Sunday, October 18, 2009
FORMASI SUKU-SUKU YANG MENJAGA SISI BARAT TABERNAKEL
Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 18 Oktober 2009
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Ketiga suku yang dipercaya untuk menunggu sisi Barat Tabernakel/Kemah Sembahyang adalah suku Efraim, suku Manasye dan suku Benyamin. Formasi sisi Barat berada di paling belakang, sedangkan sisi Timur berada di paling depan. Formasi yang paling belakang berbicara tentang kelompok yang berada di akhir zaman, paling ujung dari segala zaman. Dalam sebuah perumpamaan Yesus diilustrasikan sebagai orang kaya, pemilik kebun anggur sedang mencari pekerja untuk bekerja di ladangNya. Ada yang Dia temukan jam 6 pagi, jam 9 pagi, jam 12 siang, jam 3 siang, perhitungan satu hari adalah dari jam 6 pagi sampai jam 6 sore = 12 jam. Baik yang masuk kerja jam 6 pagi, jam 9 pagi, jam 12 siang, ataupun jam 3 siang semua mendapatkan upah satu dinar. Waktu Yesus menemukan banyak yang masih menganggur Yesus memberi kesempatan bagi mereka yang mau bekerja di jam 5 sore, tapi baru sebentar bekerja hari itu telah berakhir. Mereka yang bekerja dari jam 5 sampai jam 6 sore pun mendapat upah satu dinar. Mereka yang bekerja di jam 5 sore adalah mereka yang bekerja di waktu yang dipercepat oleh Tuhan.
Kita berada di akhir zaman waktu percepatan yang luar biasa. Matius 24:22 - Dan sekiranya waktunya tidak dipersingkat, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan waktu itu akan dipersingkat. Karena kita yang dipilih oleh Tuhan waktu itu dipercepat. Apa yang terjadi di saat semua serba cepat? Amos 9:13 - ...pembajak akan tepat menyusul penuai dan pengirik buah anggur penabur benih... Di berbagai bidang kehidupan manusia kita melihat percepatan yang luar biasa, mereka yang bekerja di jam 5 sore mendapat fasilitas yang serba cepat. Suku Efraim, suku Manasye dan suku Benyamin berada di sisi Barat di paling belakang, di akhir zaman.
Bahasa nubuatan tentang fakta ilahi yang ada di akhir zaman: Kejadian 37:3 - Israel lebih mengasihi Yusuf dari semua anaknya yang lain, sebab Yusuf itulah anaknya yang lahir pada masa tuanya; dan ia menyuruh membuat jubah yang maha indah bagi dia. Gereja lahir pada waktu akhir segala zaman (waktu Yesus disalibkan) disebut zaman gereja/zaman Roh Kudus, gereja menerima karunia-karunia, kemampuan-kemampuan yang berbeda-beda satu terhadap yang lain melalui Roh Kudus.
Kisah Para Rasul 1:8, ketika Tuhan menyelesaikan segala zaman, gereja yang disingkirkan ke padang belantara bukanlah gereja yang hanya aktif, yang nampaknya penuh dengan buah melainkan gereja yang penuh dengan Roh Kudus. Pada waktu kita dipenuhkan dengan Roh Kudus, kita menerima kuasa (= dunamis - bahasa Yunani) yang mempunyai pengertian kekuatan, kemampuan menghadapi godaan-godaan, tekanan-tekanan, penderitaan-penderitaan. Tuhan memberikan kemampuan untuk bisa menangkap sinyal dari Tuhan, untuk bisa melihat bahwa Allah menyediakan persediaan-persediaan buat kita.
Realita kalau kita penuh dengan Roh Kudus: I Samuel 17:40-46, pertarungan antara Daud dan Goliat adalah pertarungan yang tidak imbang secara visual, postur tubuh Goliat empat kali postur tubuh Daud --satu ancaman yang betul-betul menakutkan-- tapi Daud penuh dengan Roh Kudus, Roh Allah ada di dalam dia, dia punya dunamis, kemampuan menangkap isyarat dari Tuhan. Musa yang penuh dengan Roh Kudus ketika orang Israel sedang panik dan mengancamnya Tuhan memberi kemampuan/dunamis pada Musa untuk melihat perkara-perkara ilahi, panorama ilahi. Kalau kita mempunyai dunamis, kita bisa mendengar, bisa melihat apa yang Tuhan sedang kerjakan untuk kita sehingga kita bisa berkata hari ini persoalan apapun bisa beres, Allah tidak akan menunda. Daud penuh dengan Roh Kudus sehingga ia mempunyai kemampuan melihat seperti Allah melihat, mendengar seperti yang Tuhan sudah siapkan untuknya, Allah berjanji perkara-perkara dahsyat terjadi. Yesaya 60:5. Kapan hal itu akan terjadi? Yesaya 60:2, ketika terang kemuliaan Tuhan bercahaya dalam hidup kita. Satu ketika Tuhan ijinkan dalam hidup kita semua menjadi gelap --kita merasa gagal, kita merasa tidak beruntung-- terang Tuhan tidak mungkin memancar kecuali semua menjadi gelap. Pada waktu semua gelap keindahan sejati akan keluar dari hidup kita.
Acapkali Tuhan ijinkan ‘gelap’ terjadi dalam hidup kita, jangan berkecil hati! Karena ketika kita punya dunamis, kemuliaan Tuhan akan masuk dalam hidup kita seiring dengan Roh Allah yang ada dalam diri kita, kemuliaan Tuhan memancar dari dalam hidup kita sehingga keindahan yang sejati akan keluar dari hidup kita.
Amin.
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Ketiga suku yang dipercaya untuk menunggu sisi Barat Tabernakel/Kemah Sembahyang adalah suku Efraim, suku Manasye dan suku Benyamin. Formasi sisi Barat berada di paling belakang, sedangkan sisi Timur berada di paling depan. Formasi yang paling belakang berbicara tentang kelompok yang berada di akhir zaman, paling ujung dari segala zaman. Dalam sebuah perumpamaan Yesus diilustrasikan sebagai orang kaya, pemilik kebun anggur sedang mencari pekerja untuk bekerja di ladangNya. Ada yang Dia temukan jam 6 pagi, jam 9 pagi, jam 12 siang, jam 3 siang, perhitungan satu hari adalah dari jam 6 pagi sampai jam 6 sore = 12 jam. Baik yang masuk kerja jam 6 pagi, jam 9 pagi, jam 12 siang, ataupun jam 3 siang semua mendapatkan upah satu dinar. Waktu Yesus menemukan banyak yang masih menganggur Yesus memberi kesempatan bagi mereka yang mau bekerja di jam 5 sore, tapi baru sebentar bekerja hari itu telah berakhir. Mereka yang bekerja dari jam 5 sampai jam 6 sore pun mendapat upah satu dinar. Mereka yang bekerja di jam 5 sore adalah mereka yang bekerja di waktu yang dipercepat oleh Tuhan.
Kita berada di akhir zaman waktu percepatan yang luar biasa. Matius 24:22 - Dan sekiranya waktunya tidak dipersingkat, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan waktu itu akan dipersingkat. Karena kita yang dipilih oleh Tuhan waktu itu dipercepat. Apa yang terjadi di saat semua serba cepat? Amos 9:13 - ...pembajak akan tepat menyusul penuai dan pengirik buah anggur penabur benih... Di berbagai bidang kehidupan manusia kita melihat percepatan yang luar biasa, mereka yang bekerja di jam 5 sore mendapat fasilitas yang serba cepat. Suku Efraim, suku Manasye dan suku Benyamin berada di sisi Barat di paling belakang, di akhir zaman.
Bahasa nubuatan tentang fakta ilahi yang ada di akhir zaman: Kejadian 37:3 - Israel lebih mengasihi Yusuf dari semua anaknya yang lain, sebab Yusuf itulah anaknya yang lahir pada masa tuanya; dan ia menyuruh membuat jubah yang maha indah bagi dia. Gereja lahir pada waktu akhir segala zaman (waktu Yesus disalibkan) disebut zaman gereja/zaman Roh Kudus, gereja menerima karunia-karunia, kemampuan-kemampuan yang berbeda-beda satu terhadap yang lain melalui Roh Kudus.
Kisah Para Rasul 1:8, ketika Tuhan menyelesaikan segala zaman, gereja yang disingkirkan ke padang belantara bukanlah gereja yang hanya aktif, yang nampaknya penuh dengan buah melainkan gereja yang penuh dengan Roh Kudus. Pada waktu kita dipenuhkan dengan Roh Kudus, kita menerima kuasa (= dunamis - bahasa Yunani) yang mempunyai pengertian kekuatan, kemampuan menghadapi godaan-godaan, tekanan-tekanan, penderitaan-penderitaan. Tuhan memberikan kemampuan untuk bisa menangkap sinyal dari Tuhan, untuk bisa melihat bahwa Allah menyediakan persediaan-persediaan buat kita.
Realita kalau kita penuh dengan Roh Kudus: I Samuel 17:40-46, pertarungan antara Daud dan Goliat adalah pertarungan yang tidak imbang secara visual, postur tubuh Goliat empat kali postur tubuh Daud --satu ancaman yang betul-betul menakutkan-- tapi Daud penuh dengan Roh Kudus, Roh Allah ada di dalam dia, dia punya dunamis, kemampuan menangkap isyarat dari Tuhan. Musa yang penuh dengan Roh Kudus ketika orang Israel sedang panik dan mengancamnya Tuhan memberi kemampuan/dunamis pada Musa untuk melihat perkara-perkara ilahi, panorama ilahi. Kalau kita mempunyai dunamis, kita bisa mendengar, bisa melihat apa yang Tuhan sedang kerjakan untuk kita sehingga kita bisa berkata hari ini persoalan apapun bisa beres, Allah tidak akan menunda. Daud penuh dengan Roh Kudus sehingga ia mempunyai kemampuan melihat seperti Allah melihat, mendengar seperti yang Tuhan sudah siapkan untuknya, Allah berjanji perkara-perkara dahsyat terjadi. Yesaya 60:5. Kapan hal itu akan terjadi? Yesaya 60:2, ketika terang kemuliaan Tuhan bercahaya dalam hidup kita. Satu ketika Tuhan ijinkan dalam hidup kita semua menjadi gelap --kita merasa gagal, kita merasa tidak beruntung-- terang Tuhan tidak mungkin memancar kecuali semua menjadi gelap. Pada waktu semua gelap keindahan sejati akan keluar dari hidup kita.
Acapkali Tuhan ijinkan ‘gelap’ terjadi dalam hidup kita, jangan berkecil hati! Karena ketika kita punya dunamis, kemuliaan Tuhan akan masuk dalam hidup kita seiring dengan Roh Allah yang ada dalam diri kita, kemuliaan Tuhan memancar dari dalam hidup kita sehingga keindahan yang sejati akan keluar dari hidup kita.
Amin.
Sunday, October 11, 2009
HUKUM-HUKUM KERAJAAN ALLAH BAGI WARGA KERAJAAN SORGA Bagian II
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 11 Oktober 2009
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Dalam Hukum-hukum kerajaan Allah terdapat peraturan kerajaan. Orang Kristen yang mendengar firman Allah diumpamakan seorang yang membangun rumah, ada dua gaya yaitu membangun rumah di atas batu dan membangun rumah di atas pasir, waktu ujian datang (hujan, angin dan banjir), yang membangun menurut pola mengikuti firman Allah akan tetap tegak berdiri tapi yang membangun di atas pasir pola tidak sama dengan pola firman Allah, rumah itu roboh dan betapa hebat kerusakannya.
Membangun rumah di atas pasir. Pengkhotbah 3:11 - Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir. Tuhan mempunyai tujuan yang indah bagi kita yang kita belum bisa mengerti sampai saat ini, untuk mencapai tujuan yang indah Yesus bersedia menjadi fondasi bagi hidup kita. Dia rela disalib menjadi batu yang ditempa, inilah proses Yesus menjadi fondasi bagi hidup kita. Yesus harus berkorban untuk menjadi batu dasar supaya apabila hujan, angin dan banjir datang, kita tetap tegar berdiri.
Pengkhotbah 7:8 - Akhir suatu hal lebih baik dari pada awalnya... Akhir yang baik merupakan hasil dari kerja keras pada awalnya, ilustrasinya hasil yang baik yang dicapai olahragawan karena latihan awal, waktu dan dana ia gunakan habis-habisan. Banyak orang percaya, mereka memfokuskan pada pandangan hari yang terindah tetapi mengabaikan yang awal (kesungguhan hati), paradigma ini harus diubah.
Matius 7:26-27, hujan, angin, dan banjir akan menimpa baik rumah yang didirikan di atas batu maupun rumah yang didirikan di atas pasir bedanya rumah yang didirikan di atas batu akan tetap kokoh tapi yang di atas pasir (tidak perlu disiplin, tidak perlu tekad, tidak perlu pola) akan roboh dan hebat kerusakannya sama seperti peristiwa di Kejadian 11:1-4. Soal punya rencana membangun sampai ke langit itu halal-halal saja tapi untuk menyamai Tuhan ini merupakan penyimpangan. Mereka mengumpulkan lempung/pasir yang dipadatkan (batu-bata) dan program ini gagal karena mereka mencoba menyamai Tuhan, dari sisi manusia mereka membangun di atas pasir. Realita pertumbuhan iman menjadi gambaran bagi kita di akhir zaman.
Yehezkiel 17:1-7, dua burung rajawali yang besar (= dua pemimpin yaitu raja Nebukadnezar dan raja Firaun) datang ke gunung Libanon (= umat Tuhan - orang Israel) yang pada waktu itu juga ada dua pemimpin yaitu raja Yoyakhin (ayat 3) dan raja Zedekia (ayat 5). Raja Nebukadnezar datang pada raja Yoyakhin dan berkata buat apa kamu membangun rumah di atas batu, membangun mati-matian, taat pada firman Allah tapi tidak mendapatkan apa-apa dan buktinya saya bisa menyerangmu. Raja Firaun pun datang pada raja Zedekia mempengaruhinya seperti gaya raja Nebukadnezar dan mereka terpengaruh. Baik raja Yoyakhin maupun raja Zedekia digambarkan seperti pohon anggur (= suku Yehuda, orang percaya) yang akar-akarnya diarahkan pada raja Nebukadnezar dan raja Firaun sepertinya anggur ini bertumbuh subur, akar-akarnya kuat, punya carang, tunas, dan tetap berbuah, tampaknya tetap eksis dan berhasil, mereka digambarkan membangun rumah di atas pasir tetapi ketika hujan, banjir, dan angin datang menerpa robohlah rumah ini (ayat 8-9), seperti juga ilustrasi dalam Rut 1, Elimelekh, Naomi dan kedua anaknya Mahlon dan Kilyon, mereka lari ke Moab meninggalkan Betlehem; mereka akan tercabut sampai akar-akarnya kalau mendirikan rumah di atas pasir.
Tuhan memakai nabi Yeremia untuk memberikan peringatan dalam Yeremia 13:24 tentang suatu bencana bagi mereka yang mendirikan rumah di atas pasir, mengabaikan firman Allah, mengikuti Nebukadnezar dan Zedekia dengan iman seada-adanya akhirnya mereka meninggalkan Tuhan.
Yosua 24:15 - ...pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; ...Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!” Yosua memilih untuk tidak membangun rumah asal-asalan, hasil yang indah itu adalah awal yang serius dan ia mau bagaikan batu yang digali, dipahat lama tapi ia mau beribadah pada Tuhan.
Pilihlah hari ini, mau membangun di atas batu atau di atas pasir, hak setiap kita untuk menimbang, neraca ilahi Tuhan beri tapi itu hak kita untuk memilih mau asal-asalan atau serius dengan Tuhan. Bangunlah rumah hidup kita di atas batu yang kokoh.
Amen..
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Dalam Hukum-hukum kerajaan Allah terdapat peraturan kerajaan. Orang Kristen yang mendengar firman Allah diumpamakan seorang yang membangun rumah, ada dua gaya yaitu membangun rumah di atas batu dan membangun rumah di atas pasir, waktu ujian datang (hujan, angin dan banjir), yang membangun menurut pola mengikuti firman Allah akan tetap tegak berdiri tapi yang membangun di atas pasir pola tidak sama dengan pola firman Allah, rumah itu roboh dan betapa hebat kerusakannya.
Membangun rumah di atas pasir. Pengkhotbah 3:11 - Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir. Tuhan mempunyai tujuan yang indah bagi kita yang kita belum bisa mengerti sampai saat ini, untuk mencapai tujuan yang indah Yesus bersedia menjadi fondasi bagi hidup kita. Dia rela disalib menjadi batu yang ditempa, inilah proses Yesus menjadi fondasi bagi hidup kita. Yesus harus berkorban untuk menjadi batu dasar supaya apabila hujan, angin dan banjir datang, kita tetap tegar berdiri.
Pengkhotbah 7:8 - Akhir suatu hal lebih baik dari pada awalnya... Akhir yang baik merupakan hasil dari kerja keras pada awalnya, ilustrasinya hasil yang baik yang dicapai olahragawan karena latihan awal, waktu dan dana ia gunakan habis-habisan. Banyak orang percaya, mereka memfokuskan pada pandangan hari yang terindah tetapi mengabaikan yang awal (kesungguhan hati), paradigma ini harus diubah.
Matius 7:26-27, hujan, angin, dan banjir akan menimpa baik rumah yang didirikan di atas batu maupun rumah yang didirikan di atas pasir bedanya rumah yang didirikan di atas batu akan tetap kokoh tapi yang di atas pasir (tidak perlu disiplin, tidak perlu tekad, tidak perlu pola) akan roboh dan hebat kerusakannya sama seperti peristiwa di Kejadian 11:1-4. Soal punya rencana membangun sampai ke langit itu halal-halal saja tapi untuk menyamai Tuhan ini merupakan penyimpangan. Mereka mengumpulkan lempung/pasir yang dipadatkan (batu-bata) dan program ini gagal karena mereka mencoba menyamai Tuhan, dari sisi manusia mereka membangun di atas pasir. Realita pertumbuhan iman menjadi gambaran bagi kita di akhir zaman.
Yehezkiel 17:1-7, dua burung rajawali yang besar (= dua pemimpin yaitu raja Nebukadnezar dan raja Firaun) datang ke gunung Libanon (= umat Tuhan - orang Israel) yang pada waktu itu juga ada dua pemimpin yaitu raja Yoyakhin (ayat 3) dan raja Zedekia (ayat 5). Raja Nebukadnezar datang pada raja Yoyakhin dan berkata buat apa kamu membangun rumah di atas batu, membangun mati-matian, taat pada firman Allah tapi tidak mendapatkan apa-apa dan buktinya saya bisa menyerangmu. Raja Firaun pun datang pada raja Zedekia mempengaruhinya seperti gaya raja Nebukadnezar dan mereka terpengaruh. Baik raja Yoyakhin maupun raja Zedekia digambarkan seperti pohon anggur (= suku Yehuda, orang percaya) yang akar-akarnya diarahkan pada raja Nebukadnezar dan raja Firaun sepertinya anggur ini bertumbuh subur, akar-akarnya kuat, punya carang, tunas, dan tetap berbuah, tampaknya tetap eksis dan berhasil, mereka digambarkan membangun rumah di atas pasir tetapi ketika hujan, banjir, dan angin datang menerpa robohlah rumah ini (ayat 8-9), seperti juga ilustrasi dalam Rut 1, Elimelekh, Naomi dan kedua anaknya Mahlon dan Kilyon, mereka lari ke Moab meninggalkan Betlehem; mereka akan tercabut sampai akar-akarnya kalau mendirikan rumah di atas pasir.
Tuhan memakai nabi Yeremia untuk memberikan peringatan dalam Yeremia 13:24 tentang suatu bencana bagi mereka yang mendirikan rumah di atas pasir, mengabaikan firman Allah, mengikuti Nebukadnezar dan Zedekia dengan iman seada-adanya akhirnya mereka meninggalkan Tuhan.
Yosua 24:15 - ...pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; ...Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!” Yosua memilih untuk tidak membangun rumah asal-asalan, hasil yang indah itu adalah awal yang serius dan ia mau bagaikan batu yang digali, dipahat lama tapi ia mau beribadah pada Tuhan.
Pilihlah hari ini, mau membangun di atas batu atau di atas pasir, hak setiap kita untuk menimbang, neraca ilahi Tuhan beri tapi itu hak kita untuk memilih mau asal-asalan atau serius dengan Tuhan. Bangunlah rumah hidup kita di atas batu yang kokoh.
Amen..
Sunday, October 04, 2009
HUKUM-HUKUM KERAJAAN ALLAH BAGI WARGA KERAJAAN SORGA
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 04 Oktober 2009 – Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 2:1-13 menulis tentang hukum-hukum/peraturan-peraturan Kerajaan Allah bagi warga Kerajaan Sorga. Khotbah Yesus dalam Matius pasal 5 - 7 membicarakan hukum-hukum Kerajaan Allah, di antaranya Matius 6:1-7:12 Yesus berkhotbah tentang bagaimana sikap/gaya hidup, penampilan warga Kerajaan Sorga. Berbicara penampilan waktu membangun komunikasi dengan sesama (bertanya, menjawab) ada metodanya, gaya dari dunia sering kali penuh dengan emosi. Dalam Matius 7:13-27 berisi nasihat, satu pola yang harus kita patuhi/taati dan kita tidak boleh keluar atau menyimpang dari pola. Pokok pikiran: kalau manusia --terutama wanita-- sangat kecewa sewaktu dia memberikan model pakaian untuk dijahit tapi ternyata setelah jadi lain dengan model yang dia berikan. Begitu pula dengan Tuhan, Tuhan mau supaya kita demikian namun kita melanggar, pernahkah kita pikirkan Tuhan kecewa?
Di antara nasihat bagi warga Kerajaan Sorga adalah Matius 7:24-27. Kegagalan banyak orang Kristen adalah mahir bila mendengar iman tapi setelah punya iman tidak pernah dipraktekkan/diaplikasikan. Aplikasi iman akan menentukan gagal atau berhasilnya seseorang, roboh atau tegaknya rumah tergantung penerapan iman kita. Orang Kristen yang mendengar firman Allah diumpamakan seorang yang membangun rumah, ada dua gaya yaitu membangun rumah di atas batu dan membangun rumah di atas pasir. Akibatnya waktu ujian datang (hujan, angin dan banjir), yang membangun menurut pola mengikuti firman Allah akan tetap tegak berdiri; sementara yang membangun di atas pasir pola tidak sama dengan pola firman Allah, rumah itu roboh dan betapa hebat kerusakannya.
Mereka yang membangun/mendirikan rumah di atas batu, penggunaan iman sesuai dengan pola setuju atau tidak setuju, cocok atau tidak cocok tapi penerapan iman sesuai firman Allah; satu kali rasanya ingin memberontak tapi sujud pada Tuhan untuk mengikuti firman Allah pasti ada hasilnya. Hasilnya: I Raja-raja 6:7 - Pada waktu rumah itu didirikan, dipakailah batu-batu yang telah disiapkan di penggalian, sehingga tidak kedengaran palu atau kapak atau sesuatu perkakas besi pun selama pembangunan rumah itu. Sementara membangun satu rumah yang begitu megah karena penerapan iman sesuai dengan pola, hasilnya pada waktu batu-batu dikumpulkan dan disusun langsung menjadi rumah yang megah dan tidak terdengar palu lagi. I Raja-raja 6:29 waktu batu disusun langsung kelihatan ornamennya ada yang berbentuk gambar kerub, pohon korma dan bunga mengembang.
Bagaimana penerapan iman sehingga menjadi rumah yang begitu indah?
I Raja-raja 5:17 batu-batu yang dibentuk di gunung Libanon ( 300km dari Yerusalem) bukan jadi dalam semalam tapi bertahun-tahun melalui proses. I Raja-raja 5:15 raja Salomo mengirimkan 70.000 kuli penggali dan 80.000 tukang pahat ke gunung Libanon, bongkahan batu yang besar dan mahal ini dilinggis, dipotong sesuai pola kemudian tukang pahat mulai melukai batu ini untuk menampakkan gambar antara satu dengan yang lain tidak sama agar bisa disusun. Suka atau tidak suka tapi kalau kita mau mengikuti pola sebagai warga Kerajaan Sorga siap kalau dilinggis firman Allah dan dipahat. Pada waktu hidup kita sebagai batu, kita dikeluarkan dari pegunungan, jangan berpikir cukup 2 kali kita dihujam linggis (mungkin sesama aktivis, jemaat) dan akan terlepas tapi berulang-ulang baru batu itu akan terlepas lalu batu dipotong dan dipahat berulang-ulang barulah tampak bentuk gambarnya. I Raja-raja 5:16 ada 3.300 saksi yang mencatat, tetaplah di dalam genggaman tangan Tuhan sekalipun batu hidup kita dipahat habis-habisan untuk membentuk gambar kerub, pohon korma dan bunga mengembang. Waktu batu hidup kita dipahat tujuannya supaya gambar/karakter Yesus dimasukkan ke dalam kita. Jangan kuatir sekalipun memang ada 70.000 penggali, 80 ribu tukang pahat yang akan memberi ukuran dan menanamkan gambar di hidup kita dan prosesnya tidak terjadi dalam satu malam tetapi bertahun-tahun supaya jadi dan setelah pahatan itu ada kita akan diangkut ke Yerusalem, disusun dan menjadi rumah yang indah. Gambar pahatan ini harus tampak di dalam dan di luar dinding (I Raja-raja 6:29), jangan hanya di dalam berjubah aktivis tapi di luar ‘serigala’.
Tuhan punya respon karena penerapan imannya sesuai firman Allah/pola. I Raja-raja 8:10-13, ketika batu-batu ini sudah menjadi rumah yang indah, di dalam dan di luar ada gambarnya lalu rumah ditahbiskan, awan kemuliaan datang dan kemuliaan Allah turun. Kalau penerapan iman nampak sesuai pola firman Allah lalu kemuliaan Allah turun dan sejak itu mujizat terjadi, ketika mujizat terjadi orang-orang dari Libanon, Laut Tengah dan Afrika, mereka datang ke rumah ini dan mempersembahkan kekayaannya.
Ketika penerapan iman sesuai firman Allah, masa ini memang masa yang sukar karena firman Allah sendiri berkata demikian, tapi tidak ada perkara yang mustahil, mustahil bagi manusia tapi tidak ada yang mustahil bagi Allah.
Amin.
Yakobus 2:1-13 menulis tentang hukum-hukum/peraturan-peraturan Kerajaan Allah bagi warga Kerajaan Sorga. Khotbah Yesus dalam Matius pasal 5 - 7 membicarakan hukum-hukum Kerajaan Allah, di antaranya Matius 6:1-7:12 Yesus berkhotbah tentang bagaimana sikap/gaya hidup, penampilan warga Kerajaan Sorga. Berbicara penampilan waktu membangun komunikasi dengan sesama (bertanya, menjawab) ada metodanya, gaya dari dunia sering kali penuh dengan emosi. Dalam Matius 7:13-27 berisi nasihat, satu pola yang harus kita patuhi/taati dan kita tidak boleh keluar atau menyimpang dari pola. Pokok pikiran: kalau manusia --terutama wanita-- sangat kecewa sewaktu dia memberikan model pakaian untuk dijahit tapi ternyata setelah jadi lain dengan model yang dia berikan. Begitu pula dengan Tuhan, Tuhan mau supaya kita demikian namun kita melanggar, pernahkah kita pikirkan Tuhan kecewa?
Di antara nasihat bagi warga Kerajaan Sorga adalah Matius 7:24-27. Kegagalan banyak orang Kristen adalah mahir bila mendengar iman tapi setelah punya iman tidak pernah dipraktekkan/diaplikasikan. Aplikasi iman akan menentukan gagal atau berhasilnya seseorang, roboh atau tegaknya rumah tergantung penerapan iman kita. Orang Kristen yang mendengar firman Allah diumpamakan seorang yang membangun rumah, ada dua gaya yaitu membangun rumah di atas batu dan membangun rumah di atas pasir. Akibatnya waktu ujian datang (hujan, angin dan banjir), yang membangun menurut pola mengikuti firman Allah akan tetap tegak berdiri; sementara yang membangun di atas pasir pola tidak sama dengan pola firman Allah, rumah itu roboh dan betapa hebat kerusakannya.
