk memberikan penegasan tentang betapa pentingnya iman harus disertai perbuatan, Yakobus mengangkat satu peristiwa yang terjadi 1.500 tahun sebelum Yakobus menulis ayat ini. Jadilah orang Kristen yang tidak gampang hanyut oleh pengajaran, tentang peristiwa dulu rasul Paulus tuliskan dalam suratan Roma 15:4 - Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci.
Berangkat dari Yakobus 2:25, Rahab --memang faktanya seorang pelacur-- dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya. Ketika manusia jatuh dalam dosa maka jembatan hubungan antara Allah dengan manusia putus, namun bukanlah Tuhan kalau sampai Tuhan tidak berusaha membangun jembatan keselamatan walaupun manusia sudah jatuh dalam dosa karena manusia membawa gambar dan rupa Allah, manusia diciptakan just a little lower than God. Jembatan Tuhan bangun, jembatan keselamatan yang diujung sana lahirlah Yesus. Matius 1:5, jembatan Tuhan bangun melalui Abraham, Ishak, Yakub, potongan besi mulai dikumpulkan oleh Tuhan untuk membangun, salah satu potongan adalah Rut orang Moab seorang kafir, Rut mempunyai komponen taat, penuh kasih, setia, mempunyai iman yang kuat; ia dihargai oleh Tuhan, itu sebabnya Rut diambil sebagai material untuk membangun jembatan sehingga Rut melahirkan Obed (kakek Daud) melalui Boas, dari Daud kemudian nanti sampai kepada Yesus. Rahab yang Yakobus tulis seorang pelacur pun Tuhan angkat menjadi material untuk membangun jembatan tadi. Rahab karena ia punya iman, Tuhan pakai dia untuk melahirkan Boas (kakek buyut Daud). Iman dan perbuatan yang bagaimana yang ada pada Rahab?
1. Iman yang dimiliki Rahab (Yosua 2:8-13):
Rahab mendengar bahwa TUHAN telah mengeringkan air Laut Teberau di depan kamu, ketika kamu berjalan keluar dari Mesir, dan apa yang kamu lakukan kepada kedua raja orang Amori yang di seberang sungai Yordan itu, yakni kepada Sihon dan Og, yang telah kamu tumpas (Yosua 2:10). Pada waktu orang Israel menyeberang Laut Teberau, Musa menyanyi nyanyian nubuatan (Keluaran 15:14-16), Laut Teberau terbelah dua, berita ini terdengar sampai kemana-mana. Ketika raja Sihon (Bilangan 21:21-23) dan raja Og (Bilangan 21:33-34) tidak mengijinkan orang Israel untuk lewat daerah mereka, Tuhan menumpas mereka, orang Israel tidak perlu berperang, Tuhan yang tampil berperang. Tuhan akan membela orang benar tapi jaga status kita sebagai orang benar. Yosua 2:13, iman yang miliki Rahab adalah iman yang tidak dapat digoyahkan, iman yang mau dan juga terbeban untuk menyelamatkan banyak orang ketika kota Yerikho akan dibinasakan.
2. Perbuatan Rahab karena iman kepada Tuhan (Yosua 2:1-6):
Ketika orang-orang Yerikho menyelidiki rumah Rahab, Rahab menyembunyikan di atas sotoh rumahnya dua orang pengintai yang diutus oleh Yosua. Perbuatan Rahab, ketika ia punya iman yang benar, ia punya roh untuk merawat, menjaga dan memelihara. Buku yang ditulis oleh rabi orang Ibrani menuliskan hampir sebagian besar imam dan nabi, mereka adalah keturunan melalui Rahab. Imam tugasnya merawat dan memelihara, kalau kita berkata kita mempunyai iman, kita harus punya roh untuk merawat dan memelihara.
Maleakhi 3:16 - "TUHAN memperhatikan dan mendengarnya; sebuah kitab peringatan ditulis di hadapan-Nya bagi orang-orang yang takut akan TUHAN dan bagi orang-orang yang menghormati nama-Nya.” Tuhan punya buku peringatan yang menulis tentang orang-orang yang punya kepedulian terhadap pekerjaan Tuhan seperti Rahab menyelamatkan dua orang pengintai tadi.
Kita harus mempunyai roh untuk menjaga, merawat, menunggui rumah tangga, jemaat, gereja lokal. Banyak orang perlu ditolong, maukah kita menolong mereka?
Amin.

Sunday, April 11, 2010

PERBUATAN DAN IMAN HARUS BERJALAN SEIRING

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 11 April 2010
Oleh Pdt. Frans Z. Assa


