Sunday, September 13, 2009
JUBAH ILAHI YANG HARUS DIKENAKAN SETIAP WAKTU - LAMBAT UNTUK BERKATA-KATA -
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 13 September 2009
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 1:19-27 diberi tema pendengar atau pelaku firman (TB); mendengar dan berbuat (TBIS), menampilkan tiga warna dasar yang sangat mempengaruhi di dalam kondisi kerohanian kita baik di dalam perkembangan, pertumbuhan, sampai kepada penuaian-penuaian yaitu cepat untuk mendengar (ayat 21-25), lambat untuk berkata-kata, dan lambat untuk marah.
Gaya hidup mereka yang akan memperoleh dan menerima lahan tuaian, warna dasar yang kedua yaitu lambat untuk berkata-kata. Yakobus 1:26-27 - Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya...
Merasa setia, aktif dalam pelayanan tetapi tidak mengekang (tidak mengontrol, tidak mengendalikan, tidak mendisiplinkan) lidahnya; firman Allah katakan sia-sialah ibadahnya sama seperti ketika Yesus berkata Aku tidak pernah mengenal kamu (Matius 7:22), kemudian mereka protes, mereka adalah orang-orang yang aktif tetapi kekeliruan yang mereka tidak pernah perbaiki adalah tidak disiplin dalam soal lidah. Lidah digerakkan oleh hati dan pikiran. Untuk membaca hati, pikiran, emosi seseorang selain dari raut muka kita pun bisa mengerti melalui lidah saat ia melontarkan perkataan.
Lidah tiap saat mempunyai peran, fungsi lidah untuk membangun relasi, komunikasi (dari hati dituangkan ke lidah) baik terhadap Tuhan maupun terhadap sesama dan seharusnya melalui lidah kita membangun, kehadiran kita sebagai garam untuk memberi rasa pada banyak orang, sebagai terang untuk menuntun banyak orang. Lidah digunakan bukan hanya untuk memberkati orang yang menyenangkan kita tapi juga orang yang menyusahkan kita. Lidah berfungsi juga untuk menyatakan ide, keinginan, isi hati dan pikiran dengan catatan untuk mereka yang tidak bisa bicara mereka mempunyai bahasa isyarat, yang tuli sekalipun mereka punya bahasa. Betapa pentingnya lidah, Tuhan mampu mengubahkan lembah menjadi ladang penuaian, tapi tergantung ladang itu kita cemari atau kita pupuk dengan lidah kita.
Kapan dan di mana lidah manusia mulai liar?
Kejadian 1:1-31, semua yang Tuhan ciptakan termasuk lidah Tuhan berkata sungguh amat baik. Kejadian 3:1-7, sebelum manusia berjumpa dengan Iblis yang datang menggunakan ular, lidah hanya untuk memashyurkan Allah. Kejadian 3:8, selama periode tahun-tahun kemuliaan, manusia biasa menyambut Tuhan di dalam kemuliaan (Yehezkiel 28:13), para theolog sepakat keindahan yang ditulis ini ditujukan pada Lucifer yang jubahnya bertahtakan 9 batu permata, ia selalu berada di dekat tahta Allah, ketika Lucifer memberontak lalu dicampakkan ke bumi ia menjadi Setan dan ia melihat manusia yang diciptakan Allah sekarang memakai jubah kemuliaan yang pernah ia gunakan berjalan di taman Eden bercakap-cakap dengan Tuhan. Ketika Adam dan Hawa berjalan-jalan dialog awal menunjukkan Hawa bercakap-cakap dengan ular, bahasa mereka mulai berubah, lidah mulai liar sejak ia bertemu dengan Iblis. Saat Hawa membiarkan dan mengijinkan untuk kontak dengan Iblis lidahnya menjadi tidak terkendali lagi, tercemar, menyalahkan Tuhan (Yeremia 17:9). Gaya hidupnya menjadi licik (Roma 5:19), kalau saja ketika ular mulai memancing dan Hawa mengambil sikap maka tidak tercemar.
Orang percaya yang tidak akan menerima lahan penuaian yang Tuhan siapkan adalah orang Kristen yang memberi tempat pada Iblis (Efesus 4:27). Jangan sekali-kali memberi lahan/kesempatan pada Iblis untuk membangun pangkalan atau landasan dalam hidup kita. Amsal 12:6 - Kata-kata orang jahat mematikan; kata-kata orang jujur menyelamatkan (TBIS). Kata-kata = dabar (bahasa Ibrani) mempunyai pengertian kata-kata yang keluar dari lidah untuk membicarakan masalah-masalah, urutan peristiwa-peristiwa/kronologis. Sering kali orang mulai mengutarakan urutan-urutan peristiwa dengan menambah-nambah. Orang fasik (bahasa Arab) = mereka tahu Tuhan tapi tidak mengindahkan firman Allah. Kendalikan lidah untuk mengutarakan sesuatu jangan sampai membunuh orang lain.
Tuhan geram ketika kita tidak mampu mengontrol/mendisiplinkan lidah (Yakobus 1:26) --jangan sampai karena punya kepentingan, emosi, kita lontarkan seperti pedang membunuh seseorang--, Imamat 26:19 - ...Hujan tak akan turun, sehingga tanahmu menjadi kering dan keras seperti besi.
II Raja-raja 22:18-20, Yosia raja Yehuda sempat liar lidahnya, tahun-tahun awal pemerintahannya ia mencari Tuhan, kerajaannya diberkati luar biasa tapi setelah Tuhan promosikan dia, lidahnya mulai liar, tidak mengindahkan firman Allah dan semua yang keluar dari lidahnya menyakiti hati Tuhan. Ketika Yosia mendengar malapetaka yang Tuhan sampaikan melalui nabiah Hulda, ia sadar. Ketika menyesal dan bertobat, sekalipun sudah sempat mencemari dengan lidah lahan yang Tuhan siapkan tapi saat ia memohon Tuhan ampuni dan Tuhan mendengar tangisan maka ia tidak akan melihat lembah-lembah menjadi lembah kegagalan, tangisan tapi Tuhan ubahkan menjadi daerah penuaian.
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 1:19-27 diberi tema pendengar atau pelaku firman (TB); mendengar dan berbuat (TBIS), menampilkan tiga warna dasar yang sangat mempengaruhi di dalam kondisi kerohanian kita baik di dalam perkembangan, pertumbuhan, sampai kepada penuaian-penuaian yaitu cepat untuk mendengar (ayat 21-25), lambat untuk berkata-kata, dan lambat untuk marah.
Gaya hidup mereka yang akan memperoleh dan menerima lahan tuaian, warna dasar yang kedua yaitu lambat untuk berkata-kata. Yakobus 1:26-27 - Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya...
Merasa setia, aktif dalam pelayanan tetapi tidak mengekang (tidak mengontrol, tidak mengendalikan, tidak mendisiplinkan) lidahnya; firman Allah katakan sia-sialah ibadahnya sama seperti ketika Yesus berkata Aku tidak pernah mengenal kamu (Matius 7:22), kemudian mereka protes, mereka adalah orang-orang yang aktif tetapi kekeliruan yang mereka tidak pernah perbaiki adalah tidak disiplin dalam soal lidah. Lidah digerakkan oleh hati dan pikiran. Untuk membaca hati, pikiran, emosi seseorang selain dari raut muka kita pun bisa mengerti melalui lidah saat ia melontarkan perkataan.
Lidah tiap saat mempunyai peran, fungsi lidah untuk membangun relasi, komunikasi (dari hati dituangkan ke lidah) baik terhadap Tuhan maupun terhadap sesama dan seharusnya melalui lidah kita membangun, kehadiran kita sebagai garam untuk memberi rasa pada banyak orang, sebagai terang untuk menuntun banyak orang. Lidah digunakan bukan hanya untuk memberkati orang yang menyenangkan kita tapi juga orang yang menyusahkan kita. Lidah berfungsi juga untuk menyatakan ide, keinginan, isi hati dan pikiran dengan catatan untuk mereka yang tidak bisa bicara mereka mempunyai bahasa isyarat, yang tuli sekalipun mereka punya bahasa. Betapa pentingnya lidah, Tuhan mampu mengubahkan lembah menjadi ladang penuaian, tapi tergantung ladang itu kita cemari atau kita pupuk dengan lidah kita.
Kapan dan di mana lidah manusia mulai liar?
Kejadian 1:1-31, semua yang Tuhan ciptakan termasuk lidah Tuhan berkata sungguh amat baik. Kejadian 3:1-7, sebelum manusia berjumpa dengan Iblis yang datang menggunakan ular, lidah hanya untuk memashyurkan Allah. Kejadian 3:8, selama periode tahun-tahun kemuliaan, manusia biasa menyambut Tuhan di dalam kemuliaan (Yehezkiel 28:13), para theolog sepakat keindahan yang ditulis ini ditujukan pada Lucifer yang jubahnya bertahtakan 9 batu permata, ia selalu berada di dekat tahta Allah, ketika Lucifer memberontak lalu dicampakkan ke bumi ia menjadi Setan dan ia melihat manusia yang diciptakan Allah sekarang memakai jubah kemuliaan yang pernah ia gunakan berjalan di taman Eden bercakap-cakap dengan Tuhan. Ketika Adam dan Hawa berjalan-jalan dialog awal menunjukkan Hawa bercakap-cakap dengan ular, bahasa mereka mulai berubah, lidah mulai liar sejak ia bertemu dengan Iblis. Saat Hawa membiarkan dan mengijinkan untuk kontak dengan Iblis lidahnya menjadi tidak terkendali lagi, tercemar, menyalahkan Tuhan (Yeremia 17:9). Gaya hidupnya menjadi licik (Roma 5:19), kalau saja ketika ular mulai memancing dan Hawa mengambil sikap maka tidak tercemar.
Orang percaya yang tidak akan menerima lahan penuaian yang Tuhan siapkan adalah orang Kristen yang memberi tempat pada Iblis (Efesus 4:27). Jangan sekali-kali memberi lahan/kesempatan pada Iblis untuk membangun pangkalan atau landasan dalam hidup kita. Amsal 12:6 - Kata-kata orang jahat mematikan; kata-kata orang jujur menyelamatkan (TBIS). Kata-kata = dabar (bahasa Ibrani) mempunyai pengertian kata-kata yang keluar dari lidah untuk membicarakan masalah-masalah, urutan peristiwa-peristiwa/kronologis. Sering kali orang mulai mengutarakan urutan-urutan peristiwa dengan menambah-nambah. Orang fasik (bahasa Arab) = mereka tahu Tuhan tapi tidak mengindahkan firman Allah. Kendalikan lidah untuk mengutarakan sesuatu jangan sampai membunuh orang lain.
Tuhan geram ketika kita tidak mampu mengontrol/mendisiplinkan lidah (Yakobus 1:26) --jangan sampai karena punya kepentingan, emosi, kita lontarkan seperti pedang membunuh seseorang--, Imamat 26:19 - ...Hujan tak akan turun, sehingga tanahmu menjadi kering dan keras seperti besi.
II Raja-raja 22:18-20, Yosia raja Yehuda sempat liar lidahnya, tahun-tahun awal pemerintahannya ia mencari Tuhan, kerajaannya diberkati luar biasa tapi setelah Tuhan promosikan dia, lidahnya mulai liar, tidak mengindahkan firman Allah dan semua yang keluar dari lidahnya menyakiti hati Tuhan. Ketika Yosia mendengar malapetaka yang Tuhan sampaikan melalui nabiah Hulda, ia sadar. Ketika menyesal dan bertobat, sekalipun sudah sempat mencemari dengan lidah lahan yang Tuhan siapkan tapi saat ia memohon Tuhan ampuni dan Tuhan mendengar tangisan maka ia tidak akan melihat lembah-lembah menjadi lembah kegagalan, tangisan tapi Tuhan ubahkan menjadi daerah penuaian.
Sunday, September 06, 2009
JUBAH ILAHI YANG HARUS DIKENAKAN SETIAP WAKTU - CEPAT UNTUK MENDENGAR - (Bagian V)
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 6 September 2009
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 1:22-25 berbicara tentang hukum ilahi cepat untuk mendengar melalui derap langkah iman. Dalam hal mendengar dan melakukan dipadankan dengan menabur dan menuai. Jangan mimpi menuai kalau tidak menabur, jangan takut untuk menabur Tuhan pasti sediakan areal penuaian. Tuhan siapkan daerah/lokasi penuaian sering kali tidak sama dengan jalan pikiran kita, mungkin kita berada di tempat yang tidak produktif tapi kalau Tuhan tetapkan kita menuai di sana, Tuhan bisa mengubah padang tandus menjadi padang buah-buahan yang subur.
Areal tempat kita menuai: Yehezkiel 37:13-14 - Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, pada saat Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya. Aku akan memberikan Roh-Ku ke dalammu, sehingga kamu hidup kembali dan Aku akan membiarkan kamu tinggal di tanahmu...
Ayat ini dilatarbelakangi penglihatan yang Tuhan perlihatkan pada Yehezkiel tentang satu individu, satu keluarga, satu komunitas yang disebut orang-orang percaya, lalu Tuhan perlihatkan satu kota, dan satu bangsa, mereka ada di lembah; ternyata orang-orang tadi nampaknya seperti tulang-tulang kering padahal secara jasmani mereka berhasil dalam pendidikan, karir, pergaulan tapi secara rohani mereka kelihatan seperti tulang-tulang kering. Bukanlah Tuhan kalau Tuhan tidak punya anugerah sehingga Yehezkiel memberitakan kepada tulang-tulang kering ini; tulang tapi masih bisa mendengar, untuk tegak berdiri tergantung mau meresponi atau tidak. Ketika tulang-tulang mau meresponi dengan melakukan firman Allah, Tuhan berkata Aku Tuhanmu, pada saat Aku membuka kubur-kuburmu Aku akan membuka pintu ketidakberdayaanmu, ketidakmapananmu, kegagalanmu, dan Aku akan membiarkan engkau tinggal di areal penuaianmu.
Lembah yang sering kali manusia berada di sana:
1.Mazmur 84:7.
Ketika seseorang sedang berada di lembah baka (bac - bahasa Ibrani = lembah tangisan, lembah ketidakberdayaan, lembah ketidakmapanan, lembah kegagalan) bagaikan tulang-tulang tidak berdaya, untuk merubah menjadi lembah penuh sukacita itu tergantung pada mereka sendiri, Tuhan sudah siapkan terobosan tapi mereka harus menggapainya.
Pada waktu Abraham menguburkan Sara istrinya di Hebron, bani Het menawarkan dengan gratis tanah di sana karena semenjak Abraham berada di Hebron mereka diberkati tapi Abraham tidak mau ‘gratisan’, ia membayar 400 syikal perak kepada mereka. Harga keselamatan kita, Tuhan beri cuma-cuma tapi harga pembayar Yesus bayar dengan nyawaNya sendiri. Acapkali kita berada di lembah baka namun lembah baka dapat berubah menjadi lembah bermata air tergantung respon dan sikap kita mau bayar harga atau tidak.
2.Mazmur 23:4.
Lembah kekelaman = lembah bayang-bayang maut (TL), ayat ini menyatakan justru di ujung kematian pun Tuhan siapkan tempat itu menjadi areal penuaian mujizat kedahsyatan Allah.
Di lembah manapun Tuhan akan ubah menjadi areal penuaian tapi miliki kuncinya yaitu Yakobus 1:23-24 - Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin. Baru saja ia memandang dirinya, ia sudah pergi atau ia segera lupa bagaimana rupanya.
Yakobus menggambarkan firman Allah seperti cermin yang menunjukkan kotoran-kotoran dan kekurangan-kekurangan kita. Yakobus berbicara firman Allah seperti cermin, namun sayang kenapa banyak orang Kristen --tanah subur sekalipun-- tidak menuai sedangkan lembah baka Tuhan bisa ubah menjadi areal penuaian? Sebab sudah tahu firman Allah tapi tidak mau memperbaiki, tidak memiliki roh kerelaan untuk berubah. Ketika kita berubah, bercermin pada firman Allah bukan hanya kita yang diberkati rapi orang lain diberkati. Pada waktu Zakheus berubah terjadi pemulihan ekonomi di kota Yerikho, pada waktu perempuan Samaria bertobat, satu kota diberkati, keluarga-keluarga yang berantakan diperbaiki.
II Korintus 3:18 inilah tujuan firman Allah menjadi cermin supaya waktu kita bercermin tahu kesalahan kita, kita mau berubah dan perubahan kita akan memantul pada orang lain, kita sekarang menjadi cermin yang memantulkan firman Allah. Galatia 1:13, 23-24, Paulus yang sebelumnya bernama Saulus dahulu menganiaya banyak orang, tidak bisa menjadi berkat dan menyusahkan banyak orang tapi sekarang ia sudah berubah. Dulu ia bercermin pada firman Allah sekarang ia menjadi cermin buat banyak orang, memantulkan firman Allah, menjadi berkat.
Sudahkah engkau menjadi cermin bagi orang lain (ketika orang melihat engkau berubah, ia ingin juga menjadi seperti engkau diubah, diberkati). Kalau engkau mau menjadi cermin bagi orang lain Tuhan berkata dalam Filipi 4:19 - Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus. Mereka yang mengenakan jubah cepat mendengar berjalan dalam derap langkah iman, di lembah manapun engkau berada Tuhan mau ubah menjadi lembah penuaian.
Amin.
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 1:22-25 berbicara tentang hukum ilahi cepat untuk mendengar melalui derap langkah iman. Dalam hal mendengar dan melakukan dipadankan dengan menabur dan menuai. Jangan mimpi menuai kalau tidak menabur, jangan takut untuk menabur Tuhan pasti sediakan areal penuaian. Tuhan siapkan daerah/lokasi penuaian sering kali tidak sama dengan jalan pikiran kita, mungkin kita berada di tempat yang tidak produktif tapi kalau Tuhan tetapkan kita menuai di sana, Tuhan bisa mengubah padang tandus menjadi padang buah-buahan yang subur.
Areal tempat kita menuai: Yehezkiel 37:13-14 - Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, pada saat Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya. Aku akan memberikan Roh-Ku ke dalammu, sehingga kamu hidup kembali dan Aku akan membiarkan kamu tinggal di tanahmu...
Ayat ini dilatarbelakangi penglihatan yang Tuhan perlihatkan pada Yehezkiel tentang satu individu, satu keluarga, satu komunitas yang disebut orang-orang percaya, lalu Tuhan perlihatkan satu kota, dan satu bangsa, mereka ada di lembah; ternyata orang-orang tadi nampaknya seperti tulang-tulang kering padahal secara jasmani mereka berhasil dalam pendidikan, karir, pergaulan tapi secara rohani mereka kelihatan seperti tulang-tulang kering. Bukanlah Tuhan kalau Tuhan tidak punya anugerah sehingga Yehezkiel memberitakan kepada tulang-tulang kering ini; tulang tapi masih bisa mendengar, untuk tegak berdiri tergantung mau meresponi atau tidak. Ketika tulang-tulang mau meresponi dengan melakukan firman Allah, Tuhan berkata Aku Tuhanmu, pada saat Aku membuka kubur-kuburmu Aku akan membuka pintu ketidakberdayaanmu, ketidakmapananmu, kegagalanmu, dan Aku akan membiarkan engkau tinggal di areal penuaianmu.
Lembah yang sering kali manusia berada di sana:
1.Mazmur 84:7.
Ketika seseorang sedang berada di lembah baka (bac - bahasa Ibrani = lembah tangisan, lembah ketidakberdayaan, lembah ketidakmapanan, lembah kegagalan) bagaikan tulang-tulang tidak berdaya, untuk merubah menjadi lembah penuh sukacita itu tergantung pada mereka sendiri, Tuhan sudah siapkan terobosan tapi mereka harus menggapainya.
Pada waktu Abraham menguburkan Sara istrinya di Hebron, bani Het menawarkan dengan gratis tanah di sana karena semenjak Abraham berada di Hebron mereka diberkati tapi Abraham tidak mau ‘gratisan’, ia membayar 400 syikal perak kepada mereka. Harga keselamatan kita, Tuhan beri cuma-cuma tapi harga pembayar Yesus bayar dengan nyawaNya sendiri. Acapkali kita berada di lembah baka namun lembah baka dapat berubah menjadi lembah bermata air tergantung respon dan sikap kita mau bayar harga atau tidak.
2.Mazmur 23:4.
Lembah kekelaman = lembah bayang-bayang maut (TL), ayat ini menyatakan justru di ujung kematian pun Tuhan siapkan tempat itu menjadi areal penuaian mujizat kedahsyatan Allah.
Di lembah manapun Tuhan akan ubah menjadi areal penuaian tapi miliki kuncinya yaitu Yakobus 1:23-24 - Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin. Baru saja ia memandang dirinya, ia sudah pergi atau ia segera lupa bagaimana rupanya.
Yakobus menggambarkan firman Allah seperti cermin yang menunjukkan kotoran-kotoran dan kekurangan-kekurangan kita. Yakobus berbicara firman Allah seperti cermin, namun sayang kenapa banyak orang Kristen --tanah subur sekalipun-- tidak menuai sedangkan lembah baka Tuhan bisa ubah menjadi areal penuaian? Sebab sudah tahu firman Allah tapi tidak mau memperbaiki, tidak memiliki roh kerelaan untuk berubah. Ketika kita berubah, bercermin pada firman Allah bukan hanya kita yang diberkati rapi orang lain diberkati. Pada waktu Zakheus berubah terjadi pemulihan ekonomi di kota Yerikho, pada waktu perempuan Samaria bertobat, satu kota diberkati, keluarga-keluarga yang berantakan diperbaiki.
II Korintus 3:18 inilah tujuan firman Allah menjadi cermin supaya waktu kita bercermin tahu kesalahan kita, kita mau berubah dan perubahan kita akan memantul pada orang lain, kita sekarang menjadi cermin yang memantulkan firman Allah. Galatia 1:13, 23-24, Paulus yang sebelumnya bernama Saulus dahulu menganiaya banyak orang, tidak bisa menjadi berkat dan menyusahkan banyak orang tapi sekarang ia sudah berubah. Dulu ia bercermin pada firman Allah sekarang ia menjadi cermin buat banyak orang, memantulkan firman Allah, menjadi berkat.
Sudahkah engkau menjadi cermin bagi orang lain (ketika orang melihat engkau berubah, ia ingin juga menjadi seperti engkau diubah, diberkati). Kalau engkau mau menjadi cermin bagi orang lain Tuhan berkata dalam Filipi 4:19 - Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus. Mereka yang mengenakan jubah cepat mendengar berjalan dalam derap langkah iman, di lembah manapun engkau berada Tuhan mau ubah menjadi lembah penuaian.
Amin.
Sunday, August 30, 2009
JUBAH ILAHI YANG HARUS DIKENAKAN SETIAP WAKTU - CEPAT UNTUK MENDENGAR - (Bagian IV)
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 30 Agustus 2009
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 1:22-25 berbicara tentang hukum/peraturan ilahi tentang cepat untuk mendengar.
Yakobus 1:22 - Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri. Mendengar dan melakukan apa yang kita tahu dari firman Allah punya padanan arti menabur dan menuai. Orang sering kali mengharap agar ada tuaian tapi bagaimana mungkin bisa menuai kalau tidak menabur? Petani paham sekali tentang hal ini, ia tidak mungkin akan menuai kecuali ia harus menabur tapi itu ada aturan/hukumnya.
Petrus sedang berbicara tentang bagaimana caranya supaya orang percaya tidak gampang hanyut dan diserang oleh penyakit rohani di akhir zaman. II Petrus 3:18, orang percaya yang tidak gampang hanyut, tersesat dan terserang penyakit rohani di akhir zaman adalah orang percaya yang bertumbuh (= bertambah-tambah kuantitas/volume/fisik/karakter dan kualitas/mutu) sehingga tidak mengalami kebantutan pertumbuhan. Pertumbuhan itu dari Tuhan tapi soal proses itu terletak pada kita. Tuhan selalu bekerja dan menyelesaikan bagiannya, bagian dari pertumbuhan itu terletak pada tanaman.
Yesus pernah memberikan perumpamaan dalam Yesaya 5:1-7, benih yang baik sudah ditaburkan namun prosesnya ada yang di batu-batu, ada yang di tempat berduri (= masalah). Kalau Tuhan memberi pertumbuhan, Tuhan pasti memberi potensi untuk berbuah lebat tapi soal batu dan duri mau dibuang atau tidak itu urusan kita (kita harus bertindak), ini hukum ilahi yang tidak bisa diubah. Tuhan akan menumbuhkan tapi penghambat (batu, duri, luka-luka batin) yang menyebabkan tidak adanya pertumbuhan harus kita buang/bereskan.
Di mana dan bagaimana caranya agar kita yang disebut cepat untuk mendengar didapati bertumbuh dan terus bertumbuh dalam pertumbuhannya? Ayub 8:11 - Dapatkah pandan bertumbuh tinggi, kalau tidak di rawa, atau mensiang bertumbuh subur, kalau tidak di air? Kata-kata ini keluar dari mulut Bildad --keturunan Abraham melalui Ketura yang tinggal di daerah padang pasir dan tidak ada rawa-rawa-- salah satu sahabat/relasi dagang Ayub. Dalam hal mendengar dan melakukan firman Allah kita harus tahu tempat di mana kita mendengar dan bertumbuh. Di mana pun kita bisa mendengar firman Allah tapi kita harus mengerti pandan bisa tumbuh di rawa-rawa dan mensiang di air. Jadi sebagai orang Kristen kita harus tahu di mana kita bisa mendengar yang baik dan di mana serta bagaimana kita dapat bertumbuh dengan baik.
Yehezkiel 27 orang Arwad menawarkan fasilitas dan Gamad menjanjikan keamanan pada Daud kalau Daud mau menyembah Tuhan di tempat mereka tapi Daud berkata dalam Mazmur 27:4 - Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya; Daud mengerti pandan itu harus tumbuh di rawa-rawa dan mensiang harus tumbuh di air.
Hukum ilahi tentang cepat mendengar dan hukum itu disebut sebagai langkah iman:
1.Roma 12:3.
Kita dapat menjaga keseimbangan perjalanan kita dalam menghadapi apa saja menurut ukuran iman, setiap kali kita mendengar firman Allah pasti akan lahir iman (Roma 10:17), saat kita menerima iman Allah memberi ukuran dan ukuran ini harus terus berkembang dan bertumbuh. Kegagalan sering kali merupakan hasil yang Tuhan tunda dan diserahkan tepat pada waktunya.
2.II Timotius 1:5.
Pertumbuhan itu harus nyata karena iman harus diteruskan, dilanjutkan. Kita tidak boleh menjadi jemaat Tuhan yang bertumbuh hanya untuk diri sendiri tapi saya bertumbuh supaya saya bisa meneruskan dan orang lain pun bertumbuh. Timotius melihat iman yang bertumbuh dari Eunike ibunya, Eunike melihat iman yang bertumbuh dari Lois neneknya Timotius.
3.II Korintus 5:7.
Kita harus berjalan dalam langkah iman, iman tidak statis tapi bertumbuh dan jalan terus, jangan puas dengan apa yang sudah dicapai. Langkah iman ini Paulus jelaskan dalam Kolose 3:10. Daud telah membunuh singa, maka ia dapat membunuh beruang, dan ia dapat kalahkan Goliat karena telah membunuh beruang.
4.Yosua 3:15-17.
Kita harus mempunyai komitmen/tekad/janji terhadap iman. Daud pernah punya janji iman karena cintanya pada rumah Tuhan maka ia mau menambah lagi untuk rumah Tuhan emas dan perak kepunyaannya sendiri (I Tawarikh 29:3-4).
Kenakan jubah cepat untuk mendengar dalam derap langkah iman, berjalanlah dalam langkah iman kita bertumbuh, iman itu kita bagikan, kemudian perjelas komitmen terhadap iman maka Tuhan mempunyai respon "Jadilah kepadamu menurut imanmu"(Matius 9:29).
Amin.
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 1:22-25 berbicara tentang hukum/peraturan ilahi tentang cepat untuk mendengar.
Yakobus 1:22 - Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri. Mendengar dan melakukan apa yang kita tahu dari firman Allah punya padanan arti menabur dan menuai. Orang sering kali mengharap agar ada tuaian tapi bagaimana mungkin bisa menuai kalau tidak menabur? Petani paham sekali tentang hal ini, ia tidak mungkin akan menuai kecuali ia harus menabur tapi itu ada aturan/hukumnya.
Petrus sedang berbicara tentang bagaimana caranya supaya orang percaya tidak gampang hanyut dan diserang oleh penyakit rohani di akhir zaman. II Petrus 3:18, orang percaya yang tidak gampang hanyut, tersesat dan terserang penyakit rohani di akhir zaman adalah orang percaya yang bertumbuh (= bertambah-tambah kuantitas/volume/fisik/karakter dan kualitas/mutu) sehingga tidak mengalami kebantutan pertumbuhan. Pertumbuhan itu dari Tuhan tapi soal proses itu terletak pada kita. Tuhan selalu bekerja dan menyelesaikan bagiannya, bagian dari pertumbuhan itu terletak pada tanaman.
