Wednesday, July 23, 2008

BENTUK EJEKAN DARI PENGEJEK YANG AKAN MUNCUL

Ringkasan Khotbah Kebaktian Minggu Pagi, 29 Juni 2008
Oleh : Pdt. Frans Z. Assa

II Petrus 3 : 4 - Kata mereka: ”Di manakah janji tentang kedatanganNya itu ? Sebab sejak bapa-bapa leluhur kita meninggal, segala sesuatu tetap seperti semula, pada waktu dunia diciptakan.”
Bentuk ejekan dari pengejek-pengejek ini mereka mengangkat bukan hanya soal firman Allah tapi juga mengangkat fakta alam dan sejarah. Karena itu Paulus memberi nasihat dalam surat Efesus 6 : 10-11 -- Akhirnya, hendak- lah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasaNya. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; Kuat = tabah, tekun; seorang pekerja akan berhasil kalau ia tabah, boleh saja ia gagal tapi ia harus tetap menekuni pekerjaannya. Kegagalan bukan berarti masa depan hilang sama sekali, kegagalan adalah berkat yang tertunda dan ditunda untuk menyiapkan kita apakah kita siap atau tidak untuk menerimanya. Tekun dan tetap di dalam Tuhan, jangan coba di luar Tuhan, imani dan pegang firman Allah supaya kita dapat bertahan melawan semua tipu licik Iblis yang datang yang kadang-kadang halus, mengangkat fakta, berpikir bahwa itu logis karena sifatnya pengulangan tapi pukulan akhirnya mematikan.
Salomo katakan dalam Pengkhotbah 1 : 8 - 9, mata tidak pernah kenyang untuk melihat dan telinga tidak pernah puas untuk mendengar, namun segala sesuatu menjemukan. Jadi ini perputaran, ingat Iblis begitu licik. Ia gunakan gerak/fakta yang terjadi sejak zaman purba sampai sekarang ini, ia putar-putar dan manusia mengambil kesimpulan apa yang pernah ada akan ada lagi. Ketika manusia mengambil kesimpulan ini muncullah sikap mengejek.
Itu sebabnya Lot pernah memberikan nasihat kepada calon menantunya (Kejadian 19 : 14), ia memberitakan kabar dari Tuhan bahwa Tuhan akan segera menghukum kota Sodom dan Gomora tapi mereka menganggap itu hanya lelucon rohani (...tetapi ia dipandang sebagai orang yang bergurau TBS). Di zaman itu Sodom dan Gomora merupakan titik pusat dari budaya maju tapi seiring dengan pembangunan dan perkembangannya akhlak mereka pun merosot.
Di akhir zaman akan muncul pengejek-pengejek yang sama yang pernah terjadi seperti di zaman Yeremia. Mendekati bangsa ini akan ditawan ke Babel, Yeremia dipaksa oleh Tuhan untuk memberitahu bahwa mereka harus bertobat karena akan ditimpa malapetaka yang besar, dengan resiko yang besar Yeremia tidak jemu memberitahu bahkan beberapa kali ia ditangkap, ditahan dan dikurung. Mereka tidak bertobat malahan mereka meletakkan berhala-berhala di Bait Allah, mereka membawa berhala Baal, Molokh dan melakukan penyembahan kepada ratu langit, sekeliling kota Yerusalem dibangun mezbah untuk berhala, bahkan menurut kepercayaan kepada Baal untuk menerima perlindungan dari Tuhan, anak harus dikorbankan seiring dengan itu harus ada percabulan dan ironisnya pelayanan tetap dilakukan. Akhlak, moral merosot begitu tajam. Yeremia 25 : 8 - 11, dalam keadaan semacam ini Tuhan memaksa Yeremia harus menyampaikan dengan tegas bahwa bangsa ini harus bertobat, membuang berhala dan jangan bercabang hati, tapi bangsa ini masih tetap saja mengejek firman Allah dengan pola, sikap mereka dan tetap bercabang hati. Selama 23 tahun Yeremia memberitahukan ini, tetapi di tahun-tahun itu penguasa Babel justru berlaku baik kepada Yerusalem dan pimpinan di sebelah Timur memberi kesejahteraan di Kanaan sehingga mereka berkata tidak mungkin akan terjadi malapetaka, mereka dikuasai oleh roh pengejek.
Yeremia 5 : 11, inilah respon dari orang-orang Israel maupun suku Yehuda, mereka tidak bertobat tapi malah berkeras hati, makin punya pola mengejek, berlaku tidak taat dan tidak setia. Yeremia 5 : 12, semua peristiwa yang terjadi (kelaparan, perang) mereka anggap biasa, mereka menolak dan memungkiri firman Allah, peristiwa misteri yang Tuhan lakukan mereka anggap itu terjadi karena hukum alam. Sama seperti sekarang kalau firman Allah diberitakan, mereka malah menolak dan mengejek, mereka berkata semua itu biasa dan yang sudah terjadi akan terjadi lagi, akan berulang.
Roh pengejek akan bekerja luar biasa di akhir zaman tapi Matius 24 : 35 berkata firman Allah pasti akan digenapi, semua yang disampaikan Tuhan melalui alat-alatnya pasti akan terjadi. Ketika bencana terdahsyat terjadi, bintang berguguran, pulau meledak dan berpindah sehingga peta bumi lenyap, Yohanes memberi kepastian bagi orang percaya dalam Wahyu 6 : 6 - ...Tetapi janganlah rusakkan minyak dan anggur itu. Untuk menggenapi firman Allah tidaklah sulit bagi Tuhan, namun pada saat semua itu terjadi Ia akan memelihara orang percaya. Bencana akan makin menghebat tapi mereka yang menjadi minyak (menjadi pelita, saksi, melayani Tuhan, memegang firman dan melakukannya) dan anggur (anggur akan diproses menjadi air anggur yang siap disantap; bersedia diproses dalam kepatuhan dan tetap taat pada firman Allah) mereka akan dipelihara oleh Tuhan.
Amin

Sunday, June 29, 2008

WASPADA TERHADAP ROH PENGEJEK

Ringkasan Khotbah Kebaktian Minggu Pagi, 22 Juni 2008
Oleh : Pdt. Frans Z. Assa

II Petrus 3 : 3 - Yang terutama yang harus kamu ketahui ialah, bahwa pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya, yaitu orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya.
Yang terutama berarti ini penting bahwa kita harus harus waspada, punya sikap/warna menghadapi kondisi itu di hari-hari zaman akhir akan muncul pengejek-pengejek (bukan sekadar hanya orang yang belum terima Yesus tapi diri kita sendiri) dengan berbagai macam ejekannya.
Banyak yang Alkitab bicarakan tentang zaman akhir dari masa dispensasi, masa yang diberikan pada manusia salah satunya dalam Wahyu 6 : 12 - 17, ketika meterai keenam dibuka akan terjadi bencana (gempa bumi yang dahsyat, bintang berguguran dan akan terjadi ledakan di muka bumi, gunung bergeser, pulau berpindah dari tempatnya). Karena begitu berat penderitaan seluruh lapisan masyarakat berteriak: ”Gunung runtuhlah menimpa kami.”
Petrus berkata apa yang Tuhan janjikan itu akan terjadi, Tuhan tidak akan mengulur-ulur waktu. Jangan kena roh pengejek, kita harus percaya karena sebelum meterai keenam dibuka gereja yang penuh dengan firman dan Roh Kudus akan disingkirkan ke padang belantara, itu sebabnya setialah, penuh firman dan Roh Kudus. Gereja yang disingkirkan masih ada di bumi tapi Tuhan akan pelihara dari sengsara yang tidak terkatakan itu.
Wahyu 16 : 8 - 9, bersamaan dengan itu akan di-curahkan cawan murka Allah ke atas bumi, panasnya matahari akan menjadi sepanas air mendidih sehingga lemak dalam tubuh meleleh dan rawan terbakar, manusia akan hangus oleh terik matahari. Tapi puji Tuhan, orang percaya dirawat dan dipelihara oleh Tuhan.
Beberapa peristiwa dahsyat yang terjadi sebelum berakhirnya masa dispensasi:
1. Matius 24 : 37 - 39.
Manusia sibuk dengan makan-minum, kawin dan mengawinkan, selama 120 tahun Nuh memberitahu bahwaTuhan akan menghukum dunia ini karena dosa manusia telah sampai di hadapan Allah tapi mereka sibuk sampai Nuh masuk ke dalam bahtera.
Kejadian 5 : 25 - 32, ditulis urutan keluarga sebelum Nuh. Nuh memperanakkan Sem, Ham dan Yafet pada waktu berumur 500 tahun. Kejadian 6 : 3 ; 7 : 6, ketika air bah datang/Nuh masuk dalam bahtera ia berumur 600 tahun, jadi ia mulai menginjil dan membangun bahtera pada waktu ia masih sendiri (umur 480 tahun). Kalau dihitung sampai umur Nuh menjelang masuk bahtera, Metusalah (nenek/kakek Nuh) dan Lamekh (ayah Nuh) meninggal, kenapa Alkitab tidak mencatat mereka menjadi satu komunitas dengan Nuh? Karena mereka tidak mau percaya, mereka punya roh pengejek (tidak percaya pada apa yang Nuh terima dari Tuhan dan yang ia sampaikan pada bangsa itu). Mereka sempat melihat bahtera hampir selesai dan menjelang masuk bahtera tapi mereka menolak keselamatan dari Tuhan, mereka sibuk dengan makan-minum dan kawin mengawinkan.
Silakan membangun semua karena Tuhan beri potensi pada kita tapi sementara sibuk jangan abaikan firman Allah.
2. Lukas 17 : 28.
Demikian juga dengan zaman Lot sebelum api membakar kota Sodom dan Gomora (Kejadian 18 : 22 - 23) enam kali Abraham memberanikan diri tampil menjadi pendoa syafaat di hadapan Tuhan sementara penduduk kota Sodom dan Gomora sibuk dengan makan-minum, berbisnis, membangun masa depan. Sementara kita sibuk dengan hal-hal itu tapi jangan abaikan kebenaran firman Allah.
Kembali ke II Petrus 3 : 3, menjelang hari-hari zaman akhir banyak peristiwa mulai terjadi maka akan tampil pengejek-pengejek (bukan hanya berbicara kepada mereka yang tidak percaya Yesus Kristus tapi mereka yang mengaku percaya namun ada roh pengejek). Dalam bentuk yang bagaimana mereka disebut pengejek? Bilangan 13 : 31 - 33; Keluaran 3 : 7 - 8, Tuhan ber-janji Allah sudah menyediakan negeri yang besar, baik dan luas, kelimpahan Tuhan ada di sana. Ulangan 1 : 21, Tuhan berkata pada bangsa ini maju saja dan tidak usah takut karena Ia tidak pernah ingkar janji dan kelimpahan Allah di sana untuk bangsa itu tapi kesepuluh pengintai berkata tidak mungkin untuk masuk ke negeri itu.
Matius 7 : 24 - 27. Yesus memberi kepastian dua kelompok ini sama-sama mendengar, mendapat porsi anugerah yang sama, bedanya kelompok pertama setuju atau tidak setuju, diejek oleh diri sendiri atau teman, ia tetap punya komitmen saya mau lakukan firman Allah. Sedangkan kelompok kedua mereka tidak mau melakukan firman Allah dan menjadi pengejek.
Apapun yang kita tahu dari firman Allah lakukanlah. Ketika kita mendengar janji Allah tapi masuk roh pengejek/penentang lawan dalam nama Yesus. Jadilah pelaku firman jangan ada roh pengejek.
Amin