Yakobus 2:24 - Jadi kamu lihat, bahwa manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman. Berulang-ulang kita telah melihat dahsyatnya iman karena anugerah (pemberian Allah) dan ketika kita imani pemberian Allah, kita diselamatkan; bahkan Paulus katakan dalam surat Roma cukup kita imani, kita dibenarkan dan setelah disebut orang benar, 1.000 tahun sebelum Yesus lahir Salomo katakan dalam Amsal 4:18 - Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari.
Kata “jadi” dalam Yakobus 2:24 berarti kesimpulan dari sebuah perbincangan, Yakobus sedang berbicara tentang gereja yang bertumbuh, berbuah, mau mengalami kebangunan rohani, gereja yang punya perbuatan dan iman, dua komponen ini harus bersanding. Kita diselamatkan bukan hanya karena iman tapi juga perbuatan, gambarannya seperti pohon. Lukas 13:6-9, Tuhan bangga karena pohon ini bertumbuh tapi Tuhan juga geram karena pohon ini tidak ada buahnya, pohon yang tidak berbuah akan ditebang. Matius 7:20 - Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Banyak orang tahu tentang pohon dari buahnya. Sudahkah pohon hidup kita mengeluarkan buah?
Itu sebabnya Yakobus sandingkan antara iman dan perbuatan bagaikan pohon yang berbuah, perbuatan meneguhkan iman. Apa yang dimaksud dengan perbuatan? Perbuatan menunjuk apa yang diperbuat/dilakukan, menunjukkan tata hidup sehari-hari/kelakuannya. Apa yang dilakukan? Yang kelihatan/tampak (seperti menolong orang lain) dan yang tidak tampak (ayah dan ibu dari Musa punya perbuatan yang tidak kelihatan membungkus bayi Musa dengan doa, pujian dan penyerahan kepada Tuhan sehingga bisa dimaknai oleh putri Firaun).
Orang-orang yang ditulis dalam Alkitab yang memaknai lingkungannya:
1. Abraham (Kejadian 23:1-6).
Ketika Abraham berada di Kiryat-Arba (Hebron) ia adalah orang asing, orang pendatang; sewaktu Sara istrinya mati dan ia memerlukan tanah untuk menguburkan istrinya bani Het memberikan kebebasan untuk memilih dan gratis, tapi ia tidak mau tanah ‘gratisan’, ia membayar dengan 400 syikal perak. Bani Het menerima Abraham sebagai tokoh, raja agung, panutan bagi mereka, kenapa sampai orang-orang Kanaan menyebut demikian? Abraham orang beriman dan orang Kanaan banyak menikmati buah dari Abraham. Sementara bercocok tanam Abraham juga menggembalakan domba, demikian juga dengan Ishak, Ishak menabur dan menuai 100 kali lipat (Kejadian 26:12). Orang-orang Kanaan menabur tapi tidak pernah mengeluarkan buah. Ketika orang Kanaan melihat Abraham berhasil, Abraham bercerita tentang ketaatannya dan imannya. Ibrani 11:8, 17, ada dua komponen ilahi yang selalu ada dalam hidupnya. Perbuatan Abraham telah dimaknai oleh lingkungannya, ia diberkati karena buah yang dihasilkan/dikeluarkan.
2. Paulus (Kisah Para Rasul 28:1-6).
Paulus beserta dengan tahanan-tahanan dan para prajurit sedang dalam perjalanan dengan kapal menuju ke Roma, Paulus harus diadili karena suatu dakwaan. Di hari yang keempat belas kapal mereka karam dan ketika tiba di pulau Malta mereka menghangatkan badan di api unggun, Paulus memungut seberkas ranting-ranting dan meletakkannya di api itu keluarlah seekor ular beludak dan memagut tangannya. Penduduk Malta berkata orang ini pasti orang pembunuh dan mereka menyangka Paulus akan mati, tetapi setelah lama menunggu tidak terjadi apa-apa dengan Paulus dan mereka menyebutnya dewa. Kenapa Paulus sampai mendapat sebutan/predikat dewa? Paulus bukan hanya pohon imannya yang kelihatan tapi buahnya bisa memaknai lingkungan. Galatia 6:17, hidup Paulus sudah dibaharui, ketika ia terima perangai baru ia menerima melalui penderitaan selar besi yang memberi tanda bahwa ia milik Yesus.
Perbuatan dan iman harus berjalan seiring, ketika perbuatan dan iman berjalan seiring, pohon disertai dengan buah, kekristenan kita disertai perbuatan baik, Matius 5:16 - Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga; setiap hari kita membawa sajian yang dinikmati orang lain. Berita di dunia setiap hari sangat menakutkan tapi ketika orang Kristen, mereka bukan hanya pohon yang subur tapi punya buah, mereka akan memashyur Tuhan, sudah waktunya dunia memashyurkan Tuhan.
Amin.