Yesus pernah memberikan perumpamaan dalam Yesaya 5:1-7, benih yang baik sudah ditaburkan namun prosesnya ada yang di batu-batu, ada yang di tempat berduri (= masalah). Kalau Tuhan memberi pertumbuhan, Tuhan pasti memberi potensi untuk berbuah lebat tapi soal batu dan duri mau dibuang atau tidak itu urusan kita (kita harus bertindak), ini hukum ilahi yang tidak bisa diubah. Tuhan akan menumbuhkan tapi penghambat (batu, duri, luka-luka batin) yang menyebabkan tidak adanya pertumbuhan harus kita buang/bereskan.
Di mana dan bagaimana caranya agar kita yang disebut cepat untuk mendengar didapati bertumbuh dan terus bertumbuh dalam pertumbuhannya? Ayub 8:11 - Dapatkah pandan bertumbuh tinggi, kalau tidak di rawa, atau mensiang bertumbuh subur, kalau tidak di air? Kata-kata ini keluar dari mulut Bildad --keturunan Abraham melalui Ketura yang tinggal di daerah padang pasir dan tidak ada rawa-rawa-- salah satu sahabat/relasi dagang Ayub. Dalam hal mendengar dan melakukan firman Allah kita harus tahu tempat di mana kita mendengar dan bertumbuh. Di mana pun kita bisa mendengar firman Allah tapi kita harus mengerti pandan bisa tumbuh di rawa-rawa dan mensiang di air. Jadi sebagai orang Kristen kita harus tahu di mana kita bisa mendengar yang baik dan di mana serta bagaimana kita dapat bertumbuh dengan baik.
Yehezkiel 27 orang Arwad menawarkan fasilitas dan Gamad menjanjikan keamanan pada Daud kalau Daud mau menyembah Tuhan di tempat mereka tapi Daud berkata dalam Mazmur 27:4 - Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya; Daud mengerti pandan itu harus tumbuh di rawa-rawa dan mensiang harus tumbuh di air.
Hukum ilahi tentang cepat mendengar dan hukum itu disebut sebagai langkah iman:
1.Roma 12:3.
Kita dapat menjaga keseimbangan perjalanan kita dalam menghadapi apa saja menurut ukuran iman, setiap kali kita mendengar firman Allah pasti akan lahir iman (Roma 10:17), saat kita menerima iman Allah memberi ukuran dan ukuran ini harus terus berkembang dan bertumbuh. Kegagalan sering kali merupakan hasil yang Tuhan tunda dan diserahkan tepat pada waktunya.
2.II Timotius 1:5.
Pertumbuhan itu harus nyata karena iman harus diteruskan, dilanjutkan. Kita tidak boleh menjadi jemaat Tuhan yang bertumbuh hanya untuk diri sendiri tapi saya bertumbuh supaya saya bisa meneruskan dan orang lain pun bertumbuh. Timotius melihat iman yang bertumbuh dari Eunike ibunya, Eunike melihat iman yang bertumbuh dari Lois neneknya Timotius.
3.II Korintus 5:7.
Kita harus berjalan dalam langkah iman, iman tidak statis tapi bertumbuh dan jalan terus, jangan puas dengan apa yang sudah dicapai. Langkah iman ini Paulus jelaskan dalam Kolose 3:10. Daud telah membunuh singa, maka ia dapat membunuh beruang, dan ia dapat kalahkan Goliat karena telah membunuh beruang.
4.Yosua 3:15-17.
Kita harus mempunyai komitmen/tekad/janji terhadap iman. Daud pernah punya janji iman karena cintanya pada rumah Tuhan maka ia mau menambah lagi untuk rumah Tuhan emas dan perak kepunyaannya sendiri (I Tawarikh 29:3-4).
Kenakan jubah cepat untuk mendengar dalam derap langkah iman, berjalanlah dalam langkah iman kita bertumbuh, iman itu kita bagikan, kemudian perjelas komitmen terhadap iman maka Tuhan mempunyai respon "Jadilah kepadamu menurut imanmu"(Matius 9:29).
Amin.
Sunday, August 23, 2009
JUBAH ILAHI YANG HARUS DIKENAKAN SETIAP WAKTU - CEPAT UNTUK MENDENGAR - (Bagian III)
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 23 Agustus 2009
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 1:21 - Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.
Warna dari jubah cepat mendengar:
1. Tangkas: bisa menangkap apa yang dimaksud firman Allah dan ada satu sukacita untuk melakukan apa yang ia dengar.
2. Membuang/menolak segala sesuatu yang kotor dan jahat yang begitu banyak itu yang selalu berpotensi untuk menjebak.
3. Menerima/menyambut firman Allah dengan hati yang lemah lembut.
Berbicara tentang sikap hati yang tidak memberontak, tidak melawan, menyerah/pasrah terhadap Tuhan, hati yang rela, mudah dibentuk dan mau menerima koreksi.
Gagasannya: tanah liat yang dibentuk menjadi sesuatu harus punya kerelaan ditaruh di atas kisaran, diputar dan mulai dibentuk, kalau ada batu kecil, penjunan akan menghentikan kisaran, mengambil batu tadi dan tanah liat akan dibentuk kembali. Kalau tanah liat ini tidak punya kesiapan/kerelaan maka tidak akan menjadi apapun; kalau kita mau dibentuk menjadi alat Tuhan, Tuhan tahu persis, Tuhan punya rencana untuk kita masing-masing. Jangan berpikir saya bodoh, saya tidak mungkin berhasil karena itu adalah suara dari Iblis. Siapa pun kita Tuhan akan pakai dengan luar biasa.
Alkitab mencatat tentang seseorang yang semula sombong tapi pada waktu ia mendengar, apa yang ia dengar itu memproses dirinya untuk berjumpa dengan Yesus. Lukas 19:1-6, di Yerikho --pusat perdagangan, kota kedua setelah Yerusalem yang merupakan ibukota-- Zakheus bukan seorang pegawai biasa tapi ia adalah seorang petinggi di bidang bea cukai/pajak, ia disegani dan dihormati. Zakheus seorang yang kaya, berhasil dalam karir tapi ia dalam tekanan, menderita bukan karena fisiknya yang pendek tapi karena ada konflik dalam hidupnya dan ia ingin bebas dari tekanan itu. Ia memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat dan ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu." Tiap kata yang keluar dari mulut Yesus mengandung kuasa yang luar biasa, ada sesuatu yang luar biasa terjadi, hanya satu kali mendengar hidup Zakheus berubah.
Perubahan yang terjadi dalam hidup Zakheus: Lukas 19:8-9, ia memberikan setengah dari miliknya kepada orang miskin dan dari orang-orang yang telah ia peras ia kembalikan empat kali lipat. Kemudian Yesus berkata, “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham.” Paulus mengatakan tentang keturunan Abraham dalam Galatia 3:29, Zakheus mempunyai hati yang lemah lembut siap menyambut firman Allah dan ia adalah keturunan Abraham, kemudian Paulus katakan siapa pun dia kalau mempunyai hati lemah lembut menyambut firman Allah, ia adalah milik Allah. Ketika disebut milik Allah maka berkat Abraham menjadi miliknya. Kalau kita mempunyai hati yang lemah lembut untuk menerima firman Allah, akan terjadi berkat, perubahan yang luar biasa dalam hidup kita.
Petrus menjelaskan sebuah janji dalam II Petrus 1:2 kepada mereka yang punya sikap hati lemah lembut (kapan saja dan di mana saja) mau menerima firman Allah maka kasih karunia dan damai sejahtera (berkat dan sejahtera - TBIS; grace and peace - terjemahan bahasa Inggris) akan dicurahkan dengan limpah. Filipi 4:9, mereka yang punya komitmen, tekad, punya sikap hati mau menyambut dengan haus dan lapar dan mau dikoreksi, dibentuk oleh firman Allah maka damai akan menyertai mereka.
Kenapa sampai Tuhan memakai Petrus dan Paulus untuk menyampaikan mereka yang mau menerima firman Allah dengan lemah lembut maka damai akan menyertai dengan limpah?
Damai sejahtera (= eirēnē - bahasa Yunani; syallom - bahasa Ibrani) adalah suatu keadaan di mana orang tersebut dalam situasi harmonis dengan Allah (I Timotius 6:14), harmonis dengan sesama (Roma 12:17-18), dan harmonis dengan alam sekitarnya (I Tesalonika 5:18). Mereka yang mau mengenakan jubah cepat mendengar dalam hal ketika menyambut firman Allah dengan lemah lembut dan ada damai sejahtera (harmonis dengan ketiga hal tadi) maka Tuhan mempunyai janji hidup akan bertambah-tambah, ada ketenangan, ketentraman selama-lamanya (Yesaya 32:17).
Amin.
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 1:21 - Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.
Warna dari jubah cepat mendengar:
1. Tangkas: bisa menangkap apa yang dimaksud firman Allah dan ada satu sukacita untuk melakukan apa yang ia dengar.
2. Membuang/menolak segala sesuatu yang kotor dan jahat yang begitu banyak itu yang selalu berpotensi untuk menjebak.
3. Menerima/menyambut firman Allah dengan hati yang lemah lembut.
Berbicara tentang sikap hati yang tidak memberontak, tidak melawan, menyerah/pasrah terhadap Tuhan, hati yang rela, mudah dibentuk dan mau menerima koreksi.
Gagasannya: tanah liat yang dibentuk menjadi sesuatu harus punya kerelaan ditaruh di atas kisaran, diputar dan mulai dibentuk, kalau ada batu kecil, penjunan akan menghentikan kisaran, mengambil batu tadi dan tanah liat akan dibentuk kembali. Kalau tanah liat ini tidak punya kesiapan/kerelaan maka tidak akan menjadi apapun; kalau kita mau dibentuk menjadi alat Tuhan, Tuhan tahu persis, Tuhan punya rencana untuk kita masing-masing. Jangan berpikir saya bodoh, saya tidak mungkin berhasil karena itu adalah suara dari Iblis. Siapa pun kita Tuhan akan pakai dengan luar biasa.
Alkitab mencatat tentang seseorang yang semula sombong tapi pada waktu ia mendengar, apa yang ia dengar itu memproses dirinya untuk berjumpa dengan Yesus. Lukas 19:1-6, di Yerikho --pusat perdagangan, kota kedua setelah Yerusalem yang merupakan ibukota-- Zakheus bukan seorang pegawai biasa tapi ia adalah seorang petinggi di bidang bea cukai/pajak, ia disegani dan dihormati. Zakheus seorang yang kaya, berhasil dalam karir tapi ia dalam tekanan, menderita bukan karena fisiknya yang pendek tapi karena ada konflik dalam hidupnya dan ia ingin bebas dari tekanan itu. Ia memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat dan ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu." Tiap kata yang keluar dari mulut Yesus mengandung kuasa yang luar biasa, ada sesuatu yang luar biasa terjadi, hanya satu kali mendengar hidup Zakheus berubah.
Perubahan yang terjadi dalam hidup Zakheus: Lukas 19:8-9, ia memberikan setengah dari miliknya kepada orang miskin dan dari orang-orang yang telah ia peras ia kembalikan empat kali lipat. Kemudian Yesus berkata, “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham.” Paulus mengatakan tentang keturunan Abraham dalam Galatia 3:29, Zakheus mempunyai hati yang lemah lembut siap menyambut firman Allah dan ia adalah keturunan Abraham, kemudian Paulus katakan siapa pun dia kalau mempunyai hati lemah lembut menyambut firman Allah, ia adalah milik Allah. Ketika disebut milik Allah maka berkat Abraham menjadi miliknya. Kalau kita mempunyai hati yang lemah lembut untuk menerima firman Allah, akan terjadi berkat, perubahan yang luar biasa dalam hidup kita.
Petrus menjelaskan sebuah janji dalam II Petrus 1:2 kepada mereka yang punya sikap hati lemah lembut (kapan saja dan di mana saja) mau menerima firman Allah maka kasih karunia dan damai sejahtera (berkat dan sejahtera - TBIS; grace and peace - terjemahan bahasa Inggris) akan dicurahkan dengan limpah. Filipi 4:9, mereka yang punya komitmen, tekad, punya sikap hati mau menyambut dengan haus dan lapar dan mau dikoreksi, dibentuk oleh firman Allah maka damai akan menyertai mereka.
Kenapa sampai Tuhan memakai Petrus dan Paulus untuk menyampaikan mereka yang mau menerima firman Allah dengan lemah lembut maka damai akan menyertai dengan limpah?
Damai sejahtera (= eirēnē - bahasa Yunani; syallom - bahasa Ibrani) adalah suatu keadaan di mana orang tersebut dalam situasi harmonis dengan Allah (I Timotius 6:14), harmonis dengan sesama (Roma 12:17-18), dan harmonis dengan alam sekitarnya (I Tesalonika 5:18). Mereka yang mau mengenakan jubah cepat mendengar dalam hal ketika menyambut firman Allah dengan lemah lembut dan ada damai sejahtera (harmonis dengan ketiga hal tadi) maka Tuhan mempunyai janji hidup akan bertambah-tambah, ada ketenangan, ketentraman selama-lamanya (Yesaya 32:17).
Amin.
Sunday, August 16, 2009
JUBAH ILAHI YANG HARUS DIKENAKAN SETIAP WAKTU - CEPAT UNTUK MENDENGAR - (Bagian II)
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 16 Agustus 2009
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 1:19 - Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah.
Ada tiga warna dasar yang sangat mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan, membentuk karakter rohani seseorang yaitu cepat untuk mendengar, lambat untuk berkata-kata, dan lambat untuk marah; yang selalu menjadi jubah yang harus dikenakan setiap waktu, di mana pun dan kapan pun.
Kita harus cepat untuk mendengar karena satu ketika saat kita terkondisi, kita bisa malas untuk mendengar, roh malas mengikat orang Israel sewaktu dalam perjalanan menuju tanah perjanjian, mereka muak dengan mana yang tiap hari mereka terima dari Tuhan. Cepat mendengar berarti:
1.Tangkas: bisa menangkap apa yang dimaksud firman Allah dan ada satu sukacita untuk melakukan apa yang ia dengar; contohnya Nehemia, ia punya jubah cepat untuk mendengar waktu ia mendengar tembok Yerusalem roboh dan pintu-pintu gerbangnya terbakar, ia tidak tinggal diam tapi berdoa, dan bertindak pulang ke Yerusalem untuk membangun tembok dan pintu-pintu gerbang.
2.Yakobus 1:21, membuang/menolak segala sesuatu yang kotor dan jahat yang begitu banyak itu, yang selalu berpotensi untuk menjebak.
Ilustrasinya, kita dalam aktivitas sebagai apapun dan di manapun tidak bisa lolos dari terpaan angin yang acapkali memuat debu-debu, partikel-partikel yang tidak kelihatan --pola sikap, kata-kata, lingkungan-- yang bisa mencemari, mengotori kita. Walaupun kita mempunyai lingkungan semacam itu tapi firman Allah punya jaminan sempurna, Petrus berkata kita tidak bisa mengelak kotoran-kotoran yang bisa merusak kita tapi lawanlah itu dengan iman yang teguh (I Petrus 5:9) yang Paulus terangkan dalam Efesus 6:11 gunakan selengkap senjata Allah, bukan dikenakan untuk ‘pamer’ tapi kita praktekkan (bukan orang teoritis tapi praktisi yang selalu melakukan kebenaran, berada dalam sebuah pengalaman).
Mazmur 144:1, alasan Daud memuji Tuhan adalah karena Tuhan mengajar tangannya (= hubungan dengan sesama, aktivitas kita) untuk bertempur. Hubungan kita dengan sesama bagaimana? Bukankah sering kali tangan kita menjadi kusta sama seperti tangan Musa karena macam-macam sebab. Tuhan melatih kita supaya kita menang dalam pertempuran, Tuhan biarkan angin yang membawa partikel debu supaya kita menang, oleh karena itu kenakan seluruh senjata Allah, tolak dan buang segala sesuatu yang bisa menyebabkan kejahatan, pakailah firman Allah dan kenakan urapan Roh Kudus dalam hidup kita. Efesus 4:27, jangan ijinkan iblis membangun pangkalan atau dermaga dalam hidup kita, jangan memberi lokasi untuk iblis membangun landasan, sekali kita mengijinkan maka dia akan membawa kotoran-kotoran yang merusak hidup kita.
Firman Allah memberi nasihat dalam Yehezkiel 18:31, durhaka (= pehshah - bahasa Ibrani) artinya pemberontakan, perlawanan terhadap firman Allah. Acapkali Roh Allah mendorong kita untuk melakukan sesuatu tapi dengan berbagai alasan kita membantah.
I Raja-raja 11:39, Salomo adalah contoh seorang yang gagal hanya karena enggan untuk mengusir, menganggap sepele semua yang mengotori hati, pikirannya. Hukum karena dosa itu kekal tapi hukum karena cemeti kebapaan hanya sementara. Waktu Tuhan menghukum dengan cemeti (musibah, sakit, kecelakaan, tekanan) akan segera berlalu ketika orang ini sadar dan bertobat. Ketika Salomo diangkat menjadi raja, Salomo mempunyai kualitas rohani yang luar biasa dan teruji. Karena Salomo tidak meminta apapun selain hikmat, maka semua Tuhan berikan (I Raja-raja 3:5, 13, 10:10). Namun sayang ketika Salomo sudah diberkati, Salomo tidak bisa menolak semua angin yang membawa debu-debu yang membawa kotoran. Ketika dia enggan untuk menolak, dia jatuh dalam satu dosa yang menyakiti hati Bapa. Salomo menikah dengan banyak perempuan asing dan dia mulai menyembah dewa-dewa yang disembah istri-istrinya. Dan saat itu nabi Ahia datang memperingatkannya, semua yang ada padanya hilang bahkan kerajaannya terpecah menjadi dua. Hati Bapa luka ketika Salomo enggan untuk menolak debu-debu yang mengotorinya.
Miliki telinga yang bisa mendengar sampai ke alam roh, peka menangkap isyarat dari Tuhan ketika mendengar cemeti berbunyi karena tongkat kasih Allah menjadikan kita pandai supaya kita makin mengerti hati Tuhan. Kembali ke I Raja-raja 11:39 - ...Aku akan merendahkan keturunan Daud, tetapi bukan untuk selamanya; ketika cemeti berbunyi (masalah, bencana, sakit) dan membuat bilur-bilur dalam hidup kita, Tuhan perlu melihat sampai kita bisa menyadari dan bertobat maka Tuhan akan pulihkan tahun-tahun di mana kita hancur total, dan jatuh terjerembab (Yoel 2:25-26).
Amin.
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 1:19 - Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah.
Ada tiga warna dasar yang sangat mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan, membentuk karakter rohani seseorang yaitu cepat untuk mendengar, lambat untuk berkata-kata, dan lambat untuk marah; yang selalu menjadi jubah yang harus dikenakan setiap waktu, di mana pun dan kapan pun.
Kita harus cepat untuk mendengar karena satu ketika saat kita terkondisi, kita bisa malas untuk mendengar, roh malas mengikat orang Israel sewaktu dalam perjalanan menuju tanah perjanjian, mereka muak dengan mana yang tiap hari mereka terima dari Tuhan. Cepat mendengar berarti:
1.Tangkas: bisa menangkap apa yang dimaksud firman Allah dan ada satu sukacita untuk melakukan apa yang ia dengar; contohnya Nehemia, ia punya jubah cepat untuk mendengar waktu ia mendengar tembok Yerusalem roboh dan pintu-pintu gerbangnya terbakar, ia tidak tinggal diam tapi berdoa, dan bertindak pulang ke Yerusalem untuk membangun tembok dan pintu-pintu gerbang.
2.Yakobus 1:21, membuang/menolak segala sesuatu yang kotor dan jahat yang begitu banyak itu, yang selalu berpotensi untuk menjebak.
Ilustrasinya, kita dalam aktivitas sebagai apapun dan di manapun tidak bisa lolos dari terpaan angin yang acapkali memuat debu-debu, partikel-partikel yang tidak kelihatan --pola sikap, kata-kata, lingkungan-- yang bisa mencemari, mengotori kita. Walaupun kita mempunyai lingkungan semacam itu tapi firman Allah punya jaminan sempurna, Petrus berkata kita tidak bisa mengelak kotoran-kotoran yang bisa merusak kita tapi lawanlah itu dengan iman yang teguh (I Petrus 5:9) yang Paulus terangkan dalam Efesus 6:11 gunakan selengkap senjata Allah, bukan dikenakan untuk ‘pamer’ tapi kita praktekkan (bukan orang teoritis tapi praktisi yang selalu melakukan kebenaran, berada dalam sebuah pengalaman).
Mazmur 144:1, alasan Daud memuji Tuhan adalah karena Tuhan mengajar tangannya (= hubungan dengan sesama, aktivitas kita) untuk bertempur. Hubungan kita dengan sesama bagaimana? Bukankah sering kali tangan kita menjadi kusta sama seperti tangan Musa karena macam-macam sebab. Tuhan melatih kita supaya kita menang dalam pertempuran, Tuhan biarkan angin yang membawa partikel debu supaya kita menang, oleh karena itu kenakan seluruh senjata Allah, tolak dan buang segala sesuatu yang bisa menyebabkan kejahatan, pakailah firman Allah dan kenakan urapan Roh Kudus dalam hidup kita. Efesus 4:27, jangan ijinkan iblis membangun pangkalan atau dermaga dalam hidup kita, jangan memberi lokasi untuk iblis membangun landasan, sekali kita mengijinkan maka dia akan membawa kotoran-kotoran yang merusak hidup kita.
Firman Allah memberi nasihat dalam Yehezkiel 18:31, durhaka (= pehshah - bahasa Ibrani) artinya pemberontakan, perlawanan terhadap firman Allah. Acapkali Roh Allah mendorong kita untuk melakukan sesuatu tapi dengan berbagai alasan kita membantah.
I Raja-raja 11:39, Salomo adalah contoh seorang yang gagal hanya karena enggan untuk mengusir, menganggap sepele semua yang mengotori hati, pikirannya. Hukum karena dosa itu kekal tapi hukum karena cemeti kebapaan hanya sementara. Waktu Tuhan menghukum dengan cemeti (musibah, sakit, kecelakaan, tekanan) akan segera berlalu ketika orang ini sadar dan bertobat. Ketika Salomo diangkat menjadi raja, Salomo mempunyai kualitas rohani yang luar biasa dan teruji. Karena Salomo tidak meminta apapun selain hikmat, maka semua Tuhan berikan (I Raja-raja 3:5, 13, 10:10). Namun sayang ketika Salomo sudah diberkati, Salomo tidak bisa menolak semua angin yang membawa debu-debu yang membawa kotoran. Ketika dia enggan untuk menolak, dia jatuh dalam satu dosa yang menyakiti hati Bapa. Salomo menikah dengan banyak perempuan asing dan dia mulai menyembah dewa-dewa yang disembah istri-istrinya. Dan saat itu nabi Ahia datang memperingatkannya, semua yang ada padanya hilang bahkan kerajaannya terpecah menjadi dua. Hati Bapa luka ketika Salomo enggan untuk menolak debu-debu yang mengotorinya.
Miliki telinga yang bisa mendengar sampai ke alam roh, peka menangkap isyarat dari Tuhan ketika mendengar cemeti berbunyi karena tongkat kasih Allah menjadikan kita pandai supaya kita makin mengerti hati Tuhan. Kembali ke I Raja-raja 11:39 - ...Aku akan merendahkan keturunan Daud, tetapi bukan untuk selamanya; ketika cemeti berbunyi (masalah, bencana, sakit) dan membuat bilur-bilur dalam hidup kita, Tuhan perlu melihat sampai kita bisa menyadari dan bertobat maka Tuhan akan pulihkan tahun-tahun di mana kita hancur total, dan jatuh terjerembab (Yoel 2:25-26).
Amin.
Sunday, August 09, 2009
JUBAH ILAHI YANG HARUS DIKENAKAN SETIAP WAKTU
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 9 Agustus 2009
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 1:19 - Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah.
Dalam ayat 18, Yakobus menerangkan orang percaya yang dewasa rohani, mempunyai pertumbuhan rohani (tidak dimonopoli oleh mereka yang berusia 17 tahun ke atas tapi terdiri dari bervariasi umur, anak kecil pun bisa disebut dewasa rohani bila ia mempunyai daya tangkap firman Allah); mereka yang disebut dewasa rohani, Alkitab menyebutnya anak sulung bagi Allah dan mereka mempunyai hak waris sebagai anak sulung bukan hanya berupa kekayaan materi tapi kekayaan pengalaman-pengalaman rohani).
Jubah ilahi yang harus kita kenakan setiap waktu, pada keadaan apapun juga dimuat dalam Yakobus 1:19-27 tema: Pendengar atau pelaku firman (TB); Mendengar dan berbuat (TBIS) artinya mendengar dan melakukan. Tiga warna dasar yang sangat mempengaruhi kondisi orang percaya adalah cepat untuk mendengar, lambat untuk berkata-kata, dan lambat untuk marah. Ketiga hal ini sangat berpengaruh dalam kondisi seseorang dalam pertumbuhan dan mutu iman seseorang.
Cepat mendengar, seseorang yang tangkas, cekatan untuk memahami, apa yang dipahami dilaksanakan, dengan sukacita melakukan. Nehemia, dia adalah ‘jemaat biasa’ bukan nabi/raja tapi tangkas, bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Nehemia 1:1-4, pada waktu Hanani (saudara Nehemia) datang ia menanyakan tentang orang-orang Yahudi yang terluput dari penawanan dan tentang Yerusalem. Ketika ingin mendengar berita, yang ingin Nehemia dengar adalah tentang pertumbuhan, perkembangan dan kualitas rohani orang percaya. Nehemia adalah pegawai istana raja Artahsasta, pada waktu ia bertugas materi pembicaraannya tentang istana, tapi di luar tugas ia berbicara soal rohani bukan gossip, tidak mencari-cari kesalahan. Tuhan sementara mencari jemaat semacam ini, sibuk dengan tanggung jawab dan tugas-tugas sebagai apapun tapi mempunyai jubah ilahi cepat untuk mendengar.
Ketika Nehemia mendengar tentang mereka yang di Yerusalem mengalami kesukaran besar, tembok Yerusalem telah terbongkar dan pintu-pintu gerbangnya telah terbakar, ia langsung menangis, berkabung, berdoa dan berpuasa. Ada kuasa ketika seseorang berdoa dan berpuasa. Keluaran 2:23-25, ketika ia mulai mengambil tanggung jawab (punya beban) untuk peduli terhadap sesama maka Tuhan melihat, Tuhan memperhatikannya, Allah bertindak untuknya.
Kembali ke Nehemia, ia punya komitmen, tekad, tanggung jawab agar umat Tuhan mempunyai damai sejahtera dari Allah dan diberkati. Nehemia 8:1-5a, Nehemia seorang pegawai (= pelaku bisnis, pelaku keamanan, pelaku kesehatan, pelaku hukum) tapi pada waktu semua orang sedang berkumpul, ia tidak mengambil pelayanan imamat tapi memanggil imam Ezra untuk melayani kebutuhan rohani orang Israel.
Nehemia 2:4, Tuhan mempunyai respon yang luar biasa karena Nehemia memiliki jubah ilahi cepat mendengar (punya tanggung jawab untuk keluarga bukan hanya keluarga secara jasmani tapi secara rohani --jemaat, gereja lokal--) maka Tuhan memperhatikan, Tuhan menggerakkan raja Artahsasta untuk memenuhi apa yang ia butuhkan. Nehemia hanya minta surat jalan ditembuskan ke 127 bupati-bupati di daerah seberang sungai Efrat, supaya mereka memberi kesempatan untuk lewat dengan selamat sampai ia tiba di Yerusalem; dan ia minta kekayaan yang ada pada raja untuk membangun tembok Yerusalem dan pintu-pintu gerbangnya. Nehemia 2:8b - ...Dan raja mengabulkan permintaanku itu, karena tangan Allahku yang murah melindungi aku. Apa yang menjadi permintaan/permohonan pada Tuhan, ketika engkau mengenakan jubah rindu pada firman Allah, cepat mendengar, dan melakukan firman Allah, Tuhan akan mengabulkan permintaanmu.
Amin.
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 1:19 - Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah.
Dalam ayat 18, Yakobus menerangkan orang percaya yang dewasa rohani, mempunyai pertumbuhan rohani (tidak dimonopoli oleh mereka yang berusia 17 tahun ke atas tapi terdiri dari bervariasi umur, anak kecil pun bisa disebut dewasa rohani bila ia mempunyai daya tangkap firman Allah); mereka yang disebut dewasa rohani, Alkitab menyebutnya anak sulung bagi Allah dan mereka mempunyai hak waris sebagai anak sulung bukan hanya berupa kekayaan materi tapi kekayaan pengalaman-pengalaman rohani).