TUHAN TIDAK MENUNDA JANJINYA

Ringkasan Khotbah Kebaktian Minggu Pagi, 15 Juni 2008
Oleh : Pdt. Frans Z. Assa

II Petrus 3 : 1 - 16, LAI memberikan tema Hari Tuhan, hari kedatangan Yesus kali yang kedua. Sebelumnya ada akan datang satu masa yaitu munculnya antrikris. Terjemahan bahasa Inggris ayat 1 - 9 diberikan tema Janji yang tidak terlambat/kendor; janji Tuhan yang tidak pernah diulur-ulur. Ketika Tuhan berjanji Tuhan tidak pernah memperlambat. Memang dalam ayat 1-9 banyak terdapat peristiwa yang dahsyat akan terjadi, tidak hanya terjadi di dunia luar tapi terutama di dalam gereja (jemaat Tuhan), dalam ayat 3 misalnya kita harus waspada, akan muncul pengejek-pengejek dan ini tidak akan ditunda-tunda. Harihari ini pengejek-pengejek itu sudah muncul dan ada di dalam gereja/ruang latihan Tuhan.
II Petrus 3 : 1 - 2 -- ...Di dalam kedua surat itu aku berusaha menghidupkan pengertian-pengertian yang murni oleh peringatan-peringatan, supaya kamu mengingat akan perkataan yang dahulu telah diucapkan oleh nabi-nabi kudus dan mengingat akan perintah Tuhan dan Juruselamat yang telah disampaikan oleh rasul-rasulmu kepadamu.
Sebelum Petrus memulai dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi menjelang hari Tuhan, Petrus menggunakan metoda mengajar menurut Alkitab yaitu membahas materi kebenaran kemudian diajarkan, diberitahukan dan diperkatakan berulang-ulang. Alkitab mempunyai metoda untuk menanamkan benih supaya benih yang ditanam itu bertumbuh yaitu memberitahu, mengingat, mengajarkan, memberi instruksi berulang-ulang. Metoda itu dalam Ulangan 6 : 4 - 9 :
- Ayat 4 berilah perhatian khusus melebihi dari apa yang harus kita perhatikan, kita harus memberi perhatian pada firman Allah.
- Ayat 5 kasihilah firmanNya, rencanaNya dan setiap keputusan-keputusanNya sekalipun itu sangat berbeda dengan keinginan kita.
- Ayat 6 setiap hari jadikanlah hari itu menjadi harinya Tuhan, karena Tuhan katakan setiap hari itu baik sekalipun racun dan duri ada di hadapan kita tapakilah hari itu karena hari Tuhan berisi kebenaran Allah, mujizat dan pertolonganNya.
- Ayat 7 perkatakan/ajarkan berulang-ulang firman Allah bukan hanya kepada orang lain tapi kepada diri kita juga pada waktu apapun.
- Ayat 8 tangan berbicara tentang hubungan kita dengan sesama dan dengan Tuhan. Waktu mengadakan kontak beri tanda firman. Dahi berbicara tentang pikiran, waktu mulai berangan-angan, membuat program/ rencana apalagi bila menyentuh seseorang bubuhkan firman. Kalau tidak ada firman Allah kecenderungan ada niat membalas.
- Ayat 9 pintu berbicara tentang hati, kita harus selektif mana yang boleh masuk dalam hati dan mana yang harus kita tolak. Pintu gerbang adalah tempat masuk keluar apa yang tiap hari kita pakai, apakah kita memakai untuk perkara yang baik ataukah perkara yang sia-sia ?
Kalau kita hubungkan pengajaran ini diberitahu berulang-ulang dalam II Petrus 3 : 3 muncul pengejek-pengejek, dalam hal yang bagaimana yang akan muncul ?
Yeremia 28 : 1 - 4. Hananya seorang nabi tapi nabi palsu, dia berani berkata: ”Beginilah firman Tuhan ... demikianlah firman Tuhan!” padahal dia bernubuat palsu hanya untuk menyenangkan hati. Nabi Yeremia menentangnya dalam Yeremia 29 : 9. Karena itu untuk menghadapi situasi ini, Yeremia menyarankan dalam Yeremia 6 : 16 - ... di manakah jalan yang baik, tempuhlah itu, dengan demikian jiwamu mendapat ketenangan...
Tenang berbicara ada jaminan/pertolongan dari Tuhan. Keluaran 13 : 21 - 22. Ketika orang Israel keluar dari Mesir menuju tanah perjanjian, Tuhan yang memimpin mereka dalam bentuk tiang awan kalau siang hari dan tiang api kalau malam hari. Berjalanlah menurut firman Allah dan pimpinan Roh Kudus dan ketika ini yang mempimpin orang Israel maka ketika laut melihat bahwa orang Israel taat pada pimpinan Tuhan, laut gemetar (Mazmur 114 : 3). Laut berbicara tentang bangsa-bangsa, saat ini bangsa-bangsa sedang bergejolak. Kita akan melihat Tuhan merawat dan mempertahankan kita kalau kita taat. Laut yang bagaimana yang sementara ini menghantui kehidupan kita ? Tuhan akan goncangkan laut kalau kita mau tinggikan/mengutamakan pimpinan Tuhan (Mazmur 114 : 5).
Mungkin kita sudah mau tenggelam dengan 'laut' apa saja, tapi ketika laut melihat kita cinta pimpinan Tuhan, laut tidak bisa berbuat apa-apa karena kita dalam genggaman tangan Tuhan Bahkan ketika sungai Yordan sedang banjir besar, bongkahan batu yang sedang terguling, kayu-kayu besar hanyut, siapa yang mampu bertahan ? Ketika sungai Yordan melihat kita selalu meninggikan Tuhan, mengharapkan pimpinan Tuhan, sungai akan balik kembali dan tidak mampu memuntahkan murkanya.

Amin

Monday, June 16, 2008

BERTUMBUH DIDALAM YESUS

Ringkasan Khotbah Kebaktian Minggu Pagi, 8 Juni 2008
Oleh : Pdt. Frans Z. Assa


II Petrus 2 : 22 — Bagi mereka cocok apa yang dikatakan peribahasa yang benar ini: ”Anjing kembali lagi ke muntahnya, dan babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya.”
Terjemahan bahasa Inggris — tetapi itulah yang akan terjadi atas mereka. Mereka seperti anjing dan babi yang sudah dilatih, dididik, dicuci, dihiasi, tapi akhirnya kembali ke muntahan, ke kubangannya. Kenapa peribahasa ini terjadi atas mereka? II Petrus 2 : 13, ini akan terjadi kepada mereka yang disebut anjing dan babi karena mereka kotoran dan noda (= cacat dan bercela — TL; memuakkan — TBS), gayanya, perbuatan, cara berbicaranya memuakkan karena kemana saja mereka pergi mencemari, membuat huru-hara. Banyak orang Kristen, mereka sedang berada dalam perjalanan diarak untuk menjadi bau harum bagi Kristus tetapi suka menggonggong (mengusik), kalau ke gereja seperti malaikat tapi dalam pergaulan maupun dalam bisnis tidak bisa dipercaya/tidak bisa menepati janji (babi ditinjau dari kuku terbelah dua adalah halal tapi dari perut haram karena tidak memamah biak).
Yesaya 2 : 2 - 3. Satu kepastian akan terjadi orang-orang akan datang ke gunung Sion karena di sana ada pengajaran dan firman Allah. Tuhan sudah berjanji tapi kemudian terhambat karena orang-orang ini yang Petrus katakan seperti anjing dan babi.
Kenapa sampai orang Kristen seperti anjing kembali ke muntahnya dan babi kembali ke kubangannya?
Surat I Petrus berbicara tentang penderitaan, menderita untuk menanggung salib. Surat II Petrus berbicara tentang musim penuaian, tidak mungkin ada penuaian kecuali bertumbuh. Kita telah dilahirkan kembali oleh benih unggul, manusia baru (mutu dan karakter baru) yang lahir dari firman Allah, manusia lama sudah dikubur bersama kematian Yesus, seharusnya bertumbuh menurut kodrat masing-masing tapi sayang banyak benih unggul tumbuh seperti bonsai. Ketika Tuhan temukan orang Kristen yang tidak bertumbuh, Dia begitu sedih.
Benih yang unggul harus bertumbuh menurut kodratnya masing-masing dengan sifatnya seperti yang Tuhan ciptakan sejak awal. Potensi yang bagaimana yang Tuhan beri bagi kita? Mari bertumbuh untuk kemajuan pekerjaan Tuhan. Paulus menyebutkan mereka yang tidak mau bertumbuh sebagai berikut: Ibrani 5 : 12 - 14, ditinjau dari usia kekristenan seharusnya menjadi teladan, pengajar tapi sayang mereka mengkonsumsi makanan bayi dan susu. Paulus mengatakan mereka adalah anak kecil (dalam naskah asli menunjuk bayi = baby). Bayi suka merusak barang-barang dan selalu meminta perhatian, membuat heboh.
Orang Kristen yang tidak bertumbuh adalah orang Kristen yang hidupnya kosong, ditinjau dari usia sebenarnya menjadi guru tapi dilihat dari karakter, gayanya ternyata bayi. Yesus katakan dalam Matius 23 : 43 - 45 akan menjadi lebih jahat/lebih buruk dari sebelumnya karena dia sudah sempat dilatih, dimandikan oleh firman Allah, diberi perhiasan (punya karunia dan penuh Roh Kudus) tapi penuh dengan kritik dan ide-ide tapi dia sendiri tidak pernah melakukan, dia benih unggul tapi tidak pernah bertumbuh dan bantut.
Pemazmur gambarkan orang-orang yang tidak mau bertumbuh dalam Mazmur 127 : 1, tidak salah sibuk membangun rumah (masa depan bagi keluarga dan sebagainya), mengawal kota (berusaha bekerja agar mempunyai dana, membangun bisnis, karir) tetapi itu menjadi sia-sia kalau dia tidak sibuk membangun rumah rohani (iman, kesetiaan, kepekaan terhadap kebutuhan pekerjaan Tuhan). Jangan hanya sibuk membangun jasmani tetapi mengabaikan hal yang rohani. Jadilah pengawal yang memagari dengan doa, pikiran, tenaga, uang di mana kita bergereja, banyak bidang pelayanan yang perlu dikawal.
Ini yang terjadi sekarang, jasmani sibuk tapi rumah rohani diabaikan. Melihat keadaan ini Tuhan berkata dalam Yeremia 8 : 18 - 21, mereka menimbulkan sakit hati Tuhan dengan patung-patung (membangun rumah jasmani dengan mengabaikan rumah rohani, mengawal kota tapi tidak mengawal gereja, tidak bertumbuh dewasa, terus menjadi bayi). Kita tidak bisa menghibur Tuhan dengan uang atau menyerahkan semua tapi Dia akan bangkit, bertempik sorak ketika kita mengambil keputusan saya mau menjadi alat di tanganMu, menjadi lenganMu.

Amin

JANGAN BERGESER DAN MENYIMPANG DARI TUHAN

Ringkasan Khotbah Kebaktian Minggu Pagi 1 juni 2008
Oleh Pdt Frans.Z.Assa


II Petrus 2 : 21 — Karena itu bagi mereka adalah lebih baik, jika mereka tidak pernah mengenal Jalan Kebenaran dari pada mengenalnya, tetapi kemudian berbalik dari perintah kudus yang disampaikan kepada mereka.
Petrus didorong oleh Roh Kudus untuk mengulang karena ia sangat kental —selama 3½ tahun ia sebagai murid Yesus— dengan pengajaran Yesus dan begitu menekuninya sehingga ia memberikan peringatan keras yang memuat pengajaran bagi gereja di akhir zaman. Ayat ini berbicara tentang satu kelompok. Berbalik—proses pembalikan ini umumnya diawali dengan pergeseran. Pergeseran awal ini kurang diperhatikan, sudah tahu ada bahaya namun dianggap hanya goncangan kecil, setelah pergeseran terjadi penyimpangan, hal-hal yang tidak wajar mulai terjadi. Awalnya seperti normal, mereka masih aktif di gereja menurut mereka tapi sudah terjadi pergeseran.
Pergeseran yang bagaimana? Tuhan perlihatkan kepada Petrus ada kelompok yang awalnya terjadi pergeseran kemudian ada penyimpangan. Matius 26 : 24, Ibrani 3 : 7 - 8, Roh Kudus sudah berbicara kepada Yudas Iskariot yang menyerahkan Yesus karena ia ditetapkan lahir bukan untuk mengkhianati Yesus. Kita ditetapkan lahir dan selamat di dalam Yesus, sesaat memberi celah dan mencoba tinggal di luar Kristus, kita menjadi mangsa Iblis. Roh Allah berbicara kepada Yudas Iskariot tapi ia menutup hati untuk suara Roh Kudus, ia selalu menanggapi dengan dagingnya, memberi tanggapan negatif kepada mereka yang memberi persembahan kepada Tuhan, terjadi pergeseran dan mulai keluar dari lingkungan di dalam Yesus. Kalau Roh Kudus berbicara, jangan keraskan hati!
Kenapa Yesus memberikan pernyataan keras adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan? Yesus berbicara dalam kasih, maksudnya bukan lahir secara fisikalnya tapi mereka setelah tahu yang benar lalu bergeser dan menyimpang.
Ibrani 10 : 29 — Betapa lebih beratnya hukuman yang harus dijatuhkan atas dia, yang menginjak-injak Anak Allah, yang menganggap najis darah perjanjian yang menguduskannya, dan yang menghina Roh kasih karunia?
Rasul Paulus berbicara tentang kelompok ini, mereka sudah menyatakan diri pengikut Kristus, hubungkan dengan pernyataan Yesus dalam Matius 7, mereka yang ditolak, diusir adalah orang Kristen namun kemudian mereka tidak menghargai korban Yesus di Kalvari, mereka menginjak-injak karya Yesus karena tujuan Yesus datang ke dalam dunia, mati di kayu salib darahNya menghapus segala dosa manusia dan bilurNya memberi kesembuhan bagi kita.
Dalam hal yang bagaimana mereka tidak menghargai darah Anak Domba Allah?
Orang-orang Yahudi dan orang Kristen yang menghendaki pembangunan kembali Bait Suci yang telah runtuh pada waktu penyerangan Jenderal Titus (70 SM), mereka mengadakan penggalian di reruntuhan dan mengembang-biakkan lembu merah. Apabila kaabah sudah berdiri, pelayanan mezbah korban kembali dipulihkan dan lembu merah disembelih, darahnya untuk mentahirkan tanah dan bangsa-bangsa. Kalau sampai ini terjadi berarti menginjak-injak Anak Allah dan menghina korban Yesus di kayu salib. Minyak urapan adalah kita harus penuh dengan Roh Kudus.Dalam zaman anugerah pelayanan imamat bukan lagi secara lahiriah tapi secara rohani sebab peraturan Taurat sudah digenapi oleh Yesus. Persembahan tubuh Yesus di kayu salib hanya satu kali dan untuk selama-lamanya dan itu cukup untuk semua manusia. Rasul Paulus menerangkan lebih lanjut dalam Ibrani 10 : 10, Ibrani 9 : 28.
I Yohanes 2 : 22, Yohanes memberikan penegas-an mereka yang menyangkal, yang tidak menghargai darah Yesus, mereka adalah antikristus. Rasul Paulus menulis ciri-ciri antikristus dalam II Tesalonika 2 : 3 - 4. Sebelum Yesus datang ada beberapa proses awal terjadi. Gereja/orang percaya yang penuh dengan firman dan Roh Kudus, mereka berada di titik kesempurnaan akan disingkirkan terlebih dahulu ke padang belantara selama 3½ tahun. Setelah itu barulah datang antikris berkuasa sepenuh-penuhnya selama 3½ tahun. Selesai masa aniaya barulah Yesus datang kali yang kedua dengan cahaya kemuliaan mereka yang disingkirkan diubahkan dan yang mati dalam Tuhan bangkit dengan tubuh yang baru dan mereka bersama-sama bertemu Tuhan di udara. Namun Paulus mengatakan sebelum hari itu, akan muncul orang-orang yang tadinya bergeser lalu menyimpang dan murtad, mereka adalah orang-orang percaya yang tidak menghargai korban Yesus dan tetap yakin peraturan Taurat dikembalikan, mereka inilah antikris.
Sebelum antikris muncul, rohnya/tanda-tanda-nya sudah ada, salah satunya Wahyu 13 : 18, saat ini semua sedang digiring untuk hanya menggunakan angka/kode. Wahyu 13 : 6 - 7. Selama masih ada kesempatan gunakan semua untuk Tuhan, tanda-tanda zaman sedang menunjukkan sampai pada waktunya semua tidak bisa hidup kecuali menunjukkan dan memakai angka 666.
Lukas 21 : 28, kalau semua mulai terjadi jangan picik, mengertilah rencana Allah dalam hidup kita karena pengangkatan kita sudah dekat, kita akan segera disingkirkan ke tempat yang Allah sudah sediakan.
Amin