Sunday, April 04, 2010

YESUS TELAH BANGKIT

Ringkasan Khotbah Kebaktian Paskah, 4 April 2010
Oleh Pdt. Frans Z. Assa


Lukas 24:5, 6 - Mereka sangat ketakutan dan menundukkan kepala, tetapi kedua orang itu berkata kepada mereka: "Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati? Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit. Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kamu, ketika Ia masih di Galilea.
Siapa yang dimaksud dengan kedua orang itu? Yohanes 20:12 menyebutnya sebagai dua orang malaikat, sedangkan dalam Lukas 24 kedua orang itu disebut dua pribadi yang selalu hadir saat Yesus lahir, saat Yesus dalam pelayanan, saat Yesus mati, dikubur dan bangkit, saat Yesus naik ke sorga juga muncul dua orang itu. Mereka adalah Musa dan Elia, kubur mereka tidak ada, dua orang ini diangkat hidup-hidup oleh Tuhan. Pada waktu antikris akan muncul, Tuhan tetap punya waktu agar orang Israel diselamatkan, mereka akan turun di Yerusalem dan bersaksi. Mereka bersaksi Yesus telah bangkit, artinya Yesus telah taklukkan penderitaan, menang atas penyakit, Ia telah membungkam lubang-lubang kegagalan, lubang-lubang kehancuran dan kita alami kemenangan karena kebangkitanNya. Ia hadirkan kemenangan.
Ketika Yesus mati kemudian dikubur murid-muridNya sangat panik dan ketakutan mencari tempat perlindungan, yang  1000 tahun sebelumnya Mazmur 55:5-9 gambarkan Daud panik dan takut. Realita Mazmur 55 ada dalam I Samuel 17:48-51, raja Saul suntuk dan diliputi kegentaran karena raksasa Goliat yang tingginya hampir 3 meter, selama 40 hari pagi dan sore ia menantang tentara Israel yang dipimpin raja Saul. Kemudian majulah Daud yang masih remaja menghadapi Goliat dan berkata: "Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu” (I Samuel 17:45). Batu yang dilempar oleh Daud mengenai dahi Goliat dan Goliat pun roboh. Seluruh orang Israel bertempik sorak, namun muncul kebencian Saul pada Daud dan ia membuat program untuk menghabisi Daud.
Daud sudah berbuat baik tapi ia menjadi buronan raja Saul. I Samuel 18-26, enam kali Saul berusaha membunuh Daud. I Samuel 21:1, menurut logika Daud tidak bisa lolos tapi Daud seorang yang diurapi Tuhan, Tuhan menjaga, menyimpan dia. Bagaimana ia menang sehingga ketika dalam kegentaran karena berhadapan dengan kematian ia seperti yang Mazmur 55 gambarkan. Daud lari ke Gad, ketika dia tahu orang-orang Gad tidak bersahabat dengan dia, ia pura-pura tidak waras dan raja Gad mengusirnya larilah Daud ke padang gurun, di sana ia tetap dihantui suara Saul yang akan membunuhnya dan kemudian ia lari ke gua Adulam dan di sana Tuhan memulihkan. Tuhan ingatkan kembali saat ia diurapi oleh Samuel, akhirnya ia berpikir mau lari ke mana lagi.
Daud teringat ada kota kecil dekat Yerusalem yang dihuni oleh imam-imam yaitu Nob, ia disambut imam Ahimelekh. Daud, bukan soal hilang pengharapan tapi sisa-sisa semangat habis, masa depan hancur, ia mencoba menyelamatkan diri tapi tidak menerima ketenangan. Ketika Daud meminta roti kepada Ahimelekh, ia hanya punya roti sajian yang tidak boleh diberikan kepada sembarang orang (I Samuel 21:6). Roti sajian (= Lechem Paniym - bahasa Ibrani) berarti roti peraturan Tuhan; orang yang makan roti ini sekalipun hidupnya hancur berantakan Tuhan akan atur kembali, akan dirapihkan oleh Tuhan jasmani dan rohani. Lalu makanlah Daud, Daud masih takut tapi Daud yakin Tuhan sudah atur masa depannya, lorong-lorong yang akan ia lalui. Sekali lagi Daud bertanya pada Ahimelekh apakah punya tombak atau pedang (I Samuel 21:8-9). Lalu Ahimelekh memberikan kepada Daud pedang Goliat yang dia simpan, pulanglah Daud dengan damai.
1.062 tahun kemudian Yohanes 20:19, setelah peristiwa di Nob, Daud makan roti sajian dan menerima pedang yang telah mengalahkan Goliat, buyut Daud secara jasmani yaitu Yesus, Dia melihat murid-muridNya sedang panik, mereka lari ingin mencari tempat aman, kemudian Dia berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!” (“Peace be with you”). Peace diangkat dari bahasa Latin pax artinya ditata, dirapihkan. Yesus mau tata, benahi, rapihkan. Kebangkitan Yesus adalah berita Ia mau merapihkan hidup, keluarga, masa depan kita. Setelah Tuhan rapihkan, roti sajian Yesus beri kepada murid-muridNya, Ia berikan peraturan-peraturan. Yohanes 20:21-22, Yesus tahu murid-muridNya tidak punya senjata, gampang lemah, sebelum Ia mengutus mereka ia memberikan pedang kemenangan yaitu kuasa Roh Kudus. Hari kebangkitan adalah hari Tuhan merapihkan hidup kita, komponen yang harus kita miliki adalah taat, jangan mengandalkan tombak atau pedang tapi mintalah kuasa Roh Kudus.
Amin.

Sunday, March 28, 2010

SAHABAT ALLAH

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 28 Maret 2010 – Oleh Pdt. Frans Z. Assa

