Sunday, February 05, 2012

FIRMAN ALLAH -- SENJATA UNTUK MELAWAN TIPU MUSLIHAT IBLIS

Ringkasan Khotbah Kebaktian Minggu Pagi, 5 Februari 2012
Oleh Pdt. Frans Z. Assa


Tuhan selalu menyiapkan yang terbaik bagi orang percaya untuk hari besok. Iblis itu licik, Iblis tahu persis yang Allah siapkan untuk hari besok, ia meracuni agar orang percaya ragu-ragu akan janji Allah itu; karena itu untuk menghadapi racun-racun dari Iblis, Rasul Paulus berkata dalam Efesus 6:11 - Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis. Kenakan = gunakan; senjata Allah sudah ada, tinggal mau mengambil atau tidak. Seluruh = selengkap (TL), tidak boleh dipilah-pilah. Kenapa kita harus gunakan selengkap senjata Allah? Karena Iblis selalu memakai umpan tipu muslihat. Muslihat - bahasa Arab = anak penuh ikhtiar, inisiatif, punya akal, siasat, taktik, cerdik; tapi bila dirangkaikan dengan kata tipu berarti punya akal cerdik untuk yang jelek.

Manusia ciptakan peluru kendali/rudal yang dikendalikan oleh teknologi; ada yang untuk membunuh, ada yang untuk menangkis. Kalau manusia punya alat penangkis, sebelum manusia ciptakan itu, Allah sudah siapkan firman Allah untuk menangkis tipu muslihat Iblis. Ketika Iblis lemparkan peluru untuk menghancurkan, Iblis meracuni, karena itu Paulus katakan: “Kenakan senjata Allah --firman Allah-- yang bisa membaca, menangkis, dan menghancurkan serangan Iblis.”

Salah satu alat deteksi yang Allah beri pada kita yang bisa memetakan (membuat gambar) gerak tipu Iblis: I Yohanes 2:27 - Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu -- dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta -- dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia. Sejak kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, sejak itu kita sudah memiliki firman dan kemudian orang yang memiliki firman diurapi dengan Roh Kudus. Firman dan Roh Kudus, Dia akan mengajar pada kita tentang segala sesuatu, memberitahu hal-hal yang spektakuler. Banyak kali Tuhan sepertinya menggagalkan menit-menit tujuan kita karena Tuhan punya tujuan pasti. Firman akan mendeteksi/memberitahu ke depannya. Firman itu lengkap bukan hanya berisi rohani kita tapi juga menjaga, melindungi jasmani kita.

Mazmur 119:105 - Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. Ada dua hal yang Daud saksikan: firman itu pelita, memberitahu, menunjukkan jalan yang kita tapaki setiap hari; melindungi, bisa membaca hari besok kita, bisa membuat peta jalan kita besok; dan firman itu terang seperti lampu sorot; menyorot ke depan tembok, ke gunung-gunung yang tidak bisa ditembusi mata fisikal sehingga kita tidak bisa membaca hari besok; memberitahu apa yang akan terjadi. Kalau firman Allah memberitahu kita, bisa saja merontokkan program kita, namun firman menyiapkan yang lebih baik lagi. Ulangan 32:48-49, Musa melakukan apa yang diperintahkan Tuhan untuk naik ke pegunungan Abarim, ke gunung Nebo; pelaksanaannya dalam Ulangan 34:1-3. Saat Musa naik ke gunung Nebo sudah berumur 120 tahun, dia lakukan firman Allah; firman Allah sebagai lampu sorot sehingga dia bisa melihat sejauh sorotan firman Allah. Betapa penting firman Allah, kalau kita memiliki firman Allah, firman Allah menjadi lampu sorot, Allah siapkan masa depan yang luar biasa.

Apa kata firman Allah tentang tipu licik Iblis?

Lukas 7:1-10 adalah kisah tentang Yesus menyembuhkan seorang hamba perwira di Kapernaum. Perwira ini punya ‘iman sekarang’, Tuhan siapkan yang terbaik untuk hari ini, yang paling baik untuk hari besok, tapi miliki ‘iman sekarang’ (right now) bukan besok. Jangan tertipu oleh tipu licik Iblis.

Lukas 4:21 - Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: "Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya." Proses ilahi: ‘hari ini’ Tuhan sudah membuka jalan buat kita. Lukas 4:19 - untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang." Hari ini berita pembebasan sudah terjadi, Tuhan bebaskan kita. Lukas 5:26 - Semua orang itu takjub, lalu memuliakan Allah, dan mereka sangat takut, katanya: "Hari ini kami telah menyaksikan hal-hal yang sangat mengherankan." Jangan punya ‘iman besok’, jangan ditawan oleh tipu muslihat Iblis. Hari ini milikilah mujizat hari ini, jaminan dari Tuhan.

Amin.

KENAPA KITA HARUS BERJALAN DARI IMAN KEPADA IMAN ?

Ringkasan Khotbah Kebaktian Minggu Pagi, 5 Februari 2012
Oleh Pdt. Frans Z. Assa


Roma 1:17 - Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.”

Kenapa kita harus berjalan dari iman kepada iman?

Latar belakang kenapa sampai Rasul Paulus menyampaikan ayat ini kepada orang-orang di Roma; Rasul Paulus didorong oleh Roh Allah untuk menulis ayat ini. Roma sangat termashyur saat itu namun jemaat di Roma mengalami ketidakadilan, kuasa keadilan kehilangan makna. Para filosof orang-orang Yunani memahami manusia, tapi kuasa keadilan tidak berada di kota itu. Ayat ini juga untuk kita yang hidup di akhir zaman; jangan suntuk dan kecewa tapi berjalanlah dari iman kepada iman karena Tuhan kita tidak statis, Tuhan kita terus berkembang dari iman kepada iman. Kita tidak boleh beralasan kita punya kegagalan--kegagalan adalah kemenangan yang Tuhan simpan; perkara yang besar selalu Tuhan siapkan untuk besok.

Pernyataan Paulus dilatarbelakangi oleh zaman Habakuk (626 sebelum Masehi). Habakuk 1:2-4, tema perikop ini “Keluhan nabi karena ketidaksetiaan”. Karena ketidaksetiaan lahirlah ketidakadilan, kesewenang-wenangan; orang percaya berseru namun sepertinya Tuhan tidak menolong, mereka berada di tengah hutan kelaliman (lalim - bahasa Arab = bengis, kejam, tidak punya belas kasihan); kekerasan menyebabkan aniaya, perbantahan mengawali pertikaian. Bagaikan kapal, hukum/keadilan sudah terbalik di lautan. Ini bukan hanya di masyarakat tapi di pertumbuhan orang percaya.

Habakuk 1:13 - Mata-Mu terlalu suci untuk melihat kejahatan dan Engkau tidak dapat memandang kelaliman. Mengapa Engkau memandangi orang-orang yang berbuat khianat itu dan Engkau berdiam diri, apabila orang fasik menelan orang yang lebih benar dari dia?

Ayat ini merupakan bentuk praktek-praktek ketidakadilan. Dalam situasi ini Tuhan sampaikan isi hatinya dalam Habakuk 2:4; Roma 1:17; orang benar akan hidup oleh percaya, dari iman kepada iman. Kita tidak boleh terkondisi keadaan di tengah hutan ketidakadilan, oleh fakta-fakta tadi, kita mempunyai warna yang berbeda. Tuhan tetap punya pengharapan orang percaya tampil dengan karakter Tuhan yang hidup lalu bertumbuh, ada pertambahan. Allah kita adalah Allah pertambahan, Allah pelipatgandaan. Jangan takut, berjalan terus!

Apa kata Yesus bagi kita orang percaya yang berada di hutan belantara kelaliman?

Yohanes 14:12 - ... Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-perkerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan yang lebih besar dari pada itu ....

Allah siapkan yang terbaik untuk hari besok, yang terbaik Tuhan siapkan di depan; buktinya: I Korintus 2:9, masa lampau kita telah diwarnai oleh kebaikan Tuhan, pembebasan-pembebasan Tuhan, tapi Tuhan masih menyimpan hal-hal yang besar yang mata belum melihat sekarang ini, lagu-lagu kemenangan yang belum kita dengar, jangan berpuas diri sekarang ini, Tuhan telah membangun menara keberhasilan yang belum timbul di dalam hati. Tiga zona ini selalu menjadi bahan rebutan, Iblis datang meracuni dan memperbesar supaya kita tidak punya pengharapan tentang hari besok, tapi Allah sudah siapkan tiga perkara ini. Sering kali yang menjadi penghambat diri kita sendiri, mata, akal dan perasaan kita sendiri.

Yohanes 4:5-11, Tuhan sudah melihat besok perempuan sampah masyarakat ini menjadi magnet bagi orang Samaria sehingga nanti banyak orang ikut dan berjumpa dengan Yesus. Tuhan sudah beri gambaran masa depannya cerah tapi perempuan ini berkata tidak punya timba dan sumur terlalu dalam. Sering kali kita membatasi kuasa Allah dengan berkata tidak punya timba dan sumur terlalu dalam (hal-hal yang sangat mustahil), bagaimana saya bisa melangkah ke gunung yang Tuhan siapkan. Ubah paradigma ini, Tuhan sudah siapkan air hidup, jangan beralasan tapi lepaskan hidup dalam tangan Tuhan.

Yosua 24:15 - Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; ... Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!”

Iblis sering kali membesar-besarkan fakta tidak punya timba, sumur amat dalam sehingga kita gemetar, takut; tapi Yesus berkata: “Aku sudah siapkan air hidup.” Pilih, mau mendengarkan Iblis atau percaya Yesus sudah siapkan air hidup.

Amin.

Sunday, January 29, 2012

HATI YANG BERSEDIA DIINVESTIGASI OLEH TUHAN

Ringkasan Khotbah Kebaktian Minggu Pagi, 29 Januari 2012
Oleh Pdt. Frans Z. Assa


Mazmur 139: 23 - Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku.

Selidiki = chaqar (bahasa Ibrani); investigasi. Hati perlu diselidiki karena sering kali menghancurkan diri sendiri bahkan orang lain. Berbicara soal hati, kebakaran yang mengakibatkan kerugian besar, acap kali karena hati yang tidak diinvestigasi, tidak diperbaiki; pembuktian: Daniel 3:21 - Lalu diikatlah ketiga orang itu, dengan jubah, celana, topi dan pakaian-pakaian mereka yang lain, dan dicampakkan ke dalam perapian yang menyala-nyala. Hananya, Misael dan Azarya, ketiga orang Ibrani yang kemudian namanya diubah menjadi Sadrakh, Mesakh dan Abednego, mereka diikat dan dicampakkan ke dapur api yang dipanaskan tujuh kali, tujuannya supaya mereka mati dan habis masa depannya. Yang menjadi penyebab mereka dicampakkan ke dapur api bukan semata karena peraturan raja untuk menyembah patung tapi karena luka hati yang tidak pernah diinvestigasi--diteliti, diperbaiki. Hati bisa memberi semangat tapi bisa membunuh orang.

Luka hati yang bagaimana yang tidak pernah diinvestigasi?

Daniel 3:8 - Pada waktu itu juga tampillah beberapa orang Kasdim menuduh orang Yahudi. Kapan terjadi? Kira-kira dua puluh tiga tahun yang lalu; teman-teman Sadrakh, Mesakh, dan Abednego teringat peristiwa dua puluh tiga tahun yang lalu, yang mereka ingat bukan kebaikan tapi kebusukan. Apa yang terjadi dua puluh tiga tahun yang lalu? Daniel 2:1-2, dua puluh tiga tahun lalu raja bermimpi tapi ia lupa, lalu dipanggillah orang-orang berilmu, ahli jampi, ahli sihir dan para Kasdim. Daniel 2:10-11, empat kelompok ini berkata terlalu sukar untuk menceritakan mimpi raja, kemudian raja murka dan ia memerintahkan untuk membunuh mereka. Ada empat orang yang tidak dipanggil yaitu Sadrakh, Mesakh, Abednego dan Daniel; mereka tidak iri walaupun diabaikan.

Daniel 2:25, Daniel, hatinya setiap saat dia ijinkan untuk diinvestigasi Tuhan, diisi firman Tuhan, maka Daniel bisa menangkap mimpi itu. Karena Daniel bisa menceritakan dan menafsirkan mimpi itu, mereka mendapat kedudukan yang luar biasa maka cemburulah teman-temannya dan mereka mencari ulah. Luka yang tertoreh (iri, cemburu) dua puluh tiga tahun yang lalu tidak pernah diperbaiki kemudian melahirkan fitnahan, tuduhan.

Kejadian 26:12, Ishak--hatinya selalu diinvestigasi, makin lama makin kaya sehingga lingkungan cemburu padanya.

Kisah Para Rasul 13:22, Saul disingkirkan/ditolak oleh Tuhan, kenapa Tuhan menolaknya? I Samuel 18:9, Saul tidak bersedia diinvestigasi oleh Tuhan, terbukti ketika Daud memetik kecapi saat roh jahat menghinggapi Saul, Saul yang iri/cemburu ingin menancapkan Daud ke tembok. Awalnya setiap keluar dari peperangan para pemain rebana yang menyambutnya menyanyikan Saul mengalahkan beribu-ribu orang dan Daud berlaksa-laksa.

Kalau ada luka di hati, luka-luka batin, minta Tuhan untuk menginvestigasi, bersedia untuk direkam dan diperbaiki bahkan dikerat.

Kejadian 37:11, Yusuf dijual begitu murah dan dibawa ke Mesir hanya karena kakak-kakaknya benci dan hati tidak investigasi.