Jubah ilahi yang harus kita kenakan setiap waktu, pada keadaan apapun juga dimuat dalam Yakobus 1:19-27 tema: Pendengar atau pelaku firman (TB); Mendengar dan berbuat (TBIS) artinya mendengar dan melakukan. Tiga warna dasar yang sangat mempengaruhi kondisi orang percaya adalah cepat untuk mendengar, lambat untuk berkata-kata, dan lambat untuk marah. Ketiga hal ini sangat berpengaruh dalam kondisi seseorang dalam pertumbuhan dan mutu iman seseorang.
Cepat mendengar, seseorang yang tangkas, cekatan untuk memahami, apa yang dipahami dilaksanakan, dengan sukacita melakukan. Nehemia, dia adalah ‘jemaat biasa’ bukan nabi/raja tapi tangkas, bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Nehemia 1:1-4, pada waktu Hanani (saudara Nehemia) datang ia menanyakan tentang orang-orang Yahudi yang terluput dari penawanan dan tentang Yerusalem. Ketika ingin mendengar berita, yang ingin Nehemia dengar adalah tentang pertumbuhan, perkembangan dan kualitas rohani orang percaya. Nehemia adalah pegawai istana raja Artahsasta, pada waktu ia bertugas materi pembicaraannya tentang istana, tapi di luar tugas ia berbicara soal rohani bukan gossip, tidak mencari-cari kesalahan. Tuhan sementara mencari jemaat semacam ini, sibuk dengan tanggung jawab dan tugas-tugas sebagai apapun tapi mempunyai jubah ilahi cepat untuk mendengar.
Ketika Nehemia mendengar tentang mereka yang di Yerusalem mengalami kesukaran besar, tembok Yerusalem telah terbongkar dan pintu-pintu gerbangnya telah terbakar, ia langsung menangis, berkabung, berdoa dan berpuasa. Ada kuasa ketika seseorang berdoa dan berpuasa. Keluaran 2:23-25, ketika ia mulai mengambil tanggung jawab (punya beban) untuk peduli terhadap sesama maka Tuhan melihat, Tuhan memperhatikannya, Allah bertindak untuknya.
Kembali ke Nehemia, ia punya komitmen, tekad, tanggung jawab agar umat Tuhan mempunyai damai sejahtera dari Allah dan diberkati. Nehemia 8:1-5a, Nehemia seorang pegawai (= pelaku bisnis, pelaku keamanan, pelaku kesehatan, pelaku hukum) tapi pada waktu semua orang sedang berkumpul, ia tidak mengambil pelayanan imamat tapi memanggil imam Ezra untuk melayani kebutuhan rohani orang Israel.
Nehemia 2:4, Tuhan mempunyai respon yang luar biasa karena Nehemia memiliki jubah ilahi cepat mendengar (punya tanggung jawab untuk keluarga bukan hanya keluarga secara jasmani tapi secara rohani --jemaat, gereja lokal--) maka Tuhan memperhatikan, Tuhan menggerakkan raja Artahsasta untuk memenuhi apa yang ia butuhkan. Nehemia hanya minta surat jalan ditembuskan ke 127 bupati-bupati di daerah seberang sungai Efrat, supaya mereka memberi kesempatan untuk lewat dengan selamat sampai ia tiba di Yerusalem; dan ia minta kekayaan yang ada pada raja untuk membangun tembok Yerusalem dan pintu-pintu gerbangnya. Nehemia 2:8b - ...Dan raja mengabulkan permintaanku itu, karena tangan Allahku yang murah melindungi aku. Apa yang menjadi permintaan/permohonan pada Tuhan, ketika engkau mengenakan jubah rindu pada firman Allah, cepat mendengar, dan melakukan firman Allah, Tuhan akan mengabulkan permintaanmu.
Amin.
Sunday, August 02, 2009
ANAK SULUNG
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 2 Agustus 2009
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 1:18 - Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran, supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya.
Atas kehendakNya sendiri yang Paulus katakan sebagai takdir, ketika Tuhan jadikan kita, Ia sudah tetapkan tujuan sejak awal. Sebelum ada tanda-tanda, sebelum ada segala sesuatu Tuhan sudah punya takdir untuk kita. Dalam Efesus 1:3-14 terdapat tujuh rumus ilahi tentang takdir (= predestination; satu tujuan yang ditetapkan sejak awal di dalam Kristus). Selama kita di dalam Kristus, tujuh rumus ilahi dan buahnya akan mewarnai hidup kita. Persoalannya banyak orang ingin berjalan menurut kemauannya sendiri dan saat ia berjalan menurut kemauannya sendiri ia berada di luar Kristus. Jangan mimpi akan mendapat perkara-perkara ilahi kalau berada di luar Kristus, di luar Kristus hidup menjadi sia-sia.
Beberapa di antara tujuh rumus ilahi dalam kerangka takdir kalau di dalam Kristus:
Efesus 1:3. Laut boleh terjadi tsunami, peta bumi boleh berubah, bencana boleh terjadi, tapi kita ditakdirkan di dalam Kristus menerima berkat dari sorga, sebagaimana yang di sorga demikian akan terjadi dalam hidup kita. Jangan dicengkram takdir di luar Kristus!
Efesus 1:4. Kita telah dipilih dan ditetapkan --bukan ‘akan’ dipilih-- sebelum dunia dijadikan supaya kita kudus (hagios - bahasa Yunani = tampil beda; tidak sama dengan yang pada umumnya) dan tidak bercacat (amōmos - bahasa Yunani = tidak ada nodanya).
Di dalam Kristus ada jaminan dan tujuh rumus ilahi diakhiri di ayat 13 dan 14 ditekankan di dalam Kristus kita telah dimeteraikan dengan Roh Kudus, kita memiliki surat berharga/jaminan untuk memperoleh semua. Pastikan diri kita untuk mengambil pilihan untuk tinggal di dalam Kristus (memiliki jaminan), jangan mengambil pilihan untuk tinggal di luar Kristus--banyak ancaman binatang, penyamun, penguasa di udara.
Kembali ke Yakobus 1:18, ketika kita mengenal soal takdir ada tujuh rumus takdir supaya pada tingkat tertentu dalam proses menuju tujuan ada perkembangan/pertumbuhan. Tuhan sudah tetapkan sejak awal satu kepastian tapi harus ada perkembangan karena setiap perkembangan ada berkat/fasilitas sendiri-sendiri. I Yohanes 2:13-14, ada tiga fase yang dimuat dalam ayat ini yaitu anak-anak, orang muda dan orang tua. Biasanya tiga fase dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok anak-anak dan kelompok dewasa. Ketika orang percaya ini mencapai tingkat tertentu seperti yang dimaksud oleh Yakobus ketika pertumbuhan/perkembangan dalam kategori dewasa maka ia menjadi anak sulung, dewasa rohaninya. Dewasa rohani tidak dibatasi oleh umur.
Saat Tuhan melihat kita dewasa, Imamat 23:10 hasil pertama dari penuaian itu milik Tuhan dan hasil pertama disebut buah sulung. Siapa yang disebut buah sulung di Perjanjian Baru?
1.Kolose 1:18, Yesus karena Ia yang pertama bangkit dari antara orang mati.
2.Ibrani 12:23, orang percaya di hadapan Allah disebut anak sulung karena anugerah.
Bilangan 3:13, setiap anak sulung itu kepunyaan Tuhan, Yesus kepunyaan Bapa, kita sebagai orang percaya kepunyaan Bapa. Fasilitas yang bagaimana yang disiapkan untuk anak sulung (orang percaya yang dewasa rohaninya)?
Ulangan 28:11-13 adalah hak dari semua anak sulung, berkat yang Tuhan siapkan untuk anak sulung. Anak sulung bukan hanya berbicara tentang pribadi kita tapi juga anak keturunan kita, keluarga kita. Yesaya 61:9 - Keturunanmu akan terkenal di antara bangsa-bangsa, dan anak cucumu di tengah-tengah suku-suku bangsa, sehingga semua orang yang melihat mereka akan mengakui, bahwa mereka adalah keturunan yang diberkati TUHAN.
Amin.
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 1:18 - Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran, supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya.
Atas kehendakNya sendiri yang Paulus katakan sebagai takdir, ketika Tuhan jadikan kita, Ia sudah tetapkan tujuan sejak awal. Sebelum ada tanda-tanda, sebelum ada segala sesuatu Tuhan sudah punya takdir untuk kita. Dalam Efesus 1:3-14 terdapat tujuh rumus ilahi tentang takdir (= predestination; satu tujuan yang ditetapkan sejak awal di dalam Kristus). Selama kita di dalam Kristus, tujuh rumus ilahi dan buahnya akan mewarnai hidup kita. Persoalannya banyak orang ingin berjalan menurut kemauannya sendiri dan saat ia berjalan menurut kemauannya sendiri ia berada di luar Kristus. Jangan mimpi akan mendapat perkara-perkara ilahi kalau berada di luar Kristus, di luar Kristus hidup menjadi sia-sia.
Beberapa di antara tujuh rumus ilahi dalam kerangka takdir kalau di dalam Kristus:
Efesus 1:3. Laut boleh terjadi tsunami, peta bumi boleh berubah, bencana boleh terjadi, tapi kita ditakdirkan di dalam Kristus menerima berkat dari sorga, sebagaimana yang di sorga demikian akan terjadi dalam hidup kita. Jangan dicengkram takdir di luar Kristus!
Efesus 1:4. Kita telah dipilih dan ditetapkan --bukan ‘akan’ dipilih-- sebelum dunia dijadikan supaya kita kudus (hagios - bahasa Yunani = tampil beda; tidak sama dengan yang pada umumnya) dan tidak bercacat (amōmos - bahasa Yunani = tidak ada nodanya).
Di dalam Kristus ada jaminan dan tujuh rumus ilahi diakhiri di ayat 13 dan 14 ditekankan di dalam Kristus kita telah dimeteraikan dengan Roh Kudus, kita memiliki surat berharga/jaminan untuk memperoleh semua. Pastikan diri kita untuk mengambil pilihan untuk tinggal di dalam Kristus (memiliki jaminan), jangan mengambil pilihan untuk tinggal di luar Kristus--banyak ancaman binatang, penyamun, penguasa di udara.
Kembali ke Yakobus 1:18, ketika kita mengenal soal takdir ada tujuh rumus takdir supaya pada tingkat tertentu dalam proses menuju tujuan ada perkembangan/pertumbuhan. Tuhan sudah tetapkan sejak awal satu kepastian tapi harus ada perkembangan karena setiap perkembangan ada berkat/fasilitas sendiri-sendiri. I Yohanes 2:13-14, ada tiga fase yang dimuat dalam ayat ini yaitu anak-anak, orang muda dan orang tua. Biasanya tiga fase dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok anak-anak dan kelompok dewasa. Ketika orang percaya ini mencapai tingkat tertentu seperti yang dimaksud oleh Yakobus ketika pertumbuhan/perkembangan dalam kategori dewasa maka ia menjadi anak sulung, dewasa rohaninya. Dewasa rohani tidak dibatasi oleh umur.
Saat Tuhan melihat kita dewasa, Imamat 23:10 hasil pertama dari penuaian itu milik Tuhan dan hasil pertama disebut buah sulung. Siapa yang disebut buah sulung di Perjanjian Baru?
1.Kolose 1:18, Yesus karena Ia yang pertama bangkit dari antara orang mati.
2.Ibrani 12:23, orang percaya di hadapan Allah disebut anak sulung karena anugerah.
Bilangan 3:13, setiap anak sulung itu kepunyaan Tuhan, Yesus kepunyaan Bapa, kita sebagai orang percaya kepunyaan Bapa. Fasilitas yang bagaimana yang disiapkan untuk anak sulung (orang percaya yang dewasa rohaninya)?
Ulangan 28:11-13 adalah hak dari semua anak sulung, berkat yang Tuhan siapkan untuk anak sulung. Anak sulung bukan hanya berbicara tentang pribadi kita tapi juga anak keturunan kita, keluarga kita. Yesaya 61:9 - Keturunanmu akan terkenal di antara bangsa-bangsa, dan anak cucumu di tengah-tengah suku-suku bangsa, sehingga semua orang yang melihat mereka akan mengakui, bahwa mereka adalah keturunan yang diberkati TUHAN.
Amin.
Sunday, July 26, 2009
PROSES LAHIRNYA KITA SEBAGAI ORANG PERCAYA
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 26 Juli 2009
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 1:18 - Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran, supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya.
Yakobus ingin kemukakan terlebih dahulu, Bapa yang memanggil kita di dalam Dia tidak ada perubahan, semua bisa berubah (langit-bumi, umur, kekuatan kita, dll.) tetapi Allah mempunyai proses di dalam kehidupan kita sebagai orang percaya dan sifat-sifat Allah yang tidak berubah Tuhan masukkan ke dalam hidup kita.
Apa kata firman Allah tentang segala sesuatu di dunia ini?
Bapa kita yang Yakobus katakan sumber segala terang yang padaNya tidak ada perubahan, Paulus terangkan dalam Roma 11:36 - Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! Segala sesuatu dari Dia, kita membutuhkan banyak hal baik yang tampak/bisa disentuh maupun yang tidak bisa disentuh (ketenangan, rasa nyaman) yang Daud katakan dalam I Tawarikh 22:14 sekalipun dalam kesusahan, menghadapi banyak masalah ia telah menyediakan untuk rumah Tuhan seratus ribu talenta ( 3.400 ton) emas dan sejuta talenta ( 34.000 ton) perak, tembaga dan besi yang tidak tertimbang beratnya --upeti, hadiah dari raja-raja yang ia simpan di menara Daud-- karena Daud menyadari semua yang ia terima berasal dari Tuhan. Jangan sombong dengan apapun yang Tuhan percayakan pada kita karena segala sesuatu berasal dari Dia. Hubungkan dengan I Tawarikh 29:3-4, karena cintanya pada rumah Tuhan Daud menambahkan persembahan dari kekayaan pribadinya. Daud memberikan satu pernyataan dalam I Tawarikh 29:11-12, 10 kebesaran dan kejayaan, kehormatan, kemasyhuran dan keagungan kepunyaan Tuhan. Daud mengembalikan pada Tuhan. Dunia kagum pada Nebukadnezar yang berhasil membangun kota dengan taman gantung lalu dengan pongah ia berkata segala pencapaian itu adalah milikku; ia tidak menyadari semua yang ia miliki itu karena Tuhan, Tuhan bisa mengambil kembali, Tuhan hempaskan dia, dan ia kehilangan segala-galanya dan menjadi seperti binatang.
Segala sesuatu dari Tuhan, Dialah yang sedang memproses kita sebagai milikNya, kembali ke Yakobus 1:18 - Atas kemauan-Nya sendiri... (TBIS); jadi Ia telah menjadikan kita bukan dengan tidak ada tujuan tetapi melalui firmanNya Ia menentukan tujuan yang akan kita capai, ketika Ia menciptakan kita Ia jadikan dengan satu tujuan yang pasti, yang Paulus jelaskan dalam Efesus 1:5 - yang dengan kasih-Nya telah mentakdirkan kita menjadi anak angkat-Nya oleh sebab Yesus Kristus, menurut kerelaan kehendak-Nya (TL).
Takdir/predestination-bahasa Inggris = tujuan yang akan dicapai sudah ditetapkan sejak awal; takdir menurut Alkitab adalah pada waktu Allah memberi takdir kepada kita, Ia sudah punya program, kita punya tujuan yang pasti, hubungkan dengan Yeremia 29:11 tulisan tentang kita yaitu rancangan Tuhan untuk kita, Tuhan sudah menetapkan sebelumnya bukan untuk celaka tapi untuk memiliki masa depan penuh dengan kepastian, tapi jangan lupa Efesus 1:3-14 ada tujuh hukum ilahi menyangkut takdir bila kita di dalam Kristus. Di dalam Kristus Tuhan takdirkan kita berhasil, memiliki masa depan penuh kepastian. Berapapun talenta, potensi atau kapasitas yang Tuhan beri pada setiap kita di tingkat manapun Tuhan tempatkan kita (benda terang, bintang-bintang tidak sama sinarnya), Paulus tekankan engkau punya masa depan yang penuh kepastian di dalam Kristus.
Masa depan yang Tuhan sudah siapkan bagi kita: Hosea 2:18-19 - Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku untuk selama-lamanya... Tuhan telah menjatuhkan pilihan ketika Ia takdirkan kita di dalam Kristus untuk satu tujuan yang pasti, saat kita menuju kepada tujuan yang pasti Ia tetapkan kita bukan hanya menjadi putraNya, pewaris dari kekayaan tapi kita mendapat gelar/status disebut istri. Dia tidak salah pilih. Puji Tuhan! Tuhan tidak pernah punya niat untuk menceraikan kita, kita digambarkan istri yang Lukas 15:31 katakan ketika kita dipilih menjadi istri Tuhan, Alkitab katakan kepunyaan suami adalah kepunyaan istri, Daud menyadari semua yang ia persembahkan karena cintanya pada Tuhan berasal dari Tuhan, keberhasilan Bapa adalah keberhasilan kita, Allah takdirkan kita di dalam kemenangan oleh anugerahNya di dalam Yesus Kristus. Tidak usah takut menghadapi hidup, menghadapi kompetisi yang tidak sehat sekalipun karena Allah tetapkan kepunyaan Bapa menjadi kepunyaan kita, namun apa yang Tuhan tetapkan bisa berubah atau tidak?
Di dalam Kristus tidak ada perubahan (Ibrani 13:8) tapi di luar Kristus ada perubahan. Ulangan 28:15, 23 yang membuat berubah adalah pihak manusia. Selama orang ini di dalam Yesus, tidak berubah tapi saat di luar Yesus --saat itu ia menjadi pemberontak terhadap firman Allah, tidak taat pada firman Allah-- ia yang menyebabkan anugerah berubah. Ulangan 28:38-40 ketika seseorang tinggalkan Yesus, Tuhan tetap menghargai potensinya tapi seluas, sedalam, setinggi yang dapat ia kumpulkan, semuanya akan gugur.
Apa yang Tuhan tetapkan tidak pernah berubah, Yeremia 26:12-13 Tuhan ingat ketika Ia tetapkan orang percaya untuk menjadi istri untuk selama-lamanya tapi ketika orang ini mau di luar Kristus itu adalah pilihannya untuk bercerai tapi sekalipun orang ini sudah salah melangkah Tuhan tetap ingat sehingga ketika orang ini bertobat kembali pada Tuhan, memperbaiki tingkah langkahnya, perbuatannya maka Tuhan akan menyesal atas semua yang terjadi atas dirinya dan Tuhan masukkan kembali orang itu dalam rangka takdir menuju kepada satu kepastian.
Amin.
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 1:18 - Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran, supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya.
Yakobus ingin kemukakan terlebih dahulu, Bapa yang memanggil kita di dalam Dia tidak ada perubahan, semua bisa berubah (langit-bumi, umur, kekuatan kita, dll.) tetapi Allah mempunyai proses di dalam kehidupan kita sebagai orang percaya dan sifat-sifat Allah yang tidak berubah Tuhan masukkan ke dalam hidup kita.
Apa kata firman Allah tentang segala sesuatu di dunia ini?
Bapa kita yang Yakobus katakan sumber segala terang yang padaNya tidak ada perubahan, Paulus terangkan dalam Roma 11:36 - Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! Segala sesuatu dari Dia, kita membutuhkan banyak hal baik yang tampak/bisa disentuh maupun yang tidak bisa disentuh (ketenangan, rasa nyaman) yang Daud katakan dalam I Tawarikh 22:14 sekalipun dalam kesusahan, menghadapi banyak masalah ia telah menyediakan untuk rumah Tuhan seratus ribu talenta ( 3.400 ton) emas dan sejuta talenta ( 34.000 ton) perak, tembaga dan besi yang tidak tertimbang beratnya --upeti, hadiah dari raja-raja yang ia simpan di menara Daud-- karena Daud menyadari semua yang ia terima berasal dari Tuhan. Jangan sombong dengan apapun yang Tuhan percayakan pada kita karena segala sesuatu berasal dari Dia. Hubungkan dengan I Tawarikh 29:3-4, karena cintanya pada rumah Tuhan Daud menambahkan persembahan dari kekayaan pribadinya. Daud memberikan satu pernyataan dalam I Tawarikh 29:11-12, 10 kebesaran dan kejayaan, kehormatan, kemasyhuran dan keagungan kepunyaan Tuhan. Daud mengembalikan pada Tuhan. Dunia kagum pada Nebukadnezar yang berhasil membangun kota dengan taman gantung lalu dengan pongah ia berkata segala pencapaian itu adalah milikku; ia tidak menyadari semua yang ia miliki itu karena Tuhan, Tuhan bisa mengambil kembali, Tuhan hempaskan dia, dan ia kehilangan segala-galanya dan menjadi seperti binatang.
Segala sesuatu dari Tuhan, Dialah yang sedang memproses kita sebagai milikNya, kembali ke Yakobus 1:18 - Atas kemauan-Nya sendiri... (TBIS); jadi Ia telah menjadikan kita bukan dengan tidak ada tujuan tetapi melalui firmanNya Ia menentukan tujuan yang akan kita capai, ketika Ia menciptakan kita Ia jadikan dengan satu tujuan yang pasti, yang Paulus jelaskan dalam Efesus 1:5 - yang dengan kasih-Nya telah mentakdirkan kita menjadi anak angkat-Nya oleh sebab Yesus Kristus, menurut kerelaan kehendak-Nya (TL).
Takdir/predestination-bahasa Inggris = tujuan yang akan dicapai sudah ditetapkan sejak awal; takdir menurut Alkitab adalah pada waktu Allah memberi takdir kepada kita, Ia sudah punya program, kita punya tujuan yang pasti, hubungkan dengan Yeremia 29:11 tulisan tentang kita yaitu rancangan Tuhan untuk kita, Tuhan sudah menetapkan sebelumnya bukan untuk celaka tapi untuk memiliki masa depan penuh dengan kepastian, tapi jangan lupa Efesus 1:3-14 ada tujuh hukum ilahi menyangkut takdir bila kita di dalam Kristus. Di dalam Kristus Tuhan takdirkan kita berhasil, memiliki masa depan penuh kepastian. Berapapun talenta, potensi atau kapasitas yang Tuhan beri pada setiap kita di tingkat manapun Tuhan tempatkan kita (benda terang, bintang-bintang tidak sama sinarnya), Paulus tekankan engkau punya masa depan yang penuh kepastian di dalam Kristus.
Masa depan yang Tuhan sudah siapkan bagi kita: Hosea 2:18-19 - Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku untuk selama-lamanya... Tuhan telah menjatuhkan pilihan ketika Ia takdirkan kita di dalam Kristus untuk satu tujuan yang pasti, saat kita menuju kepada tujuan yang pasti Ia tetapkan kita bukan hanya menjadi putraNya, pewaris dari kekayaan tapi kita mendapat gelar/status disebut istri. Dia tidak salah pilih. Puji Tuhan! Tuhan tidak pernah punya niat untuk menceraikan kita, kita digambarkan istri yang Lukas 15:31 katakan ketika kita dipilih menjadi istri Tuhan, Alkitab katakan kepunyaan suami adalah kepunyaan istri, Daud menyadari semua yang ia persembahkan karena cintanya pada Tuhan berasal dari Tuhan, keberhasilan Bapa adalah keberhasilan kita, Allah takdirkan kita di dalam kemenangan oleh anugerahNya di dalam Yesus Kristus. Tidak usah takut menghadapi hidup, menghadapi kompetisi yang tidak sehat sekalipun karena Allah tetapkan kepunyaan Bapa menjadi kepunyaan kita, namun apa yang Tuhan tetapkan bisa berubah atau tidak?
Di dalam Kristus tidak ada perubahan (Ibrani 13:8) tapi di luar Kristus ada perubahan. Ulangan 28:15, 23 yang membuat berubah adalah pihak manusia. Selama orang ini di dalam Yesus, tidak berubah tapi saat di luar Yesus --saat itu ia menjadi pemberontak terhadap firman Allah, tidak taat pada firman Allah-- ia yang menyebabkan anugerah berubah. Ulangan 28:38-40 ketika seseorang tinggalkan Yesus, Tuhan tetap menghargai potensinya tapi seluas, sedalam, setinggi yang dapat ia kumpulkan, semuanya akan gugur.
Apa yang Tuhan tetapkan tidak pernah berubah, Yeremia 26:12-13 Tuhan ingat ketika Ia tetapkan orang percaya untuk menjadi istri untuk selama-lamanya tapi ketika orang ini mau di luar Kristus itu adalah pilihannya untuk bercerai tapi sekalipun orang ini sudah salah melangkah Tuhan tetap ingat sehingga ketika orang ini bertobat kembali pada Tuhan, memperbaiki tingkah langkahnya, perbuatannya maka Tuhan akan menyesal atas semua yang terjadi atas dirinya dan Tuhan masukkan kembali orang itu dalam rangka takdir menuju kepada satu kepastian.
Amin.
Sunday, July 19, 2009
TUHAN GEMBALA YANG BAIK
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 19 Juli 2009
Oleh Pdt. Matheos Luhi, Takari Timor
Mazmur 23:5 - Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.
Sebagai gereja yang dalam perjalanan menuju ke rumah Bapa, banyak yang kita alami tapi Tuhan adalah Gembala yang baik. Bagaimana cara Tuhan sebagai Gembala yang baik menolong kita dalam menghadapi persoalan hidup? Dalam menghadapi persoalan hidup, kita tidak sendiri, hal ini dibuktikan oleh kesaksian Daud --semula ia adalah gembala domba-- pengalaman Daud sebagai gembala, seperti itu pula yang Tuhan lakukan dalam kehidupannya.
Latar belakang ditulisnya Mazmur 23:5b - Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak...
Domba-domba gembalaan ditimpa suatu penyakit yang tidak diketahui sebabnya pada waktu pergantian musim mereka membentur-benturkan kepala untuk menghilangkan rasa sakit dan tidak sedikit dari mereka yang mati. Setiap pergantian musim ada serombongan serangga --lalat sebesar pasir-- ketika serangga hinggap di kepala domba sampai di hidung yang ada kelenjar dan lalat-lalat ini bertelur di sana, hanya membutuhkan hitungan beberapa jam saja bisa menetas karena kehangatan kelenjar dan keluarlah ulat-ulat kecil yang makanannya berupa kelenjar di hidung yang kemudian naik ke otak dan saat itu timbullah masalah pada domba (gatal, sakit dan perih) yang menyebabkan domba lari saling bertubrukan, membenturkan kepala pada batu atau apa saja sehingga mereka tergeletak dan mati. Padahal di musim panas seharusnya pesta, musim panen tapi domba-domba seperti kerasukan dan mati ‘konyol’ karena mengerang sakit di bagian kepala. Ini menyiksa domba-domba, jadi sebelum pergantian musim kepala mereka disiram dengan minyak zaitun yang dicampur dengan rempah-rempah lain, serangga masih berkeliaran tapi campuran rempah-rempah menjadi bau yang tidak sedap bagi serangga sehingga mereka tidak hinggap di kepala domba.
Minyak = Roh Kudus, dalam menghadapi kesulitan apapun kita membutuhkan urapan Roh Kudus. Lalat sebesar pasir = hal-hal kecil bisa membuat masalah dalam kehidupan kita bahkan bisa membuat seseorang meninggalkan Tuhan. Ini adalah upaya Iblis untuk membinasakan orang percaya. Ada banyak cara dari Iblis untuk menggagalkan kita dalam perjalanan menuju rumah Bapa, Iblis tahu jerat-jerat/masalah yang halus bagi kita seperti dia menaruh lalat di hidung domba-domba Daud dan kadang bagaikan singa yang berjalan mengaum-aum tapi jangan takut karena Tuhan mengurapi kita dengan minyak. Kalau Roh Kudus mengurapi kita, kita akan tahu itu jerat Iblis.
Petrus pun mengingatkan kita agar hal-hal kecil ini jangan menggagalkan kita dalam perjalanan ke rumah Bapa. II Petrus 1:10 - Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung. Orang terantuk bukan karena tumpukan batu tapi karena batu yang kecil dan Iblis memanfaatkan hal-hal yang kecil untuk membuat kita tersandung.
Kepala = padangan rohani yang diurapi Roh Kudus. Masalah/perkara yang besar akan terlihat kecil kalau kita memiliki pandangan yang diurapi Roh Kudus. Kalau kita berada di suatu tempat yang tinggi, hal-hal yang besar di bawah kita semuanya kelihatan kecil, demikian kalau kita berada di hadirat Tuhan. Paulus katakan dalam I Timotius 3 hari-hari ini adalah hari yang sukar, pastikan Tuhan mengurapi kita dengan Roh Kudus sementara kita dalam perjalanan sehingga masalah yang besar sekalipun akan mampu kita hadapi. I Petrus 5:4 - Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.