Yakobus 2:23 - Dengan jalan demikian genaplah nas yang mengatakan: "Lalu percayalah Abraham kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran." Karena itu Abraham disebut: "Sahabat Allah." Dalam istilah perbankan ada nomor rekening dan nama pemilik rekening, Tuhan punya nomor rekening, nama rekening itu kebenaran; mereka yang memenuhi syarat sesuai firman Allah akan dimasukkan/dijumlahkan dalam rekening kebenaran, karena itu Abraham disebut sahabat Allah. Abraham mempunyai latar belakang penyembah berhala, tapi Allah melihat ke dalam hati, Abraham punya mutu patuh lalu Tuhan memanggil Abraham untuk keluar dari Urkasdim.
Kejadian 15:1-6 merupakan proses kenapa Abraham sampai disebut sahabat Allah. Umur 75 tahun Tuhan memanggil Abraham keluar dari Urkasdim (Kejadian 12), awalnya dia bernama Abram kemudian huruf ‘h’ (unsur Allah, simbol Yehova) dimasukkan ke dalam nama dan dirinya. Tuhan berjanji Abraham akan menjadi bangsa yang besar, memiliki keturunan yang diberkati, dan keturunannya akan menjadi berkat buat bangsa-bangsa lain. Sampai umur 90 tahun Abraham belum mempunyai anak, Abraham mulai ragu pada dirinya apakah ia bisa memiliki janji Allah itu. Tetapi datanglah firman TUHAN kepadanya, demikian: "Orang ini tidak akan menjadi ahli warismu, melainkan anak kandungmu, dialah yang akan menjadi ahli warismu." ... "Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya." Maka firman-Nya kepadanya: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu. Lalu percayalah Abram kepada TUHAN (ayat 4-6), sejak itu Abraham diperhitungkan ke dalam rekening kebenaran-- disebut benar.
Yesaya 41:8, 1.141 tahun setelah Abraham mati, Tuhan berkata melalui Yesaya, Tuhan ingat betul apa yang telah Ia katakan pada Abraham 1.141 tahun yang lalu, Abraham adalah seorang sahabat dan seorang yang paling dicinta oleh Tuhan yang kemudian 1.899 tahun sesudah Abraham mati Yakobus menulis (Yakobus 2:23) Abraham sudah dimasukkan ke dalam rekening kebenaran dan ia disebut sahabat Allah. Kita adalah keturunan Abraham secara rohani, Yohanes 15 mengatakan kalau kita menaati firman maka kita akan disebut sahabat, kekasih Tuhan. Kenapa Tuhan sampai memberi Abraham gelar sahabat dan dipercaya oleh Tuhan?
1. Kisah Para Rasul 7:1-5.
Allah mengajar Abraham dan Abraham lulus dalam ajaran itu, ketaatannya bukan soal untuk mendapat imbalan, tujuan Abraham menaati firman Tuhan karena mencintai Tuhan (ayat 5). Abraham dipanggil untuk menjadi berkat dan ia disebut sahabat Allah. Matius 25:34, kenapa sampai yang di sebelah kanan disebut keluarga/bangsa yang diberkati oleh Bapa? Karena mereka ikut Tuhan, melayani, setia karena cinta kepada Tuhan, mereka punya 5 andalan (berpotensi), semuanya diserahkan dan menjadi berkat. Berbeda dengan yang di sebelah kiri, mereka hanya tutup mata, tutup tangan dan tidak mau saling memperhatikan.
2. Kejadian 13:6-7.
Abraham mempunyai kualitas betul-betul bukan mementingkan diri sendiri tapi ia betul-betul memperhatikan orang lain, saat pegawai-pegawai Lot--keponakannya dan pegawai-pegawainya bertengkar memperebutkan padang penggembalaan, Abraham seharusnya yang berhak untuk memilih lebih dahulu tapi ia menghargai Lot yang lebih muda. Firman Tuhan menasihati supaya orang muda menghormati orang yang tua (I Petrus 5:5) dan mengendalikan diri dalam segala hal (Titus 2:6). Abraham berkata pada Lot: “Baiklah pisahkan dirimu dari padaku; jika engkau ke kiri, maka aku ke kanan, jika engkau ke kanan, maka aku ke kiri” (Kejadian 13:9). Ternyata Lot memilih yang paling baik, Abraham tidak protes. Setelah Abraham lepaskan yang paling baik untuk orang lain, Tuhan berkata, Tuhan berjanji: "Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ke timur dan barat, utara dan selatan, sebab seluruh negeri yang kaulihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu untuk selama-lamanya” (Kejadian 13:14-15).
Kalau kita menaati firman Allah karena cinta kepada Tuhan, melepaskan yang terbaik (zona nyaman) untuk sesama, Tuhan tidak tutup tangan dan tutup mata, Tuhan berkata sekalipun timur, barat, utara, dan selatan adalah fakta-fakta yang menakutkan tapi itu akan ditaklukkan oleh kebenaran, Tuhan akan ubah menjadi warisan damai sejahtera.
Amin.

Sunday, March 14, 2010

HATI YANG TAAT DAN MENGASIHI TUHAN

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 14 Maret 2010 – Oleh Pdt. Frans Z. Assa

Yakobus 2:21 - Bukankah Abraham, bapa kita, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia mempersembahkan Ishak, anaknya, di atas mezbah?
Latar belakang hidup Abraham adalah nenek moyangnya penyembah berhala. Abraham disebut orang yang benar dan dibenarkan oleh iman dan perbuatannya. Yosua 24:2-3. Kenapa Abraham sampai dipilih menjadi bapa dari segala orang percaya? Tuhan melihat ke dalam hati setiap orang, kita bukan ditimbang karena kaya atau miskin tapi Tuhan menimbang hati. Bagaimana mutu hati Abraham?
Ibrani 11:8 - Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui. Karena iman Abraham taat, kualitas yang ada di dalam hati Abraham, Tuhan melihat dari kehidupan sehari-hari Abraham bertumbuh sebagai seorang anggota masyarakat yang punya ketaatan, sangat menghargai norma-norma/hukum apapun juga. Abraham punya ketaatan saat ia dipanggil untuk keluar dari negeri dan keluarganya. Ketika ia keluar dari Urkasdim Abraham berumur 75 tahun, ia seorang yang sudah mapan, kaum ningrat, ke mana saja ia pergi ia mendapatkan prioritas, orang-orang sangat menghargai dia karena dia taat pada hukum umum (hukum manusia). Tuhan melihat dalam hukum manusia saja ia taat apalagi untuk hukum sorga, lalu Abraham tinggalkan negeri dan kaum keluarganya dan pergi ke negeri yang tidak diketahuinya sebelumnya.
Waktu Abraham berada di zona nyaman Tuhan panggil dia untuk berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui. Sering kali ketika kita mendengar firman Allah, firman Allah menuntut untuk patuh tapi dalam kepatuhan kita menuntut imbalan. Ibrani 11:9, waktu Abraham tiba di tanah itu pun ia dianggap pendatang, orang asing, tidak ada penghargaan. Seorang yang taat dan mengasihi pada Tuhan tidak berharap akan mendapatkan apa-apa, tidak menuntut pada Tuhan, ia patuh karena ia mengasihi Tuhan.
Tuhan melihat Abraham punya kualitas patuh, kepatuhannya nyata sekali. Ibrani 11:17, karena iman ia taat dan mengasihi--seperti dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan nominal dan hukum yang menguatkan nominalnya; banyak orang menuntut pengakuan patuh tapi tidak mengasihi dan sebaliknya. Kalau kita mau dibenarkan Tuhan, kepatuhan bukan temporer tapi patuh selalu beriringan dengan kasih (cinta), banyak orang berjalan patuh tapi temporer. Karena Abraham taat dan mengasihi Tuhan waktu berumur 125 tahun, Ishak anak satu-satunya ia persembahkan pada Tuhan, Tuhan ingin tahu mutu kasihnya. Ishak berumur 25 tahun --umur produktif-- bagaimana kalau Abraham tidak mempunyai kasih?
Ketika Abraham mempunyai kepatuhan yang berjalan seiring dengan kasih, Tuhan sangat menghargai dan menghormati, kalau kita punya taat dan cinta kita pasti dihargai oleh Tuhan. Tuhan abaikan simfoni sorga, Tuhan mau mendengarkan kita karena kita patuh dan mengasihi Tuhan. Bagaimana Tuhan mau mendengar karena orang itu patuh dan mengasihi Tuhan? Hakim-hakim 6:1-6. Orang Israel menjadi sangat melarat dan menderita 7 tahun karena mereka dipermainkan oleh bangsa Midian yang jumlahnya sangat banyak tidak imbang dengan kekuatan mereka. Saat mereka menderita Tuhan menyuruh Gideon untuk mengumpulkan tentara, pertama kali berkumpullah 32.000 orang, melewati tahap seleksi tinggal 10.000 orang, dari 10.000 orang yang punya kualitas taat pada firman Allah dan mengasihi Tuhan yang berfirman hanya 300 orang. 300 orang yang taat dan mengasihi masih dites untuk berhadapan dengan puluhan ribu tentara Midian, orang Israel hanya bersenjatakan kendi, obor dan terompet. Kalau kita mendapatkan perintah ini kita mau taat atau tidak?
Tuhan sangat menghargai ketika kita taat dan cinta pada Tuhan, dengan senjata itu puluhan ribu orang Midian dikalahkan. Ketika kita menyatakan mau taat dan mengasihi Tuhan, Tuhan berkata dalam Ibrani 11:16 - ...Sebab itu Allah tidak malu disebut Allah mereka,... Gideon sangat dipermalukan ketika menyiapkan 300 kendi, obor dan terompet sebagai senjata, dan pengolok-olok ribuan orang tapi ketika kita taat kepada Roh Allah dan mau mengasihi apapun kata orang, Tuhan datang dan tampil berkata Aku tidak malu mengakui bahwa engkau anakKu, dombaKu, sebutlah Aku Bapa, Abba, dan Aku akan menolongmu. Maukah kita taat, seiring dengan taat mau cinta Yesus?
Amin.