Apapun alasannya, minta Tuhan untuk menginvestigasi hati kita; saat kita bereskan, Tuhan akan atur dan rapihkan masa depan kita. Iblis sering kali sengaja memperuncing, mempertajam perbedaan, kecemburuan-kecemburuan supaya menjadi hati yang luka, yang tidak tersembuhkan. Tuhan punya sikap ketika kita bersedia dicermati dan diperbaiki seperti Daud berkata: “Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku.”

Mazmur 133:3 - Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.

Betapa dahsyatnya seseorang yang berjiwa besar, siap dan mau diinvestigasi, Tuhan berkata ke sana Tuhan akan bawa berkat, ke pribadi yang mau diinvestigasi, diperbaiki, mau membuka hati dan firman berdiam di dalam hatinya.

Amin.

Sunday, January 22, 2012

BUNGA BAKUNG (BAGIAN II)

Ringkasan Khotbah Kebaktian Minggu Pagi, 22 Januari 2012
Oleh Pdt. Frans Z. Assa

Kejadian 1 : 11 - Berfirmanlah Allah: “Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi.” Dan jadilah demikian.

Ketika Tuhan berfirman maka jadilah demikian, jadi tinggal tergantung respon kita terhadap firman Allah, kalau kita terima dan pegang maka jadilah demikian. Tuhan sebagai Pencipta punya karakter, sifat yang kuat; dan ketika Ia menciptakan sifat yang kuat ini nampak melalui ciptaan-Nya, antara lain Dia adalah hidup dan Dia senang memberi sehingga ketika Tuhan ciptakan apa saja karakter Allah yang kuat, hidup dan memberi ada dalam ciptaanNya. Contoh: ketika Tuhan berkata: “Hendaklah ada terang,” maka ada matahari, bulan dan bintang. Matahari setiap detik memberikan kalorinya 4x1033. Tumbuh-tumbuhan menunjukkan sifat dan karakter Allah, seringkali tumbuhan ini diusik, dilukai tapi ia tetap mengeluarkan buah. Tumbuh-tumbuhan tumbuh sesuai dengan karakternya, sesuai dengan tabiatnya (TL); according to its kind (terjemahan bahasa Inggis); Tuhan sudah tentukan gol yang akan dicapai. Tuhan ciptakan supaya mereka memberi. Kita diciptakan dengan membawa karakter Allah—hidup dan suka memberi.

Apa yang Tuhan harapkan atas jemaat-Nya yang diciptakan di dalam Kristus Yesus?

II Petrus 3 : 18 - Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pegenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.

Inilah impian Yesus, Tuhan mau supaya kita bertumbuh; jadilah jemaat yang bertumbuh dengan membawa sifat dan karakter Allah yang hidup dan suka memberi. Allah kita juga Allah pertambahan, pelipatgandaan. Tuhan ingin supaya kita tumbuh dan bertambah-tambah berlipat kali ganda menurut target yang Tuhan sudah beri pada kita. Untuk mencapai target harus melewati masalah-masalah/kegagalan-kegagalan tapi masalah-masalah/kegagalan-kegagalan bukan menunjukkan gol. Seorang yang berhasil makanannya bukan yang enak-enak, tapi pahit, getir, pedas maka ia akan berhasil.

Kejadian 26 : 12 - 14, Ishak seorang asing, pendatang di Kanaan tapi mereka ciptaan Allah di dalam iman sehingga ketika menabur bertumbuh menghasilkan seratus kali lipat sehingga kian lama kian kaya membuat orang Filistin iri. Ishak, Tuhan sudah berikan gol, kita juga sudah diberikan gol. Tuhan membuat kita berhasil.

Tempat bertumbuh dan musuh dalam pertumbuhan.

Tuhan pasti menyiapkan tanah yang subur, tapi satu ketika dalam rangka membentuk kita menjadi jemaat yang berkarakter dan dibanggakan oleh Tuhan, kita berada di lembah-lembah, di antara duri-duri. Kidung Agung 2 : 2, kita digambarkan seperti bunga bakung, lebih semarak dari Salomo, dan pertumbuhan dari bunga bakung satu ketika berada di lembah-lembah—penghinaan, ancaman dari maut. I Samuel 17 : 28, Daud mengalami penolakan dari kakak-kakaknya.

Mazmur 23 : 4, satu ketika sebagai bunga bakung Tuhan letakkan kita di lembah bayang-bayang ancaman, bisnis diancam, masa depan digunting, permainan kotor, jangan takut! Jaga jati diri kita, karena peduli, perhatian dan kuasa-Nya mengiringi kita. Mazmur 23 : 6, kebajikan dan kemurahan Tuhan mengikuti kita. Bunga bakung juga tumbuh di antara duri-duri. Daniel 6 : 1 - 6, Daniel merupakan bunga bakung dalam kerajaan Darius, salah satu perdana menteri kepercayaan Darius adalah Daniel, dia yang paling dipercaya, maka muncul cemburu padanya. Kalau kita dekat dengan Tuhan orang lain akan cemburu karena Tuhan memberkati kita. Zona pertumbuhan satu waktu Allah ijinkan di lembah, di antara duri.

Bahaya atau musuh pertumbuhan. Amsal 14 : 12; 16 : 25, TL - ada jalan yang disangka betul tetapi ujungnya maut, kita harus hati-hati dengan perjalanan kita sebagai bunga bakung, satu kali kita berada di jalan yang ada fatamorgana— pemandangan yang bisa menipu. Paulus menjelaskan lebih detail dalam Galatia 1 : 6 - 7, ada orang datang memutar balik Injil. Siapa yang berani memutar balik Injil? II Korintus 11 : 13, rasul-rasul palsu menamakan diri utusan Tuhan waktu dia melayani Tuhan, pekerja-pekerja curang (= culas, tidak jujur, suka menggunakan tipu muslihat) lalu mereka menyamar seperti rasul-rasul Kristus. Efesus 4 : 14, inilah gunanya, satu ketika sebagai bunga bakung Tuhan ijinkan kita berada di lembah-lembah, duri-duri, tujuannya supaya kita menjadi dewasa bukan anak-anak tapi sudah dilatih dan diuji di lembah-lembah, duri-duri. Emas murni harus masuk ke dalam api supaya menjadi logam mulia. Mereka menggunakan permainan palsu, pemutarbalikkan, licik. Di mana letak pemutarbalikkan? Yohanes 10 : 1 - 4, Yesus tegas berkata: “Domba harus punya kandang,” pemutarbalikkannya tidak perlu dikandang, tidak perlu gereja-gereja, persekutuan saja. Mereka yang tidak mau punya kandang, mereka perampok-perampok, pencuri. Jangan sampai kita berada di perjalanan fatamorgana, pemutarbalikan, domba harus punya kandang.

Ibrani 10 : 25, jangan kita menjauhkan diri dari kandang karena Yesus Gembala Agung kita, lalu dipercaya ada gembala-gembala di tiap-tiap gereja, rumah sebagai tanda bahwa mereka merupakan satu komunitas keluarga, kalau kandang dan rumah digambarkan seperti bahtera sementara berlayar Kejadian 8:1 mengatakan Allah ingat mereka, ketika Allah ingat Dia siapkan apa yang kita perlu.

Amin.

Sunday, January 15, 2012

DARI IMAN KEPADA IMAN

Ringkasan Khotbah Kebaktian Minggu Pagi, 15 Januari 2012
Oleh Pdt. Andrew M. Assa

II Korintus 5:4-7 - Sebab selama masih diam di dalam kemah ini, kita mengeluh oleh beratnya tekanan, karena kita mau mengenakan pakaian yang baru itu tanpa menanggalkan yang lama, supaya yang fana itu ditelan oleh hidup. Tetapi Allahlah yang justru mempersiapkan kita untuk hal itu dan yang mengaruniakan Roh, kepada kita sebagai jaminan segala sesuatu yang telah disediakan bagi kita. Maka oleh karena itu hati kami senantiasa tabah, meskipun kami sadar, bahwa selama kami mendiami tubuh ini, kami masih jauh dari Tuhan, -- sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat --

Selama kita masih mendiami kemah tubuh kita, kita masih mengalami tekanan demi tekanan; tapi sampai kapan? Allah-lah yang justru mempersiapkan hal itu, setiap kita tetap ada di dalam rencana Tuhan, Tuhan tidak pernah merancangkan pencobaan buat kita tapi kalau kita ada di dalam rancangan Tuhan, Tuhan tetap kendalikan hidup kita. Kita harus hidup karena iman bukan berdasarkan apa yang kita lihat; karena kalau berdasarkan apa yang kita lihat akan salah langkah. Situasi seringkali memojokkan kita untuk mengambil keputusan yang salah, itu sebabnya berjalanlah dengan iman.

Yesus ketika hidup di muka bumi, hidup dari iman kepada iman; Yesus yang seratus persen Allah, Ia juga seratus persen manusia. Lukas 2:21, 39-40. Setiap fase kehidupan Yesus, sebagai seratus persen manusia Ia tetap ikuti langkah-langkah kehidupan manusia, Ia mengalami harus bertumbuh hari demi hari, harus tetap taat pada peraturan Taurat, peraturan manusia sekalipun Dia Allah, Dia tetap taat kepada Allah Bapa, hukum Taurat dan peraturan manusia, Ia mulai dengan:

1. Berakar.

Kita harus berakar ke bawah, akar tidak kelihatan di bawah tanah. Melakukan sesuatu tidak untuk dilihat banyak orang. Jadilah pribadi yang taat pada Tuhan, dilihat atau tidak dilihat. Ketika berakar di dalam ketaatan sepertinya tidak kelihatan.

Dalam perjalanan kembali ke Nazaret, orangtua Yesus baru menyadari mereka kehilangan anaknya. Lukas 2:51, merupakan bagian dari cerita ketika Yesus berusia 12 tahun, Yesus pertama kali dibawa ke Bait Allah, setelah alami pentahbisan anak yang sudah dewasa, Yesus sibuk dengan imam-iman bertanya jawab, imam-imam melihat Ia punya hikmat. Ketika Yesus disuruh pulang, Ia taat pada orangtua-Nya, Ia tetap hidup dalam asuhan orangtua jasmani-Nya, menundukkan diri sekalipun ia lebih pintar dari orangtua jasmani-Nya. Yesus punya sikap penundukan diri. Keluaran 20:12. Berapa banyak kali jasmani kelihatan taat tetapi hati tidak? Akar pertumbuhannya tidak kelihatan tetapi sangat penting untuk pertumbuhan selanjutnya. Bertumbuhlah pada ketaatan firman Allah. Kisah Para Rasul 5:29 sebagai wujud ketundukan hati yang berbicara tetang sikap hati; ketaatan adalah sikap yang di luar. Ketundukan hati akan nampak pada ketaatan di luar.

2. Bertumbuh.

Lukas 2:52 - And Jesus increased in wisdom and stature, and in favour with God and man (KJV). Stature = pertumbuhan yang didapatkan karena sebuah pencapaian; makin dewasa. Bagaimana kondisi dewasanya Yesus? Lukas 3:23 hubungkan dengan Lukas 4:22, ketika Yesus bertumbuh Yesus tetap taat pada orangtua sampai umur 30 tahun sebagai anak; ini menimbulkan konsekuensi yang tidak enak, tidak dihargai, Ia dihargai sebagai anak Yusuf. Perlu kerendahan hati untuk bertumbuh di bawah bayang-bayang orang.

Lukas 14:11, ketika kita mau merendahkan diri, lakukan dihargai atau tidak dihargai, ketika kita tidak mendapat penghargaan manusia kita sedang memperbesar penghargaan dari Tuhan (Maleakhi 3:16). Amsal 22:4 - Ganjaran kerendahan hati dan takut akan TUHAN adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan; karena itu bertumbuhlah di dalam kerendahan hati.

3. Berbuah.

Yohanes 15:5, Tuhan pokok anggur, ketika kita tinggal di dalam-Nya kita akan berbuah. Yohanes 9:25, kesaksian merupakan buah yang nyata yang dihasilkan seseorang. Ketika kita melakukan kebaikan harus orang lain yang menikmati, ini adalah prinsip pohon--ia mengeluarkan yang baik sekalipun ia tidak menikmati. Yesus tidak dihargai dengan nama, buah-buah akan membuktikan siapa di dalam kita, berakar di dalam siapa. II Petrus 1:5, 8; kebajikan = kebaikan yang memberi nilai tambah; harus tetap bertumbuh terus.

Mazmur 1:1-3, kita harus tetap berakar, akar harus tetap bertumbuh, berbuah dan tetap bertumbuh.

Amin.