Amin.
Oleh Pdt. Matheos Luhi, Takari Timor
Mazmur 23:5 - Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.
Sebagai gereja yang dalam perjalanan menuju ke rumah Bapa, banyak yang kita alami tapi Tuhan adalah Gembala yang baik. Bagaimana cara Tuhan sebagai Gembala yang baik menolong kita dalam menghadapi persoalan hidup? Dalam menghadapi persoalan hidup, kita tidak sendiri, hal ini dibuktikan oleh kesaksian Daud --semula ia adalah gembala domba-- pengalaman Daud sebagai gembala, seperti itu pula yang Tuhan lakukan dalam kehidupannya.
Latar belakang ditulisnya Mazmur 23:5b - Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak...
Domba-domba gembalaan ditimpa suatu penyakit yang tidak diketahui sebabnya pada waktu pergantian musim mereka membentur-benturkan kepala untuk menghilangkan rasa sakit dan tidak sedikit dari mereka yang mati. Setiap pergantian musim ada serombongan serangga --lalat sebesar pasir-- ketika serangga hinggap di kepala domba sampai di hidung yang ada kelenjar dan lalat-lalat ini bertelur di sana, hanya membutuhkan hitungan beberapa jam saja bisa menetas karena kehangatan kelenjar dan keluarlah ulat-ulat kecil yang makanannya berupa kelenjar di hidung yang kemudian naik ke otak dan saat itu timbullah masalah pada domba (gatal, sakit dan perih) yang menyebabkan domba lari saling bertubrukan, membenturkan kepala pada batu atau apa saja sehingga mereka tergeletak dan mati. Padahal di musim panas seharusnya pesta, musim panen tapi domba-domba seperti kerasukan dan mati ‘konyol’ karena mengerang sakit di bagian kepala. Ini menyiksa domba-domba, jadi sebelum pergantian musim kepala mereka disiram dengan minyak zaitun yang dicampur dengan rempah-rempah lain, serangga masih berkeliaran tapi campuran rempah-rempah menjadi bau yang tidak sedap bagi serangga sehingga mereka tidak hinggap di kepala domba.
Minyak = Roh Kudus, dalam menghadapi kesulitan apapun kita membutuhkan urapan Roh Kudus. Lalat sebesar pasir = hal-hal kecil bisa membuat masalah dalam kehidupan kita bahkan bisa membuat seseorang meninggalkan Tuhan. Ini adalah upaya Iblis untuk membinasakan orang percaya. Ada banyak cara dari Iblis untuk menggagalkan kita dalam perjalanan menuju rumah Bapa, Iblis tahu jerat-jerat/masalah yang halus bagi kita seperti dia menaruh lalat di hidung domba-domba Daud dan kadang bagaikan singa yang berjalan mengaum-aum tapi jangan takut karena Tuhan mengurapi kita dengan minyak. Kalau Roh Kudus mengurapi kita, kita akan tahu itu jerat Iblis.
Petrus pun mengingatkan kita agar hal-hal kecil ini jangan menggagalkan kita dalam perjalanan ke rumah Bapa. II Petrus 1:10 - Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung. Orang terantuk bukan karena tumpukan batu tapi karena batu yang kecil dan Iblis memanfaatkan hal-hal yang kecil untuk membuat kita tersandung.
Kepala = padangan rohani yang diurapi Roh Kudus. Masalah/perkara yang besar akan terlihat kecil kalau kita memiliki pandangan yang diurapi Roh Kudus. Kalau kita berada di suatu tempat yang tinggi, hal-hal yang besar di bawah kita semuanya kelihatan kecil, demikian kalau kita berada di hadirat Tuhan. Paulus katakan dalam I Timotius 3 hari-hari ini adalah hari yang sukar, pastikan Tuhan mengurapi kita dengan Roh Kudus sementara kita dalam perjalanan sehingga masalah yang besar sekalipun akan mampu kita hadapi. I Petrus 5:4 - Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.
Amin.
Sunday, July 12, 2009
PADA BAPA SEGALA TERANG TIDAK ADA PERUBAHAN
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 12 Juli 2009
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 1:17 - Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.
Bahwa sebagai Bapa dari segala terang, padaNya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran (neither shadow of turning), ilustrasinya misalnya kita berdiri di jam 4 sore, derajat kemiringan bayangan tidak akan kembali menjadi bayangan jam 12 siang atau jam 2 siang atau berulang kembali. Di dalam Tuhan, Bapa segala terang janjiNya tidak pernah berubah, Ia tidak pernah menarik janjiNya, manusialah yang selalu merusak. Allah punya karakter selalu membetulkan, memperbaiki, tetapi Allah punya batas panjang sabar, Allah tidak mau dipermainkan.
Apa yang menjadi dasar bahwa di dalam Tuhan tidak ada perubahan?
Yakobus memberikan alasan dalam Yesaya 40:28, tidak terduga sama sekali pengertianNya dalam hal penciptaan, karya dan perhatianNya pada kita--perhatian manusia sering kali mempunyai dasar karena baik, berjasa. Semua yang Tuhan lakukan, memperhatikan, memberikan kasihNya, memang itu karakter Allah. Kita tidak akan pernah bisa menduga/memahami pengertian Allah sebab Tuhan adalah Allah yang kekal, Allah dari segala zaman. Ayat ini ditegaskan oleh Paulus dalam I Timotius 1:17. Allah kita adalah Allah segala zaman, Ia adalah Allah zaman Kejadian 1:1, Allah zaman Kejadian 1:2 (antara Kejadian 1:1 --bumi sudah ada penghuninya lalu bumi dirusak oleh Lucifer-- dan Kejadian 1:2 tidak ada data-data berapa lama zaman itu berlangsung), Allah zaman Nuh, Allah zaman Daud. Tuhan adalah Raja segala zaman dan situasi, Dia ada pada zaman purba, Dia juga Allah pada zaman sekarang/akhir zaman, Dia Allah yang mengendalikan segala sesuatu. Daud menggambarkan tentang kedahsyatan Allah dalam Mazmur 84:12, Allah kita adalah Allah yang maha kuasa tapi Ia bersedia digambarkan seperti matahari, matahari setiap detiknya mengeluarkan energi untuk menghidupi jagad raya sebesar 4 x 1033 (penulisan dengan rumus matematika). Allah kita adalah Allah yang punya perhatian dari segala zaman dan perhatiannya tidak pernah dikurangi. Bilangan 23:19, kalau Ia berfirman Ia pasti melakukan.
Tuhan tidak pernah ada perubahan, sebagai Allah yang tidak pernah ada titik perubahan, apa yang Ia ingin temukan dalam diri kita?
Mazmur 102:14 - Engkau sendiri akan bangun, akan menyayangi Sion, sebab sudah waktunya untuk mengasihaninya, sudah tiba saatnya; sebelum Ia menemukan sesuatu yang diharapkan dalam diri kita, itu sudah ada di dalam diri Yesus. Sion bicara tentang orang percaya, tidak hanya menunjuk roh, tubuh dan jiwa tapi semua yang ada pada orang percaya itu, keluarga, karir, bisnis. Tuhan akan menyayangi Sion, Tuhan sangat menyukai perhimpunan orang-orang benar (Ibrani 10:25). Ketika Tuhan turun dalam perhimpunan orang percaya, Ia datang pada tiap pribadi yang akan di-rapha bukan hanya individunya tapi semua yang ada padanya. Tuhan memiliki ikatan batin dengan umatNya. Di saat kita takut Ia ingin tuangkan damai sejahtera. Mazmur 78:25, roti malaikat = firman Allah, orang percaya yang datang ke perhimpunan dan senang makan firman Allah, Tuhan akan mengirimkan perbekalan untuk konsumsi emosi, intelektual, bisnis, karir, Tuhan akan berikan berlimpah.
Sebagai Allah yang tidak pernah berubah apa yang Ia harapkan dari kita?
Mazmur 102:15, Tuhan ingin kita bukan hanya menuntut apa yang kita imani tapi Allah ingin karakterNya ada dalam hidup kita. Batu bangunan = sesama orang percaya. Tuhan menunggu kita, mungkin ketika kita menyentuh batu-batu yang berserakan, mengumpulkan debu-debu yang beterbangan mungkin lingkungan memperkatakan kita tapi miliki Roh Kristus untuk merawat. Allah selalu memperlihatkan perhatianNya dan Ia ingin komponen ini ada dalam hidup kita.
Mazmur 133:3, di lokasi manapun Tuhan temukan anak-anakNya punya hati Bapa, punya perhatian mengumpulkan batu-batu yang berserakan, mengumpulkan debu, ketika Tuhan temukan orang yang punya hati Bapa, ke sana Tuhan mengirimkan berkat. Sekalipun kita berada dalam kompetisi ketat, Tuhan menaruh berkat di sana, ketika Tuhan mengirimkan berkat ke sana, tidak semua orang akan menyukai kita karena kita berada di dunia yang penuh ketidakseimbangan, jangan kuatir dan takut! Mazmur 76:3-4, anak panah yang diarahkan pada kehidupan Sion, Tuhan patahkan, Allah punya cara untuk mendemonstrasikan Dia adalah Allah segala zaman dan Raja segala zaman.
Amin.
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 1:17 - Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.
Bahwa sebagai Bapa dari segala terang, padaNya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran (neither shadow of turning), ilustrasinya misalnya kita berdiri di jam 4 sore, derajat kemiringan bayangan tidak akan kembali menjadi bayangan jam 12 siang atau jam 2 siang atau berulang kembali. Di dalam Tuhan, Bapa segala terang janjiNya tidak pernah berubah, Ia tidak pernah menarik janjiNya, manusialah yang selalu merusak. Allah punya karakter selalu membetulkan, memperbaiki, tetapi Allah punya batas panjang sabar, Allah tidak mau dipermainkan.
Apa yang menjadi dasar bahwa di dalam Tuhan tidak ada perubahan?
Yakobus memberikan alasan dalam Yesaya 40:28, tidak terduga sama sekali pengertianNya dalam hal penciptaan, karya dan perhatianNya pada kita--perhatian manusia sering kali mempunyai dasar karena baik, berjasa. Semua yang Tuhan lakukan, memperhatikan, memberikan kasihNya, memang itu karakter Allah. Kita tidak akan pernah bisa menduga/memahami pengertian Allah sebab Tuhan adalah Allah yang kekal, Allah dari segala zaman. Ayat ini ditegaskan oleh Paulus dalam I Timotius 1:17. Allah kita adalah Allah segala zaman, Ia adalah Allah zaman Kejadian 1:1, Allah zaman Kejadian 1:2 (antara Kejadian 1:1 --bumi sudah ada penghuninya lalu bumi dirusak oleh Lucifer-- dan Kejadian 1:2 tidak ada data-data berapa lama zaman itu berlangsung), Allah zaman Nuh, Allah zaman Daud. Tuhan adalah Raja segala zaman dan situasi, Dia ada pada zaman purba, Dia juga Allah pada zaman sekarang/akhir zaman, Dia Allah yang mengendalikan segala sesuatu. Daud menggambarkan tentang kedahsyatan Allah dalam Mazmur 84:12, Allah kita adalah Allah yang maha kuasa tapi Ia bersedia digambarkan seperti matahari, matahari setiap detiknya mengeluarkan energi untuk menghidupi jagad raya sebesar 4 x 1033 (penulisan dengan rumus matematika). Allah kita adalah Allah yang punya perhatian dari segala zaman dan perhatiannya tidak pernah dikurangi. Bilangan 23:19, kalau Ia berfirman Ia pasti melakukan.
Tuhan tidak pernah ada perubahan, sebagai Allah yang tidak pernah ada titik perubahan, apa yang Ia ingin temukan dalam diri kita?
Mazmur 102:14 - Engkau sendiri akan bangun, akan menyayangi Sion, sebab sudah waktunya untuk mengasihaninya, sudah tiba saatnya; sebelum Ia menemukan sesuatu yang diharapkan dalam diri kita, itu sudah ada di dalam diri Yesus. Sion bicara tentang orang percaya, tidak hanya menunjuk roh, tubuh dan jiwa tapi semua yang ada pada orang percaya itu, keluarga, karir, bisnis. Tuhan akan menyayangi Sion, Tuhan sangat menyukai perhimpunan orang-orang benar (Ibrani 10:25). Ketika Tuhan turun dalam perhimpunan orang percaya, Ia datang pada tiap pribadi yang akan di-rapha bukan hanya individunya tapi semua yang ada padanya. Tuhan memiliki ikatan batin dengan umatNya. Di saat kita takut Ia ingin tuangkan damai sejahtera. Mazmur 78:25, roti malaikat = firman Allah, orang percaya yang datang ke perhimpunan dan senang makan firman Allah, Tuhan akan mengirimkan perbekalan untuk konsumsi emosi, intelektual, bisnis, karir, Tuhan akan berikan berlimpah.
Sebagai Allah yang tidak pernah berubah apa yang Ia harapkan dari kita?
Mazmur 102:15, Tuhan ingin kita bukan hanya menuntut apa yang kita imani tapi Allah ingin karakterNya ada dalam hidup kita. Batu bangunan = sesama orang percaya. Tuhan menunggu kita, mungkin ketika kita menyentuh batu-batu yang berserakan, mengumpulkan debu-debu yang beterbangan mungkin lingkungan memperkatakan kita tapi miliki Roh Kristus untuk merawat. Allah selalu memperlihatkan perhatianNya dan Ia ingin komponen ini ada dalam hidup kita.
Mazmur 133:3, di lokasi manapun Tuhan temukan anak-anakNya punya hati Bapa, punya perhatian mengumpulkan batu-batu yang berserakan, mengumpulkan debu, ketika Tuhan temukan orang yang punya hati Bapa, ke sana Tuhan mengirimkan berkat. Sekalipun kita berada dalam kompetisi ketat, Tuhan menaruh berkat di sana, ketika Tuhan mengirimkan berkat ke sana, tidak semua orang akan menyukai kita karena kita berada di dunia yang penuh ketidakseimbangan, jangan kuatir dan takut! Mazmur 76:3-4, anak panah yang diarahkan pada kehidupan Sion, Tuhan patahkan, Allah punya cara untuk mendemonstrasikan Dia adalah Allah segala zaman dan Raja segala zaman.
Amin.
Sunday, July 05, 2009
PEMBERIAN-PEMBERIAN BAPA SEGALA TERANG
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 5 Juli 2009
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 1:17 - Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.
Manusia mudah lepas kontrol, tapi bersyukur karena Bapa kita adalah Bapa segala terang. Tuhan adalah sumber dari segala terang baik secara jasmani maupun rohani. Ia ingin menerangi pendidikan, pekerjaan, keuangan, emosi, hati kita, bahkan saat kita mengambil keputusan dalam setiap tindakan kita.
Kapan, di mana dan bagaimana caranya untuk mendapatkan pemberian-pemberian Bapa segala terang?
Matius 6:9 - Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu... Bapa kita adalah Raja atas Kerajaan kemuliaan, ketika berseru anak-anak Kerajaan menyebutNya Bapa--berarti ada ikatan keluarga. Matius 3:17, pentahbisan seseorang yang disebut putra Bapa di sorga adalah saat dia percaya, tinggalkan dosa dan dibaptiskan air. Matius 6:10, setelah dia menjadi putra, dia harus mengakui, menerima dan melaksanakan tatanan sorga karena Yesus ingin temukan tatanan itu dalam hidup pribadi, rumah tangga, di kesibukan apapun juga. Paulus menjelaskan format/tatanan Kerajaan Allah dalam Roma 14:17. Ada dua tatanan kerajaan yaitu kerajaan di bumi ini dan Kerajaan Allah. Kerajaan Allah bukan hanya bicara soal jasmani karena yang jasmani satu kali kelak akan ditinggalkan tapi format Kerajaan Allah adalah kebenaran (oleh iman kepada Yesus, oleh anugerah Allah, kita dibenarkan) Roma 10:10; damai sejahtera = telah diperdamaikan dengan Bapa di sorga, dipersatukan kembali, dahulu kita adalah pohon zaitun hutan yang dipotong dan kemudian oleh iman kepada Yesus kita dilekatkan/diselipkan pada pokok anggur yang benar (Yohanes 15:1-8); sukacita oleh Roh Kudus = dikendalikan oleh Roh Kudus, karena kita bukan lagi berjalan dengan keinginan-keinginan daging.
Kalau tatanan kerajaan Allah ada dalam penghidupan kita, kita masih ada dalam dunia, berhadapan dengan berbagai masalah tapi tatanan ini akan mengerjakan banyak hal dalam hidup kita. Kejadian 28:17, Yakub sedang goncang dan dalam tekanan karena Esau sedang mengejar dengan ancaman untuk membunuhnya, dalam tekanan justru Yakub berkata tempat ini dahsyat, merupakan pintu gerbang Kerajaan Allah dan ia merasa aman dan nyaman. Kenapa? Karena Yakub taat saat Tuhan mencegah dia untuk menggunakan kantong kulit pemberian ibunya dan mengatakan untuk mengambil batu menjadi bantal/alas kepalanya. Ketika Yakub menggunakan batu, Tuhan mengubah kekerasan menjadi lunak, ia melihat ada tangga dan malaikat naik-turun di tempat itu dan Tuhan berfirman: ...”Sesungguhnya Aku menyertai engkau dan Aku akan melindungi engkau, ke mana pun engkau pergi, dan Aku akan membawa engkau kembali ke negeri ini, sebab Aku tidak akan meninggalkan engkau, melainkan tetap melakukan apa yang Kujanjikan kepadamu.” (Kejadian 28:13-15). Kalau tatanan Kerajaan sorga itu ada dalam hidup kita, di padang gurun pun Tuhan hadirkan suasana sorga.
Janji ini juga dialami oleh Salomo, II Tawarikh 1:10 ketika Salomo diangkat menjadi raja, Tuhan datang dalam sebuah mimpi, Salomo hanya minta tatanan Kerajaan Allah (hikmat dan pengertian) yang 1000 tahun kemudian Paulus menuliskan hikmat itu adalah Yesus Kristus (I Korintus 1:24). Tuhan meresponi ketika Salomo meminta tatanan Kerajaan Allah selain hikmat dan pengertian Tuhan memberi kekayaan, harta benda, kemuliaan yang belum pernah dimiliki siapapun juga (II Tawarikh 1:11-12) dan Tuhan menggenapinya, Tuhan menggerakkan Hiram raja orang kafir mengirimkan apa yang Salomo kehendaki (I Raja-raja 5:8-10) bahkan Tuhan mempromosikan Salomo sampai ke Afrika (I Raja-raja 10:10-11).
Yeremia 39:17-18, selain Tuhan mempromosikan seseorang kalau ada tatanan Kerajaan Allah, Tuhan juga akan membela. Janji ini diberikan kepada Ebed-Melekh (Yeremia 39:16) karena ia pernah memperhatikan, membela Yeremia dengan taruhan nyawanya ketika Yeremia ditangkap oleh raja Zedekia. Namun, setelah Allah promosikan, membela, jangan lupa ada satu peringatan dalam Ulangan 8:11, 17 jangan sampai roh Nebukadnezar ada dalam hidup kita. Nebukadnezar lupa apa yang ia capai bukan karena ia berpotensi atau cakap tapi itu merupakan karya Tuhan dalam hidupnya. Semua kembalikan pada Tuhan karena manusia itu nothing (tidak ada apa-apanya), Tuhan itu everything (segalanya), mendekatlah pada Tuhan maka engkau akan menjadi something (sesuatu). Ketika imam-imam menyembelih korban untuk Tuhan, semua daging boleh dimakan imam dan orang Israel namun lemak (yang membuat harum korban) untuk Tuhan. Lakukan tugas kita dan hasilnya kembalikan pada Tuhan.
Amin.
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 1:17 - Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.
Manusia mudah lepas kontrol, tapi bersyukur karena Bapa kita adalah Bapa segala terang. Tuhan adalah sumber dari segala terang baik secara jasmani maupun rohani. Ia ingin menerangi pendidikan, pekerjaan, keuangan, emosi, hati kita, bahkan saat kita mengambil keputusan dalam setiap tindakan kita.
Kapan, di mana dan bagaimana caranya untuk mendapatkan pemberian-pemberian Bapa segala terang?
Matius 6:9 - Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu... Bapa kita adalah Raja atas Kerajaan kemuliaan, ketika berseru anak-anak Kerajaan menyebutNya Bapa--berarti ada ikatan keluarga. Matius 3:17, pentahbisan seseorang yang disebut putra Bapa di sorga adalah saat dia percaya, tinggalkan dosa dan dibaptiskan air. Matius 6:10, setelah dia menjadi putra, dia harus mengakui, menerima dan melaksanakan tatanan sorga karena Yesus ingin temukan tatanan itu dalam hidup pribadi, rumah tangga, di kesibukan apapun juga. Paulus menjelaskan format/tatanan Kerajaan Allah dalam Roma 14:17. Ada dua tatanan kerajaan yaitu kerajaan di bumi ini dan Kerajaan Allah. Kerajaan Allah bukan hanya bicara soal jasmani karena yang jasmani satu kali kelak akan ditinggalkan tapi format Kerajaan Allah adalah kebenaran (oleh iman kepada Yesus, oleh anugerah Allah, kita dibenarkan) Roma 10:10; damai sejahtera = telah diperdamaikan dengan Bapa di sorga, dipersatukan kembali, dahulu kita adalah pohon zaitun hutan yang dipotong dan kemudian oleh iman kepada Yesus kita dilekatkan/diselipkan pada pokok anggur yang benar (Yohanes 15:1-8); sukacita oleh Roh Kudus = dikendalikan oleh Roh Kudus, karena kita bukan lagi berjalan dengan keinginan-keinginan daging.
Kalau tatanan kerajaan Allah ada dalam penghidupan kita, kita masih ada dalam dunia, berhadapan dengan berbagai masalah tapi tatanan ini akan mengerjakan banyak hal dalam hidup kita. Kejadian 28:17, Yakub sedang goncang dan dalam tekanan karena Esau sedang mengejar dengan ancaman untuk membunuhnya, dalam tekanan justru Yakub berkata tempat ini dahsyat, merupakan pintu gerbang Kerajaan Allah dan ia merasa aman dan nyaman. Kenapa? Karena Yakub taat saat Tuhan mencegah dia untuk menggunakan kantong kulit pemberian ibunya dan mengatakan untuk mengambil batu menjadi bantal/alas kepalanya. Ketika Yakub menggunakan batu, Tuhan mengubah kekerasan menjadi lunak, ia melihat ada tangga dan malaikat naik-turun di tempat itu dan Tuhan berfirman: ...”Sesungguhnya Aku menyertai engkau dan Aku akan melindungi engkau, ke mana pun engkau pergi, dan Aku akan membawa engkau kembali ke negeri ini, sebab Aku tidak akan meninggalkan engkau, melainkan tetap melakukan apa yang Kujanjikan kepadamu.” (Kejadian 28:13-15). Kalau tatanan Kerajaan sorga itu ada dalam hidup kita, di padang gurun pun Tuhan hadirkan suasana sorga.
Janji ini juga dialami oleh Salomo, II Tawarikh 1:10 ketika Salomo diangkat menjadi raja, Tuhan datang dalam sebuah mimpi, Salomo hanya minta tatanan Kerajaan Allah (hikmat dan pengertian) yang 1000 tahun kemudian Paulus menuliskan hikmat itu adalah Yesus Kristus (I Korintus 1:24). Tuhan meresponi ketika Salomo meminta tatanan Kerajaan Allah selain hikmat dan pengertian Tuhan memberi kekayaan, harta benda, kemuliaan yang belum pernah dimiliki siapapun juga (II Tawarikh 1:11-12) dan Tuhan menggenapinya, Tuhan menggerakkan Hiram raja orang kafir mengirimkan apa yang Salomo kehendaki (I Raja-raja 5:8-10) bahkan Tuhan mempromosikan Salomo sampai ke Afrika (I Raja-raja 10:10-11).
Yeremia 39:17-18, selain Tuhan mempromosikan seseorang kalau ada tatanan Kerajaan Allah, Tuhan juga akan membela. Janji ini diberikan kepada Ebed-Melekh (Yeremia 39:16) karena ia pernah memperhatikan, membela Yeremia dengan taruhan nyawanya ketika Yeremia ditangkap oleh raja Zedekia. Namun, setelah Allah promosikan, membela, jangan lupa ada satu peringatan dalam Ulangan 8:11, 17 jangan sampai roh Nebukadnezar ada dalam hidup kita. Nebukadnezar lupa apa yang ia capai bukan karena ia berpotensi atau cakap tapi itu merupakan karya Tuhan dalam hidupnya. Semua kembalikan pada Tuhan karena manusia itu nothing (tidak ada apa-apanya), Tuhan itu everything (segalanya), mendekatlah pada Tuhan maka engkau akan menjadi something (sesuatu). Ketika imam-imam menyembelih korban untuk Tuhan, semua daging boleh dimakan imam dan orang Israel namun lemak (yang membuat harum korban) untuk Tuhan. Lakukan tugas kita dan hasilnya kembalikan pada Tuhan.
Amin.
Sunday, June 28, 2009
JANGANLAH SESAT ! (Bagian II)
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 28 Juni 2009
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 1:16 - Saudara-saudara yang kukasihi, janganlah sesat!
Kita diminta untuk jangan sampai tersesat, keliru, dan bertindak salah. Bahwa memang ada tulisan-tulisan yang agak sulit dimengerti/dipahami karena orang-orang yang merasa beberapa tulisan di Alkitab sukar dipahami, Petrus begitu tegas mengatakan mereka memutarbalikkan firman Allah sehingga itu akan mendatangkan kebinasaan dan Yakobus menuliskan janganlah tersesat.
II Petrus 3:10. Dalam ayat ini terdapat dua makna dan dua peristiwa yang akan terjadi:
1.Hari Tuhan akan tiba seperti pencuri.
Saat gereja disingkirkan ke padang belantara karena Yesus jelas tegaskan dalam Matius 24:40-41, Lukas 17:34-36, tiba-tiba di seluruh dunia banyak orang-orang yang hilang.
2.Langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.
Pada waktu peristiwa kedua ini terjadi (terjadi 3,5 tahun setelah gereja disingkirkan ke padang belantara) gereja diangkat dari muka bumi untuk bertemu Tuhan di awan-awan dan terdengar bunyi sangkakala ketujuh yang dahsyat yang terus menggema. Ada beberapa peristiwa akan terjadi, langit akan lenyap, peta bumi hilang, bumi akan dihancurkan (Yesaya 24:17-20; oleh Lembaga Alkitab Indonesia Yesaya 24 diberikan tema nubuat tentang akhir zaman dengan sub tema bumi dihancurkan. Mereka yang tidak disingkirkan akan mengalami bencana; gereja yang disingkirkan masih tetap berada di bumi ini tapi lokasi itu dijaga dan dipelihara oleh Tuhan.
Hubungkan dengan Yesaya 51:6 - ...sebab langit lenyap seperti asap, bumi memburuk seperti pakaian yang sudah usang dan penduduknya akan mati seperti nyamuk; tetapi kelepasan yang Kuberikan akan tetap untuk selama-lamanya, dan keselamatan yang dari pada-Ku tidak akan berakhir. Dahsyat Tuhan kita! sekalipun itu akan terjadi pasal 51 diberi tema kata-kata penghibur untuk Sion; kata-kata penghiburan ini diberikan untuk gereja, kelepasan Tuhan siapkan bagi mereka yang disingkirkan ke padang belantara sebab pada waktu gereja disingkirkan ke padang belantara berakhirlah zaman anugerah (= diselamatkan karena percaya). Zefanya 3:8, cemburu = qinah (bahasa Ibrani), bumi akan dimakan habis oleh api karena Tuhan harus bertanggung jawab dengan perkataanNya--mereka yang bertobat, dosa diampuni dan selamat; mereka yang tidak bertobat dihukum dan binasa. Tuhan sangat cermat/begitu teliti agar apa yang Dia ucapkan tidak bergeser, tidak meleset. Soal penghukuman, berkat, kesembuhan tidak meleset, pasti terjadi karena Tuhan yang katakan. Imani firman Allah, Tuhan tidak pernah ingkar, Tuhan sangat bertanggung jawab atas apa yang Ia ucapkan. Wahyu 10:7, akan genap semua keputusan rahasia Allah yang sudah diberitakan, sebelum penghukuman terjadi sudah ada peringatan bahkan ribuan tahun sebelumnya.
I Korintus 15:52, pada waktu sangkakala ketujuh dibunyikan hanya mereka yang sudah mati dalam Tuhan, mereka akan bangkit (kebangkitan yang pertama). I Korintus 15:51, inilah rapture/pengangkatan, mereka yang mati dalam Tuhan bangkit, lalu gereja yang penuh dengan firman dan Roh Kudus yang sudah disingkirkan mereka diubahkan, menerima tubuh rohani lalu diangkat bersama-sama ke udara dengan awan kemuliaan Allah bertemu dengan Yesus di udara. Pada waktu itulah proses bumi meledak, dasar-dasar bumi dibongkar.