Sunday, March 07, 2010

JANGAN MENJADI MANUSIA YANG BEBAL !

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 7 Maret 2010
Oleh Pdt. Frans Z. Assa


Yakobus 2:20 - Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang, bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong? (Hendaklah engkau mengetahui, hai orang yang sia-sia, bahwa iman dengan tiada perbuatan itu kosong! - Terjemahan Lama)
Yakobus didorong oleh Roh Allah untuk berbicara tentang orang yang tahu firman, tahu menyembah Tuhan tapi bodoh di hadapan Allah sehingga disematkan predikat bebal (= bodoh, totol, sia-sia). Mengetahui = belajar, mengerti, bercermin pada firman Allah untuk mengoreksi. Iman yang mati = agamawan, rohaniwan, orang percaya tapi penuh dengan virus penyakit. Ketika Yakobus berbicara tentang hal ini berangkat dari Ibrani 11:1-40, di sana terdapat parade iman yang melibatkan tokoh-tokoh Alkitab yang hidup dalam rentang waktu 4.000 tahun dari sejak awal zaman (dari Habel mengalami mati syahid) sampai nabi Maleakhi yang diancam akan dibunuh karena ia membawa suara Tuhan (kitab Maleakhi digambarkan seperti bapa memperhatikan anak-anaknya tapi anak-anaknya tidak tahu mengucap syukur).
Kenapa sampai Yokobus menggunakan kata-kata ada orang-orang yang menyebut dirinya beriman tapi sebenarnya mereka bebal/bodoh?
Metoda/cara Yesus menyampaikan firman Allah supaya orang percaya bisa mengerti pengajaran Tuhan, tidak bebal/bodoh melalui perumpamaan. Matius 13:13 - Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti. Tuhan mau supaya kita mengerti pengajaran-pengajaran dan untuk menunjukkan kualitas orang percaya Tuhan sampaikan melalui perumpamaan. Matius 13:47-51, waktu Yesus menggunakan perumpamaan akhirnya Yesus mengakhiri dengan pertanyaan: “Mengertikah kamu semuanya itu?” Kerajaan Sorga seumpama pukat yang mengumpulkan bermacam-macam ikan, ada ikan yang baik dan yang tidak baik.
Ketika Yesus mengajar tentang dua jenis pertumbuhan rohani yaitu gandum dan lalang, Yesus mengajar di antara cendekiawan dan para petani (Matius 13:24-26), sewaktu benih ditabur di ladang, benih yang ditabur adalah gandum tetapi waktu tidur Iblis datang menabur benih lalang. Di dalam satu kelompok orang percaya suka atau tidak suka ada gandum dan lalang. Gandum waktu dituai akan dibawa ke gudang, gandum-gandum ini mempunyai kesaksian yang baik karena gandum punya iman, iman mengerjakan kesaksian yang baik; sedangkan lalang mempunyai karakter akar imperata cylindrica (kelenjarnya mengandung racun, merusak, meracuni tanaman di sekitarnya).
Ketika Yesus mau menerangkan soal anugerah Allah (belas kasihan, waktu yang Tuhan beri kepada manusia), Yesus memberi perumpamaan kepada rohaniwan, agamawan dalam Lukas 13:6-7. Ada kebun anggur tapi di dalamnya ada pohon ara, hal ini bertentangan dengan peraturan Taurat (Imamat 19:19) tidak boleh ada dua jenis tanaman di satu ladang. Pada waktu Yesus datang pohon ara ini berdaun lebat tapi tidak berbuah, tidak menghargai anugerah Allah. Yohanes 8:43, Yesus sudah mengajar dengan perumpamaan tetapi mereka belum mengerti juga.
Siapa mereka yang Yakobus katakan orang Kristen tapi bebal?
Nehemia 9:21, kira-kira 1.046 tahun sejak orang Israel keluar dari Mesir, ketika Yesua (keturunan Lewi) membacakan kitab Taurat, mereka berdoa memohon pengampunan dan ia mengingatkan sepanjang perjalanan 40 tahun di padang belantara nenek moyang mereka dipelihara oleh Tuhan, namun sekali pun 40 tahun Tuhan tampil melayani kebutuhan mereka tapi mereka disebut bebal. Siapa yang disebut bebal? Ulangan 2:14, sebanyak 603.550 orang prajurit binasa karena Tuhan sendiri turun melawan mereka karena orang-orang ini bebal (bersungut-sungut, tidak mau taat kepada aturan firman Tuhan).
Nahkoda akan mendapat penghargaan kalau berada di laut lepas dengan gelombang dan badai karena ketika badai mengguncang, Tuhan sedang mendidik kita supaya kita tegar. Doa bukan saat kita memaksa Tuhan menyetujui semua keinginan kita tapi doa adalah saat kita menangkap isi hati Tuhan dan menyetujui rencanaNya. Iman tanpa perbuatan = bertahun-tahun mengikut Tuhan tapi tidak pernah lahir baru (hati penuh dengan kebusukan). Ketika di dalam gereja ada orang-orang bebal --menamakan orang beriman tapi tidak ada bukti iman, tidak lahir baru-- Tuhan meratap, menangis (Yeremia 8:18-22 - Tidak tersembuhkan kedukaan yang menimpa diriku, hatiku sakit pedih.... Tidak adakah balsam di Gilead? Tidak adakah tabib di sana? Mengapakah belum datang juga kesembuhan luka puteri bangsaku). Gilead = bukit kesaksian, kita adalah Gilead, maukah kita menjadi balsam untuk membebat luka hati Tuhan?
Amin.