Sunday, January 08, 2012

BUNGA BAKUNG

Ringkasan Khotbah Kebaktian Minggu Pagi, 8 Januari 2012
Oleh Pdt. Frans Z. Assa


Tuhan kita dalam hal menunjukkan perhatian, peduli, kasih, kedekatan-Nya pada domba-domba-Nya, umat-Nya, Tuhan tidak segan-segan memberikan gambaran diri-Nya sebagai Gembala yang menggembalakan domba; mengumpamakan diri sebagai Ibu untuk menggendong anak-anak-Nya untuk disusui (El-Shaddai); Tuhan itu Pohon, kita cabang-cabangnya. Untuk menunjukkan tanggung jawab --mengandung unsur peduli, perhatian-- dalam kitab Yesaya Tuhan katakan Ia seperti singa muda. Untuk menunjukkan bahwa Tuhan tidak bosan-bosan, tidak capai, tetap mau menuntun anak-anakNya/menyertai/memimpin, dalam kitab Ulangan Tuhan gambarkan diri seperti Rajawali mengamat-amati anak-anak-Nya yang berpotensi untuk tersesat dan mengawasi anak-anak-Nya yang mau diterkam binatang di padang gurun.
Sedangkan orang percaya Tuhan gambarkan sebagai berikut:
Kidung Agung 2:2 - Seperti bunga bakung di antara duri-duri, demikianlah manisku di antara gadis-gadis. Tuhan gambarkan orang percaya seperti bunga bakung, karena bunga bakung tidak pernah terkondisi oleh lingkungan. Ketika bunga bakung tumbuh di pematang, lembu lewat lalu terkena lumpur, bunga bakung tetap tumbuh dan tetap keluar bunga berwarna putih, putik kekuningan, tidak pernah ‘ngambek’, tetap menjaga jati dirinya. Kalau dia tumbuh di lembah daunnya tetap hijau, beda dengan tanaman lain bila tidak terkena sinar matahari daun akan kuning. Bunga bakung yang tumbuh di atas gunung yang terus kena terik matahari daunnya tetap hijau, di mana saja bunga bakung tumbuh dia tetap menjaga jati dirinya. Itu sebabnya orang percaya digambarkan bunga bakung, lingkungan kita boleh saja tidak mendukung tapi kita tetap kuat, jati diri kita adalah anak Tuhan.
Amsal 26:18, lingkungan kita seperti orang gila (pura-pura gila - TL) = berlaku seperti sinting tapi tidak sinting, senang menyusahkan, senang menyakiti; porsi kita dirampas, masa depan kita dihancurkan, tapi bunga bakung tetap tumbuh karena bunga bakung adalah miliknya Tuhan; kita tetap ada dalam pemeliharaan Tuhan. Kembali ke Kidung Agung 2:3, tidak usah peduli sekitar kita hutan gelap, pohon-pohon yang tinggi, banyak binatang buas sementara kita pohon apel yang harus diperlakukan halus, tidak usah kuatir, apel kita rasanya tetap manis sebab dirawat oleh Tuhan.
Sekalipun kita di tengah-tengah orang sinting, di antara duri-duri secara nalar bunga bakung tidak bisa hidup, tapi justru Yesus katakan dalam Matius 6:28-29, bunga bakung lebih mulia dari Salomo, lebih kaya dari Salomo. Lihat pembanding semaraknya Salomo dalam I Raja-raja 10:14, penghasilan emas--pemasukan setahun 666 talenta = 23.000 kg = 23 ton; I Raja-raja 10:21 Salomo punya gudang “hutan Libanon” tempat menyimpan kekayaan. Kita tidak ditaklukkan/ diatur realita, kita dibungkus oleh firman Allah. Firman Allah mengatakan singa muda boleh kelaparan tapi bunga bakung dipelihara oleh Tuhan.
Kenapa kita lebih semarak, lebih unggul dari Salomo?
Ada 4 konser (pertunjukan musik dan lagu--ada pertunjukan melodrama fakta hidup lalu dituangkan menjadi lirik-lirik lagu kemudian diperankan) di kitab Mazmur menceritakan fakta hidup yang pahit tapi Tuhan berkata: “Engkau bunga bakung tidak usah kuatir.”
1. Mazmur 60:1-2.
Konser ini temanya bunga bakung, apa yang ditampilkan ketika Daud menaati firman Allah pada waktu ia berhadapan dengan raja Aramnaharaim orang Mesopotamia yang selalu mengancam dia tapi Daud gagal. Satu waktu Tuhan ijinkan sepertinya kalah, gagal. Orang Kristen yang kuat juga perlu pengalaman-pengalaman yang pahit silih berganti, dalam Mazmur 60 bunga bakung pernah gagal, kalah, tapi bunga bakung tetap dalam pangkuan Tuhan, pasang surut hidup orang percaya boleh terjadi tapi di atas dari semua Tuhan tetap menolong bunga bakung.
2. Mazmur 69:1.
Juga bertema bunga bakung, Tuhan ijinkan orang kafir masuk ke Yerusalem, lalu orang Yerusalem berdoa supaya Tuhan menjaga dan melindungi, Tuhan ijinkan terjadi karena ada dosa yang harus dibereskan dan mereka harus menjadi bunga bakung, kekayaan orang Israel dirampas habis--mereka menanam tapi saat panen orang kafir menjarah malam harinya, ternak pun dirampas; pengalaman ini Tuhan ijinkan mereka menderita dalam hal yang tidak patut mereka alami tapi bunga bakung tetap dirawat dipelihara oleh Tuhan, bunga bakung tetap setia mengiring pada Tuhan.
3. Mazmur 80:1.
Menceritakan tentang 10 suku bangsa Israel yang ada di Utara--disebut kerajaan Utara/Israel dengan ibukota Samaria, mereka adalah keluarga Ilahi, mereka berbuat kesalahan dan Tuhan ampuni, tiba-tiba sekitar tahun 700 sebelum Yesus lahir 10 suku ini habis tercerai-berai ke seluruh dunia tapi Mazmur 80 menyanyi: “Kamu bunga bakung ada di hati-Ku,” sekitar 2.600 tahun kemudian Tuhan kumpulkan (Yeremia 29:14), tahun 1948 mereka menyatakan menjadi negara merdeka dan sampai sekarang mereka menjadi persoalan dunia. Zakharia 12:3-9, sekalipun bangsa ini dilumat, diinjak-injak tapi bangsa ini tetap dipelihara oleh Tuhan. Kita adalah orang Israel rohani yang dipelihara oleh Tuhan.
4. Mazmur 45:1-2.
Konser pesta pernikahan raja; latar belakang cerita raja mempersunting gadis desa yang kemudian mendapat gelar putri raja, pekerjaannya menggembalakan domba, mengurus tanaman tapi raja jatuh hati kepadanya dan menikah dengannya. Ketika ia disusahkan, dihimpit, alami penderitaan yang sebenarnya tidak patut dia alami, tapi bunga bakung tetap setia berkomitmen saya adalah milik Kristus, mereka kemudian diangkat menjadi putri raja. Yesus segera datang dan akan menjemput kita menjadi putri Raja. Kita mungkin menderita tapi kalau kita setia melayani Tuhan kita akan disebut putri Raja.
Kidung Agung 6:3, Sulamit dia bersaksi, sekalipun ia diancam oleh pemuda-pemuda ‘preman’ yang akan menjarah tapi ia tidak kuatir karena ia milik Yesus dan Yesus miliknya ada ditengah-tengah bunga bakung, memperhatikan dan merawat bunga bakung; bunga bakung dipulihkan oleh Tuhan sehingga keluar warna sesuai identitasnya, bunga bakung tetap ada di genggaman tangan Tuhan.
Amin.

Sunday, January 01, 2012

PERTAHANKAN JATI DIRI SEBAGAI MILIK KRISTUS

Ringkasan Khotbah Kebaktian Sulung, 1 Januari 2012
Oleh Pdt. Frans Z. Assa


Sebagai orang percaya di akhir zaman, saat dunia sedang tidak menjanjikan, Tuhan memanggil kita untuk menjadi tembok yang menjadi jawaban bagi sekitar kita dan sebagai sokoguru.

Kidung Agung 8:8-10 - Kami mempunyai seorang adik perempuan, yang belum mempunyai buah dada. Apakah yang akan kami perbuat dengan adik perempuan kami pada hari ia dipinang? Bila ia tembok, akan kami dirikan atap perak di atasnya; bila ia pintu, akan kami palangi dia dengan palang kayu aras. -- Aku adalah suatu tembok dan buah dadaku bagaikan menara. Dalam matanya ketika itu aku bagaikan orang yang telah mendapat kebahagiaan.

Sulamit berkata bila ia tetap setia menjadi tembok maka di atasnya akan didirikan atap perak yang sekaligus menjadi benteng untuk mempertahankan orang-orang yang ada di dalamnya seperti nyanyian profetik raja Daud dalam Mazmur 65:12 - Engkau memahkotai tahun dengan kebaikan-Mu, jejak-Mu mengeluarkan lemak. Mahkota = kemenangan. Kalau orang percaya mau berfungsi sebagai tembok walaupun ada kata-kata kotor atau hinaan yang ditulis di tembok itu, Tuhan akan kenakan mahkota kemenangan.

Habakuk 3:9 - Busur-Mu telah Kaubuka, telah Kauisi dengan anak panah.... Di atas benteng ini Tuhan letakkan busur-Nya yang diisi dengan anak panah yang akan dilepaskan untuk menghancurkan musuh yang mengitari tembok. Amsal 26:18 - Seperti orang gila menembakkan panah api, panah dan maut. Lingkungan kita adalah lingkungan yang tidak menjanjikan, banyak panah api dan tembok menjadi sasaran panah api, dunia makin ‘gila’, sering kali kita tidak mampu mencerna perlakuan orang-orang di sekitar kita; Iblis-lah yang mengendalikan anak panah api.

Mazmur 64:7 - Mereka merancang kecurangan-kecurangan: "Kami sudah siap, rancangan sudah rampung." Alangkah dalamnya batin dan hati orang! Orang-orang gila menembakkan panah api dengan rancangan-rancangan kotor, namun Allah sudah siapkan busur dengan anak panah mujizat dari Tuhan. Ketika anak panah api dilontarkan ke atap perak dan benteng, Tuhan lepaskan anak panah Ilahi yang akan menghalau dan mengalahkan semua; mahkota kemenangan Tuhan letakkan di atas kepala kita dan Tuhan berperang ganti kita.

Kalau kita menjadi tembok yang berfungsi walaupun disusahkan, jangan mundur atau menyimpang ke kiri atau ke kanan; ketika kita nyata-nyata menjadi korban tetaplah bertahan sebagai tembok untuk memberi jawaban dan menjadi sokoguru. Apa yang akan terjadi kalau kita tetap pertahankan jati diri sebagai tembok milik Kristus? Bagaimana reaksi Tuhan terhadap kita?

Yesaya 51:3 - Sebab TUHAN menghibur Sion, menghibur segala reruntuhannya; Ia membuat padang gurunnya seperti taman Eden dan padang belantaranya seperti taman TUHAN. Di situ terdapat kegirangan dan sukacita, nyanyian syukur dan lagu yang nyaring.

Jangan takut atau kecil hati kalau di tahun lalu kita serasa di padang gurun, jangan mengambil pilihan menurut pilihan kita sendiri. Acapkali Tuhan ijinkan sepertinya kita gagal tapi jangan berhenti di sana, Dia akan bawa kita terus sampai puncak kemuliaan. Keluaran 15, waktu orang Israel tiba di Mara yang penuh kegagalan dan kepahitan yang sempat mengganggu mereka, dari Mara Tuhan berkata: “Jalan terus sampai di Elim!” Di Elim Tuhan siapkan 12 mata air mujizat, selama 12 bulan, Allah siapkan mata air mujizat setiap hari Tuhan akan memelihara kita.

Mazmur 30:12 - Aku yang meratap telah Kauubah menjadi orang yang menari-nari, kain kabungku telah Kaubuka, pinggangku Kauikat dengan sukacita.

Berapa lama kita berada di ruang ratapan karena rugi, dikecewakan, dikhianati oleh teman dan kita berjalan dengan jubah kematian? Jadilah tembok milik Kristus maka ratapan akan Tuhan ubah menjadi tari-tarian dan kain kabung akan Tuhan ubah menjadi sukacita.

Amin.

Sunday, December 25, 2011

JANGAN LENGAH, BERSIAP SEDIALAH !

Ringkasan Khotbah Kebaktian Natal, 25 Desember 2011
Oleh Pdt. Frans Z. Assa


Ibrani 10:7 - Lalu Aku berkata: Sungguh, Aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang Aku untuk melakukan kehendak-Mu, ya Allah-Ku."

Banyak orang bertanya untuk apa Yesus lahir di kandang Betlehem sehingga setiap tahun kita rayakan? Apa arti Natal? Jawabnya tentu akan sangat variatif. Natal seperti yang tertulis dalam gulungan kitab artinya seperti yang sudah dinubuatkan, Yesus datang untuk melakukan rencana Ilahi. Untuk apa Yesus lahir, menurut nyanyian profetik raja Daud, Mazmur 40:8-9, Yesus lahir untuk melakukan kehendak Ilahi. Apa kehendak Ilahi? Kehendak Ilahi adalah kehendak yang kekal.

1. Efesus 1:7.

Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya.

Saat Tuhan ciptakan manusia pertama yaitu Adam dan Hawa, Tuhan tempatkan mereka di taman Eden, mereka senang dan bahagia, waktu tidak pernah dikenal karena manusia berada di kekekalan. Manusia setiap waktu bercengkrama dengan Allah. Catatan kitab Yehezkiel dan kitab Yesaya, ketika mereka bercengkrama dengan Allah, mereka berjalan di atas jalan yang berkilau-kilauan dan tidak ada penderitaan, melainkan sukacita dalam kemuliaan Allah. Alkitab menegaskan mereka telanjang. Kenapa mereka telanjang? Telanjang adalah bahasa setelah mereka jatuh dalam dosa, tapi sebelumnya mereka dibungkus oleh kemuliaan Allah, mereka tidak mengenal telanjang. Namun sayang, tiba-tiba semua berubah menjadi duri, semak-semak dan sejak manusia jatuh dalam dosa tangisan mulai terdengar, airmata mengalir tapi tak ada yang dapat menghentikan airmata karena penderitaan.