Ini pengajaran yang Yakobus katakan jangan sampai planaō/kesasar, tidak mengerti firman dan kuasa Allah (dunamis - bahasa Yunani = kemampuan ilahi yang diberikan kepada orang percaya). Orang yang sesat adalah mereka yang tidak mengerti pengajaran firman dan kuasa Allah (meragukan kuasa Allah), Matius 22:29. Jadi sementara kita menantikan hari yang dahsyat itu ada dua sisi, binasa bagi langit bumi dan penduduknya tapi kemuliaan bagi mereka yang diubahkan sebab pada waktu sangkakala ketujuh dibunyikan peristiwa-peristiwa tadi terjadi, Yesus datang dalam kemuliaanNya bertemu di udara dengan mereka yang bangkit (yang mati dalam Tuhan) dan gereja yang sudah diubahkan.
Daud, seorang raja dan nabi tapi ia ingin belajar menaklukkan pikirannya, perasaannya yang sering kali menentang, meragukan Tuhan berkuasa atau tidak. Mazmur 46:2 - Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti. Daud begitu yakin bahwa Allah berkuasa karena ia mengalaminya. Kapan ia mengalami? Mazmur 23:4 Tuhan adalah tempat perlindungan, kekuatan, penolong dalam kesesakan, dalam lembah kekelaman/bayang-bayang kematian (menyentuh banyak sisi kehidupan kita) sekalipun. Daud tidak mau tersesat, Daud percaya Allah itu punya kuasa.
Berbahagialah mereka yang mengerti firman dan kuasa Allah. Kalau soal perkataanNya, Tuhan begitu cemburu/qinah, Ia sangat berkepentingan untuk mempertanggungjawabkan perkataanNya, soal penghukuman pasti akan terjadi, soal janji keselamatan dan berkat pasti terjadi, apakah kita mau mengimani firman Allah dan kuasa Allah?
Amin.
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 1:16 - Saudara-saudara yang kukasihi, janganlah sesat!
Kita diminta untuk jangan sampai tersesat, keliru, dan bertindak salah. Bahwa memang ada tulisan-tulisan yang agak sulit dimengerti/dipahami karena orang-orang yang merasa beberapa tulisan di Alkitab sukar dipahami, Petrus begitu tegas mengatakan mereka memutarbalikkan firman Allah sehingga itu akan mendatangkan kebinasaan dan Yakobus menuliskan janganlah tersesat.
II Petrus 3:10. Dalam ayat ini terdapat dua makna dan dua peristiwa yang akan terjadi:
1.Hari Tuhan akan tiba seperti pencuri.
Saat gereja disingkirkan ke padang belantara karena Yesus jelas tegaskan dalam Matius 24:40-41, Lukas 17:34-36, tiba-tiba di seluruh dunia banyak orang-orang yang hilang.
2.Langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.
Pada waktu peristiwa kedua ini terjadi (terjadi 3,5 tahun setelah gereja disingkirkan ke padang belantara) gereja diangkat dari muka bumi untuk bertemu Tuhan di awan-awan dan terdengar bunyi sangkakala ketujuh yang dahsyat yang terus menggema. Ada beberapa peristiwa akan terjadi, langit akan lenyap, peta bumi hilang, bumi akan dihancurkan (Yesaya 24:17-20; oleh Lembaga Alkitab Indonesia Yesaya 24 diberikan tema nubuat tentang akhir zaman dengan sub tema bumi dihancurkan. Mereka yang tidak disingkirkan akan mengalami bencana; gereja yang disingkirkan masih tetap berada di bumi ini tapi lokasi itu dijaga dan dipelihara oleh Tuhan.
Hubungkan dengan Yesaya 51:6 - ...sebab langit lenyap seperti asap, bumi memburuk seperti pakaian yang sudah usang dan penduduknya akan mati seperti nyamuk; tetapi kelepasan yang Kuberikan akan tetap untuk selama-lamanya, dan keselamatan yang dari pada-Ku tidak akan berakhir. Dahsyat Tuhan kita! sekalipun itu akan terjadi pasal 51 diberi tema kata-kata penghibur untuk Sion; kata-kata penghiburan ini diberikan untuk gereja, kelepasan Tuhan siapkan bagi mereka yang disingkirkan ke padang belantara sebab pada waktu gereja disingkirkan ke padang belantara berakhirlah zaman anugerah (= diselamatkan karena percaya). Zefanya 3:8, cemburu = qinah (bahasa Ibrani), bumi akan dimakan habis oleh api karena Tuhan harus bertanggung jawab dengan perkataanNya--mereka yang bertobat, dosa diampuni dan selamat; mereka yang tidak bertobat dihukum dan binasa. Tuhan sangat cermat/begitu teliti agar apa yang Dia ucapkan tidak bergeser, tidak meleset. Soal penghukuman, berkat, kesembuhan tidak meleset, pasti terjadi karena Tuhan yang katakan. Imani firman Allah, Tuhan tidak pernah ingkar, Tuhan sangat bertanggung jawab atas apa yang Ia ucapkan. Wahyu 10:7, akan genap semua keputusan rahasia Allah yang sudah diberitakan, sebelum penghukuman terjadi sudah ada peringatan bahkan ribuan tahun sebelumnya.
I Korintus 15:52, pada waktu sangkakala ketujuh dibunyikan hanya mereka yang sudah mati dalam Tuhan, mereka akan bangkit (kebangkitan yang pertama). I Korintus 15:51, inilah rapture/pengangkatan, mereka yang mati dalam Tuhan bangkit, lalu gereja yang penuh dengan firman dan Roh Kudus yang sudah disingkirkan mereka diubahkan, menerima tubuh rohani lalu diangkat bersama-sama ke udara dengan awan kemuliaan Allah bertemu dengan Yesus di udara. Pada waktu itulah proses bumi meledak, dasar-dasar bumi dibongkar.
Ini pengajaran yang Yakobus katakan jangan sampai planaō/kesasar, tidak mengerti firman dan kuasa Allah (dunamis - bahasa Yunani = kemampuan ilahi yang diberikan kepada orang percaya). Orang yang sesat adalah mereka yang tidak mengerti pengajaran firman dan kuasa Allah (meragukan kuasa Allah), Matius 22:29. Jadi sementara kita menantikan hari yang dahsyat itu ada dua sisi, binasa bagi langit bumi dan penduduknya tapi kemuliaan bagi mereka yang diubahkan sebab pada waktu sangkakala ketujuh dibunyikan peristiwa-peristiwa tadi terjadi, Yesus datang dalam kemuliaanNya bertemu di udara dengan mereka yang bangkit (yang mati dalam Tuhan) dan gereja yang sudah diubahkan.
Daud, seorang raja dan nabi tapi ia ingin belajar menaklukkan pikirannya, perasaannya yang sering kali menentang, meragukan Tuhan berkuasa atau tidak. Mazmur 46:2 - Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti. Daud begitu yakin bahwa Allah berkuasa karena ia mengalaminya. Kapan ia mengalami? Mazmur 23:4 Tuhan adalah tempat perlindungan, kekuatan, penolong dalam kesesakan, dalam lembah kekelaman/bayang-bayang kematian (menyentuh banyak sisi kehidupan kita) sekalipun. Daud tidak mau tersesat, Daud percaya Allah itu punya kuasa.
Berbahagialah mereka yang mengerti firman dan kuasa Allah. Kalau soal perkataanNya, Tuhan begitu cemburu/qinah, Ia sangat berkepentingan untuk mempertanggungjawabkan perkataanNya, soal penghukuman pasti akan terjadi, soal janji keselamatan dan berkat pasti terjadi, apakah kita mau mengimani firman Allah dan kuasa Allah?
Amin.
Sunday, June 21, 2009
JANGANLAH SESAT ! (Bagian I)
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 21 Juni 2009
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 1:16 - Saudara-saudara yang kukasihi, janganlah sesat!
Sesat = planaō - bahasa Yunani yang berarti menyesatkan; menipu; mengembara. Janganlah sesat dalam terjemahan bahasa Inggris berarti jangan sampai berbuat salah/keliru. Di dalam pertumbuhan iman jangan sampai kita tersesat, jangan menjadi penjelajah/pengembara, jangan sampai terbujuk/tertipu.
Apa kata Yesus tentang dan siapa saja mereka yang disebut tersesat?
Matius 22:29 - ..."Kamu sesat, sebab kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah!” Mereka yang disebut tersesat adalah mereka yang tidak mengerti firman Allah dan tidak mengerti kuasa Allah (= dunamis - bahasa Yunani: kemampuan/otoritas ilahi yang sudah diberikan kepada manusia - Perjanjian Eden Kejadian 1:28). Seseorang yang tersesat berarti sedang berbuat kekeliruan tapi masih ada harapan asal menyadari dan setelah itu kembali. Banyak orang Kristen ketika terpuruk dalam kegagalan langsung luntur, tersesat. Jangan tersesat, cepat bangun karena kita telah diberi dunamis. Seringkali di dalam kegagalan Allah menyimpan kebaikan di sana, jangan suntuk karena di dalam kegagalan, Allah sediakan mutiara yang indah dan kita akan melihat hasil yang menakjubkan.
Kita harus sungguh-sungguh dan serius mendengar firman Allah sebab dalam II Petrus 3:16, Petrus mengakui surat-surat dalam Alkitab banyak yang sukar dipahami sedangkan Petrus yang penuh Roh Kudus, bayangnya menyembuhkan orang, Petrus berkata banyak yang sulit dipahami. Dari sini kita memerlukan sumber yaitu roh hikmat - Yohanes 16:13 yang berasal dari kuasa Roh Kudus ketika seseorang menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, dosa diampuni dan minta Roh Kudus memenuhi dan ia akan menerima kuasa. Roh hikmat/roh kesanggupan menghadapi apa saja, bukan hanya untuk memahami firman Allah tetapi memiliki untuk menyelesaikan permasalahan. Roh hikmat datang dari Roh Kudus sehingga kita dapat menghadapi apa saja bahkan saat kritis sekalipun.
II Petrus 3:10 - Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri...
Di sini terdapat dua pengertian yaitu soal penyingkiran gereja dan soal pengangkatan (rapture). Hari Tuhan akan tiba seperti pencuri berbicara tentang saat penyingkiran karena Yesus pernah berkata kamu harus berjaga-jaga (Matius 24); bukan berbicara saat pengangkatan karena gereja yang akan mengalami pengangkatan, gereja tahu saatnya akan diangkat. Wahyu 12:6 - Perempuan itu lari ke padang gurun, di mana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah, supaya ia dipelihara di situ seribu dua ratus enam puluh hari lamanya. Pada waktu penyingkiran terjadi, gereja yang penuh firman dan Roh Kudus dibawa ke padang belantara, ini disamakan seperti pencuri, kita tidak pernah tahu karena yang terjadi di dunia tiba-tiba ada orang yang hilang; Matius 24:40-41, Lukas 17:34-36.
Pada waktu gereja disingkirkan muncullah antikris, antikris akan muncul di dunia ini dan dunia sedang digiring ke arah itu; contohnya dalam bidang keuangan sekarang sedang menuju era non-tunai (tidak menggunakan uang) tapi dengan menggunakan satu tanda kecil (angka 666), kekayaan dunia di tangan antikris, karena itu sebelum antikris muncul gunakan hartamu untuk Tuhan.
Kembali ke Wahyu 12:6, ketika hari penyingkiran gereja akan disingkirkan ke padang belantara, di sana telah disediakan tempat oleh Allah (tetap berada di bumi). Siapa mereka yang disingkirkan? Hanyalah orang percaya yang penuh dengan firman, yang tidak planaō, tidak mengembara, tidak tersesat tapi ia bagaikan pohon tertanam di aliran sungai; gereja yang disingkirkan adalah gereja yang bertumbuh, mau serius, sungguh-sungguh dan mau mengerti firman Allah. Setelah disingkirkan ke padang belantara supaya mereka dipelihara di situ dalam terjemahan bahasa Inggris supaya mereka akan diberi makan selama 3,5 tahun. Selama 3,5 tahun gereja di padang belantara, Tuhan akan merawat, menjaga di sana, sebab di luar/di dunia antikris menguasai dunia, gereja yang tertinggal akan mengalami aniaya antikris, mereka yang tidak punya tanda 666 tidak bisa berjual-beli, tidak bisa makan. Mereka membayar dengan air mata tidak akan ada gunanya.
Amin.
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 1:16 - Saudara-saudara yang kukasihi, janganlah sesat!
Sesat = planaō - bahasa Yunani yang berarti menyesatkan; menipu; mengembara. Janganlah sesat dalam terjemahan bahasa Inggris berarti jangan sampai berbuat salah/keliru. Di dalam pertumbuhan iman jangan sampai kita tersesat, jangan menjadi penjelajah/pengembara, jangan sampai terbujuk/tertipu.
Apa kata Yesus tentang dan siapa saja mereka yang disebut tersesat?
Matius 22:29 - ..."Kamu sesat, sebab kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah!” Mereka yang disebut tersesat adalah mereka yang tidak mengerti firman Allah dan tidak mengerti kuasa Allah (= dunamis - bahasa Yunani: kemampuan/otoritas ilahi yang sudah diberikan kepada manusia - Perjanjian Eden Kejadian 1:28). Seseorang yang tersesat berarti sedang berbuat kekeliruan tapi masih ada harapan asal menyadari dan setelah itu kembali. Banyak orang Kristen ketika terpuruk dalam kegagalan langsung luntur, tersesat. Jangan tersesat, cepat bangun karena kita telah diberi dunamis. Seringkali di dalam kegagalan Allah menyimpan kebaikan di sana, jangan suntuk karena di dalam kegagalan, Allah sediakan mutiara yang indah dan kita akan melihat hasil yang menakjubkan.
Kita harus sungguh-sungguh dan serius mendengar firman Allah sebab dalam II Petrus 3:16, Petrus mengakui surat-surat dalam Alkitab banyak yang sukar dipahami sedangkan Petrus yang penuh Roh Kudus, bayangnya menyembuhkan orang, Petrus berkata banyak yang sulit dipahami. Dari sini kita memerlukan sumber yaitu roh hikmat - Yohanes 16:13 yang berasal dari kuasa Roh Kudus ketika seseorang menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, dosa diampuni dan minta Roh Kudus memenuhi dan ia akan menerima kuasa. Roh hikmat/roh kesanggupan menghadapi apa saja, bukan hanya untuk memahami firman Allah tetapi memiliki untuk menyelesaikan permasalahan. Roh hikmat datang dari Roh Kudus sehingga kita dapat menghadapi apa saja bahkan saat kritis sekalipun.
II Petrus 3:10 - Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri...
Di sini terdapat dua pengertian yaitu soal penyingkiran gereja dan soal pengangkatan (rapture). Hari Tuhan akan tiba seperti pencuri berbicara tentang saat penyingkiran karena Yesus pernah berkata kamu harus berjaga-jaga (Matius 24); bukan berbicara saat pengangkatan karena gereja yang akan mengalami pengangkatan, gereja tahu saatnya akan diangkat. Wahyu 12:6 - Perempuan itu lari ke padang gurun, di mana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah, supaya ia dipelihara di situ seribu dua ratus enam puluh hari lamanya. Pada waktu penyingkiran terjadi, gereja yang penuh firman dan Roh Kudus dibawa ke padang belantara, ini disamakan seperti pencuri, kita tidak pernah tahu karena yang terjadi di dunia tiba-tiba ada orang yang hilang; Matius 24:40-41, Lukas 17:34-36.
Pada waktu gereja disingkirkan muncullah antikris, antikris akan muncul di dunia ini dan dunia sedang digiring ke arah itu; contohnya dalam bidang keuangan sekarang sedang menuju era non-tunai (tidak menggunakan uang) tapi dengan menggunakan satu tanda kecil (angka 666), kekayaan dunia di tangan antikris, karena itu sebelum antikris muncul gunakan hartamu untuk Tuhan.
Kembali ke Wahyu 12:6, ketika hari penyingkiran gereja akan disingkirkan ke padang belantara, di sana telah disediakan tempat oleh Allah (tetap berada di bumi). Siapa mereka yang disingkirkan? Hanyalah orang percaya yang penuh dengan firman, yang tidak planaō, tidak mengembara, tidak tersesat tapi ia bagaikan pohon tertanam di aliran sungai; gereja yang disingkirkan adalah gereja yang bertumbuh, mau serius, sungguh-sungguh dan mau mengerti firman Allah. Setelah disingkirkan ke padang belantara supaya mereka dipelihara di situ dalam terjemahan bahasa Inggris supaya mereka akan diberi makan selama 3,5 tahun. Selama 3,5 tahun gereja di padang belantara, Tuhan akan merawat, menjaga di sana, sebab di luar/di dunia antikris menguasai dunia, gereja yang tertinggal akan mengalami aniaya antikris, mereka yang tidak punya tanda 666 tidak bisa berjual-beli, tidak bisa makan. Mereka membayar dengan air mata tidak akan ada gunanya.
Amin.
Sunday, June 14, 2009
PROSES DARI PENCOBAAN
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 14 Juni 2009
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 1:15 - Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.
Iblis memakai keinginan untuk menjebak kita, metoda yang Iblis gunakan unutk menjerat agar ia mencapai tujuannya menghancurkan manusia karena ia tahu ia akan mengalami kebinasaan. Iblis selalu membangkitkan, menimbulkan hasrat, desire--satu keinginan yang mendesak. Berbicara tentang keinginan ada keinginan positif dan negatif. Ketika punya keinginan positif/yang baik kembangkan itu Roh Kudus-lah yang akan menolong; Iblis metodanya membangkitkan satu keinginan yang negatif dan kalau diresponi itu akan membuahkan dosa dan akhirnya melahirkan maut--bukan menunjuk mati secara jasmani tetapi penghakiman/penghukuman Allah. Kalau seseorang berada di zona dosa dan tidak mau bertobat, tetap tinggal dalam dosa, penghukuman Allah akan dijatuhkan atasnya. Iblis selalu menggoda dengan tujuan untuk membinasakan.
1.Yesaya 14:12-14, Yehezkiel 28:13.
Metoda Iblis ini, dia gunakan cara Allah, dia mengambil gaya dari Allah, meniru karena Iblis bukan pencipta ide. Lucifer (= Bintang Timur; putra Fajar) semula ia selalu memimpin satu kelompok yang besar paduan suara ilahi untuk memuliakan, menyembah Allah Yang Mahatinggi, ia berjubahkan 9 tatahan batu yang begitu indah, ia menikmati hadirat Allah, menikmati memuji Tuhan, namun sebagai makhluk ciptaan Allah ada kebebasan, Tuhan memberi hak/kebebasan. Yesaya 14:14 - ...hendak menyamai Yang Mahatinggi! Satu roh kesombongan/egois, dari sinilah awalnya, hati-hati! roh ini terus bekerja sampai akhir zaman. Jangan heran kalau di akhir zaman muncul pribadi-pribadi yang memiliki roh kecongkakan ini dan menjadi penyesat (II Tesalonika 2:3,4) karena roh Lucifer ada sejak di tahta Allah dan waktu dicampakkan ke bumi menjadi Iblis terus bekerja sampai di akhir zaman. I Timotius 4:1, orang yang murtad tapi meproklamirkan diri sebagai Allah, meniru gaya Allah sejak awal dan ingin menjadi sama seperti Bapa di tempat Mahatinggi.
2.Kejadian 3:1-5.
Saat penciptaan manusia. Godaan/jebakan dari Iblis dengan menggunakan ular --yang menjadi ular tua/satan-- mulai berdialog dengan Hawa, sebenarnya godaan Iblis ini merupakan geramnya karena dia gagal menjadi sama seperti Allah. Kenapa ia geram pada manusia ciptaan Allah? Kejadian 1:26, karena ia melihat manusia diciptakan membawa gambar dan rupa Allah tapi manusia juga diberikan otoritas/mandat terhadap semua yang Allah ciptakan. Mazmur 8:6, Iblis cemburu karena manusia diciptakan sedikit bedanya dari Allah, kemudian Iblis datang melalui ular dan berdialog dengan Hawa dan memperdaya Hawa. Ia membangkitkan satu hasrat, metodanya ini terus ia gunakan dan Iblis berhasil, manusia tergoda dan manusia jatuh dalam dosa.
Ketika Iblis berhasil, ia bukan hanya penggoda tapi ia menjadi pendakwa/penuduh, waktu Yesus datang dan menyelamatkan manusia, Iblis menjadi penuduh, sekarang pun ia masih tetap gunakan metodanya dan menjadi penuduh. Contoh: Ayub 1, Iblis datang ke perkumpulan orang-orang percaya, ia datang pada Ayub. Tuhan ijinkan pagar diangkat dari Ayub, Tuhan mau buktikan Ayub punya kualitas yang luar biasa, dalam satu hari Ayub kehilangan semua tapi Ayub tetap setia kepada Tuhannya.
3.Wahyu 12:9
Yang Iblis lakukan di hari-hari terakhir ia disebut ulat tua/pemutar balik firman Allah, bentuknya naga besar. Kenapa ia disebut pemutar balik firman Allah? Yakobus 2:19, setan pun percaya kepada Allah dan firman Allah tapi percaya yang tidak menghasilkan keselamatan tapi memutarbalikkan dan digunakan untuk menjerat (= pisteuo-kata kerja -- ia percaya lalu melakukan apa yang ia percaya). Orang Kristen banyak yang percaya tapi tidak melakukan (= pistis-kata sifat).
Keluaran 23:25, Yesaya 3:1-3, Matius 4:8,9; Iblis tahu orang yang beribadah pasti diberkati, ia putar balikkan firman Allah, banyak orang percaya yang terjebak, mereka datang dan bertanya pada arwah, ahli nujum, petenung, menyembah kepada orang-orang yang Iblis fasilitasi.
Jangan menyembah kepada Iblis! Tuhan geram, firman Allah sudah menyiapkan satu kepastian, Yakobus katakan kalau Iblis datang lawanlah dia jangan lakukan keinginannya (Yakobus 4:7). Kejadian 1:28, Iblis tahu Allah sudah memberikan otoritas pada manusia, Allah tidak hanya memberkati manusia tapi memberi kuasa di mana engkau berada engkau akan menaklukan daerah itu, apapun zona itu, duri sekali pun akan menjadi seperti permadani; daerah yang penuh dengan singa dan ular beludak, Yesaya 11 menjanjikan Tuhan akan ubahkan mereka akan menjadi jinak.
Amin.
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 1:15 - Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.
Iblis memakai keinginan untuk menjebak kita, metoda yang Iblis gunakan unutk menjerat agar ia mencapai tujuannya menghancurkan manusia karena ia tahu ia akan mengalami kebinasaan. Iblis selalu membangkitkan, menimbulkan hasrat, desire--satu keinginan yang mendesak. Berbicara tentang keinginan ada keinginan positif dan negatif. Ketika punya keinginan positif/yang baik kembangkan itu Roh Kudus-lah yang akan menolong; Iblis metodanya membangkitkan satu keinginan yang negatif dan kalau diresponi itu akan membuahkan dosa dan akhirnya melahirkan maut--bukan menunjuk mati secara jasmani tetapi penghakiman/penghukuman Allah. Kalau seseorang berada di zona dosa dan tidak mau bertobat, tetap tinggal dalam dosa, penghukuman Allah akan dijatuhkan atasnya. Iblis selalu menggoda dengan tujuan untuk membinasakan.
1.Yesaya 14:12-14, Yehezkiel 28:13.
Metoda Iblis ini, dia gunakan cara Allah, dia mengambil gaya dari Allah, meniru karena Iblis bukan pencipta ide. Lucifer (= Bintang Timur; putra Fajar) semula ia selalu memimpin satu kelompok yang besar paduan suara ilahi untuk memuliakan, menyembah Allah Yang Mahatinggi, ia berjubahkan 9 tatahan batu yang begitu indah, ia menikmati hadirat Allah, menikmati memuji Tuhan, namun sebagai makhluk ciptaan Allah ada kebebasan, Tuhan memberi hak/kebebasan. Yesaya 14:14 - ...hendak menyamai Yang Mahatinggi! Satu roh kesombongan/egois, dari sinilah awalnya, hati-hati! roh ini terus bekerja sampai akhir zaman. Jangan heran kalau di akhir zaman muncul pribadi-pribadi yang memiliki roh kecongkakan ini dan menjadi penyesat (II Tesalonika 2:3,4) karena roh Lucifer ada sejak di tahta Allah dan waktu dicampakkan ke bumi menjadi Iblis terus bekerja sampai di akhir zaman. I Timotius 4:1, orang yang murtad tapi meproklamirkan diri sebagai Allah, meniru gaya Allah sejak awal dan ingin menjadi sama seperti Bapa di tempat Mahatinggi.
2.Kejadian 3:1-5.
Saat penciptaan manusia. Godaan/jebakan dari Iblis dengan menggunakan ular --yang menjadi ular tua/satan-- mulai berdialog dengan Hawa, sebenarnya godaan Iblis ini merupakan geramnya karena dia gagal menjadi sama seperti Allah. Kenapa ia geram pada manusia ciptaan Allah? Kejadian 1:26, karena ia melihat manusia diciptakan membawa gambar dan rupa Allah tapi manusia juga diberikan otoritas/mandat terhadap semua yang Allah ciptakan. Mazmur 8:6, Iblis cemburu karena manusia diciptakan sedikit bedanya dari Allah, kemudian Iblis datang melalui ular dan berdialog dengan Hawa dan memperdaya Hawa. Ia membangkitkan satu hasrat, metodanya ini terus ia gunakan dan Iblis berhasil, manusia tergoda dan manusia jatuh dalam dosa.
Ketika Iblis berhasil, ia bukan hanya penggoda tapi ia menjadi pendakwa/penuduh, waktu Yesus datang dan menyelamatkan manusia, Iblis menjadi penuduh, sekarang pun ia masih tetap gunakan metodanya dan menjadi penuduh. Contoh: Ayub 1, Iblis datang ke perkumpulan orang-orang percaya, ia datang pada Ayub. Tuhan ijinkan pagar diangkat dari Ayub, Tuhan mau buktikan Ayub punya kualitas yang luar biasa, dalam satu hari Ayub kehilangan semua tapi Ayub tetap setia kepada Tuhannya.
3.Wahyu 12:9
Yang Iblis lakukan di hari-hari terakhir ia disebut ulat tua/pemutar balik firman Allah, bentuknya naga besar. Kenapa ia disebut pemutar balik firman Allah? Yakobus 2:19, setan pun percaya kepada Allah dan firman Allah tapi percaya yang tidak menghasilkan keselamatan tapi memutarbalikkan dan digunakan untuk menjerat (= pisteuo-kata kerja -- ia percaya lalu melakukan apa yang ia percaya). Orang Kristen banyak yang percaya tapi tidak melakukan (= pistis-kata sifat).
Keluaran 23:25, Yesaya 3:1-3, Matius 4:8,9; Iblis tahu orang yang beribadah pasti diberkati, ia putar balikkan firman Allah, banyak orang percaya yang terjebak, mereka datang dan bertanya pada arwah, ahli nujum, petenung, menyembah kepada orang-orang yang Iblis fasilitasi.
Jangan menyembah kepada Iblis! Tuhan geram, firman Allah sudah menyiapkan satu kepastian, Yakobus katakan kalau Iblis datang lawanlah dia jangan lakukan keinginannya (Yakobus 4:7). Kejadian 1:28, Iblis tahu Allah sudah memberikan otoritas pada manusia, Allah tidak hanya memberkati manusia tapi memberi kuasa di mana engkau berada engkau akan menaklukan daerah itu, apapun zona itu, duri sekali pun akan menjadi seperti permadani; daerah yang penuh dengan singa dan ular beludak, Yesaya 11 menjanjikan Tuhan akan ubahkan mereka akan menjadi jinak.
Amin.
Sunday, June 07, 2009
PENCOBAAN-PENCOBAAN DI DALAM DIRI MANUSIA
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 7 Juni 2009
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 1:14 - Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.
Mulai dari ayat 13, Yakobus bukan lagi berbicara tentang pencobaan-pencobaan yang berada di luar diri manusia tetapi ia membahas pencobaan yang ada di dalam diri manusia. Peirazō yang berarti menampilkan keinginan-keinginan/kelemahan manusia kemudian menggunakan kelemahan ini, menjeratnya dan kemudian manusia akan gagal/hancur sama sekali. Menjelang Yesus datang kali yang kedua pencobaan-pencobaan di dalam diri manusia frekuensinya akan makin tajam untuk menguji apakah kita layak untuk menjadi pengantin Kristus.