Mereka yang membangun/mendirikan rumah di atas batu, penggunaan iman sesuai dengan pola setuju atau tidak setuju, cocok atau tidak cocok tapi penerapan iman sesuai firman Allah; satu kali rasanya ingin memberontak tapi sujud pada Tuhan untuk mengikuti firman Allah pasti ada hasilnya. Hasilnya: I Raja-raja 6:7 - Pada waktu rumah itu didirikan, dipakailah batu-batu yang telah disiapkan di penggalian, sehingga tidak kedengaran palu atau kapak atau sesuatu perkakas besi pun selama pembangunan rumah itu. Sementara membangun satu rumah yang begitu megah karena penerapan iman sesuai dengan pola, hasilnya pada waktu batu-batu dikumpulkan dan disusun langsung menjadi rumah yang megah dan tidak terdengar palu lagi. I Raja-raja 6:29 waktu batu disusun langsung kelihatan ornamennya ada yang berbentuk gambar kerub, pohon korma dan bunga mengembang.
Bagaimana penerapan iman sehingga menjadi rumah yang begitu indah?
I Raja-raja 5:17 batu-batu yang dibentuk di gunung Libanon ( 300km dari Yerusalem) bukan jadi dalam semalam tapi bertahun-tahun melalui proses. I Raja-raja 5:15 raja Salomo mengirimkan 70.000 kuli penggali dan 80.000 tukang pahat ke gunung Libanon, bongkahan batu yang besar dan mahal ini dilinggis, dipotong sesuai pola kemudian tukang pahat mulai melukai batu ini untuk menampakkan gambar antara satu dengan yang lain tidak sama agar bisa disusun. Suka atau tidak suka tapi kalau kita mau mengikuti pola sebagai warga Kerajaan Sorga siap kalau dilinggis firman Allah dan dipahat. Pada waktu hidup kita sebagai batu, kita dikeluarkan dari pegunungan, jangan berpikir cukup 2 kali kita dihujam linggis (mungkin sesama aktivis, jemaat) dan akan terlepas tapi berulang-ulang baru batu itu akan terlepas lalu batu dipotong dan dipahat berulang-ulang barulah tampak bentuk gambarnya. I Raja-raja 5:16 ada 3.300 saksi yang mencatat, tetaplah di dalam genggaman tangan Tuhan sekalipun batu hidup kita dipahat habis-habisan untuk membentuk gambar kerub, pohon korma dan bunga mengembang. Waktu batu hidup kita dipahat tujuannya supaya gambar/karakter Yesus dimasukkan ke dalam kita. Jangan kuatir sekalipun memang ada 70.000 penggali, 80 ribu tukang pahat yang akan memberi ukuran dan menanamkan gambar di hidup kita dan prosesnya tidak terjadi dalam satu malam tetapi bertahun-tahun supaya jadi dan setelah pahatan itu ada kita akan diangkut ke Yerusalem, disusun dan menjadi rumah yang indah. Gambar pahatan ini harus tampak di dalam dan di luar dinding (I Raja-raja 6:29), jangan hanya di dalam berjubah aktivis tapi di luar ‘serigala’.
Tuhan punya respon karena penerapan imannya sesuai firman Allah/pola. I Raja-raja 8:10-13, ketika batu-batu ini sudah menjadi rumah yang indah, di dalam dan di luar ada gambarnya lalu rumah ditahbiskan, awan kemuliaan datang dan kemuliaan Allah turun. Kalau penerapan iman nampak sesuai pola firman Allah lalu kemuliaan Allah turun dan sejak itu mujizat terjadi, ketika mujizat terjadi orang-orang dari Libanon, Laut Tengah dan Afrika, mereka datang ke rumah ini dan mempersembahkan kekayaannya.
Ketika penerapan iman sesuai firman Allah, masa ini memang masa yang sukar karena firman Allah sendiri berkata demikian, tapi tidak ada perkara yang mustahil, mustahil bagi manusia tapi tidak ada yang mustahil bagi Allah.
Amin.
Sunday, September 27, 2009
JUBAH ILAHI YANG HARUS DIKENAKAN SETIAP WAKTU - CEPAT UNTUK MENDENGAR, LAMBAT UNTUK MARAH -
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 27 September 2009
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Mereka yang mengenakan jubah ilahi, Tuhan sudah siapkan tuaian yang tidak terkondisi oleh apapun (Yesaya 60:5). Tuhan akan mengadakan terobosan-terobosan ketika kita mengenakan jubah ilahi. Ada fakta-fakta yang paradoks (pertentangan) terjadi antara kebenaran dengan kebenaran, kenapa bisa terjadi?
Yosua 24:13, dua puluh tahun setelah orang Israel menduduki tanah perjanjian maka di Sikhem Yosua mengumpulkan tua-tua Israel untuk memberi penegasan ulang tentang perjanjian = covenant - bahasa Inggris (dua atau tiga orang yang terlibat dalam perjanjian, bila salah satunya ingkar, perjanjian ini tidak bisa dibatalkan karena pembuat janji adalah Tuhan, Tuhan diharuskan oleh namaNya tetap melaksanakan perjanjian itu). Sikhem adalah tempat Abraham pertama kali mendirikan mezbah ketika ia keluar dari Urkasdim, di tempat itu Tuhan berjanji menganugerahkan semua tanah ini kepada anak keturunan Abraham padahal Abraham berumur 100 tahun dan ia belum mempunyai anak, ia sudah setia melakukan firman Allah sepertinya doanya belum dijawab tapi ia tetap berharap pada Tuhan (Roma 4:18). Tuhan sudah siapkan negeri = land (bahasa Inggris) yang kamu peroleh tanpa bersusah-susah dan kota-kota yang tidak kamu dirikan, tetapi kamulah yang diam di dalamnya; juga kebun-kebun anggur dan kebun-kebun zaitun yang tidak kamu tanami, kamulah yang makan hasilnya (Yosua 24:13).
Paradoks terjadi waktu Hagai 1:6 - Kamu menabur banyak, tetapi membawa pulang hasil sedikit; kamu makan, tetapi tidak sampai kenyang; kamu minum, tetapi tidak sampai puas; kamu berpakaian, tetapi badanmu tidak sampai panas; dan orang yang bekerja untuk upah, ia bekerja untuk upah yang ditaruh dalam pundi-pundi yang berlobang! Kalau di Yosua 24:13 Tuhan siapkan suatu negeri (tanah yang subur) tapi di Hagai 1:6 ada lima tragedi didaftar dalam ayat ini. Kenapa sampai terjadi begitu? Apa yang harus diperbaiki? Perjanjian di Sikhem Tuhan sediakan tanah produktif (Yosua 1:6) dan kita akan menikmatinya sedangkan di Hagai 1:6 adalah pengalaman banyak orang, sudah bekerja keras tapi hasil seperti uap. Adakan peninjauan kembali pada pertumbuhan iman kita.
Kembali ke Yakobus 1, perikop kelima dimulai ayat 19 diakhiri ayat 27 tema yang diberikan pendengar atau pelaku firman; ada tiga warna dasar jubah ilahi dan warna yang ketiga adalah ayat 19-20 yaitu cepat (swift = bahasa Inggris) untuk mendengar; tangkas, cekatan dalam hal mendengar punya hubungan dengan Efesus 4:7 setiap kita telah menerima kasih karunia (penyataan Roh yang gunanya untuk keuntungan semua orang - I Korintus 12:7). Kalau kita mau menjadi pribadi yang menerima kasih karunia untuk kepentingan bersama kita melaksanakan ibadah yang murni dan tidak bercacat di hadapan Allah. Dalam hal apa kita disebut cepat untuk mendengar?
Lihat peristiwa di Kejadian 14:14-16, walaupun sebelumnya Abraham memilih mengalah dari Lot keponakannya karena para penggembala domba milik mereka sempat berkelahi memperebutkan daerah penggembalaan, ketika Abraham mendengar Lot ditawan oleh Kedorlaomer dan ketiga sekutunya, Abraham dengan hati yang penuh tanggung jawab cepat (swift) bertindak, dia mengejar dan menangkap raja itu dan membebaskan Lot. Berapa banyak kali kita mendengar teman kita ‘ditawan’ tapi kita hanya tutup telinga, tutup mata? Kita mendapat penyataan Roh untuk bergerak, pelayanan bisa kita lakukan dengan doa, kunjungan, membangun semangat, memberi uang, mementor orang lain.
Yeremia 1:4-10, ketika mendengar panggilan Allah di masa mudanya Yeremia berdalih-dalih tapi dalam Yeremia 31 ia mendengar dengan hati karena kasihnya kepada Tuhan, ia dengar dengan cepat tanggap pergi menggarap lahan yang berbatu-batu yang mengusiknya. Selama 40 tahun ia menggarap jatuh bangun, keluar masuk penjara sampai masa tua ia dipaksa turun ke Mesir dan mati di sana.
Bagaimanapun bentuk penyataan Roh, karunia yang Tuhan beri pada kita, lakukan dengan setia, jangan jemu-jemu berbuat baik. Pengkhotbah 11:1, pada waktu kita melakukannya sepertinya sia-sia bagaikan roti yang dibuang ke air, lama sesudah itu baru kita temukan tapi Tuhan berjanji kita akan memetik benih yang sudah kita tebar. Mungkin kita tidak memetik tapi anak keturunan kita akan memetiknya.
Yakobus 1:19-20, cepat untuk mendengar (be swift to hear; tangkas untuk mendengar langsung disikapi) namun soal marah/emosi harus ada kendali. Mazmur 124:1-5, jangan karunia bertumbuh, berkembang tapi emosi merusak, mencemari karena amarah bagaikan api yang menghanguskan, bagaikan air yang menghanyutkan. Amsal 14:29, mereka mungkin cepat untuk mendengar tapi karena emosi tidak terkendali akan meneguhkan kebodohannya seperti 5 anak dara yang bodoh tidak mewarisi kemuliaan.
Nabi Yesaya berkata dalam Yesaya 65:24 firman Allah-lah yang menjadi pengendali emosi, saat kita kenakan jubah cepat untuk mendengar --pakai karunia untuk kepentingan bersama-- namun lambat untuk marah --mengendalikan emosi-- maka apa belum kita pikirkan, apa yang belum kita mohon, sebelum kita berseru, Tuhan sudah siapkan paket jawaban buat kita.
Amin.
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Mereka yang mengenakan jubah ilahi, Tuhan sudah siapkan tuaian yang tidak terkondisi oleh apapun (Yesaya 60:5). Tuhan akan mengadakan terobosan-terobosan ketika kita mengenakan jubah ilahi. Ada fakta-fakta yang paradoks (pertentangan) terjadi antara kebenaran dengan kebenaran, kenapa bisa terjadi?
Yosua 24:13, dua puluh tahun setelah orang Israel menduduki tanah perjanjian maka di Sikhem Yosua mengumpulkan tua-tua Israel untuk memberi penegasan ulang tentang perjanjian = covenant - bahasa Inggris (dua atau tiga orang yang terlibat dalam perjanjian, bila salah satunya ingkar, perjanjian ini tidak bisa dibatalkan karena pembuat janji adalah Tuhan, Tuhan diharuskan oleh namaNya tetap melaksanakan perjanjian itu). Sikhem adalah tempat Abraham pertama kali mendirikan mezbah ketika ia keluar dari Urkasdim, di tempat itu Tuhan berjanji menganugerahkan semua tanah ini kepada anak keturunan Abraham padahal Abraham berumur 100 tahun dan ia belum mempunyai anak, ia sudah setia melakukan firman Allah sepertinya doanya belum dijawab tapi ia tetap berharap pada Tuhan (Roma 4:18). Tuhan sudah siapkan negeri = land (bahasa Inggris) yang kamu peroleh tanpa bersusah-susah dan kota-kota yang tidak kamu dirikan, tetapi kamulah yang diam di dalamnya; juga kebun-kebun anggur dan kebun-kebun zaitun yang tidak kamu tanami, kamulah yang makan hasilnya (Yosua 24:13).
Paradoks terjadi waktu Hagai 1:6 - Kamu menabur banyak, tetapi membawa pulang hasil sedikit; kamu makan, tetapi tidak sampai kenyang; kamu minum, tetapi tidak sampai puas; kamu berpakaian, tetapi badanmu tidak sampai panas; dan orang yang bekerja untuk upah, ia bekerja untuk upah yang ditaruh dalam pundi-pundi yang berlobang! Kalau di Yosua 24:13 Tuhan siapkan suatu negeri (tanah yang subur) tapi di Hagai 1:6 ada lima tragedi didaftar dalam ayat ini. Kenapa sampai terjadi begitu? Apa yang harus diperbaiki? Perjanjian di Sikhem Tuhan sediakan tanah produktif (Yosua 1:6) dan kita akan menikmatinya sedangkan di Hagai 1:6 adalah pengalaman banyak orang, sudah bekerja keras tapi hasil seperti uap. Adakan peninjauan kembali pada pertumbuhan iman kita.
Kembali ke Yakobus 1, perikop kelima dimulai ayat 19 diakhiri ayat 27 tema yang diberikan pendengar atau pelaku firman; ada tiga warna dasar jubah ilahi dan warna yang ketiga adalah ayat 19-20 yaitu cepat (swift = bahasa Inggris) untuk mendengar; tangkas, cekatan dalam hal mendengar punya hubungan dengan Efesus 4:7 setiap kita telah menerima kasih karunia (penyataan Roh yang gunanya untuk keuntungan semua orang - I Korintus 12:7). Kalau kita mau menjadi pribadi yang menerima kasih karunia untuk kepentingan bersama kita melaksanakan ibadah yang murni dan tidak bercacat di hadapan Allah. Dalam hal apa kita disebut cepat untuk mendengar?
Lihat peristiwa di Kejadian 14:14-16, walaupun sebelumnya Abraham memilih mengalah dari Lot keponakannya karena para penggembala domba milik mereka sempat berkelahi memperebutkan daerah penggembalaan, ketika Abraham mendengar Lot ditawan oleh Kedorlaomer dan ketiga sekutunya, Abraham dengan hati yang penuh tanggung jawab cepat (swift) bertindak, dia mengejar dan menangkap raja itu dan membebaskan Lot. Berapa banyak kali kita mendengar teman kita ‘ditawan’ tapi kita hanya tutup telinga, tutup mata? Kita mendapat penyataan Roh untuk bergerak, pelayanan bisa kita lakukan dengan doa, kunjungan, membangun semangat, memberi uang, mementor orang lain.
Yeremia 1:4-10, ketika mendengar panggilan Allah di masa mudanya Yeremia berdalih-dalih tapi dalam Yeremia 31 ia mendengar dengan hati karena kasihnya kepada Tuhan, ia dengar dengan cepat tanggap pergi menggarap lahan yang berbatu-batu yang mengusiknya. Selama 40 tahun ia menggarap jatuh bangun, keluar masuk penjara sampai masa tua ia dipaksa turun ke Mesir dan mati di sana.
Bagaimanapun bentuk penyataan Roh, karunia yang Tuhan beri pada kita, lakukan dengan setia, jangan jemu-jemu berbuat baik. Pengkhotbah 11:1, pada waktu kita melakukannya sepertinya sia-sia bagaikan roti yang dibuang ke air, lama sesudah itu baru kita temukan tapi Tuhan berjanji kita akan memetik benih yang sudah kita tebar. Mungkin kita tidak memetik tapi anak keturunan kita akan memetiknya.
Yakobus 1:19-20, cepat untuk mendengar (be swift to hear; tangkas untuk mendengar langsung disikapi) namun soal marah/emosi harus ada kendali. Mazmur 124:1-5, jangan karunia bertumbuh, berkembang tapi emosi merusak, mencemari karena amarah bagaikan api yang menghanguskan, bagaikan air yang menghanyutkan. Amsal 14:29, mereka mungkin cepat untuk mendengar tapi karena emosi tidak terkendali akan meneguhkan kebodohannya seperti 5 anak dara yang bodoh tidak mewarisi kemuliaan.
Nabi Yesaya berkata dalam Yesaya 65:24 firman Allah-lah yang menjadi pengendali emosi, saat kita kenakan jubah cepat untuk mendengar --pakai karunia untuk kepentingan bersama-- namun lambat untuk marah --mengendalikan emosi-- maka apa belum kita pikirkan, apa yang belum kita mohon, sebelum kita berseru, Tuhan sudah siapkan paket jawaban buat kita.
Amin.
Sunday, September 20, 2009
JUBAH ILAHI YANG HARUS DIKENAKAN SETIAP WAKTU - LAMBAT UNTUK BERKATA-KATA – (Bagian II)
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 20 September 2009
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Tuhan telah siapkan areal penuaian bagi mereka yang mengenakan jubah ilahi lambat untuk berkata-kata (Yosua 1:3). Warna jubah lambat untuk berkata-kata adalah mengendalikan lidah (Yakobus 1:26) dan memiliki, melakukan ibadah yang murni dan yang tidak bercacat di hadapan Allah (Yakobus 1:27 - Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia).
Ibadah yang murni dan tidak bercacat di hadapan Allah:
1.Efesus 4:3 - berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera.
Orang-orang Kristen harus berusaha memelihara (= merawat, menjaga) kesatuan Roh. Dalam rangka memelihara kesatuan Roh perlu waktu, dana, buah pikiran, Tuhan memberikan intelektual gunakan untuk merawat kalau ada yang rusak diperbaiki. Siapa saja mereka yang disebut berada di dalam kesatuan Roh? Efesus 4:4-6, mereka yang berada di dalam kesatuan Roh adalah gereja, orang percaya yang ada di dalamnya, mereka mempunyai 7-satu (satu tubuh, dan satu Roh, satu pengharapan, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa).
Gereja harus dirawat, siapa yang harus merawat? Galatia 6:2, sebagai orang percaya kita harus punya roh untuk saling menolong bukan hanya sebatas kalau seseorang memerlukan bantuan tapi mencakup merawat, memelihara jasmaniah dan rohaniah. I Korintus 12:7, penyataan Roh: waktu kita percaya pada Yesus, dosa diampuni, diselamatkan dan lahir baru ini adalah pekerjaan Roh, setelah itu kita mengalami pembaharuan/transformasi tabiat lama berlalu tabiat baru muncul dan dipenuhkan Roh Kudus; kita juga menerima karunia Roh, ketrampilan, kemampuan dari Roh untuk kepentingan (profit = keuntungan) bersama, dirasa dan dinikmati bersama-sama. Efesus 4:7, 12, kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus untuk memperlengkapi orang percaya bagi pekerjaan pelayanan, untuk mementor orang lain, memberi nasihat, dorongan, semangat, doa, dana, lakukan semua untuk keuntungan bersama sehingga tubuh Kristus (7-satu) terpelihara, terawat, kembangkan apa yang telah Tuhan berikan pada kita.
2.Yesaya 1:17 - belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda.
Roh Tuhan menggerakkan Mordekhai paman Ester untuk membela Ester --seorang anak yatim piatu-- dan Ester dipakai Tuhan untuk menyelamatkan orang-orang Yahudi yang sudah diputuskan untuk dibunuh di kerajaan Persia.
Tuhan akan memakai kita/jemaat kalau kita mau melakukan ibadah yang murni dan tidak bercacat di hadapan Allah. Pada waktu kita mulai memelihara, merawat gereja (jemaat yang beragam) Paulus katakan dalam Galatia 6:9-10 - Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman. Selama masih ada kesempatan, rawat dan pelihara 7-satu (gereja/orang percaya) dengan dorongan, memberi semangat, memberi uang jangan tunggu antikris muncul karena akan terlambat, satu kali kelak semua akan dikuasai antikris untuk membiayai proyek-proyeknya, orang Kristen yang tidak pernah melayani akan gigit jari, menyesal.
Jadilah mentor bagi semua orang selama masih ada kesempatan karena kita akan menuai kalau kita sudah menabur, ini adalah ibadah yang murni dan tak bercacat di hadapan Allah. Kalau kita melakukan ini, Tuhan memberikan respon: Keluaran 23:25 - Tetapi kamu harus beribadah kepada TUHAN, Allahmu; maka Ia akan memberkati roti makananmu dan air minumanmu dan Aku akan menjauhkan penyakit dari tengah-tengahmu. Hubungkan dengan Keluaran 15:26 - ...sebab Aku TUHANlah yang menyembuhkan engkau. Menyembuhkan = rapha (bukan hanya menyentuh penyakit fisik tapi Tuhan akan memperbaiki semua). Tuhan akan tampil menjadi Yehova Rapha, jasmani diperhatikan Tuhan, rohani juga diperhatikan Tuhan tapi apakah kita memiliki ibadah yang murni dan tidak bercacat di hadapanNya? Ambillah keputusan dan lakukan ibadah yang murni dan tidak bercacat di hadapanNya, zaman boleh berubah, peta politik, peta ekonomi boleh berubah tapi Ia akan mencukupkan air dan rotimu dan Ia akan tampil menjadi Yehova Rapha.
Amin.
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Tuhan telah siapkan areal penuaian bagi mereka yang mengenakan jubah ilahi lambat untuk berkata-kata (Yosua 1:3). Warna jubah lambat untuk berkata-kata adalah mengendalikan lidah (Yakobus 1:26) dan memiliki, melakukan ibadah yang murni dan yang tidak bercacat di hadapan Allah (Yakobus 1:27 - Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia).
Ibadah yang murni dan tidak bercacat di hadapan Allah:
1.Efesus 4:3 - berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera.
Orang-orang Kristen harus berusaha memelihara (= merawat, menjaga) kesatuan Roh. Dalam rangka memelihara kesatuan Roh perlu waktu, dana, buah pikiran, Tuhan memberikan intelektual gunakan untuk merawat kalau ada yang rusak diperbaiki. Siapa saja mereka yang disebut berada di dalam kesatuan Roh? Efesus 4:4-6, mereka yang berada di dalam kesatuan Roh adalah gereja, orang percaya yang ada di dalamnya, mereka mempunyai 7-satu (satu tubuh, dan satu Roh, satu pengharapan, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa).
Gereja harus dirawat, siapa yang harus merawat? Galatia 6:2, sebagai orang percaya kita harus punya roh untuk saling menolong bukan hanya sebatas kalau seseorang memerlukan bantuan tapi mencakup merawat, memelihara jasmaniah dan rohaniah. I Korintus 12:7, penyataan Roh: waktu kita percaya pada Yesus, dosa diampuni, diselamatkan dan lahir baru ini adalah pekerjaan Roh, setelah itu kita mengalami pembaharuan/transformasi tabiat lama berlalu tabiat baru muncul dan dipenuhkan Roh Kudus; kita juga menerima karunia Roh, ketrampilan, kemampuan dari Roh untuk kepentingan (profit = keuntungan) bersama, dirasa dan dinikmati bersama-sama. Efesus 4:7, 12, kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus untuk memperlengkapi orang percaya bagi pekerjaan pelayanan, untuk mementor orang lain, memberi nasihat, dorongan, semangat, doa, dana, lakukan semua untuk keuntungan bersama sehingga tubuh Kristus (7-satu) terpelihara, terawat, kembangkan apa yang telah Tuhan berikan pada kita.
2.Yesaya 1:17 - belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda.
Roh Tuhan menggerakkan Mordekhai paman Ester untuk membela Ester --seorang anak yatim piatu-- dan Ester dipakai Tuhan untuk menyelamatkan orang-orang Yahudi yang sudah diputuskan untuk dibunuh di kerajaan Persia.
Tuhan akan memakai kita/jemaat kalau kita mau melakukan ibadah yang murni dan tidak bercacat di hadapan Allah. Pada waktu kita mulai memelihara, merawat gereja (jemaat yang beragam) Paulus katakan dalam Galatia 6:9-10 - Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman. Selama masih ada kesempatan, rawat dan pelihara 7-satu (gereja/orang percaya) dengan dorongan, memberi semangat, memberi uang jangan tunggu antikris muncul karena akan terlambat, satu kali kelak semua akan dikuasai antikris untuk membiayai proyek-proyeknya, orang Kristen yang tidak pernah melayani akan gigit jari, menyesal.
Jadilah mentor bagi semua orang selama masih ada kesempatan karena kita akan menuai kalau kita sudah menabur, ini adalah ibadah yang murni dan tak bercacat di hadapan Allah. Kalau kita melakukan ini, Tuhan memberikan respon: Keluaran 23:25 - Tetapi kamu harus beribadah kepada TUHAN, Allahmu; maka Ia akan memberkati roti makananmu dan air minumanmu dan Aku akan menjauhkan penyakit dari tengah-tengahmu. Hubungkan dengan Keluaran 15:26 - ...sebab Aku TUHANlah yang menyembuhkan engkau. Menyembuhkan = rapha (bukan hanya menyentuh penyakit fisik tapi Tuhan akan memperbaiki semua). Tuhan akan tampil menjadi Yehova Rapha, jasmani diperhatikan Tuhan, rohani juga diperhatikan Tuhan tapi apakah kita memiliki ibadah yang murni dan tidak bercacat di hadapanNya? Ambillah keputusan dan lakukan ibadah yang murni dan tidak bercacat di hadapanNya, zaman boleh berubah, peta politik, peta ekonomi boleh berubah tapi Ia akan mencukupkan air dan rotimu dan Ia akan tampil menjadi Yehova Rapha.
Amin.
Sunday, September 13, 2009
JUBAH ILAHI YANG HARUS DIKENAKAN SETIAP WAKTU - LAMBAT UNTUK BERKATA-KATA -
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 13 September 2009
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 1:19-27 diberi tema pendengar atau pelaku firman (TB); mendengar dan berbuat (TBIS), menampilkan tiga warna dasar yang sangat mempengaruhi di dalam kondisi kerohanian kita baik di dalam perkembangan, pertumbuhan, sampai kepada penuaian-penuaian yaitu cepat untuk mendengar (ayat 21-25), lambat untuk berkata-kata, dan lambat untuk marah.
Gaya hidup mereka yang akan memperoleh dan menerima lahan tuaian, warna dasar yang kedua yaitu lambat untuk berkata-kata. Yakobus 1:26-27 - Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya...
Merasa setia, aktif dalam pelayanan tetapi tidak mengekang (tidak mengontrol, tidak mengendalikan, tidak mendisiplinkan) lidahnya; firman Allah katakan sia-sialah ibadahnya sama seperti ketika Yesus berkata Aku tidak pernah mengenal kamu (Matius 7:22), kemudian mereka protes, mereka adalah orang-orang yang aktif tetapi kekeliruan yang mereka tidak pernah perbaiki adalah tidak disiplin dalam soal lidah. Lidah digerakkan oleh hati dan pikiran. Untuk membaca hati, pikiran, emosi seseorang selain dari raut muka kita pun bisa mengerti melalui lidah saat ia melontarkan perkataan.
Lidah tiap saat mempunyai peran, fungsi lidah untuk membangun relasi, komunikasi (dari hati dituangkan ke lidah) baik terhadap Tuhan maupun terhadap sesama dan seharusnya melalui lidah kita membangun, kehadiran kita sebagai garam untuk memberi rasa pada banyak orang, sebagai terang untuk menuntun banyak orang. Lidah digunakan bukan hanya untuk memberkati orang yang menyenangkan kita tapi juga orang yang menyusahkan kita. Lidah berfungsi juga untuk menyatakan ide, keinginan, isi hati dan pikiran dengan catatan untuk mereka yang tidak bisa bicara mereka mempunyai bahasa isyarat, yang tuli sekalipun mereka punya bahasa. Betapa pentingnya lidah, Tuhan mampu mengubahkan lembah menjadi ladang penuaian, tapi tergantung ladang itu kita cemari atau kita pupuk dengan lidah kita.
Kapan dan di mana lidah manusia mulai liar?
Kejadian 1:1-31, semua yang Tuhan ciptakan termasuk lidah Tuhan berkata sungguh amat baik. Kejadian 3:1-7, sebelum manusia berjumpa dengan Iblis yang datang menggunakan ular, lidah hanya untuk memashyurkan Allah. Kejadian 3:8, selama periode tahun-tahun kemuliaan, manusia biasa menyambut Tuhan di dalam kemuliaan (Yehezkiel 28:13), para theolog sepakat keindahan yang ditulis ini ditujukan pada Lucifer yang jubahnya bertahtakan 9 batu permata, ia selalu berada di dekat tahta Allah, ketika Lucifer memberontak lalu dicampakkan ke bumi ia menjadi Setan dan ia melihat manusia yang diciptakan Allah sekarang memakai jubah kemuliaan yang pernah ia gunakan berjalan di taman Eden bercakap-cakap dengan Tuhan. Ketika Adam dan Hawa berjalan-jalan dialog awal menunjukkan Hawa bercakap-cakap dengan ular, bahasa mereka mulai berubah, lidah mulai liar sejak ia bertemu dengan Iblis. Saat Hawa membiarkan dan mengijinkan untuk kontak dengan Iblis lidahnya menjadi tidak terkendali lagi, tercemar, menyalahkan Tuhan (Yeremia 17:9). Gaya hidupnya menjadi licik (Roma 5:19), kalau saja ketika ular mulai memancing dan Hawa mengambil sikap maka tidak tercemar.