Melihat penderitaan karena dosa, Allah punya rencana Ilahi yang Yesus katakan: “Aku datang dan lahir di Betlehem untuk melakukan rencana Ilahi.” Tak ada yang menyambutnya kecuali palungan yang berbau busuk. Yesus penjelmaan Allah tidak pernah merasa jijik untuk lahir di sana. Setelah Yesus melayani, tepat pada waktunya menurut waktu Allah, Dia naik ke Golgota dan Setan bersorak-sorak, rencana untuk menggagalkan program Ilahi dapat mereka teruskan. Pada waktu Yesus dikuburkan, tiba-tiba hari ketiga Yesus bangkit, penghulu Setan dan pengikutnya lari, suara Ilahi terdengar.

Ketika kita jatuh dalam dosa, kita tergadai oleh dosa dan kalau tidak ada penebusan maka kita akan masuk dalam penghukuman kekal untuk selama-lamanya, tapi waktu Yesus disalib Yesus tidak rela manusia tergadai kepada dosa dan terus hidup di dalam dosa, Yesus datang menebus dosa. Yesus datang, Ia bayar dengan nyawa dan darahNya, sehingga mereka yang percaya kepada Yesus mereka sudah dibebaskan dari dosa. Dan ketika kita sudah dibebaskan, kita menjadi putra Allah sebab sudah ditebus dari gadai dosa, mereka tidak masuk dalam penghukuman karena Tuhan sudah membayar tunai.

2. Yohanes 10:10.

Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. Setelah kita ditebus dari dosa, kita patut bersorak memuliakan Tuhan karena kita bukan hanya disebut sebagai putra-putra Allah, milik Allah tapi kita juga disebut anak-anak Raja mewarisi kemuliaan Raja kita yaitu Yesus, Raja di atas segala raja. Dan selama di dunia Tuhan punya rencana untuk mencurahkan kelimpahan dalam hidup kita. Allah berjanji memberkati, menyertai kita; Tuhan berperang ganti kita dan kita menjadi pemenang.

Ulangan 33:13-16. Yusuf berbicara tentang generasi di akhir zaman. Siapa yang disebut generasi akhir zaman? Mereka menjadi generasi pemenang bukan pecundang dalam apapun juga, sebagai apapun kita menjadi pemenang. Generasi Yusuf adalah generasi penuai janji-janji Allah yang terbaik yang Allah siapkan bagi kita dan keturunan kita.

Namun, jangan lengah! Lengah = kurang hati-hati, tidak siaga, tidak waspada. Kalau Allah beri yang terbaik, kita alami yang terbaik, jangan lengah! Seorang yang lengah dia bisa terlena (bahasa Sansekerta), kurang hati-hati. Ketika orang lengah, mereka berpikir aman, tapi tiba-tiba bencana datang. Jangan terlena karena diberkati!

Matius 25:10-13, sepuluh anak dara adalah orang-orang yang sudah alami penebusan melalui Yesus Kristus, lima anak dara selalu siaga/waspada saat diberkati, saat perjalanan imannya penuh mujizat, karir, usaha penuh berkat, mereka tidak terkecoh, sekali pun dicemooh rohaninya karena mereka setia bagi Tuhan. Sementara lima lainnya mereka punya pelita, diberkati, sukses tapi mereka bodoh, terlena, sibuk menghitung sukses yang mereka terima, mata tertuju pada kelimpahan.

Ketika Mempelai datang, mereka yang waspada mereka mengambil pelita, sementara yang lain terlena (= sempat tidak sadar, terpedaya dengan tipu rayu, terkecoh dengan kesuksesan). Tuhan janji memberi yang terbaik bagi kita, tapi waktu memetik sebagai generasi penuai, memetik yang terbaik, jangan terkecoh, tetap waspada, siap sedia, setia mengikut Tuhan, lipat gandakan keinginan untuk melayani Tuhan.

Amin.

Sunday, December 18, 2011

Orang serakah akan dpt sesuatu yg gak seberapa d banding dgn orang yg maw trima kenyataan.. Jd syukuri lah apa yg ada padamu saat ini :D

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 18 Desember 2011
Oleh Pdt. Frans Z. Assa


Ada suara yang naik ke hadapan Tuhan, suara itu beragam, ada dari suatu bangsa, suatu kota, suatu keluarga atau pribadi. Dunia bisa menciptakan alat yang begitu mahal untuk mencari suara orang yang telah meninggal 100 tahun yang telah lalu bahkan lebih dari 100 tahun, semua peralatan yang diciptakan manusia itu mencontek dari peri-beradanya Allah, ke-Mahakuasaan Allah, kemudian diwujudkan dalam bentuk teknologi.

Mazmur 107:27 - mereka pusing dan terhuyung-huyung seperti orang mabuk, dan kehilangan akal. Mazmur 107 ditulis pada zaman raja Koresh. Latar belakangnya kerajaan Yehuda yang terdiri dari dua suku ditawan di Babilonia selama 70 tahun karena kesalahan mereka selama 490 tahun tidak melakukan peraturan Tuhan, mereka tidak pernah mengembalikan tahun sabat kepada Tuhan. Ketika mereka berada di Babel, setelah pemerintahan raja Nebukadnezar muncullah raja Merodakh —sering disebut Evil Merodakh karena bengisnya— yang memerintah selama 2 tahun kemudian raja penggantinya memerintah selama 4 tahun, mereka sangat kejam. Baru kemudian muncul raja Belsyazar yang memerintah selama 6 tahun, mereka menderita, pusing dan terhuyung-huyung seperti orang mabuk.

Mazmur 107:28 - Maka berseru-serulah mereka kepada TUHAN dalam kesesakan mereka, dan dikeluarkan-Nya mereka dari kecemasan mereka. Ketika mereka terhuyung-huyung bagaikan orang mabuk, dibangunlah mezbah keluarga dan mereka berseru kepada Tuhan; ada satu catatan istimewa ketika mereka menaikkan doa, Daniel mengatur begitu rupa untuk menaikkan doa di satu hari yang telah ditentukan, pada waktu mereka berseru, Tuhan mengeluarkan mereka, Tuhan dengar, di negeri perhambaan suara mereka sampai ke hadirat Tuhan. Suara yang muncul sampai ke hadirat Tuhan:

1. Suara dari suatu bangsa/kota.

Yunus 1:1-2, suara kejahatan itu sudah sampai ke tahta Allah, campur baur suara rintihan dan kejahatan. Doa Abraham, Ishak dan Yakub masih ada di hadapan tahta Allah. Tuhan masih memperhatikan untuk menolong keturunannya baik keturunan jasmani maupun rohani. Kejadian 6:11-13, suara kejahatan, kebengisan seisi muka bumi sudah sampai ke hadapan tahta Allah. Kejadian 18:20-21, Lot ketika ia berada di Sodom dan Gomora melihat kejahatan-kejahatan yang sukar digambarkan dengan kata-kata manusia. Lot berkeluh kesah kepada Tuhan. I Samuel 17:43-44, kita mungkin pernah sakit hati dan terusik karena sesumbar orang yang mengancam kita, tetaplah setia kepada Tuhan karena Tuhan dengan ancaman itu dan Tuhan dapat ubahkan menjadi berkat.

2. Suara dari satu pribadi.

Tuhan tetap perhatikan suara dari satu pribadi. Kejadian 4:8-10, suara tipu licik Kain sampai ke hadapan Allah. Ketika Habel mati, suaranya sampai ke hadapan tahta Allah. Jangan simpan kebencian, kita punya kewajiban mendoakan supaya Tuhan mengampuni mereka. Tipu licik ini disimpan oleh Tuhan, Tuhan bukan pendendam tapi Tuhan adil, Tuhan tahu persis bentuk tipu licik orang-orang ini.

Kolose 3:8, hati-hati dalam mengeluarkan kata-kata saat marah, kata-kata yang keluar saat marah seperti binatang liar yang tidak bisa dikendalikan; ada yang dirampas oleh Iblis dan kemudian benar-benar terjadi pada orang itu.

3. Suara dari padang gurun.

Yesaya 40:3, ayat ini punya pengertian ganda yaitu bahasa nubuatan yang mengacu pada Yohanes yang berseru-seru di padang gurun; juga punya pengertian bahwa di padang gurun zona kehidupan/tempat aktivitas kita ada suara yang berseru-seru sampai ke hadapan Tuhan. Kejadian 37:22, ketika Yusuf diperlakukan semena-mena, keji dan kejam dan ia dibuang ke sumur, suara Yusuf didengar oleh Tuhan, Yusuf minta pengampunan untuk kakak-kakaknya, Tuhan sepertinya tutup tangan dan tutup mata tapi 22 tahun kemudian kakak-kakaknya datang ke Mesir menyembah dia.

Ratapan 5:9. Di padang gurun zona kehidupan kita yang sangat berbahaya, Tuhan turun dan akan melindungi kita. Yesaya 42:11, begitu banyak bentuk suara yang sampai ke hadirat Tuhan, kita yang di padang gurun disebut penduduk bukit batu--bukit perlindungan Yesus.

Buang suara geram, ganti dengan suara memuji, memuliakan Tuhan, menaikkan suara doa, pujian kepada Tuhan. Ketika ini yang akan kita naikkan, ada satu bahaya terjadi di bumi, satu kali kelak doa kita akan dituangkan atas bumi dan bumi akan celaka (Wahyu 8:5); ketika kita naikkan doa pujian, penyembahan, suara itu akan menjadi mujizat bagi kita (Kisah Para Rasul 16:25-26).

Amin.

Sunday, December 11, 2011

GENERASI YANG BERHARGA

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 11 Desember 2011
Oleh Pdt. Frans Z. Assa


Yesaya 43:4 - Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu.

Perikop ayat 1-7 adalah berita yang betul-betul menakjubkan karena Yesaya ditetapkan untuk memberitakan firman Tuhan karena bangsa ini sering jatuh bangun dalam dosa. Kalau diberkati mereka lupa pada Tuhan dan menyembah berhala, hal ini menyakiti hati Tuhan tapi waktu mereka menderita mereka ingat pada Tuhan. Bukanlah Tuhan kalau tidak memberi anugerah tapi jangan permainkan anugerah Tuhan. Pasal 43-47 berbicara tentang dahsyatnya kasih Allah, mereka bertobat dan dibebaskan, menerima anugerah Tuhan.

Yesaya 43:1 adalah berita yang luar biasa karena ketika mereka tergadai oleh dosa, Tuhan datang menebus mereka. Orang Israel sudah tergadai pada penghukuman karena dosa, pasal 43 berisi tentang kedahsyatan dan kasih Allah, Tuhan menyendengkan telinganya atas seruan bangsa ini, mereka sadar mereka perlu Tuhan lalu Tuhan menebus mereka. Dalam Perjanjian Baru bahasa penebusan ini disandang oleh Yesus, kita sebenarnya ada dalam penghukuman karena dosa dan harga pembayarnya Yesus rela mati disalib, kita ditebus oleh darah Anak Domba Allah, kita sudah dibebaskan.

Setelah bangsa ini ditebus, Tuhan berkata: “Engkau berharga.” Berharga = precious; menjadi bagaikan benda yang sangat berharga, sangat berarti, agung di mata Tuhan. Muncullah generasi yang berharga di mata Tuhan. Mulia = menjadi bangsa yang terkenal dan disukai; mereka yang telah ditebus disebut garam dunia dan terang dunia. Siapa yang tidak membutuhkan garam dan terang? Semua bangsa mencari garam dan terang. Kisah Para Rasul 2:47, setelah ditebus mereka menjadi generasi yang berharga, disukai banyak orang. Yesaya 43:1, sebagai garam, sebagai terang yang dicari oleh dunia, Tuhan berkata: “Jangan takut!” Ketika menebus kita, Tuhan menebus menurut nama kita masing-masing, bukan secara acak-acakan sehingga kita menjadi milik Tuhan. Generasi yang berharga disebut keluarga ilahi. Jangan tunggu tragedi baru bertobat.

Proses untuk disebut generasi yang berharga:

1. Lukas 10:38-42.

Di Betania tinggal satu keluarga, Maria, Marta dan Lazarus. Alkitab tidak pernah mencatat potret orangtua mereka. Yohanes 11:5, Yesus cukup dekat dengan keluarga ini, mereka suka mendengar firman Allah, ibarat gereja mereka mendengar dan menyambut firman Allah namun sayang mereka adalah jemaat yang tidak bertumbuh, Yesus ada di sana tapi mereka tidak bertumbuh. Bukti: Lukas 10:40, Marta senang melayani tapi mulutnya tidak bertobat, tidak punya roh untuk menimbang. Lukas 10:42, setiap kali Yesus datang, Maria senang mendengar firman Allah, hanya mau menerima tapi tidak ada aksi/perbuatan, Maria banyak menerima tapi tidak melayani. Dalam Lukas 10 hanya Maria dan Marta yang disebutkan lalu di mana Lazarus? Lazarus sibuk dengan urusan bisnis, Lazarus diberkati tapi tidak mau serius dengan firman Allah. Tuhan ingin supaya mereka masuk proses supaya kelak menjadi generasi yang berharga di mata Tuhan.

2. I Petrus 2:2.

Dalam hal apa Tuhan mau kita seperti bayi? Petrus menegaskan: “Jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni.” Susu = firman Allah, pertolongan, penyertaan, perlindungan, pembelaan Tuhan. Kita boleh punya yang kita anggap membela, tapi itu semua adalah jerami. Keluarga Maria, Marta dan Lazarus yang awalnya seperti berantakan Tuhan bawa pada satu peristiwa dalam Yohanes 11:1-6, keluarga ini sedang diproses untuk menjadi generasi yang berharga. Lazarus sakit dan mati, Yesus sengaja tinggal 2 hari sebelum datang ke keluarga ini. Yesus membentuk mereka supaya mereka menjadi generasi yang berharga, seperti bayi yang rindu pertolongan Tuhan, mendengar firman Allah. Setelah Lazarus mati, Maria dan Marta berkata hanya Yesus yang bisa menolong mereka. Jangan tunggu tragedi terjadi baru kemudian bertobat.