Mungkin muncul satu pertanyaan Tuhan berkata Akulah gembala yang baik, tapi kenapa Tuhan ijinkan peirazō (pencobaan yang menyentuh diri kita) datang menjerat? Ketika Tuhan ciptakan manusia Tuhan ciptakan dengan kebebasan untuk memilih, diberikan hak untuk berbicara, berpikir, dan mengambil keputusan. Di sinilah letak kebaikan Allah pada kita.
Matius 13:4 - Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis; hubungkan dengan Kejadian 1:20 - "Hendaklah dalam air berkeriapan makhluk yang hidup, dan hendaklah burung beterbangan di atas bumi melintasi cakrawala.” Inilah letak kedaulatan Allah terhadap ciptaanNya baik kepada manusia yang membawa citra Allah dan makhluk ciptaan Allah juga diberi hak, mereka juga diberi kebebasan. Burung-burung bebas untuk memakan benih yang ditabur, bebas untuk membuat rumah, membuang kotoran; manusia pun diberi kebebasan untuk mengambil keputusan kalau burung bersarang manusia bebas untuk mengusirnya atau membiarkannya.
Beberapa contoh orang-orang yang gagal mengambil keputusan dan terjebak dalam pencobaan-pencobaan yang ada dalam dirinya:
1.Akhan.
Setelah orang Israel mengalahkan Yerikho, di dekat mereka ada kota Ai yang kecil dan mereka berangkat menyerang kota Ai yang dianggap kecil tapi justru mereka dikalahkan oleh penduduk Ai. Kenapa mereka gagal? Yosua 6:18, ketika orang Israel menaklukkan Yerikho, Tuhan sudah berfirman pada Yosua untuk menjaga diri terhadap barang-barang yang dikhususkan untuk dimusnahkan. Yosua 7:20-21, Akhan gagal untuk mengusir burung yang ada di kepalanya, Tuhan sudah memberi perintah mengusir burung seindah apapun, tapi Akhan mengambilnya. Peirazō adalah godaan-godaan yang sangat menyentuh daging. Kita diberi kebebasan untuk berkata tidak untuk yang harus berkata tidak dan ya untuk yang harus kita lakukan.
2.Simson.
Hakim-hakim 14:5-9, Simson mengambil madu dari bangkai singa yang dibunuhnya dalam perjalanan ke Timna untuk mengambil gadis Filistin menjadi istrinya. Simson ingat ia seorang nazir Allah, seorang nazir Allah tidak diperbolehkan menyentuh bangkai tapi ia tidak mau mengusir burung-burung yang memakan benih firman Allah dan ia terseret.
3.Yunus.
Yunus 1:1-3, Yunus tidak mengambil ketegasan untuk memilih mengusir burung yang mencoba bersarang di kepalanya yang mengorek tentang masa lalunya --orang-orang Niniwe-lah yang menyebabkan nenek moyang Yunus menjadi miskin akibat serangan mereka-- ketika Tuhan menyuruh dia untuk pergi ke Niniwe memberitakan kabar kesukaan supaya penduduk Niniwe bertobat justru Yunus lari ke Tarsis.
Kematian sudah menanti Akhan di lembah Akhor, ia dilontari batu dan dibakar di sana beserta keluarganya; Simson tidak mau mengusir burung yang mau makan firman Allah, penjara di Gaza telah menunggunya, ia kehilangan matanya dan ia mati di sana; Yunus melawan firman Allah, ikan besar disiapkan untuk menelannya.
Jerat yang paling berbahaya di akhir zaman Paulus katakan dalam Galatia 5:19-21 ada 15 macam jerat Iblis/anak panah musuh yang diarahkan pada manusia yaitu semua keinginan daging. Jangan terjebak, buang dan tolak semuanya! Karena akan menghancurkan bangunan rohani dan penghambat sehingga arus Roh Kudus tidak bisa masuk dan kita tidak bisa menangkap isyarat dari Tuhan. Tuhan memberi kebebasan untuk mengusir keinginan daging, ketika kita mengambil pilihan untuk mengusirnya, Tuhan memberikan jaminan janji dalam Nahum 1:13 - Sekarang, Aku akan mematahkan gandarnya yang memberati engkau, dan akan memutuskan belenggu-belenggu yang mengikat engkau. Tuhan bukan hanya melepaskan dari gandar apapun, tetapi akan mematahkannya. Dan Ia bukan hanya melonggarkan dari belenggu-belenggu tetapi putuskan, hancurkan belenggu apapun. Puji Tuhan !
Amin.
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 1:14 - Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.
Mulai dari ayat 13, Yakobus bukan lagi berbicara tentang pencobaan-pencobaan yang berada di luar diri manusia tetapi ia membahas pencobaan yang ada di dalam diri manusia. Peirazō yang berarti menampilkan keinginan-keinginan/kelemahan manusia kemudian menggunakan kelemahan ini, menjeratnya dan kemudian manusia akan gagal/hancur sama sekali. Menjelang Yesus datang kali yang kedua pencobaan-pencobaan di dalam diri manusia frekuensinya akan makin tajam untuk menguji apakah kita layak untuk menjadi pengantin Kristus.
Mungkin muncul satu pertanyaan Tuhan berkata Akulah gembala yang baik, tapi kenapa Tuhan ijinkan peirazō (pencobaan yang menyentuh diri kita) datang menjerat? Ketika Tuhan ciptakan manusia Tuhan ciptakan dengan kebebasan untuk memilih, diberikan hak untuk berbicara, berpikir, dan mengambil keputusan. Di sinilah letak kebaikan Allah pada kita.
Matius 13:4 - Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis; hubungkan dengan Kejadian 1:20 - "Hendaklah dalam air berkeriapan makhluk yang hidup, dan hendaklah burung beterbangan di atas bumi melintasi cakrawala.” Inilah letak kedaulatan Allah terhadap ciptaanNya baik kepada manusia yang membawa citra Allah dan makhluk ciptaan Allah juga diberi hak, mereka juga diberi kebebasan. Burung-burung bebas untuk memakan benih yang ditabur, bebas untuk membuat rumah, membuang kotoran; manusia pun diberi kebebasan untuk mengambil keputusan kalau burung bersarang manusia bebas untuk mengusirnya atau membiarkannya.
Beberapa contoh orang-orang yang gagal mengambil keputusan dan terjebak dalam pencobaan-pencobaan yang ada dalam dirinya:
1.Akhan.
Setelah orang Israel mengalahkan Yerikho, di dekat mereka ada kota Ai yang kecil dan mereka berangkat menyerang kota Ai yang dianggap kecil tapi justru mereka dikalahkan oleh penduduk Ai. Kenapa mereka gagal? Yosua 6:18, ketika orang Israel menaklukkan Yerikho, Tuhan sudah berfirman pada Yosua untuk menjaga diri terhadap barang-barang yang dikhususkan untuk dimusnahkan. Yosua 7:20-21, Akhan gagal untuk mengusir burung yang ada di kepalanya, Tuhan sudah memberi perintah mengusir burung seindah apapun, tapi Akhan mengambilnya. Peirazō adalah godaan-godaan yang sangat menyentuh daging. Kita diberi kebebasan untuk berkata tidak untuk yang harus berkata tidak dan ya untuk yang harus kita lakukan.
2.Simson.
Hakim-hakim 14:5-9, Simson mengambil madu dari bangkai singa yang dibunuhnya dalam perjalanan ke Timna untuk mengambil gadis Filistin menjadi istrinya. Simson ingat ia seorang nazir Allah, seorang nazir Allah tidak diperbolehkan menyentuh bangkai tapi ia tidak mau mengusir burung-burung yang memakan benih firman Allah dan ia terseret.
3.Yunus.
Yunus 1:1-3, Yunus tidak mengambil ketegasan untuk memilih mengusir burung yang mencoba bersarang di kepalanya yang mengorek tentang masa lalunya --orang-orang Niniwe-lah yang menyebabkan nenek moyang Yunus menjadi miskin akibat serangan mereka-- ketika Tuhan menyuruh dia untuk pergi ke Niniwe memberitakan kabar kesukaan supaya penduduk Niniwe bertobat justru Yunus lari ke Tarsis.
Kematian sudah menanti Akhan di lembah Akhor, ia dilontari batu dan dibakar di sana beserta keluarganya; Simson tidak mau mengusir burung yang mau makan firman Allah, penjara di Gaza telah menunggunya, ia kehilangan matanya dan ia mati di sana; Yunus melawan firman Allah, ikan besar disiapkan untuk menelannya.
Jerat yang paling berbahaya di akhir zaman Paulus katakan dalam Galatia 5:19-21 ada 15 macam jerat Iblis/anak panah musuh yang diarahkan pada manusia yaitu semua keinginan daging. Jangan terjebak, buang dan tolak semuanya! Karena akan menghancurkan bangunan rohani dan penghambat sehingga arus Roh Kudus tidak bisa masuk dan kita tidak bisa menangkap isyarat dari Tuhan. Tuhan memberi kebebasan untuk mengusir keinginan daging, ketika kita mengambil pilihan untuk mengusirnya, Tuhan memberikan jaminan janji dalam Nahum 1:13 - Sekarang, Aku akan mematahkan gandarnya yang memberati engkau, dan akan memutuskan belenggu-belenggu yang mengikat engkau. Tuhan bukan hanya melepaskan dari gandar apapun, tetapi akan mematahkannya. Dan Ia bukan hanya melonggarkan dari belenggu-belenggu tetapi putuskan, hancurkan belenggu apapun. Puji Tuhan !
Amin.
Sunday, May 31, 2009
ALLAH SUMBER PENGHARAPAN
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 31 Mei 2009
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Roma 15:13 - Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan.
Roh Kudus mempunyai peran dalam kehidupan setiap pribadi untuk memulihkan/merestorasi, sebelum memulihkan Roh Kudus akan mengadakan penelitian/investigasi; itu sebabnya Daud berkata ujilah hatiku, apa saja yang sudah rusak maka Roh Kudus akan mengadakan perbaikan.
Berangkat dari ayat-ayat sebelumnya, dari pengalaman-pengalaman masa lampau, Paulus mengambil kesimpulan bahwa Allah adalah sumber pengharapan. Ayat 9, Paulus mengangkat pengalaman Daud, Daud disusahkan oleh mertuanya, Daud akan dibunuh bahkan sahabat sekaligus penasihatnya justru mengkhianati dia. Ayat 10 adalah pengalaman Musa yang mengalami pembelaan Allah ketika ditentang oleh banyak orang. Ayat 11 adalah pengalaman Daud ketika Tuhan membebaskan dia dari jerat-jerat musuh. Ayat 12 merupakan pengalaman Yesaya, ia selalu disusahkan ketika Tuhan tetapkan dia untuk menjadi penasihat raja dan nabi bagi orang Israel yang selalu memberontak kepada Tuhan. Mengapa mereka tetap setia dalam panggilan Allah?
Dari pengalaman-pengalaman ini Paulus menarik kesimpulan Allah sumber pengharapan, Ia akan memenuhi kita dengan segala sukacita (fill you with all joy) sesuai kebutuhan kita; Ia akan melimpahkan damai sejahtera (= peace diangkat dari kata pax – bahasa Latin yang berarti diatur yang rapi). Apakah kita sedang menghadapi persoalan, tanggung jawab yang sulit bagaikan barang yang berantakan? Tuhan adalah sumber pengharapan, Dia akan menata yang kita tidak bisa tata lagi, Ia tahu persis bagaimana membenahi hidup kita. Tuhan akan memberikan kita pengharapan dalam kekuatan Roh Kudus yang tidak ada habis-habisnya. Bagaimana caranya agar Roh Kudus dicurahkan berlimpah-limpah dalam hidup kita?
Kisah Para Rasul 3:19-21, hal yang pertama adalah kita harus sadar dan bertobat (= berbalik arah dan mengalami pembaharuan hati = menginsyafi bahwa ia sangat membutuhkan Tuhan) maka Tuhan akan mendatangkan waktu penyegaran dan Tuhan akan mengadakan pemulihan dalam segala sesuatu, merestorasi, memperbaiki.
Seseorang yang hancur, rusak kemudian sadar dan bertobat maka ia akan mengalami penyegaran, pemulihan dan kelimpahan. Lukas 15:11-20, anak bungsu mengambil keputusan untuk meminta bagiannya dan ia tinggalkan rumah ayahnya. Pernahkah kita berpikir meninggalkan gereja lokal (rumah) yang merupakan anugerah supaya kita bertumbuh dan berperan di sana? Apapun keadaan gereja lokal kalau kita diijinkan Tuhan berada di sana jangan tinggalkan Tuhan karena akan mengalami sesuatu yang pahit (Yeremia 2:19, Rut 1:1-5).
Lukas 15:17, 18, saat anak bungsu dalam penderitaan, ia sadar dan mengambil keputusan untuk kembali kepada bapanya. Bukan hanya berbalik haluan tapi ia meninggalkan kesalahan-kesalahan dan ia disayangi Tuhan, apa yang telah hilang Tuhan mau kembalikan, Tuhan akan memulihkan (Amsal 28:13). Saat anak bungsu bertindak (Lukas 15:20), ia mulai dipulihkan, jubah lama dilepaskan lalu diberi jubah yang terbaik; ia menerima cincin (meterai = menunjukkan ia resmi adalah anak bapa; hak = ia anak ia mempunyai hak), dulu ia berkata ‘give me’ (berikan aku) hanya menuntut, tidak pernah sadar akan kewajiban tapi sekarang ia berkata ‘make me’ (jadikan aku) mulai bertumbuh dalam tanggung jawab. Seorang Kristen yang dewasa, ia punya tanggung jawab di manapun ia berada, jangan hanya menuntut hak. Dan akhirnya anak bungsu diberikan sepatu (berbicara tentang berkat yang diberikan pada Asyer). Ulangan 33:24, 25 - ...dan biarlah ia mencelupkan kakinya ke dalam minyak... perhatikan bangsa Israel yang selama 40 tahun mengembara di padang gurun, kasutnya tidak pernah aus, ketika seseorang mau dipulihkan, ketika Roh Kudus mengadakan investigasi hati, emosi, pikiran, kemauan, tekad dan ia bersedia didata dan mengijinkan Roh Kudus untuk menginvestigasinya maka kakinya akan dicelupkan ke dalam minyak. Yosua 1:3 mengatakan setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu Kuberikan kepada kamu... diinjak = kaphaph – bahasa Ibrani yang berarti ia akan menjadi pemenang di sana, ia akan dapat membelokkan arus sungai Yordan ke hulu (Mazmur 114:3), dan pintu surga akan terbuka baginya. Maukah kita dipulihkan dan dipenuhkan dengan Roh Kudus?
Amin.
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Roma 15:13 - Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan.
Roh Kudus mempunyai peran dalam kehidupan setiap pribadi untuk memulihkan/merestorasi, sebelum memulihkan Roh Kudus akan mengadakan penelitian/investigasi; itu sebabnya Daud berkata ujilah hatiku, apa saja yang sudah rusak maka Roh Kudus akan mengadakan perbaikan.
Berangkat dari ayat-ayat sebelumnya, dari pengalaman-pengalaman masa lampau, Paulus mengambil kesimpulan bahwa Allah adalah sumber pengharapan. Ayat 9, Paulus mengangkat pengalaman Daud, Daud disusahkan oleh mertuanya, Daud akan dibunuh bahkan sahabat sekaligus penasihatnya justru mengkhianati dia. Ayat 10 adalah pengalaman Musa yang mengalami pembelaan Allah ketika ditentang oleh banyak orang. Ayat 11 adalah pengalaman Daud ketika Tuhan membebaskan dia dari jerat-jerat musuh. Ayat 12 merupakan pengalaman Yesaya, ia selalu disusahkan ketika Tuhan tetapkan dia untuk menjadi penasihat raja dan nabi bagi orang Israel yang selalu memberontak kepada Tuhan. Mengapa mereka tetap setia dalam panggilan Allah?
Dari pengalaman-pengalaman ini Paulus menarik kesimpulan Allah sumber pengharapan, Ia akan memenuhi kita dengan segala sukacita (fill you with all joy) sesuai kebutuhan kita; Ia akan melimpahkan damai sejahtera (= peace diangkat dari kata pax – bahasa Latin yang berarti diatur yang rapi). Apakah kita sedang menghadapi persoalan, tanggung jawab yang sulit bagaikan barang yang berantakan? Tuhan adalah sumber pengharapan, Dia akan menata yang kita tidak bisa tata lagi, Ia tahu persis bagaimana membenahi hidup kita. Tuhan akan memberikan kita pengharapan dalam kekuatan Roh Kudus yang tidak ada habis-habisnya. Bagaimana caranya agar Roh Kudus dicurahkan berlimpah-limpah dalam hidup kita?
Kisah Para Rasul 3:19-21, hal yang pertama adalah kita harus sadar dan bertobat (= berbalik arah dan mengalami pembaharuan hati = menginsyafi bahwa ia sangat membutuhkan Tuhan) maka Tuhan akan mendatangkan waktu penyegaran dan Tuhan akan mengadakan pemulihan dalam segala sesuatu, merestorasi, memperbaiki.
Seseorang yang hancur, rusak kemudian sadar dan bertobat maka ia akan mengalami penyegaran, pemulihan dan kelimpahan. Lukas 15:11-20, anak bungsu mengambil keputusan untuk meminta bagiannya dan ia tinggalkan rumah ayahnya. Pernahkah kita berpikir meninggalkan gereja lokal (rumah) yang merupakan anugerah supaya kita bertumbuh dan berperan di sana? Apapun keadaan gereja lokal kalau kita diijinkan Tuhan berada di sana jangan tinggalkan Tuhan karena akan mengalami sesuatu yang pahit (Yeremia 2:19, Rut 1:1-5).
Lukas 15:17, 18, saat anak bungsu dalam penderitaan, ia sadar dan mengambil keputusan untuk kembali kepada bapanya. Bukan hanya berbalik haluan tapi ia meninggalkan kesalahan-kesalahan dan ia disayangi Tuhan, apa yang telah hilang Tuhan mau kembalikan, Tuhan akan memulihkan (Amsal 28:13). Saat anak bungsu bertindak (Lukas 15:20), ia mulai dipulihkan, jubah lama dilepaskan lalu diberi jubah yang terbaik; ia menerima cincin (meterai = menunjukkan ia resmi adalah anak bapa; hak = ia anak ia mempunyai hak), dulu ia berkata ‘give me’ (berikan aku) hanya menuntut, tidak pernah sadar akan kewajiban tapi sekarang ia berkata ‘make me’ (jadikan aku) mulai bertumbuh dalam tanggung jawab. Seorang Kristen yang dewasa, ia punya tanggung jawab di manapun ia berada, jangan hanya menuntut hak. Dan akhirnya anak bungsu diberikan sepatu (berbicara tentang berkat yang diberikan pada Asyer). Ulangan 33:24, 25 - ...dan biarlah ia mencelupkan kakinya ke dalam minyak... perhatikan bangsa Israel yang selama 40 tahun mengembara di padang gurun, kasutnya tidak pernah aus, ketika seseorang mau dipulihkan, ketika Roh Kudus mengadakan investigasi hati, emosi, pikiran, kemauan, tekad dan ia bersedia didata dan mengijinkan Roh Kudus untuk menginvestigasinya maka kakinya akan dicelupkan ke dalam minyak. Yosua 1:3 mengatakan setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu Kuberikan kepada kamu... diinjak = kaphaph – bahasa Ibrani yang berarti ia akan menjadi pemenang di sana, ia akan dapat membelokkan arus sungai Yordan ke hulu (Mazmur 114:3), dan pintu surga akan terbuka baginya. Maukah kita dipulihkan dan dipenuhkan dengan Roh Kudus?
Amin.
Sunday, May 24, 2009
PERAN ROH KUDUS DALAM SETIAP PRIBADI
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 24 Mei 2009
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yehezkiel 36:27 - Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya.
Sembilan tahun sesudah Daniel berada di Babel, dipanggillah Yehezkiel supaya menyusul ke Babel karena Daniel melihat mereka yang ditawan di Babel memerlukan perawatan rohani. Sebenarnya Yehezkiel juga terbeban dengan pelayanan jemaat di Yerusalem yang terdiri dari orang-orang yang sederhana dan tidak produktif dilayani oleh Yeremia sudah berusia lanjut dan sangat terbatas; tapi Roh Allah berbicara lewat surat yang dilayangkan Daniel, Yehezkiel melihat begitu banyak yang perlu diselesaikan, ia berdoa dan Tuhan perlihatkan begitu banyak nubuatan-nubuatan yang dibutuhkan oleh mereka pada waktu itu dan kita yang berada di akhir zaman. Pada waktu itu orang-orang Yehuda berpikir habislah kita sebab semua sudah dirampas dan mereka tidak memiliki apa-apa. Kemudian Tuhan memberitahu kepada Yehezkiel untuk memberitakan kepada semua; Roh-Ku akan Kurelakan diam di dalam setiap kepala/pribadi bukan hanya di setiap kelompok karena Allah sangat berkepentingan dengan setiap pribadi.
Tuhan bukan hanya datang di antara kita, tapi Dia ingin masuk dalam hidup kita dan ketika Dia mau tinggal dalam hidup kita dalam bentuk Roh; Yesus memberi penjelasan dalam Yohanes 4:24 - Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran. Kalau Ia mau tinggal dalam hidup kita, kita perlu rawat, perlu jaga dan perlu bergaul bersama-sama karena Ia sebagai satu pribadi jangan sampai kita membuatNya berdukacita (Efesus 4:30). Allah mau tinggal dalam hidup kita, ketika tempat huniannya ternyata menyimpan dendam, memelihara dan memupuk kebencian, itu akan membuat Roh Kudus berdukacita. Roh juga bisa merasa terhina, tersinggung. Kisah Para Rasul 5:3-4, ketika Ananias mendustai Roh Kudus, ia bukan hanya mendustai Roh sebagai penuntun, dan pemberi semangat tapi ia mendustai Roh sebagai pribadi Allah sendiri.
Roh itu mempunyai ide, sebagai satu pribadi yang sangat kreatif, begitu inovatif, variatif sesuai kebutuhan keselamatan, kebutuhan jasmani, dan kebutuhan rohani kita. Begitu banyak caranya untuk membuka jalan, menjawab doa kita. Kisah Para Rasul 16:6-7, Paulus dan Silas mempunyai rencana untuk berada di pesisir daerah Turki Selatan, menurut akal perlu untuk meneguhkan, melawati jemaat-jemaat yang ada di sana, tapi Roh Kudus yang punya ide mencegah kepada mereka. Roh bisa mencegah kita dan kita harus peka dan tunduk pada pimpinan Roh.
Roh Kudus pun tahu persis posisi seseorang. Kisah Para Rasul 8:26-29, kalau Roh Kudus bekerja tidak ada jarak yang terlalu panjang, tidak ada beban yang terlalu berat dan yang mustahil menjadi tidak mustahil, Roh Kudus membawa Filipus begitu cepat dari Samaria dan tiba di Gaza (jarak Samaria – Gaza begitu jauh) untuk memberitakan Injil kepada seorang sida-sida Etiopia.
Roh Kudus memberikan pengertian, pemahaman tentang rancangan Allah di dalam diri seseorang. Mazmur 139:13, Yeremia 1:4-5, Tuhan sementara membentuk/membuat satu helai kain, kemudian Ia tahu persis helai kain ini akan digunakan untuk apa, dijadikan apa. Ketika Tuhan menenun Yusuf di dalam rahim ibunya, Tuhan menetapkan dia melalui satu vision di Kejadian pasal 37 menjadi pemimpin di mesir. Ketika ia bermimpi matahari dan bulan (orangtuanya) dan kesebelas bintang (saudara-saudaranya) semuanya datang mengelilingi dan menyembah dia, peristiwa ini terjadi 22 tahun sebelum kelaparan besar terjadi di Mesir. Untuk menghadapi kelaparan besar di Mesir, Tuhan siapkan tenunan tadi menjadi bakal pemimpin di Mesir untuk memberi makan orang Mesir dan keluarganya. Untuk sampai di tahta di Mesir ketika Yusuf bermimpi, mulailah ia mengalami penderitaan seperti sebatang lilin –ia tidak bisa memilih akan disimpan ataukah akan dibakar oleh pemiliknya– ia harus menyerah kepada pemiliknya. Saat Tuhan perlihatkan kepadanya ia bakal menjadi pemimpin justru kakak-kakaknya datang mengambil korek api dan menyalakannya, saat ia berpindah ke Mesir, batangnya makin pendek, sumbunya makin hitam, ia dibuang ke penjara karena fitnah istri Potifar tapi Yusuf tidak pernah ‘protes’ tapi ia berkata jadilah kehendakMu bukan kehendakku yang jadi. Setelah genap waktunya lilin yang terbakar, ia keluar dari penjara dan ketika ia ditahbiskan menjadi raja muda di Mesir, Firaun berkata: "Mungkinkah kita mendapat orang seperti ini, seorang yang penuh dengan Roh Allah?", Kejadian 41:37,38.
Maukah kita dipenuhkan dengan Roh Kudus? Roh Kudus tahu persis apa yang tersembunyi dan terselubung di hadapan kita, ketika kita dipenuhkan kuasa Roh Kudus, Roh Kudus akan tampil untuk mengutarakan semuanya.
Amin.
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yehezkiel 36:27 - Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya.
Sembilan tahun sesudah Daniel berada di Babel, dipanggillah Yehezkiel supaya menyusul ke Babel karena Daniel melihat mereka yang ditawan di Babel memerlukan perawatan rohani. Sebenarnya Yehezkiel juga terbeban dengan pelayanan jemaat di Yerusalem yang terdiri dari orang-orang yang sederhana dan tidak produktif dilayani oleh Yeremia sudah berusia lanjut dan sangat terbatas; tapi Roh Allah berbicara lewat surat yang dilayangkan Daniel, Yehezkiel melihat begitu banyak yang perlu diselesaikan, ia berdoa dan Tuhan perlihatkan begitu banyak nubuatan-nubuatan yang dibutuhkan oleh mereka pada waktu itu dan kita yang berada di akhir zaman. Pada waktu itu orang-orang Yehuda berpikir habislah kita sebab semua sudah dirampas dan mereka tidak memiliki apa-apa. Kemudian Tuhan memberitahu kepada Yehezkiel untuk memberitakan kepada semua; Roh-Ku akan Kurelakan diam di dalam setiap kepala/pribadi bukan hanya di setiap kelompok karena Allah sangat berkepentingan dengan setiap pribadi.
Tuhan bukan hanya datang di antara kita, tapi Dia ingin masuk dalam hidup kita dan ketika Dia mau tinggal dalam hidup kita dalam bentuk Roh; Yesus memberi penjelasan dalam Yohanes 4:24 - Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran. Kalau Ia mau tinggal dalam hidup kita, kita perlu rawat, perlu jaga dan perlu bergaul bersama-sama karena Ia sebagai satu pribadi jangan sampai kita membuatNya berdukacita (Efesus 4:30). Allah mau tinggal dalam hidup kita, ketika tempat huniannya ternyata menyimpan dendam, memelihara dan memupuk kebencian, itu akan membuat Roh Kudus berdukacita. Roh juga bisa merasa terhina, tersinggung. Kisah Para Rasul 5:3-4, ketika Ananias mendustai Roh Kudus, ia bukan hanya mendustai Roh sebagai penuntun, dan pemberi semangat tapi ia mendustai Roh sebagai pribadi Allah sendiri.
Roh itu mempunyai ide, sebagai satu pribadi yang sangat kreatif, begitu inovatif, variatif sesuai kebutuhan keselamatan, kebutuhan jasmani, dan kebutuhan rohani kita. Begitu banyak caranya untuk membuka jalan, menjawab doa kita. Kisah Para Rasul 16:6-7, Paulus dan Silas mempunyai rencana untuk berada di pesisir daerah Turki Selatan, menurut akal perlu untuk meneguhkan, melawati jemaat-jemaat yang ada di sana, tapi Roh Kudus yang punya ide mencegah kepada mereka. Roh bisa mencegah kita dan kita harus peka dan tunduk pada pimpinan Roh.
Roh Kudus pun tahu persis posisi seseorang. Kisah Para Rasul 8:26-29, kalau Roh Kudus bekerja tidak ada jarak yang terlalu panjang, tidak ada beban yang terlalu berat dan yang mustahil menjadi tidak mustahil, Roh Kudus membawa Filipus begitu cepat dari Samaria dan tiba di Gaza (jarak Samaria – Gaza begitu jauh) untuk memberitakan Injil kepada seorang sida-sida Etiopia.