TINGGAL DIDALAM YESUS

Ringkasan Khotbah Kebaktian Minggu Pagi, 25 Mei 2008
Oleh : Pdt. Frans Z. Assa


II Petrus 2 : 20 — Sebab jika mereka, oleh pengenalan mereka akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus, telah melepaskan diri dari kecemaran-kecemaran dunia, tetapi terlibat lagi di dalamnya, maka akhirnya keadaan mereka lebih buruk dari pada yang semula.
Petrus masih melanjutkan tentang kelompok-kelompok yang adalah orang-orang yang percaya Yesus, menerimaNya sebagai Tuhan dan Juruselamat, dipenuhkan dengan Roh Kudus, penuh karunia dan talenta, dan punya potensi untuk melayani, awalnya terombang-ambing tapi akhirnya hanyut. Berangkat dari ucapan Yesus sendiri, Petrus menjelaskan setelah hanyut gaya hidupnya, sepak terjangnya sudah memulai dengan Roh tapi berakhir dengan daging, mundur dan murtad akhirnya mereka lebih buruk, lebih jahat dari sebelumnya.
Makna rohani yang bersifat ganda yang ter-kandung dalam ayat di atas:
1. Sebab jika mereka, oleh pengenalan mereka akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus, telah melepaskan diri dari kecemaran-kecemaran dunia,...
Siapapun dia, bila percaya kepada Yesus menerimaNya sebagai Tuhan dan Juruselamat maka tidak ada dosa/pencemaran apa saja yang tidak bisa diampuni, tidak ada persoalan seberat apapun yang tidak bisa dibebaskan oleh Yesus. Tuhan akan ubahkan dia, kualitas Allah diberikan kepadanya, tetapi kalau dia mundur maka yang ia miliki adalah gaya hidup, mutu, karakter Iblis.
Nama Yesus berkuasa untuk membebaskan dan menolong kita, pengalaman ini yang Paulus saksikan dalam Kisah Para Rasul 22 : 2 - 8. Pada waktu ia ditangkap oleh orang-orang Yahudi yang membenci kepadanya, ia dipukul habis-habisan sebab ia telah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat —dahulu Saulus adalah pemimpin untuk menganiaya orang Kristen— menyaksikan proses pertobatannya setelah perjumpaannya dengan Yesus. Dalam waktu sesaat hidupnya berubah dan itu diteguhkan dalam suratnya dalam Roma 7 : 24 — Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? Paulus bersaksi bagaimana hebatnya kejahatan yang telah dilakukannya (Kisah Para Rasul 22 : 4) —salah satunya adalah Stevanus yang telah dianiaya dan dirajam batu— tapi ketika mendengar nama Yesus, Roh Allah men-cengkram dia, Yesus sanggup membebas-kannya dari semua dosa dan kesalahannya (Roma 7 : 25) dan ia mengalami perubahan besar menjadi seorang yang dipakai Tuhan.
Kisah Para Rasul 3 : 2, 6 - 9, karena nama Yesus, orang yang lumpuh sejak lahir tiap hari diusung (= menjadi beban buat orang lain) sekarang bisa melompat menjadi berkat bagi orang lain. Kalau Tuhan bebaskan tidak dengan kosong, tetapi Tuhan limpahi dengan janji-janji setiaNya. Karena pengenalan akan Dia, kita dibebaskan dari beban apapun juga.
2. ...tetapi terlibat lagi di dalamnya, maka akhirnya keadaan mereka lebih buruk dari pada yang semula.
Lukas 11 : 24 - 26. Setiap orang percaya sebelumnya ia disebut sebagai sebuah rumah yang kotor, berantakan, penuh dengan virus sehingga orang yang masuk ke dalamnya akan terkena penyakit. Kalau kita mengikut Yesus, kita memiliki hidup = ZOE - bahasa Yunani (Yohanes 8 : 2) artinya ia sekarang memiliki gaya hidup Bapa. Setelah menerima Yesus, rumah ini dibersihkan dan digambarkan seperti pohon yang tiap hari bertumbuh, dibersihkan, disiram, diberi pupuk. Rohani kita harus bertumbuh setiap hari, kita akan mendapatkan pertumbuhan, perawatan intensif melalui beribadah, membaca firman Tuhan. Kalau pohon tidak bertumbuh berarti tidak ada yang menunggui rumah/pohon ini maka Iblis yang pernah ada di rumah itu pergi, kemudian kembali dan mengajak 7 sahabatnya masuk, tinggal di situ sehingga orang ini akan rusak/lebih jahat dari sebelumnya.
Kenapa terjadi pengalaman semacam ini, menjadi lebih buruk?
Karena mereka mengabaikan ini — Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya (Efesus 1 : 4).
Efesus 1 : 3 - 14. Tujuh kali Paulus menjelas-kan kita harus tinggal di dalam Yesus dalam satu perikop ini. Ketika kita di dalam Yesus, kita menjadi berbeda (I Petrus 1 : 15) tujuannya supaya kita menjadi kudus = HAGIOS (bahasa Yunani) yang artinya bersih tidak ada noda, suci tidak ada cacatnya, tidak sama dengan yang lain.
Kembali ke pernyataan Petrus, mereka dulu sudah dibebaskan tapi karena mereka tidak menjaga pintu, firman Allah dan Roh Kudus tidak ada di dalamnya, mereka menjadi lebih buruk dari sebelumnya. Hanya Yesus jaminan hidup kita bukan hanya keselamatan tetapi jasmani juga. Bahwa beruntung kalau kita di dalam Yesus, kita bisa hidup kudus dan diberkati (Mazmur 75 : 5 - 8), karena itu tetap tinggal di dalam Yesus.
Amin

PERSEMBAHAN YANG BERKENAN KEPADA TUHAN

Ringkasan Khotbah Kebaktian Minggu Pagi, 18 Mei 2008
Oleh : Pdt. Frans Z. Assa


II Petrus 2 : 19 - Mereka menjanjikan kemerdekaan kepada orang lain, padahal mereka sendiri adalah hamba-hamba kebinasaan, karena siapa yang dikalahkan orang, ia adalah hamba orang itu.
Petrus menegaskan di ayat 18 munculnya kelompok/pribadi-pribadi yang limpah dengan kata-kata congkak, perkataan mereka perkataan omong kosong. Mereka menjanjikan kemerdekaan, kebebasan kepada oran lain padahal mereka sendiri hamba kebinasaan (= rusuh, hancur, berantakan); dihubungkan dengan konteks sebelumnya mereka adalah orang-orang percaya telah penuh Roh Kudus, memiliki potensi, karunia, talenta tetapi orang-orang inilah yang Yesus katakan dalam Matius 7 : 21- 23, mereka tercemar dengan pengajaran-pengajaran palsu karena permainan palsu, bermain dalam kelicikan (Efesus 4 : 14).
Kenapa mereka sampai tercemar dengan pengajaran-pengajaran yang lain?
Galatia 3 : 1 - 3. Paulus memulai dengan anak kalimat Hai orang-orang Galatia yang bodoh,... mereka adalah orang-orang yang tidak mau menggali dan meletakkan batu pengajaran sebagai fondasi yang kokoh. Mengapa mereka yang semula berada di areal Roh sekarang mereka bergeser berada di areal daging? Karena mereka begitu lemah, mudah terpengaruh dengan kata-kata yang yang nyaman di telinga tetapi menyimpang. Keinginan daging dan Roh selalu berjalan bersama, beriringan tapi selalu berlawan-lawanan.
Bagaimana bentuk/rupa mereka yang memulai dengan Roh tapi selalu berakhir dengan daging?
Roma 12 : 1. Kalau kita masih diberi ke-sempatan, kelonggaran oleh Tuhan, Paulus katakan persembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, kudus dan yang berkenan kepada Allah. Kalau ada per-sembahan yang berkenan kepada Tuhan, ada pula yang tidak berkenan kepada Tuhan.
Imamat 6 : 8 - 10. Alur persembahan zaman Taurat: domba yang akan dipersembahkan harus disembelih, berarti kehidupan/kemauan harus hilang, setelah disembelih domba harus dikuliti, kemudian dipenggal-penggal; penggalan-penggalan korban diletakkan di atas para-para dan dimasukkan ke dalam mezbah lalu dibakar.
Pokok pikiran: daging yang berkadar air rendah pasti mudah terbakar dijilat oleh api dan keluar api yang berkobar-kobar membawa bau yang harum; tapi daging yang berkadar air tinggi waktu dibakar ia menimbulkan percikan api, pembakarannya tidak sempurna akan menimbulkan asap yang banyak dan abu yang banyak pula.
Ketika orang percaya melayani Tuhan disebut sebagai persembahan yang hidup, kudus dan berkenan, kalau sampai tidak berkenan sebab orang Kristen ini daging persembahan kadar airnya tinggi, waktu api menjilat banyak terjadi percikan api, membuat rusuh, menimbulkan banyak asap (= perbuatan dosa, iri hati, permusuhan dll) sehingga tidak bisa melihat kepada perkara indah di hadapan Tuhan dan merugikan banyak orang. Inilah yang Paulus katakan korban yang tidak berkenan kepada Tuhan.
Imamat 6 : 12, korban tidak selamanya dalam satu malam habis terbakar tetapi ada yang sampai berhari-hari, untuk itu imam harus berdiri di samping mezbah korban lalu ia mengatur korban yang ada di atasnya. Keluaran 27:3;38:3, imam harus menjaga supaya api tetap menyala, kalau muncul asap imam menggunakan garpu yang dihujamkan ke korbankarena terlalu banyak kadar air pemberontakan di hadapan Tuhan, memutar korban bakaran agar api bisa besar.
Jangan takluk oleh daging, kalau Roh berbicara lakukan, taatilah apa yang Roh katakan. Kalau sampai Tuhan gunakan garpu itu karena cintaNya supaya kita menjadi korban yang hidup, kudus dan berkenan kepadaNya. Kalau api itu membakar begitu sempurna, tetap ada asap tapi tidak banyak, inilah korban yang berkenan kepada Tuhan.
Imamat 6 : 11, pembakaran sempurna atau tidak tetap ada abu karena memang korban ini adalah daging, dan peraturannya abu (= segala kejahatan, kepahitan, kegeraman, kemarahan pertikaian, fitnah, dusta) harus dibuang (Efesus 4 : 31, 25). Jangan ijinkan itu semua ada dalam daging yang kita persembahkan untuk Tuhan. Kalau kita bisa mempersembahkan waktu, tenaga, harta, uang, itu karena kebaikan Tuhan karena semua berasal dari Tuhan yang harus kita kembalikan kepada Tuhan.
Mereka yang selalu ditawan oleh daging (mengandung kadar air yang tinggi selalu membuat rusuh), berapa jauh pun mereka melayani Tuhan, Yesus katakan dalam Matius 22 : 12 - 14 akan dibuang ke tempat yang paling gelap, yang hanya ada ratap dan kertak gigi.
Jadilah persembahan yang hidup, kudus dan berkenan kepada Tuhan.
Amin