Orang percaya yang tidak akan menerima lahan penuaian yang Tuhan siapkan adalah orang Kristen yang memberi tempat pada Iblis (Efesus 4:27). Jangan sekali-kali memberi lahan/kesempatan pada Iblis untuk membangun pangkalan atau landasan dalam hidup kita. Amsal 12:6 - Kata-kata orang jahat mematikan; kata-kata orang jujur menyelamatkan (TBIS). Kata-kata = dabar (bahasa Ibrani) mempunyai pengertian kata-kata yang keluar dari lidah untuk membicarakan masalah-masalah, urutan peristiwa-peristiwa/kronologis. Sering kali orang mulai mengutarakan urutan-urutan peristiwa dengan menambah-nambah. Orang fasik (bahasa Arab) = mereka tahu Tuhan tapi tidak mengindahkan firman Allah. Kendalikan lidah untuk mengutarakan sesuatu jangan sampai membunuh orang lain.
Tuhan geram ketika kita tidak mampu mengontrol/mendisiplinkan lidah (Yakobus 1:26) --jangan sampai karena punya kepentingan, emosi, kita lontarkan seperti pedang membunuh seseorang--, Imamat 26:19 - ...Hujan tak akan turun, sehingga tanahmu menjadi kering dan keras seperti besi.
II Raja-raja 22:18-20, Yosia raja Yehuda sempat liar lidahnya, tahun-tahun awal pemerintahannya ia mencari Tuhan, kerajaannya diberkati luar biasa tapi setelah Tuhan promosikan dia, lidahnya mulai liar, tidak mengindahkan firman Allah dan semua yang keluar dari lidahnya menyakiti hati Tuhan. Ketika Yosia mendengar malapetaka yang Tuhan sampaikan melalui nabiah Hulda, ia sadar. Ketika menyesal dan bertobat, sekalipun sudah sempat mencemari dengan lidah lahan yang Tuhan siapkan tapi saat ia memohon Tuhan ampuni dan Tuhan mendengar tangisan maka ia tidak akan melihat lembah-lembah menjadi lembah kegagalan, tangisan tapi Tuhan ubahkan menjadi daerah penuaian.
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 1:19-27 diberi tema pendengar atau pelaku firman (TB); mendengar dan berbuat (TBIS), menampilkan tiga warna dasar yang sangat mempengaruhi di dalam kondisi kerohanian kita baik di dalam perkembangan, pertumbuhan, sampai kepada penuaian-penuaian yaitu cepat untuk mendengar (ayat 21-25), lambat untuk berkata-kata, dan lambat untuk marah.
Gaya hidup mereka yang akan memperoleh dan menerima lahan tuaian, warna dasar yang kedua yaitu lambat untuk berkata-kata. Yakobus 1:26-27 - Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya...
Merasa setia, aktif dalam pelayanan tetapi tidak mengekang (tidak mengontrol, tidak mengendalikan, tidak mendisiplinkan) lidahnya; firman Allah katakan sia-sialah ibadahnya sama seperti ketika Yesus berkata Aku tidak pernah mengenal kamu (Matius 7:22), kemudian mereka protes, mereka adalah orang-orang yang aktif tetapi kekeliruan yang mereka tidak pernah perbaiki adalah tidak disiplin dalam soal lidah. Lidah digerakkan oleh hati dan pikiran. Untuk membaca hati, pikiran, emosi seseorang selain dari raut muka kita pun bisa mengerti melalui lidah saat ia melontarkan perkataan.
Lidah tiap saat mempunyai peran, fungsi lidah untuk membangun relasi, komunikasi (dari hati dituangkan ke lidah) baik terhadap Tuhan maupun terhadap sesama dan seharusnya melalui lidah kita membangun, kehadiran kita sebagai garam untuk memberi rasa pada banyak orang, sebagai terang untuk menuntun banyak orang. Lidah digunakan bukan hanya untuk memberkati orang yang menyenangkan kita tapi juga orang yang menyusahkan kita. Lidah berfungsi juga untuk menyatakan ide, keinginan, isi hati dan pikiran dengan catatan untuk mereka yang tidak bisa bicara mereka mempunyai bahasa isyarat, yang tuli sekalipun mereka punya bahasa. Betapa pentingnya lidah, Tuhan mampu mengubahkan lembah menjadi ladang penuaian, tapi tergantung ladang itu kita cemari atau kita pupuk dengan lidah kita.
Kapan dan di mana lidah manusia mulai liar?
Kejadian 1:1-31, semua yang Tuhan ciptakan termasuk lidah Tuhan berkata sungguh amat baik. Kejadian 3:1-7, sebelum manusia berjumpa dengan Iblis yang datang menggunakan ular, lidah hanya untuk memashyurkan Allah. Kejadian 3:8, selama periode tahun-tahun kemuliaan, manusia biasa menyambut Tuhan di dalam kemuliaan (Yehezkiel 28:13), para theolog sepakat keindahan yang ditulis ini ditujukan pada Lucifer yang jubahnya bertahtakan 9 batu permata, ia selalu berada di dekat tahta Allah, ketika Lucifer memberontak lalu dicampakkan ke bumi ia menjadi Setan dan ia melihat manusia yang diciptakan Allah sekarang memakai jubah kemuliaan yang pernah ia gunakan berjalan di taman Eden bercakap-cakap dengan Tuhan. Ketika Adam dan Hawa berjalan-jalan dialog awal menunjukkan Hawa bercakap-cakap dengan ular, bahasa mereka mulai berubah, lidah mulai liar sejak ia bertemu dengan Iblis. Saat Hawa membiarkan dan mengijinkan untuk kontak dengan Iblis lidahnya menjadi tidak terkendali lagi, tercemar, menyalahkan Tuhan (Yeremia 17:9). Gaya hidupnya menjadi licik (Roma 5:19), kalau saja ketika ular mulai memancing dan Hawa mengambil sikap maka tidak tercemar.
Orang percaya yang tidak akan menerima lahan penuaian yang Tuhan siapkan adalah orang Kristen yang memberi tempat pada Iblis (Efesus 4:27). Jangan sekali-kali memberi lahan/kesempatan pada Iblis untuk membangun pangkalan atau landasan dalam hidup kita. Amsal 12:6 - Kata-kata orang jahat mematikan; kata-kata orang jujur menyelamatkan (TBIS). Kata-kata = dabar (bahasa Ibrani) mempunyai pengertian kata-kata yang keluar dari lidah untuk membicarakan masalah-masalah, urutan peristiwa-peristiwa/kronologis. Sering kali orang mulai mengutarakan urutan-urutan peristiwa dengan menambah-nambah. Orang fasik (bahasa Arab) = mereka tahu Tuhan tapi tidak mengindahkan firman Allah. Kendalikan lidah untuk mengutarakan sesuatu jangan sampai membunuh orang lain.
Tuhan geram ketika kita tidak mampu mengontrol/mendisiplinkan lidah (Yakobus 1:26) --jangan sampai karena punya kepentingan, emosi, kita lontarkan seperti pedang membunuh seseorang--, Imamat 26:19 - ...Hujan tak akan turun, sehingga tanahmu menjadi kering dan keras seperti besi.
II Raja-raja 22:18-20, Yosia raja Yehuda sempat liar lidahnya, tahun-tahun awal pemerintahannya ia mencari Tuhan, kerajaannya diberkati luar biasa tapi setelah Tuhan promosikan dia, lidahnya mulai liar, tidak mengindahkan firman Allah dan semua yang keluar dari lidahnya menyakiti hati Tuhan. Ketika Yosia mendengar malapetaka yang Tuhan sampaikan melalui nabiah Hulda, ia sadar. Ketika menyesal dan bertobat, sekalipun sudah sempat mencemari dengan lidah lahan yang Tuhan siapkan tapi saat ia memohon Tuhan ampuni dan Tuhan mendengar tangisan maka ia tidak akan melihat lembah-lembah menjadi lembah kegagalan, tangisan tapi Tuhan ubahkan menjadi daerah penuaian.
Sunday, September 06, 2009
JUBAH ILAHI YANG HARUS DIKENAKAN SETIAP WAKTU - CEPAT UNTUK MENDENGAR - (Bagian V)
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 6 September 2009
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 1:22-25 berbicara tentang hukum ilahi cepat untuk mendengar melalui derap langkah iman. Dalam hal mendengar dan melakukan dipadankan dengan menabur dan menuai. Jangan mimpi menuai kalau tidak menabur, jangan takut untuk menabur Tuhan pasti sediakan areal penuaian. Tuhan siapkan daerah/lokasi penuaian sering kali tidak sama dengan jalan pikiran kita, mungkin kita berada di tempat yang tidak produktif tapi kalau Tuhan tetapkan kita menuai di sana, Tuhan bisa mengubah padang tandus menjadi padang buah-buahan yang subur.
Areal tempat kita menuai: Yehezkiel 37:13-14 - Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, pada saat Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya. Aku akan memberikan Roh-Ku ke dalammu, sehingga kamu hidup kembali dan Aku akan membiarkan kamu tinggal di tanahmu...
Ayat ini dilatarbelakangi penglihatan yang Tuhan perlihatkan pada Yehezkiel tentang satu individu, satu keluarga, satu komunitas yang disebut orang-orang percaya, lalu Tuhan perlihatkan satu kota, dan satu bangsa, mereka ada di lembah; ternyata orang-orang tadi nampaknya seperti tulang-tulang kering padahal secara jasmani mereka berhasil dalam pendidikan, karir, pergaulan tapi secara rohani mereka kelihatan seperti tulang-tulang kering. Bukanlah Tuhan kalau Tuhan tidak punya anugerah sehingga Yehezkiel memberitakan kepada tulang-tulang kering ini; tulang tapi masih bisa mendengar, untuk tegak berdiri tergantung mau meresponi atau tidak. Ketika tulang-tulang mau meresponi dengan melakukan firman Allah, Tuhan berkata Aku Tuhanmu, pada saat Aku membuka kubur-kuburmu Aku akan membuka pintu ketidakberdayaanmu, ketidakmapananmu, kegagalanmu, dan Aku akan membiarkan engkau tinggal di areal penuaianmu.
Lembah yang sering kali manusia berada di sana:
1.Mazmur 84:7.
Ketika seseorang sedang berada di lembah baka (bac - bahasa Ibrani = lembah tangisan, lembah ketidakberdayaan, lembah ketidakmapanan, lembah kegagalan) bagaikan tulang-tulang tidak berdaya, untuk merubah menjadi lembah penuh sukacita itu tergantung pada mereka sendiri, Tuhan sudah siapkan terobosan tapi mereka harus menggapainya.
Pada waktu Abraham menguburkan Sara istrinya di Hebron, bani Het menawarkan dengan gratis tanah di sana karena semenjak Abraham berada di Hebron mereka diberkati tapi Abraham tidak mau ‘gratisan’, ia membayar 400 syikal perak kepada mereka. Harga keselamatan kita, Tuhan beri cuma-cuma tapi harga pembayar Yesus bayar dengan nyawaNya sendiri. Acapkali kita berada di lembah baka namun lembah baka dapat berubah menjadi lembah bermata air tergantung respon dan sikap kita mau bayar harga atau tidak.
2.Mazmur 23:4.
Lembah kekelaman = lembah bayang-bayang maut (TL), ayat ini menyatakan justru di ujung kematian pun Tuhan siapkan tempat itu menjadi areal penuaian mujizat kedahsyatan Allah.
Di lembah manapun Tuhan akan ubah menjadi areal penuaian tapi miliki kuncinya yaitu Yakobus 1:23-24 - Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin. Baru saja ia memandang dirinya, ia sudah pergi atau ia segera lupa bagaimana rupanya.
Yakobus menggambarkan firman Allah seperti cermin yang menunjukkan kotoran-kotoran dan kekurangan-kekurangan kita. Yakobus berbicara firman Allah seperti cermin, namun sayang kenapa banyak orang Kristen --tanah subur sekalipun-- tidak menuai sedangkan lembah baka Tuhan bisa ubah menjadi areal penuaian? Sebab sudah tahu firman Allah tapi tidak mau memperbaiki, tidak memiliki roh kerelaan untuk berubah. Ketika kita berubah, bercermin pada firman Allah bukan hanya kita yang diberkati rapi orang lain diberkati. Pada waktu Zakheus berubah terjadi pemulihan ekonomi di kota Yerikho, pada waktu perempuan Samaria bertobat, satu kota diberkati, keluarga-keluarga yang berantakan diperbaiki.
II Korintus 3:18 inilah tujuan firman Allah menjadi cermin supaya waktu kita bercermin tahu kesalahan kita, kita mau berubah dan perubahan kita akan memantul pada orang lain, kita sekarang menjadi cermin yang memantulkan firman Allah. Galatia 1:13, 23-24, Paulus yang sebelumnya bernama Saulus dahulu menganiaya banyak orang, tidak bisa menjadi berkat dan menyusahkan banyak orang tapi sekarang ia sudah berubah. Dulu ia bercermin pada firman Allah sekarang ia menjadi cermin buat banyak orang, memantulkan firman Allah, menjadi berkat.
Sudahkah engkau menjadi cermin bagi orang lain (ketika orang melihat engkau berubah, ia ingin juga menjadi seperti engkau diubah, diberkati). Kalau engkau mau menjadi cermin bagi orang lain Tuhan berkata dalam Filipi 4:19 - Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus. Mereka yang mengenakan jubah cepat mendengar berjalan dalam derap langkah iman, di lembah manapun engkau berada Tuhan mau ubah menjadi lembah penuaian.
Amin.
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 1:22-25 berbicara tentang hukum ilahi cepat untuk mendengar melalui derap langkah iman. Dalam hal mendengar dan melakukan dipadankan dengan menabur dan menuai. Jangan mimpi menuai kalau tidak menabur, jangan takut untuk menabur Tuhan pasti sediakan areal penuaian. Tuhan siapkan daerah/lokasi penuaian sering kali tidak sama dengan jalan pikiran kita, mungkin kita berada di tempat yang tidak produktif tapi kalau Tuhan tetapkan kita menuai di sana, Tuhan bisa mengubah padang tandus menjadi padang buah-buahan yang subur.
Areal tempat kita menuai: Yehezkiel 37:13-14 - Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, pada saat Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya. Aku akan memberikan Roh-Ku ke dalammu, sehingga kamu hidup kembali dan Aku akan membiarkan kamu tinggal di tanahmu...
Ayat ini dilatarbelakangi penglihatan yang Tuhan perlihatkan pada Yehezkiel tentang satu individu, satu keluarga, satu komunitas yang disebut orang-orang percaya, lalu Tuhan perlihatkan satu kota, dan satu bangsa, mereka ada di lembah; ternyata orang-orang tadi nampaknya seperti tulang-tulang kering padahal secara jasmani mereka berhasil dalam pendidikan, karir, pergaulan tapi secara rohani mereka kelihatan seperti tulang-tulang kering. Bukanlah Tuhan kalau Tuhan tidak punya anugerah sehingga Yehezkiel memberitakan kepada tulang-tulang kering ini; tulang tapi masih bisa mendengar, untuk tegak berdiri tergantung mau meresponi atau tidak. Ketika tulang-tulang mau meresponi dengan melakukan firman Allah, Tuhan berkata Aku Tuhanmu, pada saat Aku membuka kubur-kuburmu Aku akan membuka pintu ketidakberdayaanmu, ketidakmapananmu, kegagalanmu, dan Aku akan membiarkan engkau tinggal di areal penuaianmu.
Lembah yang sering kali manusia berada di sana:
1.Mazmur 84:7.
Ketika seseorang sedang berada di lembah baka (bac - bahasa Ibrani = lembah tangisan, lembah ketidakberdayaan, lembah ketidakmapanan, lembah kegagalan) bagaikan tulang-tulang tidak berdaya, untuk merubah menjadi lembah penuh sukacita itu tergantung pada mereka sendiri, Tuhan sudah siapkan terobosan tapi mereka harus menggapainya.
Pada waktu Abraham menguburkan Sara istrinya di Hebron, bani Het menawarkan dengan gratis tanah di sana karena semenjak Abraham berada di Hebron mereka diberkati tapi Abraham tidak mau ‘gratisan’, ia membayar 400 syikal perak kepada mereka. Harga keselamatan kita, Tuhan beri cuma-cuma tapi harga pembayar Yesus bayar dengan nyawaNya sendiri. Acapkali kita berada di lembah baka namun lembah baka dapat berubah menjadi lembah bermata air tergantung respon dan sikap kita mau bayar harga atau tidak.
2.Mazmur 23:4.
Lembah kekelaman = lembah bayang-bayang maut (TL), ayat ini menyatakan justru di ujung kematian pun Tuhan siapkan tempat itu menjadi areal penuaian mujizat kedahsyatan Allah.
Di lembah manapun Tuhan akan ubah menjadi areal penuaian tapi miliki kuncinya yaitu Yakobus 1:23-24 - Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin. Baru saja ia memandang dirinya, ia sudah pergi atau ia segera lupa bagaimana rupanya.
Yakobus menggambarkan firman Allah seperti cermin yang menunjukkan kotoran-kotoran dan kekurangan-kekurangan kita. Yakobus berbicara firman Allah seperti cermin, namun sayang kenapa banyak orang Kristen --tanah subur sekalipun-- tidak menuai sedangkan lembah baka Tuhan bisa ubah menjadi areal penuaian? Sebab sudah tahu firman Allah tapi tidak mau memperbaiki, tidak memiliki roh kerelaan untuk berubah. Ketika kita berubah, bercermin pada firman Allah bukan hanya kita yang diberkati rapi orang lain diberkati. Pada waktu Zakheus berubah terjadi pemulihan ekonomi di kota Yerikho, pada waktu perempuan Samaria bertobat, satu kota diberkati, keluarga-keluarga yang berantakan diperbaiki.
II Korintus 3:18 inilah tujuan firman Allah menjadi cermin supaya waktu kita bercermin tahu kesalahan kita, kita mau berubah dan perubahan kita akan memantul pada orang lain, kita sekarang menjadi cermin yang memantulkan firman Allah. Galatia 1:13, 23-24, Paulus yang sebelumnya bernama Saulus dahulu menganiaya banyak orang, tidak bisa menjadi berkat dan menyusahkan banyak orang tapi sekarang ia sudah berubah. Dulu ia bercermin pada firman Allah sekarang ia menjadi cermin buat banyak orang, memantulkan firman Allah, menjadi berkat.
Sudahkah engkau menjadi cermin bagi orang lain (ketika orang melihat engkau berubah, ia ingin juga menjadi seperti engkau diubah, diberkati). Kalau engkau mau menjadi cermin bagi orang lain Tuhan berkata dalam Filipi 4:19 - Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus. Mereka yang mengenakan jubah cepat mendengar berjalan dalam derap langkah iman, di lembah manapun engkau berada Tuhan mau ubah menjadi lembah penuaian.
Amin.
Sunday, August 30, 2009
JUBAH ILAHI YANG HARUS DIKENAKAN SETIAP WAKTU - CEPAT UNTUK MENDENGAR - (Bagian IV)
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 30 Agustus 2009
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 1:22-25 berbicara tentang hukum/peraturan ilahi tentang cepat untuk mendengar.
Yakobus 1:22 - Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri. Mendengar dan melakukan apa yang kita tahu dari firman Allah punya padanan arti menabur dan menuai. Orang sering kali mengharap agar ada tuaian tapi bagaimana mungkin bisa menuai kalau tidak menabur? Petani paham sekali tentang hal ini, ia tidak mungkin akan menuai kecuali ia harus menabur tapi itu ada aturan/hukumnya.
Petrus sedang berbicara tentang bagaimana caranya supaya orang percaya tidak gampang hanyut dan diserang oleh penyakit rohani di akhir zaman. II Petrus 3:18, orang percaya yang tidak gampang hanyut, tersesat dan terserang penyakit rohani di akhir zaman adalah orang percaya yang bertumbuh (= bertambah-tambah kuantitas/volume/fisik/karakter dan kualitas/mutu) sehingga tidak mengalami kebantutan pertumbuhan. Pertumbuhan itu dari Tuhan tapi soal proses itu terletak pada kita. Tuhan selalu bekerja dan menyelesaikan bagiannya, bagian dari pertumbuhan itu terletak pada tanaman.
Yesus pernah memberikan perumpamaan dalam Yesaya 5:1-7, benih yang baik sudah ditaburkan namun prosesnya ada yang di batu-batu, ada yang di tempat berduri (= masalah). Kalau Tuhan memberi pertumbuhan, Tuhan pasti memberi potensi untuk berbuah lebat tapi soal batu dan duri mau dibuang atau tidak itu urusan kita (kita harus bertindak), ini hukum ilahi yang tidak bisa diubah. Tuhan akan menumbuhkan tapi penghambat (batu, duri, luka-luka batin) yang menyebabkan tidak adanya pertumbuhan harus kita buang/bereskan.
Di mana dan bagaimana caranya agar kita yang disebut cepat untuk mendengar didapati bertumbuh dan terus bertumbuh dalam pertumbuhannya? Ayub 8:11 - Dapatkah pandan bertumbuh tinggi, kalau tidak di rawa, atau mensiang bertumbuh subur, kalau tidak di air? Kata-kata ini keluar dari mulut Bildad --keturunan Abraham melalui Ketura yang tinggal di daerah padang pasir dan tidak ada rawa-rawa-- salah satu sahabat/relasi dagang Ayub. Dalam hal mendengar dan melakukan firman Allah kita harus tahu tempat di mana kita mendengar dan bertumbuh. Di mana pun kita bisa mendengar firman Allah tapi kita harus mengerti pandan bisa tumbuh di rawa-rawa dan mensiang di air. Jadi sebagai orang Kristen kita harus tahu di mana kita bisa mendengar yang baik dan di mana serta bagaimana kita dapat bertumbuh dengan baik.
Yehezkiel 27 orang Arwad menawarkan fasilitas dan Gamad menjanjikan keamanan pada Daud kalau Daud mau menyembah Tuhan di tempat mereka tapi Daud berkata dalam Mazmur 27:4 - Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya; Daud mengerti pandan itu harus tumbuh di rawa-rawa dan mensiang harus tumbuh di air.
Hukum ilahi tentang cepat mendengar dan hukum itu disebut sebagai langkah iman:
1.Roma 12:3.
Kita dapat menjaga keseimbangan perjalanan kita dalam menghadapi apa saja menurut ukuran iman, setiap kali kita mendengar firman Allah pasti akan lahir iman (Roma 10:17), saat kita menerima iman Allah memberi ukuran dan ukuran ini harus terus berkembang dan bertumbuh. Kegagalan sering kali merupakan hasil yang Tuhan tunda dan diserahkan tepat pada waktunya.
2.II Timotius 1:5.
Pertumbuhan itu harus nyata karena iman harus diteruskan, dilanjutkan. Kita tidak boleh menjadi jemaat Tuhan yang bertumbuh hanya untuk diri sendiri tapi saya bertumbuh supaya saya bisa meneruskan dan orang lain pun bertumbuh. Timotius melihat iman yang bertumbuh dari Eunike ibunya, Eunike melihat iman yang bertumbuh dari Lois neneknya Timotius.
3.II Korintus 5:7.
Kita harus berjalan dalam langkah iman, iman tidak statis tapi bertumbuh dan jalan terus, jangan puas dengan apa yang sudah dicapai. Langkah iman ini Paulus jelaskan dalam Kolose 3:10. Daud telah membunuh singa, maka ia dapat membunuh beruang, dan ia dapat kalahkan Goliat karena telah membunuh beruang.
4.Yosua 3:15-17.
Kita harus mempunyai komitmen/tekad/janji terhadap iman. Daud pernah punya janji iman karena cintanya pada rumah Tuhan maka ia mau menambah lagi untuk rumah Tuhan emas dan perak kepunyaannya sendiri (I Tawarikh 29:3-4).
Kenakan jubah cepat untuk mendengar dalam derap langkah iman, berjalanlah dalam langkah iman kita bertumbuh, iman itu kita bagikan, kemudian perjelas komitmen terhadap iman maka Tuhan mempunyai respon "Jadilah kepadamu menurut imanmu"(Matius 9:29).
Amin.
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 1:22-25 berbicara tentang hukum/peraturan ilahi tentang cepat untuk mendengar.
Yakobus 1:22 - Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri. Mendengar dan melakukan apa yang kita tahu dari firman Allah punya padanan arti menabur dan menuai. Orang sering kali mengharap agar ada tuaian tapi bagaimana mungkin bisa menuai kalau tidak menabur? Petani paham sekali tentang hal ini, ia tidak mungkin akan menuai kecuali ia harus menabur tapi itu ada aturan/hukumnya.
Petrus sedang berbicara tentang bagaimana caranya supaya orang percaya tidak gampang hanyut dan diserang oleh penyakit rohani di akhir zaman. II Petrus 3:18, orang percaya yang tidak gampang hanyut, tersesat dan terserang penyakit rohani di akhir zaman adalah orang percaya yang bertumbuh (= bertambah-tambah kuantitas/volume/fisik/karakter dan kualitas/mutu) sehingga tidak mengalami kebantutan pertumbuhan. Pertumbuhan itu dari Tuhan tapi soal proses itu terletak pada kita. Tuhan selalu bekerja dan menyelesaikan bagiannya, bagian dari pertumbuhan itu terletak pada tanaman.
Yesus pernah memberikan perumpamaan dalam Yesaya 5:1-7, benih yang baik sudah ditaburkan namun prosesnya ada yang di batu-batu, ada yang di tempat berduri (= masalah). Kalau Tuhan memberi pertumbuhan, Tuhan pasti memberi potensi untuk berbuah lebat tapi soal batu dan duri mau dibuang atau tidak itu urusan kita (kita harus bertindak), ini hukum ilahi yang tidak bisa diubah. Tuhan akan menumbuhkan tapi penghambat (batu, duri, luka-luka batin) yang menyebabkan tidak adanya pertumbuhan harus kita buang/bereskan.
Di mana dan bagaimana caranya agar kita yang disebut cepat untuk mendengar didapati bertumbuh dan terus bertumbuh dalam pertumbuhannya? Ayub 8:11 - Dapatkah pandan bertumbuh tinggi, kalau tidak di rawa, atau mensiang bertumbuh subur, kalau tidak di air? Kata-kata ini keluar dari mulut Bildad --keturunan Abraham melalui Ketura yang tinggal di daerah padang pasir dan tidak ada rawa-rawa-- salah satu sahabat/relasi dagang Ayub. Dalam hal mendengar dan melakukan firman Allah kita harus tahu tempat di mana kita mendengar dan bertumbuh. Di mana pun kita bisa mendengar firman Allah tapi kita harus mengerti pandan bisa tumbuh di rawa-rawa dan mensiang di air. Jadi sebagai orang Kristen kita harus tahu di mana kita bisa mendengar yang baik dan di mana serta bagaimana kita dapat bertumbuh dengan baik.
Yehezkiel 27 orang Arwad menawarkan fasilitas dan Gamad menjanjikan keamanan pada Daud kalau Daud mau menyembah Tuhan di tempat mereka tapi Daud berkata dalam Mazmur 27:4 - Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya; Daud mengerti pandan itu harus tumbuh di rawa-rawa dan mensiang harus tumbuh di air.
Hukum ilahi tentang cepat mendengar dan hukum itu disebut sebagai langkah iman:
1.Roma 12:3.
Kita dapat menjaga keseimbangan perjalanan kita dalam menghadapi apa saja menurut ukuran iman, setiap kali kita mendengar firman Allah pasti akan lahir iman (Roma 10:17), saat kita menerima iman Allah memberi ukuran dan ukuran ini harus terus berkembang dan bertumbuh. Kegagalan sering kali merupakan hasil yang Tuhan tunda dan diserahkan tepat pada waktunya.
2.II Timotius 1:5.
Pertumbuhan itu harus nyata karena iman harus diteruskan, dilanjutkan. Kita tidak boleh menjadi jemaat Tuhan yang bertumbuh hanya untuk diri sendiri tapi saya bertumbuh supaya saya bisa meneruskan dan orang lain pun bertumbuh. Timotius melihat iman yang bertumbuh dari Eunike ibunya, Eunike melihat iman yang bertumbuh dari Lois neneknya Timotius.
3.II Korintus 5:7.
Kita harus berjalan dalam langkah iman, iman tidak statis tapi bertumbuh dan jalan terus, jangan puas dengan apa yang sudah dicapai. Langkah iman ini Paulus jelaskan dalam Kolose 3:10. Daud telah membunuh singa, maka ia dapat membunuh beruang, dan ia dapat kalahkan Goliat karena telah membunuh beruang.