Yohanes 11:43-44, Yesus datang ke kubur Lazarus; pikiran mereka dibentuk melalui tragedi. Yohanes 12:1-3, Maria, Marta dan Lazarus pikirannya tertuju pada Yesus, sekarang mereka telah menjadi generasi yang berharga, setelah tragedi mereka alami transformasi. II Korintus 5:17, siapa yang mau menjadi seperti bayi rindu akan susu murni/firman Allah, rindu pada Yesus, ia menjadi ciptaan baru, terjadi perubahan sikap; buktinya: Yohanes 12:2-3, Marta melayani karena cinta Tuhan, Lazarus turut makan firman Allah, Maria memecahkan leher botol dan menuangkan

minyak narwastu untuk mengurapi kaki Yesus (Markus 14:3) sehingga seluruh rumah itu penuh dengan bau harum.

Yesaya 43:7 - semua orang yang disebutkan dengan nama-Ku yang Kuciptakan untuk kemuliaan-Ku, yang Kubentuk dan yang juga Kujadikan!" Semua orang yang mau melewati proses tadi dan menjadi generasi yang berharga, mereka menjadi kebanggaan Tuhan. Status sosial memang berbeda tapi ketika mau melewati proses dan mau menjadi seperti bayi yang rindu susu murni firman Allah dan semua dilakukan untuk Yesus bukan untuk diri sendiri maka kita menjadi kebanggaan, kemuliaan Tuhan; di mana ada kemuliaan Tuhan di sana ada mujizat, jalan keluar, jaminan dan kepastian.

Amin.

Sunday, December 04, 2011

MISKIN DI HADAPAN ALLAH

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 4 Desember 2011
Oleh Pdt. Andrew M. Assa

I Korintus 11:24-25, Yesus tegaskan lewat tulisan Paulus waktu kita makan roti yang melambangkan tubuh Yesus dan minum anggur yang melambangkan darah Yesus, kita sedang memperingati semua yang Yesus kerjakan, pengorbananNya di kayu salib. Ketika kita memperingati korban Yesus, benarkah kita sungguh-sungguh memperingati satu korban yang membenarkan kita? II Korintus 8:9, Yesus adalah Allah yang kaya tapi Dia rela menjadi miskin supaya kita kaya.

Matius 5:3 - Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.

Khotbah Yesus di atas bukit dalam Matius 5 - 7, banyak kontradiksi dengan pemikiran kita. Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, setiap kita pasti berpikir kalau miskin kita tidak bisa berkuasa. Ketika seseorang melakukan firman Allah, orang itu akan alami kelimpahan. Miskin = rendah hati (TL); the poor in spirit = miskin dalam roh (NIV); hati yang miskin = menganggap semua yang kita terima adalah anugerah Allah. Kehidupan ini adalah anugerah Tuhan. Jaga hati, miskin di hadapan Allah! Apa yang Tuhan inginkan ketika kita miskin di hadapan Allah?

Miskin di hadapan Allah:

1. Mengerjakan potensi dan talenta kita untuk kemuliaan Allah.

Contoh:

- Ribka.

Kejadian 24:12-14 merupakan doa Eliezer ketika Abraham mengutus untuk mencarikan istri bagi Ishak di kota kelahirannya. Waktu kita melakukan firman Allah, kita akan tahu tujuan kita. Waktu Eliezer minta minum, Ribka memberi minum kepadanya dan kesepuluh ekor untanya. Ribka melakukan jauh lebih banyak daripada yang disuruhkan. Ini bisa terjadi karena Ribka merasa miskin di hadapan Allah; Ribka adalah anak orang kaya tapi Ribka mempunyai satu sikap dalam hidup, miskin dalam roh, ‘saya harus lakukan sesuatu’.

- Perempuan Sunem.

II Raja-raja 4:13, perempuan Sunem yang kaya selalu menyambut Elisa ketika Elisa datang, ia tidak terlalu mengenal Elisa, setelah beberapa kali datang barulah ia tahu bahwa Elisa adalah seorang nabi dan tanpa diminta oleh Elisa ia membuat kamar khusus. Perempuan Sunem ini melakukan lebih dari yang disuruhkan; berinisiatif bahwa ia harus berbuat baik.

- Yusuf.

Kejadian 39:20-23, Yusuf punya hidup berkualitas sekalipun dibuang oleh kakak-kakaknya, dia melakukan lebih dari panggilan tugasnya di rumah Potifar, buktinya semua diserahkan kepada Yusuf. Dia difitnah padahal sudah melakukan hal yang baik, tapi dalam penjara sekalipun Yusuf tetap melakukan lebih dari panggilan tugasnya; akhirnya kepala penjara mempercayakan semua kepada Yusuf. Kejadian 40:7, Yusuf sedang dalam penderitaan, tapi ia tetap peduli kesusahan orang lain.

Dari ketiga contoh ini, kapan mereka diangkat oleh Allah waktu melakukan melebihi tugasnya?

Ribka disebutkan dalam salah satu garis yang menurunkan Juruselamat; perempuan Sunem akhirnya Tuhan berikan anak; Yusuf ketika menolong pegawai istana saat itu menjadi jalan ia menjadi penguasa di Mesir.

2. Tidak ada yang dapat dibanggakan selain anugerah Tuhan.

Contoh:

- Pemungut cukai.

Lukas 18:10-14, orang Farisi dan pemungut cukai sama-sama kaya, orang Farisi hanya tahu firman Allah tapi tidak melakukan, firman Allah tidak mengubah hidup. Waktu mereka berdoa, orang Farisi selalu membandingkan dengan orang lain, sedang pemungut cukai ia tidak berani melihat ke atas, ia sadar ia punya dosa dan ia punya pertobatan maka Tuhan membenarkannya.

- Zakheus.

Lukas 19:1-10 merupakan kisah tentang Zakheus mengundang Yesus masuk di rumahnya dan ia melakukan/menindaklanjuti pertobatannya dengan memberikan setengah dari hartanya kepada orang miskin, empat kali lipat pada mereka yang diperas. Akhirnya terjadi pemulihan di Yerikho. Mulai dari diri kita untuk lakukan firman Allah karena akan punya pengaruh untuk lingkungan kita.

Yoel 3:10 - ... baiklah orang yang tidak berdaya berkata: "Aku ini pahlawan!" (Let the weak say, I am strong = biarlah yang lemah berkata aku kuat). Yang lemah Tuhan akan buat menjadi kuat, saat-saat ini adalah lembah penentuan. Yoel 3:14-16, Tuhan goncangkan, ini adalah lembah penentuan tapi bagi ‘orang yang miskin di hadapan Allah’ --disebut Yerusalem-- akan ada perlindungan Allah.

Amin.

Sunday, November 27, 2011

TUHAN RAWAT TENUNAN-NYA

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 27 November 2011
Oleh Pdt. Frans Z. Assa


Yesaya 44:2 - Beginilah firman TUHAN yang menjadikan engkau, yang membentuk engkau sejak dari kandungan dan yang menolong engkau: Janganlah takut, hai hamba-Ku Yakub, dan hai Yesyurun, yang telah Kupilih.

Ketika Tuhan berfirman melalui nabi Yesaya, hati Tuhan geram terhadap bangsa Israel karena saat mereka diberkati, mereka lupa kepada Tuhan dan kalau mereka dalam penderitaan, mereka berteriak kepada Tuhan; tapi bukanlah Tuhan kalau Tuhan tidak berbelas-kasihan. Mereka diberi gelar Yesyurun artinya umat yang menyenangkan di hati Tuhan, umat yang lurus, yang tulus, yang diingat-ingat oleh Tuhan, umat yang selalu ada di hati Tuhan.

Alkitab menjelaskan tentang seseorang ketika ia berada di kandungan ibunya, Tuhan sudah mengenalnya. Proses ketika berada dalam kandungan: Mazmur 139:13 - Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Tuhan sudah menenun kita sejak dari rahim ibu; manusia ketika melihat citra tenunan yang bagus, kain tenunan itu disimpan, apalagi Tuhan; kita adalah tenunan Tuhan, dijaga dan dirawat oleh Tuhan. Daud begitu yakin ia tenunan Tuhan, Daud berkata dalam Mazmur 22:11 - Kepada-Mu aku diserahkan sejak aku lahir, sejak dalam kandungan ibuku Engkaulah Allahku. Sejak remaja Daud tidak diakui oleh kakak-kakaknya, Daud mengalami penolakan, dihina habis-habisan; sekalipun Daud mengalami penolakan tapi Daud punya keyakinan Tuhan adalah Allahku, maka Daud bisa berkata: “TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?” (Mazmur 27:1).

Bila Tuhan menenun kita sejak dari rahim ibu, Tuhan sudah pastikan, Ia memperhatikan, merawat dan memelihara tenunanNya yaitu manusia, buktinya:

1. I Samuel 18:9-11.

Sekalipun Daud mengalami penolakan dalam keluarga tapi ia tidak terkondisi dengan keadaan itu, ia memiliki pemahaman ia milik Tuhan sejak dari kandungan, itu sebabnya waktu Daud masuk medan perang, Tuhan beserta sehingga ia bisa mengalahkan musuh lebih banyak dari Saul padahal ia hanya sebagai pembawa perisai Saul. Ketika Saul mendengar penduduk Yerusalem mengelu-elukan Daud yang mengalahkan musuh berlaksa-laksa sedangkan Saul beribu-ribu maka Saul menjadi iri. Iri adalah lahan subur bagi dosa. Kalau tetap merawat iri/kebencian terhadap seseorang itu akan berkembang untuk membunuh. Keesokan harinya ketika Saul diganggu oleh roh jahat, Daud dipanggil dan ia mulai memetik kecapi dalam urapan, hati Daud tertuju pada Tuhan sehingga turun kuasa dan Saul sadar. Ketika Saul sadar, ia mengambil tombak dan melempar ke arah Daud. Daud adalah tenunan Tuhan, dia dirawat dan disimpan oleh Tuhan sehingga tombak tidak mengenai Daud. Banyak anak panah diarahkan pada kita tapi tenunan Tuhan dipelihara dan dirawat oleh Tuhan.

2. I Samuel 19:10.

Karena Saul tetap menyimpan dendam, iri, ini bertumbuh menjadi dosa, ia ingin membunuh dan berpikir ini saat yang tepat ia melempar tombak ke arah Daud; lagi-lagi kita melihat tenunan Tuhan pasti disimpan, dirawat Tuhan sehingga Daud bisa mengubah lagu dalam Mazmur 46:2-4.

Namun ada satu peristiwa soal tenunan, Tuhan sudah tenun dengan baik tapi orang ini menghancurkannya, tapi ia kemudian menyesal. Galatia 1:15, Saulus yang menjadi Paulus, ia begitu yakin sejak dari rahim ibu, Tuhan sudah menenunnya, namun sayang saat ia belajar tentang banyak hal dalam agama ia menjadi penganiaya dan pembunuh pengikut Kristus. Pada waktu helai kain Paulus rusak karena perbuatannya, ia mengaku di sini, tenunannya diperbaiki oleh Tuhan; perhatikan pengakuannya dalam I Korintus 15:9, saat ia mengejar Stefanus, Saulus yang memberi komando untuk merajam batu Stefanus. Saulus menjadi pemimpin, kain tenunan ia hancurkan.; tapi bukanlah Tuhan kalau Tuhan tidak berikan kesempatan untuk bertobat. Melalui satu kesempatan Saulus bertobat dan saat itu Tuhan pulihkan kembali kain tenunan yang dia hancurkan sendiri lewat perbuatannya, sehingga ia menjadi Paulus yang menulis sebagian besar kitab Perjanjian Baru.

Tuhan sanggup memulihkan; bila kita sadar kita adalah kain yang ditenun oleh Tuhan, kita rawat baik-baik kain tenunan itu, Tuhan sudah memberi warna bukan untuk membanggakan diri tapi untuk memberi kekuatan bagi orang lain. Bagaimana sikap Tuhan terhadap mereka? Zakaria 2:1-5 - ...Dan Aku sendiri, demikianlah firman TUHAN, akan menjadi tembok berapi baginya di sekelilingnya, dan Aku akan menjadi kemuliaan di dalamnya." Ketika kita memahami, kita sadari, kita tidak mau rusakkan tenunan Tuhan, kita mau memberkati orang lain melalui apapun

juga, setia melayani Tuhan, kita adalah helai tenunan Tuhan; kita disebut Yerusalem supaya kita bisa menyalurkan berkat kepada orang lain. Kejadian 8:1, Tuhan akan pagari dengan tembok api untuk menjagai kita; bukan hanya kita pribadi tetapi semua yang ada bersama kita.

Amin.

Sunday, November 20, 2011

DARI DALAM GELAP AKAN TERBIT TERANG!

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 20 November 2011
Oleh Pdt. Frans Z. Assa


Ada satu sistem atau metoda yang sering Tuhan gunakan untuk membuka pintu mujizat yaitu dari dalam gelap akan terbit terang!

II Korintus 4:6 - Sebab Allah yang telah berfirman: "Dari dalam gelap akan terbit terang!", Ia juga yang membuat terang-Nya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus.