Saturday, May 24, 2008

ROH BAPA

Ringkasan Khotbah Kebaktian Hari Raya Pentakosta, 11 Mei 2008
Oleh : Pdt. Frans Z. Assa

Yesaya 52 : 13 -15 — Sesungguhnya, hambaKu akan berhasil, ia akan ditinggikan, disanjung dan dimuliakan. Seperti banyak orang akan tertegun melihat dia —begitu buruk rupanya, bukan seperti manusia lagi, dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi— demikianlah ia akan membuat tercengang banyak bangsa, raja-raja akan mengatupkan mulutnya melihat dia; sebab apa yang tidak diceritakan kepada mereka akan mereka lihat, dan apa yang tidak mereka dengar akan mereka pahami.
Sekitar 760 tahun sesudah nabi Yesaya memberikan nubuatan tadi terjadilah peristiwa di Kisah Para Rasul 2 : 1 - 8. Nabi Yesaya sudah memberitahu ada proses munculnya satu pribadi yang dianiaya, disiksa sampai tidak punya bentuk lagi, sudah tidak seperti manusia lagi. Yesus mati, dikuburkan dan pada hari ketiga Ia bangkit, 40 hari kemudian Ia naik ke sorga dan memberitahu akan mencurahkan Roh Kudus seperti yang telah dinubuatkan nabi-nabi dalam Perjanjian Lama. 500 orang yang telah mendengarnya berkumpul dan berdoa di loteng Yerusalem sampai akhirnya tinggal 120 orang dan pada hari yang ke-10 mereka penuh dengan Roh Kudus, mereka berbicara dalam bahasa-bahasa lain.
Ketika 120 orang penuh dengan Roh Kudus seluruh penduduk Yerusalem gempar, tercengang dan heran. Hari-hari ini Allah sedang siapkan kita, itu sebabnya darah Anak Domba sudah dicurahkan untuk membasuh kita, Allah mau pakai kita untuk mencengangkan dunia. Apa yang menyebabkan orang banyak tertegun dan tercengang?
Roma 8 : 11 - Dan jika Roh Dia, yang telah mem- bangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu,.. (if the Spirit of him who rised Jesus from dead dwells in you...)
Roh Bapa akan dicurahkan ke atas setiap manusia. Ketika Roh Bapa ada di dalam Yesus —Yesus manusia, bedanya Ia tidak berdosa tapi kodrat manusia ada dalam Yesus— Ia disebut telah diurapi (Lukas 4 : 18), perkataanNya penuh kuasa (Lukas 4 : 32) sehingga saat Ia me-nyampaikan firman Allah, semua orang takjub dan tercengang; roh jahat —kekecewaan, suntuk, kelemahan, penyakit, patah semangat— diperintahkanNya taat dan tunduk kepadaNya (Markus 1 : 27). Kita akan mencengangkan dunia ini ketika Roh Bapa ada dalam kita, roh jahat akan takluk kepada kita karena kita lebih dari seorang pemenang.
Penghambat Roh Bapa masuk dalam diri kita adalah dosa, tapi saat kita mohon ampun darah Anak Domba akan membasuh dan firman Allah membenarkan kita.
Ketika Roh Bapa tinggal dalam seseorang :
1. Hakim-hakim 16 : 2 - 3.
Simson sedang terancam, penduduk kota mengepungnya, pintu gerbang kota tertutup dan kota dijaga ketat. Malam hari dengan urapan Roh Allah yang ada di dalam dia, Simson memegang pintu gerbang dan mengangkatnya. Mungkin di antara kita dihantui dan berhadapan dengan pintu besi —apapun bentuknya— yang tertutup rapat namun ketika Roh Bapa ada dalam kita, kita akan bebas, Roh Bapa akan menyebabkan kita menggoncangkan dunia.
2. I Samuel 17 : 34 - 35.
Daud, dia dituntut harus bertanggung jawab dan berhasil dalam pekerjaannya, sedangkan Daud seorang yang lemah. Sementara Daud berjalan dengan tanggung jawabnya ia dan kawanan dombanya berhadapan pula dengan ancaman singa dan beruang, tetapi Roh Allah ada di dalam Daud sehingga ketika berhadapan dengan ancaman Daud dapat menaklukannya.
3. Kisah Para Rasul 9 : 23 - 25.
Orang-orang Yahudi mengancam akan membunuh Saulus yang baru saja bertobat, semua pintu gerbang kota dijaga ketat tidak ada tempat untuk meloloskan diri karena banyak orang meninggalkan adat mereka lalu mengambil pilihan dan keputusan untuk menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat yang diberitakan oleh Paulus. Ketika Roh Bapa ada di dalam Paulus, Roh Bapa menciptakan mujizat yang luar biasa, malaikat penolong Tuhan kirimkan dan Paulus bisa meloloskan diri dengan menggunakan keranjang.
Roma 8 : 11, kalau Roh Bapa ada dalam kita, kita boleh terkubur oleh apapun yang menakutkan kita, tapi Roh Bapa akan membangkitkan kita dari segala bentuk kematian apa saja karena karakter Bapa salah satunya adalah menegakkan orang yang tertunduk (Mazmur 146 : 8).
Apabila Roh Bapa ada dalam diri kita tujuan akhirnya adalah ketika roh Antikris muncul mengendalikan dan menguasai bidang politik, bidang keuangan dan ekonomi, bidang budaya, geraja/orang percaya yang penuh dengan firman dan Roh Kudus akan disingkirkan ke padang belantara selama 3½ tahun (Wahyu 12 : 14).

Amin

KATA-KATA YANG MENGHANCURKAN

Ringkasan Khotbah Kebaktian Minggu Pagi, 4 Mei 2008
Oleh : Pdt. Frans Z. Ass
a
II Petrus 2 : 18 - Sebab mereka mengucapkan kata-kata yang congkak dan hampa dan mempergunakan hawa nafsu cabul untuk memikat orang-orang yang baru saja melepaskan diri dari mereka yang hidup dalam kesesatan.
Dalam ayat di atas Petrus kembali menegaskan tentang kelompok yang menyebut dirinya orang Kristen, mereka nampaknya aktif —seperti perempuan Samaria dari nenek moyangnya sampai kepada dirinya tahu berdiri di Gunung Gerizim dan mendeklarasikan berkat Allah— tapi seperti mata air kering; mereka penuh dengan kata-kata yang bergelombang indah tetapi kosong. Mereka mempunyai perkataan menarik (ada unsur menghasut), tetapi kata-kata mereka kosong sama halnya dengan tujuh virus yang terdapat dalam II Petrus 2 : 14 - 15. Senang dengan upah bukan dari perbuatan baik tapi karena penyelewengan, penyimpangan.
Ini juga yang Salomo bicarakan dalam Amsal 14 : 23 - ...tetapi kata-kata belaka mendatangkan kekurangan saja. Dalam terjemahan lain kata-kata bual yang bergelembung kedengarannya indah tapi menyesatkan/menghancurkan hanya membawa kemelaratan. Mengenai perkataan semacam ini Paulus jelaskan dalam II Timotius 2 : 17 hanya merusak seperti penyakit kanker, tidak membangun iman dan membunuh semangat. Sebuah perkataan yang menarik tapi akhirnya melemahkan, mengecewakan. Wabah ini sedang merajalela di akhir zaman, inilah cara Iblis untuk menggagalkan rencana Allah.
Yesus berkata dalam Matius 12 : 36 - setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggung-jawabkannya pada hari penghakiman. Artinya setiap kita menggunakan bahasa komunikasi yaitu berkata-kata, tiap kata-kata yang diucapkan akan dipertanggungjawabkan. Tiap kata-kata seperti gelombang yang bergelembung yang menghasut tetapi mendorong, memberi semangat, memberi kekuatan untuk bertumbuh dan berlaku baik pasti ada pertanggungjawaban dan Yesus akan katakan: ”Baik sekali perbuatanmu”. Tapi ada satu kelompok yang di sebelah kiri yang datang dan Yesus katakan: ”Enyahlah kamu pembuat kejahatan!” karena kata-katanya bergelembung yang menghasut, merusak iman, menghancurkan semangat.
Alkitab menunjuk seorang yang punya potensi, talenta, karunia tapi ia membiarkan kata-katanya menggelembung. Kejadian 10 : 8 - 10. Betapa Tuhan bersuka kalau pengikut Kristus yang punya talenta, potensi, karunia, semuanya itu digunakan untuk mempengaruhi memberi semangat dan membangun orang lain bukan menghancurkan. Nimrod seorang yang punya potensi, talenta dan karunia, ia disegani baik di hadapan Allah maupun di hadapan manusia tapi ia tidak pernah mengerti dan ia lupa bahwa semuanya berasal dari Tuhan (Roma 11 : 36). Karena itu Nimrod kemudian menghasut (mendirikan Menara Babel) bukan untuk memuliakan Tuhan tapi untuk melupakan Tuhan (Kejadian 11 : 1 - 3) dan Tuhan turun mengacau-kan mereka (Kejadian 11 : 7 - 9).
Filipi 3 : 10 - Yang kukehendaki ialah mengenal Dia... Paulus punya kerinduan yang sama seperti Daud merindukan untuk diam di dalam bait Allah. Kapan dia ungkapkan kerinduannya? Ketika ia mengerti dulu sebagai seorang Saulus —yang punya pengaruh, potensi, dihormati dan disegani tapi ia gunakan semua potensinya untuk mempengaruhi orang-orang untuk menghancurkan pengikut Tuhan— dalam perjalanannya ke Damsyik ia mengalami perjumpaan dengan Tuhan. Melalui proses yang begitu singkat berangkatlah ia ke padang gurun Arab, selama tiga tahun ia dididik dan Roh Kudus sendiri yang menjadi gurunya, berbicara langsung dan mengajarnya sehingga Paulus bisa menulis begitu banyak surat di Perjanjian Baru. Ketika ia mengalami ini ia berkata yang kukehendaki ialah mengenal Dia; mengenal = GINOSIS diangkat dari kata GINOSKO (digunakan untuk suami istri, ketika mereka berjalan bersama, duduk bersama, berbaring mereka menjadi satu) gambarannya seperti carang melekat pada batang sehingga zat batang mengalir ke carang.
Siapa pun dia kalau melekat pada batang, sifat Yesus diimpartasikan kepadanya, bahasanya membangun semangat dan membangun iman dan pada orang-orang inilah Yesus katakan baik sekali perbuatanmu. Berapa kata-kata yang yang keluar setiap hari? Berapa yang membangun, berapa yang membuat orang menderita dan yang menghancurkan? Berkatalah seperti Paulus saya ingin mengenal, melekat di dalam Dia sehingga kita akan menerima zat hidup dari Yesus.
Amin