Sunday, February 28, 2010

IMAN AKAN MENGERJAKAN KESAKSIAN YANG BAIK

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 28 Februari 2010 – Oleh Pdt. Frans Z. Assa

Yakobus 2:19 - Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setan pun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar.
Roh Allah mendorong Yakobus untuk membetulkan, memurnikan, memperbaiki pemahaman orang percaya tentang iman karena sering kali melalui pengalaman sehari-hari orang percaya keliru memahami tentang iman. Iman yang bagaimana? ...setan-setan pun juga percaya... percaya = phrissō - bahasa Yunani (percaya yang gemetar, mengakui tapi tidak berselang lama dia melawan, menolak, menyanggah).
Perbandingan antara daya cipta dengan iman. Otoritas yang Allah pernah beri kepada manusia sehingga manusia punya daya cipta dengan kuasa karena iman atas firman Allah, kalau kita tidak memahami kita akan berkata sama saja, untuk apa kita punya iman. Allah memberi kuasa/ kemampuan kepada manusia sehingga manusia punya daya cipta. Mazmur 8:5-7, mengindahkan = mengunjungi. Manusia diciptakan berbeda sedikit dengan Allah (a little lower than God), hampir sama seperti Allah. Manusia yang selalu dikunjungi oleh Tuhan diberi kuasa untuk mengolah apa yang telah diciptakan. Kenapa Tuhan membuat kita hampir sama seperti Allah? Kejadian 1:26, kita adalah duplikat Allah supaya kita berkuasa terhadap seluruh bumi dan ciptaanNya sehingga kita bisa mengatur.
Ketika manusia mempunyai daya cipta, manusia melihat ikan kemudian mereka mengolah daya cipta menciptakan kapal, melihat capung manusia ingin terbang dan kemudian menciptakan helikopter; kalau manusia bisa menciptakan sesuatu itu bukan iman. Penemuan-penemuan yang beragam --telephone, mobil, pesawat terbang, dll-- ini bukan iman tapi daya cipta, jangan sampai kemudian kita samakan daya cipta dengan iman.
Daya cipta Tuhan beri pada Nuh, karena iman Nuh menaati untuk membuat bahtera. Dari mana datangnya iman? Roma 10:17, jangan mengabaikan mendengar firman Allah, jangan meremehkan firman Allah karena firman Allah melahirkan iman. Ibrani 11:1-40, ada barisan orang percaya yang disebutkan iman telah tampil serta menghadirkan mujizat sesuai dengan kebutuhan orang ini ketika orang ini diperhadapkan dengan sesuatu yang sulit. Ada 19 ayat yang berbicara tentang karena iman tokoh-tokoh iman memberi kesaksian yang baik karena iman yang ada dalam mereka (Ibrani 11:2). Antara lain: Ibrani 11:33-34, Daniel 6:20-24 karena Daniel punya iman bukan daya cipta, iman telah menutup mulut-mulut singa; Daniel 3:20-26 Sadrakh, Mesakh dan Abednego punya iman saat dibuang ke dapur api, iman telah melunturkan api sehingga nyala api tidak bisa menjilat mereka.
Kapan kesaksian yang baik keluar dari hidup kita karena kita punya iman? Apa yang iman ceritakan? Kita punya kesaksian yang baik karena kita punya iman, bukan karena kita terampil/punya daya cipta. Kapan seseorang punya iman? Tuhan sering kali punya zona di mana iman tampil berkata-kata. Mazmur 107:23-30, iman yang sedang berlayar di cuaca cerah sama sekali bukan iman, Tuhan sudah menyiapkan bumi untuk kita, Tuhan ingin membawa iman kita berada pada satu titik tertinggi. Kapan? Ketika kita berhadapan dengan krisis-krisis, tekanan bahkan airmata. Ketika orang-orang ini mengarungi lautan, satu ketika Tuhan siapkan areal ada gelombang yang tinggi sehingga kalau orang ini punya ketrampilan, daya cipta akan nol di situ, segala daya cipta tidak berarti apa-apa. Tapi ketika orang percaya berseru kepada Tuhan di gelombang yang tinggi, dalam kesesakan, ancaman, dikeluarkan mereka dari kecemasan. Badai Tuhan buat diam saat iman berseru, iman akan mengerjakan kesaksian. Ketika mereka berseru kepada Tuhan saat itulah iman keluar dan mujizat terjadi.
Yakobus 2:19, jangan memiliki percaya seperti yang dimiliki setan, tidak mau punya iman untuk dibawa ke tempat yang tinggi, goncangan. Justru saat kita digoncangkan Tuhan ingin membawa kita ke titik tertinggi, Tuhan ingin kesaksian iman keluar dari hidup kita. Kita digambarkan seperti korban di atas mezbah, ketika api semakin besar akan keluar bau harum yang menyenangkan Tuhan. Miliki iman bersaksi ketika badai berkata terima kasih Tuhan saat dalam goncangan iman bersaksi dan kita akan mengalami mujizat.
Amin.