Gelap menurut kronos/waktu manusia adalah sesudah jam 6 sore pasti gelap, malam di dalam ukuran standar adalah waktu untuk beristirahat. “Malam” --mega yang gelap-- dalam hidup tidak seorang pun menginginkannya, tapi dari dalam gelap akan keluar hal-hal yang tidak kita duga sebelumnya. Suasana mega yang gelap acapkali Tuhan hadirkan untuk menyatakan kebesaran dan justru Allah siapkan mujizat, perbuatanNya yang ajaib. Kalau kita sedang berada dalam mega yang gelap, jangan suntuk tapi bangkit berjalan bersama firman Allah, karena apa yang ada di dalam gelap Tuhan hadirkan maksud yang tidak pernah kita duga; segala sesuatu bekerja karena Tuhan punya maksud.

Kejadian 15:1-6, Abraham mendapat predikat ia dibenarkan dan dijumlahkan sebagai kebenaran karena ia menaati firman Allah, sementara ia menaati firman Allah, ia berada di mega gelap, Tuhan sudah berfirman sebelumnya ketika tinggalkan Haran Abraham akan menjadi bangsa yang besar, diberkati, namanya masyhur, ia akan menjadi berkat (Kejadian 12). Abraham suntuk karena ia bertambah tua dan belum mendapatkan anak untuk menjadi ahli warisnya. Abraham percaya Tuhan akan genapi janjiNya, tapi sebagai manusia ia berada dalam keragu-raguan; manusia seringkali menuntut bukti. Tuhan datang dan berkata: “Jangan kuatir! Eliezer tidak akan menjadi pewaris melainkan anak kandungmu.” Lalu Tuhan mendatangkan malam yang gelap; Abraham melihat bintang tapi tidak bisa menghitungnya; demikian dengan apa yang Tuhan siapkan bagi Abraham.

Kejadian 15:6 - Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran; yang rasul Paulus terjemahkan dalam Roma 4:3 - ..."Lalu percayalah Abraham kepada Tuhan, dan Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran." Kebenaran adalah suatu jumlah; 100 bukan Rp. 100.000,- kalau kurang Rp. 1,- kebenaran 100 nominalnya 100. Ketika Abraham percaya maka ia dijumlahkan dalam kebenaran yang tidak bisa diganggu gugat; kebenaran akan pergi ke mana saja untuk menaklukkan semua. Percaya = pisteuō - bahasa Yunani. Abraham, ia mendengar, mengaminkan (pistos - kata sifat) lalu pisteuō (= melakukan) apapun kata nalar/pikirannya.

Ulangan 28:14 - dan apabila engkau tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri dari segala perintah yang kuberikan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain dan beribadah kepadanya. Saat dalam gelap sekalipun bila kita tidak menyimpang dari firman Allah yang kita imani, dengar dan aminkan maka Tuhan akan mencurahkan berkat luar biasa; berkat akan mencari kita. Ulangan 28:2 - Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu. Berkat tidak hanya berupa uang tapi bisa berupa pembelaan Tuhan, Tuhan memberi jalan keluar. Ulangan 28:3-14, ada 29 paket berkat yang Tuhan siapkan kalau kita tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri, Tuhan tidak kehabisan cara untuk menolong kita.

Metoda dari dalam gelap akan terbit terang, Tuhan hadirkan untuk umatNya ketika Tuhan ingin buktikan perbuatanNya yang ajaib:

1. Terhadap satu orang, satu pribadi.

II Raja-raja 6:11-12, raja Aram yang gusar karena setiap akan menyerang Israel, rencananya selalu terbaca oleh Elisa; tiba-tiba Dotan--tempat tinggal Elisa-- dikepung tanpa Elisa tahu padahal Elisa tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri; kali ini menyentuh pribadi Elisa tapi kenapa Tuhan diam? II Raja-raja 6:13-15, mega gelap Tuhan ijinkan terjadi atas Elisa, tentara Aram siap mengepung, Gehazi ketakutan. Tetap arahkan pandangan pada Tuhan, karena di dalam mega yang gelap Allah siapkan jawaban. II Raja-raja 6:17, ketika tiba waktunya kairos (waktu Tuhan), Gehazi melihat kereta berapi yang menyala-nyala.

2. Dalam hidup sebuah komunitas.

Komunitas bisa diterjemahkan rumah tangga, kota, bangsa. Keluaran 14:9-10, logika dan iman selalu bertentangan; menurut logika pertolongan Tuhan pasti nyata buat orang yang taat. Bangsa Israel dalam perjalanan keluar dari Mesir ke Kanaan karena taat tapi Tuhan hadirkan mega gelap--Firaun dengan tentaranya mengejar orang Israel; sepertinya Tuhan tidak membela orang Israel. Tuhan tidak berhenti sampai mega yang gelap. Keluaran 14:29, yang dilihat mata jasmani Firaun dan tentaranya mengejar, kita belum melihat perbuatan Allah yang ajaib, jangan menyimpang ke kanan atau ke kiri. Keluaran 14:28, saat Tuhan celikkan mata iman mereka, dasar laut berubah menjadi jalan kelepasan yang disediakan bagi orang Israel, namun bagi orang Mesir itu merupakan kubur kebinasaan.

Amin.

Sunday, November 13, 2011

HUKUM NATURAL DAN HUKUM SUPRANATURAL

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 13 November 2011
Oleh Pdt. Frans Z. Assa


Amsal 14:34 - Kebenaran meninggikan derajat bangsa, tetapi dosa adalah noda bangsa.

Ada dua kebenaran yaitu hukum natural dan hukum supranatural.

1. Hukum Natural.

Yaitu hukum alami/hukum jasmani. II Korintus 4:16 - Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari. Sekalipun kita ada di hukum natural --manusia lahiriah semakin merosot-- namun manusia batiniah --roh, semangat, sukacita, kekuatan-- tiap hari disegarkan oleh Tuhan. Kebenaran Allah, janji Allah akan menaklukkan realita. Matius 21:18 - Pada pagi-pagi hari dalam perjalanan-Nya kembali ke kota, Yesus merasa lapar. Allah yang menjelma menjadi manusia dalam diri Yesus, manusianya Allah merasakan lelah, lapar, tertidur, ini adalah hukum natural.

Matius 4:6 - [Iblis] lalu berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu." Yesus tahu kebenaran ini berlaku pada manusia, Tuhan tetap menghargai kebenaran itu dalam Matius 4:7 - Yesus berkata kepadanya: "Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!"

Dari hukum natural kita melihat ruang lingkup kita terbatas.

2. Hukum Supranatural.

Yaitu hukum kehidupan, hukum supranatural melampaui batas-batas alam, batas-batas jasmaniah. Roma 8:2 - For the law of the Spirit of life... Kita ada di hukum natural tapi Allah berjanji kita akan alami hukum supranatural. Kapan kita bisa alami?

Kisah Para Rasul 1:8 - Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, ... Orang yang telah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, mereka akan menerima kuasa (= dunamis - bahasa Yunani); ketika berada di tekanan apapun juga dunamis ini bergerak. Dalam rangka mewujudkan pertolongan, Tuhan beri kuasa saat kita berdoa dan rindu dipenuhkan dengan Roh Kudus; kita menerima kemampuan-kemampuan Allah, kekuatan kita terbatas namun dunamis--lengan ilahi bisa menjangkaunya, Tuhan yang akan bergerak.

Kejadian 41:38 - Lalu berkatalah Firaun kepada para pegawainya: "Mungkinkah kita mendapat orang seperti ini, seorang yang penuh dengan Roh Allah?" Kesaksian ini datang dari seorang kafir yang tidak mengenal Tuhan pada waktu ia berada di tengah orang bijak tapi tidak bisa memberi jalan keluar kecuali Yusuf. Ternyata Yusuf punya dunamis; peran dunamis: sampai umur 15 tahun Yusuf sangat dibenci kakak-kakaknya, umur 17 tahun kebencian itu meledak, ia dijual, sekitar 1 tahun ia dijajakan di pasar budak kemudian dibeli oleh Potifar dan dipenjara selama 2 tahun karena difitnah oleh istri Potifar. Pada waktu itu Yusuf dikeluarkan dari penjara karena bisa mengartikan mimpi-mimpi dari Firaun. Batas-batas alamiah itu ada di dalam Yusuf tapi tahun ke-13 setelah dijual oleh kakak-kakaknya ia dilantik menjadi raja, diperkenalkan pada para menteri.

Yusuf penuh dengan Roh Kudus, Roh Kudus mengajar jangan mendendam, jangan membenci. Kalau kita sudah dipromosi oleh Tuhan jangan gunakan kesempatan untuk membalas dendam orang yang menyusahkan kita, kalau kita mengalami pengalaman supranatural saat kita menabur sekalipun taburan itu diracuni, jangan berhenti menabur. Galatia 6:9 - Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. Tuhan tumbuhkan tepat waktunya setelah 13 tahun Yusuf dibuang oleh kakak-kakaknya, dipenjara, baju tahanan diganti. Pengalaman supranatural Allah siapkan untuk siapapun kalau kita mau setia dalam kebenaran firman Allah. Perbuatan baik boleh diputarbalikkan, jangan berkecil hati, tepat waktunya kita akan menuai kalau kita tidak jemu berbuat baik, kalau kita mau tinggal dalam zona supranatural.

Mazmur 122:3, mereka yang mau taat pada hukum supranatural, mereka disebut Yerusalem yang dikelilingi tembok yang bersambung rapat yang dibangun oleh Tuhan, lengan Tuhan yang memagari karena itu sulit untuk ditaklukkan, Tuhan yang menjaga dan melindunginya. Adakah kita takut kalau kita didapati patuh pada firman Allah? Kalau kita patuh pada firman Allah, apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan Allah, apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati kita, Tuhan sudah sediakan.

Sunday, November 06, 2011

IMAN YANG BERGANTUNG PADA TUHAN

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 6 November 2011
Oleh Pdt. Frans Z. Assa


Ketika Tuhan menguji kita, Tuhan sudah siapkan jawaban. Jangan suntuk ketika Tuhan menguji, kalau kita merasa hidup kita ditutup, Tuhan sudah siapkan jalan keluar dan kunci untuk membuka pintu kemenangan; namun Tuhan berikan kunci kemenangan kepada mereka yang mau meningkat, Tuhan ingin agar kita bertumbuh.

Ibrani 11:8 - Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.

Jauh sebelum Abraham keluar dari Ur-Kasdim ia telah mempunyai iman, saat Tuhan beri pernyataan pada Abraham awal mula keluarganya adalah penyembah berhala. Abraham --semula bernama Abram-- bercerita tentang panggilan Tuhan pada Terah ayahnya bahwa Elohim memperlihatkan wajahNya kepadanya dan Abram harus keluar dan pergi ke tanah yang sudah Tuhan siapkan bagi dia. Kejadian 11:31, Terah meresponi dan ingin menerima berkat itu juga; Abraham keluar dari Ur-Kasdim berumur 65 tahun atas ajakan Terah, setelah tiba di Haran, mereka tinggal di sana selama 10 tahun. Selama tinggal di Haran, Abraham tidak pernah mendapat pernyataan dari Tuhan.

Kejadian 12:4, umur 75 tahun Abraham berangkat dari Haran ke Kanaan. Dalam Kejadian 12:1 Tuhan mengulangi lagi panggilannya kepada Abraham, Abraham sudah meninggalkan Ur-Kasdim, dia sudah tinggalkan sanaknya tapi ia belum tinggalkan rumah ayahnya (Terah). Tuhan tidak bermaksud memisahkan ayah dan anak tapi Tuhan punya maksud untuk pertumbuhan iman Abraham. Selama itu imannya bergantung pada Terah. Jangan mempunyai iman hanya tergantung pada orang lain, kita harus menjadi dewasa; iman kita harus betul-betul bersandar pada Tuhan Yesus Juruselamat kita. Tuhan tegaskan, Abraham harus tinggalkan rumah ayahnya. Terah sudah membangun rumah di Haran, Abraham selama ini hanya menggantungkan iman pada Terah. Jadi pada waktu umur 75 tahun Abraham tinggalkan Terah dan oleh iman ia taat dan betul-betul bergantung pada Tuhan.

Ada satu bahaya kalau kekristenan kita selalu tergantung dan bergantung pada orang lain.

II Tawarikh 26:1,4. Ketika Uzia berumur 16 tahun ia ditahbiskan menjadi raja menggantikan Amazia, dia mengambil keputusan ia melakukan apa yang benar di mata Tuhan. II Tawarikh 26:6-15, Uzia diberkati luar biasa karena ia melakukan apa yang benar di mata Tuhan maka namanya termashyur sampai di negeri yang jauh. Ketika kita dipromosi oleh Tuhan jangan lupa kita berasal dari mana, banyak kali ketika kita diberkati oleh Tuhan kita lupa siapa yang mengangkat kita; semua yang ada pada kita datangnya dari Tuhan. Uzia diberkati luar biasa tapi sayang sekali setelah diberkati ia menjadi sombong; bahkan ia membakar ukupan--pelayanan yang seharusnya hanya boleh dilakukan imam. II Tawarikh 26:16 - Setelah ia menjadi kuat, ia menjadi tinggi hati sehingga ia melakukan hal yang merusak. Ia berubah setia kepada TUHAN, Allahnya, dan memasuki bait TUHAN untuk membakar ukupan di atas mezbah pembakaran ukupan. Uzia bertumbuh tetapi salah, II Tawarikh 26:5 - Ia mencari Allah selama hidup Zakharia, yang mengajarnya supaya takut akan Allah. Dan selama ia mencari TUHAN, Allah membuat segala usahanya berhasil. Kesalahannya sama dengan Abram, imannya bergantung pada Terah; Uzia punya iman, mencari Allah selama Zakharia menjadi imam, imannya hanya bergantung pada Zakharia. Miliki iman hanya bergantung pada Tuhan.

Penderitaan: Roma 8:18 - Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.