MATA AIR YANG KERING

Ringkasan Khotbah Kebaktian Minggu Pagi, 27 April 2008
Oleh : Pdt. Frans Z. Assa

II Petrus 2 : 17 - Guru-guru palsu itu adalah seperti mata air yang kering, seperti kabut yang dihalaukan taufan; bagi mereka telah tersedia tempat dalam kegelapan yang paling dahsyat.
Petrus menulis peringatan tentang keadaan akhir zaman yang sudah dimulai sejak awal zaman dan akan menghebat di akhir zaman yaitu munculnya satu kelompok yang Yesus terangkan dalam Matius 7 : 22 - Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepadaKu: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi namaMu, dan mengusir setan demi namaMu, dan mengadakan banyak mujizat demi namaMu juga? Guru-guru palsu yang Petrus bicarakan —yang disebut seperti mata air yang kering bahkan mungkin airnya melimpah, tapi orang yang minum dari mata air itu tidak merasa puas— bukanlah kelompok kecil. Jangan sampai kita termasuk dalam kelompok ini.
Amsal 25 : 14 - ...orang-orang yang bermulut besar tapi kosong... (terjemahan bahasa asing), potensi yang dimilikinya tidak pernah dilepas dan dinikmati oleh orang lain ibarat awan (sebenarnya menjadi harapan bagi petani yang menanti hujan) dan angin (kering tanpa hujan). Beda dengan seorang anak kecil yang membawa 5 ketul roti dan diserahkan pada Yesus, roti itu dapat dinikmati 5.000 orang.
Yohanes 4 : 19 - 20. Waktu perempuan Samaria mendengar Yesus berkata-kata dengan kuasa dan perkataan hikmat, ia mengambil kesimpulan bahwa Yesus adalah seorang Nabi. Bagaimana dengan gaya hidup dan perangai kita? Kita bisa memenangkan dunia, ujung bumi kita melalui gaya hidup/karakter yang mencerminkan Yesus. Perempuan Samaria ini dibuang masyarakat karena mempunyai reputasi jelek (perebut suami orang), ia adalah orang percaya, seorang rohaniwan tapi tidak punya 'air' diberkati tapi tidak pernah memuaskan orang lain. Nenek moyangnya tahu menyembah Tuhan, selalu menghadap Gunung Gerizim untuk meng-ucapkan berkat (Ulangan 28 : 1 - 14). Perempuan Samaria ini punya pengalaman ia seorang yang aktif tapi hubungkan dengan Amsal 25 : 14 ia disebut awan tidak ada tanda-tanda keberkatan.
Yohanes 4 : 15 - 18. Perempuan Samaria ini di-berkati tapi tidak menikmati dan selalu haus. Suami berbicara tentang andalan, harapan, tiang bersandar. Ia mempunyai 5 sumber hidup tapi tidak pernah puas, hubungkan dengan Lukas 12 : 16 - 21, mata air tapi air ini tidak pernah dinikmati orang lain. Yohanes 4 : 17, perempuan ini mempunyai naluri optimisme tapi setelah memiliki mata air, air menjadi kering. Penyebabnya: Matius 25 : 41 - 43. Yesus tidak pernah menuntut atau mengharap kalau Ia tahu orang itu tidak punya potensi. Yesus tahu mereka memiliki 5 potensi/andalan: bisa memberi makan pada orang yang lapar, memberi minum pada orang yang haus, mengeluarkan dana untuk orang-orang perjalanan, memberi selimut pada mereka yang kedinginan, mampu memberikan perhatian pada orang yang sakit; tapi tidak pernah mereka lepaskan atau letakkan pada Tuhan.
Kuncinya: Matius 15 : 8 - 9, berangkat dari nubuatan nabi Yesaya, Yesus gambarkan bangsa ini adalah mata air, mereka bisa berkata-kata tentang berkat Gerizim tapi hatinya jauh dari Tuhan, senang mendengar, mengucapkan berkat tapi hati tidak mau menyembah dan menyenangkan hati Tuhan. Pecut diri kita untuk merindukan dan berjumpa dengan Tuhan maka kita akan menjadi mata air yang bisa memberkati orang lain.
Mazmur 42, Lembaga Alkitab Indonesia memberikan tema Kerinduan kepada Allah. Berapa kadar kerinduan kita kepada Tuhan? Kalau kadar kerinduan kita terhadap yang lain lebih tinggi dari kadar kerinduan kita kepada Yesus itu adalah adalah mata air yang tidak ada airnya. Satu tetes air anugerah Allah akan mengenyangkan banyak orang. Di akhir zaman akan muncul kelompok yang tidak punya kerinduan kepada Tuhan, kalau 5 andalan kita (apa pun bentuknya) kita lepaskan kepada Tuhan, kita akan menjadi mata air yang berlimpah.
Amin

PERINGATAN / TEGURAN TUHAN

Ringkasan Khotbah Kebaktian Minggu Pagi, 20 April 2008
Oleh : Pdt. Frans Z. Assa

II Petrus 2 : 16 — Tetapi Bileam beroleh peringatan keras untuk kejahatannya, sebab keledai beban yang bisu berbicara dengan suara manusia dan mencegah kebebalan nabi itu.
Hati nurani muncul ketika dosa masuk ke dalam manusia (manusia jatuh dalam dosa). Kekeliruan dan jalan sesat yang sudah dilakukan Bileam adalah ia kehilangan pelita hati. Pada waktu ia sengaja tutup suara hati, padamkan pelita hati dengan kepentingannya, Tuhan memakai keledai untuk menegur dia. Saat manusia mau menyimpang, Tuhan mempunyai cara untuk mencegah/menegur manusia, Tuhan bisa gunakan apa saja untuk menegur.
Beberapa cara Tuhan berfirman ataupun menegur manusia:
1. Melalui mimpi - Ayub 33 : 14 - 18.
Acapkali melalui mimpi Tuhan mengejutkan manusia supaya mereka meninggalkan perbuatan-perbuatan yang jahat, untuk menjaga keselamatannya.
2. Melalui penyakit - Bilangan 12 : 1 - 2.
Tuhan menegur Miryam dengan penyakit kusta (Bilangan 12 : 9 - 10) ketika ia memper-katakan (melecehkan) Musa karena Miryam kecewa Musa sebagai pemimpin menikah dengan orang Kusy. Kusta berbicara tentang pelanggaran, penyimpangan, kehidupan yang tidak berkenan kepada Tuhan. Hati-hati dengan perkataan! Kita bisa kecewa dengan orang lain tapi tidak boleh melecehkan dengan memperkatai orang itu. Keluarkan kata-kata yang baik, sebagai anggota Kerajaan Allah kita wajib merawat anggota Kerajaan Allah yang lain.
3. Melalui penderitaan - Ayub 33 : 19 - 26.
Periksa penyebab penderitaan. Kalau orang yang menderita karena kesalahannya, kemudian orang ini berdoa, bertobat dan berseru kepada Tuhan maka Tuhan akan memberkati kembali orang ini. Penderitaan acap kali Tuhan siapkan untuk menjadi batu yang mengikis hidup kita, menjadi api untuk memurnikan emas dan untuk kembali menyalakan pelita sehingga pelita pikiran, pelita emosi, pelita hati kembali menyala. Perbaiki hati kalau ada teguran dari Allah, milikilah pikiran Kristus dan jangan beri tempat kepada Iblis.
Elihu mengingatkan Ayub, Tuhan menegur Ayub — seorang yang terkaya, memiliki 4 serat ilahi: saleh, jujur, takut akan Allah, dan menjauhi kejahatan (Ayub 1 : 1 - 3) — namun dalam sehari ia menerima kabar buruk : orang-orang Syeba datang menyerang dan menjarah lembu, sapi, keledai dan penjaganya mati dibunuh; api turun dari langit menjilat dan menghanguskan kambing, domba dan penjaganya; orang-orang Kasdim menjarah unta-unta dan menyerang penjaganya hingga mati; 7 anak laki-laki dan 3 anak perempuannya mati ketika mereka sedang berpesta datang angin ribut, merobohkan rumah dan menimpa mereka.
Kenapa Tuhan hadirkan penderitaan? Karena Ayub masih perlu diperbaiki, Ayub 42 : 10. Tuhan bukan hanya ingin temukan 4 serat ilahi yang menjadi jubah Ayub melainkan Tuhan ingin agar Ayub mempunyai pola pikir seperti Tuhan. Kapan Tuhan pulihkan Ayub? Setelah ia meminta doa, melepaskan roh pengampunan untuk ketiga sahabatnya (Bildad, Zofar, Elifas).
4. Melalui orang-orang yang sering dianggap bodoh - II Petrus 2 : 16.
Keledai acap kali dilambangkan sebagai kebodohan/kedunguan seseorang. Orang-orang di sekitar kita yang kita anggap dungu, Tuhan bisa pakai untuk menegur kita.
Amsal 6 : 23, kalau kita mau hidup taati perintah Firman Allah (pelita), peganglah ajaran Tuhan, pelihara teguran yang baik, Tuhan bisa pakai 'keledai'.
Tuhan juga bisa menegur manusia melalui :
Mazmur 68 : 34, 33, muliakan Tuhan karena Tuhan bisa menegur penduduk dunia melalui suaraNya yang dahsyat/mulia, melalui bencana-bencana alam (Yesaya 30 : 30). Wahyu 3 : 20, ketika Tuhan mengetuk pintu hati seseorang dengan suaraNya yang merdu, siapa pun dia yang mau mendengarkan dan meresponiNya membuka pintu untuk Tuhan, Tuhan akan masuk dan tidak akan membiarkan ruangan hidupnya berantakan, Tuhan akan perbaiki. Apabila ruangan hidupnya kotor dan penuh dosa, Tuhan akan bersihkan dan sucikan; apabila semangatnya lumpuh Tuhan akan pulihkan; apabila ia sudah mati, putus harapan dan menghadapi masalah tidak ada jalan keluar, Tuhan akan bangkitkan dan hidupkan. Kita mau pilih suara merdu yang mana dalam bentuk bencana atau dalam bentuk kasihNya?

Amin

GAYA/WARNA PERJALANAN ROH LUCIFER

Ringkasan Khotbah Kebaktian Minggu Pagi, 6 April 2008
Oleh : Pdt. Frans Z. Assa

II Petrus 2 : 14 - 15 — Mata mereka penuh nafsu zinah dan mereka tidak pernah jemu berbuat dosa. Mereka memikat hati orang-orang yang lemah. Hati mereka telah terlatih dalam keserakahan. Mereka adalah orang-orang yang terkutuk! Oleh karena mereka telah meninggalkan jalan yang benar, maka tersesatlah mereka, lalu mengikuti jalan Bileam, anak Beor, yang suka menerima upah untuk perbuatan-perbuatan yang jahat.
Ada tujuh gaya/warna perjalanan (virus/ penyakit) dari orang-orang yang nampaknya rohani tapi berhati binatang yang selalu mengincar orang percaya agar orang percaya bersama Lucifer dicampakkan ke penghukuman kekal selama-lamanya. Sekalipun tujuh gaya perjalanan dari roh Lucifer yang berusaha setiap saat coba sematkan agar menjadi jubah orang percaya tapi Tuhan tidak pernah gagal untuk menepati janjiNya. Yesaya 44 : 21, ...engkau tidak Kulupakan... inilah janji Tuhan; perjalanan hidup kita tidak dilupakan Tuhan.
Apabila Yesus mengingat kita bukan karena kita telah berbuat sesuatu bagi Dia tapi karena apa yang Ia telah perbuat bagi kita, Yesus rela mati menebus dosa-dosa kita. Sebab itu tidak ada alasan untuk berkata tidak ada harapan karena Yesus mengingat kita. Lucifer melihat betapa dahsyatnya pengharapan orang percaya dan ia berusaha untuk tebarkan virus, penyakit yang merupakan gaya perjalanannya.
Virus yang iblis tebarkan:
1. Mata penuh dengan nafsu zinah.
Penuh dengan keinginan yang menyimpang dari kebenaran firman Allah, bertentangan dengan hati Tuhan. Zinah = percampuran dari dua orang yang tidak terikat perkawinan; nafsu untuk memiliki apa yang bukan haknya. Kita harus bersyukur dan menghargai kodrat kita masing-masing. Matius 6:22-23, di akhir zaman akan muncul orang yang nampaknya rohani tapi berhati binatang, mata mereka menjadi sumber ketidakpuasan, seharusnya mata menjadi pelita bagi tubuh. Mazmur 6:7-8, mata rohani menjadi rabun karena sementara aktif Iblis membawa roh cemburu, tidak puas dengan keberhasilan orang lain.
2. Tidak jemu-jemu berbuat dosa.
Selalu mencari permasalahan yang sebenarnya bisa ditinggalkan.
3. Memikat hati orang-orang yang lemah.
Mempengaruhi orang yang bisa dipengaruhi.
4. Hati telah terlatih dalam keserakahan.
Egois, selalu ingin dilihat orang.
5. Meninggalkan jalan yang benar.
Kelihatannya rohani (tidak secara terang-terangan, tidak tampak) tapi ada akar kepahitan.
6. Tersesat mengikuti jalan Bileam, anak Beor.
7. Suka menerima upah untuk perbuatan-perbuatan yang jahat.
Puas kalau menyusahkan orang lain, puas melihat orang lain suntuk, puas melihat orang lain meninggalkan Tuhan.
Menyikapi, menghadapi ancaman penyakit ini, Allah siapkan firman, Roh Kudus dan tempat untuk bisa melawan yaitu duduk di kakiNya dan berdoa dan Allah juga sediakan fasilitas bagi kita supaya kita tidak gagal tapi menang. Ibrani 1 : 7 ...Ia menjadikan segala malaekatNya angin, dan pesuruhNya nyala api... (TL); bahasa asing = pelayan Tuhan artinya melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Tuhan.
Apa saja yang dilakukan malaikat bagi orang percaya?
1. Matius 18 : 10.
Dunia menganggap kita 'anak kecil' dan seringkali kita disepelekan tapi Tuhan menugaskan malaikat di sorga untuk menjaga anak-anakNya.
2. Daniel 6 : 23.
Tuhan kirimkan malaikatNya untuk mengatupkan mulut singa yang selalu mengancam kita setiap hari.
3. Kejadian 28 : 12.
Ketika irama hidup kita naik-turun, malaikat Tuhan juga ikut naik turun, di masa kepicikan sekalipun Tuhan siapkan malaikat mengikuti irama perjalanan hidup kita.
Lukas 22 : 41 - 42, 44, begitu berat beban yang menindis hidup Yesus, Ia menanggung beban dosa kita sampai peluhNya seperti titik-titik darah. Seringkali kita mengalami pengalaman yang berat, tidak ada tempat menaruh harapan lagi tapi Lukas 22 : 43, ketika Yesus sedang remuk tidak berdaya malaikat datang untuk melayani, menghibur, menguatkan untuk menetapkan hatiNya.