Sunday, February 21, 2010

ANUGERAH MENGUBAH YANG FANA MENJADI MULIA

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 21 Februari 2010 – Oleh Pdt. Frans Z. Assa

Yakobus 2:18 - Tetapi mungkin ada orang berkata: "Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan", aku akan menjawab dia: "Tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku."
Yakobus sedang memperlihatkan tiga pribadi yang sedang berdialog dalam ayat ini, ketiganya sama-sama orang Kristen; orang pertama mempunyai iman yang luar biasa; orang kedua berkata perbuatan (wujud nyata iman) lebih penting dari iman; orang ketiga berkata aku akan menunjukkan bukan hanya punya iman tapi juga perbuatan (seperti dua sisi mata uang). Ada dua kelompok orang Kristen yaitu kelompok yang mempunyai kualitas rumput, jerami, kayu dan kelompok yang mempunyai kualitas logam mulia (yang mengijinkan firman Allah waktu firman membujuk dia bukan sekedar punya iman pistis tapi pistos–percaya dan setuju). Dua kelompok ini Yesus ilustrasikan dalam:
1. Matius 7:26-27.
Orang pertama dan kedua mereka mempunyai nilai terpuji, senang mendengar firman Allah hanya sebatas suka mendengar tetapi ketika mereka membangun rumah asal-asalan saja menurut maunya sendiri; Paulus menyebutkan dalam I Korintus 3 mereka adalah orang Kristen yang mempunyai kualitas rumput, jerami, kayu, orang-orang dengan sebutan orang Kristen tapi mutunya bagaikan tanaman subur tapi tidak berbuah, kerdil, tidak bertumbuh menurut keinginan Tuhan.
2. Matius 7:24-25.
Orang Kristen yang mempunyai iman dan perbuatan, berkualitas logam mulia, suka mendengar firman Allah dan ketika Roh Allah membujuk dia, dia taat dan mengambil keputusan mau melakukan apa yang Tuhan dorong untuk dia lakukan.
Kejadian 6:22 - Lalu Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya. Ketika Tuhan akan menghukum dunia dan Tuhan memerintahkan Nuh untuk membuat bahtera, tidak masuk akal tapi Nuh melakukannya. Keluaran 40:16 - Dan Musa melakukan semuanya itu tepat seperti yang diperintahkan TUHAN kepadanya, demikianlah dilakukannya. Waktu Musa diperintahkan Tuhan untuk membuat Tabernakel dan perabotan-perabotannya --terbuat dari tembaga, perak, dan emas yang beratnya ratusan kilogram-- Musa pun melakukannya.
Bagaimana hasil akhir dari dua model orang Kristen tadi?
1. Matius 7:27, mempunyai perbuatan tapi berjalan menurut keinginan sendiri, tidak disiplin digambarkan rumah yang bagus tapi sayang rubuh dan hebat kerusakannya pada waktu hujan, banjir dan angin datang yang Yakobus samakan dalam Yakobus 1:9-10 apapun yang sudah dicapai tapi karena mutunya tidak sesuai firman Allah, sisi fisikal diberkati tapi hasil akhir akan lenyap seperti bunga rumput. Wahyu 16:20, ada orang-orang yang bisa membangun pulau keberhasilan, pulau sukses, gunung-gunung pengaruh tapi akhirnya lenyap semua.
2. Matius 7:25, kelompok ini diuji dengan hujan, banjir, dan angin yang sama rumahnya tetap kokoh berdiri, mereka mempunyai mutu seperti Nuh dan Musa mau melakukan firman Allah.
Tuhan memberi nilai untuk orang yang mau melakukan firman Allah - I Korintus 15:58 - ...semua yang kalian kerjakan untuk Tuhan, tidak akan percuma (TBIS). Yesus memberi nilai lebih hebat lagi dalam Matius 25:21, setia = pistos (dipercaya), kita menjadi orang yang dipercaya oleh Tuhan.
Tuhan masih tetap punya rancangan untuk mereka yang mempunyai kualitas rumput, jerami dan kayu, Tuhan tetap menyediakan jalan untuk mereka. Efesus 2:8 - Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah. Tuhan punya paket anugerah, Tuhan berikan kesempatan kepada mereka untuk berubah (I Korintus 15:54). Oleh anugerah mereka yang berada dalam kualitas kayu, rumput, jerami diberi kesempatan untuk berubah menjadi tidak binasa, anugerah yang Tuhan siapkan menggunakan sarana api (Zakharia 13:9). Oleh anugerah orang-orang ini tetap diberi kesempatan dan sarana api yang Tuhan siapkan untuk membakar, menguji, memurnikan. Ketika orang ini bersedia dimurnikan dengan api, anugerah Tuhan mengubah orang ini menjadi mempunyai mutu seperti Yesus dari duniawi menjadi surgawi. Tuhan mungkin menggunakan gergaji, godam tapi ia bersedia dan berkata Tuhan bentuk aku sesuai kehendakMu menjadi sama dengan kualitas Yesus.
Amin.