4.Yosua 3:15-17.
Kita harus mempunyai komitmen/tekad/janji terhadap iman. Daud pernah punya janji iman karena cintanya pada rumah Tuhan maka ia mau menambah lagi untuk rumah Tuhan emas dan perak kepunyaannya sendiri (I Tawarikh 29:3-4).
Kenakan jubah cepat untuk mendengar dalam derap langkah iman, berjalanlah dalam langkah iman kita bertumbuh, iman itu kita bagikan, kemudian perjelas komitmen terhadap iman maka Tuhan mempunyai respon "Jadilah kepadamu menurut imanmu"(Matius 9:29).
Amin.
Sunday, August 23, 2009
JUBAH ILAHI YANG HARUS DIKENAKAN SETIAP WAKTU - CEPAT UNTUK MENDENGAR - (Bagian III)
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 23 Agustus 2009
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 1:21 - Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.
Warna dari jubah cepat mendengar:
1. Tangkas: bisa menangkap apa yang dimaksud firman Allah dan ada satu sukacita untuk melakukan apa yang ia dengar.
2. Membuang/menolak segala sesuatu yang kotor dan jahat yang begitu banyak itu yang selalu berpotensi untuk menjebak.
3. Menerima/menyambut firman Allah dengan hati yang lemah lembut.
Berbicara tentang sikap hati yang tidak memberontak, tidak melawan, menyerah/pasrah terhadap Tuhan, hati yang rela, mudah dibentuk dan mau menerima koreksi.
Gagasannya: tanah liat yang dibentuk menjadi sesuatu harus punya kerelaan ditaruh di atas kisaran, diputar dan mulai dibentuk, kalau ada batu kecil, penjunan akan menghentikan kisaran, mengambil batu tadi dan tanah liat akan dibentuk kembali. Kalau tanah liat ini tidak punya kesiapan/kerelaan maka tidak akan menjadi apapun; kalau kita mau dibentuk menjadi alat Tuhan, Tuhan tahu persis, Tuhan punya rencana untuk kita masing-masing. Jangan berpikir saya bodoh, saya tidak mungkin berhasil karena itu adalah suara dari Iblis. Siapa pun kita Tuhan akan pakai dengan luar biasa.
Alkitab mencatat tentang seseorang yang semula sombong tapi pada waktu ia mendengar, apa yang ia dengar itu memproses dirinya untuk berjumpa dengan Yesus. Lukas 19:1-6, di Yerikho --pusat perdagangan, kota kedua setelah Yerusalem yang merupakan ibukota-- Zakheus bukan seorang pegawai biasa tapi ia adalah seorang petinggi di bidang bea cukai/pajak, ia disegani dan dihormati. Zakheus seorang yang kaya, berhasil dalam karir tapi ia dalam tekanan, menderita bukan karena fisiknya yang pendek tapi karena ada konflik dalam hidupnya dan ia ingin bebas dari tekanan itu. Ia memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat dan ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu." Tiap kata yang keluar dari mulut Yesus mengandung kuasa yang luar biasa, ada sesuatu yang luar biasa terjadi, hanya satu kali mendengar hidup Zakheus berubah.
Perubahan yang terjadi dalam hidup Zakheus: Lukas 19:8-9, ia memberikan setengah dari miliknya kepada orang miskin dan dari orang-orang yang telah ia peras ia kembalikan empat kali lipat. Kemudian Yesus berkata, “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham.” Paulus mengatakan tentang keturunan Abraham dalam Galatia 3:29, Zakheus mempunyai hati yang lemah lembut siap menyambut firman Allah dan ia adalah keturunan Abraham, kemudian Paulus katakan siapa pun dia kalau mempunyai hati lemah lembut menyambut firman Allah, ia adalah milik Allah. Ketika disebut milik Allah maka berkat Abraham menjadi miliknya. Kalau kita mempunyai hati yang lemah lembut untuk menerima firman Allah, akan terjadi berkat, perubahan yang luar biasa dalam hidup kita.
Petrus menjelaskan sebuah janji dalam II Petrus 1:2 kepada mereka yang punya sikap hati lemah lembut (kapan saja dan di mana saja) mau menerima firman Allah maka kasih karunia dan damai sejahtera (berkat dan sejahtera - TBIS; grace and peace - terjemahan bahasa Inggris) akan dicurahkan dengan limpah. Filipi 4:9, mereka yang punya komitmen, tekad, punya sikap hati mau menyambut dengan haus dan lapar dan mau dikoreksi, dibentuk oleh firman Allah maka damai akan menyertai mereka.
Kenapa sampai Tuhan memakai Petrus dan Paulus untuk menyampaikan mereka yang mau menerima firman Allah dengan lemah lembut maka damai akan menyertai dengan limpah?
Damai sejahtera (= eirēnē - bahasa Yunani; syallom - bahasa Ibrani) adalah suatu keadaan di mana orang tersebut dalam situasi harmonis dengan Allah (I Timotius 6:14), harmonis dengan sesama (Roma 12:17-18), dan harmonis dengan alam sekitarnya (I Tesalonika 5:18). Mereka yang mau mengenakan jubah cepat mendengar dalam hal ketika menyambut firman Allah dengan lemah lembut dan ada damai sejahtera (harmonis dengan ketiga hal tadi) maka Tuhan mempunyai janji hidup akan bertambah-tambah, ada ketenangan, ketentraman selama-lamanya (Yesaya 32:17).
Amin.
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 1:21 - Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.
Warna dari jubah cepat mendengar:
1. Tangkas: bisa menangkap apa yang dimaksud firman Allah dan ada satu sukacita untuk melakukan apa yang ia dengar.
2. Membuang/menolak segala sesuatu yang kotor dan jahat yang begitu banyak itu yang selalu berpotensi untuk menjebak.
3. Menerima/menyambut firman Allah dengan hati yang lemah lembut.
Berbicara tentang sikap hati yang tidak memberontak, tidak melawan, menyerah/pasrah terhadap Tuhan, hati yang rela, mudah dibentuk dan mau menerima koreksi.
Gagasannya: tanah liat yang dibentuk menjadi sesuatu harus punya kerelaan ditaruh di atas kisaran, diputar dan mulai dibentuk, kalau ada batu kecil, penjunan akan menghentikan kisaran, mengambil batu tadi dan tanah liat akan dibentuk kembali. Kalau tanah liat ini tidak punya kesiapan/kerelaan maka tidak akan menjadi apapun; kalau kita mau dibentuk menjadi alat Tuhan, Tuhan tahu persis, Tuhan punya rencana untuk kita masing-masing. Jangan berpikir saya bodoh, saya tidak mungkin berhasil karena itu adalah suara dari Iblis. Siapa pun kita Tuhan akan pakai dengan luar biasa.
Alkitab mencatat tentang seseorang yang semula sombong tapi pada waktu ia mendengar, apa yang ia dengar itu memproses dirinya untuk berjumpa dengan Yesus. Lukas 19:1-6, di Yerikho --pusat perdagangan, kota kedua setelah Yerusalem yang merupakan ibukota-- Zakheus bukan seorang pegawai biasa tapi ia adalah seorang petinggi di bidang bea cukai/pajak, ia disegani dan dihormati. Zakheus seorang yang kaya, berhasil dalam karir tapi ia dalam tekanan, menderita bukan karena fisiknya yang pendek tapi karena ada konflik dalam hidupnya dan ia ingin bebas dari tekanan itu. Ia memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat dan ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu." Tiap kata yang keluar dari mulut Yesus mengandung kuasa yang luar biasa, ada sesuatu yang luar biasa terjadi, hanya satu kali mendengar hidup Zakheus berubah.
Perubahan yang terjadi dalam hidup Zakheus: Lukas 19:8-9, ia memberikan setengah dari miliknya kepada orang miskin dan dari orang-orang yang telah ia peras ia kembalikan empat kali lipat. Kemudian Yesus berkata, “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham.” Paulus mengatakan tentang keturunan Abraham dalam Galatia 3:29, Zakheus mempunyai hati yang lemah lembut siap menyambut firman Allah dan ia adalah keturunan Abraham, kemudian Paulus katakan siapa pun dia kalau mempunyai hati lemah lembut menyambut firman Allah, ia adalah milik Allah. Ketika disebut milik Allah maka berkat Abraham menjadi miliknya. Kalau kita mempunyai hati yang lemah lembut untuk menerima firman Allah, akan terjadi berkat, perubahan yang luar biasa dalam hidup kita.
Petrus menjelaskan sebuah janji dalam II Petrus 1:2 kepada mereka yang punya sikap hati lemah lembut (kapan saja dan di mana saja) mau menerima firman Allah maka kasih karunia dan damai sejahtera (berkat dan sejahtera - TBIS; grace and peace - terjemahan bahasa Inggris) akan dicurahkan dengan limpah. Filipi 4:9, mereka yang punya komitmen, tekad, punya sikap hati mau menyambut dengan haus dan lapar dan mau dikoreksi, dibentuk oleh firman Allah maka damai akan menyertai mereka.
Kenapa sampai Tuhan memakai Petrus dan Paulus untuk menyampaikan mereka yang mau menerima firman Allah dengan lemah lembut maka damai akan menyertai dengan limpah?
Damai sejahtera (= eirēnē - bahasa Yunani; syallom - bahasa Ibrani) adalah suatu keadaan di mana orang tersebut dalam situasi harmonis dengan Allah (I Timotius 6:14), harmonis dengan sesama (Roma 12:17-18), dan harmonis dengan alam sekitarnya (I Tesalonika 5:18). Mereka yang mau mengenakan jubah cepat mendengar dalam hal ketika menyambut firman Allah dengan lemah lembut dan ada damai sejahtera (harmonis dengan ketiga hal tadi) maka Tuhan mempunyai janji hidup akan bertambah-tambah, ada ketenangan, ketentraman selama-lamanya (Yesaya 32:17).
Amin.
Sunday, August 16, 2009
JUBAH ILAHI YANG HARUS DIKENAKAN SETIAP WAKTU - CEPAT UNTUK MENDENGAR - (Bagian II)
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 16 Agustus 2009
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 1:19 - Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah.
Ada tiga warna dasar yang sangat mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan, membentuk karakter rohani seseorang yaitu cepat untuk mendengar, lambat untuk berkata-kata, dan lambat untuk marah; yang selalu menjadi jubah yang harus dikenakan setiap waktu, di mana pun dan kapan pun.
Kita harus cepat untuk mendengar karena satu ketika saat kita terkondisi, kita bisa malas untuk mendengar, roh malas mengikat orang Israel sewaktu dalam perjalanan menuju tanah perjanjian, mereka muak dengan mana yang tiap hari mereka terima dari Tuhan. Cepat mendengar berarti:
1.Tangkas: bisa menangkap apa yang dimaksud firman Allah dan ada satu sukacita untuk melakukan apa yang ia dengar; contohnya Nehemia, ia punya jubah cepat untuk mendengar waktu ia mendengar tembok Yerusalem roboh dan pintu-pintu gerbangnya terbakar, ia tidak tinggal diam tapi berdoa, dan bertindak pulang ke Yerusalem untuk membangun tembok dan pintu-pintu gerbang.
2.Yakobus 1:21, membuang/menolak segala sesuatu yang kotor dan jahat yang begitu banyak itu, yang selalu berpotensi untuk menjebak.
Ilustrasinya, kita dalam aktivitas sebagai apapun dan di manapun tidak bisa lolos dari terpaan angin yang acapkali memuat debu-debu, partikel-partikel yang tidak kelihatan --pola sikap, kata-kata, lingkungan-- yang bisa mencemari, mengotori kita. Walaupun kita mempunyai lingkungan semacam itu tapi firman Allah punya jaminan sempurna, Petrus berkata kita tidak bisa mengelak kotoran-kotoran yang bisa merusak kita tapi lawanlah itu dengan iman yang teguh (I Petrus 5:9) yang Paulus terangkan dalam Efesus 6:11 gunakan selengkap senjata Allah, bukan dikenakan untuk ‘pamer’ tapi kita praktekkan (bukan orang teoritis tapi praktisi yang selalu melakukan kebenaran, berada dalam sebuah pengalaman).
Mazmur 144:1, alasan Daud memuji Tuhan adalah karena Tuhan mengajar tangannya (= hubungan dengan sesama, aktivitas kita) untuk bertempur. Hubungan kita dengan sesama bagaimana? Bukankah sering kali tangan kita menjadi kusta sama seperti tangan Musa karena macam-macam sebab. Tuhan melatih kita supaya kita menang dalam pertempuran, Tuhan biarkan angin yang membawa partikel debu supaya kita menang, oleh karena itu kenakan seluruh senjata Allah, tolak dan buang segala sesuatu yang bisa menyebabkan kejahatan, pakailah firman Allah dan kenakan urapan Roh Kudus dalam hidup kita. Efesus 4:27, jangan ijinkan iblis membangun pangkalan atau dermaga dalam hidup kita, jangan memberi lokasi untuk iblis membangun landasan, sekali kita mengijinkan maka dia akan membawa kotoran-kotoran yang merusak hidup kita.
Firman Allah memberi nasihat dalam Yehezkiel 18:31, durhaka (= pehshah - bahasa Ibrani) artinya pemberontakan, perlawanan terhadap firman Allah. Acapkali Roh Allah mendorong kita untuk melakukan sesuatu tapi dengan berbagai alasan kita membantah.
I Raja-raja 11:39, Salomo adalah contoh seorang yang gagal hanya karena enggan untuk mengusir, menganggap sepele semua yang mengotori hati, pikirannya. Hukum karena dosa itu kekal tapi hukum karena cemeti kebapaan hanya sementara. Waktu Tuhan menghukum dengan cemeti (musibah, sakit, kecelakaan, tekanan) akan segera berlalu ketika orang ini sadar dan bertobat. Ketika Salomo diangkat menjadi raja, Salomo mempunyai kualitas rohani yang luar biasa dan teruji. Karena Salomo tidak meminta apapun selain hikmat, maka semua Tuhan berikan (I Raja-raja 3:5, 13, 10:10). Namun sayang ketika Salomo sudah diberkati, Salomo tidak bisa menolak semua angin yang membawa debu-debu yang membawa kotoran. Ketika dia enggan untuk menolak, dia jatuh dalam satu dosa yang menyakiti hati Bapa. Salomo menikah dengan banyak perempuan asing dan dia mulai menyembah dewa-dewa yang disembah istri-istrinya. Dan saat itu nabi Ahia datang memperingatkannya, semua yang ada padanya hilang bahkan kerajaannya terpecah menjadi dua. Hati Bapa luka ketika Salomo enggan untuk menolak debu-debu yang mengotorinya.
Miliki telinga yang bisa mendengar sampai ke alam roh, peka menangkap isyarat dari Tuhan ketika mendengar cemeti berbunyi karena tongkat kasih Allah menjadikan kita pandai supaya kita makin mengerti hati Tuhan. Kembali ke I Raja-raja 11:39 - ...Aku akan merendahkan keturunan Daud, tetapi bukan untuk selamanya; ketika cemeti berbunyi (masalah, bencana, sakit) dan membuat bilur-bilur dalam hidup kita, Tuhan perlu melihat sampai kita bisa menyadari dan bertobat maka Tuhan akan pulihkan tahun-tahun di mana kita hancur total, dan jatuh terjerembab (Yoel 2:25-26).
Amin.
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 1:19 - Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah.
Ada tiga warna dasar yang sangat mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan, membentuk karakter rohani seseorang yaitu cepat untuk mendengar, lambat untuk berkata-kata, dan lambat untuk marah; yang selalu menjadi jubah yang harus dikenakan setiap waktu, di mana pun dan kapan pun.
Kita harus cepat untuk mendengar karena satu ketika saat kita terkondisi, kita bisa malas untuk mendengar, roh malas mengikat orang Israel sewaktu dalam perjalanan menuju tanah perjanjian, mereka muak dengan mana yang tiap hari mereka terima dari Tuhan. Cepat mendengar berarti:
1.Tangkas: bisa menangkap apa yang dimaksud firman Allah dan ada satu sukacita untuk melakukan apa yang ia dengar; contohnya Nehemia, ia punya jubah cepat untuk mendengar waktu ia mendengar tembok Yerusalem roboh dan pintu-pintu gerbangnya terbakar, ia tidak tinggal diam tapi berdoa, dan bertindak pulang ke Yerusalem untuk membangun tembok dan pintu-pintu gerbang.
2.Yakobus 1:21, membuang/menolak segala sesuatu yang kotor dan jahat yang begitu banyak itu, yang selalu berpotensi untuk menjebak.
Ilustrasinya, kita dalam aktivitas sebagai apapun dan di manapun tidak bisa lolos dari terpaan angin yang acapkali memuat debu-debu, partikel-partikel yang tidak kelihatan --pola sikap, kata-kata, lingkungan-- yang bisa mencemari, mengotori kita. Walaupun kita mempunyai lingkungan semacam itu tapi firman Allah punya jaminan sempurna, Petrus berkata kita tidak bisa mengelak kotoran-kotoran yang bisa merusak kita tapi lawanlah itu dengan iman yang teguh (I Petrus 5:9) yang Paulus terangkan dalam Efesus 6:11 gunakan selengkap senjata Allah, bukan dikenakan untuk ‘pamer’ tapi kita praktekkan (bukan orang teoritis tapi praktisi yang selalu melakukan kebenaran, berada dalam sebuah pengalaman).
Mazmur 144:1, alasan Daud memuji Tuhan adalah karena Tuhan mengajar tangannya (= hubungan dengan sesama, aktivitas kita) untuk bertempur. Hubungan kita dengan sesama bagaimana? Bukankah sering kali tangan kita menjadi kusta sama seperti tangan Musa karena macam-macam sebab. Tuhan melatih kita supaya kita menang dalam pertempuran, Tuhan biarkan angin yang membawa partikel debu supaya kita menang, oleh karena itu kenakan seluruh senjata Allah, tolak dan buang segala sesuatu yang bisa menyebabkan kejahatan, pakailah firman Allah dan kenakan urapan Roh Kudus dalam hidup kita. Efesus 4:27, jangan ijinkan iblis membangun pangkalan atau dermaga dalam hidup kita, jangan memberi lokasi untuk iblis membangun landasan, sekali kita mengijinkan maka dia akan membawa kotoran-kotoran yang merusak hidup kita.
Firman Allah memberi nasihat dalam Yehezkiel 18:31, durhaka (= pehshah - bahasa Ibrani) artinya pemberontakan, perlawanan terhadap firman Allah. Acapkali Roh Allah mendorong kita untuk melakukan sesuatu tapi dengan berbagai alasan kita membantah.
I Raja-raja 11:39, Salomo adalah contoh seorang yang gagal hanya karena enggan untuk mengusir, menganggap sepele semua yang mengotori hati, pikirannya. Hukum karena dosa itu kekal tapi hukum karena cemeti kebapaan hanya sementara. Waktu Tuhan menghukum dengan cemeti (musibah, sakit, kecelakaan, tekanan) akan segera berlalu ketika orang ini sadar dan bertobat. Ketika Salomo diangkat menjadi raja, Salomo mempunyai kualitas rohani yang luar biasa dan teruji. Karena Salomo tidak meminta apapun selain hikmat, maka semua Tuhan berikan (I Raja-raja 3:5, 13, 10:10). Namun sayang ketika Salomo sudah diberkati, Salomo tidak bisa menolak semua angin yang membawa debu-debu yang membawa kotoran. Ketika dia enggan untuk menolak, dia jatuh dalam satu dosa yang menyakiti hati Bapa. Salomo menikah dengan banyak perempuan asing dan dia mulai menyembah dewa-dewa yang disembah istri-istrinya. Dan saat itu nabi Ahia datang memperingatkannya, semua yang ada padanya hilang bahkan kerajaannya terpecah menjadi dua. Hati Bapa luka ketika Salomo enggan untuk menolak debu-debu yang mengotorinya.
Miliki telinga yang bisa mendengar sampai ke alam roh, peka menangkap isyarat dari Tuhan ketika mendengar cemeti berbunyi karena tongkat kasih Allah menjadikan kita pandai supaya kita makin mengerti hati Tuhan. Kembali ke I Raja-raja 11:39 - ...Aku akan merendahkan keturunan Daud, tetapi bukan untuk selamanya; ketika cemeti berbunyi (masalah, bencana, sakit) dan membuat bilur-bilur dalam hidup kita, Tuhan perlu melihat sampai kita bisa menyadari dan bertobat maka Tuhan akan pulihkan tahun-tahun di mana kita hancur total, dan jatuh terjerembab (Yoel 2:25-26).
Amin.
Sunday, August 09, 2009
JUBAH ILAHI YANG HARUS DIKENAKAN SETIAP WAKTU
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 9 Agustus 2009
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 1:19 - Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah.
Dalam ayat 18, Yakobus menerangkan orang percaya yang dewasa rohani, mempunyai pertumbuhan rohani (tidak dimonopoli oleh mereka yang berusia 17 tahun ke atas tapi terdiri dari bervariasi umur, anak kecil pun bisa disebut dewasa rohani bila ia mempunyai daya tangkap firman Allah); mereka yang disebut dewasa rohani, Alkitab menyebutnya anak sulung bagi Allah dan mereka mempunyai hak waris sebagai anak sulung bukan hanya berupa kekayaan materi tapi kekayaan pengalaman-pengalaman rohani).
Jubah ilahi yang harus kita kenakan setiap waktu, pada keadaan apapun juga dimuat dalam Yakobus 1:19-27 tema: Pendengar atau pelaku firman (TB); Mendengar dan berbuat (TBIS) artinya mendengar dan melakukan. Tiga warna dasar yang sangat mempengaruhi kondisi orang percaya adalah cepat untuk mendengar, lambat untuk berkata-kata, dan lambat untuk marah. Ketiga hal ini sangat berpengaruh dalam kondisi seseorang dalam pertumbuhan dan mutu iman seseorang.
Cepat mendengar, seseorang yang tangkas, cekatan untuk memahami, apa yang dipahami dilaksanakan, dengan sukacita melakukan. Nehemia, dia adalah ‘jemaat biasa’ bukan nabi/raja tapi tangkas, bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Nehemia 1:1-4, pada waktu Hanani (saudara Nehemia) datang ia menanyakan tentang orang-orang Yahudi yang terluput dari penawanan dan tentang Yerusalem. Ketika ingin mendengar berita, yang ingin Nehemia dengar adalah tentang pertumbuhan, perkembangan dan kualitas rohani orang percaya. Nehemia adalah pegawai istana raja Artahsasta, pada waktu ia bertugas materi pembicaraannya tentang istana, tapi di luar tugas ia berbicara soal rohani bukan gossip, tidak mencari-cari kesalahan. Tuhan sementara mencari jemaat semacam ini, sibuk dengan tanggung jawab dan tugas-tugas sebagai apapun tapi mempunyai jubah ilahi cepat untuk mendengar.
Ketika Nehemia mendengar tentang mereka yang di Yerusalem mengalami kesukaran besar, tembok Yerusalem telah terbongkar dan pintu-pintu gerbangnya telah terbakar, ia langsung menangis, berkabung, berdoa dan berpuasa. Ada kuasa ketika seseorang berdoa dan berpuasa. Keluaran 2:23-25, ketika ia mulai mengambil tanggung jawab (punya beban) untuk peduli terhadap sesama maka Tuhan melihat, Tuhan memperhatikannya, Allah bertindak untuknya.
Kembali ke Nehemia, ia punya komitmen, tekad, tanggung jawab agar umat Tuhan mempunyai damai sejahtera dari Allah dan diberkati. Nehemia 8:1-5a, Nehemia seorang pegawai (= pelaku bisnis, pelaku keamanan, pelaku kesehatan, pelaku hukum) tapi pada waktu semua orang sedang berkumpul, ia tidak mengambil pelayanan imamat tapi memanggil imam Ezra untuk melayani kebutuhan rohani orang Israel.
Nehemia 2:4, Tuhan mempunyai respon yang luar biasa karena Nehemia memiliki jubah ilahi cepat mendengar (punya tanggung jawab untuk keluarga bukan hanya keluarga secara jasmani tapi secara rohani --jemaat, gereja lokal--) maka Tuhan memperhatikan, Tuhan menggerakkan raja Artahsasta untuk memenuhi apa yang ia butuhkan. Nehemia hanya minta surat jalan ditembuskan ke 127 bupati-bupati di daerah seberang sungai Efrat, supaya mereka memberi kesempatan untuk lewat dengan selamat sampai ia tiba di Yerusalem; dan ia minta kekayaan yang ada pada raja untuk membangun tembok Yerusalem dan pintu-pintu gerbangnya. Nehemia 2:8b - ...Dan raja mengabulkan permintaanku itu, karena tangan Allahku yang murah melindungi aku. Apa yang menjadi permintaan/permohonan pada Tuhan, ketika engkau mengenakan jubah rindu pada firman Allah, cepat mendengar, dan melakukan firman Allah, Tuhan akan mengabulkan permintaanmu.
Amin.
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 1:19 - Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah.
Dalam ayat 18, Yakobus menerangkan orang percaya yang dewasa rohani, mempunyai pertumbuhan rohani (tidak dimonopoli oleh mereka yang berusia 17 tahun ke atas tapi terdiri dari bervariasi umur, anak kecil pun bisa disebut dewasa rohani bila ia mempunyai daya tangkap firman Allah); mereka yang disebut dewasa rohani, Alkitab menyebutnya anak sulung bagi Allah dan mereka mempunyai hak waris sebagai anak sulung bukan hanya berupa kekayaan materi tapi kekayaan pengalaman-pengalaman rohani).
Jubah ilahi yang harus kita kenakan setiap waktu, pada keadaan apapun juga dimuat dalam Yakobus 1:19-27 tema: Pendengar atau pelaku firman (TB); Mendengar dan berbuat (TBIS) artinya mendengar dan melakukan. Tiga warna dasar yang sangat mempengaruhi kondisi orang percaya adalah cepat untuk mendengar, lambat untuk berkata-kata, dan lambat untuk marah. Ketiga hal ini sangat berpengaruh dalam kondisi seseorang dalam pertumbuhan dan mutu iman seseorang.
Cepat mendengar, seseorang yang tangkas, cekatan untuk memahami, apa yang dipahami dilaksanakan, dengan sukacita melakukan. Nehemia, dia adalah ‘jemaat biasa’ bukan nabi/raja tapi tangkas, bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Nehemia 1:1-4, pada waktu Hanani (saudara Nehemia) datang ia menanyakan tentang orang-orang Yahudi yang terluput dari penawanan dan tentang Yerusalem. Ketika ingin mendengar berita, yang ingin Nehemia dengar adalah tentang pertumbuhan, perkembangan dan kualitas rohani orang percaya. Nehemia adalah pegawai istana raja Artahsasta, pada waktu ia bertugas materi pembicaraannya tentang istana, tapi di luar tugas ia berbicara soal rohani bukan gossip, tidak mencari-cari kesalahan. Tuhan sementara mencari jemaat semacam ini, sibuk dengan tanggung jawab dan tugas-tugas sebagai apapun tapi mempunyai jubah ilahi cepat untuk mendengar.
Ketika Nehemia mendengar tentang mereka yang di Yerusalem mengalami kesukaran besar, tembok Yerusalem telah terbongkar dan pintu-pintu gerbangnya telah terbakar, ia langsung menangis, berkabung, berdoa dan berpuasa. Ada kuasa ketika seseorang berdoa dan berpuasa. Keluaran 2:23-25, ketika ia mulai mengambil tanggung jawab (punya beban) untuk peduli terhadap sesama maka Tuhan melihat, Tuhan memperhatikannya, Allah bertindak untuknya.
Kembali ke Nehemia, ia punya komitmen, tekad, tanggung jawab agar umat Tuhan mempunyai damai sejahtera dari Allah dan diberkati. Nehemia 8:1-5a, Nehemia seorang pegawai (= pelaku bisnis, pelaku keamanan, pelaku kesehatan, pelaku hukum) tapi pada waktu semua orang sedang berkumpul, ia tidak mengambil pelayanan imamat tapi memanggil imam Ezra untuk melayani kebutuhan rohani orang Israel.