Amin

JALAN / WARNA JUBAH BILEAM

Ringkasan Khotbah Kebaktian Minggu Pagi, 13 April 2008
Oleh : Pdt. Frans Z. Assa

II Petrus 2 : 15 - Oleh karena mereka telah meninggalkan jalan yang benar, maka tersesatlah mereka, lalu mengikuti jalan Bileam, anak Beor, yang suka menerima upah untuk perbuatan-perbuatan yang jahat.
Mereka telah meninggalkan jalan yang benar adalah mereka yang nampaknya rohani tapi di dalam hati mereka terdapat banyak pelanggaran, dendam, iri. Hati-hati ! Jangan sampai tumbuh akar pahit. Penulis kitab Ibrani menegaskan dalam Ibrani 12 : 15, kalau di dalam hati yang mengendap bukan Firman dan Roh Kudus maka yang mengendap adalah kepahitan.
Kalau Tuhan mengampuni kesalahan kita, mengapa kita tidak bisa mengampuni kesalahan orang lain? Hati punya pelita, banyak orang tampil nampaknya rohani tapi pelitanya redup. Hati yang penuh sampah marah, iri, cemburu sepertinya wajar menumpuk, mengendap di hati maka akan menjadi akar pahit dan mencemari banyak orang.
II Petrus 2 : 15 merupakan gaya Bileam, karena dosa sudah mengendap di dalam hati maka tersesatlah = PLANAO (bahasa Yunani) artinya ada usaha untuk membelokkan, menyesatkan. Jalan Bileam adalah satu kekuatan untuk coba membelokkan jalan yang benar, menyesatkan, arah perjalanannya menyimpang. Sebelum gereja lahir, Yesus sudah memberi peringatan begitu jelas dalam Matius 24 : 11, di akhir zaman akan muncul orang-orang yang menipu. Berapa banyak orang yang tertipu? Banyak orang. Jadi kita tidak boleh main-main, jangan sampai kita menjadi salah satu yang tersesat.
Matius 24 : 24 - ... sehingga sekiranya mungkin ... (if possible - terjemahan bahasa Inggris), berarti penyesat punya perhitungan kalau boleh orang pilihan pun disesatkan karena kita sering kali lengah, tidak waspada. Yohanes 15:16, kita adalah orang pilihan. Untuk apa kita dipilih ? I Petrus 2 : 9, untuk menyerukan semua perbuat- an Allah yang ajaib dalam hidup umatNya.
Kita harus mengerti orang pilihan menjadi target dari Iblis, tapi sekalipun demikian kita punya Tuhan yang membela kita.
Bagaimana gaya/warna jubah Bileam yang menyesatkan? Yudas 11, mereka yang menceburkan diri dalam kesesatan Bileam semula tidak sadar dan akhirnya tersesat. Yesus jelaskan begitu detail dalam Wahyu 2 : 12 - 17, jalan Bileam (ayat 14) adalah Bileam memberi nasihat kepada Balak untuk menyesatkan orang Israel supaya makan persembahan berhala dan berbuat zinah.
Kapan Bileam melakukannya ? Dalam Bilangan 22, 23 dan 24, sekalipun telah tiga kali raja Moab yaitu Balak memberi upah kepada Bileam untuk mengutuk Israel tapi Bileam tidak mengutuk dan Bileam kelihatannya 'bersih'. Keempat kali Bileam tidak secara terang-terangan memberikan saran kepada Balak untuk mengumpulkan gadis-gadis Moab untuk berzinah dengan orang Israel supaya orang Israel menyembah Baal dan mereka kawin dengan laki-laki Israel. Saran Bileam ini berhasil (Bilangan 25 : 1 - 2).
Apa yang hilang dari Bileam? Ia kehilangan pelita hati. Matius 23 : 27. Muncul banyak orang yang menamakan diri orang percaya berlabel rohaniwan, aktivis tapi di dalamnya ada iri, cemburu, kepahitan, mulut memuji tapi hati penuh dengan kebencian. Daud berkata dalam Mazmur 16 : 7 - ...pada waktu malam hati nuraniku mengajari aku... Hati nurani = pelita hati yang akan menyinari hati. Mazmur 88 : 2 - 3, nyanyian bani Korah berasal dari tulisan Daud dari ilham Roh dan melewati fakta pengalaman iman supaya hati nurani bisa berbicara dan jelas.
Belajarlah dan pertajam pelita yang menyorot hati, belajar peka untuk melakukan yang Tuhan mau pelita harus menyala.
Mazmur 145 : 18, karena hati nurani bersih kata-kata yang diucapkan itulah yang Daud perbuat sekalipun Ahitofel penasihatnya meninggalkannya. Ketika dalam sengsara Tuhan dekat dengannya. Mazmur 145 : 14, 20, Tuhan itu penopang saat Daud tidak berdaya, sekalipun ia lelah tapi ia selalu menjaga hati nuraninya selalu bersih. Daud sudah berbuat baik tapi masih tetap cacat, raja Saul dan orang-orangnya selalu mengejar Daud sampai batas kemampuannya habis. I Samuel 27, Daud mengambil keputusan untuk bekerja pada Akhis (raja Ziklag), selama 1 tahun 4 bulan Daud tinggal di Ziklag dan kota itu diberkati karena Daud menjaga hati nurani. Orang Amalek marah mendengar kota Ziklag diberkati, mereka mengerahkan tentaranya untuk menyerang dan membakar kota itu. Kalau kita menjaga hati nurani, Tuhan akan angkat sekalipun orang lain coba untuk membenamkan kita dan tidak ada yang hilang. I Samuel 30 : 19 - Tidak ada yang hilang pada mereka, dari hal yang kecil sampai hal yang besar... semuanya itu dibawa Daud kembali.
Bagaimana hati nurani kita ? Jangan mengikuti jalan Bileam!
Amin

KEMENANGAN YANG GEMILANG PADA AKHIRNYA (Bagian II)

Ringkasan Khotbah Kebaktian Paskah Minggu, 30 Maret 2008
Oleh : Pdt. Frans Z. Assa

II Petrus 2 : 13 - dan akan mengalami nasib yang buruk sebagai upah kejahatan mereka...
Dalam TBvS - ...sebagai ganjaran atas penderitaan yang telah mereka sebabkan mereka akan menderita sengsara...
Munculnya orang-orang yang berjubah rohani tetapi ternyata sebetulnya hati tidak bertobat, berhati binatang akan nampak dari cara mereka berbicara. Pada waktu keluar kata-kata Yesus katakan apa yang keluar dari mulut keluar dari hati. Kalau hati menyimpan air keruh yang beracun maka akan keluar kata-kata yang mengandung racun yang meracuni orang lain.
Roh daging berlawanan dengan Roh Allah. Mereka yang berhati binatang tidak bisa mengendalikan suara daging, selalu mengikuti suara daging bukan suara Roh Allah.
Manusia yang sejak awal Tuhan ciptakan hanya beda sedikit dengan Allah (Mazmur 8) membawa gambar dan teladan Allah, itu menyeluruh roh, jiwa dan tubuh dan Tuhan tempatkan mereka di Taman Eden, tidak ada dan belum ada roh yang melawan Allah. Ketika roh daging masuk manusia cenderung melawan Allah dan peraturan-peraturanNya sehingga mereka yang menerima otoritas yang didelegasikan Allah pun selalu mendapat perlawanan dari bawah. Dan ini masuk ke dalam keluarga, dunia sekuler, gereja dan roh ini ada di seluruh muka bumi.
Kapan roh daging masuk ke dalam manusia?
Yesaya 14 : 15-21 hubungkan dengan Yehezkiel 28. Pada waktu Lucifer berusaha merebut 5 titik kemuliaan Allah, Tuhan membuang dan mencampakkannya ke bumi. Pada saat itulah rohnya yang suka melawan juga ikut ke bumi; itu kemudian masuk melalui ular di Taman Eden. Saat Hawa makan buah yang dilarang Tuhan sejak itulah roh Lucifer masuk ke dalam manusia merusak roh, jiwa dan tubuh manusia, kemuliaan Allah hilang. Roma 3 mengatakan masih ada sisa-sisa kemuliaan, tapi kemuliaan secara penuh hilang. Sejak itulah roh daging selalu mengusik, menyusahkan.
Sejak awal zaman terjadi peperangan antara yang manusiawi dan rohani. Lukas 11 : 46-52. Hal-hal yang paling berbahaya orang-orang yang berjubah rohani tapi hati tidak bertobat, mereka membangun makam-makam, kubur-kubur padahal imam dan nabiyang dikuburkan di sana merekalah yang membunuhnya. Mereka menghalangi orang yang akan masuk Bait Allah menggunakan metoda melempar umpan perkataan yang bisa meracuni. Ayat 51, roh daging/roh Lucifer yang telah bergerak sejak awal zaman (Habel) sampai zaman Zakaria (anak imam Yoyada yang telah dibunuh oleh Raja Yoas yang telah dipengaruhi oleh orang-orang terdekatnya) mempunyai rentang waktu ± 3.900 tahun.
Gaya/cara dari daging untuk mengusik orang percaya :
1. Kejadian 4 : 8.
Kain yang nampaknya mempunyai jubah rohani sebagai aktivis, terlibat dalam pelayanan namun Habel ia bunuh di ladang pelayanan (meracuni, membunuh semangat lewat perkataan).
2. Kejadian 27 : 41.
Esau selalu mengintip masa depan Yakub, ia ingin menghancurkan masa depan Yakub. Tuhan sudah racik masa depan kita, sebelum langkah kita tiba di situ Lucifer gunakan orang lain untuk merusak tapak yang akan kita jejaki tapi jangan kuatir karena Tuhan sudah amankan masa depan kita.
3. II Samuel 16 : 5 - 7.
Simei kelihatannya setia dan dekat dengan Daud tapi mempunyai maksud-maksud tertentu. Saat Daud ditahbiskan menjadi raja, Simei tidak ikut mendapat kedudukan dalam pemerintahan Daud dan pada akhirnya menyusahkan Daud.
Kalau kita melayani Tuhan, berkorban untuk Tuhan harus dengan motivasi yang benar, kalau tidak kita akan susah dan kecewa.
4. Kisah Para Rasul 20 : 29 - 30.
Paulus jelaskan orang-orang yang dipakai roh Lucifer seperti serigala-serigala ganas yang merusak dan meracuni ladang-ladang pelayanan di mana Paulus menebarkan benih kebenaran. II Korintus 9 : 6 - 7, Paulus mene- gur jemaat Korintus yang mempunyai motivasi yang tidak tulus. Filipi 4:19-20, jemaat Filipi memiliki motivasi yang tulus dalam melayani Tuhan.
Jangan ada roh Lucifer yang menyusup karena akan mencelakakan kita sendiri, jangan beri tempat kepada Iblis.
Sampai kapan roh Lucifer ini bergerak ? II Tesa-lonika 2 : 7 - 8.
Sampai Roh Kudus diangkat dari dunia ini saat itulah gereja, orang percaya yang sungguh - sungguh sekalipun terusik, jatuh - bangun tapi mereka tetap bertekun juga akan disingkirkan ke padang belantara, barulah muncul aniaya. Selama Roh Kudus ada di dunia, Roh Kudus itulah yang menuntun, membentengi dan mengingatkan kita.
Amin

Monday, March 31, 2008

KEMENANGAN YANG GEMILANG PADA AKHIRNYA

Ringkasan Kebaktian Paskah Minggu 23 Maret 2008
Oleh Pdt.Frans.Z.Assa
Sebuah kemenangan pasti ditandai awali dengan sebuah peperangan, pergumulan atau pertarungan. Alkitab memastikan tentang kemenangan diawali dengan peperangan, pergumulan, pertarungan; kebangkitan harus diawali dengan sebuah kematian.I Korintus 15 : 14 - Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu.Berita kebangkitan Yesus ini disanggah oleh Kelompok Gerakan Perjalanan Yesus yang menelusuri/mengikuti lorong-lorong perjalanan Yesus. Kita saat ini sedang bergumul dengan kuat dan penguasa di udara, roh-roh jahat yang sedang menaburkan benih-benih provokasi untuk coba menggoncangkan iman Kristen, sampai-sampai Thomas salah seorang rasul dihinggapi roh bimbang dan ragu-ragu terhadap kebangkitan Yesus tapi kebenaran memberikan kepastian Yesus sudah bangkit. Darah Yesus yang sudah dicurahkan saat ini masih mengalir sampai nanti kita bersama Dia dalam kemuliaan, darah itu menjadi kesaksian untuk menghapus dosa kita.Iblislah yang akan memutarbalikkan bahwa Yesus tidak bangkit karena Iblis tahu tidak mungkin ia melawan Allah lagi, sedangkan secara terang-terangan ia kerahkan seluruh kekuatannya untuk mencoba menaklukkan Yesus terbukti sempat Yesus dikayu palangkan dan mati kemudian dikuburkan, tapi pada hari ketiga Yesus bangkit dari kematian. Itu sebabnya iblis mempunyai perhitungan tidak mungkin bisa melawan Tuhan kecuali mengarahkan anak panahnya pada orang percaya melalui menebarkan benih ragu, bimbang dan takut. Kiranya kita memiliki hikmat Allah untuk mengerti tipu licik Iblis sehingga waktu diserang kita tetap tegar, kokoh dan setia mengiring Tuhan.Roma 8 : 18, pada waktu masuk dalam ruang-ruang penderitaan, hak kita dirampas, kalau mau meraih kemenangan yang gemilang ikuti pola/teladan Yesus. Pengalaman itu Tuhan ijinkan terjadi merupakan ruang pergumulan, peperangan, pertarungan kita, namun tidak selamanya tetap berada di ruang itu karena kemenangan menanti di hadapan kita.Berapa lama kita menderita? Pokok pikiran: untuk membakar jagung dan ubi kayu, bara arang, api boleh sama tapi waktu tunggu untuk matang berbeda-beda. Maleakhi 3 : 3, untuk keluar sebagai pemenang dalam peperangan, pertarungan, pergumulan apapun juga satu ketika Tuhan hadirkan api sampai muncul 'emas murni' karena seringkali wajah Yesus tidak nampak dalam hidup kita, kita penuh dengan ampas dan kotoran-kotoran.Kisah Para Rasul 7 : 9 - 10, Yusuf mengalami api yang membakar hidupnya supaya wajah penciptanya nampak. Yusuf mengalami perlakuan kakak-kakaknya yang kasar, kemudian ia dijajakan dan dijual sebagai budak (± 1 tahun), selama 10 tahun ia tinggal di rumah Potifar seisi rumahnya diberkati dan sepertinya api mulai redup, tapi Tukang Emas tahu persis berapa lama ia harus berada dalam kobaran api. Seorang juru minuman yang pernah ditolong sewaktu dipenjara (± 2 tahun) tidak ingat padanya, tapi tepat waktunya Tuhan melihat sudah tiba waktunya karena wajah Allah nampak setelah 13 tahun dilebur (karakter dibentuk) api padam. Kejadian 41: 37-40,, sekalipun dihasut, dihancurkan oleh manusia, tapi kalau kita punya Firman dan Roh Kudus, Tuhan akan angkat kita tepat pada waktunya. Kita boleh diremukkan tapi kalau kita mempunyai Roh yang membangkitkan Kristus, kita akan alami kemenangan.Kejadian 41 : 41, karena Yusuf bertekun dan bertahan, ia mengalami kemenangan yang gilang-gemilang pada akhirnya. Ayub 23 : 10 -- Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas. Yesus tahu betul keadaan kita, ketika Ia menguji kita (api membakar), kita akan keluar sebagai emas murni. Amin