Roh Kudus memberikan pengertian, pemahaman tentang rancangan Allah di dalam diri seseorang. Mazmur 139:13, Yeremia 1:4-5, Tuhan sementara membentuk/membuat satu helai kain, kemudian Ia tahu persis helai kain ini akan digunakan untuk apa, dijadikan apa. Ketika Tuhan menenun Yusuf di dalam rahim ibunya, Tuhan menetapkan dia melalui satu vision di Kejadian pasal 37 menjadi pemimpin di mesir. Ketika ia bermimpi matahari dan bulan (orangtuanya) dan kesebelas bintang (saudara-saudaranya) semuanya datang mengelilingi dan menyembah dia, peristiwa ini terjadi 22 tahun sebelum kelaparan besar terjadi di Mesir. Untuk menghadapi kelaparan besar di Mesir, Tuhan siapkan tenunan tadi menjadi bakal pemimpin di Mesir untuk memberi makan orang Mesir dan keluarganya. Untuk sampai di tahta di Mesir ketika Yusuf bermimpi, mulailah ia mengalami penderitaan seperti sebatang lilin –ia tidak bisa memilih akan disimpan ataukah akan dibakar oleh pemiliknya– ia harus menyerah kepada pemiliknya. Saat Tuhan perlihatkan kepadanya ia bakal menjadi pemimpin justru kakak-kakaknya datang mengambil korek api dan menyalakannya, saat ia berpindah ke Mesir, batangnya makin pendek, sumbunya makin hitam, ia dibuang ke penjara karena fitnah istri Potifar tapi Yusuf tidak pernah ‘protes’ tapi ia berkata jadilah kehendakMu bukan kehendakku yang jadi. Setelah genap waktunya lilin yang terbakar, ia keluar dari penjara dan ketika ia ditahbiskan menjadi raja muda di Mesir, Firaun berkata: "Mungkinkah kita mendapat orang seperti ini, seorang yang penuh dengan Roh Allah?", Kejadian 41:37,38.
Maukah kita dipenuhkan dengan Roh Kudus? Roh Kudus tahu persis apa yang tersembunyi dan terselubung di hadapan kita, ketika kita dipenuhkan kuasa Roh Kudus, Roh Kudus akan tampil untuk mengutarakan semuanya.
Amin.
Sunday, May 17, 2009
LATIHLAH DIRIMU BERIBADAH !
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 17 Mei 2009
Oleh Pdt. Otniel Adinugraha - Solo
Kekristenan adalah satu agama yang berpusat kepada Allah, segala sesuatu diarahkan kepada Allah. Sekitar 200-300 tahun yang lalu kekristenan di Eropa mengalami kejenuhan sekian lama mengikut Tuhan tetap mengalami permasalahan hidup masalah-masalah yang tidak teratasi ini menimbulkan satu cara, pemikiran kalau kekristenan sudah tidak bisa kita andalkan lalu bagaimana kita mengatasinya kalau kita terus-menerus menghadapi permasalahan. Pada saat seperti inilah keresahan anak-anak Tuhan dibaca oleh Iblis. Iblis berusaha secara halus, perlahan dia bekerja melalui solusi yang ditawarkan yaitu “new age movement” (gerakan zaman baru) kalau kita mau mengalami perubahan-perubahan dalam hidup kita, kita harus kembali ke kesadaran batin dan tidak lagi mengarah pada Allah, kita punya kemampuan, energi, hanya belum dikembangkan Hati-hati! Ini sangat berbahaya dan sekarang perlahan-lahan mulai dikembangkan.
I Timotius 4:7b-10 - Latihlah dirimu beribadah... Kata latih berarti latihan, disiplin. Kalau ibadah mau menghasilkan sesuatu harus terus-menerus latihan, harus disiplin. Ibadah yang teratur, disiplin berguna untuk hidup kita selagi berada di muka bumi sampai kekal dan tidaklah mudah karena kita harus berjerih payah dan berjuang dengan pengorbanan.
II Korintus 2:11 - supaya Iblis jangan beroleh keuntungan atas kita... Seharusnya yang memetik keuntungan dari ibadah itu kita bukan Iblis, tapi Iblis tahu bersiasat, 200-300 tahun yang lalu orang-orang Eropa beribadah tapi jenuh dan tidak memperoleh keuntungan, justru Iblis yang memperoleh keuntungan. Apa keuntungan yang diperoleh Iblis? Ini merupakan proses, ada solusi yang diberikan oleh Iblis sehingga muncul New Age Movement prinsipnya one in all and all in one menuju pada one world, unity, oneness (menuju pada antikris).
Waktu kita dalam ibadah tidak sungguh-sungguh, tidak disiplin maka Iblis menawarkan kalau engkau mau mengikuti dunia, dunia tinggal di dalammu, kamu dikuasai dunia dan akan ada solusi, padahal Alkitab katakan dalam I Yohanes 2:17 - Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.
Bagaimana supaya tidak lenyap? I Yohanes 5:4 - sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita. Iman kepada Allah hari-hari ini yang sedang dikikis sehingga saat seseorang menghadapi permasalah tidak lagi beriman kepada Allah, merasa Tuhan terlambat menolong. Gerakan zaman baru bertujuan fokus kepada Allah perlahan-lahan digeser sehingga manusia mengandalkan kemampuan diri sendiri supaya dunia menguasai dan tinggal dalam dirinya, manusia didorong untuk mencapai keutuhan, kesatuan dengan cara:
1.harus mengembangkan potensi dan meluaskan kesadaran diri;
2.menyerap sebanyak mungkin energi (dunia merupakan jaringan gelombang energi-energi alam);
3.energi itu ada di dalam allah (ilah-ilah), dunia, bumi dan manusia, cara menyerapnya dengan meditasi, penyembuhan batin, bola kristal, musik, warna, terapi kelompok (sharing pengalaman trauma, rasa, visi), oneness, one world sebagai keseimbangan keharmonisan yang merupakan order agar memperoleh peace (damai), love (kasih), not war (tidak ada perang).
Kekristenan, kesehatan dan sukacita itu bukan bayangan tapi kenyataan apabila Roh Allah tinggal dalam hidup kita. New age movement menjadi nyata waktu kelompok The Beatles yang mempunyai guru spiritual dan lahir lagu ‘imagine’ (bayangkan), yang menjadi sasaran gerakan zaman baru supaya kita tidak menyembah Allah, tidak mengasihi Tuhan dengan bulat hati. Iman, pusat penyembahan perlahan-lahan mulai digeser karena tujuannya hanya hal-hal lahiriah dan kalau tidak terpenuhi maka hal-hal rohaniah dikorbankan.
Apa yang dikatakan Alkitab soal kesehatan? Pola hidup yang sehat adalah memperhatikan jenis-jenis makan kesehatan, pola kebersihan dan berolah raga.
Bagaimana sebab-sebab timbulnya penyakit:
1.Ketidaktaatan – Keluaran 15:26. Solusinya mengaku dosa dan mohon pengampunan Tuhan.
2.Keserakahan – II Raja-raja 5:20-27. Solusinya kesadaran dan pengendalian diri.
3.Pekerjaan Iblis – Ayub 2:7. Solusinya pemulihan dari Allah.
4.Pemberontakan – Bilangan 12:1, 10. Solusinya mendatangi orang yang disakiti dan menyelesaikan masalahnya.
5.Lanjut usia – Mazmur 90:10.
6.Kebencian dan kepahitan – Ulangan 7:16. Solusinya masalah diselesaikan dan beban pikiran diserahkan pada Tuhan.
Bila keinginan belum terpenuhi (sudah melakukan pembenahan tapi permasalahan masih ada): I Tesalonika 5:18 - Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. Allah siap menolong kita (Roma 8:28). Allah menentukan batas-batas di mana musuh boleh menyerang kita (Ayub 1:12; 2:6), Ayub mengalami penderitaan-penderitaan tapi musuh diberikan batas-batas oleh Tuhan. Waktu kita mengalami permasalahan yang belum terselesaikan sampai sekarang kebaikan Allah yang bagaimana yang bisa kita lihat? Tuhan sedang menunjukkan kepada dunia, ini anakKu yang memiliki kualitas, ini yang Allah pertahankan sehingga kita tidak mudah menyerah, tidak mudah jatuh dan menyangkal Allah tapi kita tetap fokus kepada Allah.
Amin.
Oleh Pdt. Otniel Adinugraha - Solo
Kekristenan adalah satu agama yang berpusat kepada Allah, segala sesuatu diarahkan kepada Allah. Sekitar 200-300 tahun yang lalu kekristenan di Eropa mengalami kejenuhan sekian lama mengikut Tuhan tetap mengalami permasalahan hidup masalah-masalah yang tidak teratasi ini menimbulkan satu cara, pemikiran kalau kekristenan sudah tidak bisa kita andalkan lalu bagaimana kita mengatasinya kalau kita terus-menerus menghadapi permasalahan. Pada saat seperti inilah keresahan anak-anak Tuhan dibaca oleh Iblis. Iblis berusaha secara halus, perlahan dia bekerja melalui solusi yang ditawarkan yaitu “new age movement” (gerakan zaman baru) kalau kita mau mengalami perubahan-perubahan dalam hidup kita, kita harus kembali ke kesadaran batin dan tidak lagi mengarah pada Allah, kita punya kemampuan, energi, hanya belum dikembangkan Hati-hati! Ini sangat berbahaya dan sekarang perlahan-lahan mulai dikembangkan.
I Timotius 4:7b-10 - Latihlah dirimu beribadah... Kata latih berarti latihan, disiplin. Kalau ibadah mau menghasilkan sesuatu harus terus-menerus latihan, harus disiplin. Ibadah yang teratur, disiplin berguna untuk hidup kita selagi berada di muka bumi sampai kekal dan tidaklah mudah karena kita harus berjerih payah dan berjuang dengan pengorbanan.
II Korintus 2:11 - supaya Iblis jangan beroleh keuntungan atas kita... Seharusnya yang memetik keuntungan dari ibadah itu kita bukan Iblis, tapi Iblis tahu bersiasat, 200-300 tahun yang lalu orang-orang Eropa beribadah tapi jenuh dan tidak memperoleh keuntungan, justru Iblis yang memperoleh keuntungan. Apa keuntungan yang diperoleh Iblis? Ini merupakan proses, ada solusi yang diberikan oleh Iblis sehingga muncul New Age Movement prinsipnya one in all and all in one menuju pada one world, unity, oneness (menuju pada antikris).
Waktu kita dalam ibadah tidak sungguh-sungguh, tidak disiplin maka Iblis menawarkan kalau engkau mau mengikuti dunia, dunia tinggal di dalammu, kamu dikuasai dunia dan akan ada solusi, padahal Alkitab katakan dalam I Yohanes 2:17 - Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.
Bagaimana supaya tidak lenyap? I Yohanes 5:4 - sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita. Iman kepada Allah hari-hari ini yang sedang dikikis sehingga saat seseorang menghadapi permasalah tidak lagi beriman kepada Allah, merasa Tuhan terlambat menolong. Gerakan zaman baru bertujuan fokus kepada Allah perlahan-lahan digeser sehingga manusia mengandalkan kemampuan diri sendiri supaya dunia menguasai dan tinggal dalam dirinya, manusia didorong untuk mencapai keutuhan, kesatuan dengan cara:
1.harus mengembangkan potensi dan meluaskan kesadaran diri;
2.menyerap sebanyak mungkin energi (dunia merupakan jaringan gelombang energi-energi alam);
3.energi itu ada di dalam allah (ilah-ilah), dunia, bumi dan manusia, cara menyerapnya dengan meditasi, penyembuhan batin, bola kristal, musik, warna, terapi kelompok (sharing pengalaman trauma, rasa, visi), oneness, one world sebagai keseimbangan keharmonisan yang merupakan order agar memperoleh peace (damai), love (kasih), not war (tidak ada perang).
Kekristenan, kesehatan dan sukacita itu bukan bayangan tapi kenyataan apabila Roh Allah tinggal dalam hidup kita. New age movement menjadi nyata waktu kelompok The Beatles yang mempunyai guru spiritual dan lahir lagu ‘imagine’ (bayangkan), yang menjadi sasaran gerakan zaman baru supaya kita tidak menyembah Allah, tidak mengasihi Tuhan dengan bulat hati. Iman, pusat penyembahan perlahan-lahan mulai digeser karena tujuannya hanya hal-hal lahiriah dan kalau tidak terpenuhi maka hal-hal rohaniah dikorbankan.
Apa yang dikatakan Alkitab soal kesehatan? Pola hidup yang sehat adalah memperhatikan jenis-jenis makan kesehatan, pola kebersihan dan berolah raga.
Bagaimana sebab-sebab timbulnya penyakit:
1.Ketidaktaatan – Keluaran 15:26. Solusinya mengaku dosa dan mohon pengampunan Tuhan.
2.Keserakahan – II Raja-raja 5:20-27. Solusinya kesadaran dan pengendalian diri.
3.Pekerjaan Iblis – Ayub 2:7. Solusinya pemulihan dari Allah.
4.Pemberontakan – Bilangan 12:1, 10. Solusinya mendatangi orang yang disakiti dan menyelesaikan masalahnya.
5.Lanjut usia – Mazmur 90:10.
6.Kebencian dan kepahitan – Ulangan 7:16. Solusinya masalah diselesaikan dan beban pikiran diserahkan pada Tuhan.
Bila keinginan belum terpenuhi (sudah melakukan pembenahan tapi permasalahan masih ada): I Tesalonika 5:18 - Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. Allah siap menolong kita (Roma 8:28). Allah menentukan batas-batas di mana musuh boleh menyerang kita (Ayub 1:12; 2:6), Ayub mengalami penderitaan-penderitaan tapi musuh diberikan batas-batas oleh Tuhan. Waktu kita mengalami permasalahan yang belum terselesaikan sampai sekarang kebaikan Allah yang bagaimana yang bisa kita lihat? Tuhan sedang menunjukkan kepada dunia, ini anakKu yang memiliki kualitas, ini yang Allah pertahankan sehingga kita tidak mudah menyerah, tidak mudah jatuh dan menyangkal Allah tapi kita tetap fokus kepada Allah.
Amin.
Sunday, May 10, 2009
DISELAMATKAN DARI KESUKARAN
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 10 Mei 2009
Oleh Pdt. Mance Maniku – Blitar
Amsal 11:8 – Orang benar diselamatkan dari kesukaran, lalu orang fasik menggantikannya.
Ayat ini ditulis oleh Salomo bukan sekedar teori sebab kekristenan bukan teori tapi realita berdasarkan pengalaman hidupnya dengan Tuhan. Untuk apa slogan, pujian, Tuhan dahsyat lalu kita tidak mengalami Tuhan yang dahsyat dalam hidup kita? Ada saat Tuhan mengijinkan suatu kesukaran datang tapi ada saat Ia meloloskan kita dari berbagai hal yang besar.
Bagaimana kita dapat melihat seseorang tegar?
Sekarang hampir di semua lini kehidupan orang mempersiapkan diri tegar menghadapi banyak hal, tegar bisa dilihat saat seseorang menghadapi tekanan, peperangan. Agar kita terus memiliki kekuatan (tegar):
1.Mazmur 8:3 – Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu telah Kauletakkan dasar kekuatan karena lawan-Mu, untuk membungkamkan musuh dan pendendam.
Kenapa Tuhan meletakkan dasar pada bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu bukan pada orang yang sudah dewasa? Karena bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu pasrah kepada orangtua, diperlakukan apapun mereka diam dan tidak melawan; Tuhan minta supaya kita pasrah total di hadapanNya, dari sinilah kekuatan akan Tuhan berikan pada kita.
Yohanes 15:4 – Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Jangan mengeluh dengan hidup, belajarlah bersyukur, bangkitkan semangat, untuk menghadapi tekanan yang besar jangan memakai akal, bersandarlah pada Tuhan.
II Tawarikh 20:1-3. Bagaimana Yosafat dapat lolos dari kesukaran ketika bani Moab dan bani Amon dan pasukan Meunim mengepung dia dan orang Israel? Ketika ia tiba pada pengakuan “kami tidak mempunyai kekuatan untuk menghadapi laskar yang besar ini... mata kami tertuju kepada-Mu” (II Tawarikh 20:10-12); saat pandangan kita ke arah Tuhan (sikap pasrah total) kita akan mengalami kemenangan yang luar biasa. Moab dan Amon (keturunan Lot dan anak perempuannya) adalah gambaran hawa nafsu dunia, keserakahan, ketidaktaatan hal-hal yang mengepung kita secara rohani membuat kita tak berdaya supaya kita mempunyai pola mereka tapi kita harus tampil dengan sikap yang berbeda, sikap hidup yang sudah diubahkan oleh Tuhan, kalau kita tidak mengandalkan Tuhan, kita akan jatuh.
2.Ayub 36:11 – Jikalau mereka mendengar dan takluk, maka mereka hidup mujur sampai akhir hari-hari mereka dan senang sampai akhir tahun-tahun mereka.
Mendengar dan takluk dalam terjemahan bahasa Inggris dikatakan taat dan melayani. Dosa pertama adalah ketidaktaatan dalam banyak hal. Apapun kata firman Allah bertentangan dengan logika sekalipun kita harus taat kepada Tuhan. Kita harus melakukan semua bagian firman Allah, jangan hanya sebagian yang kita lakukan. Kita belum sempurna mungkin ada satu saat kita gagal tapi kekuatan Tuhan akan turun sebab ketaatan kita pada Tuhan dan Tuhan akan menyempurnakan.
3.Mazmur 91:14-15 – Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku. Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya.
Kita harus melekat lebih erat lagi pada Tuhan sampai kita dapat berkata seperti Paulus katakan dalam Roma 8:35, kesukaran boleh datang dalam hidup kita tapi tidak ada yang dapat memisahkan kita dari kasih Tuhan.
Firman Allah minta supaya kita tegar, pasrah, taat dan melekat lebih dekat pada Tuhan, besok merupakan misteri tapi ada janji yang pasti dari Tuhan, kita akan diselamatkan dari kesukaran.
Amin.
Oleh Pdt. Mance Maniku – Blitar
Amsal 11:8 – Orang benar diselamatkan dari kesukaran, lalu orang fasik menggantikannya.
Ayat ini ditulis oleh Salomo bukan sekedar teori sebab kekristenan bukan teori tapi realita berdasarkan pengalaman hidupnya dengan Tuhan. Untuk apa slogan, pujian, Tuhan dahsyat lalu kita tidak mengalami Tuhan yang dahsyat dalam hidup kita? Ada saat Tuhan mengijinkan suatu kesukaran datang tapi ada saat Ia meloloskan kita dari berbagai hal yang besar.
Bagaimana kita dapat melihat seseorang tegar?
Sekarang hampir di semua lini kehidupan orang mempersiapkan diri tegar menghadapi banyak hal, tegar bisa dilihat saat seseorang menghadapi tekanan, peperangan. Agar kita terus memiliki kekuatan (tegar):
1.Mazmur 8:3 – Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu telah Kauletakkan dasar kekuatan karena lawan-Mu, untuk membungkamkan musuh dan pendendam.
Kenapa Tuhan meletakkan dasar pada bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu bukan pada orang yang sudah dewasa? Karena bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu pasrah kepada orangtua, diperlakukan apapun mereka diam dan tidak melawan; Tuhan minta supaya kita pasrah total di hadapanNya, dari sinilah kekuatan akan Tuhan berikan pada kita.
Yohanes 15:4 – Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Jangan mengeluh dengan hidup, belajarlah bersyukur, bangkitkan semangat, untuk menghadapi tekanan yang besar jangan memakai akal, bersandarlah pada Tuhan.
II Tawarikh 20:1-3. Bagaimana Yosafat dapat lolos dari kesukaran ketika bani Moab dan bani Amon dan pasukan Meunim mengepung dia dan orang Israel? Ketika ia tiba pada pengakuan “kami tidak mempunyai kekuatan untuk menghadapi laskar yang besar ini... mata kami tertuju kepada-Mu” (II Tawarikh 20:10-12); saat pandangan kita ke arah Tuhan (sikap pasrah total) kita akan mengalami kemenangan yang luar biasa. Moab dan Amon (keturunan Lot dan anak perempuannya) adalah gambaran hawa nafsu dunia, keserakahan, ketidaktaatan hal-hal yang mengepung kita secara rohani membuat kita tak berdaya supaya kita mempunyai pola mereka tapi kita harus tampil dengan sikap yang berbeda, sikap hidup yang sudah diubahkan oleh Tuhan, kalau kita tidak mengandalkan Tuhan, kita akan jatuh.
2.Ayub 36:11 – Jikalau mereka mendengar dan takluk, maka mereka hidup mujur sampai akhir hari-hari mereka dan senang sampai akhir tahun-tahun mereka.
Mendengar dan takluk dalam terjemahan bahasa Inggris dikatakan taat dan melayani. Dosa pertama adalah ketidaktaatan dalam banyak hal. Apapun kata firman Allah bertentangan dengan logika sekalipun kita harus taat kepada Tuhan. Kita harus melakukan semua bagian firman Allah, jangan hanya sebagian yang kita lakukan. Kita belum sempurna mungkin ada satu saat kita gagal tapi kekuatan Tuhan akan turun sebab ketaatan kita pada Tuhan dan Tuhan akan menyempurnakan.
3.Mazmur 91:14-15 – Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku. Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya.
Kita harus melekat lebih erat lagi pada Tuhan sampai kita dapat berkata seperti Paulus katakan dalam Roma 8:35, kesukaran boleh datang dalam hidup kita tapi tidak ada yang dapat memisahkan kita dari kasih Tuhan.
Firman Allah minta supaya kita tegar, pasrah, taat dan melekat lebih dekat pada Tuhan, besok merupakan misteri tapi ada janji yang pasti dari Tuhan, kita akan diselamatkan dari kesukaran.
Amin.
Sunday, May 03, 2009
SIKAP ANAK-ANAK TUHAN MENGHADAPI TANTANGAN DAN PERUBAHAN ZAMAN
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 3 Mei 2009
Oleh Pdt. F.Z. Assa
Yakobus 1:13 - Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!" Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapa pun.
Pencobaan (peirazō) yang ada di dalam diri manusia adalah roh takut, roh cemas, roh kuatir dan hawa nafsu/keinginan daging (Roma 8:7) seringkali menggoda, menjerat dan akhirnya menghancurkan manusia. Pencobaan ini terjadi sejak dosa masuk dalam diri manusia. Pada waktu manusia diciptakan, potensi untuk dosa tidak ada dan Tuhan menciptakan manusia dengan diberikan kebebasan. Kenapa Hawa sampai tergoda? Itu adalah pilihannya. Sebelum manusia jatuh dalam dosa, manusia diciptakan untuk bersyukur, memberi tapi setelah dosa masuk manusia diajar untuk meminta, memohon sebab apa yang ada itu sudah hilang.
Menghadapi pencobaan-pencobaan ini Alkitab menubuatkan dalam II Petrus 3:17 - ... Karena itu waspadalah, supaya kamu jangan terseret ke dalam kesesatan orang-orang yang tak mengenal hukum, dan jangan kehilangan peganganmu yang teguh. Di akhir zaman akan muncul satu arus yang begitu deras dan banyak orang akan hanyut. Dari mana arus air ini? Wahyu 12:15 - Lalu ular itu menyemburkan dari mulutnya air, sebesar sungai, ke arah perempuan itu, supaya ia dihanyutkan sungai itu. Ular menyemburkan air yang besar (banjir). Wahyu 12:9, ular menunjuk kepada naga yang besar (ular tua = penipu, pemutar balik firman Allah; ular yang telah menghancurkan misi Allah yang ada di Adam dan Hawa); Iblis = penuduh, pendakwa; Satan = pemberontak/pelawan; tujuannya menyesatkan bukan hanya orang percaya tapi seluruh dunia.
Bagaimana sikap kita menghadapi tantangan dan perubahan zaman?
Fenomena-fenomena yang terjadi dewasa ini:
1.Fenomena dunia anak-anak.
Melalui televisi dilihat dari budaya sepertinya tidak apa-apa, dianggap melatih generasi mendatang supaya bisa menyesuaikan dengan komunitas global tapi ditinjau firman Allah hal ini mengarah pada gerakan satanisme; contohnya adalah tayangan Teletubbies. Film ini ditujukan pada anak-anak untuk tujuan jangka panjang supaya belajar terus-menerus sepanjang hidup supaya siap hidup di masyarakat global. Teletubbies adalah empat makhluk berbulu lembut diperankan manusia, assesorisnya merupakan simbol-simbol budaya Babel kuno dan Mesir kuno yang diangkat dan dikemas secara modern yang sebenarnya mempunyai tujuan-tujuan terselubung. Tokoh-tokohnya Po – antena yang digunakan berbentuk lingkaran melambangkan kesatuan, ketuhanan, dewi-dewi lambang penyembahan berhala, bagi pemuja berhala lambang feminitas; Dipsy – antena berbentuk tiang/tongkat lambang phallus (alat kelamin laki-laki), memuja phallus sebagai kekuatan untuk membawa benih kehidupan baru ke dalam dunia; Laa Laa – antena berbentuk spiral dan tongkat, lambang dewi-dewi, rahim wanita, kesuburan dan kekuatan ular bentina dan lambang pria disatukan menggambarkan homosexual dan lesbian. Tingky Winky – antena berbentuk segitiga menghadap ke bawah merupakan rahim seorang wanita, lambang ini kemudian diadopsi komunitas homosexual dengan warna ungu, dan bagi komunitas lesbian segitiganya berwarna pink.
Metoda yang digunakan mengambil dari Alkitab seperti dalam Ulangan 6:7, diajarkan berulang-ulang. Adegan-adegannya sepertinya mendidik, waspada dalam mendidik anak karena ini adalah racun, lambang penyembahan berhala ada di dalamnya. Ulangan 18:9-10, I Korintus 5:6.
2.Fenomena dunia pemuda dan remaja.
Ketika manusia membentuk image yang mereka menganggap perhiasan, kalung, gelang, anting-anting, sticker, sablon, dan lain-lain padahal menghujat Allah, Paulus mengatakan Roma 1:21-25 mengatakan ...mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya... Lambang-lambang yang digunakan antara lain: hexagram/hexagon = dikenal sebagai Bintang Daud dipakai Setan untuk hipnotis; pentagram = bintang timur dipakai para tukang sihir untuk melakukan white magic; swastika = sun wheel, dipakai Adolf Hitler tanda melawan Tuhan; broken cross = salib yang dipatahkan, digunakan oleh pemuja musik Heavy Metal mengarah gerakan pemberontakan, Church of Satan = gereja Setan; NKH = lambang dari pemuja sex; salib terbalik merupakan penghinaan dan penolakan salib Kristus; Satanic cross lambang ragu terhadap firman Allah tanda kesatuan Setan, Beliel, Lewiatan dan Lucifer; T cross diukir didahi digunakan pengikut agama Mitras; star & crescent = bintang dan bulan sabit lambang Lucifer dan Diana tanda kuasa ilmu putih dan kalau bulan terbalik adalah lambang pengikut setan mula-mula; anarchy lambang pemberontakan, penolakan hukum-hukum di pemerintah maupun di rumah; piramida segitiga lambang untuk mengundang Setan; kumbang = Beelzebul lambang reinkarnasi Mesir kuno, jimat untuk melindungi dari kuasa-kuasa lain.
Melalui film kartun dan komik-komik: Naruto dan Avatar adalah pintu gerbang pemikir filsafat gerakan zaman baru yang intinya be your self, all by myself, I am is everything, everything is I am mendidik tanpa sadar tidak membutuhkan Tuhan; gelang, perhiasan kesehatan dikemas modern berdasarkan filsafat oriental (batin) dituangkan dalam perhiasan yang tujuannya menyeimbangkan bio magnetik dalam tubuh manusia.
3.Fenomena dunia bisnis.
Bulan Mei ini akan diluncurkan satelit milik Mondex International Company. Mondex money (uang) dan dexter (lokasi di tubuh manusia). Wahyu 13:16-18, sistem keuangan sedang dikemas rapi untuk membuat manusia praktis dan mengalami kemudahan-kemudahan dengan menggunakan micro chips Mondex yang berisi angka 666 yang besarnya seperti helai rambut yang mampu menampung data pribadi seseorang yang diletakkan di dahi dan tangan kanan; dan penggunaannya sudah diterima oleh 20 negara di dunia.
Dalam proses gereja menghadapi semburan air yang deras –kemudahan transaksi tanpa uang tunai– memang pada akhirnya kalau tidak punya tanda ini tidak bisa berjual beli tapi tolak semua penawaran ini, kalau ia menerima berarti ia mengakui dan menjadi anggota antikris. Sekalipun hal ini terjadi gereja akan diberikan sayap burung nasar untuk terbang dan disingkirkan di padang gurun dan kita tidak akan mengalami masa antikris kalau kita memiliki firman dan Roh Kudus (Wahyu 12:14).
Amin.
Oleh Pdt. F.Z. Assa
Yakobus 1:13 - Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!" Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapa pun.