Nehemia 2:4, Tuhan mempunyai respon yang luar biasa karena Nehemia memiliki jubah ilahi cepat mendengar (punya tanggung jawab untuk keluarga bukan hanya keluarga secara jasmani tapi secara rohani --jemaat, gereja lokal--) maka Tuhan memperhatikan, Tuhan menggerakkan raja Artahsasta untuk memenuhi apa yang ia butuhkan. Nehemia hanya minta surat jalan ditembuskan ke 127 bupati-bupati di daerah seberang sungai Efrat, supaya mereka memberi kesempatan untuk lewat dengan selamat sampai ia tiba di Yerusalem; dan ia minta kekayaan yang ada pada raja untuk membangun tembok Yerusalem dan pintu-pintu gerbangnya. Nehemia 2:8b - ...Dan raja mengabulkan permintaanku itu, karena tangan Allahku yang murah melindungi aku. Apa yang menjadi permintaan/permohonan pada Tuhan, ketika engkau mengenakan jubah rindu pada firman Allah, cepat mendengar, dan melakukan firman Allah, Tuhan akan mengabulkan permintaanmu.
Amin.
Sunday, August 02, 2009
ANAK SULUNG
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 2 Agustus 2009
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 1:18 - Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran, supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya.
Atas kehendakNya sendiri yang Paulus katakan sebagai takdir, ketika Tuhan jadikan kita, Ia sudah tetapkan tujuan sejak awal. Sebelum ada tanda-tanda, sebelum ada segala sesuatu Tuhan sudah punya takdir untuk kita. Dalam Efesus 1:3-14 terdapat tujuh rumus ilahi tentang takdir (= predestination; satu tujuan yang ditetapkan sejak awal di dalam Kristus). Selama kita di dalam Kristus, tujuh rumus ilahi dan buahnya akan mewarnai hidup kita. Persoalannya banyak orang ingin berjalan menurut kemauannya sendiri dan saat ia berjalan menurut kemauannya sendiri ia berada di luar Kristus. Jangan mimpi akan mendapat perkara-perkara ilahi kalau berada di luar Kristus, di luar Kristus hidup menjadi sia-sia.
Beberapa di antara tujuh rumus ilahi dalam kerangka takdir kalau di dalam Kristus:
Efesus 1:3. Laut boleh terjadi tsunami, peta bumi boleh berubah, bencana boleh terjadi, tapi kita ditakdirkan di dalam Kristus menerima berkat dari sorga, sebagaimana yang di sorga demikian akan terjadi dalam hidup kita. Jangan dicengkram takdir di luar Kristus!
Efesus 1:4. Kita telah dipilih dan ditetapkan --bukan ‘akan’ dipilih-- sebelum dunia dijadikan supaya kita kudus (hagios - bahasa Yunani = tampil beda; tidak sama dengan yang pada umumnya) dan tidak bercacat (amōmos - bahasa Yunani = tidak ada nodanya).
Di dalam Kristus ada jaminan dan tujuh rumus ilahi diakhiri di ayat 13 dan 14 ditekankan di dalam Kristus kita telah dimeteraikan dengan Roh Kudus, kita memiliki surat berharga/jaminan untuk memperoleh semua. Pastikan diri kita untuk mengambil pilihan untuk tinggal di dalam Kristus (memiliki jaminan), jangan mengambil pilihan untuk tinggal di luar Kristus--banyak ancaman binatang, penyamun, penguasa di udara.
Kembali ke Yakobus 1:18, ketika kita mengenal soal takdir ada tujuh rumus takdir supaya pada tingkat tertentu dalam proses menuju tujuan ada perkembangan/pertumbuhan. Tuhan sudah tetapkan sejak awal satu kepastian tapi harus ada perkembangan karena setiap perkembangan ada berkat/fasilitas sendiri-sendiri. I Yohanes 2:13-14, ada tiga fase yang dimuat dalam ayat ini yaitu anak-anak, orang muda dan orang tua. Biasanya tiga fase dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok anak-anak dan kelompok dewasa. Ketika orang percaya ini mencapai tingkat tertentu seperti yang dimaksud oleh Yakobus ketika pertumbuhan/perkembangan dalam kategori dewasa maka ia menjadi anak sulung, dewasa rohaninya. Dewasa rohani tidak dibatasi oleh umur.
Saat Tuhan melihat kita dewasa, Imamat 23:10 hasil pertama dari penuaian itu milik Tuhan dan hasil pertama disebut buah sulung. Siapa yang disebut buah sulung di Perjanjian Baru?
1.Kolose 1:18, Yesus karena Ia yang pertama bangkit dari antara orang mati.
2.Ibrani 12:23, orang percaya di hadapan Allah disebut anak sulung karena anugerah.
Bilangan 3:13, setiap anak sulung itu kepunyaan Tuhan, Yesus kepunyaan Bapa, kita sebagai orang percaya kepunyaan Bapa. Fasilitas yang bagaimana yang disiapkan untuk anak sulung (orang percaya yang dewasa rohaninya)?
Ulangan 28:11-13 adalah hak dari semua anak sulung, berkat yang Tuhan siapkan untuk anak sulung. Anak sulung bukan hanya berbicara tentang pribadi kita tapi juga anak keturunan kita, keluarga kita. Yesaya 61:9 - Keturunanmu akan terkenal di antara bangsa-bangsa, dan anak cucumu di tengah-tengah suku-suku bangsa, sehingga semua orang yang melihat mereka akan mengakui, bahwa mereka adalah keturunan yang diberkati TUHAN.
Amin.
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 1:18 - Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran, supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya.
Atas kehendakNya sendiri yang Paulus katakan sebagai takdir, ketika Tuhan jadikan kita, Ia sudah tetapkan tujuan sejak awal. Sebelum ada tanda-tanda, sebelum ada segala sesuatu Tuhan sudah punya takdir untuk kita. Dalam Efesus 1:3-14 terdapat tujuh rumus ilahi tentang takdir (= predestination; satu tujuan yang ditetapkan sejak awal di dalam Kristus). Selama kita di dalam Kristus, tujuh rumus ilahi dan buahnya akan mewarnai hidup kita. Persoalannya banyak orang ingin berjalan menurut kemauannya sendiri dan saat ia berjalan menurut kemauannya sendiri ia berada di luar Kristus. Jangan mimpi akan mendapat perkara-perkara ilahi kalau berada di luar Kristus, di luar Kristus hidup menjadi sia-sia.
Beberapa di antara tujuh rumus ilahi dalam kerangka takdir kalau di dalam Kristus:
Efesus 1:3. Laut boleh terjadi tsunami, peta bumi boleh berubah, bencana boleh terjadi, tapi kita ditakdirkan di dalam Kristus menerima berkat dari sorga, sebagaimana yang di sorga demikian akan terjadi dalam hidup kita. Jangan dicengkram takdir di luar Kristus!
Efesus 1:4. Kita telah dipilih dan ditetapkan --bukan ‘akan’ dipilih-- sebelum dunia dijadikan supaya kita kudus (hagios - bahasa Yunani = tampil beda; tidak sama dengan yang pada umumnya) dan tidak bercacat (amōmos - bahasa Yunani = tidak ada nodanya).
Di dalam Kristus ada jaminan dan tujuh rumus ilahi diakhiri di ayat 13 dan 14 ditekankan di dalam Kristus kita telah dimeteraikan dengan Roh Kudus, kita memiliki surat berharga/jaminan untuk memperoleh semua. Pastikan diri kita untuk mengambil pilihan untuk tinggal di dalam Kristus (memiliki jaminan), jangan mengambil pilihan untuk tinggal di luar Kristus--banyak ancaman binatang, penyamun, penguasa di udara.
Kembali ke Yakobus 1:18, ketika kita mengenal soal takdir ada tujuh rumus takdir supaya pada tingkat tertentu dalam proses menuju tujuan ada perkembangan/pertumbuhan. Tuhan sudah tetapkan sejak awal satu kepastian tapi harus ada perkembangan karena setiap perkembangan ada berkat/fasilitas sendiri-sendiri. I Yohanes 2:13-14, ada tiga fase yang dimuat dalam ayat ini yaitu anak-anak, orang muda dan orang tua. Biasanya tiga fase dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok anak-anak dan kelompok dewasa. Ketika orang percaya ini mencapai tingkat tertentu seperti yang dimaksud oleh Yakobus ketika pertumbuhan/perkembangan dalam kategori dewasa maka ia menjadi anak sulung, dewasa rohaninya. Dewasa rohani tidak dibatasi oleh umur.
Saat Tuhan melihat kita dewasa, Imamat 23:10 hasil pertama dari penuaian itu milik Tuhan dan hasil pertama disebut buah sulung. Siapa yang disebut buah sulung di Perjanjian Baru?
1.Kolose 1:18, Yesus karena Ia yang pertama bangkit dari antara orang mati.
2.Ibrani 12:23, orang percaya di hadapan Allah disebut anak sulung karena anugerah.
Bilangan 3:13, setiap anak sulung itu kepunyaan Tuhan, Yesus kepunyaan Bapa, kita sebagai orang percaya kepunyaan Bapa. Fasilitas yang bagaimana yang disiapkan untuk anak sulung (orang percaya yang dewasa rohaninya)?
Ulangan 28:11-13 adalah hak dari semua anak sulung, berkat yang Tuhan siapkan untuk anak sulung. Anak sulung bukan hanya berbicara tentang pribadi kita tapi juga anak keturunan kita, keluarga kita. Yesaya 61:9 - Keturunanmu akan terkenal di antara bangsa-bangsa, dan anak cucumu di tengah-tengah suku-suku bangsa, sehingga semua orang yang melihat mereka akan mengakui, bahwa mereka adalah keturunan yang diberkati TUHAN.
Amin.
Sunday, July 26, 2009
PROSES LAHIRNYA KITA SEBAGAI ORANG PERCAYA
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 26 Juli 2009
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 1:18 - Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran, supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya.
Yakobus ingin kemukakan terlebih dahulu, Bapa yang memanggil kita di dalam Dia tidak ada perubahan, semua bisa berubah (langit-bumi, umur, kekuatan kita, dll.) tetapi Allah mempunyai proses di dalam kehidupan kita sebagai orang percaya dan sifat-sifat Allah yang tidak berubah Tuhan masukkan ke dalam hidup kita.
Apa kata firman Allah tentang segala sesuatu di dunia ini?
Bapa kita yang Yakobus katakan sumber segala terang yang padaNya tidak ada perubahan, Paulus terangkan dalam Roma 11:36 - Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! Segala sesuatu dari Dia, kita membutuhkan banyak hal baik yang tampak/bisa disentuh maupun yang tidak bisa disentuh (ketenangan, rasa nyaman) yang Daud katakan dalam I Tawarikh 22:14 sekalipun dalam kesusahan, menghadapi banyak masalah ia telah menyediakan untuk rumah Tuhan seratus ribu talenta ( 3.400 ton) emas dan sejuta talenta ( 34.000 ton) perak, tembaga dan besi yang tidak tertimbang beratnya --upeti, hadiah dari raja-raja yang ia simpan di menara Daud-- karena Daud menyadari semua yang ia terima berasal dari Tuhan. Jangan sombong dengan apapun yang Tuhan percayakan pada kita karena segala sesuatu berasal dari Dia. Hubungkan dengan I Tawarikh 29:3-4, karena cintanya pada rumah Tuhan Daud menambahkan persembahan dari kekayaan pribadinya. Daud memberikan satu pernyataan dalam I Tawarikh 29:11-12, 10 kebesaran dan kejayaan, kehormatan, kemasyhuran dan keagungan kepunyaan Tuhan. Daud mengembalikan pada Tuhan. Dunia kagum pada Nebukadnezar yang berhasil membangun kota dengan taman gantung lalu dengan pongah ia berkata segala pencapaian itu adalah milikku; ia tidak menyadari semua yang ia miliki itu karena Tuhan, Tuhan bisa mengambil kembali, Tuhan hempaskan dia, dan ia kehilangan segala-galanya dan menjadi seperti binatang.
Segala sesuatu dari Tuhan, Dialah yang sedang memproses kita sebagai milikNya, kembali ke Yakobus 1:18 - Atas kemauan-Nya sendiri... (TBIS); jadi Ia telah menjadikan kita bukan dengan tidak ada tujuan tetapi melalui firmanNya Ia menentukan tujuan yang akan kita capai, ketika Ia menciptakan kita Ia jadikan dengan satu tujuan yang pasti, yang Paulus jelaskan dalam Efesus 1:5 - yang dengan kasih-Nya telah mentakdirkan kita menjadi anak angkat-Nya oleh sebab Yesus Kristus, menurut kerelaan kehendak-Nya (TL).
Takdir/predestination-bahasa Inggris = tujuan yang akan dicapai sudah ditetapkan sejak awal; takdir menurut Alkitab adalah pada waktu Allah memberi takdir kepada kita, Ia sudah punya program, kita punya tujuan yang pasti, hubungkan dengan Yeremia 29:11 tulisan tentang kita yaitu rancangan Tuhan untuk kita, Tuhan sudah menetapkan sebelumnya bukan untuk celaka tapi untuk memiliki masa depan penuh dengan kepastian, tapi jangan lupa Efesus 1:3-14 ada tujuh hukum ilahi menyangkut takdir bila kita di dalam Kristus. Di dalam Kristus Tuhan takdirkan kita berhasil, memiliki masa depan penuh kepastian. Berapapun talenta, potensi atau kapasitas yang Tuhan beri pada setiap kita di tingkat manapun Tuhan tempatkan kita (benda terang, bintang-bintang tidak sama sinarnya), Paulus tekankan engkau punya masa depan yang penuh kepastian di dalam Kristus.
Masa depan yang Tuhan sudah siapkan bagi kita: Hosea 2:18-19 - Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku untuk selama-lamanya... Tuhan telah menjatuhkan pilihan ketika Ia takdirkan kita di dalam Kristus untuk satu tujuan yang pasti, saat kita menuju kepada tujuan yang pasti Ia tetapkan kita bukan hanya menjadi putraNya, pewaris dari kekayaan tapi kita mendapat gelar/status disebut istri. Dia tidak salah pilih. Puji Tuhan! Tuhan tidak pernah punya niat untuk menceraikan kita, kita digambarkan istri yang Lukas 15:31 katakan ketika kita dipilih menjadi istri Tuhan, Alkitab katakan kepunyaan suami adalah kepunyaan istri, Daud menyadari semua yang ia persembahkan karena cintanya pada Tuhan berasal dari Tuhan, keberhasilan Bapa adalah keberhasilan kita, Allah takdirkan kita di dalam kemenangan oleh anugerahNya di dalam Yesus Kristus. Tidak usah takut menghadapi hidup, menghadapi kompetisi yang tidak sehat sekalipun karena Allah tetapkan kepunyaan Bapa menjadi kepunyaan kita, namun apa yang Tuhan tetapkan bisa berubah atau tidak?
Di dalam Kristus tidak ada perubahan (Ibrani 13:8) tapi di luar Kristus ada perubahan. Ulangan 28:15, 23 yang membuat berubah adalah pihak manusia. Selama orang ini di dalam Yesus, tidak berubah tapi saat di luar Yesus --saat itu ia menjadi pemberontak terhadap firman Allah, tidak taat pada firman Allah-- ia yang menyebabkan anugerah berubah. Ulangan 28:38-40 ketika seseorang tinggalkan Yesus, Tuhan tetap menghargai potensinya tapi seluas, sedalam, setinggi yang dapat ia kumpulkan, semuanya akan gugur.
Apa yang Tuhan tetapkan tidak pernah berubah, Yeremia 26:12-13 Tuhan ingat ketika Ia tetapkan orang percaya untuk menjadi istri untuk selama-lamanya tapi ketika orang ini mau di luar Kristus itu adalah pilihannya untuk bercerai tapi sekalipun orang ini sudah salah melangkah Tuhan tetap ingat sehingga ketika orang ini bertobat kembali pada Tuhan, memperbaiki tingkah langkahnya, perbuatannya maka Tuhan akan menyesal atas semua yang terjadi atas dirinya dan Tuhan masukkan kembali orang itu dalam rangka takdir menuju kepada satu kepastian.
Amin.
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 1:18 - Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran, supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya.
Yakobus ingin kemukakan terlebih dahulu, Bapa yang memanggil kita di dalam Dia tidak ada perubahan, semua bisa berubah (langit-bumi, umur, kekuatan kita, dll.) tetapi Allah mempunyai proses di dalam kehidupan kita sebagai orang percaya dan sifat-sifat Allah yang tidak berubah Tuhan masukkan ke dalam hidup kita.
Apa kata firman Allah tentang segala sesuatu di dunia ini?
Bapa kita yang Yakobus katakan sumber segala terang yang padaNya tidak ada perubahan, Paulus terangkan dalam Roma 11:36 - Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! Segala sesuatu dari Dia, kita membutuhkan banyak hal baik yang tampak/bisa disentuh maupun yang tidak bisa disentuh (ketenangan, rasa nyaman) yang Daud katakan dalam I Tawarikh 22:14 sekalipun dalam kesusahan, menghadapi banyak masalah ia telah menyediakan untuk rumah Tuhan seratus ribu talenta ( 3.400 ton) emas dan sejuta talenta ( 34.000 ton) perak, tembaga dan besi yang tidak tertimbang beratnya --upeti, hadiah dari raja-raja yang ia simpan di menara Daud-- karena Daud menyadari semua yang ia terima berasal dari Tuhan. Jangan sombong dengan apapun yang Tuhan percayakan pada kita karena segala sesuatu berasal dari Dia. Hubungkan dengan I Tawarikh 29:3-4, karena cintanya pada rumah Tuhan Daud menambahkan persembahan dari kekayaan pribadinya. Daud memberikan satu pernyataan dalam I Tawarikh 29:11-12, 10 kebesaran dan kejayaan, kehormatan, kemasyhuran dan keagungan kepunyaan Tuhan. Daud mengembalikan pada Tuhan. Dunia kagum pada Nebukadnezar yang berhasil membangun kota dengan taman gantung lalu dengan pongah ia berkata segala pencapaian itu adalah milikku; ia tidak menyadari semua yang ia miliki itu karena Tuhan, Tuhan bisa mengambil kembali, Tuhan hempaskan dia, dan ia kehilangan segala-galanya dan menjadi seperti binatang.
Segala sesuatu dari Tuhan, Dialah yang sedang memproses kita sebagai milikNya, kembali ke Yakobus 1:18 - Atas kemauan-Nya sendiri... (TBIS); jadi Ia telah menjadikan kita bukan dengan tidak ada tujuan tetapi melalui firmanNya Ia menentukan tujuan yang akan kita capai, ketika Ia menciptakan kita Ia jadikan dengan satu tujuan yang pasti, yang Paulus jelaskan dalam Efesus 1:5 - yang dengan kasih-Nya telah mentakdirkan kita menjadi anak angkat-Nya oleh sebab Yesus Kristus, menurut kerelaan kehendak-Nya (TL).
Takdir/predestination-bahasa Inggris = tujuan yang akan dicapai sudah ditetapkan sejak awal; takdir menurut Alkitab adalah pada waktu Allah memberi takdir kepada kita, Ia sudah punya program, kita punya tujuan yang pasti, hubungkan dengan Yeremia 29:11 tulisan tentang kita yaitu rancangan Tuhan untuk kita, Tuhan sudah menetapkan sebelumnya bukan untuk celaka tapi untuk memiliki masa depan penuh dengan kepastian, tapi jangan lupa Efesus 1:3-14 ada tujuh hukum ilahi menyangkut takdir bila kita di dalam Kristus. Di dalam Kristus Tuhan takdirkan kita berhasil, memiliki masa depan penuh kepastian. Berapapun talenta, potensi atau kapasitas yang Tuhan beri pada setiap kita di tingkat manapun Tuhan tempatkan kita (benda terang, bintang-bintang tidak sama sinarnya), Paulus tekankan engkau punya masa depan yang penuh kepastian di dalam Kristus.
Masa depan yang Tuhan sudah siapkan bagi kita: Hosea 2:18-19 - Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku untuk selama-lamanya... Tuhan telah menjatuhkan pilihan ketika Ia takdirkan kita di dalam Kristus untuk satu tujuan yang pasti, saat kita menuju kepada tujuan yang pasti Ia tetapkan kita bukan hanya menjadi putraNya, pewaris dari kekayaan tapi kita mendapat gelar/status disebut istri. Dia tidak salah pilih. Puji Tuhan! Tuhan tidak pernah punya niat untuk menceraikan kita, kita digambarkan istri yang Lukas 15:31 katakan ketika kita dipilih menjadi istri Tuhan, Alkitab katakan kepunyaan suami adalah kepunyaan istri, Daud menyadari semua yang ia persembahkan karena cintanya pada Tuhan berasal dari Tuhan, keberhasilan Bapa adalah keberhasilan kita, Allah takdirkan kita di dalam kemenangan oleh anugerahNya di dalam Yesus Kristus. Tidak usah takut menghadapi hidup, menghadapi kompetisi yang tidak sehat sekalipun karena Allah tetapkan kepunyaan Bapa menjadi kepunyaan kita, namun apa yang Tuhan tetapkan bisa berubah atau tidak?
Di dalam Kristus tidak ada perubahan (Ibrani 13:8) tapi di luar Kristus ada perubahan. Ulangan 28:15, 23 yang membuat berubah adalah pihak manusia. Selama orang ini di dalam Yesus, tidak berubah tapi saat di luar Yesus --saat itu ia menjadi pemberontak terhadap firman Allah, tidak taat pada firman Allah-- ia yang menyebabkan anugerah berubah. Ulangan 28:38-40 ketika seseorang tinggalkan Yesus, Tuhan tetap menghargai potensinya tapi seluas, sedalam, setinggi yang dapat ia kumpulkan, semuanya akan gugur.
Apa yang Tuhan tetapkan tidak pernah berubah, Yeremia 26:12-13 Tuhan ingat ketika Ia tetapkan orang percaya untuk menjadi istri untuk selama-lamanya tapi ketika orang ini mau di luar Kristus itu adalah pilihannya untuk bercerai tapi sekalipun orang ini sudah salah melangkah Tuhan tetap ingat sehingga ketika orang ini bertobat kembali pada Tuhan, memperbaiki tingkah langkahnya, perbuatannya maka Tuhan akan menyesal atas semua yang terjadi atas dirinya dan Tuhan masukkan kembali orang itu dalam rangka takdir menuju kepada satu kepastian.
Amin.
Sunday, July 19, 2009
TUHAN GEMBALA YANG BAIK
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 19 Juli 2009
Oleh Pdt. Matheos Luhi, Takari Timor
Mazmur 23:5 - Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.
Sebagai gereja yang dalam perjalanan menuju ke rumah Bapa, banyak yang kita alami tapi Tuhan adalah Gembala yang baik. Bagaimana cara Tuhan sebagai Gembala yang baik menolong kita dalam menghadapi persoalan hidup? Dalam menghadapi persoalan hidup, kita tidak sendiri, hal ini dibuktikan oleh kesaksian Daud --semula ia adalah gembala domba-- pengalaman Daud sebagai gembala, seperti itu pula yang Tuhan lakukan dalam kehidupannya.
Latar belakang ditulisnya Mazmur 23:5b - Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak...
Domba-domba gembalaan ditimpa suatu penyakit yang tidak diketahui sebabnya pada waktu pergantian musim mereka membentur-benturkan kepala untuk menghilangkan rasa sakit dan tidak sedikit dari mereka yang mati. Setiap pergantian musim ada serombongan serangga --lalat sebesar pasir-- ketika serangga hinggap di kepala domba sampai di hidung yang ada kelenjar dan lalat-lalat ini bertelur di sana, hanya membutuhkan hitungan beberapa jam saja bisa menetas karena kehangatan kelenjar dan keluarlah ulat-ulat kecil yang makanannya berupa kelenjar di hidung yang kemudian naik ke otak dan saat itu timbullah masalah pada domba (gatal, sakit dan perih) yang menyebabkan domba lari saling bertubrukan, membenturkan kepala pada batu atau apa saja sehingga mereka tergeletak dan mati. Padahal di musim panas seharusnya pesta, musim panen tapi domba-domba seperti kerasukan dan mati ‘konyol’ karena mengerang sakit di bagian kepala. Ini menyiksa domba-domba, jadi sebelum pergantian musim kepala mereka disiram dengan minyak zaitun yang dicampur dengan rempah-rempah lain, serangga masih berkeliaran tapi campuran rempah-rempah menjadi bau yang tidak sedap bagi serangga sehingga mereka tidak hinggap di kepala domba.
Minyak = Roh Kudus, dalam menghadapi kesulitan apapun kita membutuhkan urapan Roh Kudus. Lalat sebesar pasir = hal-hal kecil bisa membuat masalah dalam kehidupan kita bahkan bisa membuat seseorang meninggalkan Tuhan. Ini adalah upaya Iblis untuk membinasakan orang percaya. Ada banyak cara dari Iblis untuk menggagalkan kita dalam perjalanan menuju rumah Bapa, Iblis tahu jerat-jerat/masalah yang halus bagi kita seperti dia menaruh lalat di hidung domba-domba Daud dan kadang bagaikan singa yang berjalan mengaum-aum tapi jangan takut karena Tuhan mengurapi kita dengan minyak. Kalau Roh Kudus mengurapi kita, kita akan tahu itu jerat Iblis.
Petrus pun mengingatkan kita agar hal-hal kecil ini jangan menggagalkan kita dalam perjalanan ke rumah Bapa. II Petrus 1:10 - Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung. Orang terantuk bukan karena tumpukan batu tapi karena batu yang kecil dan Iblis memanfaatkan hal-hal yang kecil untuk membuat kita tersandung.
Kepala = padangan rohani yang diurapi Roh Kudus. Masalah/perkara yang besar akan terlihat kecil kalau kita memiliki pandangan yang diurapi Roh Kudus. Kalau kita berada di suatu tempat yang tinggi, hal-hal yang besar di bawah kita semuanya kelihatan kecil, demikian kalau kita berada di hadirat Tuhan. Paulus katakan dalam I Timotius 3 hari-hari ini adalah hari yang sukar, pastikan Tuhan mengurapi kita dengan Roh Kudus sementara kita dalam perjalanan sehingga masalah yang besar sekalipun akan mampu kita hadapi. I Petrus 5:4 - Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.
Amin.
Oleh Pdt. Matheos Luhi, Takari Timor
Mazmur 23:5 - Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.
Sebagai gereja yang dalam perjalanan menuju ke rumah Bapa, banyak yang kita alami tapi Tuhan adalah Gembala yang baik. Bagaimana cara Tuhan sebagai Gembala yang baik menolong kita dalam menghadapi persoalan hidup? Dalam menghadapi persoalan hidup, kita tidak sendiri, hal ini dibuktikan oleh kesaksian Daud --semula ia adalah gembala domba-- pengalaman Daud sebagai gembala, seperti itu pula yang Tuhan lakukan dalam kehidupannya.
Latar belakang ditulisnya Mazmur 23:5b - Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak...
Domba-domba gembalaan ditimpa suatu penyakit yang tidak diketahui sebabnya pada waktu pergantian musim mereka membentur-benturkan kepala untuk menghilangkan rasa sakit dan tidak sedikit dari mereka yang mati. Setiap pergantian musim ada serombongan serangga --lalat sebesar pasir-- ketika serangga hinggap di kepala domba sampai di hidung yang ada kelenjar dan lalat-lalat ini bertelur di sana, hanya membutuhkan hitungan beberapa jam saja bisa menetas karena kehangatan kelenjar dan keluarlah ulat-ulat kecil yang makanannya berupa kelenjar di hidung yang kemudian naik ke otak dan saat itu timbullah masalah pada domba (gatal, sakit dan perih) yang menyebabkan domba lari saling bertubrukan, membenturkan kepala pada batu atau apa saja sehingga mereka tergeletak dan mati. Padahal di musim panas seharusnya pesta, musim panen tapi domba-domba seperti kerasukan dan mati ‘konyol’ karena mengerang sakit di bagian kepala. Ini menyiksa domba-domba, jadi sebelum pergantian musim kepala mereka disiram dengan minyak zaitun yang dicampur dengan rempah-rempah lain, serangga masih berkeliaran tapi campuran rempah-rempah menjadi bau yang tidak sedap bagi serangga sehingga mereka tidak hinggap di kepala domba.
Minyak = Roh Kudus, dalam menghadapi kesulitan apapun kita membutuhkan urapan Roh Kudus. Lalat sebesar pasir = hal-hal kecil bisa membuat masalah dalam kehidupan kita bahkan bisa membuat seseorang meninggalkan Tuhan. Ini adalah upaya Iblis untuk membinasakan orang percaya. Ada banyak cara dari Iblis untuk menggagalkan kita dalam perjalanan menuju rumah Bapa, Iblis tahu jerat-jerat/masalah yang halus bagi kita seperti dia menaruh lalat di hidung domba-domba Daud dan kadang bagaikan singa yang berjalan mengaum-aum tapi jangan takut karena Tuhan mengurapi kita dengan minyak. Kalau Roh Kudus mengurapi kita, kita akan tahu itu jerat Iblis.