MUNCULNYA ORANG-ORANG YANG NAMPAKNYA ROHANI TETAPI BERHATI BINATANG

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi 16 Maret 2008
Oleh Pdt.Frans.Z.Assa.
II Petrus 2 : 12 — Tetapi mereka itu sama dengan hewan yang tidak berakal, sama dengan binatang yang hanya dilahirkan untuk ditangkap dan dimusnahkan. Mereka menghujat apa yang tidak mereka ketahui, sehingga oleh perbuatan mereka sendiri akan binasa seperti binatang liar,Terjemahan Living Bible — But false teachers are fools, no better than animals... false teacher menunjuk kepada orang percaya juga bukan hanya menunjuk guru-guru agama tapi setiap kita adalah guru, kita memberi teladan; akan muncul orang-orang yang tampaknya berohani, beribadah padahal mereka punya hati binatang, perasaannya lebih buruk dari binatang, bukan hanya menyentuh soal nyawa tapi juga soal bisnis, masa depan.Daniel 7 : 1 - 4, Yesaya 57 : 20, Wahyu 17 : 15, di akhir zaman ketika terjadi goncangan-goncangan muncul binatang yang rupanya seperti seekor singa (manusia berhati binatang) dari dalam laut (= bangsa-bangsa). Kenapa dia manusia tapi berhati binatang? Daniel 4 : 20 - 21. Manusia seringkali digambarkan seperti pohon, bukan Tuhan kalau pohon itu tidak ditunggui, dirawat dan diberkati oleh Tuhan menurut kodrat masing-masing.Kenapa sampai pohon ini muncul dalam Daniel 7, dia manusia tapi punya hati binatang, mempunyai karakter singa ? Karena ketika pohon ini bertumbuh setelah dikagumi banyak orang, disanjung, pujian itu bagaikan binatang yang duduk di bawah pohon yang akan menghancurkan. Ketika pohon hidup kita bertumbuh jangan ijinkan ada binatang (= roh-roh jahat, kata-kata yang selalu mengusik hidup orang lain) tinggal dalam hidup kita dan burung-burung (= pikiran-pikiran kotor dan najis) bersarang dalam hidup kita. Matius 12 : 43 - 45. Siapapun kita ketika sebagai apa pun juga diberkati Tuhan, menjadi seperti pohon yang dirawat, ditunggui dan diberkati Tuhan, jangan ijinkan binatang bernaung dan burung bersarang dalam hidup kita. Milikilah lidah yang dapat menahan mana kata-kata yang perlu diucapkan dan mana yang tidak perlu diucapkan, gunakanlah kata-kata yang diterangi oleh Firman Allah, kalau tidak, Yesus katakan ia akan lebih buruk dari sebelumnya, lebih buruk dari binatang. Kalau dibiarkan tetap berhati binatang: Daniel 4 : 13 - 14, satu kesempatan yang sudah terlambat karena sekalipun binatang lari dan burung tinggalkan pohon ini, pohon ini akan ditebang, diremukkan. Jangan sampai kita kena geram dan murka Tuhan, namun biarlah kita menjadi pohon yang diberkati Tuhan, tetap waspada dan harus tegas untuk tidak berkompromi dengan roh binatang yang ingin masuk dalam hidup kita.Nebukadnezar digambarkan seperti pohon tapi karena angkuh dan sombong (berkompromi dengan binatang dan burung-burung, ia ditebang dan dihancurkan. Kejadian 41 : 37 - 38, Yusuf pun digambarkan seperti pohon tapi yang ada pada carang-carangnya bukan burung-burung dan yang menunggui di bawah pohon itu bukan binatang-binatang tetapi Firman dan Roh Kudus.Karena Firman dan Roh Kudus yang memenuhi pohon ini, pemanah-pemanah memang datang mengusiknya (Kejadian 49:23), menjadi target iblis tetapi sekalipun demikian tangannya tetap lentur karena Yusuf mempunyai panah dan pedang Roh dan Firman Allah (Kejadian 49 : 24). Musim boleh tidak menentu (Kejadian 49 : 22), kalau kita menjadi pohon berisi Firman dan penuh dengan Roh Kudus, pohon ini akan bertumbuh, berbuah, dirawat, dijaga dan dipelihara oleh Tuhan. Firman Allah menjadi pupuk, memberi semangat, kekuatan, kehidupan sehingga kita tetap berhasil dalam segala apapun yang kita kerjakan. Mazmur 1 : 1 - 3. Apapun yang dikerjakan dibuat berhasil dan beruntung oleh Tuhan. Amin

KUASA PERKATAAN

Ringkasan Khotbah Minggu pagi 9 Maret 2008
Oleh Pdt Frans.Z.Assa.
II Petrus 2 : 10 - 11 – terutama mereka yang menuruti hawa nafsunya karena ingin mencemarkan diri dan yang menghina pemerintahan Allah. Mereka begitu berani dan angkuh, sehingga tidak segan-segan menghujat kemuliaan, padahal malaikat-malaikat sendiri, yang sekalipun lebih kuat dan lebih berkuasa dari pada mereka, tidak memakai kata-kata hujat, kalau malaikat-malaikat menuntut hukuman atas mereka di hadapan Allah.Kuasa perkataan mempunyai pengaruh hancur-tegaknya seseorang, perkataan bisa membangun, bisa juga menghancurkan generasinya. Hubungkan dengan II Petrus 2 : 4. Apabila Tuhan tidak menyayangkan malaikat yang diciptakanNya untuk mengagungkan Dia, pada waktu bersalah dibuang ke bumi, demikian juga dengan manusia. Yesaya 28 : 13 - 16, Lucifer berhasil tetapi kenapa kemudian ia hancur dan dicampakkan? Karena Yesaya 14 : 13, 14 katakan ia punya perkataan menghujat kepada Allah.Kuasa perkataan:1. Terhadap masa depan.Kejadian 11 : 2. Sekelompok manusia Nimrod (Kejadian 10) sebagai penggagas mendiri-kan Menara Babel. Kejadian 11 : 7, 9, karena perkataan mereka tidak berisi hikmat, menghujat, mengabaikan dan merendahkan Tuhan, semula mereka punya satu bahasa lalu Tuhan menuangkan banyak bahasa kepada mereka sehingga kacau. Karena perkataan menghujat masa depan mereka menjadi hancur.2. Terhadap kesejahteraan.Bilangan 13 : 27 - 28. Ada 12 orang pengintai atas permintaan mereka Musa mengijinkan untuk mengintai tanah Kanaan, 10 orang di antaranya mengatakan bahwa tanahnya memang baik tapi bangsa yang mendiaminya seperti raksasa. Hanya 2 orang yaitu Yosua dan Kaleb yang mengingat dan memiliki firman Tuhan yang pernah mereka dengar melalui Musa (Ulangan 1 : 21), Tuhan berkata maju saja, dudukilah negeri yang sudah Aku janjikan kepadamu. Itu sebabnya mereka berkata memang penduduk di sana seperti raksasa tapi …Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya!” (Bilangan 13 : 30). Milikilah firman Allah, kalau hari ini ada persoalan, dan sekalipun besok ada persoalan tapi setiap hari Yesus sanggup mengadakan mujizat dan memberikan jalan keluar. Kuasa perkataan itu akan menentukan ketenangan dan masa depan kita.3. Terhadap bisnis ataupun karier.I Tawarikh 17 : 23. Daud pegang firman Allah sehingga sekalipun hari itu ia punya begitu banyak musuh yang melawannya, ia punya perkataan: “Tuhan lakukanlah janjiMu yang telah Engkau ucapkan bagiku dan bagi keluargaku”. Daud langsung menindak-lanjuti, ia membangun gudang-gudang salah satunya Menara Daud (Kidung Agung 4 : 4). Yehezkiel 27 : 11, orang Arwad adalah pedagang kaya raya yang menyempurnakan, membuat kelimpahan dengan cara membawa harta benda mereka, orang Gamad menyerahkan perisai mereka kepada Daud yang disimpan di menara Daud. Pada waktu persiapan pembangunan Bait Suci, ia menyerahkan 100.000 talenta (± 3.400 ton) emas yang diambil dari menara Daud. I Tawarikh 29 : 3 - 4, Daud juga menyerahkan dari kekayaan pribadinya 3.000 talenta (± 100 ton) emas. Dengan perkataan kita bisa membangun masa depan, memiliki karier cemerlang.Kembali ke Kejadian 11 : 1 – Adapun seluruh bumi, satu bahasanya dan satu logatnya. Ayat ini akan disempurnakan di akhir zaman. Bahasa Eden yang sudah dicemarkan oleh dosa, Tuhan akan kembalikan dan pulihkan melalui bahasa iman dan bahasa urapan kuasa Roh Kudus. Ketika kita memiliki bahasa yang Tuhan pulihkan, gunung persoalan (Matius 17 : 20) dan pohon ketakutan (Lukas 17 : 5 - 6) bisa dipindahkan. Berkatalah pada Tuhan lakukan semua janjiMu di dalam hidup saya, maka kita akan nikmati panorama sorga dan kita alami mujizat. Amin
RingkasanKhotbah Minggu Pagi 2 Maret 2008
Oleh Pdt Frans.Z.Assa.
II Petrus 2 : 9 - maka nyata, bahwa Tuhan tahu menyelamatkan orang-orang saleh dari pencobaan dan tahu menyimpan orang-orang jahat untuk disiksa pada hari penghakiman,Ada dua hal yang Petrus bicarakan dalam ayat ini :1. Tuhan tahu menyelamatkan orang-orang saleh dari pencobaan.Tuhan tahu bagaimana caranya membebas-kan kita – yang sekalipun bagaikan pohon yang sudah tumbang dan digunduli yang menyebabkan sepertinya tidak mungkin punya masa depan – supaya kita bertumbuh bagi Yesus. 2. Tuhan tahu menyimpan orang-orang jahat untuk disiksa pada hari penghakiman.Tuhan bukanlah pendendam, Ia sangat mengasihi kita, Ia tahu bagaimana caranya menyimpan orang jahat. Siapa yang disebut orang jahat? Mereka yang tahu Firman Allah tetapi tidak melakukannya (Matius 7).Prinsip yang dianut karena nama dan karakter dari Allah sendiri, namaNya disebut Bapa yaitu Tuhan, Putra yaitu Yesus, Roh Kudus yaitu Kristus. Nama Allah terikat dengan karakter Allah sendiri yaitu I Yohanes 4 : 16 - …Allah adalah kasih… di dalam kasihNya Allah ingin menyelamatkan orang berdosa dan I Petrus 1 : 16 - …Kuduslah kamu, sebab Aku kudus, karakter Allah kudus, suci, murni, di dalam kekudusanNya Ia harus melaksanakan murkaNya dan penghakimanNya akan dosa. Bagaimana hal ini bisa Tuhan lakukan?Dalam kasih Tuhan mau selamatkan manusia tapi kekudusanNya menuntut untuk menghukum dan menghakimi. Di dalam kekudusan untuk memurkai manusia itu harus dilaksanakan tapi kasih tidak boleh diabaikan. Porsi kasih dan kekudusan harus tetap diperhatikan, keduanya harus tetap berperan. Ketetapan Allah berdasarkan Perjanjian Eden harus tetap ditegakkan. Kejadian 1 : 26. Ketika Tuhan ciptakan manusia, otoritas Allah berikan kepada manusia itu sebabnya manusia punya gambar dan rupa Allah supaya manusia menguasai, me-manage ciptaan Tuhan bukan sebaliknya kita dikontrol oleh ciptaan Tuhan. Kejadian 1 : 28. Manusia sudah jatuh dalam dosa tapi Perjanjian Eden tidak bisa ditarik. Dengan karakter Allah yang tidak bisa diubah, Allah diwajibkan untuk tetap melaksanakan Perjanjian Eden dan Allah memberkati mereka.II Petrus 3 : 9. Tuhan tidak pernah lupa akan janjiNya bahwa kita akan menaklukkan semua ciptaanNya dan Allah memberkati mereka dan Ia menghendaki supaya jangan satupun binasa dan berantakan baik bisnis, pendidikan, rumah tangga, masa depannya. Dalam perjalanan di dunia kita selalu berhadapan dengan permasalahan, bagaimana caranya untuk menjadi pemenang supaya bisa menikmati janji Allah karena kita menjadi target Iblis agar tidak alami janji Allah?Efesus 1 : 3 - 13, ada tujuh pernyataan Paulus yang merupakan pengajaran dasar dan pertumbuhan menuju kepada kesempurnaan – walaupun kita menjadi target dari Iblis tapi kita tidak akan ditaklukkan oleh Iblis – kuncinya tinggal di dalam Yesus. Yudas Iskariot bukan ditentukan untuk mati bunuh diri tetapi Allah menghendaki supaya ia selamat, tapi ia tidak mau tinggal di dalam Yesus. Keuntungannya kalau tinggal di dalam Yesus yang akan mengaruniakan segala berkat, apapun yang sementara kita alami, kita akan aman, mendapat bagian janji Allah, dikasihi, dan mengalami mujizat, menjadi orang kudus dan tidak bercacat cela. Kalau kita berada di luar Yesus, di sana akan ada banyak binatang buas yang dikomandani oleh Iblis.Mazmur 16 : 7 - 11. Dalam perjalanan kita tidak lepas dari banyak serangan karena kita menjadi target Iblis yang membuat kita kecewa dan tinggalkan Tuhan, tapi Paulus katakan tinggal di dalam Yesus. Ketika kita tinggal dalam Yesus, pengalaman-pengalaman itu diijinkan terjadi menjadi alat untuk melatih supaya bisa mencapai gol. Yesus pelatihnya dan waktu Tuhan melatih kita Ia beri tongkat gembala yang mengamankan kehidupan kita supaya kita ada di jalan kehidupan, alami sukacita dan nikmat. Kembali ke II Petrus 2 : 9, mereka yang tidak mengerti Firman Allah, Tuhan sudah peringat-kan, mereka digerakkan oleh Roh untuk tetap tinggal di dalam Yesus – memang masih mengalami masalah – tapi mereka abaikan, sengaja jauh dari Tuhan. Tuhan tahu bagaimana caranya membawa mereka dalam penghukuman. Wahyu 21 : 8, mereka yang tidak mau tinggal dalam Yesus akan masuk dalam api kekal selama-lamanya. Hanya ada satu tempat kita akan nyaman, nikmat (= pleasure) senantiasa kalau kita tinggal di dalam Dia walaupun masih ada persoalan. Amin