Kita seperti sepotong kayu atau sebuah batu yang mulai disentuh oleh tangan ahli. Ketika disentuh tangan ahli, kita mulai diukir karena Tuhan ingin gambar Yesus selalu nampak melalui hidup kita, Dia memakai banyak alat pahat dari yang lebar sampai yang kecil. Tuhan sementara mengukir supaya lembaga wajah Yesus nampak pada hidup kita, itu sebabnya jangan memiliki iman yang bergantung pada orang lain tapi miliki iman yang tergantung dan bergantung pada Tuhan.

Mazmur 56:4 - Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu; pasal ini adalah nyanyian/seruan dari Daud ketika orang Filistin menangkap dia di Gad; Daud sedang dipahat. Ketika kita bergantung pada Tuhan, daging mungkin memberontak, tapi Tuhan sementara memahat supaya wajah Yesus makin tampak melalui hidup kita; yang Mazmur 139:13 mengatakan: Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Ketika hidup kita seperti kain ditenun, ketika warna-warna lain ditusukkan supaya kita menjadi kain

yang mahal, kita tetap percaya pada Tuhan. Saat musuh mencoba merobeknya, Tuhan menenun lebih indah lagi. Jangan bersandar pada manusia, letakkan iman yang bertumbuh pada Tuhan.

Amin.

Sunday, October 30, 2011

KEPUTUSAN KITA MENENTUKAN BUAH YANG DIHASILKAN

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 30 Oktober 2011
Oleh Pdt. Frans Z. Assa


Manusia selalu berhadapan dengan dua sisi yaitu mau atau tidak; di dunia mana saja, di situasi apa saja keduanya saling menonjol ingin menang; misalnya mau berbakti atau tidak berbakti.

Yesaya 5:1-2 - Aku hendak menyanyikan nyanyian tentang kekasihku, nyanyian kekasihku tentang kebun anggurnya: Kekasihku itu mempunyai kebun anggur di lereng bukit yang subur. Ia mencangkulnya dan membuang batu-batunya, dan menanaminya dengan pokok anggur pilihan; ia mendirikan sebuah menara jaga di tengah-tengahnya dan menggali lobang tempat memeras anggur; lalu dinantinya supaya kebun itu menghasilkan buah anggur yang baik, tetapi yang dihasilkannya ialah buah anggur yang asam. Dari ayat ini kita bisa melihat karakter dasar Tuhan, tidak berubah, tidak terkondisi, Tuhan selalu memberi lebih dahulu, berbeda dengan manusia selalu menuntut hak. Sifat Tuhan selalu memberi, kita belum timbul kesadaran untuk meminta Tuhan sudah memberi. Tuhan punya kekasih yang digambarkan sebagai kebun anggur dan pohon anggur. Wujud dari Tuhan memberi sebelumnya Ia mencangkulnya, membersihkan dahulu, Tuhan memperbaiki hati.

Orang percaya dimanja oleh Tuhan dan sangat diperhatikan. Yesaya 65:24 - Maka sebelum mereka memanggil, Aku sudah menjawabnya; ketika mereka sedang berbicara, Aku sudah mendengarkannya. Sebelum mereka berteriak, Tuhan sudah menjawab, kita baru berencana Tuhan sudah mendengar; namun kembali ke Yesaya 5:1, kita harus berada di satu titik ‘mau atau tidak’. Soal berkata: “Ya” itu adalah keputusan kita, hak sudah diberi dari awal. Kebun anggur tidak punya apa-apa, kemudian Tuhan cangkul dan rawat, batu-batu dibuang. Waktu mengambil keputusan mau atau tidak mengeluarkan buah yang baik itu ada di tangan kita, dalam Yesaya 5:2 keluar buah yang busuk.

1. Lukas 13:7-9.

Betapa panjang sabarnya Tuhan, pemilik ini berkata sudah tiga tahun dirawat tetapi tidak bisa mengambil keputusan untuk berkata ya. Penunggu kebun (gambaran Roh Kudus) masih meminta kesempatan untuk merawat, kalau memang sudah diberi kesempatan tapi tidak digunakan maka akan ditebang. Manusia gampang lupa asalnya; sedikit yang berpikir kepada siapa saya harus berterima kasih.

Yesus memberi nyawaNya supaya kita yang tadinya tidak bisa apa-apa, kita diangkat oleh Tuhan sehingga kita bisa berubah menjadi kebun buah-buahan. Apa yang akan kita persembahkan untuk Tuhan? Biar kita berkata: “Saya mau lakukan apa yang firman Allah katakan pada saya.”

2. Mazmur 103:7.

Roh Allah memberi ilham kepada Daud sehingga ia bisa melihat sampai pada zaman Musa (556 tahun sebelum Daud lahir), ketika Musa diijinkan menulis kitab Taurat (Kejadian - Ulangan). Obyek yang Daud bicarakan adalah Musa; kenapa Musa bisa menulis awal mula penciptaan?

Kisah Para Rasul 7:19-21, Firaun begitu takut karena perkembangan, pertumbuhan orang Ibrani begitu pesat, sehingga ia memberi tugas pada bidan-bidan untuk membunuh bayi laki-laki yang dilahirkan orang Ibrani. Pada waktu itu lahirlah Musa, setelah 3 bulan orangtuanya tidak bisa menyembunyikannya lagi dan Musa dibuang ke sungai Nil. Kenapa sampai Musa lolos dari pembunuhan itu? Penyebabnya, jauh sebelum Musa lahir ada seorang yang berdoa untuk dia.

Kejadian 18:22, menyadari keterbatasan dirinya, Abraham tetap berdiri --menunjuk tentang sikap/mengambil posisi untuk tetap berdialog dengan Tuhan-- tawar-menawar untuk keponakan dan keturunannya di Sodom dan Gomora. Sekian ratus tahun kemudian Yokhebed melahirkan bayi Musa, doa dari Abraham telah menjaga, merawat keturunannya.

Doa adalah saat kita berkarya di alam roh, melampaui dari zaman ke segala zaman doa masih bekerja. Mazmur 56:9 - Sengsaraku Engkaulah yang menghitung-hitung, air mataku Kautaruh ke dalam kirbat-Mu. Bukankah semuanya telah Kaudaftarkan? Air mata = semua doa yang dinaikkan, mau atau tidak mengambil keputusan untuk berdoa, memberi buah yang baik? Kalau tidak, kita akan berhadapan dengan tangan Tuhan, kalau kita mau berdoa, mujizat sudah disediakan oleh Tuhan.

Amin.

Sunday, October 23, 2011

KEHENDAK ALLAH

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 23 Oktober 2011
Oleh Pdt. Frans Z. Assa


Ada dua jenis kehendak Allah yaitu kehendak Allah yang sempurna dan kehendak Allah yang diijinkan. Kehendak Allah yang sempurna setuju dengan pola Tuhan walaupun tidak sesuai dengan logika, tanpa berdalih-dalih mengikuti apa yang Tuhan inginkan. Kehendak Allah yang diijinkan selalu ada konsekuensi; ketika Allah berfirman kepada bangsa Israel untuk maju saja ke masuk ke Kanaan, mereka malah mendesak kepada Musa untuk mengintai terlebih dahulu. Ketika kembali dari pengintaian selama 40 hari, di antara ke-12 orang utusan suku Israel hanya 2 orang yang membawa berita yang positif dan sebagai akibatnya mereka harus menempuh perjalanan selama 40 tahun untuk masuk ke Kanaan (Bilangan 13-14).

Markus 3:35 - Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku. Hubungkan dengan Yohanes 1:3 - Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Yesus adalah Allah pencipta semesta tapi Dia mau mengakui kita saudaraNya kalau kita didapati sedang melakukan kehendak Allah.

Bagaimana warna, kualitas seorang yang disebut melakukan kehendak Allah?

1. Senang mengucap syukur dalam segala sesuatu.

I Tesalonika 5:18 - Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. Istri Ayub tidak bisa mengucap syukur dalam segala hal, ketika Ayub menderita dari kepala hingga kaki penuh dengan bisul yang berbau busuk, istrinya berkata supaya Ayub menghujat dan meninggalkan Tuhan. Ketika mengucap syukur, kita setuju dengan Tuhan, Tuhan memberi anak kunci pintu gerbang Kerajaan Sorga sehingga kita dengan leluasa bisa membuka dan menikmati kekayaan Sorga; buktinya: Matius 7:21. Saat kita melakukan kehendak Allah artinya kita menyetujui dengan apa yang Tuhan sedang kerjakan dalam hidup kita, itu terbaca dari sikap kita dalam doa, puji-pujian; kita berada pada hukum alam, kalau kita sudah lakukan semua hukum alam dan Tuhan ijinkan kita untuk mengalami sesuatu/masalah, Tuhan ingin melihat kita memiliki kunci pintu gerbang sorga.

2. Berada dalam posisi tabah dan tekun.

Ibrani 10:36 - Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu. Alkitab memuat janji-janji setia Allah, adalah lebih mudah Tuhan pindahkan gunung daripada Tuhan ingkar atas janjiNya. Siapa orang-orang yang akan memperoleh apa saja yang Tuhan sudah janjikan? Bukan sembarangan orang yang akan memperoleh janji Tuhan; mereka adalah orang-orang yang tekun. Karena tekun yang wajib bagimu, ... (TL); wajib = tidak bisa tidak, tidak punya alternatif lain. Tekun = hupomonē - bahasa Yunani, digunakan dalam beberapa kasus.

Lukas 8:15, benih yang semula berada di tempat nyaman dibenamkan dalam tanah yang basah, berlumpur tapi benih tidak protes, kemudian benih bertumbuh menjadi tanaman, mengalami iklim yang silih berganti, ada saja yang dialami, bahkan sering kali tidak dirawat tapi tanaman ini tetap mengeluarkan umbi, bunga, buah, karena tekun. Kalau pun bagian-bagian dari tanaman ini diambil oleh manusia untuk memenuhi kebutuhannya, tanaman ini tetap tekun. Untuk mengerti hupomonē Alkitab memberi gambaran belajar pada tanaman.

Roma 15:5, tekun ada sumbernya yaitu Tuhan. Tanaman tahu sumbernya dan mau menerima sifat Allah. I Tesalonika 1:3, Tuhan adalah pemilik dari ketekunan karena ini adalah sifat/karakter dasar Allah. Kenapa sampai Rasul Paulus didorong Roh Allah untuk menulis ini? Latar belakangnya: jemaat pertama di Tesalonika adalah orang-orang dari kelas atas--pegawai negeri yang punya kedudukan, penjual kain, di antara mereka pelaku bisnis punya hubungan dengan istana-- pada waktu mereka menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, mereka dipecat dari pekerjaan, pelaku bisnis diboikot, walaupun mereka jiwa baru tapi mereka tetap setia mengiring Tuhan. I Tesalonika 1:8, karena ketekunan mereka, mereka kemudian menjadi bagaikan suara bergema, nama mereka harum karena bertekun walaupun lingkungan tidak mendukung, bertekun di kondisi apapun.

Kalau kita didapati berada dalam kehendak Allah, Daud sekalipun diintai untuk dibunuh oleh Saul dan keluarga Saul yang membencinya, dia mengalami kebaikan Tuhan lebih dari yang dia pikirkan, bahkan ketika ia tiba di tempat yang berbahaya kebaikan dan kemurahan Tuhan mengikutinya, Daud bersaksi dalam Mazmur 23:6 - Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

Amin.

Sunday, October 16, 2011

ALLAH ADALAH SUMBER DARI PERATURAN

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 16 Oktober 2011
Oleh Pdt. Frans Z. Assa


I Korintus 14:33 - Sebab Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera. Sejak awal zaman, Allah memperkenalkan diri bahwa Allah adalah sumber dari peraturan. Tuhan menjunjung tinggi, menghargai peraturan yang dibuat.

Mazmur 19:2 - Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya.

Dalam hal apa jagad raya menceritakan tentang kedahsyatan Allah, itu tampak melalui peraturan-peraturan yang ditetapkan; cakrawala mengajarkan peraturan-peraturan yang telah ditetapkan? Planet-planet yang mengelilingi matahari masing-masing mempunyai waktu edar yang berbeda-beda; planet yang paling dekat dengan matahari yaitu Merkurius mengelilingi matahari dalam waktu 3 bulan; Venus mengelilingi matahari kurang lebih dalam waktu 7 bulan; Bumi mengelilingi matahari dalam waktu 1 tahun, sementara itu Bumi juga berputar pada sumbunya sehingga terjadi perbedaan siang dan malam di belahan dunia; Pluto --planet terjauh-- mengelilingi matahari 247 tahun; semuanya berputar menurut kecepatannya. Semua berputar menurut peraturan Tuhan, kalau tidak semuanya akan berantakan.

Taatilah karena Tuhan adalah sumber dari peraturan, Petrus menulis dalam I Petrus 2:13-14, taatilah peraturan-peraturan, hormatilah wewenang/otoritas seseorang, otoritas yang didelegasi-kan; demikian juga dalam hal menghormati orangtua, apapun, siapapun profil orangtua kita, hormati! Paulus menegaskan dalam Roma 12:10 - Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat. Aplikasikan dalam hidup kita. Yohanes 12:26 - Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa. Kalau kita didapati menaati peraturan-peraturan Tuhan, kita dihormati oleh Bapa di sorga.

Apakah hal ini bisa dibuktikan?