Pencobaan (peirazō) yang ada di dalam diri manusia adalah roh takut, roh cemas, roh kuatir dan hawa nafsu/keinginan daging (Roma 8:7) seringkali menggoda, menjerat dan akhirnya menghancurkan manusia. Pencobaan ini terjadi sejak dosa masuk dalam diri manusia. Pada waktu manusia diciptakan, potensi untuk dosa tidak ada dan Tuhan menciptakan manusia dengan diberikan kebebasan. Kenapa Hawa sampai tergoda? Itu adalah pilihannya. Sebelum manusia jatuh dalam dosa, manusia diciptakan untuk bersyukur, memberi tapi setelah dosa masuk manusia diajar untuk meminta, memohon sebab apa yang ada itu sudah hilang.
Menghadapi pencobaan-pencobaan ini Alkitab menubuatkan dalam II Petrus 3:17 - ... Karena itu waspadalah, supaya kamu jangan terseret ke dalam kesesatan orang-orang yang tak mengenal hukum, dan jangan kehilangan peganganmu yang teguh. Di akhir zaman akan muncul satu arus yang begitu deras dan banyak orang akan hanyut. Dari mana arus air ini? Wahyu 12:15 - Lalu ular itu menyemburkan dari mulutnya air, sebesar sungai, ke arah perempuan itu, supaya ia dihanyutkan sungai itu. Ular menyemburkan air yang besar (banjir). Wahyu 12:9, ular menunjuk kepada naga yang besar (ular tua = penipu, pemutar balik firman Allah; ular yang telah menghancurkan misi Allah yang ada di Adam dan Hawa); Iblis = penuduh, pendakwa; Satan = pemberontak/pelawan; tujuannya menyesatkan bukan hanya orang percaya tapi seluruh dunia.
Bagaimana sikap kita menghadapi tantangan dan perubahan zaman?
Fenomena-fenomena yang terjadi dewasa ini:
1.Fenomena dunia anak-anak.
Melalui televisi dilihat dari budaya sepertinya tidak apa-apa, dianggap melatih generasi mendatang supaya bisa menyesuaikan dengan komunitas global tapi ditinjau firman Allah hal ini mengarah pada gerakan satanisme; contohnya adalah tayangan Teletubbies. Film ini ditujukan pada anak-anak untuk tujuan jangka panjang supaya belajar terus-menerus sepanjang hidup supaya siap hidup di masyarakat global. Teletubbies adalah empat makhluk berbulu lembut diperankan manusia, assesorisnya merupakan simbol-simbol budaya Babel kuno dan Mesir kuno yang diangkat dan dikemas secara modern yang sebenarnya mempunyai tujuan-tujuan terselubung. Tokoh-tokohnya Po – antena yang digunakan berbentuk lingkaran melambangkan kesatuan, ketuhanan, dewi-dewi lambang penyembahan berhala, bagi pemuja berhala lambang feminitas; Dipsy – antena berbentuk tiang/tongkat lambang phallus (alat kelamin laki-laki), memuja phallus sebagai kekuatan untuk membawa benih kehidupan baru ke dalam dunia; Laa Laa – antena berbentuk spiral dan tongkat, lambang dewi-dewi, rahim wanita, kesuburan dan kekuatan ular bentina dan lambang pria disatukan menggambarkan homosexual dan lesbian. Tingky Winky – antena berbentuk segitiga menghadap ke bawah merupakan rahim seorang wanita, lambang ini kemudian diadopsi komunitas homosexual dengan warna ungu, dan bagi komunitas lesbian segitiganya berwarna pink.
Metoda yang digunakan mengambil dari Alkitab seperti dalam Ulangan 6:7, diajarkan berulang-ulang. Adegan-adegannya sepertinya mendidik, waspada dalam mendidik anak karena ini adalah racun, lambang penyembahan berhala ada di dalamnya. Ulangan 18:9-10, I Korintus 5:6.
2.Fenomena dunia pemuda dan remaja.
Ketika manusia membentuk image yang mereka menganggap perhiasan, kalung, gelang, anting-anting, sticker, sablon, dan lain-lain padahal menghujat Allah, Paulus mengatakan Roma 1:21-25 mengatakan ...mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya... Lambang-lambang yang digunakan antara lain: hexagram/hexagon = dikenal sebagai Bintang Daud dipakai Setan untuk hipnotis; pentagram = bintang timur dipakai para tukang sihir untuk melakukan white magic; swastika = sun wheel, dipakai Adolf Hitler tanda melawan Tuhan; broken cross = salib yang dipatahkan, digunakan oleh pemuja musik Heavy Metal mengarah gerakan pemberontakan, Church of Satan = gereja Setan; NKH = lambang dari pemuja sex; salib terbalik merupakan penghinaan dan penolakan salib Kristus; Satanic cross lambang ragu terhadap firman Allah tanda kesatuan Setan, Beliel, Lewiatan dan Lucifer; T cross diukir didahi digunakan pengikut agama Mitras; star & crescent = bintang dan bulan sabit lambang Lucifer dan Diana tanda kuasa ilmu putih dan kalau bulan terbalik adalah lambang pengikut setan mula-mula; anarchy lambang pemberontakan, penolakan hukum-hukum di pemerintah maupun di rumah; piramida segitiga lambang untuk mengundang Setan; kumbang = Beelzebul lambang reinkarnasi Mesir kuno, jimat untuk melindungi dari kuasa-kuasa lain.
Melalui film kartun dan komik-komik: Naruto dan Avatar adalah pintu gerbang pemikir filsafat gerakan zaman baru yang intinya be your self, all by myself, I am is everything, everything is I am mendidik tanpa sadar tidak membutuhkan Tuhan; gelang, perhiasan kesehatan dikemas modern berdasarkan filsafat oriental (batin) dituangkan dalam perhiasan yang tujuannya menyeimbangkan bio magnetik dalam tubuh manusia.
3.Fenomena dunia bisnis.
Bulan Mei ini akan diluncurkan satelit milik Mondex International Company. Mondex money (uang) dan dexter (lokasi di tubuh manusia). Wahyu 13:16-18, sistem keuangan sedang dikemas rapi untuk membuat manusia praktis dan mengalami kemudahan-kemudahan dengan menggunakan micro chips Mondex yang berisi angka 666 yang besarnya seperti helai rambut yang mampu menampung data pribadi seseorang yang diletakkan di dahi dan tangan kanan; dan penggunaannya sudah diterima oleh 20 negara di dunia.
Dalam proses gereja menghadapi semburan air yang deras –kemudahan transaksi tanpa uang tunai– memang pada akhirnya kalau tidak punya tanda ini tidak bisa berjual beli tapi tolak semua penawaran ini, kalau ia menerima berarti ia mengakui dan menjadi anggota antikris. Sekalipun hal ini terjadi gereja akan diberikan sayap burung nasar untuk terbang dan disingkirkan di padang gurun dan kita tidak akan mengalami masa antikris kalau kita memiliki firman dan Roh Kudus (Wahyu 12:14).
Amin.
Sunday, April 26, 2009
PENGAKUAN AKAN TUHAN DALAM HIDUP KITA
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 26 April 2009
Oleh Pdt. Heri Setiyono
Amsal 3:6 - Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.
Pengakuan lahir dari kesadaran, menghadirkan pemahaman yang dilatarbelakangi pengertian, pengetahuan. Dia yang menentukan keberadaan saya, keberhasilan saya. Untuk menyampaikan pengakuan seperti itu kepada seseorang melalui suatu proses. Akuilah Dia dalam segala lakumu sebab di dalam setiap apa yang kita lakukan kita sesungguhnya mempunyai ketergantungan dengan Tuhan. Ada banyak hal yang tidak mampu kita kerjakan dalam hidup ini, sesuatu yang akan menyampaikan kita kepada keberhasilan dan hanya Tuhan yang mampu melakukannya bagi kita. Ketika menyadari bahwa Tuhan telah melakukan sesuatu yang tidak mampu saya lakukan sehingga saya datang pada situasi dan kondisi seperti sekarang ini, pengakuan ini muncul dari mulut kita, Dia yang telah melakukannya bagi saya.
Pengakuan apa yang Tuhan tuntut dari hidup kita? Pengakuan itu bisa diwujudkan lewat sikap, aktivitas, lewat apa yang kita lakukan seumur hidup kita. Dari mana kita mulai dan bagaimana kita membuat pengakuan tentang Dia?
Ulangan 12:1, 5-7, kata harus berarti ada sesuatu yang ditekankan oleh Tuhan, begitu penting dalam hidup kita. Pengakuan yang harus keluar dari dalam hidup kita bahwa Tuhan memilihkan satu tempat untuk kita bertumbuh dewasa di situ yaitu gereja lokal, kalau pengakuan ini ada dalam kehidupan kita berjemaat di gereja lokal, tidak mudah untuk kita berpaling dari gereja lokal. Pengakuan itu muncul dari kesadaran dan kesadaran itu tergantung dari sejauh mana kedewasaan di dalam hidup kita sebagai orang percaya. Ada pemahaman dari pengertian, pengetahuan datang kepada kesadaran dan itu melahirkan sikap kita dalam hubungan kita dengan Tuhan, menghargai Dia bahwa Dia telah memilihkan kita tempat di gereja lokal. Di tempat itu Tuhan meletakkan otoritasNya yang diberikan kepada gembala untuk menyelenggarakan otoritas itu. Di gereja lokal Tuhan taruh peraturan dan ketetapanNya, ketetapanNya memberikan dasar, alasan kita berdiri sebagai seseorang, peraturanNya menempatkan dan memberdayakan kita untuk hidup sesuai dengan apa yang Tuhan mau, dibutuhkan sikap tunduk kepada otoritas itu, seumur hidup kita ada keterikatan batin dengan tempat yang dipilih Tuhan.
Pengakuan-pengakuan selanjutnya akan muncul dari kehidupan kita dan apa yang menjadi pengakuan kita di tempat yang dipilih oleh Tuhan, sebab di sana Tuhan memberikan pengalaman-pengalaman bagi setiap kita. Hosea 6:6 - Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran. Kasih setia yang diwujudkan ketika kita datang ke rumah Tuhan menyampaikan korban sembelihan mempunyai kaitan dengan ikatan dan pengakuan dalam apapun yang kita lakukan sepanjang hidup kita, kita terikat perjanjian dengan Tuhan dan sebaliknya Tuhan terikat dengan kita.
Korban bakaran adalah pengenalan akan Allah, pengakuan kita sebatas bagaimana dan sejauh mana kita mengenal Allah dan pengenalan itu datang dari pengalaman yang Tuhan berikan kepada kita. Abraham yang membawa Ishak anaknya untuk dipersembahkan kepada Tuhan dan Tuhan memberikan ganti seekor domba, dari pengalaman yang Tuhan berikan datang pengakuan Dialah Yehova Yireh. Imam harus menjaga, mempertahankan api harus tetap menyala di mezbah korban bakaran ini berbicara tentang persekutuan kita dengan Tuhan tidak pernah berhenti. Korban sembelihan berbicara Yesus seperti anak domba yang kelu yang dibawa ke tempat pembantaian seperti yang dinubuatkan oleh nabi Yesaya. Dibalik kerelaan untuk melakukan kehendak Tuhan, kita akan melihat kerinduan hati kita diwujudkan oleh Tuhan. Korban persepuluhan dilatarbelakangi pengakuan bahwa Tuhan terlibat dalam usaha/pekerjaan saya sehingga datang pada keberhasilan seperti ini. Korban khusus kepada Tuhan, Tuhan melibatkan saya dalam pekerjaanNya untuk mencapai sesuatu, diberdayakan Tuhan. Korban nazar, pengakuan yang terwujud adalah Tuhan mampu melakukan segala perkara, apa yang tidak mampu saya raih Tuhan mampu mengadakannya. Korban sukarela berbicara pengakuan keberadaan/kehadiranNya memberi dampak yang luar biasa dalam hidup kita. Anak sulung sebagai korban sulung di rumah Tuhan, pengakuan bahwa Tuhan sumber yang tidak pernah kering, Tuhan sumber kebutuhanku.
Orang Kristen yang dewasa, di mana bisa terwujud? Di gereja lokal, pengakuan-pengakuan yang harus terpancar keluar sebagai bau harum pengenalan akan Tuhan. Bagaimana sikap kita di hadapan Tuhan, apakah pengakuan kita membawa sikap yang benar di hadapan Tuhan yang melahirkan perilaku yang benar di hadapan Tuhan?
Amin.
Oleh Pdt. Heri Setiyono
Amsal 3:6 - Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.
Pengakuan lahir dari kesadaran, menghadirkan pemahaman yang dilatarbelakangi pengertian, pengetahuan. Dia yang menentukan keberadaan saya, keberhasilan saya. Untuk menyampaikan pengakuan seperti itu kepada seseorang melalui suatu proses. Akuilah Dia dalam segala lakumu sebab di dalam setiap apa yang kita lakukan kita sesungguhnya mempunyai ketergantungan dengan Tuhan. Ada banyak hal yang tidak mampu kita kerjakan dalam hidup ini, sesuatu yang akan menyampaikan kita kepada keberhasilan dan hanya Tuhan yang mampu melakukannya bagi kita. Ketika menyadari bahwa Tuhan telah melakukan sesuatu yang tidak mampu saya lakukan sehingga saya datang pada situasi dan kondisi seperti sekarang ini, pengakuan ini muncul dari mulut kita, Dia yang telah melakukannya bagi saya.
Pengakuan apa yang Tuhan tuntut dari hidup kita? Pengakuan itu bisa diwujudkan lewat sikap, aktivitas, lewat apa yang kita lakukan seumur hidup kita. Dari mana kita mulai dan bagaimana kita membuat pengakuan tentang Dia?
Ulangan 12:1, 5-7, kata harus berarti ada sesuatu yang ditekankan oleh Tuhan, begitu penting dalam hidup kita. Pengakuan yang harus keluar dari dalam hidup kita bahwa Tuhan memilihkan satu tempat untuk kita bertumbuh dewasa di situ yaitu gereja lokal, kalau pengakuan ini ada dalam kehidupan kita berjemaat di gereja lokal, tidak mudah untuk kita berpaling dari gereja lokal. Pengakuan itu muncul dari kesadaran dan kesadaran itu tergantung dari sejauh mana kedewasaan di dalam hidup kita sebagai orang percaya. Ada pemahaman dari pengertian, pengetahuan datang kepada kesadaran dan itu melahirkan sikap kita dalam hubungan kita dengan Tuhan, menghargai Dia bahwa Dia telah memilihkan kita tempat di gereja lokal. Di tempat itu Tuhan meletakkan otoritasNya yang diberikan kepada gembala untuk menyelenggarakan otoritas itu. Di gereja lokal Tuhan taruh peraturan dan ketetapanNya, ketetapanNya memberikan dasar, alasan kita berdiri sebagai seseorang, peraturanNya menempatkan dan memberdayakan kita untuk hidup sesuai dengan apa yang Tuhan mau, dibutuhkan sikap tunduk kepada otoritas itu, seumur hidup kita ada keterikatan batin dengan tempat yang dipilih Tuhan.
Pengakuan-pengakuan selanjutnya akan muncul dari kehidupan kita dan apa yang menjadi pengakuan kita di tempat yang dipilih oleh Tuhan, sebab di sana Tuhan memberikan pengalaman-pengalaman bagi setiap kita. Hosea 6:6 - Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran. Kasih setia yang diwujudkan ketika kita datang ke rumah Tuhan menyampaikan korban sembelihan mempunyai kaitan dengan ikatan dan pengakuan dalam apapun yang kita lakukan sepanjang hidup kita, kita terikat perjanjian dengan Tuhan dan sebaliknya Tuhan terikat dengan kita.
Korban bakaran adalah pengenalan akan Allah, pengakuan kita sebatas bagaimana dan sejauh mana kita mengenal Allah dan pengenalan itu datang dari pengalaman yang Tuhan berikan kepada kita. Abraham yang membawa Ishak anaknya untuk dipersembahkan kepada Tuhan dan Tuhan memberikan ganti seekor domba, dari pengalaman yang Tuhan berikan datang pengakuan Dialah Yehova Yireh. Imam harus menjaga, mempertahankan api harus tetap menyala di mezbah korban bakaran ini berbicara tentang persekutuan kita dengan Tuhan tidak pernah berhenti. Korban sembelihan berbicara Yesus seperti anak domba yang kelu yang dibawa ke tempat pembantaian seperti yang dinubuatkan oleh nabi Yesaya. Dibalik kerelaan untuk melakukan kehendak Tuhan, kita akan melihat kerinduan hati kita diwujudkan oleh Tuhan. Korban persepuluhan dilatarbelakangi pengakuan bahwa Tuhan terlibat dalam usaha/pekerjaan saya sehingga datang pada keberhasilan seperti ini. Korban khusus kepada Tuhan, Tuhan melibatkan saya dalam pekerjaanNya untuk mencapai sesuatu, diberdayakan Tuhan. Korban nazar, pengakuan yang terwujud adalah Tuhan mampu melakukan segala perkara, apa yang tidak mampu saya raih Tuhan mampu mengadakannya. Korban sukarela berbicara pengakuan keberadaan/kehadiranNya memberi dampak yang luar biasa dalam hidup kita. Anak sulung sebagai korban sulung di rumah Tuhan, pengakuan bahwa Tuhan sumber yang tidak pernah kering, Tuhan sumber kebutuhanku.
Orang Kristen yang dewasa, di mana bisa terwujud? Di gereja lokal, pengakuan-pengakuan yang harus terpancar keluar sebagai bau harum pengenalan akan Tuhan. Bagaimana sikap kita di hadapan Tuhan, apakah pengakuan kita membawa sikap yang benar di hadapan Tuhan yang melahirkan perilaku yang benar di hadapan Tuhan?
Amin.
Sunday, April 19, 2009
PENCOBAAN YANG ADA DI DALAM DIRI MANUSIA
Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 19 April 2009
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 1:13 - Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!" Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapa pun.
Kata pencobaan di ayat ini seperti kata pencobaan di Yakobus 1:2; dalam bahasa Yunani menggunakan dua kata yaitu dokimion (= ketika menemukan kelemahan seseorang maka orang yang menemukan kelemahan ini akan menguatkan dia) dan peirazō (= ketika menemukan kelemahan maka kelemahan ini digunakan untuk menghancurkan). Dokimion, ketika Yesus menemukan kelemahan Petrus –ia ingin kembali ke pekerjaan lamanya– Yesus menguji Petrus dan bertanya, “Apakah engkau mengasihi Aku?” Justru pada saat Petrus sedang hancur, itulah titik lemahnya, Tuhan berkata: “Petrus berilah makan domba-dombaKu.” Ketika Tuhan temukan kelemahan, kelemahan ini Tuhan sentuh supaya orang ini sadar dan datang pada satu pengakuan, setelah itu Tuhan pulihkan dan Tuhan berikan kepercayaan gembalakan domba-dombaKu. Beda dengan peirazō, ini yang Yakobus bicarakan di ayat 13 - ... janganlah ia berkata: "Peirazō ini datang dari Allah!"... Di ayat-ayat sebelumnya Yakobus berbicara tentang pencobaan di luar diri manusia, namun mulai di ayat 13 Yakobus berbicara tentang pencobaan yang ada di dalam diri manusia. Peirazō bukan dari Tuhan, ini harus dilawan.
Jadi potensi untuk tergoda, terjebak dan hancur rupanya sudah ada di dalam diri manusia. Kapan potensi ini masuk di dalam diri manusia? Ketika manusia tidak menaati firman Allah di Taman Eden, mereka melanggar firman Allah, makan buah yang dilarang Tuhan maka dosa masuk ke dalam manusia, sengat-sengat dosa yang membawa potensi untuk tergoda juga masuk ke dalam manusia. Pada waktu Tuhan menciptakan manusia, Tuhan tidak pernah memberi potensi untuk tergoda, Allah ciptakan manusia mempunyai hak bebas untuk memilih. Tergoda atau tidak itu pilihan bukan karena potensi tapi pilihan manusia.
Pencobaan/potensi apa saja yang ada dalam diri manusia yang acapkali menggoda, menjerat dan akhirnya menghancurkan manusia?
1.Rasa takut/roh takut, roh cemas, roh kuatir.
I Petrus 5:7, Matius 6:25. Kita memang punya potensi untuk takut, cemas, kuatir dan sekarang manusia berusaha untuk mencari-cari jalan keluar, tapi serahkanlah semua itu pada Tuhan.
2.Hawa nafsu daging.
Paulus memberikan perincian ada 17 daftar keinginan/hawa nafsu daging dalam II Timotius 3:1-5, mereka yang memiliki dan menyimpan roh-roh ini, mereka adalah orang yang tidak mempunyai kasih.
Roh takut, cemas dan kuatir ada di dalam diri manusia. Apa saja yang membuat manusia takut, kuatir dan cemas?
1.Penyakit.
Yesaya 52:14, I Petrus 2:24, Yesaya 53:4. Ketika Yesus naik ke Golgota penyakit kitalah yang dipikulNya, Dia yang memikul menggantikan kita dan kita telah bebas karena itu jangan ditaklukkan oleh roh kuatir, cemas dan takut.
2.Musuh.
Walaupun kita tidak mau mempunyai musuh, tapi ketika terbayang kata-kata, sepak terjangnya itu membuat kita cemas. Amsal 16:7 - Jikalau TUHAN berkenan kepada jalan seseorang, maka musuh orang itu pun didamaikan-Nya dengan dia. Didamaikan Tuhan = diselesaikan Tuhan. Kapan dan bagaimana Tuhan berkenan pada jalan hidup seseorang?
I Samuel 16:1, Daud dilantik menjadi raja itu bukan karena Daud mempromosikan diri, dan bukan keinginannya tapi karena Tuhan yang memilih, tetapi dalam II Samuel 16:7-8 datanglah Simei yang memaki-maki Daud, memperkatai dan mengecamnya. I Samuel 16:23, bahkan dua kali Saul mengerahkan tentaranya untuk membunuh Daud. Sekalipun demikian Daud tidak pernah membalas, Daud mengambil pilihan dan komitmen untuk melakukan firman Allah selama-lamanya (Mazmur 119:112).
Ketika Tuhan berkenan kepada jalan seseorang maka musuh itupun didamaikan dengan orang itu, Tuhan dapat menahan musuh agar berhenti menyakiti. Kejadian 31:22-24; 30:43, Laban geram dan panas hati ketika melihat kekayaan Yakubmenantunya bertambah-tambah.
Kejadian 33:1-4, Yakub sedang cemas, kuatir, ini sedang menggoda dia. Laban mengejarnya dan Yakub harus pulang dari Haran ke Hebron dan ia harus melewati Edom – daerah Esau, padahal sejak 21 tahun sebelumnya Esau sudah mengambil keputusan bila bertemu ia akan membunuh Yakub, namun benarlah apa yang dikatakan firman Allah dalam Amsal 16:7, Tuhan membuat Esau ramah sehingga justru ketika Yakub melewati Edom, Esau berlari-lari mendapatkannya lalu bertangis-tangisanlah mereka.
Baik Daud maupun Yakub, mereka mempunyai kelemahan tapi mereka mempunyai komitmen mau melakukan firman Tuhan. Tuhan tidak pernah gagal menepati janjiNya, Dia pasti menepati janjiNya ketika jalan hidup kita berkenan kepada Tuhan, musuh akan didamaikan bahkan air deras sungai Yordan Tuhan mampu membalikkan ke hulu (Mazmur 114:3).
Amin.
Oleh Pdt. Frans Z. Assa
Yakobus 1:13 - Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!" Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapa pun.
Kata pencobaan di ayat ini seperti kata pencobaan di Yakobus 1:2; dalam bahasa Yunani menggunakan dua kata yaitu dokimion (= ketika menemukan kelemahan seseorang maka orang yang menemukan kelemahan ini akan menguatkan dia) dan peirazō (= ketika menemukan kelemahan maka kelemahan ini digunakan untuk menghancurkan). Dokimion, ketika Yesus menemukan kelemahan Petrus –ia ingin kembali ke pekerjaan lamanya– Yesus menguji Petrus dan bertanya, “Apakah engkau mengasihi Aku?” Justru pada saat Petrus sedang hancur, itulah titik lemahnya, Tuhan berkata: “Petrus berilah makan domba-dombaKu.” Ketika Tuhan temukan kelemahan, kelemahan ini Tuhan sentuh supaya orang ini sadar dan datang pada satu pengakuan, setelah itu Tuhan pulihkan dan Tuhan berikan kepercayaan gembalakan domba-dombaKu. Beda dengan peirazō, ini yang Yakobus bicarakan di ayat 13 - ... janganlah ia berkata: "Peirazō ini datang dari Allah!"... Di ayat-ayat sebelumnya Yakobus berbicara tentang pencobaan di luar diri manusia, namun mulai di ayat 13 Yakobus berbicara tentang pencobaan yang ada di dalam diri manusia. Peirazō bukan dari Tuhan, ini harus dilawan.
Jadi potensi untuk tergoda, terjebak dan hancur rupanya sudah ada di dalam diri manusia. Kapan potensi ini masuk di dalam diri manusia? Ketika manusia tidak menaati firman Allah di Taman Eden, mereka melanggar firman Allah, makan buah yang dilarang Tuhan maka dosa masuk ke dalam manusia, sengat-sengat dosa yang membawa potensi untuk tergoda juga masuk ke dalam manusia. Pada waktu Tuhan menciptakan manusia, Tuhan tidak pernah memberi potensi untuk tergoda, Allah ciptakan manusia mempunyai hak bebas untuk memilih. Tergoda atau tidak itu pilihan bukan karena potensi tapi pilihan manusia.
Pencobaan/potensi apa saja yang ada dalam diri manusia yang acapkali menggoda, menjerat dan akhirnya menghancurkan manusia?
1.Rasa takut/roh takut, roh cemas, roh kuatir.
I Petrus 5:7, Matius 6:25. Kita memang punya potensi untuk takut, cemas, kuatir dan sekarang manusia berusaha untuk mencari-cari jalan keluar, tapi serahkanlah semua itu pada Tuhan.
2.Hawa nafsu daging.
Paulus memberikan perincian ada 17 daftar keinginan/hawa nafsu daging dalam II Timotius 3:1-5, mereka yang memiliki dan menyimpan roh-roh ini, mereka adalah orang yang tidak mempunyai kasih.
Roh takut, cemas dan kuatir ada di dalam diri manusia. Apa saja yang membuat manusia takut, kuatir dan cemas?
1.Penyakit.
Yesaya 52:14, I Petrus 2:24, Yesaya 53:4. Ketika Yesus naik ke Golgota penyakit kitalah yang dipikulNya, Dia yang memikul menggantikan kita dan kita telah bebas karena itu jangan ditaklukkan oleh roh kuatir, cemas dan takut.
2.Musuh.
Walaupun kita tidak mau mempunyai musuh, tapi ketika terbayang kata-kata, sepak terjangnya itu membuat kita cemas. Amsal 16:7 - Jikalau TUHAN berkenan kepada jalan seseorang, maka musuh orang itu pun didamaikan-Nya dengan dia. Didamaikan Tuhan = diselesaikan Tuhan. Kapan dan bagaimana Tuhan berkenan pada jalan hidup seseorang?
I Samuel 16:1, Daud dilantik menjadi raja itu bukan karena Daud mempromosikan diri, dan bukan keinginannya tapi karena Tuhan yang memilih, tetapi dalam II Samuel 16:7-8 datanglah Simei yang memaki-maki Daud, memperkatai dan mengecamnya. I Samuel 16:23, bahkan dua kali Saul mengerahkan tentaranya untuk membunuh Daud. Sekalipun demikian Daud tidak pernah membalas, Daud mengambil pilihan dan komitmen untuk melakukan firman Allah selama-lamanya (Mazmur 119:112).
Ketika Tuhan berkenan kepada jalan seseorang maka musuh itupun didamaikan dengan orang itu, Tuhan dapat menahan musuh agar berhenti menyakiti. Kejadian 31:22-24; 30:43, Laban geram dan panas hati ketika melihat kekayaan Yakubmenantunya bertambah-tambah.
Kejadian 33:1-4, Yakub sedang cemas, kuatir, ini sedang menggoda dia. Laban mengejarnya dan Yakub harus pulang dari Haran ke Hebron dan ia harus melewati Edom – daerah Esau, padahal sejak 21 tahun sebelumnya Esau sudah mengambil keputusan bila bertemu ia akan membunuh Yakub, namun benarlah apa yang dikatakan firman Allah dalam Amsal 16:7, Tuhan membuat Esau ramah sehingga justru ketika Yakub melewati Edom, Esau berlari-lari mendapatkannya lalu bertangis-tangisanlah mereka.
Baik Daud maupun Yakub, mereka mempunyai kelemahan tapi mereka mempunyai komitmen mau melakukan firman Tuhan. Tuhan tidak pernah gagal menepati janjiNya, Dia pasti menepati janjiNya ketika jalan hidup kita berkenan kepada Tuhan, musuh akan didamaikan bahkan air deras sungai Yordan Tuhan mampu membalikkan ke hulu (Mazmur 114:3).
Amin.
Subscribe to:
Posts (Atom)