BERJALAN DALAM KEHENDAK TUHAN

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi 17 Februari 2008
Oleh Pdt. Frans.Z.Assa.
II Petrus 2 : 7 - 8 - tetapi Ia menyelamatkan Lot, orang yang benar, yang terus-menerus menderita oleh cara hidup orang-orang yang tak mengenal hukum dan yang hanya mengikuti hawa nafsu mereka saja, — sebab orang benar ini tinggal di tengah-tengah mereka dan setiap hari melihat dan mendengar perbuatan-perbuatan mereka yang jahat itu, sehingga jiwanya yang benar itu tersiksa —Ketika kita mau mengenal kehendak Tuhan berarti kita bersedia berada di jalan yang Tuhan siapkan yang kadang satu ketika kita mengalami pengalaman gua singa atau melalui sungai yang bergemuruh. Dalam pimpinan Roh Kudus, Petrus menjelaskan secara detail tentang penderitaan yang dialami orang-orang benar. Kenapa sampai Tuhan sediakan penderitaan di zamannya, orang benar menderita (= tertekan, tersiksa, dijepit) terus-menerus setiap hari?Berbicara tentang soal penderitaan orang benar salah satunya Ayub, Alkitab memberikan kesaksian dalam Ayub 1 : 1. Kurang apa pada Ayub? Ia adalah seorang yang luar biasa, saleh, jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan, namun tersiksa dari hari ke hari. Lot dan Nuh juga disebut orang benar dan tak bercela (perfect = paling lengkap/sempurna) di antara orang-orang segenerasinya. Nuh punya catatan dalam Kejadian 6 : 9, Ia selalu berjalan/ bergandengan dengan Tuhan setiap hari tapi kenapa dia harus menderita melihat ulah orang lain dan dan tersiksa jiwanya?Kalau tersiksa apa yang akan kita perbuat? Datang di kaki Tuhan, doakan dan jangan mengutuk. Jangan hanya terpancang pada penderitaan, saat kita bisa kalahkan keadaan daging kita, Tuhan beri tunas yang baru, karena tujuannya ketika berhadapan dengan orang yang menderita kita bisa menguatkan, membangun, dan menjadi berkat buat orang itu, masa depan kita sudah dikemas oleh Tuhan dan tidak seorang pun yang bisa membongkar paket yang Tuhan sudah anyam buat kita. Petrus sudah berbicara dalam I Petrus 4 : 12 - 14, jika mengalami sesuatu yang menyakitkan jangan biarkan pengalaman itu menguasai hati dan pikiran kita, jangan selalu diingat-ingat. Kalau membiarkan kepahitan mengendap, Tuhan tidak akan beri tunas yang baru, tapi itu sangat tergantung sikap kita mau mengeraskan hati atau mau melupakannya. Kalau pada waktu disakiti kita sedih dan kecewa itu wajar, tapi tinggalkan semua segera berjalan bersama Tuhan dan di lembah kekelaman sekalipun Tuhan genggam tangan kita.Ada apa di dalam sebuah penderitaan?Hubungkan dengan I Tawarikh 26 : 25 - 27. Satu di antara nama-nama orang Lewi yaitu Selomit, seorang yang sangat dipercaya sehingga ia ditunjuk mengawasi perbendaharaan barang-barang kudus. Latar belakang Selomit ditunjuk Daud untuk membangun gudang tempat menyimpan barang-barang yang mahal yang terus bertambah, kekayaan itu digunakan untuk membangun, memperbaiki rumah Allah. Daud juga membangun menara Daud untuk tempat penyimpanan senjata dan barang-barang jarahan (Kidung Agung 4 : 4). Biaya untuk perawatan datangnya dari pergumulan agar bangunan tetap berdiri dengan kokoh. Seluruh jemaat Tuhan adalah bangunan rumah Allah. Sering kali bangunan bait Allah goncang karena ada di antara mereka yang harus diperbaiki dan perbaikannya dari harta benda yang diperoleh dari penderitaan karena bertempur.Sebagai ilustrasi alam, batubara harus digali kemudian dibakar supaya bisa menggerakkan turbin, roda kereta api, kapal api. Batubara muncul melalui proses yang panjang, tumbuh-tumbuhan mati lalu terjadi pembusukan, melalui proses geologi menjadi tanah gambut yang mempunyai kadar asam tinggi, mudah terbakar. Proses pembakaran dan tekanan dari atas akan membentuk menjadi batubara.Kenapa hidup kita seperti dibakar penderitaan dan tekanan? Tuhan ingin supaya dari hidup kita keluar energi untuk menghibur sesama anak Tuhan. Bangunan bait Allah perlu ditegakkan dan yang harus menegakkan adalah jemaat itu sendiri yang telah mengalami penderitaan supaya bisa menghibur, menguatkan. Mazmur 132 : 1 - 5. Saat Daud menderita dikejar-kejar, Daud telah mengambil pilihan dan keputusan tidak akan membiarkan matanya tertidur sampai ia melihat rumah Tuhan dibangun sempurna. Maksud kita menderita supaya kita bisa menguatkan orang lain dan saat kemuliaan Tuhan dinyatakan kita bisa bersukacita. Ketika kita menderita mungkin ada banyak penyebab, mungkin Tuhan gunakan orang lain menjadi gigi yang menggiling hidup kita. Tuhan ingin membentuk kita dari gandum menjadi roti yang siap dibawa ke perjamuan Tuhan.
Amin

CARILAH TUHAN DAN KEBENARANNYA

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi !0 Februari 2008
Oleh Pdt Frans.Z.Assa
II Petrus 2 : 6 - dan jikalau Allah membinasakan kota Sodom dan Gomora dengan api, dan dengan demikian memusnahkannya dan menjadikannya suatu peringatan untuk mereka yang hidup fasik di masa-masa kemudian,Kalau dunia saat ini sedang menuju ke puncak segala kebinasaan, gereja saat ini sedang menuju ke puncak segala kemuliaan, tinggal tergantung kita mau pilih di mana ? Tanda-tanda zaman menunjukkan Yesus segera datang kali yang kedua.Melalui II Petrus 2 : 5 - 6, Tuhan memakai Petrus untuk menyampaikan sebuah peringatan bagi manusia yang berada di akhir zaman bahwa di akhir zaman akan muncul masalah-masalah, bencana-bencana seperti yang pernah menimpa di awal zaman.Yesus pun mengangkat peristiwa yang terjadi di zaman Nuh dan zaman Lot untuk bahan mengajar. Lukas 17 : 26 - 29. Ada beberapa kesibukan yang sama baik di zaman Nuh (dalam soal makan dan minum, kawin dan dikawinkan) dan zaman Lot (makan dan minum, membeli dan menjual, menanam dan membangun), sekarang ini juga soal mencari kepuasan tersebut merupakan warna kesibukan ke mana saja kita pergi kita temukan kesibukan-kesibukan ini sehingga sepertinya menjadi yang lebih utama dari hidup manusia sendiri daripada mencari Tuhan. Tapi sebelum bencana besar/puncak kebinasaan terjadi di akhir zaman — seperti pada zaman Nuh (air bah), Nuh masuk ke dalam bahtera, dan pada zaman Lot (hujan api dan hujan belerang), Lot keluar dari kota Sodom dan Gomora — orang percaya/gereja Tuhan mau siapkan terlebih dahulu.Matius 6 : 33 - Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Menyikapi fakta yang terjadi sekarang ini carilah dahulu Kerajaan Allah (seek first the kingdom of God) dan kebenarannya (aturan-aturan ketika kita bertemu Tuhan: berdoa, memuji Tuhan, mengembalikan milik Tuhan, beribadah, berkorban) sementara kita berhadapan dengan kenyataan tanggung jawab sebagai apapun di masyarakat dan sibuk dengan kewajiban kita. Amos 5 : 4 - …Carilah Tuhan maka kamu akan hidup! Hidup = CHAYAH (bahasa Ibrani yang berarti punya pegangan jasmani maupun rohani); be whole (bahasa Inggris yang artinya memiliki semua). Sementara kita sibuk sebagai apapun carilah Tuhan dan kebenarannya maka kita tidak akan hanyut karena kita memiliki semua, di masa sulit sekarang Tuhan mampu mengadakan mujizat.Nubuatan tentang bencana-bencana kalau kita mengabaikan mencari Tuhan dan Firman Allah:1. Hagai 1 : 6. Tuhan tetap perhatikan manusia yang punya usaha mereka tetap diberkati; minum (= kesenangan), berpakaian (= nama baik), bekerja (= menduduki jabatan terhormat) bisa berhasil tapi tidak sampai puas, kenyang, hangat karena hasilnya masuk ke dalam kantong yang bocor.2. Yoël 1 : 2 - 4. Mereka yang mengabaikan Tuhan dan kebenarannya bisa berhasil tapi akan datang belalang pengerip, belalang pindahan, belalang pelompat dan belalang pelahap sehingga hasil yang dicapai tidak ada yang tertinggal. Mencari Tuhan dan kebenarannya harus seimbang dan tidak boleh pincang, belalang-belalang tetap ada di sekitar kita tapi Tuhan akan pagari kita.3. Mazmur 83 : 16. Kalau tetap mengabaikan Tuhan atau mencari Tuhan tapi kebenarannya ditinggalkan maka Tuhan akan mengirimkan badai dan puting beliung.Daniel 5 : 1 - 5. Daniel menegur raja Belsyazar karena menghina Tuhan (mengambil perkakas Bait Suci untuk pesta, makan dan minum anggur) dan sementara berpesta dari tembok keluar punggung tangan yang jarinya menulis Mené, mené (Tuhan sudah beri waktu), tekél (Tuhan sudah timbang) ufarsin (bobotnya ringan), bobot rohani raja Belsyazar tidak ada dan akan binasa. Jangan anggap sepele soal iman, ibadah, berdoa, pujian, berkorban, mengembalikan milik Tuhan, kita boleh sibuk dengan tanggung jawab kita tapi jangan abaikan Tuhan, kekudusan, kesucian dan kebenaranNya.
Amin