Petrus pun mengingatkan kita agar hal-hal kecil ini jangan menggagalkan kita dalam perjalanan ke rumah Bapa. II Petrus 1:10 - Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung. Orang terantuk bukan karena tumpukan batu tapi karena batu yang kecil dan Iblis memanfaatkan hal-hal yang kecil untuk membuat kita tersandung.
Kepala = padangan rohani yang diurapi Roh Kudus. Masalah/perkara yang besar akan terlihat kecil kalau kita memiliki pandangan yang diurapi Roh Kudus. Kalau kita berada di suatu tempat yang tinggi, hal-hal yang besar di bawah kita semuanya kelihatan kecil, demikian kalau kita berada di hadirat Tuhan. Paulus katakan dalam I Timotius 3 hari-hari ini adalah hari yang sukar, pastikan Tuhan mengurapi kita dengan Roh Kudus sementara kita dalam perjalanan sehingga masalah yang besar sekalipun akan mampu kita hadapi. I Petrus 5:4 - Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.
Amin.
Sunday, July 12, 2009
PADA BAPA SEGALA TERANG TIDAK ADA PERUBAHAN
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 12 Juli 2009
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 1:17 - Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.
Bahwa sebagai Bapa dari segala terang, padaNya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran (neither shadow of turning), ilustrasinya misalnya kita berdiri di jam 4 sore, derajat kemiringan bayangan tidak akan kembali menjadi bayangan jam 12 siang atau jam 2 siang atau berulang kembali. Di dalam Tuhan, Bapa segala terang janjiNya tidak pernah berubah, Ia tidak pernah menarik janjiNya, manusialah yang selalu merusak. Allah punya karakter selalu membetulkan, memperbaiki, tetapi Allah punya batas panjang sabar, Allah tidak mau dipermainkan.
Apa yang menjadi dasar bahwa di dalam Tuhan tidak ada perubahan?
Yakobus memberikan alasan dalam Yesaya 40:28, tidak terduga sama sekali pengertianNya dalam hal penciptaan, karya dan perhatianNya pada kita--perhatian manusia sering kali mempunyai dasar karena baik, berjasa. Semua yang Tuhan lakukan, memperhatikan, memberikan kasihNya, memang itu karakter Allah. Kita tidak akan pernah bisa menduga/memahami pengertian Allah sebab Tuhan adalah Allah yang kekal, Allah dari segala zaman. Ayat ini ditegaskan oleh Paulus dalam I Timotius 1:17. Allah kita adalah Allah segala zaman, Ia adalah Allah zaman Kejadian 1:1, Allah zaman Kejadian 1:2 (antara Kejadian 1:1 --bumi sudah ada penghuninya lalu bumi dirusak oleh Lucifer-- dan Kejadian 1:2 tidak ada data-data berapa lama zaman itu berlangsung), Allah zaman Nuh, Allah zaman Daud. Tuhan adalah Raja segala zaman dan situasi, Dia ada pada zaman purba, Dia juga Allah pada zaman sekarang/akhir zaman, Dia Allah yang mengendalikan segala sesuatu. Daud menggambarkan tentang kedahsyatan Allah dalam Mazmur 84:12, Allah kita adalah Allah yang maha kuasa tapi Ia bersedia digambarkan seperti matahari, matahari setiap detiknya mengeluarkan energi untuk menghidupi jagad raya sebesar 4 x 1033 (penulisan dengan rumus matematika). Allah kita adalah Allah yang punya perhatian dari segala zaman dan perhatiannya tidak pernah dikurangi. Bilangan 23:19, kalau Ia berfirman Ia pasti melakukan.
Tuhan tidak pernah ada perubahan, sebagai Allah yang tidak pernah ada titik perubahan, apa yang Ia ingin temukan dalam diri kita?
Mazmur 102:14 - Engkau sendiri akan bangun, akan menyayangi Sion, sebab sudah waktunya untuk mengasihaninya, sudah tiba saatnya; sebelum Ia menemukan sesuatu yang diharapkan dalam diri kita, itu sudah ada di dalam diri Yesus. Sion bicara tentang orang percaya, tidak hanya menunjuk roh, tubuh dan jiwa tapi semua yang ada pada orang percaya itu, keluarga, karir, bisnis. Tuhan akan menyayangi Sion, Tuhan sangat menyukai perhimpunan orang-orang benar (Ibrani 10:25). Ketika Tuhan turun dalam perhimpunan orang percaya, Ia datang pada tiap pribadi yang akan di-rapha bukan hanya individunya tapi semua yang ada padanya. Tuhan memiliki ikatan batin dengan umatNya. Di saat kita takut Ia ingin tuangkan damai sejahtera. Mazmur 78:25, roti malaikat = firman Allah, orang percaya yang datang ke perhimpunan dan senang makan firman Allah, Tuhan akan mengirimkan perbekalan untuk konsumsi emosi, intelektual, bisnis, karir, Tuhan akan berikan berlimpah.
Sebagai Allah yang tidak pernah berubah apa yang Ia harapkan dari kita?
Mazmur 102:15, Tuhan ingin kita bukan hanya menuntut apa yang kita imani tapi Allah ingin karakterNya ada dalam hidup kita. Batu bangunan = sesama orang percaya. Tuhan menunggu kita, mungkin ketika kita menyentuh batu-batu yang berserakan, mengumpulkan debu-debu yang beterbangan mungkin lingkungan memperkatakan kita tapi miliki Roh Kristus untuk merawat. Allah selalu memperlihatkan perhatianNya dan Ia ingin komponen ini ada dalam hidup kita.
Mazmur 133:3, di lokasi manapun Tuhan temukan anak-anakNya punya hati Bapa, punya perhatian mengumpulkan batu-batu yang berserakan, mengumpulkan debu, ketika Tuhan temukan orang yang punya hati Bapa, ke sana Tuhan mengirimkan berkat. Sekalipun kita berada dalam kompetisi ketat, Tuhan menaruh berkat di sana, ketika Tuhan mengirimkan berkat ke sana, tidak semua orang akan menyukai kita karena kita berada di dunia yang penuh ketidakseimbangan, jangan kuatir dan takut! Mazmur 76:3-4, anak panah yang diarahkan pada kehidupan Sion, Tuhan patahkan, Allah punya cara untuk mendemonstrasikan Dia adalah Allah segala zaman dan Raja segala zaman.
Amin.
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 1:17 - Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.
Bahwa sebagai Bapa dari segala terang, padaNya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran (neither shadow of turning), ilustrasinya misalnya kita berdiri di jam 4 sore, derajat kemiringan bayangan tidak akan kembali menjadi bayangan jam 12 siang atau jam 2 siang atau berulang kembali. Di dalam Tuhan, Bapa segala terang janjiNya tidak pernah berubah, Ia tidak pernah menarik janjiNya, manusialah yang selalu merusak. Allah punya karakter selalu membetulkan, memperbaiki, tetapi Allah punya batas panjang sabar, Allah tidak mau dipermainkan.
Apa yang menjadi dasar bahwa di dalam Tuhan tidak ada perubahan?
Yakobus memberikan alasan dalam Yesaya 40:28, tidak terduga sama sekali pengertianNya dalam hal penciptaan, karya dan perhatianNya pada kita--perhatian manusia sering kali mempunyai dasar karena baik, berjasa. Semua yang Tuhan lakukan, memperhatikan, memberikan kasihNya, memang itu karakter Allah. Kita tidak akan pernah bisa menduga/memahami pengertian Allah sebab Tuhan adalah Allah yang kekal, Allah dari segala zaman. Ayat ini ditegaskan oleh Paulus dalam I Timotius 1:17. Allah kita adalah Allah segala zaman, Ia adalah Allah zaman Kejadian 1:1, Allah zaman Kejadian 1:2 (antara Kejadian 1:1 --bumi sudah ada penghuninya lalu bumi dirusak oleh Lucifer-- dan Kejadian 1:2 tidak ada data-data berapa lama zaman itu berlangsung), Allah zaman Nuh, Allah zaman Daud. Tuhan adalah Raja segala zaman dan situasi, Dia ada pada zaman purba, Dia juga Allah pada zaman sekarang/akhir zaman, Dia Allah yang mengendalikan segala sesuatu. Daud menggambarkan tentang kedahsyatan Allah dalam Mazmur 84:12, Allah kita adalah Allah yang maha kuasa tapi Ia bersedia digambarkan seperti matahari, matahari setiap detiknya mengeluarkan energi untuk menghidupi jagad raya sebesar 4 x 1033 (penulisan dengan rumus matematika). Allah kita adalah Allah yang punya perhatian dari segala zaman dan perhatiannya tidak pernah dikurangi. Bilangan 23:19, kalau Ia berfirman Ia pasti melakukan.
Tuhan tidak pernah ada perubahan, sebagai Allah yang tidak pernah ada titik perubahan, apa yang Ia ingin temukan dalam diri kita?
Mazmur 102:14 - Engkau sendiri akan bangun, akan menyayangi Sion, sebab sudah waktunya untuk mengasihaninya, sudah tiba saatnya; sebelum Ia menemukan sesuatu yang diharapkan dalam diri kita, itu sudah ada di dalam diri Yesus. Sion bicara tentang orang percaya, tidak hanya menunjuk roh, tubuh dan jiwa tapi semua yang ada pada orang percaya itu, keluarga, karir, bisnis. Tuhan akan menyayangi Sion, Tuhan sangat menyukai perhimpunan orang-orang benar (Ibrani 10:25). Ketika Tuhan turun dalam perhimpunan orang percaya, Ia datang pada tiap pribadi yang akan di-rapha bukan hanya individunya tapi semua yang ada padanya. Tuhan memiliki ikatan batin dengan umatNya. Di saat kita takut Ia ingin tuangkan damai sejahtera. Mazmur 78:25, roti malaikat = firman Allah, orang percaya yang datang ke perhimpunan dan senang makan firman Allah, Tuhan akan mengirimkan perbekalan untuk konsumsi emosi, intelektual, bisnis, karir, Tuhan akan berikan berlimpah.
Sebagai Allah yang tidak pernah berubah apa yang Ia harapkan dari kita?
Mazmur 102:15, Tuhan ingin kita bukan hanya menuntut apa yang kita imani tapi Allah ingin karakterNya ada dalam hidup kita. Batu bangunan = sesama orang percaya. Tuhan menunggu kita, mungkin ketika kita menyentuh batu-batu yang berserakan, mengumpulkan debu-debu yang beterbangan mungkin lingkungan memperkatakan kita tapi miliki Roh Kristus untuk merawat. Allah selalu memperlihatkan perhatianNya dan Ia ingin komponen ini ada dalam hidup kita.
Mazmur 133:3, di lokasi manapun Tuhan temukan anak-anakNya punya hati Bapa, punya perhatian mengumpulkan batu-batu yang berserakan, mengumpulkan debu, ketika Tuhan temukan orang yang punya hati Bapa, ke sana Tuhan mengirimkan berkat. Sekalipun kita berada dalam kompetisi ketat, Tuhan menaruh berkat di sana, ketika Tuhan mengirimkan berkat ke sana, tidak semua orang akan menyukai kita karena kita berada di dunia yang penuh ketidakseimbangan, jangan kuatir dan takut! Mazmur 76:3-4, anak panah yang diarahkan pada kehidupan Sion, Tuhan patahkan, Allah punya cara untuk mendemonstrasikan Dia adalah Allah segala zaman dan Raja segala zaman.
Amin.
Sunday, July 05, 2009
PEMBERIAN-PEMBERIAN BAPA SEGALA TERANG
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 5 Juli 2009
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 1:17 - Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.
Manusia mudah lepas kontrol, tapi bersyukur karena Bapa kita adalah Bapa segala terang. Tuhan adalah sumber dari segala terang baik secara jasmani maupun rohani. Ia ingin menerangi pendidikan, pekerjaan, keuangan, emosi, hati kita, bahkan saat kita mengambil keputusan dalam setiap tindakan kita.
Kapan, di mana dan bagaimana caranya untuk mendapatkan pemberian-pemberian Bapa segala terang?
Matius 6:9 - Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu... Bapa kita adalah Raja atas Kerajaan kemuliaan, ketika berseru anak-anak Kerajaan menyebutNya Bapa--berarti ada ikatan keluarga. Matius 3:17, pentahbisan seseorang yang disebut putra Bapa di sorga adalah saat dia percaya, tinggalkan dosa dan dibaptiskan air. Matius 6:10, setelah dia menjadi putra, dia harus mengakui, menerima dan melaksanakan tatanan sorga karena Yesus ingin temukan tatanan itu dalam hidup pribadi, rumah tangga, di kesibukan apapun juga. Paulus menjelaskan format/tatanan Kerajaan Allah dalam Roma 14:17. Ada dua tatanan kerajaan yaitu kerajaan di bumi ini dan Kerajaan Allah. Kerajaan Allah bukan hanya bicara soal jasmani karena yang jasmani satu kali kelak akan ditinggalkan tapi format Kerajaan Allah adalah kebenaran (oleh iman kepada Yesus, oleh anugerah Allah, kita dibenarkan) Roma 10:10; damai sejahtera = telah diperdamaikan dengan Bapa di sorga, dipersatukan kembali, dahulu kita adalah pohon zaitun hutan yang dipotong dan kemudian oleh iman kepada Yesus kita dilekatkan/diselipkan pada pokok anggur yang benar (Yohanes 15:1-8); sukacita oleh Roh Kudus = dikendalikan oleh Roh Kudus, karena kita bukan lagi berjalan dengan keinginan-keinginan daging.
Kalau tatanan kerajaan Allah ada dalam penghidupan kita, kita masih ada dalam dunia, berhadapan dengan berbagai masalah tapi tatanan ini akan mengerjakan banyak hal dalam hidup kita. Kejadian 28:17, Yakub sedang goncang dan dalam tekanan karena Esau sedang mengejar dengan ancaman untuk membunuhnya, dalam tekanan justru Yakub berkata tempat ini dahsyat, merupakan pintu gerbang Kerajaan Allah dan ia merasa aman dan nyaman. Kenapa? Karena Yakub taat saat Tuhan mencegah dia untuk menggunakan kantong kulit pemberian ibunya dan mengatakan untuk mengambil batu menjadi bantal/alas kepalanya. Ketika Yakub menggunakan batu, Tuhan mengubah kekerasan menjadi lunak, ia melihat ada tangga dan malaikat naik-turun di tempat itu dan Tuhan berfirman: ...”Sesungguhnya Aku menyertai engkau dan Aku akan melindungi engkau, ke mana pun engkau pergi, dan Aku akan membawa engkau kembali ke negeri ini, sebab Aku tidak akan meninggalkan engkau, melainkan tetap melakukan apa yang Kujanjikan kepadamu.” (Kejadian 28:13-15). Kalau tatanan Kerajaan sorga itu ada dalam hidup kita, di padang gurun pun Tuhan hadirkan suasana sorga.
Janji ini juga dialami oleh Salomo, II Tawarikh 1:10 ketika Salomo diangkat menjadi raja, Tuhan datang dalam sebuah mimpi, Salomo hanya minta tatanan Kerajaan Allah (hikmat dan pengertian) yang 1000 tahun kemudian Paulus menuliskan hikmat itu adalah Yesus Kristus (I Korintus 1:24). Tuhan meresponi ketika Salomo meminta tatanan Kerajaan Allah selain hikmat dan pengertian Tuhan memberi kekayaan, harta benda, kemuliaan yang belum pernah dimiliki siapapun juga (II Tawarikh 1:11-12) dan Tuhan menggenapinya, Tuhan menggerakkan Hiram raja orang kafir mengirimkan apa yang Salomo kehendaki (I Raja-raja 5:8-10) bahkan Tuhan mempromosikan Salomo sampai ke Afrika (I Raja-raja 10:10-11).
Yeremia 39:17-18, selain Tuhan mempromosikan seseorang kalau ada tatanan Kerajaan Allah, Tuhan juga akan membela. Janji ini diberikan kepada Ebed-Melekh (Yeremia 39:16) karena ia pernah memperhatikan, membela Yeremia dengan taruhan nyawanya ketika Yeremia ditangkap oleh raja Zedekia. Namun, setelah Allah promosikan, membela, jangan lupa ada satu peringatan dalam Ulangan 8:11, 17 jangan sampai roh Nebukadnezar ada dalam hidup kita. Nebukadnezar lupa apa yang ia capai bukan karena ia berpotensi atau cakap tapi itu merupakan karya Tuhan dalam hidupnya. Semua kembalikan pada Tuhan karena manusia itu nothing (tidak ada apa-apanya), Tuhan itu everything (segalanya), mendekatlah pada Tuhan maka engkau akan menjadi something (sesuatu). Ketika imam-imam menyembelih korban untuk Tuhan, semua daging boleh dimakan imam dan orang Israel namun lemak (yang membuat harum korban) untuk Tuhan. Lakukan tugas kita dan hasilnya kembalikan pada Tuhan.
Amin.
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 1:17 - Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.
Manusia mudah lepas kontrol, tapi bersyukur karena Bapa kita adalah Bapa segala terang. Tuhan adalah sumber dari segala terang baik secara jasmani maupun rohani. Ia ingin menerangi pendidikan, pekerjaan, keuangan, emosi, hati kita, bahkan saat kita mengambil keputusan dalam setiap tindakan kita.
Kapan, di mana dan bagaimana caranya untuk mendapatkan pemberian-pemberian Bapa segala terang?
Matius 6:9 - Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu... Bapa kita adalah Raja atas Kerajaan kemuliaan, ketika berseru anak-anak Kerajaan menyebutNya Bapa--berarti ada ikatan keluarga. Matius 3:17, pentahbisan seseorang yang disebut putra Bapa di sorga adalah saat dia percaya, tinggalkan dosa dan dibaptiskan air. Matius 6:10, setelah dia menjadi putra, dia harus mengakui, menerima dan melaksanakan tatanan sorga karena Yesus ingin temukan tatanan itu dalam hidup pribadi, rumah tangga, di kesibukan apapun juga. Paulus menjelaskan format/tatanan Kerajaan Allah dalam Roma 14:17. Ada dua tatanan kerajaan yaitu kerajaan di bumi ini dan Kerajaan Allah. Kerajaan Allah bukan hanya bicara soal jasmani karena yang jasmani satu kali kelak akan ditinggalkan tapi format Kerajaan Allah adalah kebenaran (oleh iman kepada Yesus, oleh anugerah Allah, kita dibenarkan) Roma 10:10; damai sejahtera = telah diperdamaikan dengan Bapa di sorga, dipersatukan kembali, dahulu kita adalah pohon zaitun hutan yang dipotong dan kemudian oleh iman kepada Yesus kita dilekatkan/diselipkan pada pokok anggur yang benar (Yohanes 15:1-8); sukacita oleh Roh Kudus = dikendalikan oleh Roh Kudus, karena kita bukan lagi berjalan dengan keinginan-keinginan daging.
Kalau tatanan kerajaan Allah ada dalam penghidupan kita, kita masih ada dalam dunia, berhadapan dengan berbagai masalah tapi tatanan ini akan mengerjakan banyak hal dalam hidup kita. Kejadian 28:17, Yakub sedang goncang dan dalam tekanan karena Esau sedang mengejar dengan ancaman untuk membunuhnya, dalam tekanan justru Yakub berkata tempat ini dahsyat, merupakan pintu gerbang Kerajaan Allah dan ia merasa aman dan nyaman. Kenapa? Karena Yakub taat saat Tuhan mencegah dia untuk menggunakan kantong kulit pemberian ibunya dan mengatakan untuk mengambil batu menjadi bantal/alas kepalanya. Ketika Yakub menggunakan batu, Tuhan mengubah kekerasan menjadi lunak, ia melihat ada tangga dan malaikat naik-turun di tempat itu dan Tuhan berfirman: ...”Sesungguhnya Aku menyertai engkau dan Aku akan melindungi engkau, ke mana pun engkau pergi, dan Aku akan membawa engkau kembali ke negeri ini, sebab Aku tidak akan meninggalkan engkau, melainkan tetap melakukan apa yang Kujanjikan kepadamu.” (Kejadian 28:13-15). Kalau tatanan Kerajaan sorga itu ada dalam hidup kita, di padang gurun pun Tuhan hadirkan suasana sorga.
Janji ini juga dialami oleh Salomo, II Tawarikh 1:10 ketika Salomo diangkat menjadi raja, Tuhan datang dalam sebuah mimpi, Salomo hanya minta tatanan Kerajaan Allah (hikmat dan pengertian) yang 1000 tahun kemudian Paulus menuliskan hikmat itu adalah Yesus Kristus (I Korintus 1:24). Tuhan meresponi ketika Salomo meminta tatanan Kerajaan Allah selain hikmat dan pengertian Tuhan memberi kekayaan, harta benda, kemuliaan yang belum pernah dimiliki siapapun juga (II Tawarikh 1:11-12) dan Tuhan menggenapinya, Tuhan menggerakkan Hiram raja orang kafir mengirimkan apa yang Salomo kehendaki (I Raja-raja 5:8-10) bahkan Tuhan mempromosikan Salomo sampai ke Afrika (I Raja-raja 10:10-11).
Yeremia 39:17-18, selain Tuhan mempromosikan seseorang kalau ada tatanan Kerajaan Allah, Tuhan juga akan membela. Janji ini diberikan kepada Ebed-Melekh (Yeremia 39:16) karena ia pernah memperhatikan, membela Yeremia dengan taruhan nyawanya ketika Yeremia ditangkap oleh raja Zedekia. Namun, setelah Allah promosikan, membela, jangan lupa ada satu peringatan dalam Ulangan 8:11, 17 jangan sampai roh Nebukadnezar ada dalam hidup kita. Nebukadnezar lupa apa yang ia capai bukan karena ia berpotensi atau cakap tapi itu merupakan karya Tuhan dalam hidupnya. Semua kembalikan pada Tuhan karena manusia itu nothing (tidak ada apa-apanya), Tuhan itu everything (segalanya), mendekatlah pada Tuhan maka engkau akan menjadi something (sesuatu). Ketika imam-imam menyembelih korban untuk Tuhan, semua daging boleh dimakan imam dan orang Israel namun lemak (yang membuat harum korban) untuk Tuhan. Lakukan tugas kita dan hasilnya kembalikan pada Tuhan.
Amin.
Sunday, June 28, 2009
JANGANLAH SESAT ! (Bagian II)
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 28 Juni 2009
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 1:16 - Saudara-saudara yang kukasihi, janganlah sesat!
Kita diminta untuk jangan sampai tersesat, keliru, dan bertindak salah. Bahwa memang ada tulisan-tulisan yang agak sulit dimengerti/dipahami karena orang-orang yang merasa beberapa tulisan di Alkitab sukar dipahami, Petrus begitu tegas mengatakan mereka memutarbalikkan firman Allah sehingga itu akan mendatangkan kebinasaan dan Yakobus menuliskan janganlah tersesat.
II Petrus 3:10. Dalam ayat ini terdapat dua makna dan dua peristiwa yang akan terjadi:
1.Hari Tuhan akan tiba seperti pencuri.
Saat gereja disingkirkan ke padang belantara karena Yesus jelas tegaskan dalam Matius 24:40-41, Lukas 17:34-36, tiba-tiba di seluruh dunia banyak orang-orang yang hilang.
2.Langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.
Pada waktu peristiwa kedua ini terjadi (terjadi 3,5 tahun setelah gereja disingkirkan ke padang belantara) gereja diangkat dari muka bumi untuk bertemu Tuhan di awan-awan dan terdengar bunyi sangkakala ketujuh yang dahsyat yang terus menggema. Ada beberapa peristiwa akan terjadi, langit akan lenyap, peta bumi hilang, bumi akan dihancurkan (Yesaya 24:17-20; oleh Lembaga Alkitab Indonesia Yesaya 24 diberikan tema nubuat tentang akhir zaman dengan sub tema bumi dihancurkan. Mereka yang tidak disingkirkan akan mengalami bencana; gereja yang disingkirkan masih tetap berada di bumi ini tapi lokasi itu dijaga dan dipelihara oleh Tuhan.
Hubungkan dengan Yesaya 51:6 - ...sebab langit lenyap seperti asap, bumi memburuk seperti pakaian yang sudah usang dan penduduknya akan mati seperti nyamuk; tetapi kelepasan yang Kuberikan akan tetap untuk selama-lamanya, dan keselamatan yang dari pada-Ku tidak akan berakhir. Dahsyat Tuhan kita! sekalipun itu akan terjadi pasal 51 diberi tema kata-kata penghibur untuk Sion; kata-kata penghiburan ini diberikan untuk gereja, kelepasan Tuhan siapkan bagi mereka yang disingkirkan ke padang belantara sebab pada waktu gereja disingkirkan ke padang belantara berakhirlah zaman anugerah (= diselamatkan karena percaya). Zefanya 3:8, cemburu = qinah (bahasa Ibrani), bumi akan dimakan habis oleh api karena Tuhan harus bertanggung jawab dengan perkataanNya--mereka yang bertobat, dosa diampuni dan selamat; mereka yang tidak bertobat dihukum dan binasa. Tuhan sangat cermat/begitu teliti agar apa yang Dia ucapkan tidak bergeser, tidak meleset. Soal penghukuman, berkat, kesembuhan tidak meleset, pasti terjadi karena Tuhan yang katakan. Imani firman Allah, Tuhan tidak pernah ingkar, Tuhan sangat bertanggung jawab atas apa yang Ia ucapkan. Wahyu 10:7, akan genap semua keputusan rahasia Allah yang sudah diberitakan, sebelum penghukuman terjadi sudah ada peringatan bahkan ribuan tahun sebelumnya.
I Korintus 15:52, pada waktu sangkakala ketujuh dibunyikan hanya mereka yang sudah mati dalam Tuhan, mereka akan bangkit (kebangkitan yang pertama). I Korintus 15:51, inilah rapture/pengangkatan, mereka yang mati dalam Tuhan bangkit, lalu gereja yang penuh dengan firman dan Roh Kudus yang sudah disingkirkan mereka diubahkan, menerima tubuh rohani lalu diangkat bersama-sama ke udara dengan awan kemuliaan Allah bertemu dengan Yesus di udara. Pada waktu itulah proses bumi meledak, dasar-dasar bumi dibongkar.
Ini pengajaran yang Yakobus katakan jangan sampai planaō/kesasar, tidak mengerti firman dan kuasa Allah (dunamis - bahasa Yunani = kemampuan ilahi yang diberikan kepada orang percaya). Orang yang sesat adalah mereka yang tidak mengerti pengajaran firman dan kuasa Allah (meragukan kuasa Allah), Matius 22:29. Jadi sementara kita menantikan hari yang dahsyat itu ada dua sisi, binasa bagi langit bumi dan penduduknya tapi kemuliaan bagi mereka yang diubahkan sebab pada waktu sangkakala ketujuh dibunyikan peristiwa-peristiwa tadi terjadi, Yesus datang dalam kemuliaanNya bertemu di udara dengan mereka yang bangkit (yang mati dalam Tuhan) dan gereja yang sudah diubahkan.
Daud, seorang raja dan nabi tapi ia ingin belajar menaklukkan pikirannya, perasaannya yang sering kali menentang, meragukan Tuhan berkuasa atau tidak. Mazmur 46:2 - Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti. Daud begitu yakin bahwa Allah berkuasa karena ia mengalaminya. Kapan ia mengalami? Mazmur 23:4 Tuhan adalah tempat perlindungan, kekuatan, penolong dalam kesesakan, dalam lembah kekelaman/bayang-bayang kematian (menyentuh banyak sisi kehidupan kita) sekalipun. Daud tidak mau tersesat, Daud percaya Allah itu punya kuasa.
Berbahagialah mereka yang mengerti firman dan kuasa Allah. Kalau soal perkataanNya, Tuhan begitu cemburu/qinah, Ia sangat berkepentingan untuk mempertanggungjawabkan perkataanNya, soal penghukuman pasti akan terjadi, soal janji keselamatan dan berkat pasti terjadi, apakah kita mau mengimani firman Allah dan kuasa Allah?
Amin.
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 1:16 - Saudara-saudara yang kukasihi, janganlah sesat!
Kita diminta untuk jangan sampai tersesat, keliru, dan bertindak salah. Bahwa memang ada tulisan-tulisan yang agak sulit dimengerti/dipahami karena orang-orang yang merasa beberapa tulisan di Alkitab sukar dipahami, Petrus begitu tegas mengatakan mereka memutarbalikkan firman Allah sehingga itu akan mendatangkan kebinasaan dan Yakobus menuliskan janganlah tersesat.