Sunday, February 14, 2010

IMAN HARUS BERTUMBUH

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 14 Februari 2010
Oleh Pdt. Frans Z. Assa


Yakobus 2:17 - Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati. Ayat ini diawali dengan demikian juga halnya dengan iman berarti ayat ini punya hubungan dengan ayat 15-16, Tuhan menyapa manusia dengan bermacam-macam cara, Ayub menulis Tuhan menjumpai manusia dengan satu dua cara melalui ciptaanNya tapi manusia tidak memperhatikannya. Allah menyampaikan firman Allah, di mana firman Allah pergi, firman Allah membawa kekuatan demikian juga dengan iman, iman muncul tapi iman tidak dihiraukan manusia.
Apa yang dimaksud dengan iman tanpa disertai perbuatan? Disamakan halnya dengan sapaan Tuhan kepada manusia tapi manusia tidak menghiraukannya. Tidak disertai perbuatan = iman yang tidak mempunyai pertumbuhan seperti pohon yang tidak mengeluarkan buah. Ia menamakan diri orang beriman tapi tidak ada buah. Tuhan sedih, kenapa Tuhan begitu sedih? Markus 4:26-29, dalam pasal 4 diawali ayat 1-20, Yesus memberi perumpamaan tentang penabur, ada empat kualitas/karakter/jenis tanah yaitu: tanah di tepi jalan; tanah penuh batu-batu, tanah penuh duri; dan tanah subur; dari keempat jenis ini hanya satu yang mengeluarkan buah dan baru kemudian Yesus menyambung dengan perumpamaan tentang benih (misteri benih) – ayat 28. Bumi Tuhan siapkan dan Tuhan beri kesempatan agar benih bisa berkembang sesuai karakter/tabiat masing-masing. Ayat 27, ketika benih bertumbuh, kejadiannya tidak diketahui oleh orang. Bagaimana benih itu bertumbuh kita sama sekali tidak tahu, tidak bisa mengerti. Bertumbuhlah semaksimalnya dan Tuhan beri kesempatan sampai bumi ditutupi kemuliaan Allah. Tuhan rindu mempunyai satu tempat sehingga melalui tempat ini Tuhan tuangkan perhatian, kasih, semua belas kasihanNya pada manusia.
Kejadian 2:8, setelah Tuhan menciptakan jagad raya maka Tuhan tetapkan bumi supaya bumi ada benih kemudian benih bertumbuh untuk memenuhi bumi. Tuhan tetapkan di pusat bumi, Tuhan membuat taman Eden, Tuhan siapkan untuk berkomunikasi dengan manusia sehingga Tuhan bebas untuk turun menyatakan kasihNya sehingga manusia bisa bebas menikmati kemuliaanNya. Paulus terangkan dalam II Korintus 6:16, ketika Tuhan sudah membuat taman Eden, Tuhan menempatkan manusia di sana dan Tuhan berkata: Aku akan diam bersama-sama manusia; Aku akan hidup (= semua yang Aku miliki Aku akan perlihatkan kepada manusia) bersama manusia; mereka yang ada di taman ini akan menjadi umatKu, bangsaKu.
Yesaya memberi penjelasan tentang tempat itu dalam Yesaya 51:3 - Sebab TUHAN menghibur Sion, menghibur segala reruntuhannya; Ia membuat padang gurunnya seperti taman Eden dan padang belantaranya seperti taman TUHAN. Di situ terdapat kegirangan dan sukacita, nyanyian syukur dan lagu yang nyaring. Di mana tempat itu sekarang? Taman Eden sudah hilang, kalau Yesaya mengatakan sekarang ini masih ada tempat seperti dalam Yesaya 51:3, di mana tempat itu sekarang? Tempat ini namanya Sion, Tuhan menghibur Sion (= orang percaya). Di mana wadah tempat orang percaya? Gereja yaitu kita – bukan gedungnya tapi perhimpunan orang percaya, reruntuhan = di dalam gereja berisi pribadi-pribadi yang ayat ini gambarkan seperti kota yang telah runtuh–karena penyakit, studi, karir, gagal dalam banyak hal, tetapi di tempat reruntuhan itu Tuhan turun kemudian Tuhan bergerak untuk memulihkan sehingga reruntuhan ini menjadi taman Eden. Tuhan akan turun untuk menghibur reruntuhannya dan membuat menjadi taman Eden/taman Tuhan. Tuhan akan memulihkan, membangkitkan kembali sehingga mereka menjadi taman Tuhan.
Kapan puing-puing ini bisa kembali menjadi taman Tuhan? Kejadian 1:12. Allah melihat semuanya itu baik, apa dan kapan semua Tuhan lihat sehingga Tuhan memberi pujian semua itu baik? Ketika tanah, Sion, gereja yang berisi orang-orang yang gagal dalam banyak hal, mereka bagaikan benih mulai bertumbuh, ketika benih-benih mulai bertumbuh, mengeluarkan tunas, pertumbuhan mereka akan menghasilkan kemuliaan Allah. Kita punya benih firman Allah, iman harus bertumbuh menurut karakter masing-masing, kapasitas yang berbeda satu dengan yang lain maka kita akan menjadi taman Tuhan. Tidak ada satu reruntuhan yang tidak akan menjadi taman Tuhan kalau iman kita mau bertumbuh di dalam Tuhan menurut potensi masing-masing.
Amin.