Menghormati mempunyai padanan kata dengan Tuhan akan mengangkat dan memberkati. Ester 2:15-17 - Ketika Ester ... mendapat giliran untuk masuk menghadap raja, maka ia tidak menghendaki sesuatu apa pun selain dari pada yang dianjurkan oleh Hegai, ... sehingga baginda mengenakan mahkota kerajaan ke atas kepalanya dan mengangkat dia menjadi ratu ganti Wasti. Raja Ahasyweros sedang mencari permaisuri pengganti Wasti; Wasti dipecat karena tidak taat. Ester adalah salah satu di antara gadis-gadis yang dikumpulkan di benteng Susan untuk mengikuti pemilihan pengganti ratu Wasti. Ester menaati semua peraturan, semua nasihat yang diberikan oleh Hegai--seorang ahli tata boga dan tata rias kerajaan Persia.

Selama enam bulan pertama dilulur dengan mur, diatur makanannya. Kitab Ester merupakan simbol, Ester gambaran orang percaya yang dinasihati oleh ahli tata boga, kita hanya boleh mengkonsumsi firman Allah yang tidak diputarbalikkan. Roh Allah mendorong Paulus untuk menuliskan Efesus 4:14, konsumsi firman Alah harus hati-hati karena akan muncul orang yang menyampaikan firman Allah dengan diputarbalikkan. Enam bulan kedua Ester harus memakai minyak kasai untuk membuka pori-pori kulitnya supaya kulit bernafas. Minyak kasai = pujian, penyembahan, urapan Roh Kudus. Hati-hati! Ujilah! Jangan sembarang roh, pengajaran ditelan kalau kita tidak mau sesat. Ester patuhi semua peraturan yang ditetapkan Hegai. Ketika ia menaati Hegai --ahli tata boga dan tata rias-- maka ia dikasihi raja lebih dari yang lain. Ester seorang yatim piatu, bangsa yang tertolak tapi ketika ia menaati firman Allah, ia dipromosikan oleh Tuhan. Orang yang menaati firman Allah pasti dipromosikan oleh Tuhan dan Tuhan akan memberkati.

Ibrani 11:16 - Tetapi sekarang mereka merindukan tanah air yang lebih baik yaitu satu tanah air sorgawi. Sebab itu Allah tidak malu disebut Allah mereka, karena Ia telah mempersiapkan sebuah kota bagi mereka. Tuhan berkata kepada Abraham, “Aku tidak malu disebut Bapa, Allahmu,” sebab Abraham menaati firman Allah. Ambillah komitmen mau taat kepada firman Allah, kalau kita taat Tuhan sudah siapkan apa yang kita butuhkan menurut waktuNya.

Amin.

Sunday, October 09, 2011

BENTUK JAWABAN ATAS DOA

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 9 Oktober 2011
Oleh Pdt. Frans Z. Assa


Mazmur 66:19-20 - Sesungguhnya, Allah telah mendengar, Ia telah memperhatikan doa yang kuucapkan. Terpujilah Allah, yang tidak menolak doaku dan tidak menjauhkan kasih setia-Nya dari padaku.

Kita punya keyakinan setiap doa kita dijawab oleh Tuhan. Jawaban atas doa kita kepada Tuhan ada 3 point: tunggu, tidak, atau ya. Apa pun jawabannya, belajarlah mengucap syukur pada Tuhan. Latar belakang ayat ini, pada zaman Ezra, Tuhan telah menggerakkan hati Koresh raja Persia untuk membangun kaabah Yerusalem, Tuhan katakan Ia akan menyediakan material-material yang dibutuhkan dan konglomerat-konglomerat di Persia Tuhan gerakkan untuk membangun Yerusalem terutama kaabah Tuhan, namun begitu banyak hambatan sehingga 16 tahun pembangunan berhenti, pada tahun ke-16, Tuhan berfirman kepada Hagai: “Adapun Rumah ini, kemegahannya yang kemudian akan melebihi kemegahannya yang semula, firman TUHAN semesta alam, dan di tempat ini Aku akan memberi damai sejahtera, demikianlah firman TUHAN semesta alam." (Hagai 2:10). Ketika Hagai bangkit, Tuhan meneguhkan janjiNya pada Zerubabel dan kepada Yosua sebagai imam besar pada waktu itu. Hagai 2:5 - ...Demikianlah firman Tuhan, bekerja sahaja, ... (TL). Pembangunan begitu lancar dan selesailah kaabah Zerubabel lalu muncullah Mazmur 66 yang digubah oleh Hagai dan Ezra, mereka berdoa dengan airmata karena sungguh-sungguh.

Ezra dan Hagai menyanyi dalam Mazmur 66:20, bahwa ketika Tuhan menjawab doa, acapkali jawabannya tidak sama seperti yang kita inginkan, Tuhan menjawab tunggu, ya, atau tidak. Bentuk jawaban Tuhan atas doa orang percaya seringkali Tuhan simpan di antara duri. Kidung Agung 2:2 - Seperti bunga bakung di antara duri-duri, demikianlah manisku di antara gadis-gadis. Jemaat digambarkan seperti bunga bakung yang Yesus memberi perbandingan dalam Matius 6:28-29 kita adalah bunga bakung, kenapa harus kuatir? Salomo --mengolah tepung halus 5.000 liter, tepung biasa 10.000 liter, lembu piaraan 10 ekor, untuk makan seisi istananya setiap hari dan hebatnya Salomo terkenal di mana-mana-- tapi orang percaya lebih mulia dari Salomo.

Bagaimana bentuk duri yang mengeliling kita?

Berada di antara duri apapun, Tuhan akan rawat dan pelihara kita, namun dalam Yesaya 50:4 dikatakan ... Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid. Mempertajam/menghalusi = membentuk karakter kita supaya menjadi permata yang indah, yang mahal harganya; pagi = sibuk. Kita berada di antara duri; kita mau menjadi bunga atau duri itu adalah pilihan kita. Ketika berada di aktivitas, kita dihalusi supaya menjadi jemaat yang berkualitas, Tuhan mau membentuk karakter kita. Kita adalah bunga bakung bukan duri, komunikasi, perbincangan harus kita jaga.

Paulus katakan dalam Efesus 4:29 bunga bakung selalu mengeluarkan bunga yang lembut karena itu karakternya, walaupun ada yang menginjak dan merobek daunnya, ia tetap mengeluarkan karakternya, bunganya lembut berwarna ‘broken white’. Kita berada di tengah duri, tapi harus menjaga identitas kita sebagai bunga bakung.

Roma 12:1 - Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Kita memiliki tubuh, di dalamnya ada emosi, kecakapan dan kemauan. I Petrus 2:23, ketika Yesus mempersembahkan tubuhnya di kayu salib Ia dicaci maki namun Ia tidak membalasnya. Kita harus sungguh-sungguh menjadi anak Tuhan, kita mungkin akan menjumpai duri-duri di kesibukan kita tapi Tuhan akan merawat kita, tampillah menjadi bunga bakung bukan menjadi duri.

Yesaya 53:7, ketika diperkatakan, dihina, contohlah Yesus bagaikan domba yang kelu, berat untuk emosi karena emosi bekerja sama dengan intelektual. Maukah kita menjadi korban yang kudus dan berkenan kepada Tuhan? Sering kali Tuhan taruh jawaban doa di antara duri dan Tuhan siapkan berkat di sana. Kalau kita berhasil Imamat 3:16 mengatakan: Imam harus membakar semuanya itu di atas mezbah sebagai santapan berupa korban api-apian menjadi bau yang menyenangkan. Segala lemak adalah kepunyaan TUHAN.

Ketika kita temukan jawaban doa di antara duri pengalaman dan kita meresponi dengan tetap setia, menjaga jati diri sebagai bunga bakung maka kita akan menjadi bau harum yang menyenangkan Tuhan.

Amin.

Sunday, October 02, 2011

RAHASIA KEKUATAN YANG DIMILIKI BURUNG RAJAWALI

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 2 Oktober 2011
Oleh Pdt. Frans Z. Assa


Yesaya 40:30-31 - Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

Yesaya menampilkan 2 jenis kekuatan: orang-orang muda; dan teruna (anak laki-laki yang masih muda). Kita seringkali mengagumi mereka karena kekuatannya; secara nyata orang-orang muda menjadi lelah = tenaga yang diandalkan redup dan lesu = merosot; teruna jatuh tersandung = apa yang pernah dicapai itu remuk, roboh total. Ayat ini mempunyai bahasa figuratif: apa yang sudah dan pernah dicapai oleh manusia dalam bentuk kemakmuran, dalam paket keberhasilan, penemuan-penemuan yang ‘smart’ (pintar) sehingga manusia berdecak kagum, satu kali kelak akan remuk, roboh total.

Ketika Yesaya 40:30 digenapi, Wahyu 6:14-16 mengatakan langit menyusut, pulau dan gunung pindah dan bergeser, pada waktu hal ini terjadi ada 7 strata manusia, mereka menjerit dan berkata kepada gunung-gunung dan kepada batu-batu karang itu: "Runtuhlah menimpa kami dan sembunyikanlah kami terhadap Dia, yang duduk di atas takhta dan terhadap murka Anak Domba itu." Yesaya 40:31, orang-orang--semua, siapa pun dia dari seluruh tingkat usia--; menanti-nantikan (qavah - bahasa Ibrani) = mereka melilitkan menjadi satu anyaman dengan Tuhan. Manusia mempunyai tiga serat --tubuh, jiwa roh--, Tuhan selain tiga serat --Bapa, Putra, dan Roh-- Tuhan mempunyai banyak serat-serat janji. Serat kita dipintalkan/dipilin/’qavah’ menjadi satu dengan Tuhan; mereka yang dipilin menjadi satu dengan Tuhan mendapat kekuatan yang baru. Kekuatan kita akan merosot tapi kalau kita dianyamkan dengan Tuhan, kekuatan kita akan selalu dibaharui; bukan hanya tubuh kita tapi semangat kita juga dibaharui.

Waktu seseorang menerima kekuatan baru dari Tuhan, ia diumpamakan seperti rajawali yang naik terbang. Rajawali terbang melebihi gunung-gunung yang tinggi sekalipun; umur rajawali bisa mencapai 70 – 80 tahun bahkan lebih. Di tengah-tengah usianya, rajawali berdiam diri karena bulu-bulunya rontok, dia tahu setelah bulu-bulunya rontok, dia bisa melanjutkan hidupnya dengan bulu-bulu yang baru; pemulihan bulu terutama sayapnya. Kenapa sampai mereka yang mendekatkan diri pada Tuhan diumpamakan seperti rajawali? Ada 4 jenis rajawali di Palestina: rajawali biasa, rajawali emas, rajawali tutul, dan rajawali hitam mengkilat; dari keempat jenis ini mereka mempunyai persamaan yaitu kalau membuat sarang di atas gunung batu yang paling tinggi (sarang dari anyaman dahan-dahan yang kasar, dialasi dengan bulunya sendiri); dan setiap musim panas ketika matahari bersinar/terbit rajawali terbang tinggi mendekati matahari--zona yang tidak ada penghalang cahaya matahari. Di sana ia bisa terbang berjam-jam, karena ketika ia mendekat kepada matahari, saat itu terik matahari mulai membersihkan panel-panel pada bulunya. Rajawali adalah pemangsa daging, daging berlemak menghasilkan lemak yang larut pada bulu-bulunya sehingga perlu dibersihkan; paruhnya menyisir bulunya supaya kuat terbang dan pada waktu terbang ke arah matahari, sinar matahari akan membersihkan panel-panel pada bulunya.

Waktu bulu rajawali dibersihkan dia akan menerima kekuatan baru, begitu pula orang percaya ketika mendekat kepada Tuhan --berdoa, memuji Tuhan, mendengar firman Allah, beribadah-- saat itu kekuatannya dibaharui. Kapan kekuatan dibaharui? Hakim-hakim 9:8-15, ada 4 karakter orang Kristen yaitu: pohon zaitun, pohon ara, pohon anggur, dan semak duri; keempatnya mendapat kesempatan untuk menjadi raja penuh kemuliaan. Pohon zaitun, pohon ara, dan pohon anggur tidak mau menjadi raja, mereka mau mendekat kepada Tuhan, mau menyenangkan Tuhan; sedangkan semak duri angkuh dan sombong, mempunyai motivasi yang tidak benar.

Ketika seseorang dekat dengan Tuhan, Roh Kudus dan firman Allah akan membersihkan 'panel-panelnya' sehingga kotoran-kotoran yang telah menutupi bulu-bulu akan terlepas. Yeremia 9 : 23, ada tiga alasan sehingga manusia sombong ketika ia pintar dengan ilmunya, ketika ia sadar ia punya kekuatan, dan ketika ia sadar ia punya kekayaan. Ada jaminan bagi mereka yang mau mendekat pada Tuhan dalam Yehezkiel 34:14, Yesus Gembala yang baik akan membawa ke air yang tenang, ke padang rumput hijau.

Panel harus dibersihkan, mulailah terlibat dalam pelayanan apapun juga sehingga kita menerima kekuatan untuk tidak sombong. Roma 7:24 - Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? Roma 7:15, 19, Rasul Paulus merasa terancam jasmani dan rohaninya. Rajawali ketika terbang tinggi ia menerima sinar matahari untuk membersihkan bulunya, ia perlu lemak tapi kalau berlebihan lemak harus dibersihkan/diluruhkan dan harus

disisir bulunya. Kita perlu dekat dengan Tuhan untuk membersihkan ‘panel-panel’ dari keangkuhan, kesombongan dan dosa. Seseorang kalau sudah terikat gurita dosa sulit untuk lepas. Roma 7:25 - Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. Ini adalah pengakuan Paulus, Paulus berkata: “Tuhan pembebas saya.” Ketika kita terbang tinggi menghampiri hadiratNya melalui doa, pujian, dan firman Allah maka ‘panel-panel’ hidup kita akan dibersihkan.

Amin.