II Petrus 3:10. Dalam ayat ini terdapat dua makna dan dua peristiwa yang akan terjadi:
1.Hari Tuhan akan tiba seperti pencuri.
Saat gereja disingkirkan ke padang belantara karena Yesus jelas tegaskan dalam Matius 24:40-41, Lukas 17:34-36, tiba-tiba di seluruh dunia banyak orang-orang yang hilang.
2.Langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.
Pada waktu peristiwa kedua ini terjadi (terjadi 3,5 tahun setelah gereja disingkirkan ke padang belantara) gereja diangkat dari muka bumi untuk bertemu Tuhan di awan-awan dan terdengar bunyi sangkakala ketujuh yang dahsyat yang terus menggema. Ada beberapa peristiwa akan terjadi, langit akan lenyap, peta bumi hilang, bumi akan dihancurkan (Yesaya 24:17-20; oleh Lembaga Alkitab Indonesia Yesaya 24 diberikan tema nubuat tentang akhir zaman dengan sub tema bumi dihancurkan. Mereka yang tidak disingkirkan akan mengalami bencana; gereja yang disingkirkan masih tetap berada di bumi ini tapi lokasi itu dijaga dan dipelihara oleh Tuhan.
Hubungkan dengan Yesaya 51:6 - ...sebab langit lenyap seperti asap, bumi memburuk seperti pakaian yang sudah usang dan penduduknya akan mati seperti nyamuk; tetapi kelepasan yang Kuberikan akan tetap untuk selama-lamanya, dan keselamatan yang dari pada-Ku tidak akan berakhir. Dahsyat Tuhan kita! sekalipun itu akan terjadi pasal 51 diberi tema kata-kata penghibur untuk Sion; kata-kata penghiburan ini diberikan untuk gereja, kelepasan Tuhan siapkan bagi mereka yang disingkirkan ke padang belantara sebab pada waktu gereja disingkirkan ke padang belantara berakhirlah zaman anugerah (= diselamatkan karena percaya). Zefanya 3:8, cemburu = qinah (bahasa Ibrani), bumi akan dimakan habis oleh api karena Tuhan harus bertanggung jawab dengan perkataanNya--mereka yang bertobat, dosa diampuni dan selamat; mereka yang tidak bertobat dihukum dan binasa. Tuhan sangat cermat/begitu teliti agar apa yang Dia ucapkan tidak bergeser, tidak meleset. Soal penghukuman, berkat, kesembuhan tidak meleset, pasti terjadi karena Tuhan yang katakan. Imani firman Allah, Tuhan tidak pernah ingkar, Tuhan sangat bertanggung jawab atas apa yang Ia ucapkan. Wahyu 10:7, akan genap semua keputusan rahasia Allah yang sudah diberitakan, sebelum penghukuman terjadi sudah ada peringatan bahkan ribuan tahun sebelumnya.
I Korintus 15:52, pada waktu sangkakala ketujuh dibunyikan hanya mereka yang sudah mati dalam Tuhan, mereka akan bangkit (kebangkitan yang pertama). I Korintus 15:51, inilah rapture/pengangkatan, mereka yang mati dalam Tuhan bangkit, lalu gereja yang penuh dengan firman dan Roh Kudus yang sudah disingkirkan mereka diubahkan, menerima tubuh rohani lalu diangkat bersama-sama ke udara dengan awan kemuliaan Allah bertemu dengan Yesus di udara. Pada waktu itulah proses bumi meledak, dasar-dasar bumi dibongkar.
Ini pengajaran yang Yakobus katakan jangan sampai planaō/kesasar, tidak mengerti firman dan kuasa Allah (dunamis - bahasa Yunani = kemampuan ilahi yang diberikan kepada orang percaya). Orang yang sesat adalah mereka yang tidak mengerti pengajaran firman dan kuasa Allah (meragukan kuasa Allah), Matius 22:29. Jadi sementara kita menantikan hari yang dahsyat itu ada dua sisi, binasa bagi langit bumi dan penduduknya tapi kemuliaan bagi mereka yang diubahkan sebab pada waktu sangkakala ketujuh dibunyikan peristiwa-peristiwa tadi terjadi, Yesus datang dalam kemuliaanNya bertemu di udara dengan mereka yang bangkit (yang mati dalam Tuhan) dan gereja yang sudah diubahkan.
Daud, seorang raja dan nabi tapi ia ingin belajar menaklukkan pikirannya, perasaannya yang sering kali menentang, meragukan Tuhan berkuasa atau tidak. Mazmur 46:2 - Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti. Daud begitu yakin bahwa Allah berkuasa karena ia mengalaminya. Kapan ia mengalami? Mazmur 23:4 Tuhan adalah tempat perlindungan, kekuatan, penolong dalam kesesakan, dalam lembah kekelaman/bayang-bayang kematian (menyentuh banyak sisi kehidupan kita) sekalipun. Daud tidak mau tersesat, Daud percaya Allah itu punya kuasa.
Berbahagialah mereka yang mengerti firman dan kuasa Allah. Kalau soal perkataanNya, Tuhan begitu cemburu/qinah, Ia sangat berkepentingan untuk mempertanggungjawabkan perkataanNya, soal penghukuman pasti akan terjadi, soal janji keselamatan dan berkat pasti terjadi, apakah kita mau mengimani firman Allah dan kuasa Allah?
Amin.
Sunday, June 21, 2009
JANGANLAH SESAT ! (Bagian I)
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 21 Juni 2009
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 1:16 - Saudara-saudara yang kukasihi, janganlah sesat!
Sesat = planaō - bahasa Yunani yang berarti menyesatkan; menipu; mengembara. Janganlah sesat dalam terjemahan bahasa Inggris berarti jangan sampai berbuat salah/keliru. Di dalam pertumbuhan iman jangan sampai kita tersesat, jangan menjadi penjelajah/pengembara, jangan sampai terbujuk/tertipu.
Apa kata Yesus tentang dan siapa saja mereka yang disebut tersesat?
Matius 22:29 - ..."Kamu sesat, sebab kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah!” Mereka yang disebut tersesat adalah mereka yang tidak mengerti firman Allah dan tidak mengerti kuasa Allah (= dunamis - bahasa Yunani: kemampuan/otoritas ilahi yang sudah diberikan kepada manusia - Perjanjian Eden Kejadian 1:28). Seseorang yang tersesat berarti sedang berbuat kekeliruan tapi masih ada harapan asal menyadari dan setelah itu kembali. Banyak orang Kristen ketika terpuruk dalam kegagalan langsung luntur, tersesat. Jangan tersesat, cepat bangun karena kita telah diberi dunamis. Seringkali di dalam kegagalan Allah menyimpan kebaikan di sana, jangan suntuk karena di dalam kegagalan, Allah sediakan mutiara yang indah dan kita akan melihat hasil yang menakjubkan.
Kita harus sungguh-sungguh dan serius mendengar firman Allah sebab dalam II Petrus 3:16, Petrus mengakui surat-surat dalam Alkitab banyak yang sukar dipahami sedangkan Petrus yang penuh Roh Kudus, bayangnya menyembuhkan orang, Petrus berkata banyak yang sulit dipahami. Dari sini kita memerlukan sumber yaitu roh hikmat - Yohanes 16:13 yang berasal dari kuasa Roh Kudus ketika seseorang menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, dosa diampuni dan minta Roh Kudus memenuhi dan ia akan menerima kuasa. Roh hikmat/roh kesanggupan menghadapi apa saja, bukan hanya untuk memahami firman Allah tetapi memiliki untuk menyelesaikan permasalahan. Roh hikmat datang dari Roh Kudus sehingga kita dapat menghadapi apa saja bahkan saat kritis sekalipun.
II Petrus 3:10 - Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri...
Di sini terdapat dua pengertian yaitu soal penyingkiran gereja dan soal pengangkatan (rapture). Hari Tuhan akan tiba seperti pencuri berbicara tentang saat penyingkiran karena Yesus pernah berkata kamu harus berjaga-jaga (Matius 24); bukan berbicara saat pengangkatan karena gereja yang akan mengalami pengangkatan, gereja tahu saatnya akan diangkat. Wahyu 12:6 - Perempuan itu lari ke padang gurun, di mana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah, supaya ia dipelihara di situ seribu dua ratus enam puluh hari lamanya. Pada waktu penyingkiran terjadi, gereja yang penuh firman dan Roh Kudus dibawa ke padang belantara, ini disamakan seperti pencuri, kita tidak pernah tahu karena yang terjadi di dunia tiba-tiba ada orang yang hilang; Matius 24:40-41, Lukas 17:34-36.
Pada waktu gereja disingkirkan muncullah antikris, antikris akan muncul di dunia ini dan dunia sedang digiring ke arah itu; contohnya dalam bidang keuangan sekarang sedang menuju era non-tunai (tidak menggunakan uang) tapi dengan menggunakan satu tanda kecil (angka 666), kekayaan dunia di tangan antikris, karena itu sebelum antikris muncul gunakan hartamu untuk Tuhan.
Kembali ke Wahyu 12:6, ketika hari penyingkiran gereja akan disingkirkan ke padang belantara, di sana telah disediakan tempat oleh Allah (tetap berada di bumi). Siapa mereka yang disingkirkan? Hanyalah orang percaya yang penuh dengan firman, yang tidak planaō, tidak mengembara, tidak tersesat tapi ia bagaikan pohon tertanam di aliran sungai; gereja yang disingkirkan adalah gereja yang bertumbuh, mau serius, sungguh-sungguh dan mau mengerti firman Allah. Setelah disingkirkan ke padang belantara supaya mereka dipelihara di situ dalam terjemahan bahasa Inggris supaya mereka akan diberi makan selama 3,5 tahun. Selama 3,5 tahun gereja di padang belantara, Tuhan akan merawat, menjaga di sana, sebab di luar/di dunia antikris menguasai dunia, gereja yang tertinggal akan mengalami aniaya antikris, mereka yang tidak punya tanda 666 tidak bisa berjual-beli, tidak bisa makan. Mereka membayar dengan air mata tidak akan ada gunanya.
Amin.
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 1:16 - Saudara-saudara yang kukasihi, janganlah sesat!
Sesat = planaō - bahasa Yunani yang berarti menyesatkan; menipu; mengembara. Janganlah sesat dalam terjemahan bahasa Inggris berarti jangan sampai berbuat salah/keliru. Di dalam pertumbuhan iman jangan sampai kita tersesat, jangan menjadi penjelajah/pengembara, jangan sampai terbujuk/tertipu.
Apa kata Yesus tentang dan siapa saja mereka yang disebut tersesat?
Matius 22:29 - ..."Kamu sesat, sebab kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah!” Mereka yang disebut tersesat adalah mereka yang tidak mengerti firman Allah dan tidak mengerti kuasa Allah (= dunamis - bahasa Yunani: kemampuan/otoritas ilahi yang sudah diberikan kepada manusia - Perjanjian Eden Kejadian 1:28). Seseorang yang tersesat berarti sedang berbuat kekeliruan tapi masih ada harapan asal menyadari dan setelah itu kembali. Banyak orang Kristen ketika terpuruk dalam kegagalan langsung luntur, tersesat. Jangan tersesat, cepat bangun karena kita telah diberi dunamis. Seringkali di dalam kegagalan Allah menyimpan kebaikan di sana, jangan suntuk karena di dalam kegagalan, Allah sediakan mutiara yang indah dan kita akan melihat hasil yang menakjubkan.
Kita harus sungguh-sungguh dan serius mendengar firman Allah sebab dalam II Petrus 3:16, Petrus mengakui surat-surat dalam Alkitab banyak yang sukar dipahami sedangkan Petrus yang penuh Roh Kudus, bayangnya menyembuhkan orang, Petrus berkata banyak yang sulit dipahami. Dari sini kita memerlukan sumber yaitu roh hikmat - Yohanes 16:13 yang berasal dari kuasa Roh Kudus ketika seseorang menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, dosa diampuni dan minta Roh Kudus memenuhi dan ia akan menerima kuasa. Roh hikmat/roh kesanggupan menghadapi apa saja, bukan hanya untuk memahami firman Allah tetapi memiliki untuk menyelesaikan permasalahan. Roh hikmat datang dari Roh Kudus sehingga kita dapat menghadapi apa saja bahkan saat kritis sekalipun.
II Petrus 3:10 - Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri...
Di sini terdapat dua pengertian yaitu soal penyingkiran gereja dan soal pengangkatan (rapture). Hari Tuhan akan tiba seperti pencuri berbicara tentang saat penyingkiran karena Yesus pernah berkata kamu harus berjaga-jaga (Matius 24); bukan berbicara saat pengangkatan karena gereja yang akan mengalami pengangkatan, gereja tahu saatnya akan diangkat. Wahyu 12:6 - Perempuan itu lari ke padang gurun, di mana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah, supaya ia dipelihara di situ seribu dua ratus enam puluh hari lamanya. Pada waktu penyingkiran terjadi, gereja yang penuh firman dan Roh Kudus dibawa ke padang belantara, ini disamakan seperti pencuri, kita tidak pernah tahu karena yang terjadi di dunia tiba-tiba ada orang yang hilang; Matius 24:40-41, Lukas 17:34-36.
Pada waktu gereja disingkirkan muncullah antikris, antikris akan muncul di dunia ini dan dunia sedang digiring ke arah itu; contohnya dalam bidang keuangan sekarang sedang menuju era non-tunai (tidak menggunakan uang) tapi dengan menggunakan satu tanda kecil (angka 666), kekayaan dunia di tangan antikris, karena itu sebelum antikris muncul gunakan hartamu untuk Tuhan.
Kembali ke Wahyu 12:6, ketika hari penyingkiran gereja akan disingkirkan ke padang belantara, di sana telah disediakan tempat oleh Allah (tetap berada di bumi). Siapa mereka yang disingkirkan? Hanyalah orang percaya yang penuh dengan firman, yang tidak planaō, tidak mengembara, tidak tersesat tapi ia bagaikan pohon tertanam di aliran sungai; gereja yang disingkirkan adalah gereja yang bertumbuh, mau serius, sungguh-sungguh dan mau mengerti firman Allah. Setelah disingkirkan ke padang belantara supaya mereka dipelihara di situ dalam terjemahan bahasa Inggris supaya mereka akan diberi makan selama 3,5 tahun. Selama 3,5 tahun gereja di padang belantara, Tuhan akan merawat, menjaga di sana, sebab di luar/di dunia antikris menguasai dunia, gereja yang tertinggal akan mengalami aniaya antikris, mereka yang tidak punya tanda 666 tidak bisa berjual-beli, tidak bisa makan. Mereka membayar dengan air mata tidak akan ada gunanya.
Amin.
Sunday, June 14, 2009
PROSES DARI PENCOBAAN
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 14 Juni 2009
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 1:15 - Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.
Iblis memakai keinginan untuk menjebak kita, metoda yang Iblis gunakan unutk menjerat agar ia mencapai tujuannya menghancurkan manusia karena ia tahu ia akan mengalami kebinasaan. Iblis selalu membangkitkan, menimbulkan hasrat, desire--satu keinginan yang mendesak. Berbicara tentang keinginan ada keinginan positif dan negatif. Ketika punya keinginan positif/yang baik kembangkan itu Roh Kudus-lah yang akan menolong; Iblis metodanya membangkitkan satu keinginan yang negatif dan kalau diresponi itu akan membuahkan dosa dan akhirnya melahirkan maut--bukan menunjuk mati secara jasmani tetapi penghakiman/penghukuman Allah. Kalau seseorang berada di zona dosa dan tidak mau bertobat, tetap tinggal dalam dosa, penghukuman Allah akan dijatuhkan atasnya. Iblis selalu menggoda dengan tujuan untuk membinasakan.
1.Yesaya 14:12-14, Yehezkiel 28:13.
Metoda Iblis ini, dia gunakan cara Allah, dia mengambil gaya dari Allah, meniru karena Iblis bukan pencipta ide. Lucifer (= Bintang Timur; putra Fajar) semula ia selalu memimpin satu kelompok yang besar paduan suara ilahi untuk memuliakan, menyembah Allah Yang Mahatinggi, ia berjubahkan 9 tatahan batu yang begitu indah, ia menikmati hadirat Allah, menikmati memuji Tuhan, namun sebagai makhluk ciptaan Allah ada kebebasan, Tuhan memberi hak/kebebasan. Yesaya 14:14 - ...hendak menyamai Yang Mahatinggi! Satu roh kesombongan/egois, dari sinilah awalnya, hati-hati! roh ini terus bekerja sampai akhir zaman. Jangan heran kalau di akhir zaman muncul pribadi-pribadi yang memiliki roh kecongkakan ini dan menjadi penyesat (II Tesalonika 2:3,4) karena roh Lucifer ada sejak di tahta Allah dan waktu dicampakkan ke bumi menjadi Iblis terus bekerja sampai di akhir zaman. I Timotius 4:1, orang yang murtad tapi meproklamirkan diri sebagai Allah, meniru gaya Allah sejak awal dan ingin menjadi sama seperti Bapa di tempat Mahatinggi.
2.Kejadian 3:1-5.
Saat penciptaan manusia. Godaan/jebakan dari Iblis dengan menggunakan ular --yang menjadi ular tua/satan-- mulai berdialog dengan Hawa, sebenarnya godaan Iblis ini merupakan geramnya karena dia gagal menjadi sama seperti Allah. Kenapa ia geram pada manusia ciptaan Allah? Kejadian 1:26, karena ia melihat manusia diciptakan membawa gambar dan rupa Allah tapi manusia juga diberikan otoritas/mandat terhadap semua yang Allah ciptakan. Mazmur 8:6, Iblis cemburu karena manusia diciptakan sedikit bedanya dari Allah, kemudian Iblis datang melalui ular dan berdialog dengan Hawa dan memperdaya Hawa. Ia membangkitkan satu hasrat, metodanya ini terus ia gunakan dan Iblis berhasil, manusia tergoda dan manusia jatuh dalam dosa.
Ketika Iblis berhasil, ia bukan hanya penggoda tapi ia menjadi pendakwa/penuduh, waktu Yesus datang dan menyelamatkan manusia, Iblis menjadi penuduh, sekarang pun ia masih tetap gunakan metodanya dan menjadi penuduh. Contoh: Ayub 1, Iblis datang ke perkumpulan orang-orang percaya, ia datang pada Ayub. Tuhan ijinkan pagar diangkat dari Ayub, Tuhan mau buktikan Ayub punya kualitas yang luar biasa, dalam satu hari Ayub kehilangan semua tapi Ayub tetap setia kepada Tuhannya.
3.Wahyu 12:9
Yang Iblis lakukan di hari-hari terakhir ia disebut ulat tua/pemutar balik firman Allah, bentuknya naga besar. Kenapa ia disebut pemutar balik firman Allah? Yakobus 2:19, setan pun percaya kepada Allah dan firman Allah tapi percaya yang tidak menghasilkan keselamatan tapi memutarbalikkan dan digunakan untuk menjerat (= pisteuo-kata kerja -- ia percaya lalu melakukan apa yang ia percaya). Orang Kristen banyak yang percaya tapi tidak melakukan (= pistis-kata sifat).
Keluaran 23:25, Yesaya 3:1-3, Matius 4:8,9; Iblis tahu orang yang beribadah pasti diberkati, ia putar balikkan firman Allah, banyak orang percaya yang terjebak, mereka datang dan bertanya pada arwah, ahli nujum, petenung, menyembah kepada orang-orang yang Iblis fasilitasi.
Jangan menyembah kepada Iblis! Tuhan geram, firman Allah sudah menyiapkan satu kepastian, Yakobus katakan kalau Iblis datang lawanlah dia jangan lakukan keinginannya (Yakobus 4:7). Kejadian 1:28, Iblis tahu Allah sudah memberikan otoritas pada manusia, Allah tidak hanya memberkati manusia tapi memberi kuasa di mana engkau berada engkau akan menaklukan daerah itu, apapun zona itu, duri sekali pun akan menjadi seperti permadani; daerah yang penuh dengan singa dan ular beludak, Yesaya 11 menjanjikan Tuhan akan ubahkan mereka akan menjadi jinak.
Amin.
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 1:15 - Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.
Iblis memakai keinginan untuk menjebak kita, metoda yang Iblis gunakan unutk menjerat agar ia mencapai tujuannya menghancurkan manusia karena ia tahu ia akan mengalami kebinasaan. Iblis selalu membangkitkan, menimbulkan hasrat, desire--satu keinginan yang mendesak. Berbicara tentang keinginan ada keinginan positif dan negatif. Ketika punya keinginan positif/yang baik kembangkan itu Roh Kudus-lah yang akan menolong; Iblis metodanya membangkitkan satu keinginan yang negatif dan kalau diresponi itu akan membuahkan dosa dan akhirnya melahirkan maut--bukan menunjuk mati secara jasmani tetapi penghakiman/penghukuman Allah. Kalau seseorang berada di zona dosa dan tidak mau bertobat, tetap tinggal dalam dosa, penghukuman Allah akan dijatuhkan atasnya. Iblis selalu menggoda dengan tujuan untuk membinasakan.
1.Yesaya 14:12-14, Yehezkiel 28:13.
Metoda Iblis ini, dia gunakan cara Allah, dia mengambil gaya dari Allah, meniru karena Iblis bukan pencipta ide. Lucifer (= Bintang Timur; putra Fajar) semula ia selalu memimpin satu kelompok yang besar paduan suara ilahi untuk memuliakan, menyembah Allah Yang Mahatinggi, ia berjubahkan 9 tatahan batu yang begitu indah, ia menikmati hadirat Allah, menikmati memuji Tuhan, namun sebagai makhluk ciptaan Allah ada kebebasan, Tuhan memberi hak/kebebasan. Yesaya 14:14 - ...hendak menyamai Yang Mahatinggi! Satu roh kesombongan/egois, dari sinilah awalnya, hati-hati! roh ini terus bekerja sampai akhir zaman. Jangan heran kalau di akhir zaman muncul pribadi-pribadi yang memiliki roh kecongkakan ini dan menjadi penyesat (II Tesalonika 2:3,4) karena roh Lucifer ada sejak di tahta Allah dan waktu dicampakkan ke bumi menjadi Iblis terus bekerja sampai di akhir zaman. I Timotius 4:1, orang yang murtad tapi meproklamirkan diri sebagai Allah, meniru gaya Allah sejak awal dan ingin menjadi sama seperti Bapa di tempat Mahatinggi.
2.Kejadian 3:1-5.
Saat penciptaan manusia. Godaan/jebakan dari Iblis dengan menggunakan ular --yang menjadi ular tua/satan-- mulai berdialog dengan Hawa, sebenarnya godaan Iblis ini merupakan geramnya karena dia gagal menjadi sama seperti Allah. Kenapa ia geram pada manusia ciptaan Allah? Kejadian 1:26, karena ia melihat manusia diciptakan membawa gambar dan rupa Allah tapi manusia juga diberikan otoritas/mandat terhadap semua yang Allah ciptakan. Mazmur 8:6, Iblis cemburu karena manusia diciptakan sedikit bedanya dari Allah, kemudian Iblis datang melalui ular dan berdialog dengan Hawa dan memperdaya Hawa. Ia membangkitkan satu hasrat, metodanya ini terus ia gunakan dan Iblis berhasil, manusia tergoda dan manusia jatuh dalam dosa.
Ketika Iblis berhasil, ia bukan hanya penggoda tapi ia menjadi pendakwa/penuduh, waktu Yesus datang dan menyelamatkan manusia, Iblis menjadi penuduh, sekarang pun ia masih tetap gunakan metodanya dan menjadi penuduh. Contoh: Ayub 1, Iblis datang ke perkumpulan orang-orang percaya, ia datang pada Ayub. Tuhan ijinkan pagar diangkat dari Ayub, Tuhan mau buktikan Ayub punya kualitas yang luar biasa, dalam satu hari Ayub kehilangan semua tapi Ayub tetap setia kepada Tuhannya.
3.Wahyu 12:9
Yang Iblis lakukan di hari-hari terakhir ia disebut ulat tua/pemutar balik firman Allah, bentuknya naga besar. Kenapa ia disebut pemutar balik firman Allah? Yakobus 2:19, setan pun percaya kepada Allah dan firman Allah tapi percaya yang tidak menghasilkan keselamatan tapi memutarbalikkan dan digunakan untuk menjerat (= pisteuo-kata kerja -- ia percaya lalu melakukan apa yang ia percaya). Orang Kristen banyak yang percaya tapi tidak melakukan (= pistis-kata sifat).
Keluaran 23:25, Yesaya 3:1-3, Matius 4:8,9; Iblis tahu orang yang beribadah pasti diberkati, ia putar balikkan firman Allah, banyak orang percaya yang terjebak, mereka datang dan bertanya pada arwah, ahli nujum, petenung, menyembah kepada orang-orang yang Iblis fasilitasi.
Jangan menyembah kepada Iblis! Tuhan geram, firman Allah sudah menyiapkan satu kepastian, Yakobus katakan kalau Iblis datang lawanlah dia jangan lakukan keinginannya (Yakobus 4:7). Kejadian 1:28, Iblis tahu Allah sudah memberikan otoritas pada manusia, Allah tidak hanya memberkati manusia tapi memberi kuasa di mana engkau berada engkau akan menaklukan daerah itu, apapun zona itu, duri sekali pun akan menjadi seperti permadani; daerah yang penuh dengan singa dan ular beludak, Yesaya 11 menjanjikan Tuhan akan ubahkan mereka akan menjadi jinak.
Amin.
Sunday, June 07, 2009
PENCOBAAN-PENCOBAAN DI DALAM DIRI MANUSIA
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 7 Juni 2009
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 1:14 - Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.
Mulai dari ayat 13, Yakobus bukan lagi berbicara tentang pencobaan-pencobaan yang berada di luar diri manusia tetapi ia membahas pencobaan yang ada di dalam diri manusia. Peirazō yang berarti menampilkan keinginan-keinginan/kelemahan manusia kemudian menggunakan kelemahan ini, menjeratnya dan kemudian manusia akan gagal/hancur sama sekali. Menjelang Yesus datang kali yang kedua pencobaan-pencobaan di dalam diri manusia frekuensinya akan makin tajam untuk menguji apakah kita layak untuk menjadi pengantin Kristus.
Mungkin muncul satu pertanyaan Tuhan berkata Akulah gembala yang baik, tapi kenapa Tuhan ijinkan peirazō (pencobaan yang menyentuh diri kita) datang menjerat? Ketika Tuhan ciptakan manusia Tuhan ciptakan dengan kebebasan untuk memilih, diberikan hak untuk berbicara, berpikir, dan mengambil keputusan. Di sinilah letak kebaikan Allah pada kita.
Matius 13:4 - Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis; hubungkan dengan Kejadian 1:20 - "Hendaklah dalam air berkeriapan makhluk yang hidup, dan hendaklah burung beterbangan di atas bumi melintasi cakrawala.” Inilah letak kedaulatan Allah terhadap ciptaanNya baik kepada manusia yang membawa citra Allah dan makhluk ciptaan Allah juga diberi hak, mereka juga diberi kebebasan. Burung-burung bebas untuk memakan benih yang ditabur, bebas untuk membuat rumah, membuang kotoran; manusia pun diberi kebebasan untuk mengambil keputusan kalau burung bersarang manusia bebas untuk mengusirnya atau membiarkannya.
Beberapa contoh orang-orang yang gagal mengambil keputusan dan terjebak dalam pencobaan-pencobaan yang ada dalam dirinya:
1.Akhan.
Setelah orang Israel mengalahkan Yerikho, di dekat mereka ada kota Ai yang kecil dan mereka berangkat menyerang kota Ai yang dianggap kecil tapi justru mereka dikalahkan oleh penduduk Ai. Kenapa mereka gagal? Yosua 6:18, ketika orang Israel menaklukkan Yerikho, Tuhan sudah berfirman pada Yosua untuk menjaga diri terhadap barang-barang yang dikhususkan untuk dimusnahkan. Yosua 7:20-21, Akhan gagal untuk mengusir burung yang ada di kepalanya, Tuhan sudah memberi perintah mengusir burung seindah apapun, tapi Akhan mengambilnya. Peirazō adalah godaan-godaan yang sangat menyentuh daging. Kita diberi kebebasan untuk berkata tidak untuk yang harus berkata tidak dan ya untuk yang harus kita lakukan.
2.Simson.
Hakim-hakim 14:5-9, Simson mengambil madu dari bangkai singa yang dibunuhnya dalam perjalanan ke Timna untuk mengambil gadis Filistin menjadi istrinya. Simson ingat ia seorang nazir Allah, seorang nazir Allah tidak diperbolehkan menyentuh bangkai tapi ia tidak mau mengusir burung-burung yang memakan benih firman Allah dan ia terseret.
3.Yunus.
Yunus 1:1-3, Yunus tidak mengambil ketegasan untuk memilih mengusir burung yang mencoba bersarang di kepalanya yang mengorek tentang masa lalunya --orang-orang Niniwe-lah yang menyebabkan nenek moyang Yunus menjadi miskin akibat serangan mereka-- ketika Tuhan menyuruh dia untuk pergi ke Niniwe memberitakan kabar kesukaan supaya penduduk Niniwe bertobat justru Yunus lari ke Tarsis.
Kematian sudah menanti Akhan di lembah Akhor, ia dilontari batu dan dibakar di sana beserta keluarganya; Simson tidak mau mengusir burung yang mau makan firman Allah, penjara di Gaza telah menunggunya, ia kehilangan matanya dan ia mati di sana; Yunus melawan firman Allah, ikan besar disiapkan untuk menelannya.
Jerat yang paling berbahaya di akhir zaman Paulus katakan dalam Galatia 5:19-21 ada 15 macam jerat Iblis/anak panah musuh yang diarahkan pada manusia yaitu semua keinginan daging. Jangan terjebak, buang dan tolak semuanya! Karena akan menghancurkan bangunan rohani dan penghambat sehingga arus Roh Kudus tidak bisa masuk dan kita tidak bisa menangkap isyarat dari Tuhan. Tuhan memberi kebebasan untuk mengusir keinginan daging, ketika kita mengambil pilihan untuk mengusirnya, Tuhan memberikan jaminan janji dalam Nahum 1:13 - Sekarang, Aku akan mematahkan gandarnya yang memberati engkau, dan akan memutuskan belenggu-belenggu yang mengikat engkau. Tuhan bukan hanya melepaskan dari gandar apapun, tetapi akan mematahkannya. Dan Ia bukan hanya melonggarkan dari belenggu-belenggu tetapi putuskan, hancurkan belenggu apapun. Puji Tuhan !
Amin.
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 1:14 - Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.
Mulai dari ayat 13, Yakobus bukan lagi berbicara tentang pencobaan-pencobaan yang berada di luar diri manusia tetapi ia membahas pencobaan yang ada di dalam diri manusia. Peirazō yang berarti menampilkan keinginan-keinginan/kelemahan manusia kemudian menggunakan kelemahan ini, menjeratnya dan kemudian manusia akan gagal/hancur sama sekali. Menjelang Yesus datang kali yang kedua pencobaan-pencobaan di dalam diri manusia frekuensinya akan makin tajam untuk menguji apakah kita layak untuk menjadi pengantin Kristus.
Mungkin muncul satu pertanyaan Tuhan berkata Akulah gembala yang baik, tapi kenapa Tuhan ijinkan peirazō (pencobaan yang menyentuh diri kita) datang menjerat? Ketika Tuhan ciptakan manusia Tuhan ciptakan dengan kebebasan untuk memilih, diberikan hak untuk berbicara, berpikir, dan mengambil keputusan. Di sinilah letak kebaikan Allah pada kita.
Matius 13:4 - Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis; hubungkan dengan Kejadian 1:20 - "Hendaklah dalam air berkeriapan makhluk yang hidup, dan hendaklah burung beterbangan di atas bumi melintasi cakrawala.” Inilah letak kedaulatan Allah terhadap ciptaanNya baik kepada manusia yang membawa citra Allah dan makhluk ciptaan Allah juga diberi hak, mereka juga diberi kebebasan. Burung-burung bebas untuk memakan benih yang ditabur, bebas untuk membuat rumah, membuang kotoran; manusia pun diberi kebebasan untuk mengambil keputusan kalau burung bersarang manusia bebas untuk mengusirnya atau membiarkannya.
Beberapa contoh orang-orang yang gagal mengambil keputusan dan terjebak dalam pencobaan-pencobaan yang ada dalam dirinya:
1.Akhan.
Setelah orang Israel mengalahkan Yerikho, di dekat mereka ada kota Ai yang kecil dan mereka berangkat menyerang kota Ai yang dianggap kecil tapi justru mereka dikalahkan oleh penduduk Ai. Kenapa mereka gagal? Yosua 6:18, ketika orang Israel menaklukkan Yerikho, Tuhan sudah berfirman pada Yosua untuk menjaga diri terhadap barang-barang yang dikhususkan untuk dimusnahkan. Yosua 7:20-21, Akhan gagal untuk mengusir burung yang ada di kepalanya, Tuhan sudah memberi perintah mengusir burung seindah apapun, tapi Akhan mengambilnya. Peirazō adalah godaan-godaan yang sangat menyentuh daging. Kita diberi kebebasan untuk berkata tidak untuk yang harus berkata tidak dan ya untuk yang harus kita lakukan.
2.Simson.
Hakim-hakim 14:5-9, Simson mengambil madu dari bangkai singa yang dibunuhnya dalam perjalanan ke Timna untuk mengambil gadis Filistin menjadi istrinya. Simson ingat ia seorang nazir Allah, seorang nazir Allah tidak diperbolehkan menyentuh bangkai tapi ia tidak mau mengusir burung-burung yang memakan benih firman Allah dan ia terseret.
3.Yunus.
Yunus 1:1-3, Yunus tidak mengambil ketegasan untuk memilih mengusir burung yang mencoba bersarang di kepalanya yang mengorek tentang masa lalunya --orang-orang Niniwe-lah yang menyebabkan nenek moyang Yunus menjadi miskin akibat serangan mereka-- ketika Tuhan menyuruh dia untuk pergi ke Niniwe memberitakan kabar kesukaan supaya penduduk Niniwe bertobat justru Yunus lari ke Tarsis.
Kematian sudah menanti Akhan di lembah Akhor, ia dilontari batu dan dibakar di sana beserta keluarganya; Simson tidak mau mengusir burung yang mau makan firman Allah, penjara di Gaza telah menunggunya, ia kehilangan matanya dan ia mati di sana; Yunus melawan firman Allah, ikan besar disiapkan untuk menelannya.
Jerat yang paling berbahaya di akhir zaman Paulus katakan dalam Galatia 5:19-21 ada 15 macam jerat Iblis/anak panah musuh yang diarahkan pada manusia yaitu semua keinginan daging. Jangan terjebak, buang dan tolak semuanya! Karena akan menghancurkan bangunan rohani dan penghambat sehingga arus Roh Kudus tidak bisa masuk dan kita tidak bisa menangkap isyarat dari Tuhan. Tuhan memberi kebebasan untuk mengusir keinginan daging, ketika kita mengambil pilihan untuk mengusirnya, Tuhan memberikan jaminan janji dalam Nahum 1:13 - Sekarang, Aku akan mematahkan gandarnya yang memberati engkau, dan akan memutuskan belenggu-belenggu yang mengikat engkau. Tuhan bukan hanya melepaskan dari gandar apapun, tetapi akan mematahkannya. Dan Ia bukan hanya melonggarkan dari belenggu-belenggu tetapi putuskan, hancurkan belenggu apapun. Puji Tuhan !
Amin.
Sunday, May 31, 2009
ALLAH SUMBER PENGHARAPAN
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 31 Mei 2009
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Roma 15:13 - Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan.
Roh Kudus mempunyai peran dalam kehidupan setiap pribadi untuk memulihkan/merestorasi, sebelum memulihkan Roh Kudus akan mengadakan penelitian/investigasi; itu sebabnya Daud berkata ujilah hatiku, apa saja yang sudah rusak maka Roh Kudus akan mengadakan perbaikan.
Berangkat dari ayat-ayat sebelumnya, dari pengalaman-pengalaman masa lampau, Paulus mengambil kesimpulan bahwa Allah adalah sumber pengharapan. Ayat 9, Paulus mengangkat pengalaman Daud, Daud disusahkan oleh mertuanya, Daud akan dibunuh bahkan sahabat sekaligus penasihatnya justru mengkhianati dia. Ayat 10 adalah pengalaman Musa yang mengalami pembelaan Allah ketika ditentang oleh banyak orang. Ayat 11 adalah pengalaman Daud ketika Tuhan membebaskan dia dari jerat-jerat musuh. Ayat 12 merupakan pengalaman Yesaya, ia selalu disusahkan ketika Tuhan tetapkan dia untuk menjadi penasihat raja dan nabi bagi orang Israel yang selalu memberontak kepada Tuhan. Mengapa mereka tetap setia dalam panggilan Allah?
Dari pengalaman-pengalaman ini Paulus menarik kesimpulan Allah sumber pengharapan, Ia akan memenuhi kita dengan segala sukacita (fill you with all joy) sesuai kebutuhan kita; Ia akan melimpahkan damai sejahtera (= peace diangkat dari kata pax – bahasa Latin yang berarti diatur yang rapi). Apakah kita sedang menghadapi persoalan, tanggung jawab yang sulit bagaikan barang yang berantakan? Tuhan adalah sumber pengharapan, Dia akan menata yang kita tidak bisa tata lagi, Ia tahu persis bagaimana membenahi hidup kita. Tuhan akan memberikan kita pengharapan dalam kekuatan Roh Kudus yang tidak ada habis-habisnya. Bagaimana caranya agar Roh Kudus dicurahkan berlimpah-limpah dalam hidup kita?
Kisah Para Rasul 3:19-21, hal yang pertama adalah kita harus sadar dan bertobat (= berbalik arah dan mengalami pembaharuan hati = menginsyafi bahwa ia sangat membutuhkan Tuhan) maka Tuhan akan mendatangkan waktu penyegaran dan Tuhan akan mengadakan pemulihan dalam segala sesuatu, merestorasi, memperbaiki.
Seseorang yang hancur, rusak kemudian sadar dan bertobat maka ia akan mengalami penyegaran, pemulihan dan kelimpahan. Lukas 15:11-20, anak bungsu mengambil keputusan untuk meminta bagiannya dan ia tinggalkan rumah ayahnya. Pernahkah kita berpikir meninggalkan gereja lokal (rumah) yang merupakan anugerah supaya kita bertumbuh dan berperan di sana? Apapun keadaan gereja lokal kalau kita diijinkan Tuhan berada di sana jangan tinggalkan Tuhan karena akan mengalami sesuatu yang pahit (Yeremia 2:19, Rut 1:1-5).
Lukas 15:17, 18, saat anak bungsu dalam penderitaan, ia sadar dan mengambil keputusan untuk kembali kepada bapanya. Bukan hanya berbalik haluan tapi ia meninggalkan kesalahan-kesalahan dan ia disayangi Tuhan, apa yang telah hilang Tuhan mau kembalikan, Tuhan akan memulihkan (Amsal 28:13). Saat anak bungsu bertindak (Lukas 15:20), ia mulai dipulihkan, jubah lama dilepaskan lalu diberi jubah yang terbaik; ia menerima cincin (meterai = menunjukkan ia resmi adalah anak bapa; hak = ia anak ia mempunyai hak), dulu ia berkata ‘give me’ (berikan aku) hanya menuntut, tidak pernah sadar akan kewajiban tapi sekarang ia berkata ‘make me’ (jadikan aku) mulai bertumbuh dalam tanggung jawab. Seorang Kristen yang dewasa, ia punya tanggung jawab di manapun ia berada, jangan hanya menuntut hak. Dan akhirnya anak bungsu diberikan sepatu (berbicara tentang berkat yang diberikan pada Asyer). Ulangan 33:24, 25 - ...dan biarlah ia mencelupkan kakinya ke dalam minyak... perhatikan bangsa Israel yang selama 40 tahun mengembara di padang gurun, kasutnya tidak pernah aus, ketika seseorang mau dipulihkan, ketika Roh Kudus mengadakan investigasi hati, emosi, pikiran, kemauan, tekad dan ia bersedia didata dan mengijinkan Roh Kudus untuk menginvestigasinya maka kakinya akan dicelupkan ke dalam minyak. Yosua 1:3 mengatakan setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu Kuberikan kepada kamu... diinjak = kaphaph – bahasa Ibrani yang berarti ia akan menjadi pemenang di sana, ia akan dapat membelokkan arus sungai Yordan ke hulu (Mazmur 114:3), dan pintu surga akan terbuka baginya. Maukah kita dipulihkan dan dipenuhkan dengan Roh Kudus?
Amin.
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Roma 15:13 - Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan.
Roh Kudus mempunyai peran dalam kehidupan setiap pribadi untuk memulihkan/merestorasi, sebelum memulihkan Roh Kudus akan mengadakan penelitian/investigasi; itu sebabnya Daud berkata ujilah hatiku, apa saja yang sudah rusak maka Roh Kudus akan mengadakan perbaikan.
Berangkat dari ayat-ayat sebelumnya, dari pengalaman-pengalaman masa lampau, Paulus mengambil kesimpulan bahwa Allah adalah sumber pengharapan. Ayat 9, Paulus mengangkat pengalaman Daud, Daud disusahkan oleh mertuanya, Daud akan dibunuh bahkan sahabat sekaligus penasihatnya justru mengkhianati dia. Ayat 10 adalah pengalaman Musa yang mengalami pembelaan Allah ketika ditentang oleh banyak orang. Ayat 11 adalah pengalaman Daud ketika Tuhan membebaskan dia dari jerat-jerat musuh. Ayat 12 merupakan pengalaman Yesaya, ia selalu disusahkan ketika Tuhan tetapkan dia untuk menjadi penasihat raja dan nabi bagi orang Israel yang selalu memberontak kepada Tuhan. Mengapa mereka tetap setia dalam panggilan Allah?
Dari pengalaman-pengalaman ini Paulus menarik kesimpulan Allah sumber pengharapan, Ia akan memenuhi kita dengan segala sukacita (fill you with all joy) sesuai kebutuhan kita; Ia akan melimpahkan damai sejahtera (= peace diangkat dari kata pax – bahasa Latin yang berarti diatur yang rapi). Apakah kita sedang menghadapi persoalan, tanggung jawab yang sulit bagaikan barang yang berantakan? Tuhan adalah sumber pengharapan, Dia akan menata yang kita tidak bisa tata lagi, Ia tahu persis bagaimana membenahi hidup kita. Tuhan akan memberikan kita pengharapan dalam kekuatan Roh Kudus yang tidak ada habis-habisnya. Bagaimana caranya agar Roh Kudus dicurahkan berlimpah-limpah dalam hidup kita?
Kisah Para Rasul 3:19-21, hal yang pertama adalah kita harus sadar dan bertobat (= berbalik arah dan mengalami pembaharuan hati = menginsyafi bahwa ia sangat membutuhkan Tuhan) maka Tuhan akan mendatangkan waktu penyegaran dan Tuhan akan mengadakan pemulihan dalam segala sesuatu, merestorasi, memperbaiki.
Seseorang yang hancur, rusak kemudian sadar dan bertobat maka ia akan mengalami penyegaran, pemulihan dan kelimpahan. Lukas 15:11-20, anak bungsu mengambil keputusan untuk meminta bagiannya dan ia tinggalkan rumah ayahnya. Pernahkah kita berpikir meninggalkan gereja lokal (rumah) yang merupakan anugerah supaya kita bertumbuh dan berperan di sana? Apapun keadaan gereja lokal kalau kita diijinkan Tuhan berada di sana jangan tinggalkan Tuhan karena akan mengalami sesuatu yang pahit (Yeremia 2:19, Rut 1:1-5).
Lukas 15:17, 18, saat anak bungsu dalam penderitaan, ia sadar dan mengambil keputusan untuk kembali kepada bapanya. Bukan hanya berbalik haluan tapi ia meninggalkan kesalahan-kesalahan dan ia disayangi Tuhan, apa yang telah hilang Tuhan mau kembalikan, Tuhan akan memulihkan (Amsal 28:13). Saat anak bungsu bertindak (Lukas 15:20), ia mulai dipulihkan, jubah lama dilepaskan lalu diberi jubah yang terbaik; ia menerima cincin (meterai = menunjukkan ia resmi adalah anak bapa; hak = ia anak ia mempunyai hak), dulu ia berkata ‘give me’ (berikan aku) hanya menuntut, tidak pernah sadar akan kewajiban tapi sekarang ia berkata ‘make me’ (jadikan aku) mulai bertumbuh dalam tanggung jawab. Seorang Kristen yang dewasa, ia punya tanggung jawab di manapun ia berada, jangan hanya menuntut hak. Dan akhirnya anak bungsu diberikan sepatu (berbicara tentang berkat yang diberikan pada Asyer). Ulangan 33:24, 25 - ...dan biarlah ia mencelupkan kakinya ke dalam minyak... perhatikan bangsa Israel yang selama 40 tahun mengembara di padang gurun, kasutnya tidak pernah aus, ketika seseorang mau dipulihkan, ketika Roh Kudus mengadakan investigasi hati, emosi, pikiran, kemauan, tekad dan ia bersedia didata dan mengijinkan Roh Kudus untuk menginvestigasinya maka kakinya akan dicelupkan ke dalam minyak. Yosua 1:3 mengatakan setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu Kuberikan kepada kamu... diinjak = kaphaph – bahasa Ibrani yang berarti ia akan menjadi pemenang di sana, ia akan dapat membelokkan arus sungai Yordan ke hulu (Mazmur 114:3), dan pintu surga akan terbuka baginya. Maukah kita dipulihkan dan dipenuhkan dengan Roh Kudus?
Amin.
Sunday, May 24, 2009
PERAN ROH KUDUS DALAM SETIAP PRIBADI
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 24 Mei 2009
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yehezkiel 36:27 - Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya.
Sembilan tahun sesudah Daniel berada di Babel, dipanggillah Yehezkiel supaya menyusul ke Babel karena Daniel melihat mereka yang ditawan di Babel memerlukan perawatan rohani. Sebenarnya Yehezkiel juga terbeban dengan pelayanan jemaat di Yerusalem yang terdiri dari orang-orang yang sederhana dan tidak produktif dilayani oleh Yeremia sudah berusia lanjut dan sangat terbatas; tapi Roh Allah berbicara lewat surat yang dilayangkan Daniel, Yehezkiel melihat begitu banyak yang perlu diselesaikan, ia berdoa dan Tuhan perlihatkan begitu banyak nubuatan-nubuatan yang dibutuhkan oleh mereka pada waktu itu dan kita yang berada di akhir zaman. Pada waktu itu orang-orang Yehuda berpikir habislah kita sebab semua sudah dirampas dan mereka tidak memiliki apa-apa. Kemudian Tuhan memberitahu kepada Yehezkiel untuk memberitakan kepada semua; Roh-Ku akan Kurelakan diam di dalam setiap kepala/pribadi bukan hanya di setiap kelompok karena Allah sangat berkepentingan dengan setiap pribadi.
Tuhan bukan hanya datang di antara kita, tapi Dia ingin masuk dalam hidup kita dan ketika Dia mau tinggal dalam hidup kita dalam bentuk Roh; Yesus memberi penjelasan dalam Yohanes 4:24 - Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran. Kalau Ia mau tinggal dalam hidup kita, kita perlu rawat, perlu jaga dan perlu bergaul bersama-sama karena Ia sebagai satu pribadi jangan sampai kita membuatNya berdukacita (Efesus 4:30). Allah mau tinggal dalam hidup kita, ketika tempat huniannya ternyata menyimpan dendam, memelihara dan memupuk kebencian, itu akan membuat Roh Kudus berdukacita. Roh juga bisa merasa terhina, tersinggung. Kisah Para Rasul 5:3-4, ketika Ananias mendustai Roh Kudus, ia bukan hanya mendustai Roh sebagai penuntun, dan pemberi semangat tapi ia mendustai Roh sebagai pribadi Allah sendiri.
Roh itu mempunyai ide, sebagai satu pribadi yang sangat kreatif, begitu inovatif, variatif sesuai kebutuhan keselamatan, kebutuhan jasmani, dan kebutuhan rohani kita. Begitu banyak caranya untuk membuka jalan, menjawab doa kita. Kisah Para Rasul 16:6-7, Paulus dan Silas mempunyai rencana untuk berada di pesisir daerah Turki Selatan, menurut akal perlu untuk meneguhkan, melawati jemaat-jemaat yang ada di sana, tapi Roh Kudus yang punya ide mencegah kepada mereka. Roh bisa mencegah kita dan kita harus peka dan tunduk pada pimpinan Roh.
Roh Kudus pun tahu persis posisi seseorang. Kisah Para Rasul 8:26-29, kalau Roh Kudus bekerja tidak ada jarak yang terlalu panjang, tidak ada beban yang terlalu berat dan yang mustahil menjadi tidak mustahil, Roh Kudus membawa Filipus begitu cepat dari Samaria dan tiba di Gaza (jarak Samaria – Gaza begitu jauh) untuk memberitakan Injil kepada seorang sida-sida Etiopia.
Roh Kudus memberikan pengertian, pemahaman tentang rancangan Allah di dalam diri seseorang. Mazmur 139:13, Yeremia 1:4-5, Tuhan sementara membentuk/membuat satu helai kain, kemudian Ia tahu persis helai kain ini akan digunakan untuk apa, dijadikan apa. Ketika Tuhan menenun Yusuf di dalam rahim ibunya, Tuhan menetapkan dia melalui satu vision di Kejadian pasal 37 menjadi pemimpin di mesir. Ketika ia bermimpi matahari dan bulan (orangtuanya) dan kesebelas bintang (saudara-saudaranya) semuanya datang mengelilingi dan menyembah dia, peristiwa ini terjadi 22 tahun sebelum kelaparan besar terjadi di Mesir. Untuk menghadapi kelaparan besar di Mesir, Tuhan siapkan tenunan tadi menjadi bakal pemimpin di Mesir untuk memberi makan orang Mesir dan keluarganya. Untuk sampai di tahta di Mesir ketika Yusuf bermimpi, mulailah ia mengalami penderitaan seperti sebatang lilin –ia tidak bisa memilih akan disimpan ataukah akan dibakar oleh pemiliknya– ia harus menyerah kepada pemiliknya. Saat Tuhan perlihatkan kepadanya ia bakal menjadi pemimpin justru kakak-kakaknya datang mengambil korek api dan menyalakannya, saat ia berpindah ke Mesir, batangnya makin pendek, sumbunya makin hitam, ia dibuang ke penjara karena fitnah istri Potifar tapi Yusuf tidak pernah ‘protes’ tapi ia berkata jadilah kehendakMu bukan kehendakku yang jadi. Setelah genap waktunya lilin yang terbakar, ia keluar dari penjara dan ketika ia ditahbiskan menjadi raja muda di Mesir, Firaun berkata: "Mungkinkah kita mendapat orang seperti ini, seorang yang penuh dengan Roh Allah?", Kejadian 41:37,38.
Maukah kita dipenuhkan dengan Roh Kudus? Roh Kudus tahu persis apa yang tersembunyi dan terselubung di hadapan kita, ketika kita dipenuhkan kuasa Roh Kudus, Roh Kudus akan tampil untuk mengutarakan semuanya.
Amin.
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yehezkiel 36:27 - Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya.
Sembilan tahun sesudah Daniel berada di Babel, dipanggillah Yehezkiel supaya menyusul ke Babel karena Daniel melihat mereka yang ditawan di Babel memerlukan perawatan rohani. Sebenarnya Yehezkiel juga terbeban dengan pelayanan jemaat di Yerusalem yang terdiri dari orang-orang yang sederhana dan tidak produktif dilayani oleh Yeremia sudah berusia lanjut dan sangat terbatas; tapi Roh Allah berbicara lewat surat yang dilayangkan Daniel, Yehezkiel melihat begitu banyak yang perlu diselesaikan, ia berdoa dan Tuhan perlihatkan begitu banyak nubuatan-nubuatan yang dibutuhkan oleh mereka pada waktu itu dan kita yang berada di akhir zaman. Pada waktu itu orang-orang Yehuda berpikir habislah kita sebab semua sudah dirampas dan mereka tidak memiliki apa-apa. Kemudian Tuhan memberitahu kepada Yehezkiel untuk memberitakan kepada semua; Roh-Ku akan Kurelakan diam di dalam setiap kepala/pribadi bukan hanya di setiap kelompok karena Allah sangat berkepentingan dengan setiap pribadi.
Tuhan bukan hanya datang di antara kita, tapi Dia ingin masuk dalam hidup kita dan ketika Dia mau tinggal dalam hidup kita dalam bentuk Roh; Yesus memberi penjelasan dalam Yohanes 4:24 - Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran. Kalau Ia mau tinggal dalam hidup kita, kita perlu rawat, perlu jaga dan perlu bergaul bersama-sama karena Ia sebagai satu pribadi jangan sampai kita membuatNya berdukacita (Efesus 4:30). Allah mau tinggal dalam hidup kita, ketika tempat huniannya ternyata menyimpan dendam, memelihara dan memupuk kebencian, itu akan membuat Roh Kudus berdukacita. Roh juga bisa merasa terhina, tersinggung. Kisah Para Rasul 5:3-4, ketika Ananias mendustai Roh Kudus, ia bukan hanya mendustai Roh sebagai penuntun, dan pemberi semangat tapi ia mendustai Roh sebagai pribadi Allah sendiri.
Roh itu mempunyai ide, sebagai satu pribadi yang sangat kreatif, begitu inovatif, variatif sesuai kebutuhan keselamatan, kebutuhan jasmani, dan kebutuhan rohani kita. Begitu banyak caranya untuk membuka jalan, menjawab doa kita. Kisah Para Rasul 16:6-7, Paulus dan Silas mempunyai rencana untuk berada di pesisir daerah Turki Selatan, menurut akal perlu untuk meneguhkan, melawati jemaat-jemaat yang ada di sana, tapi Roh Kudus yang punya ide mencegah kepada mereka. Roh bisa mencegah kita dan kita harus peka dan tunduk pada pimpinan Roh.
Roh Kudus pun tahu persis posisi seseorang. Kisah Para Rasul 8:26-29, kalau Roh Kudus bekerja tidak ada jarak yang terlalu panjang, tidak ada beban yang terlalu berat dan yang mustahil menjadi tidak mustahil, Roh Kudus membawa Filipus begitu cepat dari Samaria dan tiba di Gaza (jarak Samaria – Gaza begitu jauh) untuk memberitakan Injil kepada seorang sida-sida Etiopia.
Roh Kudus memberikan pengertian, pemahaman tentang rancangan Allah di dalam diri seseorang. Mazmur 139:13, Yeremia 1:4-5, Tuhan sementara membentuk/membuat satu helai kain, kemudian Ia tahu persis helai kain ini akan digunakan untuk apa, dijadikan apa. Ketika Tuhan menenun Yusuf di dalam rahim ibunya, Tuhan menetapkan dia melalui satu vision di Kejadian pasal 37 menjadi pemimpin di mesir. Ketika ia bermimpi matahari dan bulan (orangtuanya) dan kesebelas bintang (saudara-saudaranya) semuanya datang mengelilingi dan menyembah dia, peristiwa ini terjadi 22 tahun sebelum kelaparan besar terjadi di Mesir. Untuk menghadapi kelaparan besar di Mesir, Tuhan siapkan tenunan tadi menjadi bakal pemimpin di Mesir untuk memberi makan orang Mesir dan keluarganya. Untuk sampai di tahta di Mesir ketika Yusuf bermimpi, mulailah ia mengalami penderitaan seperti sebatang lilin –ia tidak bisa memilih akan disimpan ataukah akan dibakar oleh pemiliknya– ia harus menyerah kepada pemiliknya. Saat Tuhan perlihatkan kepadanya ia bakal menjadi pemimpin justru kakak-kakaknya datang mengambil korek api dan menyalakannya, saat ia berpindah ke Mesir, batangnya makin pendek, sumbunya makin hitam, ia dibuang ke penjara karena fitnah istri Potifar tapi Yusuf tidak pernah ‘protes’ tapi ia berkata jadilah kehendakMu bukan kehendakku yang jadi. Setelah genap waktunya lilin yang terbakar, ia keluar dari penjara dan ketika ia ditahbiskan menjadi raja muda di Mesir, Firaun berkata: "Mungkinkah kita mendapat orang seperti ini, seorang yang penuh dengan Roh Allah?", Kejadian 41:37,38.
Maukah kita dipenuhkan dengan Roh Kudus? Roh Kudus tahu persis apa yang tersembunyi dan terselubung di hadapan kita, ketika kita dipenuhkan kuasa Roh Kudus, Roh Kudus akan tampil untuk mengutarakan semuanya.
Amin.
Subscribe to:
Posts (Atom)